Muslim99Muslim99
← Tafsir library

4. An-Nisaa

The Women · Medinan · 176 ayahs

سُورَةُ النِّسَاءِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 161–170 of 176

161

وَأَخْذِهِمُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَقَدْ نُهُوا۟ عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَٰطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَٰفِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًۭا

dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.

"Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan ke-pada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata, 'Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata.' Maka mereka disambar petir karena kezhaliman mereka, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata. Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka, 'Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud,' dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka, 'Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu', dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh. Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan, 'Hati kami tertutup.' Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), dan karena ucapan mereka, 'Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,' padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalib-nya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keya-kinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persang-kaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepadaNya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepa-danya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di Hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi atas mereka. Maka disebabkan kezhaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan ma-kanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang darinya, dan karena mereka memakan harta benda orang lain dengan jalan yang batil. Kami telah menyedia-kan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih." (An-Nisa`: 153-161).

(153-158) Pertanyaan ini, yang bersumber dari Ahli Kitab yang dialamatkan kepada Rasulullah ﷺ adalah bentuk kedurha-kaan dan usulan, dan tindakan mereka menjadikan pertanyaan ini sebagai patokan hingga mereka percaya atau mendustakan, pertanyaan itu adalah bahwa mereka meminta kepada beliau agar seluruh al-Qur`an diturunkan secara langsung sekali turun saja sebagaimana Taurat dan Injil diturunkan. Ini adalah tindakan kezhaliman yang sangat jauh dari mereka (dan juga kebodohan), karena sesungguhnya Rasul itu adalah seorang …

An-Nisaa 4:161Listen in Qur'an →
162

لَّٰكِنِ ٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ مِنْهُمْ وَٱلْمُؤْمِنُونَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ ۚ وَٱلْمُقِيمِينَ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ وَٱلْمُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ أُو۟لَٰٓئِكَ سَنُؤْتِيهِمْ أَجْرًا عَظِيمًا

Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.

"Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara me-reka dan orang-orang Mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (al-Qur`an), dan apa yang telah di-turunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar." (An-Nisa`: 162).

(162) Setelah Allah membongkar aib-aib Ahli Kitab, lalu Allah menyebutkan orang-orang yang terpuji di antara mereka, seraya berfirman, ﴾ لَّٰكِنِ ٱلرَّٰسِخُونَ فِي ٱلۡعِلۡمِ ﴿ "Tetapi orang-orang yang men-dalam ilmunya," yaitu orang-orang yang ilmunya tertanam dalam hati mereka dan keyakinan tertancap dalam sanubari mereka hingga membuahkan keimanan yang sempurna secara umum bagi mereka ﴾ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَۚ ﴿ "kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (al-Qur`an), dan apa yang telah diturunkan sebelummu." Dan membuahkan bagi mereka amal-amal shalih berupa penegakan shalat, penunaian zakat yang merupakan dua perkara yang paling utama, yang meliputi keikhlasan kepada Dzat yang disembah dan berbuat baik kepada makhluk. Mereka beriman kepada Hari Akhir hingga mereka takut akan ancaman dan mengharapkan janji. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ سَنُؤۡتِيهِمۡ أَجۡرًا عَظِيمًا ﴿ "Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar," karena mereka telah menggabung-kan antara ilmu, iman, dan amal shalih, serta beriman kepada kitab-kitab, rasul-rasul yang terdahulu dan yang akan datang.

An-Nisaa 4:162Listen in Qur'an →
163

۞ إِنَّآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ كَمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ نُوحٍۢ وَٱلنَّبِيِّۦنَ مِنۢ بَعْدِهِۦ ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَٰرُونَ وَسُلَيْمَٰنَ ۚ وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًۭا

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

"Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang setelahnya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud. Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepa-damu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manu-sia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (An-Nisa`: 163-165).

(163) Allah سبحانه وتعالى memberitakan bahwa Dia telah mewahyukan kepada hamba dan RasulNya Muhammad ﷺ, syariat yang agung dan berita-berita yang benar yang tidak Dia wahyukan kepada nabi-nabi tersebut. Ini menunjukkan beberapa faidah: + Bahwasanya Muhammad ﷺ bukanlah rasul yang pertama, akan tetapi Allah telah mengutus sebelumnya rasul-rasul yang banyak jumlah dan bilangannya. Maka merasa aneh dan heran kepada kerasulan beliau sama sekali tidak memiliki sandaran, kecuali hanya kebodohan dan keingkaran. + Bahwa Allah telah mewahyukan kepadanya sama seperti me-wahyukan kepada rasul-rasul tersebut berupa pokok-pokok dasar dan keadilan yang mereka sepakati, dan bahwa sebagian dari mereka membenarkan sebagian yang lain, dan sebagian lain sesuai dengan sebagian yang lain. + Bahwa Muhammad itu adalah sama dengan rasul-rasul terda-hulu, agar orang menganggapnya sebagai salah seorang dari saudara-saudaranya dari para Rasul, dakwahnya adalah dak-wah mereka, akhlak mereka sama, sumber mereka satu, tujuan mereka satu, dan mereka tidak ditemani oleh orang-orang yang bodoh, pendusta dan tidak juga raja-raja yang zhalim. + Bahwa dalam penyebutan rasul-rasul tersebut dan pengung-kapan mereka menunjukkan pujian terhadap mereka, sanjungan yang jujur buat mereka, penjelasan akan kondisi mereka, yang akan membuat kaum Mukminin bertambah imannya kepada mereka, kecintaan kepada mereka, mengikuti petunjuk mereka, mencontoh sunnah mereka dan mengetahui hak-hak mereka, dan hal itu sebagai suatu landasan dari Firman Allah, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَىٰ نُوحٖ فِي ٱلۡعَٰلَمِينَ 79 ﴿ ‏ "Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam." (Ash-Shaffat: 79) dan, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ 109 ﴿ ‏ "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim." (Ash-Shaffat: 109). Kemudian, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ 120 ﴿ "Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun." (Ash-Shaffat: 120) juga, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِلۡ يَاسِينَ 130 إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ 131 ﴿ "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas. Sesungguhnya demikian-lah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (Ash-Shaffat: 130-131). Setiap pelaku kebaikan mendapatkan pujian yang baik di antara makhluk sesuai dengan kebaikannya, dan para rasul khusus-nya mereka-mereka itu ditempatkan pada tingkatan-tingkatan tertinggi dari kebaikan. Dan setelah Allah menyebutkan tentang kebersamaan mereka dalam (menerima dan menyampaikan) wahyuNya, Allah …

An-Nisaa 4:163Listen in Qur'an →
164

وَرُسُلًۭا قَدْ قَصَصْنَٰهُمْ عَلَيْكَ مِن قَبْلُ وَرُسُلًۭا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ ٱللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًۭا

Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.

"Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang setelahnya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud. Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepa-damu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manu-sia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (An-Nisa`: 163-165).

(163) Allah سبحانه وتعالى memberitakan bahwa Dia telah mewahyukan kepada hamba dan RasulNya Muhammad ﷺ, syariat yang agung dan berita-berita yang benar yang tidak Dia wahyukan kepada nabi-nabi tersebut. Ini menunjukkan beberapa faidah: + Bahwasanya Muhammad ﷺ bukanlah rasul yang pertama, akan tetapi Allah telah mengutus sebelumnya rasul-rasul yang banyak jumlah dan bilangannya. Maka merasa aneh dan heran kepada kerasulan beliau sama sekali tidak memiliki sandaran, kecuali hanya kebodohan dan keingkaran. + Bahwa Allah telah mewahyukan kepadanya sama seperti me-wahyukan kepada rasul-rasul tersebut berupa pokok-pokok dasar dan keadilan yang mereka sepakati, dan bahwa sebagian dari mereka membenarkan sebagian yang lain, dan sebagian lain sesuai dengan sebagian yang lain. + Bahwa Muhammad itu adalah sama dengan rasul-rasul terda-hulu, agar orang menganggapnya sebagai salah seorang dari saudara-saudaranya dari para Rasul, dakwahnya adalah dak-wah mereka, akhlak mereka sama, sumber mereka satu, tujuan mereka satu, dan mereka tidak ditemani oleh orang-orang yang bodoh, pendusta dan tidak juga raja-raja yang zhalim. + Bahwa dalam penyebutan rasul-rasul tersebut dan pengung-kapan mereka menunjukkan pujian terhadap mereka, sanjungan yang jujur buat mereka, penjelasan akan kondisi mereka, yang akan membuat kaum Mukminin bertambah imannya kepada mereka, kecintaan kepada mereka, mengikuti petunjuk mereka, mencontoh sunnah mereka dan mengetahui hak-hak mereka, dan hal itu sebagai suatu landasan dari Firman Allah, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَىٰ نُوحٖ فِي ٱلۡعَٰلَمِينَ 79 ﴿ ‏ "Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam." (Ash-Shaffat: 79) dan, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ 109 ﴿ ‏ "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim." (Ash-Shaffat: 109). Kemudian, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ 120 ﴿ "Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun." (Ash-Shaffat: 120) juga, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِلۡ يَاسِينَ 130 إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ 131 ﴿ "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas. Sesungguhnya demikian-lah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (Ash-Shaffat: 130-131). Setiap pelaku kebaikan mendapatkan pujian yang baik di antara makhluk sesuai dengan kebaikannya, dan para rasul khusus-nya mereka-mereka itu ditempatkan pada tingkatan-tingkatan tertinggi dari kebaikan. Dan setelah Allah menyebutkan tentang kebersamaan mereka dalam (menerima dan menyampaikan) wahyuNya, Allah …

An-Nisaa 4:164Listen in Qur'an →
165

رُّسُلًۭا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةٌۢ بَعْدَ ٱلرُّسُلِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًۭا

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

"Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang setelahnya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud. Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepa-damu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manu-sia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (An-Nisa`: 163-165).

(163) Allah سبحانه وتعالى memberitakan bahwa Dia telah mewahyukan kepada hamba dan RasulNya Muhammad ﷺ, syariat yang agung dan berita-berita yang benar yang tidak Dia wahyukan kepada nabi-nabi tersebut. Ini menunjukkan beberapa faidah: + Bahwasanya Muhammad ﷺ bukanlah rasul yang pertama, akan tetapi Allah telah mengutus sebelumnya rasul-rasul yang banyak jumlah dan bilangannya. Maka merasa aneh dan heran kepada kerasulan beliau sama sekali tidak memiliki sandaran, kecuali hanya kebodohan dan keingkaran. + Bahwa Allah telah mewahyukan kepadanya sama seperti me-wahyukan kepada rasul-rasul tersebut berupa pokok-pokok dasar dan keadilan yang mereka sepakati, dan bahwa sebagian dari mereka membenarkan sebagian yang lain, dan sebagian lain sesuai dengan sebagian yang lain. + Bahwa Muhammad itu adalah sama dengan rasul-rasul terda-hulu, agar orang menganggapnya sebagai salah seorang dari saudara-saudaranya dari para Rasul, dakwahnya adalah dak-wah mereka, akhlak mereka sama, sumber mereka satu, tujuan mereka satu, dan mereka tidak ditemani oleh orang-orang yang bodoh, pendusta dan tidak juga raja-raja yang zhalim. + Bahwa dalam penyebutan rasul-rasul tersebut dan pengung-kapan mereka menunjukkan pujian terhadap mereka, sanjungan yang jujur buat mereka, penjelasan akan kondisi mereka, yang akan membuat kaum Mukminin bertambah imannya kepada mereka, kecintaan kepada mereka, mengikuti petunjuk mereka, mencontoh sunnah mereka dan mengetahui hak-hak mereka, dan hal itu sebagai suatu landasan dari Firman Allah, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَىٰ نُوحٖ فِي ٱلۡعَٰلَمِينَ 79 ﴿ ‏ "Kesejahteraan dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam." (Ash-Shaffat: 79) dan, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ 109 ﴿ ‏ "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim." (Ash-Shaffat: 109). Kemudian, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ 120 ﴿ "Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun." (Ash-Shaffat: 120) juga, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِلۡ يَاسِينَ 130 إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ 131 ﴿ "Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas. Sesungguhnya demikian-lah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (Ash-Shaffat: 130-131). Setiap pelaku kebaikan mendapatkan pujian yang baik di antara makhluk sesuai dengan kebaikannya, dan para rasul khusus-nya mereka-mereka itu ditempatkan pada tingkatan-tingkatan tertinggi dari kebaikan. Dan setelah Allah menyebutkan tentang kebersamaan mereka dalam (menerima dan menyampaikan) wahyuNya, Allah …

An-Nisaa 4:165Listen in Qur'an →
166

لَّٰكِنِ ٱللَّهُ يَشْهَدُ بِمَآ أَنزَلَ إِلَيْكَ ۖ أَنزَلَهُۥ بِعِلْمِهِۦ ۖ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يَشْهَدُونَ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا

(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Quran yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya.

"(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui al-Qur`an yang diturunkanNya kepa-damu. Allah menurunkannya dengan ilmuNya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang menga-kuinya." (An-Nisa`: 166).

(166) Tatkala disebutkan bahwa Allah menurunkan wahyu kepada RasulNya Muhammad ﷺ sebagaimana Allah juga menu-runkan wahyuNya kepada saudara-saudaranya para rasul sebe-lumnya, kemudian Allah mengabarkan tentang kesaksianNya سبحانه وتعالى atas kerasulan Muhammad dan kebenaran dakwah yang dibawa olehnya, dan bahwasanya Dia (Allah) ﴾ أَنزَلَهُۥ بِعِلۡمِهِۦۖ ﴿ "menurunkannya dengan ilmuNya," indikasi maknanya adalah, Allah menurunkannya dengan memuat ilmuNya. Artinya, al-Qur`an itu mengandung ilmu-ilmu dari Allah, hukum-hukum syariat dan berita-berita ghaib yang merupakan di antara ilmu Allah سبحانه وتعالى yang diajarkannya kepada hamba-hambaNya. Kemungkinan lain maksud ayat ini adalah, Allah menurunkannya dengan bersumber dari ilmuNya. Maka atas dasar ini, ayat tersebut menjadi isyarat dan perhatian kepada kesaksian Allah, dan bahwa maknanya adalah, Allah سبحانه وتعالى menurunkan al-Qur`an ini yang mengandung perintah dan la-rangan, sedang Allah mengetahui itu semua, mengetahui kondisi orang yang diturunkan kepadanya, dan mengetahui bahwa ia akan menyeru manusia dengannya, maka barangsiapa yang menerima dan mempercayainya, niscaya ia menjadi walinya dan barangsiapa yang mendustai dan memusuhinya, maka ia adalah musuhnya, dan ia telah menghalalkan darah dan hartanya. Allah سبحانه وتعالى menguatkannya, menjamin pembelaannya, meme-nuhi permohonan-permohonannya, menghinakan musuh-musuh-nya dan menolong wali-walinya. Maka apakah ada kesaksian yang lebih agung dan lebih besar dari kesaksian ini? Tidaklah mungkin bisa mencela kesaksian tersebut kecuali dengan mencela ilmu Allah, kuasaNya dan HikmahNya. Sedang pemberitaan Allah سبحانه وتعالى tentang kesaksian malaikat atas apa yang diturunkan kepada RasulNya, disebabkan oleh kesempurnaan iman mereka dan kemuliaan per-kara yang disaksikan tersebut, dan sesungguhnya perkara yang agung itu tidaklah disaksikan kecuali oleh orang-orang yang khusus, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang kesaksian atas tauhid, ﴾ شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَأُوْلُواْ ٱلۡعِلۡمِ قَآئِمَۢا بِٱلۡقِسۡطِۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ 18 ﴿ "Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (Ali Imran: 18) dan ﴾ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدٗا 28 ﴿ "Dan cukuplah Allah sebagai saksi." (Al-Fath: 28).

An-Nisaa 4:166Listen in Qur'an →
167

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ قَدْ ضَلُّوا۟ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya.

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezhaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, kecuali jalan ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya se-lama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (An-Nisa`: 167-169).

(167) Ketika Allah telah mengabarkan tentang dakwah para rasul , dan mengabarkan tentang dakwah penutup mereka, Muhammad ﷺ, lalu Allah dan para malaikat juga bersaksi atasnya, maka itu mengharuskan kokohnya perkara yang telah ditetapkan dan disaksikan. Karena itu wajiblah mereka diyakini, diimani, dan diikuti. Kemudian Allah mengancam orang yang kufur kepada mereka (para Rasul) seraya berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manu-sia) dari jalan Allah," maksudnya, mereka menggabungkan pada diri mereka antara kufur dengan merintangi manusia dari jalan Allah, mereka itu adalah para pemimpin kekufuran dan penyeru-penyeru kesesatan, ﴾ قَدۡ ضَلُّواْ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا ﴿ "mereka benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya." Kesesatan apalagi yang lebih besar dari kesesatan dirinya dan menyesatkan orang lain, lalu ia kembali dengan dua dosa, pulang dengan dua kerugian dan lenyap darinya dua petunjuk.

(168-169) Karena itulah Allah berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَظَلَمُواْ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezhaliman." Kezhaliman ini merupakan tambahan atas kekufuran mereka, ka-rena apabila kata kezhaliman dipakai secara mutlak, maka kufur itu termasuk di dalamnya, dan yang dimaksud dengan kezhaliman di sini adalah perbuatan-perbuatan kufur dan pendalamannya. Mereka itu jauh dari ampunan dan petunjuk kepada jalan yang lurus, karena itulah Allah berfirman,﴾ لَمۡ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغۡفِرَ لَهُمۡ وَلَا لِيَهۡدِيَهُمۡ طَرِيقًا 168 إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ ﴿ "Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, kecuali jalan ke Neraka Jahanam." Ampunan dan petunjuk tidak diberikan kepada mereka, karena mereka selalu dalam kesesatan mereka, dan keku-furan mereka selalu bertambah, hingga hati mereka tertutup dan jalan-jalan petunjuk terputus karena apa yang telah mereka kerja-kan, dan tidaklah Tuhan kalian itu bertindak aniaya terhadap siapa pun dari hambaNya. ﴾ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٗا ﴿ "Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah," yaitu, Allah tidak akan mempedulikan mereka dan tidak merasa berat, karena mereka tidaklah patut mendapat kebaikan dan tidak sesuai bagi mereka kecuali kondisi yang telah mereka pilih untuk diri mereka sendiri.

An-Nisaa 4:167Listen in Qur'an →
168

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَظَلَمُوا۟ لَمْ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka,

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezhaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, kecuali jalan ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya se-lama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (An-Nisa`: 167-169).

(167) Ketika Allah telah mengabarkan tentang dakwah para rasul , dan mengabarkan tentang dakwah penutup mereka, Muhammad ﷺ, lalu Allah dan para malaikat juga bersaksi atasnya, maka itu mengharuskan kokohnya perkara yang telah ditetapkan dan disaksikan. Karena itu wajiblah mereka diyakini, diimani, dan diikuti. Kemudian Allah mengancam orang yang kufur kepada mereka (para Rasul) seraya berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manu-sia) dari jalan Allah," maksudnya, mereka menggabungkan pada diri mereka antara kufur dengan merintangi manusia dari jalan Allah, mereka itu adalah para pemimpin kekufuran dan penyeru-penyeru kesesatan, ﴾ قَدۡ ضَلُّواْ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا ﴿ "mereka benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya." Kesesatan apalagi yang lebih besar dari kesesatan dirinya dan menyesatkan orang lain, lalu ia kembali dengan dua dosa, pulang dengan dua kerugian dan lenyap darinya dua petunjuk.

(168-169) Karena itulah Allah berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَظَلَمُواْ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezhaliman." Kezhaliman ini merupakan tambahan atas kekufuran mereka, ka-rena apabila kata kezhaliman dipakai secara mutlak, maka kufur itu termasuk di dalamnya, dan yang dimaksud dengan kezhaliman di sini adalah perbuatan-perbuatan kufur dan pendalamannya. Mereka itu jauh dari ampunan dan petunjuk kepada jalan yang lurus, karena itulah Allah berfirman,﴾ لَمۡ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغۡفِرَ لَهُمۡ وَلَا لِيَهۡدِيَهُمۡ طَرِيقًا 168 إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ ﴿ "Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, kecuali jalan ke Neraka Jahanam." Ampunan dan petunjuk tidak diberikan kepada mereka, karena mereka selalu dalam kesesatan mereka, dan keku-furan mereka selalu bertambah, hingga hati mereka tertutup dan jalan-jalan petunjuk terputus karena apa yang telah mereka kerja-kan, dan tidaklah Tuhan kalian itu bertindak aniaya terhadap siapa pun dari hambaNya. ﴾ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٗا ﴿ "Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah," yaitu, Allah tidak akan mempedulikan mereka dan tidak merasa berat, karena mereka tidaklah patut mendapat kebaikan dan tidak sesuai bagi mereka kecuali kondisi yang telah mereka pilih untuk diri mereka sendiri.

An-Nisaa 4:168Listen in Qur'an →
169

إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًۭا

kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezhaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, kecuali jalan ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya se-lama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (An-Nisa`: 167-169).

(167) Ketika Allah telah mengabarkan tentang dakwah para rasul , dan mengabarkan tentang dakwah penutup mereka, Muhammad ﷺ, lalu Allah dan para malaikat juga bersaksi atasnya, maka itu mengharuskan kokohnya perkara yang telah ditetapkan dan disaksikan. Karena itu wajiblah mereka diyakini, diimani, dan diikuti. Kemudian Allah mengancam orang yang kufur kepada mereka (para Rasul) seraya berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manu-sia) dari jalan Allah," maksudnya, mereka menggabungkan pada diri mereka antara kufur dengan merintangi manusia dari jalan Allah, mereka itu adalah para pemimpin kekufuran dan penyeru-penyeru kesesatan, ﴾ قَدۡ ضَلُّواْ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا ﴿ "mereka benar-benar telah sesat sejauh-jauhnya." Kesesatan apalagi yang lebih besar dari kesesatan dirinya dan menyesatkan orang lain, lalu ia kembali dengan dua dosa, pulang dengan dua kerugian dan lenyap darinya dua petunjuk.

(168-169) Karena itulah Allah berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَظَلَمُواْ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezhaliman." Kezhaliman ini merupakan tambahan atas kekufuran mereka, ka-rena apabila kata kezhaliman dipakai secara mutlak, maka kufur itu termasuk di dalamnya, dan yang dimaksud dengan kezhaliman di sini adalah perbuatan-perbuatan kufur dan pendalamannya. Mereka itu jauh dari ampunan dan petunjuk kepada jalan yang lurus, karena itulah Allah berfirman,﴾ لَمۡ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغۡفِرَ لَهُمۡ وَلَا لِيَهۡدِيَهُمۡ طَرِيقًا 168 إِلَّا طَرِيقَ جَهَنَّمَ ﴿ "Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, kecuali jalan ke Neraka Jahanam." Ampunan dan petunjuk tidak diberikan kepada mereka, karena mereka selalu dalam kesesatan mereka, dan keku-furan mereka selalu bertambah, hingga hati mereka tertutup dan jalan-jalan petunjuk terputus karena apa yang telah mereka kerja-kan, dan tidaklah Tuhan kalian itu bertindak aniaya terhadap siapa pun dari hambaNya. ﴾ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٗا ﴿ "Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah," yaitu, Allah tidak akan mempedulikan mereka dan tidak merasa berat, karena mereka tidaklah patut mendapat kebaikan dan tidak sesuai bagi mereka kecuali kondisi yang telah mereka pilih untuk diri mereka sendiri.

An-Nisaa 4:169Listen in Qur'an →
170

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ ٱلرَّسُولُ بِٱلْحَقِّ مِن رَّبِّكُمْ فَـَٔامِنُوا۟ خَيْرًۭا لَّكُمْ ۚ وَإِن تَكْفُرُوا۟ فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًۭا

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

"Wahai manusia, sungguh telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijak-sana." (An-Nisa`: 170).

(170) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan seluruh manusia agar ber-iman kepada hamba dan RasulNya, Muhammad ﷺ, dan Allah me-nyebutkan sebab diharuskannya beriman kepadanya dan manfaat dari beriman kepadanya, serta kemudharatan yang akan didapatkan dengan tidak beriman kepadanya. Adapun sebab yang mengharuskan untuk beriman kepada-nya adalah, kabar Allah bahwa ia datang kepada mereka dengan membawa kebenaran. Artinya, kedatangannya itu sendiri adalah suatu kebenaran dan apa yang dibawanya berupa syariat adalah kebenaran. Seorang yang berakal akan mengetahui bahwa tetapnya orang dalam kejahilan mereka sebenarnya mereka bingung dalam kekufuran mereka dan terus didera kebimbangan. Dan risalah telah terputus dari mereka dan tidak sesuai dengan hikmah Allah dan rahmatNya. Di antara hikmah dan rahmatNya yang agung adalah meng-utus Rasul kepada kaum mereka sendiri agar mengajarkan kepada mereka petunjuk dari kesesatan, dan penyimpangan dari jalan yang lurus. Maka dengan hanya memandang pada kerasulannya merupakan sebuah dalil yang kuat akan kebenaran kenabiannya. Demikian juga memperhatikan apa yang dibawa olehnya berupa syariat yang agung dan jalan yang lurus. Di sana terdapat berita-berita tentang hal-hal ghaib yang telah lampau dan yang akan da-tang, dan kabar tentang Allah dan Hari Akhir yang tidak mungkin diketahui kecuali dengan wahyu maupun kerasulan. Juga terdapat perintah kepada segala kebaikan, keshalihan, kematangan, keadilan, berbuat baik, kejujuran, berbakti, silaturahim, dan akhlak yang terpuji. Dan juga berupa larangan dari kejahatan, kerusakan, kezha-liman, melampaui batas, akhlak yang jelek, berdusta, dan durhaka, yang secara pasti dan sangat meyakinkan bahwa datangnya dari Allah سبحانه وتعالى. Dan setiap kali ilmu seorang hamba bertambah karenanya, akan bertambah pula keimanan dan keyakinannya. Maka inilah sebab yang mendorong kepada keimanan. Adapun manfaat keimanan, Allah telah mengabarkan bahwa hal itu lebih baik ﴾ لَّكُمۡۚ ﴿ "bagi kalian." Baik adalah lawan dari buruk. Maka iman lebih baik bagi kaum Mukminin pada tubuh, hati, jiwa mereka, dunia, dan akhirat mereka. Yang demikian itu karena pengaruh yang diakibatkan olehnya, berupa kemaslahatan maupun manfaat. Setiap balasan yang segera atau tertunda, adalah buah dari keimanan. Kemenangan, petunjuk, ilmu, amal shalih, kebaha-giaan, kesenangan, dan surga dan apa yang terkandung di dalam-nya berupa kenikmatan, semua itu adalah sebab dari Iman, seba-gaimana kesengsaraan duniawi dan ukhrawi adalah karena tidak adanya keimanan atau kurangnya Iman. Sedangkan mudharat karena tidak beriman kepada beliau ﷺ, akan diketahui dari perkara yang berlawanan dengan akibat dari beriman kepadanya, dan bahwa seorang hamba itu tidaklah memudharatkan kecuali dirinya sendiri. Allah سبحانه وتعالى tidak membutuh-kan dirinya, …

An-Nisaa 4:170Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.