Muslim99Muslim99
← Tafsir library

6. Al-An'aam

The Cattle · Meccan · 165 ayahs

سُورَةُ الأَنۡعَامِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 91–100 of 165

91

وَمَا قَدَرُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦٓ إِذْ قَالُوا۟ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍۢ مِّن شَىْءٍۢ ۗ قُلْ مَنْ أَنزَلَ ٱلْكِتَٰبَ ٱلَّذِى جَآءَ بِهِۦ مُوسَىٰ نُورًۭا وَهُدًۭى لِّلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُۥ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًۭا ۖ وَعُلِّمْتُم مَّا لَمْ تَعْلَمُوٓا۟ أَنتُمْ وَلَآ ءَابَآؤُكُمْ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِى خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ

Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.

"Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata, 'Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.' Katakanlah, 'Siapakah yang menu-runkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengeta-hui(nya)?' Katakanlah, 'Allah-lah (yang menurunkannya),' kemu-dian (sesudah kamu menyampaikan al-Qur`an kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya." (Al-An'am: 91).

(91) Ini adalah celaan terhadap orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik yang mengingkari kerasulan, dan mereka mengklaim bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia. Barangsiapa mengucapkan itu, maka mereka tidak meng-hormati, dan tidak mengagungkan Allah dengan yang semestinya, karena ini adalah celaan kepada hikmahNya, dan klaim buruk bahwa Dia membiarkan hamba-hambaNya begitu saja tanpa di-perintah dan dilarang, dan merupakan penafian terhadap nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah kepada hambaNya. Ia adalah risalah di mana tidak ada jalan bagi hamba untuk mendapatkan kebahagiaan, kemuliaan, dan keberuntungan kecuali dengannya. Adakah celaan kepada Allah yang lebih besar dari ini? ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," kepada mereka dengan (perkataan) yang memastikan rusaknya pendapat mereka, tetapkanlah dengan se-suatu yang diakui oleh mereka, ﴾ مَنۡ أَنزَلَ ٱلۡكِتَٰبَ ٱلَّذِي جَآءَ بِهِۦ مُوسَىٰ ﴿ "Siapakah yang menurunkan kitab yang dibawa oleh Musa," yaitu Taurat yang besar ﴾ نُورٗا ﴿ "sebagai cahaya" dalam kegelapan kebodohan, ﴾ وَهُدٗى ﴿ "dan petunjuk" dari kesesatan, petunjuk kepada jalan yang lurus sesuai ilmu dan amal. Ia adalah kitab yang terkenal dan tersebar, namanya memenuhi hati dan pendengaran sehingga mereka menulisnya di atas kertas dan mengubahnya sesuai dengan yang mereka inginkan, apa yang sesuai dengan keinginan mereka, maka mereka menampakkannya dan apa yang tidak, maka mereka me-nyembunyikannya, dan itu banyak. ﴾ وَعُلِّمۡتُم ﴿ "Padahal telah diajarkan kepadamu" ilmu-ilmu dengan kitab yang agung itu, ﴾ مَّا لَمۡ تَعۡلَمُوٓاْ أَنتُمۡ وَلَآ ءَابَآؤُكُمۡۖ ﴿ "apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?" Jika kamu tanyakan kepada mereka siapa yang menurunkan kitab dengan kriteria-kriteria ini, maka jawablah pertanyaan ini dan ﴾ قُلِ ٱللَّهُۖ ﴿ "Katakanlah, 'Allah-lah'," yang menurunkannya. Pada saat itu kebenaran menjadi jelas dan terang seperti matahari, dan hujjah pun tegak atas mereka. ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian (sesudah kamu menyam-paikan al-Qur`an kepada mereka)," jika kamu telah melazimkan mereka menerima, ﴾ ذَرۡهُمۡ فِي خَوۡضِهِمۡ يَلۡعَبُونَ ﴿ "biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya." Maksudnya, biarkanlah mereka tenggelam dalam kebatilan dan bermain-main dengan (hal-hal) yang tiada berguna sampai mereka bertemu hari yang dijanjikan.

Al-An'aam 6:91Listen in Qur'an →
92

وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ مُبَارَكٌۭ مُّصَدِّقُ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ ٱلْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.

"Dan ini (al-Qur`an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi, membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) se-belumnya, dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang di luar lingkungan-nya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (al-Qur`an), dan mereka selalu memeli-hara shalatnya." (Al-An'am: 92).

(92) ﴾ وَهَٰذَا ﴿ "Dan ini," al-Qur`an yang ﴾ أَنزَلۡنَٰهُ ﴿ "Kami turun-kan" kepadamu. ﴾ مُبَارَكٞ ﴿ "Yang diberkahi," maksudnya, Allah mem-berinya sifat keberkahan. Hal itu karena kebaikannya yang banyak dan luas. ﴾ مُّصَدِّقُ ٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ ﴿ "Membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya." Maksudnya, sesuai dengan kitab-kitab sebelumnya dan bersaksi atas kebenarannya. ﴾ وَلِتُنذِرَ أُمَّ ٱلۡقُرَىٰ وَمَنۡ حَوۡلَهَاۚ ﴿ "Dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya." Maksudnya, Kami menurunkan al-Qur`an juga agar kamu memberi peringatan kepada penduduk Ummul Qura -Makkah al-Mukarramah- dan daerah Arab sekeli-lingnya bahkan seluruh negeri. Peringatkan manusia dari azab Allah dan siksaNya terhadap umat-umat, peringatkan mereka dari penyebabnya. ﴾ وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۖ ﴿ "Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (al-Qur`an)," karena jika rasa takut dalam hati telah memenuhi seluruh bagian-nya, maka ia akan tunduk kepada keridhaanNya. ﴾ وَهُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ يُحَافِظُونَ ﴿ "Dan mereka selalu memelihara shalatnya." Mereka terus-menerus menetapinya, menjaga rukun-rukun, batasan-batasan, syarat-syarat, adab-adab, dan penyempurna-penyempurnanya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dari mereka.

Al-An'aam 6:92Listen in Qur'an →
93

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِىَ إِلَىَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَىْءٌۭ وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثْلَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِى غَمَرَٰتِ ٱلْمَوْتِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ بَاسِطُوٓا۟ أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوٓا۟ أَنفُسَكُمُ ۖ ٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ ٱلْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ ءَايَٰتِهِۦ تَسْتَكْبِرُونَ

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: "Telah diwahyukan kepada saya", padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah". Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.

"Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mem-buat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata, 'Telah diwah-yukan kepada saya,' padahal tidak ada sesuatu pun diwahyukan kepadanya, dan orang yang berkata, 'Saya akan menurunkan se-perti apa yang diturunkan Allah.' Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), 'Keluarkan nyawamu.' Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya. Dan sungguh kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami menciptakanmu pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu, dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa'at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu sesuatu yang dahulu kamu berdusta dengannya (di dunia)." (Al-An'am : 93-94).

(93) Allah menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang kezhaliman dan kejahatannya lebih besar daripada orang yang berdusta atas Nama Allah dengan menisbatkan ucapan atau hukum kepada Allah padahal Allah terbebas darinya. Orang ini adalah orang terzhalim, karena perbuatannya mengandung kedustaan, dia mengubah agama, furu' dan ushulnya, dan menisbatkannya kepada Allah, dan ini adalah kerusakan terbesar. Termasuk dalam hal ini adalah klaim kenabian, bahwa Allah mewahyukan kepada-nya, padahal dalam hal tersebut dia dusta. Di samping dia telah berdusta atas Nama Allah dan kelancangannya terhadap kebesaran dan kekuasaanNya, dia juga telah mewajibkan manusia untuk meng-ikutinya, dan berjihad melawan mereka di atas dasar itu (jika tidak mau mengikutinya) serta menghalalkan darah dan harta orang-orang yang menyelisihinya. Termasuk di dalam ayat ini adalah setiap orang yang mengaku sebagai nabi seperti Musailamah al-Kadzdzab, al-Aswad al-Ansi, al-Mukhtar, dan lain-lain yang mengikuti sifat ini. ﴾ وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثۡلَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُۗ ﴿ "Dan orang yang berkata, 'Saya akan menu-runkan seperti apa yang diturunkan Allah'." Maksudnya, siapa yang lebih zhalim daripada orang yang mengklaim bahwa dirinya mampu melakukan apa yang dilakukan oleh Allah, menandingi hukum-hukumNya, dan membuat syariat seperti Allah? Termasuk di da-lamnya semua orang yang mengklaim bahwa dia mampu menan-tang al-Qur`an, bahwa dia mampu menghadirkan yang sepertinya. Kezhaliman mana yang lebih besar daripada klaim orang miskin lagi lemah lagi kurang dari berbagai segi bahwa dirinya mampu menandingi Yang Mahakuat, Mahakaya, pemilik kesempurnaan yang mutlak dari berbagai segi, pada dzat, nama, dan sifatNya? Manakala Allah mencela orang-orang zhalim, maka Dia me-nyebutkan siksa yang Dia siapkan untuk mereka pada waktu mereka hadir di Hari Kiamat. Dia berfirman, ﴾ وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِي غَمَرَٰتِ ٱلۡمَوۡتِ ﴿ "Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut." …

Al-An'aam 6:93Listen in Qur'an →
94

وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَٰدَىٰ كَمَا خَلَقْنَٰكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍۢ وَتَرَكْتُم مَّا خَوَّلْنَٰكُمْ وَرَآءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَٰٓؤُا۟ ۚ لَقَد تَّقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنكُم مَّا كُنتُمْ تَزْعُمُونَ

Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa'at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).

"Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mem-buat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata, 'Telah diwah-yukan kepada saya,' padahal tidak ada sesuatu pun diwahyukan kepadanya, dan orang yang berkata, 'Saya akan menurunkan se-perti apa yang diturunkan Allah.' Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), 'Keluarkan nyawamu.' Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya. Dan sungguh kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami menciptakanmu pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu, dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa'at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu sesuatu yang dahulu kamu berdusta dengannya (di dunia)." (Al-An'am : 93-94).

(93) Allah menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang kezhaliman dan kejahatannya lebih besar daripada orang yang berdusta atas Nama Allah dengan menisbatkan ucapan atau hukum kepada Allah padahal Allah terbebas darinya. Orang ini adalah orang terzhalim, karena perbuatannya mengandung kedustaan, dia mengubah agama, furu' dan ushulnya, dan menisbatkannya kepada Allah, dan ini adalah kerusakan terbesar. Termasuk dalam hal ini adalah klaim kenabian, bahwa Allah mewahyukan kepada-nya, padahal dalam hal tersebut dia dusta. Di samping dia telah berdusta atas Nama Allah dan kelancangannya terhadap kebesaran dan kekuasaanNya, dia juga telah mewajibkan manusia untuk meng-ikutinya, dan berjihad melawan mereka di atas dasar itu (jika tidak mau mengikutinya) serta menghalalkan darah dan harta orang-orang yang menyelisihinya. Termasuk di dalam ayat ini adalah setiap orang yang mengaku sebagai nabi seperti Musailamah al-Kadzdzab, al-Aswad al-Ansi, al-Mukhtar, dan lain-lain yang mengikuti sifat ini. ﴾ وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثۡلَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُۗ ﴿ "Dan orang yang berkata, 'Saya akan menu-runkan seperti apa yang diturunkan Allah'." Maksudnya, siapa yang lebih zhalim daripada orang yang mengklaim bahwa dirinya mampu melakukan apa yang dilakukan oleh Allah, menandingi hukum-hukumNya, dan membuat syariat seperti Allah? Termasuk di da-lamnya semua orang yang mengklaim bahwa dia mampu menan-tang al-Qur`an, bahwa dia mampu menghadirkan yang sepertinya. Kezhaliman mana yang lebih besar daripada klaim orang miskin lagi lemah lagi kurang dari berbagai segi bahwa dirinya mampu menandingi Yang Mahakuat, Mahakaya, pemilik kesempurnaan yang mutlak dari berbagai segi, pada dzat, nama, dan sifatNya? Manakala Allah mencela orang-orang zhalim, maka Dia me-nyebutkan siksa yang Dia siapkan untuk mereka pada waktu mereka hadir di Hari Kiamat. Dia berfirman, ﴾ وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِي غَمَرَٰتِ ٱلۡمَوۡتِ ﴿ "Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut." …

Al-An'aam 6:94Listen in Qur'an →
95

۞ إِنَّ ٱللَّهَ فَالِقُ ٱلْحَبِّ وَٱلنَّوَىٰ ۖ يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ ٱلْمَيِّتِ مِنَ ٱلْحَىِّ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?

"Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristi-rahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui. Dan Dia-lah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan laut. Sungguh Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. Dan Dia-lah yang menciptakan kamu dari diri yang satu, maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat penyimpanan. Sungguh telah Kami jelaskan tanda-tanda kebe-saran Kami kepada orang-orang yang mengetahui." (Al-An'am: 95-98).

(95) Allah menyampaikan tentang kesempurnaanNya, ke-agungan kekuasaanNya, potensi kekuatanNya, keluasan rahmatNya, kemurahanNya yang universal dan perhatianNya yang mendalam kepada makhlukNya. Dia berfirman, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ فَالِقُ ٱلۡحَبِّ ﴿ "Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan." Mencakup seluruh biji-bijian yang ditanam oleh manusia dan yang tidak mereka tanam seperti biji-bijian yang Allah tebarkan di tanah-tanah yang sepi lagi kosong. Biji-bijian itu tumbuh menjadi tanaman-tanaman yang bermacam-macam, serta berbeda-beda bentuk dan kegunaannya. Allah juga menumbuhkan biji-bijian dari pohon, berupa pohon kurma, buah-buahan, dan lain-lain, maka makhluk Allah seperti manusia, ternak, dan binatang memanfaatkannya. Mereka menikmati apa yang telah ditumbuhkan dari butir dan biji-bijian itu, mereka menjadikannya sebagai bahan makanan dan mengambil manfaat dengan berbagai macam pemanfaatan yang Allah jadikan padanya. Allah menunjukkan kepada mereka kebaik-an dan kemurahanNya yang mengagumkan akal dan menakjubkan orang-orang yang berakal cemerlang. Dia menunjukkan kepada mereka keunikan penciptaanNya dan kesempurnaan hikmahNya kepada mereka di mana dengannya mereka mengenalNya, mentau-hidkanNya, menyadari bahwa Dia-lah Yang Mahabenar dan bahwa penghambaan kepada selainNya adalah batil. ﴾ يُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ ﴿ "Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati," sebagaimana Dia mengeluarkan hewan dari air mani, anak ayam dari telur, dan tanaman serta tumbuh-tumbuhan dari biji-bijian. ﴾ وَمُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتِ ﴿ "Dan mengeluarkan yang mati," yang tidak tumbuh atau tidak bernyawa ﴾ مِنَ ٱلۡحَيِّۚ ﴿ "dari yang hidup," sebagaimana Dia menge-luarkan biji-bijian dari tanaman dan tumbuh-tumbuhan dan Dia mengeluarkan telur dari burung dan sebagainya. ﴾ ذَٰلِكُمُ ﴿ "(Yang memiliki sifat-sifat) demikian," maksudnya yang melakukan apa yang dilakukan dan bersendirian dalam penciptaan dan pengaturan se-gala sesuatu ﴾ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡۖ ﴿ "Ialah Allah Tuhanmu." Pemilik hak uluhiyah dan ibadah atas seluruh makhluk. Dia-lah yang menumbuhkan seluruh alam dengan nikmatNya dan memberi makan mereka de-ngan kemurahanNya. ﴾ فَأَنَّىٰ تُؤۡفَكُونَ ﴿ "Maka mengapa kamu masih ber-paling?" Maksudnya, mengapa kamu berpaling dan menolak ibadah dari Dzat yang keadaanNya adalah demikian, dengan …

Al-An'aam 6:95Listen in Qur'an →
96

فَالِقُ ٱلْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ ٱلَّيْلَ سَكَنًۭا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ حُسْبَانًۭا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ

Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

"Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristi-rahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui. Dan Dia-lah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan laut. Sungguh Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. Dan Dia-lah yang menciptakan kamu dari diri yang satu, maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat penyimpanan. Sungguh telah Kami jelaskan tanda-tanda kebe-saran Kami kepada orang-orang yang mengetahui." (Al-An'am: 95-98).

(95) Allah menyampaikan tentang kesempurnaanNya, ke-agungan kekuasaanNya, potensi kekuatanNya, keluasan rahmatNya, kemurahanNya yang universal dan perhatianNya yang mendalam kepada makhlukNya. Dia berfirman, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ فَالِقُ ٱلۡحَبِّ ﴿ "Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan." Mencakup seluruh biji-bijian yang ditanam oleh manusia dan yang tidak mereka tanam seperti biji-bijian yang Allah tebarkan di tanah-tanah yang sepi lagi kosong. Biji-bijian itu tumbuh menjadi tanaman-tanaman yang bermacam-macam, serta berbeda-beda bentuk dan kegunaannya. Allah juga menumbuhkan biji-bijian dari pohon, berupa pohon kurma, buah-buahan, dan lain-lain, maka makhluk Allah seperti manusia, ternak, dan binatang memanfaatkannya. Mereka menikmati apa yang telah ditumbuhkan dari butir dan biji-bijian itu, mereka menjadikannya sebagai bahan makanan dan mengambil manfaat dengan berbagai macam pemanfaatan yang Allah jadikan padanya. Allah menunjukkan kepada mereka kebaik-an dan kemurahanNya yang mengagumkan akal dan menakjubkan orang-orang yang berakal cemerlang. Dia menunjukkan kepada mereka keunikan penciptaanNya dan kesempurnaan hikmahNya kepada mereka di mana dengannya mereka mengenalNya, mentau-hidkanNya, menyadari bahwa Dia-lah Yang Mahabenar dan bahwa penghambaan kepada selainNya adalah batil. ﴾ يُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ ﴿ "Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati," sebagaimana Dia mengeluarkan hewan dari air mani, anak ayam dari telur, dan tanaman serta tumbuh-tumbuhan dari biji-bijian. ﴾ وَمُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتِ ﴿ "Dan mengeluarkan yang mati," yang tidak tumbuh atau tidak bernyawa ﴾ مِنَ ٱلۡحَيِّۚ ﴿ "dari yang hidup," sebagaimana Dia menge-luarkan biji-bijian dari tanaman dan tumbuh-tumbuhan dan Dia mengeluarkan telur dari burung dan sebagainya. ﴾ ذَٰلِكُمُ ﴿ "(Yang memiliki sifat-sifat) demikian," maksudnya yang melakukan apa yang dilakukan dan bersendirian dalam penciptaan dan pengaturan se-gala sesuatu ﴾ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡۖ ﴿ "Ialah Allah Tuhanmu." Pemilik hak uluhiyah dan ibadah atas seluruh makhluk. Dia-lah yang menumbuhkan seluruh alam dengan nikmatNya dan memberi makan mereka de-ngan kemurahanNya. ﴾ فَأَنَّىٰ تُؤۡفَكُونَ ﴿ "Maka mengapa kamu masih ber-paling?" Maksudnya, mengapa kamu berpaling dan menolak ibadah dari Dzat yang keadaanNya adalah demikian, dengan …

Al-An'aam 6:96Listen in Qur'an →
97

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلنُّجُومَ لِتَهْتَدُوا۟ بِهَا فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍۢ يَعْلَمُونَ

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.

"Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristi-rahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui. Dan Dia-lah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan laut. Sungguh Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. Dan Dia-lah yang menciptakan kamu dari diri yang satu, maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat penyimpanan. Sungguh telah Kami jelaskan tanda-tanda kebe-saran Kami kepada orang-orang yang mengetahui." (Al-An'am: 95-98).

(95) Allah menyampaikan tentang kesempurnaanNya, ke-agungan kekuasaanNya, potensi kekuatanNya, keluasan rahmatNya, kemurahanNya yang universal dan perhatianNya yang mendalam kepada makhlukNya. Dia berfirman, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ فَالِقُ ٱلۡحَبِّ ﴿ "Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan." Mencakup seluruh biji-bijian yang ditanam oleh manusia dan yang tidak mereka tanam seperti biji-bijian yang Allah tebarkan di tanah-tanah yang sepi lagi kosong. Biji-bijian itu tumbuh menjadi tanaman-tanaman yang bermacam-macam, serta berbeda-beda bentuk dan kegunaannya. Allah juga menumbuhkan biji-bijian dari pohon, berupa pohon kurma, buah-buahan, dan lain-lain, maka makhluk Allah seperti manusia, ternak, dan binatang memanfaatkannya. Mereka menikmati apa yang telah ditumbuhkan dari butir dan biji-bijian itu, mereka menjadikannya sebagai bahan makanan dan mengambil manfaat dengan berbagai macam pemanfaatan yang Allah jadikan padanya. Allah menunjukkan kepada mereka kebaik-an dan kemurahanNya yang mengagumkan akal dan menakjubkan orang-orang yang berakal cemerlang. Dia menunjukkan kepada mereka keunikan penciptaanNya dan kesempurnaan hikmahNya kepada mereka di mana dengannya mereka mengenalNya, mentau-hidkanNya, menyadari bahwa Dia-lah Yang Mahabenar dan bahwa penghambaan kepada selainNya adalah batil. ﴾ يُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ ﴿ "Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati," sebagaimana Dia mengeluarkan hewan dari air mani, anak ayam dari telur, dan tanaman serta tumbuh-tumbuhan dari biji-bijian. ﴾ وَمُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتِ ﴿ "Dan mengeluarkan yang mati," yang tidak tumbuh atau tidak bernyawa ﴾ مِنَ ٱلۡحَيِّۚ ﴿ "dari yang hidup," sebagaimana Dia menge-luarkan biji-bijian dari tanaman dan tumbuh-tumbuhan dan Dia mengeluarkan telur dari burung dan sebagainya. ﴾ ذَٰلِكُمُ ﴿ "(Yang memiliki sifat-sifat) demikian," maksudnya yang melakukan apa yang dilakukan dan bersendirian dalam penciptaan dan pengaturan se-gala sesuatu ﴾ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡۖ ﴿ "Ialah Allah Tuhanmu." Pemilik hak uluhiyah dan ibadah atas seluruh makhluk. Dia-lah yang menumbuhkan seluruh alam dengan nikmatNya dan memberi makan mereka de-ngan kemurahanNya. ﴾ فَأَنَّىٰ تُؤۡفَكُونَ ﴿ "Maka mengapa kamu masih ber-paling?" Maksudnya, mengapa kamu berpaling dan menolak ibadah dari Dzat yang keadaanNya adalah demikian, dengan …

Al-An'aam 6:97Listen in Qur'an →
98

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ فَمُسْتَقَرٌّۭ وَمُسْتَوْدَعٌۭ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍۢ يَفْقَهُونَ

Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui.

"Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristi-rahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui. Dan Dia-lah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan laut. Sungguh Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. Dan Dia-lah yang menciptakan kamu dari diri yang satu, maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat penyimpanan. Sungguh telah Kami jelaskan tanda-tanda kebe-saran Kami kepada orang-orang yang mengetahui." (Al-An'am: 95-98).

(95) Allah menyampaikan tentang kesempurnaanNya, ke-agungan kekuasaanNya, potensi kekuatanNya, keluasan rahmatNya, kemurahanNya yang universal dan perhatianNya yang mendalam kepada makhlukNya. Dia berfirman, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ فَالِقُ ٱلۡحَبِّ ﴿ "Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan." Mencakup seluruh biji-bijian yang ditanam oleh manusia dan yang tidak mereka tanam seperti biji-bijian yang Allah tebarkan di tanah-tanah yang sepi lagi kosong. Biji-bijian itu tumbuh menjadi tanaman-tanaman yang bermacam-macam, serta berbeda-beda bentuk dan kegunaannya. Allah juga menumbuhkan biji-bijian dari pohon, berupa pohon kurma, buah-buahan, dan lain-lain, maka makhluk Allah seperti manusia, ternak, dan binatang memanfaatkannya. Mereka menikmati apa yang telah ditumbuhkan dari butir dan biji-bijian itu, mereka menjadikannya sebagai bahan makanan dan mengambil manfaat dengan berbagai macam pemanfaatan yang Allah jadikan padanya. Allah menunjukkan kepada mereka kebaik-an dan kemurahanNya yang mengagumkan akal dan menakjubkan orang-orang yang berakal cemerlang. Dia menunjukkan kepada mereka keunikan penciptaanNya dan kesempurnaan hikmahNya kepada mereka di mana dengannya mereka mengenalNya, mentau-hidkanNya, menyadari bahwa Dia-lah Yang Mahabenar dan bahwa penghambaan kepada selainNya adalah batil. ﴾ يُخۡرِجُ ٱلۡحَيَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ ﴿ "Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati," sebagaimana Dia mengeluarkan hewan dari air mani, anak ayam dari telur, dan tanaman serta tumbuh-tumbuhan dari biji-bijian. ﴾ وَمُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتِ ﴿ "Dan mengeluarkan yang mati," yang tidak tumbuh atau tidak bernyawa ﴾ مِنَ ٱلۡحَيِّۚ ﴿ "dari yang hidup," sebagaimana Dia menge-luarkan biji-bijian dari tanaman dan tumbuh-tumbuhan dan Dia mengeluarkan telur dari burung dan sebagainya. ﴾ ذَٰلِكُمُ ﴿ "(Yang memiliki sifat-sifat) demikian," maksudnya yang melakukan apa yang dilakukan dan bersendirian dalam penciptaan dan pengaturan se-gala sesuatu ﴾ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡۖ ﴿ "Ialah Allah Tuhanmu." Pemilik hak uluhiyah dan ibadah atas seluruh makhluk. Dia-lah yang menumbuhkan seluruh alam dengan nikmatNya dan memberi makan mereka de-ngan kemurahanNya. ﴾ فَأَنَّىٰ تُؤۡفَكُونَ ﴿ "Maka mengapa kamu masih ber-paling?" Maksudnya, mengapa kamu berpaling dan menolak ibadah dari Dzat yang keadaanNya adalah demikian, dengan …

Al-An'aam 6:98Listen in Qur'an →
99

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ نَبَاتَ كُلِّ شَىْءٍۢ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًۭا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّۭا مُّتَرَاكِبًۭا وَمِنَ ٱلنَّخْلِ مِن طَلْعِهَا قِنْوَانٌۭ دَانِيَةٌۭ وَجَنَّٰتٍۢ مِّنْ أَعْنَابٍۢ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُشْتَبِهًۭا وَغَيْرَ مُتَشَٰبِهٍ ۗ ٱنظُرُوٓا۟ إِلَىٰ ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثْمَرَ وَيَنْعِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكُمْ لَءَايَٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

"Dan Dia-lah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak, dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Per-hatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pula) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman." (Al-An'am: 99).

(99) Ini adalah salah satu nikmatNya yang besar yang di-perlukan oleh manusia dan lain-lainnya yaitu bahwa Allah menu-runkan air dari langit yang datang silih berganti di saat orang-orang memerlukannya. Lalu Allah menumbuhkan segala sesuatu yang dimakan oleh manusia dan binatang, maka makhluk menikmati karunia Allah, hidup lapang dengan rizkiNya, dan bersuka cita dengan kebaikanNya. Kekeringan, kekurangan dan paceklik lenyap dari mereka. Hati berbunga-bunga, wajah berseri-seri, para hamba meraih rahmat Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang berupa sesuatu yang dengannya mereka merasakan nikmat dan suka cita. Hal itu mengharuskan mereka mengeluarkan upaya untuk mensyukuri Dzat yang telah melimpahkan nikmat-nikmat, dengan menyembahNya, kembali kepadaNya, dan mencintaiNya. Manakala Dia menyebutkan bermacam pohon dan tumbuhan yang ditumbuhkan oleh air, Dia menyebutkan tanaman pangan dan pohon kurma karena manfaatnya yang banyak, dan dia sebagai makanan pokok bagi manusia. Dia berfirman, ﴾ فَأَخۡرَجۡنَا مِنۡهُ خَضِرٗا نُّخۡرِجُ مِنۡهُ ﴿ "Maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang meng-hijau, Kami keluarkan darinya," maksudnya, dari tanaman yang hijau itu, ﴾ حَبّٗا مُّتَرَاكِبٗا ﴿ "butir yang banyak," sebagian di atas sebagian yang lain, berupa gandum, jewawut, jagung, padi, dan tanaman-tanaman pangan lainnya. Dan dari penjelasan ini menunjukkan bahwa butir-nya bermacam-macam. Semuanya berasal dari bahan yang satu yang tidak tercampur aduk. Bahkan ia berupa butir-butir yang terpisah-pisah dari asal yang satu, dan ia juga menunjukkan ke-pada banyaknya dan keluasan hasil dan produknya, agar asal bijinya tetap ada sementara sisanya dalam jumlah yang besar dimakan dan disimpan. ﴾ وَمِنَ ٱلنَّخۡلِ ﴿ "Dan dari pohon kurma," Allah mengeluarkan ﴾ مِن طَلۡعِهَا ﴿ "dari mayangnya," yaitu janjang dan manggar sebelum tangkai-tangkai yang menjulai itu muncul, maka dari janjang tersebut ﴾ قِنۡوَانٞ دَانِيَةٞ ﴿ "terurai tangkai-tangkai yang menjulai," Maksudnya, tangkai yang dekat, mudah diambil, merunduk kepada orang yang ingin memetiknya tanpa kesulitan. Walaupun ia panjang, namun pada-nya terdapat pelepah dan tatakan yang memudahkan untuk me-manjatnya. ﴾ و َ ﴿ "Dan," dengan air itu Allah m e n g e l u a r k a n ﴾ وَجَنَّٰتٖ مِّنۡ أَعۡنَابٖ وَٱلزَّيۡتُونَ وَٱلرُّمَّانَ ﴿ "kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima." Ini termasuk pohon yang banyak dan besar manfaat dan kegunaannya. Oleh karena itu, Allah menyebutkan secara khusus setelah menyebutkan pohon dan tumbuhan secara umum. FirmanNya, ﴾ مُشۡتَبِهٗا …

Al-An'aam 6:99Listen in Qur'an →
100

وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ شُرَكَآءَ ٱلْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُوا۟ لَهُۥ بَنِينَ وَبَنَٰتٍۭ بِغَيْرِ عِلْمٍۢ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ

Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan", tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan.

"Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka bohong (dengan mengatakan), 'Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan,' tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah, Tuhan kamu, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Pen-cipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia, dan Dia adalah Peme-lihara segala sesuatu, Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dia-lah Yang Mahahalus lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang, maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri, dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemu-daratannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu)." (Al-An'am: 100-104).

(100) Allah memberitakan -walaupun Dia telah memberi-kan kebaikan kepada hamba-hambaNya, menjelaskan kepada mereka dengan ayat-ayat yang jelas dan hujjah yang nyata- bahwa orang-orang musyrik dari kalangan Quraisy dan lain-lain mengangkat tandingan untukNya. Mereka berdoa dan beribadah kepada makh-luk dari kalangan jin dan malaikat, di mana mereka adalah makhluk Allah yang tidak sedikit pun memiliki keistimewaan rububiyah dan uluhiyah. Mereka menjadikannya sebagai tandingan bagi pemilik hak penciptaan dan pemberi perintah, pemberi seluruh nikmat yang bermacam-macam, dan penolak seluruh kesulitan. Begitulah orang-orang musyrik membuat kebohongan dan kedustaan dari diri mereka bahwa Allah mempunyai anak-anak laki-laki dan perempuan tanpa dasar ilmu sama sekali. Siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang berkata atas Nama Allah tanpa ilmu, dan berdusta atasNya dengan menisbatkan kekurang-an paling buruk di mana Allah wajib disucikan darinya? Oleh karena itu, Allah menyucikan DiriNya dari kedustaan orang-orang musyrik. Dia berfirman, ﴾ سُبۡحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ ﴿ "Mahasuci Allah dan Maha-tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan." Karena Dia adalah Allah, Dzat yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan yang disucikan dari segala aib, cacat, dan kekurangan.

(101) ﴾ بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ ﴿ "Dia Pencipta langit dan bumi." Mak-sudnya, pencipta keduanya dengan sangat baik dan kokoh dengan penciptaan terbaik, pengaturan dan kemegahan tanpa contoh sebelumnya, di mana akal orang-orang yang berakal tidak dapat mengusulkan sepertinya. Dan Dia tidak mempunyai rekan dalam menciptakan keduanya. ﴾ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُۥ وَلَدٞ وَلَمۡ تَكُن لَّهُۥ صَٰحِبَةٞۖ ﴿ "Bagaimana Dia mempunyai anak pada-hal Dia tidak mempunyai istri." Maksudnya, bagaimana Allah mem-punyai anak sementara Dia adalah Tuhan, pemilik dan tempat bergantung (bagi seluruh makhluk) dan yang tidak beristri? Dia Mahakaya dari makhluk-makhlukNya, sementara makhluk-makhlukNya memerlukan dan membutuhkanNya, dan anak harus berasal …

Al-An'aam 6:100Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.