Muslim99Muslim99
← Tafsir library

14. Ibrahim

Abraham · Meccan · 52 ayahs

سُورَةُ إِبۡرَاهِيمَ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 21–30 of 52

21

وَبَرَزُوا۟ لِلَّهِ جَمِيعًۭا فَقَالَ ٱلضُّعَفَٰٓؤُا۟ لِلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوٓا۟ إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًۭا فَهَلْ أَنتُم مُّغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍۢ ۚ قَالُوا۟ لَوْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ لَهَدَيْنَٰكُمْ ۖ سَوَآءٌ عَلَيْنَآ أَجَزِعْنَآ أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِن مَّحِيصٍۢ

Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: "Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: "Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri".

"Tidakkah kamu perhatikan, bahwa Allah telah mencipta-kan langit dan bumi dengan haq. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru. Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah. Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul meng-hadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong, 'Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindar-kan dari kami azab Allah (walaupun) sedikit saja,' Mereka menja-wab, 'Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri'." (Ibrahim: 19-21).

(19) Allah تعالى mengingatkan para hambaNya bahwasanya Dia ﴾ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّۚ ﴿ "telah menciptakan langit dan bumi dengan haq", agar makhluk-makhlukNya beribadah kepadaNya, mengenal-Nya, serta memerintahkan dan melarang mereka. Juga supaya me-reka menjadikan keduanya (langit dan bumi) dan seisinya sebagai bukti atas kesempurnaan sifatNya, dan supaya mereka mengetahui bahwa Dzat yang menciptakan langit dan bumi –padahal begitu besar dan luas– mampu untuk mengembalikan mereka kepada ciptaan yang baru, untuk membalas mereka atas kebaikan dan ke-burukan mereka, dan (memberitahukan bahwa) kekuasaan Allah dan kehendakNya tidak kerepotan untuk melakukannya. Oleh karenanya, Allah berfirman, ﴾ إِن يَشَأۡ يُذۡهِبۡكُمۡ وَيَأۡتِ بِخَلۡقٖ جَدِيدٖ ﴿ "Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakanmu, dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru", ayat itu mengandung suatu pengertian, bila Allah menghendaki, niscaya Allah melenyapkan kalian dan mendatangkan umat yang baru selain kalian, yang akan menjadi makhluk yang lebih taat kepada Allah daripada kalian. Dan juga memuat pengertian, jika Allah menghendaki, niscaya Dia akan me-musnahkan kalian lantas mengembalikan wujud kalian dengan membangkitkan kalian (dari kubur) dalam wujud manusia baru. Dua pengertian ini ditunjukkan pada pembahasan Hari Kiamat yang disebutkan Allah nanti.

(20) ﴾ وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ بِعَزِيزٖ ﴿ "Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah", maksudnya, tidak mustahil, bahkan merupakan perkara mudah sekali bagiNya. ﴾ مَّا خَلۡقُكُمۡ وَلَا بَعۡثُكُمۡ إِلَّا كَنَفۡسٖ وَٰحِدَةٍۚ ﴿ "Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja." (Luqman: 28) ﴾ وَهُوَ ٱلَّذِي يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ أَهۡوَنُ عَلَيۡهِۚ ﴿ "Dan Dia-lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemu-dian mengembalikan (menghidupkan)nya, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagiNya." (Ar-Rum: 27).

(21) ﴾ وَبَرَزُواْ ﴿ "Dan mereka akan berkumpul", yaitu makhluk-makhluk ﴾ لِلَّهِ جَمِيعٗا ﴿ "semuanya menghadap ke hadirat Allah", ketika sangkakala ditiup. Mereka pun bangkit dari kubur-kubur menuju Rabb mereka, berdiri di permukaan bumi yang rata, datar sama sekali, tiada sedikit pun kamu melihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi. Mereka berdiri menghadap ke hadirat Allah, …

22

وَقَالَ ٱلشَّيْطَٰنُ لَمَّا قُضِىَ ٱلْأَمْرُ إِنَّ ٱللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ ٱلْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَٰنٍ إِلَّآ أَن دَعَوْتُكُمْ فَٱسْتَجَبْتُمْ لِى ۖ فَلَا تَلُومُونِى وَلُومُوٓا۟ أَنفُسَكُم ۖ مَّآ أَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ أَنتُم بِمُصْرِخِىَّ ۖ إِنِّى كَفَرْتُ بِمَآ أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

"Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah disele-saikan, 'Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap-mu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kamu mencercaku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu, dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (de-ngan Allah) sejak dahulu.' Sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu mendapat siksaan yang pedih. Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal shalih ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Rabb mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah, 'Salam'." (Ibrahim: 22-23).

(22) Artinya ﴾ وَقَالَ ٱلشَّيۡطَٰنُ ﴿ "Dan berkatalah setan", yang men-jadi faktor pemicu segala keburukan yang terjadi di alam semesta, sedang berbicara kepada para penghuni neraka, dalam rangka men-cuci tangannya dari tanggung jawab kepada mereka ﴾ لَمَّا قُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan", penghuni surga memasuki surga dan penghuni neraka masuk ke dalam neraka, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ وَعَدَكُمۡ وَعۡدَ ٱلۡحَقِّ ﴿ "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar", melalui lisan para RasulNya, namun kalian tidak menaati-nya. Jikalau kalian mau menaatinya, niscaya kalian benar-benar akan menjumpai kemenangan besar, ﴾ وَوَعَدتُّكُمۡ ﴿ "dan aku pun telah menjanjikan kepadamu", dengan kebaikan ﴾ فَأَخۡلَفۡتُكُمۡۖ ﴿ "tetapi aku me-nyalahinya", tapi (janji tersebut) tidak terealisasikan, dan harapan yang aku janjikan kepada kalian yang berupa impian-impian yang batil tidak pernah terwujud. ﴾ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيۡكُم مِّن سُلۡطَٰنٍ ﴿ "Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku ter-hadapmu", tidak ada kekuatan hujjah yang mendukung ucapanku, ﴾ إِلَّآ أَن دَعَوۡتُكُمۡ فَٱسۡتَجَبۡتُمۡ لِيۖ ﴿ "melainkan (sekedar) aku menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku", maksudnya, inilah puncak (tujuan) yang aku canangkan, yaitu aku menyeru kalian kepada keinginanku dan aku mengkondisikannya agar nampak indah di mata kalian, lantas kalian menyambut (seruan)ku, lantaran kalian mengikuti hawa nafsu dan dorongan syahwat kalian. Kalau faktanya demikian ﴾ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوٓاْ أَنفُسَكُمۖ ﴿ "oleh sebab itu, janganlah kamu mencercaku. Akan tetapi cerca-lah dirimu sendiri", kalianlah yang menjadi penyebab, dan pada kalianlah inti penyebab hukuman, ﴾ مَّآ أَنَا۠ بِمُصۡرِخِكُمۡ ﴿ "aku sekali-kali tidak dapat menolongmu", aku bukan penolong kalian dari kesulitan yang kalian alami ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُصۡرِخِيَّ ﴿ "dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku", setiap pihak menerima siksanya masing-masing. ﴾ إِنِّي كَفَرۡتُ بِمَآ أَشۡرَكۡتُمُونِ مِن قَبۡلُۗ ﴿ "Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah ) sejak dulu", maksud-nya aku berlepas diri dari tindakan kalian mempersekutukanku denganNya. Aku bukan sekutu bagi Allah, dan tidak wajib (sese-orang) taat kepadaku. ﴾ إِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya …

23

وَأُدْخِلَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جَنَّٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ ۖ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَٰمٌ

Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah "salaam".

"Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah disele-saikan, 'Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap-mu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kamu mencercaku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu, dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (de-ngan Allah) sejak dahulu.' Sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu mendapat siksaan yang pedih. Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal shalih ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Rabb mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah, 'Salam'." (Ibrahim: 22-23).

(22) Artinya ﴾ وَقَالَ ٱلشَّيۡطَٰنُ ﴿ "Dan berkatalah setan", yang men-jadi faktor pemicu segala keburukan yang terjadi di alam semesta, sedang berbicara kepada para penghuni neraka, dalam rangka men-cuci tangannya dari tanggung jawab kepada mereka ﴾ لَمَّا قُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan", penghuni surga memasuki surga dan penghuni neraka masuk ke dalam neraka, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ وَعَدَكُمۡ وَعۡدَ ٱلۡحَقِّ ﴿ "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar", melalui lisan para RasulNya, namun kalian tidak menaati-nya. Jikalau kalian mau menaatinya, niscaya kalian benar-benar akan menjumpai kemenangan besar, ﴾ وَوَعَدتُّكُمۡ ﴿ "dan aku pun telah menjanjikan kepadamu", dengan kebaikan ﴾ فَأَخۡلَفۡتُكُمۡۖ ﴿ "tetapi aku me-nyalahinya", tapi (janji tersebut) tidak terealisasikan, dan harapan yang aku janjikan kepada kalian yang berupa impian-impian yang batil tidak pernah terwujud. ﴾ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيۡكُم مِّن سُلۡطَٰنٍ ﴿ "Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku ter-hadapmu", tidak ada kekuatan hujjah yang mendukung ucapanku, ﴾ إِلَّآ أَن دَعَوۡتُكُمۡ فَٱسۡتَجَبۡتُمۡ لِيۖ ﴿ "melainkan (sekedar) aku menyeru kamu, lalu kamu mematuhi seruanku", maksudnya, inilah puncak (tujuan) yang aku canangkan, yaitu aku menyeru kalian kepada keinginanku dan aku mengkondisikannya agar nampak indah di mata kalian, lantas kalian menyambut (seruan)ku, lantaran kalian mengikuti hawa nafsu dan dorongan syahwat kalian. Kalau faktanya demikian ﴾ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوٓاْ أَنفُسَكُمۖ ﴿ "oleh sebab itu, janganlah kamu mencercaku. Akan tetapi cerca-lah dirimu sendiri", kalianlah yang menjadi penyebab, dan pada kalianlah inti penyebab hukuman, ﴾ مَّآ أَنَا۠ بِمُصۡرِخِكُمۡ ﴿ "aku sekali-kali tidak dapat menolongmu", aku bukan penolong kalian dari kesulitan yang kalian alami ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُصۡرِخِيَّ ﴿ "dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku", setiap pihak menerima siksanya masing-masing. ﴾ إِنِّي كَفَرۡتُ بِمَآ أَشۡرَكۡتُمُونِ مِن قَبۡلُۗ ﴿ "Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah ) sejak dulu", maksud-nya aku berlepas diri dari tindakan kalian mempersekutukanku denganNya. Aku bukan sekutu bagi Allah, dan tidak wajib (sese-orang) taat kepadaku. ﴾ إِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya …

24

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًۭا كَلِمَةًۭ طَيِّبَةًۭ كَشَجَرَةٍۢ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌۭ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,

"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk adalah seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun." (Ibrahim: 24-26).

(24) Allah تعالى berfirman, ﴾ أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا كَلِمَةٗ طَيِّبَةٗ ﴿ "Tidak-kah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan ka-limat yang baik", yaitu persaksian tidak ada sesembahan (yang ber-hak disembah) kecuali Allah, dan cabang-cabangnya adalah ﴾ كَشَجَرَةٖ طَيِّبَةٍ ﴿ "seperti pohon yang baik", yaitu pohon kurma ﴾ أَصۡلُهَا ثَابِتٞ ﴿ "akar-nya teguh" ke dalam tanah ﴾ وَفَرۡعُهَا ﴿ "dan cabangnya", menjulang ﴾ فِي ٱلسَّمَآءِ ﴿ "ke langit", selalu banyak manfaatnya.

(25) ﴾ تُؤۡتِيٓ أُكُلَهَا ﴿ "Pohon itu memberikan buahnya", hasil buah-buahnya ﴾ كُلَّ حِينِۭ بِإِذۡنِ رَبِّهَاۗ ﴿ "pada setiap musim dengan seizin Rabbnya", demikian pula pohon iman, akarnya teguh di hati seorang Mukmin dalam bentuk ilmu dan keyakinan. Cabangnya berbentuk perkataan baik, amal shalih, akhlak yang disukai dan etika-etika yang bagus selalu berada di langit, menuju kepada Allah dari dirinya berupa amalan-amalan dan ucapan-ucapan yang dihasilkan oleh pohon iman, yang menorehkan manfaat bagi seorang Mukmin dan orang lain. ﴾ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ ﴿ "Allah membuat perumpa-maan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat", ke-pada hal-hal yang diperintahkan dan dilarang. Karena di dalam penetapan permisalan terdapat (makna) pendekatan untuk makna yang logis dari permisalan yang dapat dicerna oleh panca indera. Dan makna yang diinginkan Allah menjadi benar-benar terang dan betul-betul jelas. Ini salah satu bentuk rahmat dan keindahan pem-binaanNya (kepada para makhluk). Bagi Allah pujian yang paling sempurna dan paling paripurna serta paling luas. Sifat ini merupa-kan karakteristik kalimat tauhid dan keteguhannya di hati seorang Mukmin.

(26) Kemudian Allah menyebutkan lawannya, yaitu kalimat al-Kufr (perkataan kekufuran) dan cabang-cabangnya. Allah berfir-man, ﴾ وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٖ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ﴿ "Dan perumpamaan kalimat yang buruk adalah seperti pohon yang buruk", untuk dimakan dan dirasakan, ia merupakan pohon Handzhal dan pohon yang serupa lainnya ﴾ ٱجۡتُثَّتۡ ﴿ "yang telah dicabut dengan akar-akarnya", yakni pohon ini (telah dicabut) ﴾ مِن فَوۡقِ ٱلۡأَرۡضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٖ ﴿ "dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun", tidak ada keteguhan, tidak ada akar yang menahannya dan tidak ada buah bagus yang dihasilkannya. Bahkan kalaupun ada buahnya, tapi jenis buah yang jelek. Demikian pula kalimat kekufuran dan kemaksiatan. Tidak ada keteguhan yang bermanfaat dalam hati, tidak menghasilkan melainkan ucapan buruk, dan amalan keji. Orangnya pun justru terancam bahaya olehnya. Tidak mendapatkan manfaat darinya. Amalan shalih darinya tidak …

25

تُؤْتِىٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍۭ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk adalah seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun." (Ibrahim: 24-26).

(24) Allah تعالى berfirman, ﴾ أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا كَلِمَةٗ طَيِّبَةٗ ﴿ "Tidak-kah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan ka-limat yang baik", yaitu persaksian tidak ada sesembahan (yang ber-hak disembah) kecuali Allah, dan cabang-cabangnya adalah ﴾ كَشَجَرَةٖ طَيِّبَةٍ ﴿ "seperti pohon yang baik", yaitu pohon kurma ﴾ أَصۡلُهَا ثَابِتٞ ﴿ "akar-nya teguh" ke dalam tanah ﴾ وَفَرۡعُهَا ﴿ "dan cabangnya", menjulang ﴾ فِي ٱلسَّمَآءِ ﴿ "ke langit", selalu banyak manfaatnya.

(25) ﴾ تُؤۡتِيٓ أُكُلَهَا ﴿ "Pohon itu memberikan buahnya", hasil buah-buahnya ﴾ كُلَّ حِينِۭ بِإِذۡنِ رَبِّهَاۗ ﴿ "pada setiap musim dengan seizin Rabbnya", demikian pula pohon iman, akarnya teguh di hati seorang Mukmin dalam bentuk ilmu dan keyakinan. Cabangnya berbentuk perkataan baik, amal shalih, akhlak yang disukai dan etika-etika yang bagus selalu berada di langit, menuju kepada Allah dari dirinya berupa amalan-amalan dan ucapan-ucapan yang dihasilkan oleh pohon iman, yang menorehkan manfaat bagi seorang Mukmin dan orang lain. ﴾ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ ﴿ "Allah membuat perumpa-maan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat", ke-pada hal-hal yang diperintahkan dan dilarang. Karena di dalam penetapan permisalan terdapat (makna) pendekatan untuk makna yang logis dari permisalan yang dapat dicerna oleh panca indera. Dan makna yang diinginkan Allah menjadi benar-benar terang dan betul-betul jelas. Ini salah satu bentuk rahmat dan keindahan pem-binaanNya (kepada para makhluk). Bagi Allah pujian yang paling sempurna dan paling paripurna serta paling luas. Sifat ini merupa-kan karakteristik kalimat tauhid dan keteguhannya di hati seorang Mukmin.

(26) Kemudian Allah menyebutkan lawannya, yaitu kalimat al-Kufr (perkataan kekufuran) dan cabang-cabangnya. Allah berfir-man, ﴾ وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٖ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ﴿ "Dan perumpamaan kalimat yang buruk adalah seperti pohon yang buruk", untuk dimakan dan dirasakan, ia merupakan pohon Handzhal dan pohon yang serupa lainnya ﴾ ٱجۡتُثَّتۡ ﴿ "yang telah dicabut dengan akar-akarnya", yakni pohon ini (telah dicabut) ﴾ مِن فَوۡقِ ٱلۡأَرۡضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٖ ﴿ "dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun", tidak ada keteguhan, tidak ada akar yang menahannya dan tidak ada buah bagus yang dihasilkannya. Bahkan kalaupun ada buahnya, tapi jenis buah yang jelek. Demikian pula kalimat kekufuran dan kemaksiatan. Tidak ada keteguhan yang bermanfaat dalam hati, tidak menghasilkan melainkan ucapan buruk, dan amalan keji. Orangnya pun justru terancam bahaya olehnya. Tidak mendapatkan manfaat darinya. Amalan shalih darinya tidak …

26

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍۢ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ ٱلْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍۢ

Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.

"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk adalah seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun." (Ibrahim: 24-26).

(24) Allah تعالى berfirman, ﴾ أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلٗا كَلِمَةٗ طَيِّبَةٗ ﴿ "Tidak-kah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan ka-limat yang baik", yaitu persaksian tidak ada sesembahan (yang ber-hak disembah) kecuali Allah, dan cabang-cabangnya adalah ﴾ كَشَجَرَةٖ طَيِّبَةٍ ﴿ "seperti pohon yang baik", yaitu pohon kurma ﴾ أَصۡلُهَا ثَابِتٞ ﴿ "akar-nya teguh" ke dalam tanah ﴾ وَفَرۡعُهَا ﴿ "dan cabangnya", menjulang ﴾ فِي ٱلسَّمَآءِ ﴿ "ke langit", selalu banyak manfaatnya.

(25) ﴾ تُؤۡتِيٓ أُكُلَهَا ﴿ "Pohon itu memberikan buahnya", hasil buah-buahnya ﴾ كُلَّ حِينِۭ بِإِذۡنِ رَبِّهَاۗ ﴿ "pada setiap musim dengan seizin Rabbnya", demikian pula pohon iman, akarnya teguh di hati seorang Mukmin dalam bentuk ilmu dan keyakinan. Cabangnya berbentuk perkataan baik, amal shalih, akhlak yang disukai dan etika-etika yang bagus selalu berada di langit, menuju kepada Allah dari dirinya berupa amalan-amalan dan ucapan-ucapan yang dihasilkan oleh pohon iman, yang menorehkan manfaat bagi seorang Mukmin dan orang lain. ﴾ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَذَكَّرُونَ ﴿ "Allah membuat perumpa-maan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat", ke-pada hal-hal yang diperintahkan dan dilarang. Karena di dalam penetapan permisalan terdapat (makna) pendekatan untuk makna yang logis dari permisalan yang dapat dicerna oleh panca indera. Dan makna yang diinginkan Allah menjadi benar-benar terang dan betul-betul jelas. Ini salah satu bentuk rahmat dan keindahan pem-binaanNya (kepada para makhluk). Bagi Allah pujian yang paling sempurna dan paling paripurna serta paling luas. Sifat ini merupa-kan karakteristik kalimat tauhid dan keteguhannya di hati seorang Mukmin.

(26) Kemudian Allah menyebutkan lawannya, yaitu kalimat al-Kufr (perkataan kekufuran) dan cabang-cabangnya. Allah berfir-man, ﴾ وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٖ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ﴿ "Dan perumpamaan kalimat yang buruk adalah seperti pohon yang buruk", untuk dimakan dan dirasakan, ia merupakan pohon Handzhal dan pohon yang serupa lainnya ﴾ ٱجۡتُثَّتۡ ﴿ "yang telah dicabut dengan akar-akarnya", yakni pohon ini (telah dicabut) ﴾ مِن فَوۡقِ ٱلۡأَرۡضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٖ ﴿ "dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun", tidak ada keteguhan, tidak ada akar yang menahannya dan tidak ada buah bagus yang dihasilkannya. Bahkan kalaupun ada buahnya, tapi jenis buah yang jelek. Demikian pula kalimat kekufuran dan kemaksiatan. Tidak ada keteguhan yang bermanfaat dalam hati, tidak menghasilkan melainkan ucapan buruk, dan amalan keji. Orangnya pun justru terancam bahaya olehnya. Tidak mendapatkan manfaat darinya. Amalan shalih darinya tidak …

27

يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱلْقَوْلِ ٱلثَّابِتِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّٰلِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.

"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan berbuat apa yang Dia kehendaki." (Ibrahim: 27).

(27) Allah تعالى memberitahukan bahwa Dia meneguhkan (hati) para hambaNya yang beriman, yaitu orang-orang yang melaksana-kan kewajiban mereka berupa keimanan hati yang sempurna, yang berkonsekuensi pelaksanaan amalan-amalan fisik dan mengembang-kannya. Maka Allah menetapkan hati mereka di kehidupan dunia saat gencarnya syubhat-syubhat dengan kekuatan hidayah menuju keyakinan, dan saat bermunculannya syahwat-syahwat melalui tekad baja untuk lebih mengutamakan hal-hal yang dicintai Allah daripada bisikan hawa nafsu dan hasratnya. Sementara itu, di akhi-rat kelak, ketika kematian datang, (Dia menetapkan hati) dengan keteguhan berpedoman pada agama Islam dan husnul khatimah. Sedangkan di kubur nanti, saat menghadapi pertanyaan dua ma-laikat (maka Allah meneguhkannya) dengan (memudahkannya untuk) menjawabnya dengan jawaban yang benar, ketika dilontar-kan kepada mayat: Siapakah Rabbmu? Apakah agamamu? Dan siapakah nabimu? Allah memberikan hidayah kepada mereka untuk menjawab dengan benar, dengan menjawab, "Allah Rabbku, Islam agamaku dan Muhammad Nabiku." ﴾ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّٰلِمِينَۚ ﴿ "Dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim", dari jalan kebenaran di dunia dan akhirat. Allah tidak ber-buat kezhaliman kepada mereka. Mereka sendirilah yang telah meng-aniaya diri mereka sendiri. Dalam ayat ini, terkandung petunjuk tentang wujud fitnah kubur, siksaan dan kenikmatan padanya, sebagaimana tertuang dalam banyak nash dari Nabi tentang fitnah dan bentuknya, kenik-matan kubur dan siksanya.

28

۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ بَدَّلُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ كُفْرًۭا وَأَحَلُّوا۟ قَوْمَهُمْ دَارَ ٱلْبَوَارِ

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?,

"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menukar nik-mat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan. Yaitu Neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalanNya. Katakanlah, 'Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka'." (Ibrahim: 28-30).

(28) Allah تعالى berfirman menjelaskan kondisi riil orang-orang yang mendustakan RasulNya, dari kalangan orang-orang kafir Quraisy dan kesudahan ulah mereka. ﴾ أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ بَدَّلُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ كُفۡرٗا ﴿ "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menukar nikmat Allah dengan kekafiran", kenikmatan dari Allah yakni pengutusan Mu-hammad kepada mereka untuk menyeru mereka kepada pencapaian kebaikan-kebaikan di dunia dan akhirat, dan (menyeru) kepada keselamatan dari macam-macam kejelekan dunia dan akhirat. Mereka menggantikan nikmat ini dengan menampiknya dan mengingkari-nya serta berpaling darinya dengan tindakan diri mereka sendiri dan menghalangi orang lain sehingga ﴾ أ َ ح َ ل ّ ُ و ْ ا قَوۡمَهُمۡ دَارَ ٱلۡبَوَارِ ﴿ "dan men-jatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan", yaitu neraka. Mereka menjadi faktor penyebab kesesatan mereka sendiri, hingga menjelma sebagai malapetaka bagi kaum mereka, padahal diperkirakan memberikan manfaat bagi mereka. Di antaranya, mereka berhasil membujuk kaum mereka untuk keluar menuju perang Badar guna memerangi Allah dan RasulNya. Maka, terjadilah apa yang sudah dibukukan sejarah. Banyak pembesar dan tokoh mereka yang terbunuh dalam pertempuran tersebut.

(29) ﴾ جَهَنَّمَ يَصۡلَوۡنَهَاۖ ﴿ "Yaitu Neraka Jahanam, mereka masuk ke dalamnya", panasnya akan mengitari diri mereka dari semua sisi. ﴾ وَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ﴿ "Dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman."

(30) ﴾ وَجَعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا ﴿ "Dan orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah", tandingan-tandingan dan sekutu-sekutu ﴾ لِّيُضِلُّواْ عَن سَبِيلِهِۦۗ ﴿ "supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalanNya", untuk menyesatkan para hamba dari jalan Allah melalui tandingan-tandingan yang telah mereka tetapkan bagi Allah dan menyeru orang-orang untuk menyembahnya. ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", untuk meng-ancam mereka, ﴾ تَمَتَّعُواْ ﴿ "Bersenang-senanglah", dengan kekufuran dan kesesatan kalian sejenak. Kesempatan itu tidaklah bermanfaat bagi kalian ﴾ فَإِنَّ مَصِيرَكُمۡ إِلَى ٱلنَّارِ ﴿ "karena sesungguhnya tempat kembali-mu ialah neraka", tempat kembali dan tempat kesudahan mereka adalah di dalamnya. Dan neraka itu merupakan seburuk-buruk tempat kembali.

29

جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا ۖ وَبِئْسَ ٱلْقَرَارُ

yaitu neraka jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.

"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menukar nik-mat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan. Yaitu Neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalanNya. Katakanlah, 'Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka'." (Ibrahim: 28-30).

(28) Allah تعالى berfirman menjelaskan kondisi riil orang-orang yang mendustakan RasulNya, dari kalangan orang-orang kafir Quraisy dan kesudahan ulah mereka. ﴾ أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ بَدَّلُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ كُفۡرٗا ﴿ "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menukar nikmat Allah dengan kekafiran", kenikmatan dari Allah yakni pengutusan Mu-hammad kepada mereka untuk menyeru mereka kepada pencapaian kebaikan-kebaikan di dunia dan akhirat, dan (menyeru) kepada keselamatan dari macam-macam kejelekan dunia dan akhirat. Mereka menggantikan nikmat ini dengan menampiknya dan mengingkari-nya serta berpaling darinya dengan tindakan diri mereka sendiri dan menghalangi orang lain sehingga ﴾ أ َ ح َ ل ّ ُ و ْ ا قَوۡمَهُمۡ دَارَ ٱلۡبَوَارِ ﴿ "dan men-jatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan", yaitu neraka. Mereka menjadi faktor penyebab kesesatan mereka sendiri, hingga menjelma sebagai malapetaka bagi kaum mereka, padahal diperkirakan memberikan manfaat bagi mereka. Di antaranya, mereka berhasil membujuk kaum mereka untuk keluar menuju perang Badar guna memerangi Allah dan RasulNya. Maka, terjadilah apa yang sudah dibukukan sejarah. Banyak pembesar dan tokoh mereka yang terbunuh dalam pertempuran tersebut.

(29) ﴾ جَهَنَّمَ يَصۡلَوۡنَهَاۖ ﴿ "Yaitu Neraka Jahanam, mereka masuk ke dalamnya", panasnya akan mengitari diri mereka dari semua sisi. ﴾ وَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ﴿ "Dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman."

(30) ﴾ وَجَعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا ﴿ "Dan orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah", tandingan-tandingan dan sekutu-sekutu ﴾ لِّيُضِلُّواْ عَن سَبِيلِهِۦۗ ﴿ "supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalanNya", untuk menyesatkan para hamba dari jalan Allah melalui tandingan-tandingan yang telah mereka tetapkan bagi Allah dan menyeru orang-orang untuk menyembahnya. ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", untuk meng-ancam mereka, ﴾ تَمَتَّعُواْ ﴿ "Bersenang-senanglah", dengan kekufuran dan kesesatan kalian sejenak. Kesempatan itu tidaklah bermanfaat bagi kalian ﴾ فَإِنَّ مَصِيرَكُمۡ إِلَى ٱلنَّارِ ﴿ "karena sesungguhnya tempat kembali-mu ialah neraka", tempat kembali dan tempat kesudahan mereka adalah di dalamnya. Dan neraka itu merupakan seburuk-buruk tempat kembali.

30

وَجَعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًۭا لِّيُضِلُّوا۟ عَن سَبِيلِهِۦ ۗ قُلْ تَمَتَّعُوا۟ فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى ٱلنَّارِ

Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka".

"Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menukar nik-mat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan. Yaitu Neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalanNya. Katakanlah, 'Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka'." (Ibrahim: 28-30).

(28) Allah تعالى berfirman menjelaskan kondisi riil orang-orang yang mendustakan RasulNya, dari kalangan orang-orang kafir Quraisy dan kesudahan ulah mereka. ﴾ أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ بَدَّلُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ كُفۡرٗا ﴿ "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menukar nikmat Allah dengan kekafiran", kenikmatan dari Allah yakni pengutusan Mu-hammad kepada mereka untuk menyeru mereka kepada pencapaian kebaikan-kebaikan di dunia dan akhirat, dan (menyeru) kepada keselamatan dari macam-macam kejelekan dunia dan akhirat. Mereka menggantikan nikmat ini dengan menampiknya dan mengingkari-nya serta berpaling darinya dengan tindakan diri mereka sendiri dan menghalangi orang lain sehingga ﴾ أ َ ح َ ل ّ ُ و ْ ا قَوۡمَهُمۡ دَارَ ٱلۡبَوَارِ ﴿ "dan men-jatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan", yaitu neraka. Mereka menjadi faktor penyebab kesesatan mereka sendiri, hingga menjelma sebagai malapetaka bagi kaum mereka, padahal diperkirakan memberikan manfaat bagi mereka. Di antaranya, mereka berhasil membujuk kaum mereka untuk keluar menuju perang Badar guna memerangi Allah dan RasulNya. Maka, terjadilah apa yang sudah dibukukan sejarah. Banyak pembesar dan tokoh mereka yang terbunuh dalam pertempuran tersebut.

(29) ﴾ جَهَنَّمَ يَصۡلَوۡنَهَاۖ ﴿ "Yaitu Neraka Jahanam, mereka masuk ke dalamnya", panasnya akan mengitari diri mereka dari semua sisi. ﴾ وَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ﴿ "Dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman."

(30) ﴾ وَجَعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا ﴿ "Dan orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah", tandingan-tandingan dan sekutu-sekutu ﴾ لِّيُضِلُّواْ عَن سَبِيلِهِۦۗ ﴿ "supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalanNya", untuk menyesatkan para hamba dari jalan Allah melalui tandingan-tandingan yang telah mereka tetapkan bagi Allah dan menyeru orang-orang untuk menyembahnya. ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", untuk meng-ancam mereka, ﴾ تَمَتَّعُواْ ﴿ "Bersenang-senanglah", dengan kekufuran dan kesesatan kalian sejenak. Kesempatan itu tidaklah bermanfaat bagi kalian ﴾ فَإِنَّ مَصِيرَكُمۡ إِلَى ٱلنَّارِ ﴿ "karena sesungguhnya tempat kembali-mu ialah neraka", tempat kembali dan tempat kesudahan mereka adalah di dalamnya. Dan neraka itu merupakan seburuk-buruk tempat kembali.

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.