Muslim99Muslim99
← Tafsir library

6. Al-An'aam

The Cattle · Meccan · 165 ayahs

سُورَةُ الأَنۡعَامِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 61–70 of 165

61

وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ

Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.

"Dan Dia-lah yang menidurkan kamu di malam hari, dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. Dan Dia-lah yang mempunyai kekuasaan terting-gi di atas semua hambaNya, dan Dia mengutus kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewa-jibannya. Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa se-gala hukum (pada hari itu) adalah kepunyaanNya. Dan Dia-lah Pembuat perhitungan yang paling cepat." (Al-An'am: 60-62).

(60) Dia memberitakan bahwa hanya Dia-lah yang meng-atur hamba-hambaNya pada waktu mereka bangun dan tidur, bahwa Dia mewafatkan mereka di malam hari dalam arti menidur-kan, gerakan mereka berhenti dan badan mereka beristirahat. Dia membangunkan mereka dari tidur agar bisa beraktifitas demi kemaslahatan dunia dan agama. Dia mengetahui amal-amal yang mereka lakukan. Begitulah Allah mengatur mereka sampai ajal mereka sempurna, Dia mengatur itu dalam ajal yang ditentukan, yaitu waktu kehidupan dan ajal yang lain setelah itu, yaitu kebang-kitan sesudah kematian. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ ثُمَّ إِلَيۡهِ مَرۡجِعُكُمۡ ﴿ "Kemudian kepada Allah-lah kamu kembali," bukan kepada selainNya. ﴾ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "Lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan," baik dan buruk.

(61) ﴾ وَهُوَ ﴿ "Dan Dia-lah" Allah سبحانه وتعالى, ﴾ ٱلۡقَاهِرُ فَوۡقَ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Yang mem-punyai kekuasaan tertinggi di atas semua hambaNya." Dia memberla-kukan IradahNya yang luas dan kehendakNya yang umum kepada mereka. Hamba-hamba itu tidak sedikit pun memiliki perkara, mereka tidak bergerak dan tidak diam kecuali dengan izinNya. Walaupun demikian, Dia telah menugaskan para malaikat penjaga kepada hamba-hambaNya yang menjaga para hamba dan menja-ga apa yang dikerjakannya, sebagaimana Firman Allah, ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكُمۡ لَحَٰفِظِينَ 10 كِرَامٗا كَٰتِبِينَ 11 يَعۡلَمُونَ مَا تَفۡعَلُونَ 12 ﴿ "Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerja-kan." (Al-Infithar: 10-12). ﴾ إِذۡ يَتَلَقَّى ٱلۡمُتَلَقِّيَانِ عَنِ ٱلۡيَمِينِ وَعَنِ ٱلشِّمَالِ قَعِيدٞ 17 مَّا يَلۡفِظُ مِن قَوۡلٍ إِلَّا لَدَيۡهِ رَقِيبٌ عَتِيدٞ 18 ﴿ "Seseorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekat-nya malaikat pengawas yang selalu hadir." (Qaf: 17-18). Ini adalah penjagaanNya kepada mereka pada waktu mereka hidup. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ ٱلۡمَوۡتُ تَوَفَّتۡهُ رُسُلُنَا ﴿ "Sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, dia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami." Yakni para malaikat yang ditugasi mencabut nyawa.﴾ وَهُمۡ لَا يُفَرِّطُونَ ﴿ "Dan malaikat-malaikat Kami itu tidak …

Al-An'aam 6:61Listen in Qur'an →
62

ثُمَّ رُدُّوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ مَوْلَىٰهُمُ ٱلْحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ ٱلْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ ٱلْحَٰسِبِينَ

Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat Perhitungan yang paling cepat.

"Dan Dia-lah yang menidurkan kamu di malam hari, dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. Dan Dia-lah yang mempunyai kekuasaan terting-gi di atas semua hambaNya, dan Dia mengutus kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewa-jibannya. Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa se-gala hukum (pada hari itu) adalah kepunyaanNya. Dan Dia-lah Pembuat perhitungan yang paling cepat." (Al-An'am: 60-62).

(60) Dia memberitakan bahwa hanya Dia-lah yang meng-atur hamba-hambaNya pada waktu mereka bangun dan tidur, bahwa Dia mewafatkan mereka di malam hari dalam arti menidur-kan, gerakan mereka berhenti dan badan mereka beristirahat. Dia membangunkan mereka dari tidur agar bisa beraktifitas demi kemaslahatan dunia dan agama. Dia mengetahui amal-amal yang mereka lakukan. Begitulah Allah mengatur mereka sampai ajal mereka sempurna, Dia mengatur itu dalam ajal yang ditentukan, yaitu waktu kehidupan dan ajal yang lain setelah itu, yaitu kebang-kitan sesudah kematian. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ ثُمَّ إِلَيۡهِ مَرۡجِعُكُمۡ ﴿ "Kemudian kepada Allah-lah kamu kembali," bukan kepada selainNya. ﴾ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "Lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan," baik dan buruk.

(61) ﴾ وَهُوَ ﴿ "Dan Dia-lah" Allah سبحانه وتعالى, ﴾ ٱلۡقَاهِرُ فَوۡقَ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Yang mem-punyai kekuasaan tertinggi di atas semua hambaNya." Dia memberla-kukan IradahNya yang luas dan kehendakNya yang umum kepada mereka. Hamba-hamba itu tidak sedikit pun memiliki perkara, mereka tidak bergerak dan tidak diam kecuali dengan izinNya. Walaupun demikian, Dia telah menugaskan para malaikat penjaga kepada hamba-hambaNya yang menjaga para hamba dan menja-ga apa yang dikerjakannya, sebagaimana Firman Allah, ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكُمۡ لَحَٰفِظِينَ 10 كِرَامٗا كَٰتِبِينَ 11 يَعۡلَمُونَ مَا تَفۡعَلُونَ 12 ﴿ "Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerja-kan." (Al-Infithar: 10-12). ﴾ إِذۡ يَتَلَقَّى ٱلۡمُتَلَقِّيَانِ عَنِ ٱلۡيَمِينِ وَعَنِ ٱلشِّمَالِ قَعِيدٞ 17 مَّا يَلۡفِظُ مِن قَوۡلٍ إِلَّا لَدَيۡهِ رَقِيبٌ عَتِيدٞ 18 ﴿ "Seseorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekat-nya malaikat pengawas yang selalu hadir." (Qaf: 17-18). Ini adalah penjagaanNya kepada mereka pada waktu mereka hidup. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ ٱلۡمَوۡتُ تَوَفَّتۡهُ رُسُلُنَا ﴿ "Sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, dia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami." Yakni para malaikat yang ditugasi mencabut nyawa.﴾ وَهُمۡ لَا يُفَرِّطُونَ ﴿ "Dan malaikat-malaikat Kami itu tidak …

Al-An'aam 6:62Listen in Qur'an →
63

قُلْ مَن يُنَجِّيكُم مِّن ظُلُمَٰتِ ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ تَدْعُونَهُۥ تَضَرُّعًۭا وَخُفْيَةًۭ لَّئِنْ أَنجَىٰنَا مِنْ هَٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ

Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan: "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur"".

"Katakanlah, 'Siapakah yang dapat menyelamatkanmu dari bencana di darat dan laut, yang kamu berdoa kepadaNya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan), 'Sungguh jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, ten-tulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.' Katakanlah, 'Allah-lah yang menyelamatkanmu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali memperseku-tukanNya'." (Al-An'am: 63-64).

(63) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada orang-orang musyrik yang menyembah tuhan-tuhan lain bersama Allah demi menggiring mereka dari tauhid rububiyah yang telah mereka tetapkan kepada tauhid uluhiyah yang mereka ingkari, ﴾ مَن يُنَجِّيكُم مِّن ظُلُمَٰتِ ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ ﴿ "Sia-pakah yang dapat menyelamatkanmu dari bencana di darat dan laut?" Maksudnya, kesulitan dan kesengsaraan pada keduanya pada saat jalan keselamatan tertutup atau tersumbat bagimu lalu kamu ber-doa kepada Tuhanmu dengan rendah diri, hati yang tunduk dan lisan yang terus menerus mengucapkan hajatnya di dalam doa. Kamu berkata di dalam kondisi itu, ﴾ لَّئِنۡ أَنجَىٰنَا مِنۡ هَٰذِهِۦ ﴿ "Sungguh jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini," maksudnya, dari kesulitan yang menimpa kami ini, ﴾ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ ﴿ "tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur" kepada Allah, yakni mengakui nikmat-nikmat-Nya, meletakkannya pada jalan ketaatan dan menjaganya dengan tidak meletakkan pada kemaksiatan.

(64) ﴾ قُلِ ٱللَّهُ يُنَجِّيكُم مِّنۡهَا وَمِن كُلِّ كَرۡبٖ ﴿ "Katakanlah, 'Allah menyelamat-kan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan'." Yakni dari bencana ini secara khusus dan dari bencana-bencana yang lain secara umum. ﴾ ثُمَّ أَنتُمۡ تُشۡرِكُونَ ﴿ "Kemudian kamu kembali mempersekutu-kanNya." Kamu tidak menepati janjimu kepada Allah, dan melupa-kan nikmat-nikmatNya atasmu. Bukti mana yang lebih jelas dari-pada ini atas kebenaran tauhid dan kebatilan syirik?

Al-An'aam 6:63Listen in Qur'an →
64

قُلِ ٱللَّهُ يُنَجِّيكُم مِّنْهَا وَمِن كُلِّ كَرْبٍۢ ثُمَّ أَنتُمْ تُشْرِكُونَ

Katakanlah: "Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya".

"Katakanlah, 'Siapakah yang dapat menyelamatkanmu dari bencana di darat dan laut, yang kamu berdoa kepadaNya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan), 'Sungguh jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, ten-tulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.' Katakanlah, 'Allah-lah yang menyelamatkanmu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali memperseku-tukanNya'." (Al-An'am: 63-64).

(63) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada orang-orang musyrik yang menyembah tuhan-tuhan lain bersama Allah demi menggiring mereka dari tauhid rububiyah yang telah mereka tetapkan kepada tauhid uluhiyah yang mereka ingkari, ﴾ مَن يُنَجِّيكُم مِّن ظُلُمَٰتِ ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ ﴿ "Sia-pakah yang dapat menyelamatkanmu dari bencana di darat dan laut?" Maksudnya, kesulitan dan kesengsaraan pada keduanya pada saat jalan keselamatan tertutup atau tersumbat bagimu lalu kamu ber-doa kepada Tuhanmu dengan rendah diri, hati yang tunduk dan lisan yang terus menerus mengucapkan hajatnya di dalam doa. Kamu berkata di dalam kondisi itu, ﴾ لَّئِنۡ أَنجَىٰنَا مِنۡ هَٰذِهِۦ ﴿ "Sungguh jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini," maksudnya, dari kesulitan yang menimpa kami ini, ﴾ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ ﴿ "tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur" kepada Allah, yakni mengakui nikmat-nikmat-Nya, meletakkannya pada jalan ketaatan dan menjaganya dengan tidak meletakkan pada kemaksiatan.

(64) ﴾ قُلِ ٱللَّهُ يُنَجِّيكُم مِّنۡهَا وَمِن كُلِّ كَرۡبٖ ﴿ "Katakanlah, 'Allah menyelamat-kan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan'." Yakni dari bencana ini secara khusus dan dari bencana-bencana yang lain secara umum. ﴾ ثُمَّ أَنتُمۡ تُشۡرِكُونَ ﴿ "Kemudian kamu kembali mempersekutu-kanNya." Kamu tidak menepati janjimu kepada Allah, dan melupa-kan nikmat-nikmatNya atasmu. Bukti mana yang lebih jelas dari-pada ini atas kebenaran tauhid dan kebatilan syirik?

Al-An'aam 6:64Listen in Qur'an →
65

قُلْ هُوَ ٱلْقَادِرُ عَلَىٰٓ أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًۭا مِّن فَوْقِكُمْ أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًۭا وَيُذِيقَ بَعْضَكُم بَأْسَ بَعْضٍ ۗ ٱنظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

Katakanlah: "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)".

"Katakanlah, 'Dia-lah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atasmu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling ber-tentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah, bagaimana Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti, agar mereka mema-hami(nya).' Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal azab itu benar adanya. Katakanlah, 'Aku ini bukanlah orang yang di-serahi untuk mengurus urusanmu.' Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya, dan kelak kamu akan mengetahui." (Al-An'am: 65-67).

(65) Allah سبحانه وتعالى mampu mengirimkan azab kepadamu dari segala penjuru, ﴾ مِّن فَوۡقِكُمۡ أَوۡ مِن تَحۡتِ أَرۡجُلِكُمۡ أَوۡ يَلۡبِسَكُمۡ شِيَعٗا وَيُذِيقَ بَعۡضَكُم بَأۡسَ بَعۡضٍۗ ﴿ "dari atasmu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain." Maksudnya, memasuk-kanmu dalam fitnah, sebagian darimu membunuh sebagian yang lain. Dia berkuasa atas semua itu, maka waspadalah jika kamu bermaksiat, karena dengan itu kamu tertimpa siksa yang meng-hancurkan dan membinasakanmu. Walaupun demikian, Dia tetap menyampaikan, bahwa Dia mampu melakukannya, akan tetapi Dia mengangkat azab dari umat ini dari atasnya disebabkan rah-matNya dalam bentuk hujan batu dan sejenisnya, dan dari bawah kaki mereka dalam bentuk penenggelaman, akan tetapi Dia meng-hukum orang yang menganiaya orang lain, dengan cara menimpa-kan penindasan sebagian orang kepada sebagian yang lain, dan sebagian menghancurkan sebagian yang lain sebagai hukuman yang disegerakan di mana orang-orang yang mengambil pelajaran dapat melihatnya dan orang-orang yang melakukannya merasa-kannya. ﴾ ٱنظُرۡ كَيۡفَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "Perhatikanlah, bagaimana Kami mendatang-kan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti." Maksudnya, Kami mendatangkannya dalam berbagai jenis dan menghadirkannya dalam bermacam-macam bentuk, seluruhnya menunjukkan kebe-naran. ﴾ لَعَلَّهُمۡ يَفۡقَهُونَ ﴿ "Agar mereka memahami(nya)." Yakni mema-hami sesuatu yang mana mereka diciptakan karenanya dan mema-hami hakikat-hakikat syariat dan tuntutan-tuntutan ilahi.

(66) ﴾ وَكَذَّبَ بِهِۦ قَوۡمُكَ ﴿ "Dan kaummu mendustakannya," yakni al-Qur`an. ﴾ وَهُوَ ٱلۡحَقُّۚ ﴿ "Padahal azab itu benar adanya," yang tak ada ke-bimbangan dan keraguan yang menyusupinya. ﴾ قُل لَّسۡتُ عَلَيۡكُم بِوَكِيلٖ ﴿ "Katakanlah, 'Aku ini bukanlah orang yang diserahi untuk mengurus urusanmu'," menjaga amalmu dan membalas kejahatanmu, akan tetapi aku hanyalah penyampai dan pemberi peringatan.

(67) ﴾ لِّكُلِّ نَبَإٖ مُّسۡتَقَرّٞۚ ﴿ "Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya." Maksudnya, waktu kejadiannya, tidak maju dan tidak pula mundur. ﴾ وَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ ﴿ "Dan kelak kamu akan mengetahui" azab yang dijanjikan kepadamu.

Al-An'aam 6:65Listen in Qur'an →
66

وَكَذَّبَ بِهِۦ قَوْمُكَ وَهُوَ ٱلْحَقُّ ۚ قُل لَّسْتُ عَلَيْكُم بِوَكِيلٍۢ

Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal azab itu benar adanya. Katakanlah: "Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus urusanmu".

"Katakanlah, 'Dia-lah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atasmu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling ber-tentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah, bagaimana Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti, agar mereka mema-hami(nya).' Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal azab itu benar adanya. Katakanlah, 'Aku ini bukanlah orang yang di-serahi untuk mengurus urusanmu.' Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya, dan kelak kamu akan mengetahui." (Al-An'am: 65-67).

(65) Allah سبحانه وتعالى mampu mengirimkan azab kepadamu dari segala penjuru, ﴾ مِّن فَوۡقِكُمۡ أَوۡ مِن تَحۡتِ أَرۡجُلِكُمۡ أَوۡ يَلۡبِسَكُمۡ شِيَعٗا وَيُذِيقَ بَعۡضَكُم بَأۡسَ بَعۡضٍۗ ﴿ "dari atasmu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain." Maksudnya, memasuk-kanmu dalam fitnah, sebagian darimu membunuh sebagian yang lain. Dia berkuasa atas semua itu, maka waspadalah jika kamu bermaksiat, karena dengan itu kamu tertimpa siksa yang meng-hancurkan dan membinasakanmu. Walaupun demikian, Dia tetap menyampaikan, bahwa Dia mampu melakukannya, akan tetapi Dia mengangkat azab dari umat ini dari atasnya disebabkan rah-matNya dalam bentuk hujan batu dan sejenisnya, dan dari bawah kaki mereka dalam bentuk penenggelaman, akan tetapi Dia meng-hukum orang yang menganiaya orang lain, dengan cara menimpa-kan penindasan sebagian orang kepada sebagian yang lain, dan sebagian menghancurkan sebagian yang lain sebagai hukuman yang disegerakan di mana orang-orang yang mengambil pelajaran dapat melihatnya dan orang-orang yang melakukannya merasa-kannya. ﴾ ٱنظُرۡ كَيۡفَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "Perhatikanlah, bagaimana Kami mendatang-kan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti." Maksudnya, Kami mendatangkannya dalam berbagai jenis dan menghadirkannya dalam bermacam-macam bentuk, seluruhnya menunjukkan kebe-naran. ﴾ لَعَلَّهُمۡ يَفۡقَهُونَ ﴿ "Agar mereka memahami(nya)." Yakni mema-hami sesuatu yang mana mereka diciptakan karenanya dan mema-hami hakikat-hakikat syariat dan tuntutan-tuntutan ilahi.

(66) ﴾ وَكَذَّبَ بِهِۦ قَوۡمُكَ ﴿ "Dan kaummu mendustakannya," yakni al-Qur`an. ﴾ وَهُوَ ٱلۡحَقُّۚ ﴿ "Padahal azab itu benar adanya," yang tak ada ke-bimbangan dan keraguan yang menyusupinya. ﴾ قُل لَّسۡتُ عَلَيۡكُم بِوَكِيلٖ ﴿ "Katakanlah, 'Aku ini bukanlah orang yang diserahi untuk mengurus urusanmu'," menjaga amalmu dan membalas kejahatanmu, akan tetapi aku hanyalah penyampai dan pemberi peringatan.

(67) ﴾ لِّكُلِّ نَبَإٖ مُّسۡتَقَرّٞۚ ﴿ "Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya." Maksudnya, waktu kejadiannya, tidak maju dan tidak pula mundur. ﴾ وَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ ﴿ "Dan kelak kamu akan mengetahui" azab yang dijanjikan kepadamu.

Al-An'aam 6:66Listen in Qur'an →
67

لِّكُلِّ نَبَإٍۢ مُّسْتَقَرٌّۭ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Untuk setiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.

"Katakanlah, 'Dia-lah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atasmu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling ber-tentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah, bagaimana Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti, agar mereka mema-hami(nya).' Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal azab itu benar adanya. Katakanlah, 'Aku ini bukanlah orang yang di-serahi untuk mengurus urusanmu.' Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya, dan kelak kamu akan mengetahui." (Al-An'am: 65-67).

(65) Allah سبحانه وتعالى mampu mengirimkan azab kepadamu dari segala penjuru, ﴾ مِّن فَوۡقِكُمۡ أَوۡ مِن تَحۡتِ أَرۡجُلِكُمۡ أَوۡ يَلۡبِسَكُمۡ شِيَعٗا وَيُذِيقَ بَعۡضَكُم بَأۡسَ بَعۡضٍۗ ﴿ "dari atasmu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain." Maksudnya, memasuk-kanmu dalam fitnah, sebagian darimu membunuh sebagian yang lain. Dia berkuasa atas semua itu, maka waspadalah jika kamu bermaksiat, karena dengan itu kamu tertimpa siksa yang meng-hancurkan dan membinasakanmu. Walaupun demikian, Dia tetap menyampaikan, bahwa Dia mampu melakukannya, akan tetapi Dia mengangkat azab dari umat ini dari atasnya disebabkan rah-matNya dalam bentuk hujan batu dan sejenisnya, dan dari bawah kaki mereka dalam bentuk penenggelaman, akan tetapi Dia meng-hukum orang yang menganiaya orang lain, dengan cara menimpa-kan penindasan sebagian orang kepada sebagian yang lain, dan sebagian menghancurkan sebagian yang lain sebagai hukuman yang disegerakan di mana orang-orang yang mengambil pelajaran dapat melihatnya dan orang-orang yang melakukannya merasa-kannya. ﴾ ٱنظُرۡ كَيۡفَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "Perhatikanlah, bagaimana Kami mendatang-kan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti." Maksudnya, Kami mendatangkannya dalam berbagai jenis dan menghadirkannya dalam bermacam-macam bentuk, seluruhnya menunjukkan kebe-naran. ﴾ لَعَلَّهُمۡ يَفۡقَهُونَ ﴿ "Agar mereka memahami(nya)." Yakni mema-hami sesuatu yang mana mereka diciptakan karenanya dan mema-hami hakikat-hakikat syariat dan tuntutan-tuntutan ilahi.

(66) ﴾ وَكَذَّبَ بِهِۦ قَوۡمُكَ ﴿ "Dan kaummu mendustakannya," yakni al-Qur`an. ﴾ وَهُوَ ٱلۡحَقُّۚ ﴿ "Padahal azab itu benar adanya," yang tak ada ke-bimbangan dan keraguan yang menyusupinya. ﴾ قُل لَّسۡتُ عَلَيۡكُم بِوَكِيلٖ ﴿ "Katakanlah, 'Aku ini bukanlah orang yang diserahi untuk mengurus urusanmu'," menjaga amalmu dan membalas kejahatanmu, akan tetapi aku hanyalah penyampai dan pemberi peringatan.

(67) ﴾ لِّكُلِّ نَبَإٖ مُّسۡتَقَرّٞۚ ﴿ "Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya." Maksudnya, waktu kejadiannya, tidak maju dan tidak pula mundur. ﴾ وَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ ﴿ "Dan kelak kamu akan mengetahui" azab yang dijanjikan kepadamu.

Al-An'aam 6:67Listen in Qur'an →
68

وَإِذَا رَأَيْتَ ٱلَّذِينَ يَخُوضُونَ فِىٓ ءَايَٰتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا۟ فِى حَدِيثٍ غَيْرِهِۦ ۚ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ ٱلشَّيْطَٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ ٱلذِّكْرَىٰ مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).

"Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olok ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadi-kanmu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zhalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). Dan tidak ada pertanggungan jawab sedikit pun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka, akan tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar mereka bertakwa." (Al-An'am : 68-69).

(68) Yang dimaksud dengan memperolok-olok ayat Allah adalah berbicara dengan berdasarkan sesuatu yang menyelisihi kebenaran, mempercantik ucapan-ucapan yang batil, menyerukan kepadanya, memuji para pengusungnya, berpaling dari kebenaran, mencelanya dan mencela para pengikutnya; maka Allah memerin-tahkan RasulNya sebagai teladan dan umatnya sebagai pengikut bahwa jika mereka melihat orang-orang yang demikian agar ber-paling dari mereka dengan tidak menghadiri majelis-majelis mereka yang batil dan terus menerus bersikap demikian sampai inti pem-bicaraan dan pembahasan mereka berpindah topik. Jika berpindah topik, maka larangan itu pun terangkat, dan jika mengandung ke-maslahatan, maka ia diperintahkan. Jika selain itu maka ia tidak bermanfaat dan tidak diperintahkan. Larangan berbicara dengan batil mengandung anjuran untuk belajar dan mengkaji serta ber-dialog dalam kebenaran. Kemudian Dia berfirman, ﴾ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ ٱلشَّيۡطَٰنُ ﴿ "Dan jika setan men-jadikan kamu lupa (akan larangan ini)." Yakni kamu duduk bersama mereka karena lupa dan lalai, ﴾ فَلَا تَقۡعُدۡ بَعۡدَ ٱلذِّكۡرَىٰ مَعَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zhalim itu sesudah ter-ingat (akan larangan itu)," meliputi orang-orang yang menenggelam-kan diri dengan kebatilan, dan semua orang yang berbicara dengan yang diharamkan atau melakukan perbuatan yang diharamkan. Haram hukumnya duduk dan hadir pada kemungkaran yang mana dia tidak mampu mengingkarinya. Larangan dan pengharaman ini adalah bagi orang yang duduk bersama mereka dan dia tidak menggunakan takwa kepada Allah, (dalam menjalani kehidupan) yang mana dia mengikuti mereka dalam ucapan dan perbuatan yang haram atau mendiamkan mereka dan mendiamkan kemungkaran. Jika dia menggunakan takwa kepada Allah dengan memerintahkan kebaikan kepada mereka dan melarang mereka dari keburukan serta pembicaraan berasal dari mereka, sehingga hilanglah atau menipislah keburukan, maka tidak mengapa dan tidak ada dosa bagi orang ini. Oleh karena itu Dia berfirman.

(69) ﴾ وَمَا عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَّقُونَ مِنۡ حِسَابِهِم مِّن شَيۡءٖ وَلَٰكِن ذِكۡرَىٰ لَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ ﴿ "Dan tidak ada pertanggungan jawab sedikit pun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka; akan tetapi (kewajiban mereka ialah) meng-ingatkan agar mereka bertakwa." Maksudnya, untuk mengingatkan dan menasihati mereka, mudah-mudahan mereka bertakwa kepa-da Allah. Dalam hal ini terdapat dalil bahwa orang yang memberi nasihat harus menggunakan kata-kata yang paling dekat untuk membawanya kepada takwa kepada Allah. Dalam hal ini juga ter-dapat dalil bahwa jika peringatan dan nasihat hanya menambah keburukan di atas keburukannya, maka …

Al-An'aam 6:68Listen in Qur'an →
69

وَمَا عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَّقُونَ مِنْ حِسَابِهِم مِّن شَىْءٍۢ وَلَٰكِن ذِكْرَىٰ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikitpun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka; akan tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar mereka bertakwa.

"Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olok ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadi-kanmu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zhalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). Dan tidak ada pertanggungan jawab sedikit pun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka, akan tetapi (kewajiban mereka ialah) mengingatkan agar mereka bertakwa." (Al-An'am : 68-69).

(68) Yang dimaksud dengan memperolok-olok ayat Allah adalah berbicara dengan berdasarkan sesuatu yang menyelisihi kebenaran, mempercantik ucapan-ucapan yang batil, menyerukan kepadanya, memuji para pengusungnya, berpaling dari kebenaran, mencelanya dan mencela para pengikutnya; maka Allah memerin-tahkan RasulNya sebagai teladan dan umatnya sebagai pengikut bahwa jika mereka melihat orang-orang yang demikian agar ber-paling dari mereka dengan tidak menghadiri majelis-majelis mereka yang batil dan terus menerus bersikap demikian sampai inti pem-bicaraan dan pembahasan mereka berpindah topik. Jika berpindah topik, maka larangan itu pun terangkat, dan jika mengandung ke-maslahatan, maka ia diperintahkan. Jika selain itu maka ia tidak bermanfaat dan tidak diperintahkan. Larangan berbicara dengan batil mengandung anjuran untuk belajar dan mengkaji serta ber-dialog dalam kebenaran. Kemudian Dia berfirman, ﴾ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ ٱلشَّيۡطَٰنُ ﴿ "Dan jika setan men-jadikan kamu lupa (akan larangan ini)." Yakni kamu duduk bersama mereka karena lupa dan lalai, ﴾ فَلَا تَقۡعُدۡ بَعۡدَ ٱلذِّكۡرَىٰ مَعَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zhalim itu sesudah ter-ingat (akan larangan itu)," meliputi orang-orang yang menenggelam-kan diri dengan kebatilan, dan semua orang yang berbicara dengan yang diharamkan atau melakukan perbuatan yang diharamkan. Haram hukumnya duduk dan hadir pada kemungkaran yang mana dia tidak mampu mengingkarinya. Larangan dan pengharaman ini adalah bagi orang yang duduk bersama mereka dan dia tidak menggunakan takwa kepada Allah, (dalam menjalani kehidupan) yang mana dia mengikuti mereka dalam ucapan dan perbuatan yang haram atau mendiamkan mereka dan mendiamkan kemungkaran. Jika dia menggunakan takwa kepada Allah dengan memerintahkan kebaikan kepada mereka dan melarang mereka dari keburukan serta pembicaraan berasal dari mereka, sehingga hilanglah atau menipislah keburukan, maka tidak mengapa dan tidak ada dosa bagi orang ini. Oleh karena itu Dia berfirman.

(69) ﴾ وَمَا عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَّقُونَ مِنۡ حِسَابِهِم مِّن شَيۡءٖ وَلَٰكِن ذِكۡرَىٰ لَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ ﴿ "Dan tidak ada pertanggungan jawab sedikit pun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka; akan tetapi (kewajiban mereka ialah) meng-ingatkan agar mereka bertakwa." Maksudnya, untuk mengingatkan dan menasihati mereka, mudah-mudahan mereka bertakwa kepa-da Allah. Dalam hal ini terdapat dalil bahwa orang yang memberi nasihat harus menggunakan kata-kata yang paling dekat untuk membawanya kepada takwa kepada Allah. Dalam hal ini juga ter-dapat dalil bahwa jika peringatan dan nasihat hanya menambah keburukan di atas keburukannya, maka …

Al-An'aam 6:69Listen in Qur'an →
70

وَذَرِ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ دِينَهُمْ لَعِبًۭا وَلَهْوًۭا وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِۦٓ أَن تُبْسَلَ نَفْسٌۢ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلِىٌّۭ وَلَا شَفِيعٌۭ وَإِن تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍۢ لَّا يُؤْخَذْ مِنْهَآ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ أُبْسِلُوا۟ بِمَا كَسَبُوا۟ ۖ لَهُمْ شَرَابٌۭ مِّنْ حَمِيمٍۢ وَعَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ

Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa'at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.

"Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai bahan permainan dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Dan peringatkanlah (mereka) dengan al-Qur`an itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafa'at selain Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya itu tidak akan diterima darinya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka da-hulu." (Al-An'am: 70).

(70) Yang dituntut dari para hamba adalah mengikhlaskan agama hanya kepada Allah dengan menyembahNya semata tanpa sekutu bagiNya, mengeluarkan segala daya untuk meraih keridha-an dan kecintaanNya. Tuntutan itu mengandung pengonsentrasian hati dengan mengarahkannya kepada Allah, dan hendaknya usaha seorang hamba itu bermanfaat, serius dan tidak main-main, ikhlas hanya karena WajahNya, bukan karena riya` dan sum'ah. Inilah agama yang hakiki yang disebut sebagai 'agama'. Adapun orang yang mengklaim bahwa dia di atas kebenaran, dan bahwa dia adalah ahli takwa dan agama sementara dia telah menjadikan agamanya sebagai bahan main-main dan olok-olok, maka hatinya lalai dari mencintai dan mengenal Allah, dia melakukan semua yang merugi-kannya, tenggelam dalam kebatilan, dan bermain-main dengan badannya. Karena perbuatan dan usaha yang bukan karena Allah, maka ia adalah main-main. Yang demikian ini Allah meminta agar ditinggalkan, diwaspadai, tidak terkecoh dengannya, keadaannya diteliti, perbuatannya diwaspadai dan jangan tertipu dengan sikap-nya yang menghalang-halangi apa yang mendekatkan kepada Allah. ﴾ وَذَكِّرۡ بِهِۦٓ ﴿ "Dan peringatkanlah (mereka) dengannya," maksud-nya, dengan al-Qur`an sesuatu yang bermanfaat bagi manusia sebagai perintah, penjelasan, pendekatan yang baik dengan menye-butkan sifat-sifat kebaikan yang ada padanya, dan menyebutkan sifat-sifat yang merugikan bagi manusia sebagai pelarangan, men-jelaskan jenis-jenisnya, menjelaskan sifat-sifat buruk dan jelek yang ada padanya yang mendorongnya untuk meninggalkannya. Semua itu agar orang tidak diazab karena apa yang dia lakukan, yakni sebelum seorang hamba terjun ke dalam dosa dan menantang Dzat yang Maha Mengetahui perkara-perkara yang ghaib serta terus menerus melakukan perbuatan-perbuatan yang ditakuti. Berilah dia peringatan dan nasihat agar dia jera, berhenti dan tidak mela-kukannya lagi. FirmanNya, ﴾ لَيۡسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيّٞ وَلَا شَفِيعٞ ﴿ "Tidak akan ada bagi-nya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafa'at selain Allah." Yakni sebelum dosa-dosa meliputinya yang mana tidak seorang pun makhluk yang bisa memberinya manfaat, baik itu kerabat dan teman. Tidak ada seorang pun selain Allah yang mengurusinya, dan tak seorang pun memberi syafa'at kepadanya. ﴾ وَإِن تَعۡدِلۡ كُلَّ عَدۡلٖ ﴿ "Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun," maksudnya, me-nebusnya dengan sepenuh tebusan, walaupun dengan emas sepe-nuh bumi, ﴾ لَّا يُؤۡخَذۡ مِنۡهَآۗ ﴿ "niscaya tidak akan diterima …

Al-An'aam 6:70Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.