Muslim99Muslim99
← Tafsir library

6. Al-An'aam

The Cattle · Meccan · 165 ayahs

سُورَةُ الأَنۡعَامِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 41–50 of 165

41

بَلْ إِيَّاهُ تَدْعُونَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِن شَآءَ وَتَنسَوْنَ مَا تُشْرِكُونَ

(Tidak), tetapi hanya Dialah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah).

"Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu, atau datang kepadamu Hari Kiamat, apakah kamu menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar? (Tidak), tetapi hanya Dia-lah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepadaNya jika Dia menghendaki, dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah)'." (Al-An'am: 40-41).

(40) Allah berfirman kepada RasulNya, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada orang-orang musyrik yang menyimpang dariNya kepada yang lain, ﴾ أَرَءَيۡتَكُمۡ إِنۡ أَتَىٰكُمۡ عَذَابُ ٱللَّهِ أَوۡ أَتَتۡكُمُ ٱلسَّاعَةُ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ تَدۡعُونَ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴿ "Te-rangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu, atau datang kepadamu Hari Kiamat, apakah kamu menyeru (tuhan) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar?" Maksudnya, jika kesulitan-kesulitan dan kesengsaraan-kesengsaraan itu yang harus diangkat, apakah kamu memanggil tuhan-tuhanmu dan berhala-berhalamu ataukah kamu berdoa kepada Maharaja Yang Mahabenar yang sangat jelas?

(41) ﴾ بَلۡ إِيَّاهُ تَدۡعُونَ فَيَكۡشِفُ مَا تَدۡعُونَ إِلَيۡهِ إِن شَآءَ وَتَنسَوۡنَ مَا تُشۡرِكُونَ ﴿ "Tetapi hanya Dia-lah yang kamu seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karena-nya kamu berdoa kepadaNya jika Dia menghendaki, dan kamu tinggal-kan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah)." Maksud-nya, jika demikian keadaanmu dengan sesembahan-sesembahanmu yang mana pada waktu sulit kamu melupakannya karena kamu mengetahui bahwa sesembahan itu tidak memiliki manfaat dan mudarat, dan tidak memiliki hak mematikan, menghidupkan, dan membangkitkanmu. Justru kamu malah mengikhlaskan doa kepa-da Allah, karena kamu mengetahui bahwa Dia-lah yang mendatang-kan mudarat dan manfaat, yang menjawab doa orang yang dalam kesulitan. Mengapa dalam keadaan suka kamu menyekutukanNya dengan sesuatu dan membuat tandingan-tandingan untukNya? Adakah dalil aqli dan naqli yang menunjukkanmu kepada itu? Ada-kah kamu mempunyai ilmu tentang itu? Ataukah kamu berdusta atas Nama Allah?

Al-An'aam 6:41Listen in Qur'an →
42

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍۢ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَٰهُم بِٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.

"Dan sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bah-kan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menampakkan kepada mereka bagusnya kemaksiatan yang selalu mereka kerja-kan? Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, maka Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa me-reka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." (Al-An'am: 42-45).

(42) Allah berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٖ مِّن قَبۡلِكَ ﴿ "Dan sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu," dari umat-umat terdahulu dan abad-abad yang lampau, lalu mere-ka mendustakan rasul-rasul Kami dan mengingkari ayat-ayat Kami. ﴾ فَأَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ ﴿ "Kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan." Yakni kemiskinan, penyakit, dan musibah-musibah sebagai rahmat dari Kami untuk mereka. ﴾ لَعَلَّهُمۡ يَتَضَرَّعُونَ ﴿ "Supaya mereka memohon dengan tunduk merendahkan diri" kepada Kami, dan kembali kepada Kami pada saat sulit.

(43) ﴾ فَلَوۡلَآ إِذۡ جَآءَهُم بَأۡسُنَا تَضَرَّعُواْ وَلَٰكِن قَسَتۡ قُلُوبُهُمۡ ﴿ "Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras" membatu sehingga ia tidak lunak untuk menerima kebenar-an. ﴾ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan setan pun menampakkan ke-pada mereka bagusnya kemaksiatan yang selalu mereka kerjakan." Maka mereka mengira bahwa sesuatu yang mereka pegang adalah agama yang benar, sehingga mereka menikmati kebatilan sesaat, dan setan mempermainkan akal mereka.

(44) ﴾ فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَبۡوَٰبَ كُلِّ شَيۡءٍ ﴿ "Tatkala mere-ka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka," berupa dunia dengan kesenangan dan kelalaiannya.﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذۡنَٰهُم بَغۡتَةٗ فَإِذَا هُم مُّبۡلِسُونَ ﴿ "Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." Maksudnya, mereka berputus asa dari segala kebaikan, dan ini adalah azab yang paling berat: diazab dalam keadaan senang, lalai dan tidak terduga; hal itu adalah hukuman paling keras dan musibah paling besar bagi mereka.

(45) ﴾ فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْۚ ﴿ "Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya." Maksudnya, mereka tengge-lam dalam azab, dan sebab-sebab pun terputus. ﴾ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ …

Al-An'aam 6:42Listen in Qur'an →
43

فَلَوْلَآ إِذْ جَآءَهُم بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا۟ وَلَٰكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.

"Dan sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bah-kan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menampakkan kepada mereka bagusnya kemaksiatan yang selalu mereka kerja-kan? Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, maka Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa me-reka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." (Al-An'am: 42-45).

(42) Allah berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٖ مِّن قَبۡلِكَ ﴿ "Dan sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu," dari umat-umat terdahulu dan abad-abad yang lampau, lalu mere-ka mendustakan rasul-rasul Kami dan mengingkari ayat-ayat Kami. ﴾ فَأَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ ﴿ "Kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan." Yakni kemiskinan, penyakit, dan musibah-musibah sebagai rahmat dari Kami untuk mereka. ﴾ لَعَلَّهُمۡ يَتَضَرَّعُونَ ﴿ "Supaya mereka memohon dengan tunduk merendahkan diri" kepada Kami, dan kembali kepada Kami pada saat sulit.

(43) ﴾ فَلَوۡلَآ إِذۡ جَآءَهُم بَأۡسُنَا تَضَرَّعُواْ وَلَٰكِن قَسَتۡ قُلُوبُهُمۡ ﴿ "Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras" membatu sehingga ia tidak lunak untuk menerima kebenar-an. ﴾ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan setan pun menampakkan ke-pada mereka bagusnya kemaksiatan yang selalu mereka kerjakan." Maka mereka mengira bahwa sesuatu yang mereka pegang adalah agama yang benar, sehingga mereka menikmati kebatilan sesaat, dan setan mempermainkan akal mereka.

(44) ﴾ فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَبۡوَٰبَ كُلِّ شَيۡءٍ ﴿ "Tatkala mere-ka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka," berupa dunia dengan kesenangan dan kelalaiannya.﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذۡنَٰهُم بَغۡتَةٗ فَإِذَا هُم مُّبۡلِسُونَ ﴿ "Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." Maksudnya, mereka berputus asa dari segala kebaikan, dan ini adalah azab yang paling berat: diazab dalam keadaan senang, lalai dan tidak terduga; hal itu adalah hukuman paling keras dan musibah paling besar bagi mereka.

(45) ﴾ فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْۚ ﴿ "Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya." Maksudnya, mereka tengge-lam dalam azab, dan sebab-sebab pun terputus. ﴾ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ …

Al-An'aam 6:43Listen in Qur'an →
44

فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَٰهُم بَغْتَةًۭ فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.

"Dan sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bah-kan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menampakkan kepada mereka bagusnya kemaksiatan yang selalu mereka kerja-kan? Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, maka Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa me-reka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." (Al-An'am: 42-45).

(42) Allah berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٖ مِّن قَبۡلِكَ ﴿ "Dan sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu," dari umat-umat terdahulu dan abad-abad yang lampau, lalu mere-ka mendustakan rasul-rasul Kami dan mengingkari ayat-ayat Kami. ﴾ فَأَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ ﴿ "Kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan." Yakni kemiskinan, penyakit, dan musibah-musibah sebagai rahmat dari Kami untuk mereka. ﴾ لَعَلَّهُمۡ يَتَضَرَّعُونَ ﴿ "Supaya mereka memohon dengan tunduk merendahkan diri" kepada Kami, dan kembali kepada Kami pada saat sulit.

(43) ﴾ فَلَوۡلَآ إِذۡ جَآءَهُم بَأۡسُنَا تَضَرَّعُواْ وَلَٰكِن قَسَتۡ قُلُوبُهُمۡ ﴿ "Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras" membatu sehingga ia tidak lunak untuk menerima kebenar-an. ﴾ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan setan pun menampakkan ke-pada mereka bagusnya kemaksiatan yang selalu mereka kerjakan." Maka mereka mengira bahwa sesuatu yang mereka pegang adalah agama yang benar, sehingga mereka menikmati kebatilan sesaat, dan setan mempermainkan akal mereka.

(44) ﴾ فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَبۡوَٰبَ كُلِّ شَيۡءٍ ﴿ "Tatkala mere-ka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka," berupa dunia dengan kesenangan dan kelalaiannya.﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذۡنَٰهُم بَغۡتَةٗ فَإِذَا هُم مُّبۡلِسُونَ ﴿ "Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." Maksudnya, mereka berputus asa dari segala kebaikan, dan ini adalah azab yang paling berat: diazab dalam keadaan senang, lalai dan tidak terduga; hal itu adalah hukuman paling keras dan musibah paling besar bagi mereka.

(45) ﴾ فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْۚ ﴿ "Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya." Maksudnya, mereka tengge-lam dalam azab, dan sebab-sebab pun terputus. ﴾ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ …

Al-An'aam 6:44Listen in Qur'an →
45

فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ۚ وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

"Dan sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bah-kan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menampakkan kepada mereka bagusnya kemaksiatan yang selalu mereka kerja-kan? Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, maka Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa me-reka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." (Al-An'am: 42-45).

(42) Allah berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٖ مِّن قَبۡلِكَ ﴿ "Dan sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu," dari umat-umat terdahulu dan abad-abad yang lampau, lalu mere-ka mendustakan rasul-rasul Kami dan mengingkari ayat-ayat Kami. ﴾ فَأَخَذۡنَٰهُم بِٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ ﴿ "Kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan." Yakni kemiskinan, penyakit, dan musibah-musibah sebagai rahmat dari Kami untuk mereka. ﴾ لَعَلَّهُمۡ يَتَضَرَّعُونَ ﴿ "Supaya mereka memohon dengan tunduk merendahkan diri" kepada Kami, dan kembali kepada Kami pada saat sulit.

(43) ﴾ فَلَوۡلَآ إِذۡ جَآءَهُم بَأۡسُنَا تَضَرَّعُواْ وَلَٰكِن قَسَتۡ قُلُوبُهُمۡ ﴿ "Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras" membatu sehingga ia tidak lunak untuk menerima kebenar-an. ﴾ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan setan pun menampakkan ke-pada mereka bagusnya kemaksiatan yang selalu mereka kerjakan." Maka mereka mengira bahwa sesuatu yang mereka pegang adalah agama yang benar, sehingga mereka menikmati kebatilan sesaat, dan setan mempermainkan akal mereka.

(44) ﴾ فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَبۡوَٰبَ كُلِّ شَيۡءٍ ﴿ "Tatkala mere-ka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka," berupa dunia dengan kesenangan dan kelalaiannya.﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذۡنَٰهُم بَغۡتَةٗ فَإِذَا هُم مُّبۡلِسُونَ ﴿ "Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." Maksudnya, mereka berputus asa dari segala kebaikan, dan ini adalah azab yang paling berat: diazab dalam keadaan senang, lalai dan tidak terduga; hal itu adalah hukuman paling keras dan musibah paling besar bagi mereka.

(45) ﴾ فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْۚ ﴿ "Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya." Maksudnya, mereka tengge-lam dalam azab, dan sebab-sebab pun terputus. ﴾ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ …

Al-An'aam 6:45Listen in Qur'an →
46

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ ٱللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَٰرَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُم مَّنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ ٱللَّهِ يَأْتِيكُم بِهِ ۗ ٱنظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ ٱلْءَايَٰتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga).

"Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?' Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga)? Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan, apakah ada yang dibinasakan (Allah) selain dari orang-orang yang zhalim?'" (Al-An'am: 46-47).

(46) Allah memberitakan bahwa sebagaimana Dia yang sendirian dalam penciptaan makhluk dan pengaturannya, maka Dia pulalah yang bersendirian dalam keesaan dan ketuhanan. Dia berfirman, ﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَخَذَ ٱللَّهُ سَمۡعَكُمۡ وَأَبۡصَٰرَكُمۡ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُم ﴿ "Katakanlah, 'Terang-kanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu'," maka kamu hidup tanpa pendengaran, tanpa penglihatan, dan tanpa akal. ﴾ مَّنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِهِۗ ﴿ "Siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Jika tidak ada selain Allah yang mendatangkan itu, maka mengapa kamu menyembah sesuatu bersama Allah, yang tidak memiliki kekuatan apa pun kecuali jika Allah berkehendak? Ini adalah bukti kebenaran tauhid dan kebatilan syirik. Oleh karena itu Allah berfirman,﴾ ٱنظُرۡ كَيۡفَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami)." Maksudnya, perhatikanlah bagaimana Kami menghadirkannya dengan bentuk yang bermacam-macam. Kami menghadirkannya dalam setiap disiplin ilmu untuk mene-rangi kebenaran dan menelusuri jalan para pelaku kejahatan. ﴾ ثُمَّ هُمۡ ﴿ "Kemudian mereka," setelah penjelasan lengkap ini, ﴾ يَصۡدِفُونَ ﴿ "tetap berpaling (juga)" dari ayat-ayat Allah dan melengos darinya.

(47) ﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتَكُمۡ ﴿ "Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku'." Beri-takan kepadaku, ﴾ إِنۡ أَتَىٰكُمۡ عَذَابُ ٱللَّهِ بَغۡتَةً أَوۡ جَهۡرَةً ﴿ "jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan." Maksud-nya, secara tiba-tiba, atau sebelumnya telah didahului oleh muka-dimah yang dengannya kamu mengetahui terjadinya,﴾ هَلۡ يُهۡلَكُ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلظَّٰلِمُونَ ﴿ "Apakah ada yang dibinasakan (Allah) selain dari orang-orang yang zhalim?" Yaitu orang yang menjadi pemicu turunnya azab kepada mereka akibat kezhaliman dan pengingkarannya. Waspadalah! Jangan berjalan di atas kezhaliman, karena ia adalah kebinasaan dan kesengsaraan yang kekal abadi.

Al-An'aam 6:46Listen in Qur'an →
47

قُلْ أَرَءَيْتَكُمْ إِنْ أَتَىٰكُمْ عَذَابُ ٱللَّهِ بَغْتَةً أَوْ جَهْرَةً هَلْ يُهْلَكُ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong, atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain dari orang yang zalim?"

"Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?' Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga)? Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan, apakah ada yang dibinasakan (Allah) selain dari orang-orang yang zhalim?'" (Al-An'am: 46-47).

(46) Allah memberitakan bahwa sebagaimana Dia yang sendirian dalam penciptaan makhluk dan pengaturannya, maka Dia pulalah yang bersendirian dalam keesaan dan ketuhanan. Dia berfirman, ﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَخَذَ ٱللَّهُ سَمۡعَكُمۡ وَأَبۡصَٰرَكُمۡ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُم ﴿ "Katakanlah, 'Terang-kanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu'," maka kamu hidup tanpa pendengaran, tanpa penglihatan, dan tanpa akal. ﴾ مَّنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ يَأۡتِيكُم بِهِۗ ﴿ "Siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?" Jika tidak ada selain Allah yang mendatangkan itu, maka mengapa kamu menyembah sesuatu bersama Allah, yang tidak memiliki kekuatan apa pun kecuali jika Allah berkehendak? Ini adalah bukti kebenaran tauhid dan kebatilan syirik. Oleh karena itu Allah berfirman,﴾ ٱنظُرۡ كَيۡفَ نُصَرِّفُ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami)." Maksudnya, perhatikanlah bagaimana Kami menghadirkannya dengan bentuk yang bermacam-macam. Kami menghadirkannya dalam setiap disiplin ilmu untuk mene-rangi kebenaran dan menelusuri jalan para pelaku kejahatan. ﴾ ثُمَّ هُمۡ ﴿ "Kemudian mereka," setelah penjelasan lengkap ini, ﴾ يَصۡدِفُونَ ﴿ "tetap berpaling (juga)" dari ayat-ayat Allah dan melengos darinya.

(47) ﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتَكُمۡ ﴿ "Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku'." Beri-takan kepadaku, ﴾ إِنۡ أَتَىٰكُمۡ عَذَابُ ٱللَّهِ بَغۡتَةً أَوۡ جَهۡرَةً ﴿ "jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan." Maksud-nya, secara tiba-tiba, atau sebelumnya telah didahului oleh muka-dimah yang dengannya kamu mengetahui terjadinya,﴾ هَلۡ يُهۡلَكُ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلظَّٰلِمُونَ ﴿ "Apakah ada yang dibinasakan (Allah) selain dari orang-orang yang zhalim?" Yaitu orang yang menjadi pemicu turunnya azab kepada mereka akibat kezhaliman dan pengingkarannya. Waspadalah! Jangan berjalan di atas kezhaliman, karena ia adalah kebinasaan dan kesengsaraan yang kekal abadi.

Al-An'aam 6:47Listen in Qur'an →
48

وَمَا نُرْسِلُ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۖ فَمَنْ ءَامَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.

"Dan tidaklah Kami utus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik." (Al-An'am: 48-49).

(48) Allah menyebutkan inti risalah para Rasul bahwa ia merupakan berita gembira dan peringatan. Hal itu menuntut pen-jelasan tentang pembawa berita gembira, yang diberi berita gem-bira dan amal yang jika dilakukan oleh seorang hamba, maka dia mendapatkan berita gembira. Juga penjelasan tentang pemberi peringatan, sesuatu yang diperingatkan dan orang yang diberi peringatan dan perbuatan-perbuatan yang jika dilakukan, maka dia berhak diperingatkan. Akan tetapi manusia terbagi menjadi dua dari segi apakah mereka menjawab dakwah para rasul atau tidak; ﴾ فَمَنۡ ءَامَنَ وَأَصۡلَحَ ﴿ "Barangsiapa yang beriman dan mengadakan per-baikan," yakni beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan Hari Akhir dan dia memperbaiki iman, amal, dan niatnya, ﴾ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka," terhadap apa yang akan datang, ﴾ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ﴿ "dan tidak (pula) mereka bersedih hati," terhadap apa yang telah berlalu.

(49) ﴾ وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَمَسُّهُمُ ٱلۡعَذَابُ ﴿ "Dan orang-orang yang mendus-takan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa," yang mereka dapat-kan dan rasakan, ﴾ بِمَا كَانُواْ يَفۡسُقُونَ ﴿ "disebabkan mereka selalu berbuat fasik."

Al-An'aam 6:48Listen in Qur'an →
49

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا يَمَسُّهُمُ ٱلْعَذَابُ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

"Dan tidaklah Kami utus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik." (Al-An'am: 48-49).

(48) Allah menyebutkan inti risalah para Rasul bahwa ia merupakan berita gembira dan peringatan. Hal itu menuntut pen-jelasan tentang pembawa berita gembira, yang diberi berita gem-bira dan amal yang jika dilakukan oleh seorang hamba, maka dia mendapatkan berita gembira. Juga penjelasan tentang pemberi peringatan, sesuatu yang diperingatkan dan orang yang diberi peringatan dan perbuatan-perbuatan yang jika dilakukan, maka dia berhak diperingatkan. Akan tetapi manusia terbagi menjadi dua dari segi apakah mereka menjawab dakwah para rasul atau tidak; ﴾ فَمَنۡ ءَامَنَ وَأَصۡلَحَ ﴿ "Barangsiapa yang beriman dan mengadakan per-baikan," yakni beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan Hari Akhir dan dia memperbaiki iman, amal, dan niatnya, ﴾ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka," terhadap apa yang akan datang, ﴾ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ﴿ "dan tidak (pula) mereka bersedih hati," terhadap apa yang telah berlalu.

(49) ﴾ وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَمَسُّهُمُ ٱلۡعَذَابُ ﴿ "Dan orang-orang yang mendus-takan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa," yang mereka dapat-kan dan rasakan, ﴾ بِمَا كَانُواْ يَفۡسُقُونَ ﴿ "disebabkan mereka selalu berbuat fasik."

Al-An'aam 6:49Listen in Qur'an →
50

قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ لَكُمْ إِنِّى مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?"

"Katakanlah, 'Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa per-bendaharaan Allah ada padaku dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.' Katakanlah, 'Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?' Maka apakah kamu tidak me-mikirkan(nya)." (Al-An'am: 50).

(50) Allah berfirman kepada NabiNya agar berkata kepada orang-orang yang mengusulkan turunnya ayat-ayat Allah atau kepada orang-orang yang berkata kepadanya bahwa kamu hanya mengajak kami untuk menyekutukan Allah dengan sesuatu, ﴾ لَّآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ ﴿ "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaha-raan Allah ada padaku." Maksudnya, kunci-kunci rizki dan rahmat-Nya. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib." Karena semua itu hanyalah hak Allah, Dia-lah yang membuka rahmatNya kepada manusia, maka tidak ada yang bisa mengha-langi, dan apa yang dihalangi oleh Allah, maka tidak ada yang mampu melepaskannya sesudahnya. Hanya Dia yang mengetahui alam ghaib dan alam nyata. Dia tidak menunjukkan ghaibNya ke-pada seorang pun kecuali RasulNya yang diridhaiNya. ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ إِنِّي مَلَكٌۖ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat." Sehingga aku menjadi pelaksana per-buatan yang kuat. Aku tidak mengklaim mempunyai kedudukan tinggi daripada kedudukan lebih yang Allah berikan kepadaku. ﴾ إِنۡ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّۚ ﴿ "Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku." Ini adalah tujuanku, ujung dan akhir perkaraku, aku hanya sekedar mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. Aku mengamalkannya untuk diriku sendiri dan mengajak seluruh manusia kepadanya. Jika kedudukanku telah diketahui, maka untuk apa orang masih mencari-cari atau menuntut sesuatu dariku yang tidak aku klaim? Apakah seseorang diharuskan memikul sesuatu yang bukan kewajibanNya? Untuk apa -apabila aku mendakwahimu dengan ayat yang diwahyukan kepadaku- kamu menuduhku telah meng-klaim kedudukan tinggi yang bukan milikku? Bukankah itu hanya kezhaliman, pengingkaran, dan kebengalan darimu? Katakanlah kepada mereka tentang perbedaan antara orang yang menerima dakwahku, tunduk kepada apa yang diwahyukan kepadaku de-ngan orang yang tidak demikian, ﴾ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلۡأَعۡمَىٰ وَٱلۡبَصِيرُۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Apakah sama orang yang buta dengan orang yang meli-hat?' Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?" Lalu kamu mendu-dukkan perkaranya di tempat yang semestinya, dan kamu memi-lih yang lebih baik dan lebih layak untuk dipilih.

Al-An'aam 6:50Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.