Muslim99Muslim99
← Tafsir library

15. Al-Hijr

The Rock · Meccan · 99 ayahs

سُورَةُ الحِجۡرِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 1–10 of 99

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

1

الٓر ۚ تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ وَقُرْءَانٍۢ مُّبِينٍۢ

Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al Quran yang memberi penjelasan.

"Alif, lam, ra. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) al-Qur`an yang mem-beri penjelasan. Orang-orang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang Muslim. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan ber-senang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan kosong , maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). Dan tidaklah Kami membinasakan suatu negeri pun melainkan telah ditentukan masa kebinasaannya. Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan-(nya)." (Al-Hijr: 1-5).

Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang"

(1) Allah سبحانه وتعالى berfirman untuk mengagungkan kitabNya lagi untuk memujinya, ﴾ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "(Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat al-Kitab (yang sempurna)", ayat-ayat yang menunjukkan makna-makna yang paling bagus dan tuntutan yang paling mulia, ﴾ وَقُرۡءَانٖ مُّبِينٖ ﴿ "yaitu (ayat-ayat) al-Qur`an yang memberi penjelasan", untuk fakta-fakta dengan lafazh yang terindah dan paling jelas ser-ta lebih mengarah kepada maksud pembicaraan.

(2) Ini merupakan salah satu faktor yang mengharuskan para makhluk untuk tunduk patuh kepadaNya, berserah diri terhadap hukumNya, dan menanggapinya dengan tangan terbuka, riang dan gembira. Sedangkan orang yang menyikapi nikmat agung ini dengan menampik dan mengingkarinya, maka dia termasuk orang-orang yang mendustakan lagi sesat. Mereka akan kedatangan satu waktu, yang nantinya mereka akan berandai-andai untuk menjadi orang-orang Muslim. Maksudnya, tunduk patuh kepada hukum-hukum-Nya. Peristiwa itu terjadi tatkala tabir penutup tersingkap dan tan-da-tanda datangnya Hari Akhirat serta gejala-gejala permulaan tibanya ajal tampak. Saat berada dalam suasana akhirat kelak, mereka berharap menjadi orang-orang yang berserah diri, namun kesem-patan sudah hilang. Tapi memang mereka di dunia ini, tertipu.

(3) ﴾ ذَرۡهُمۡ يَأۡكُلُواْ وَيَتَمَتَّعُواْ ﴿ "Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang", dengan kelezatan-kelezatan (hidup) mereka ﴾ وَيُلۡهِهِمُ ٱلۡأَمَلُۖ ﴿ "dan dilalaikan oleh angan-angan kosong", maksudnya mengimpikan keabadian hidup di dunia sehingga melalaikan me-reka dari akhirat. ﴾ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)" mereka akan mengetahui bahwa keyakin-an yang mereka pegangi adalah batil, amalan-amalan mereka akan lenyap menjelma kerugian yang mesti mereka tanggung. Janganlah mereka terperdaya dengan penangguhan tempo oleh Allah (bagi mereka). Ini sudah menjadi ketetapan Allah pada umat-umat ma-nusia.

(4) ﴾ وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ ﴿ "Dan tidaklah Kami membinasakan suatu negeri pun", umat manusia yang pantas untuk ditimpa siksaan, ﴾ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٞ مَّعۡلُومٞ ﴿ "melainkan telah ditentukan masa kebinasaannya", sudah ditentukan waktu pemusnahannya.

(5) ﴾ مَّا تَسۡبِقُ مِنۡ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسۡتَـٔۡخِرُونَ ﴿ "Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan-(nya)", (semua sudah ditentukan waktunya), kalau tidak demikian, dosa-dosa pasti …

2

رُّبَمَا يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْ كَانُوا۟ مُسْلِمِينَ

Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.

"Alif, lam, ra. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) al-Qur`an yang mem-beri penjelasan. Orang-orang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang Muslim. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan ber-senang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan kosong , maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). Dan tidaklah Kami membinasakan suatu negeri pun melainkan telah ditentukan masa kebinasaannya. Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan-(nya)." (Al-Hijr: 1-5).

Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang"

(1) Allah سبحانه وتعالى berfirman untuk mengagungkan kitabNya lagi untuk memujinya, ﴾ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "(Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat al-Kitab (yang sempurna)", ayat-ayat yang menunjukkan makna-makna yang paling bagus dan tuntutan yang paling mulia, ﴾ وَقُرۡءَانٖ مُّبِينٖ ﴿ "yaitu (ayat-ayat) al-Qur`an yang memberi penjelasan", untuk fakta-fakta dengan lafazh yang terindah dan paling jelas ser-ta lebih mengarah kepada maksud pembicaraan.

(2) Ini merupakan salah satu faktor yang mengharuskan para makhluk untuk tunduk patuh kepadaNya, berserah diri terhadap hukumNya, dan menanggapinya dengan tangan terbuka, riang dan gembira. Sedangkan orang yang menyikapi nikmat agung ini dengan menampik dan mengingkarinya, maka dia termasuk orang-orang yang mendustakan lagi sesat. Mereka akan kedatangan satu waktu, yang nantinya mereka akan berandai-andai untuk menjadi orang-orang Muslim. Maksudnya, tunduk patuh kepada hukum-hukum-Nya. Peristiwa itu terjadi tatkala tabir penutup tersingkap dan tan-da-tanda datangnya Hari Akhirat serta gejala-gejala permulaan tibanya ajal tampak. Saat berada dalam suasana akhirat kelak, mereka berharap menjadi orang-orang yang berserah diri, namun kesem-patan sudah hilang. Tapi memang mereka di dunia ini, tertipu.

(3) ﴾ ذَرۡهُمۡ يَأۡكُلُواْ وَيَتَمَتَّعُواْ ﴿ "Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang", dengan kelezatan-kelezatan (hidup) mereka ﴾ وَيُلۡهِهِمُ ٱلۡأَمَلُۖ ﴿ "dan dilalaikan oleh angan-angan kosong", maksudnya mengimpikan keabadian hidup di dunia sehingga melalaikan me-reka dari akhirat. ﴾ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)" mereka akan mengetahui bahwa keyakin-an yang mereka pegangi adalah batil, amalan-amalan mereka akan lenyap menjelma kerugian yang mesti mereka tanggung. Janganlah mereka terperdaya dengan penangguhan tempo oleh Allah (bagi mereka). Ini sudah menjadi ketetapan Allah pada umat-umat ma-nusia.

(4) ﴾ وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ ﴿ "Dan tidaklah Kami membinasakan suatu negeri pun", umat manusia yang pantas untuk ditimpa siksaan, ﴾ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٞ مَّعۡلُومٞ ﴿ "melainkan telah ditentukan masa kebinasaannya", sudah ditentukan waktu pemusnahannya.

(5) ﴾ مَّا تَسۡبِقُ مِنۡ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسۡتَـٔۡخِرُونَ ﴿ "Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan-(nya)", (semua sudah ditentukan waktunya), kalau tidak demikian, dosa-dosa pasti …

3

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا۟ وَيَتَمَتَّعُوا۟ وَيُلْهِهِمُ ٱلْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).

"Alif, lam, ra. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) al-Qur`an yang mem-beri penjelasan. Orang-orang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang Muslim. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan ber-senang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan kosong , maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). Dan tidaklah Kami membinasakan suatu negeri pun melainkan telah ditentukan masa kebinasaannya. Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan-(nya)." (Al-Hijr: 1-5).

Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang"

(1) Allah سبحانه وتعالى berfirman untuk mengagungkan kitabNya lagi untuk memujinya, ﴾ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "(Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat al-Kitab (yang sempurna)", ayat-ayat yang menunjukkan makna-makna yang paling bagus dan tuntutan yang paling mulia, ﴾ وَقُرۡءَانٖ مُّبِينٖ ﴿ "yaitu (ayat-ayat) al-Qur`an yang memberi penjelasan", untuk fakta-fakta dengan lafazh yang terindah dan paling jelas ser-ta lebih mengarah kepada maksud pembicaraan.

(2) Ini merupakan salah satu faktor yang mengharuskan para makhluk untuk tunduk patuh kepadaNya, berserah diri terhadap hukumNya, dan menanggapinya dengan tangan terbuka, riang dan gembira. Sedangkan orang yang menyikapi nikmat agung ini dengan menampik dan mengingkarinya, maka dia termasuk orang-orang yang mendustakan lagi sesat. Mereka akan kedatangan satu waktu, yang nantinya mereka akan berandai-andai untuk menjadi orang-orang Muslim. Maksudnya, tunduk patuh kepada hukum-hukum-Nya. Peristiwa itu terjadi tatkala tabir penutup tersingkap dan tan-da-tanda datangnya Hari Akhirat serta gejala-gejala permulaan tibanya ajal tampak. Saat berada dalam suasana akhirat kelak, mereka berharap menjadi orang-orang yang berserah diri, namun kesem-patan sudah hilang. Tapi memang mereka di dunia ini, tertipu.

(3) ﴾ ذَرۡهُمۡ يَأۡكُلُواْ وَيَتَمَتَّعُواْ ﴿ "Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang", dengan kelezatan-kelezatan (hidup) mereka ﴾ وَيُلۡهِهِمُ ٱلۡأَمَلُۖ ﴿ "dan dilalaikan oleh angan-angan kosong", maksudnya mengimpikan keabadian hidup di dunia sehingga melalaikan me-reka dari akhirat. ﴾ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)" mereka akan mengetahui bahwa keyakin-an yang mereka pegangi adalah batil, amalan-amalan mereka akan lenyap menjelma kerugian yang mesti mereka tanggung. Janganlah mereka terperdaya dengan penangguhan tempo oleh Allah (bagi mereka). Ini sudah menjadi ketetapan Allah pada umat-umat ma-nusia.

(4) ﴾ وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ ﴿ "Dan tidaklah Kami membinasakan suatu negeri pun", umat manusia yang pantas untuk ditimpa siksaan, ﴾ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٞ مَّعۡلُومٞ ﴿ "melainkan telah ditentukan masa kebinasaannya", sudah ditentukan waktu pemusnahannya.

(5) ﴾ مَّا تَسۡبِقُ مِنۡ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسۡتَـٔۡخِرُونَ ﴿ "Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan-(nya)", (semua sudah ditentukan waktunya), kalau tidak demikian, dosa-dosa pasti …

4

وَمَآ أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٌۭ مَّعْلُومٌۭ

Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan.

"Alif, lam, ra. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) al-Qur`an yang mem-beri penjelasan. Orang-orang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang Muslim. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan ber-senang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan kosong , maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). Dan tidaklah Kami membinasakan suatu negeri pun melainkan telah ditentukan masa kebinasaannya. Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan-(nya)." (Al-Hijr: 1-5).

Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang"

(1) Allah سبحانه وتعالى berfirman untuk mengagungkan kitabNya lagi untuk memujinya, ﴾ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "(Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat al-Kitab (yang sempurna)", ayat-ayat yang menunjukkan makna-makna yang paling bagus dan tuntutan yang paling mulia, ﴾ وَقُرۡءَانٖ مُّبِينٖ ﴿ "yaitu (ayat-ayat) al-Qur`an yang memberi penjelasan", untuk fakta-fakta dengan lafazh yang terindah dan paling jelas ser-ta lebih mengarah kepada maksud pembicaraan.

(2) Ini merupakan salah satu faktor yang mengharuskan para makhluk untuk tunduk patuh kepadaNya, berserah diri terhadap hukumNya, dan menanggapinya dengan tangan terbuka, riang dan gembira. Sedangkan orang yang menyikapi nikmat agung ini dengan menampik dan mengingkarinya, maka dia termasuk orang-orang yang mendustakan lagi sesat. Mereka akan kedatangan satu waktu, yang nantinya mereka akan berandai-andai untuk menjadi orang-orang Muslim. Maksudnya, tunduk patuh kepada hukum-hukum-Nya. Peristiwa itu terjadi tatkala tabir penutup tersingkap dan tan-da-tanda datangnya Hari Akhirat serta gejala-gejala permulaan tibanya ajal tampak. Saat berada dalam suasana akhirat kelak, mereka berharap menjadi orang-orang yang berserah diri, namun kesem-patan sudah hilang. Tapi memang mereka di dunia ini, tertipu.

(3) ﴾ ذَرۡهُمۡ يَأۡكُلُواْ وَيَتَمَتَّعُواْ ﴿ "Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang", dengan kelezatan-kelezatan (hidup) mereka ﴾ وَيُلۡهِهِمُ ٱلۡأَمَلُۖ ﴿ "dan dilalaikan oleh angan-angan kosong", maksudnya mengimpikan keabadian hidup di dunia sehingga melalaikan me-reka dari akhirat. ﴾ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)" mereka akan mengetahui bahwa keyakin-an yang mereka pegangi adalah batil, amalan-amalan mereka akan lenyap menjelma kerugian yang mesti mereka tanggung. Janganlah mereka terperdaya dengan penangguhan tempo oleh Allah (bagi mereka). Ini sudah menjadi ketetapan Allah pada umat-umat ma-nusia.

(4) ﴾ وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ ﴿ "Dan tidaklah Kami membinasakan suatu negeri pun", umat manusia yang pantas untuk ditimpa siksaan, ﴾ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٞ مَّعۡلُومٞ ﴿ "melainkan telah ditentukan masa kebinasaannya", sudah ditentukan waktu pemusnahannya.

(5) ﴾ مَّا تَسۡبِقُ مِنۡ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسۡتَـٔۡخِرُونَ ﴿ "Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan-(nya)", (semua sudah ditentukan waktunya), kalau tidak demikian, dosa-dosa pasti …

5

مَّا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَـْٔخِرُونَ

Tidak ada suatu umatpun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan(nya).

"Alif, lam, ra. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) al-Qur`an yang mem-beri penjelasan. Orang-orang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang Muslim. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan ber-senang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan kosong , maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). Dan tidaklah Kami membinasakan suatu negeri pun melainkan telah ditentukan masa kebinasaannya. Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan-(nya)." (Al-Hijr: 1-5).

Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang"

(1) Allah سبحانه وتعالى berfirman untuk mengagungkan kitabNya lagi untuk memujinya, ﴾ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "(Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat al-Kitab (yang sempurna)", ayat-ayat yang menunjukkan makna-makna yang paling bagus dan tuntutan yang paling mulia, ﴾ وَقُرۡءَانٖ مُّبِينٖ ﴿ "yaitu (ayat-ayat) al-Qur`an yang memberi penjelasan", untuk fakta-fakta dengan lafazh yang terindah dan paling jelas ser-ta lebih mengarah kepada maksud pembicaraan.

(2) Ini merupakan salah satu faktor yang mengharuskan para makhluk untuk tunduk patuh kepadaNya, berserah diri terhadap hukumNya, dan menanggapinya dengan tangan terbuka, riang dan gembira. Sedangkan orang yang menyikapi nikmat agung ini dengan menampik dan mengingkarinya, maka dia termasuk orang-orang yang mendustakan lagi sesat. Mereka akan kedatangan satu waktu, yang nantinya mereka akan berandai-andai untuk menjadi orang-orang Muslim. Maksudnya, tunduk patuh kepada hukum-hukum-Nya. Peristiwa itu terjadi tatkala tabir penutup tersingkap dan tan-da-tanda datangnya Hari Akhirat serta gejala-gejala permulaan tibanya ajal tampak. Saat berada dalam suasana akhirat kelak, mereka berharap menjadi orang-orang yang berserah diri, namun kesem-patan sudah hilang. Tapi memang mereka di dunia ini, tertipu.

(3) ﴾ ذَرۡهُمۡ يَأۡكُلُواْ وَيَتَمَتَّعُواْ ﴿ "Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang", dengan kelezatan-kelezatan (hidup) mereka ﴾ وَيُلۡهِهِمُ ٱلۡأَمَلُۖ ﴿ "dan dilalaikan oleh angan-angan kosong", maksudnya mengimpikan keabadian hidup di dunia sehingga melalaikan me-reka dari akhirat. ﴾ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ﴿ "Maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)" mereka akan mengetahui bahwa keyakin-an yang mereka pegangi adalah batil, amalan-amalan mereka akan lenyap menjelma kerugian yang mesti mereka tanggung. Janganlah mereka terperdaya dengan penangguhan tempo oleh Allah (bagi mereka). Ini sudah menjadi ketetapan Allah pada umat-umat ma-nusia.

(4) ﴾ وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ ﴿ "Dan tidaklah Kami membinasakan suatu negeri pun", umat manusia yang pantas untuk ditimpa siksaan, ﴾ إِلَّا وَلَهَا كِتَابٞ مَّعۡلُومٞ ﴿ "melainkan telah ditentukan masa kebinasaannya", sudah ditentukan waktu pemusnahannya.

(5) ﴾ مَّا تَسۡبِقُ مِنۡ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسۡتَـٔۡخِرُونَ ﴿ "Tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat mengundurkan-(nya)", (semua sudah ditentukan waktunya), kalau tidak demikian, dosa-dosa pasti …

6

وَقَالُوا۟ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِى نُزِّلَ عَلَيْهِ ٱلذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌۭ

Mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan Al Quran kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila.

"Mereka berkata, 'Hai orang yang diturunkan al-Qur`an ke-padanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila. Menga-pa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar?' Kami tidak menurunkan ma-laikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiada-lah mereka ketika itu diberi tangguh. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur`an dan sesungguhnya Kami benar-benar me-meliharanya." (Al-Hijr: 6-9).

(6) Maksudnya, orang-orang mukadzdzibin (yang mendusta-kan) berkata kepada Muhammad dalam rangka untuk mengejek dan memperolok beliau, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِي نُزِّلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ ﴿ "Hai orang yang di-turunkan al-Qur`an kepadanya", menurut persangkaanmu, ﴾ إِنَّكَ لَمَجۡنُونٞ ﴿ "sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila", sebab engkau me-ngira kami akan mengikutimu dan menyingkirkan kebudayaan-kebudayaan nenek moyang kami hanya dengan ucapanmu saja.

(7-8) ﴾ لَّوۡ مَا تَأۡتِينَا بِٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami", yang bersaksi bagi dirimu atas kebenaran risalah yang engkau bawa, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar", ketika engkau tidak bisa mendatangkan malaikat, berarti kamu bukan orang yang jujur. Ini adalah termasuk bentuk kezhaliman dan kebodohan yang parah. Tentang tindak kezhaliman (mereka), maka sudah tampak jelas. Sesungguhnya sikap itu merupakan bentuk kelancangan dan keras kepala mereka ter-hadap Allah dengan meminta datangnya tanda-tanda bukti kebe-naran (Nabi) yang mana Allah belum memilihnya (untuk diturun-kan). Padahal, tujuan dan petunjuk yang mengarah ke sana sudah tercapai tanpa menggunakannya, melalui tanda-tanda kebenaran (lain) yang banyak yang menandakan kebenaran risalah yang beliau bawa. Berkaitan dengan aspek kebodohan mereka, maka sebenarnya mereka tidak bisa membedakan maslahat bagi mereka sendiri dari bahaya. Kedatangan para malaikat kepada mereka tidak berarti kebaikan bagi mereka. Justru, Allah tidak mengirimkan malaikat kecuali dengan al-haq (siksaan) yang sudah tidak ada penundaan lagi bagi orang yang tidak mengikuti dan taat kepada beliau. ﴾ وَمَا كَانُوٓاْ إِذٗا ﴿ "Dan tiadalah mereka ketika itu", maksudnya mereka itu ke-tika para malaikat datang, bila mereka tidak beriman dan tidak akan beriman ﴾ مُّنظَرِينَ ﴿ "diberi tangguh", maksudnya mereka tidak akan mendapatkan kesempatan lagi (untuk bertaubat dan selamat). Maka, permintaan mereka agar malaikat datang, hanya akan me-nyegerakan kebinasaan dan kehancuran bagi diri mereka sendiri. Keimanan tidak berada di tangan mereka, tapi di Tangan Allah. Allah berfirman, ﴾ وَلَوۡ أَنَّنَا نَزَّلۡنَآ إِلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَحَشَرۡنَا عَلَيۡهِمۡ كُلَّ شَيۡءٖ قُبُلٗا مَّا كَانُواْ لِيُؤۡمِنُوٓاْ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ يَجۡهَلُونَ 111 ﴿ "Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka, dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al-An'am:111).

(9) Jika mereka jujur (dalam omongannya) …

7

لَّوْ مَا تَأْتِينَا بِٱلْمَلَٰٓئِكَةِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?"

"Mereka berkata, 'Hai orang yang diturunkan al-Qur`an ke-padanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila. Menga-pa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar?' Kami tidak menurunkan ma-laikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiada-lah mereka ketika itu diberi tangguh. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur`an dan sesungguhnya Kami benar-benar me-meliharanya." (Al-Hijr: 6-9).

(6) Maksudnya, orang-orang mukadzdzibin (yang mendusta-kan) berkata kepada Muhammad dalam rangka untuk mengejek dan memperolok beliau, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِي نُزِّلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ ﴿ "Hai orang yang di-turunkan al-Qur`an kepadanya", menurut persangkaanmu, ﴾ إِنَّكَ لَمَجۡنُونٞ ﴿ "sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila", sebab engkau me-ngira kami akan mengikutimu dan menyingkirkan kebudayaan-kebudayaan nenek moyang kami hanya dengan ucapanmu saja.

(7-8) ﴾ لَّوۡ مَا تَأۡتِينَا بِٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami", yang bersaksi bagi dirimu atas kebenaran risalah yang engkau bawa, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar", ketika engkau tidak bisa mendatangkan malaikat, berarti kamu bukan orang yang jujur. Ini adalah termasuk bentuk kezhaliman dan kebodohan yang parah. Tentang tindak kezhaliman (mereka), maka sudah tampak jelas. Sesungguhnya sikap itu merupakan bentuk kelancangan dan keras kepala mereka ter-hadap Allah dengan meminta datangnya tanda-tanda bukti kebe-naran (Nabi) yang mana Allah belum memilihnya (untuk diturun-kan). Padahal, tujuan dan petunjuk yang mengarah ke sana sudah tercapai tanpa menggunakannya, melalui tanda-tanda kebenaran (lain) yang banyak yang menandakan kebenaran risalah yang beliau bawa. Berkaitan dengan aspek kebodohan mereka, maka sebenarnya mereka tidak bisa membedakan maslahat bagi mereka sendiri dari bahaya. Kedatangan para malaikat kepada mereka tidak berarti kebaikan bagi mereka. Justru, Allah tidak mengirimkan malaikat kecuali dengan al-haq (siksaan) yang sudah tidak ada penundaan lagi bagi orang yang tidak mengikuti dan taat kepada beliau. ﴾ وَمَا كَانُوٓاْ إِذٗا ﴿ "Dan tiadalah mereka ketika itu", maksudnya mereka itu ke-tika para malaikat datang, bila mereka tidak beriman dan tidak akan beriman ﴾ مُّنظَرِينَ ﴿ "diberi tangguh", maksudnya mereka tidak akan mendapatkan kesempatan lagi (untuk bertaubat dan selamat). Maka, permintaan mereka agar malaikat datang, hanya akan me-nyegerakan kebinasaan dan kehancuran bagi diri mereka sendiri. Keimanan tidak berada di tangan mereka, tapi di Tangan Allah. Allah berfirman, ﴾ وَلَوۡ أَنَّنَا نَزَّلۡنَآ إِلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَحَشَرۡنَا عَلَيۡهِمۡ كُلَّ شَيۡءٖ قُبُلٗا مَّا كَانُواْ لِيُؤۡمِنُوٓاْ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ يَجۡهَلُونَ 111 ﴿ "Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka, dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al-An'am:111).

(9) Jika mereka jujur (dalam omongannya) …

8

مَا نُنَزِّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ إِلَّا بِٱلْحَقِّ وَمَا كَانُوٓا۟ إِذًۭا مُّنظَرِينَ

Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiadalah mereka ketika itu diberi tangguh.

"Mereka berkata, 'Hai orang yang diturunkan al-Qur`an ke-padanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila. Menga-pa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar?' Kami tidak menurunkan ma-laikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiada-lah mereka ketika itu diberi tangguh. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur`an dan sesungguhnya Kami benar-benar me-meliharanya." (Al-Hijr: 6-9).

(6) Maksudnya, orang-orang mukadzdzibin (yang mendusta-kan) berkata kepada Muhammad dalam rangka untuk mengejek dan memperolok beliau, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِي نُزِّلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ ﴿ "Hai orang yang di-turunkan al-Qur`an kepadanya", menurut persangkaanmu, ﴾ إِنَّكَ لَمَجۡنُونٞ ﴿ "sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila", sebab engkau me-ngira kami akan mengikutimu dan menyingkirkan kebudayaan-kebudayaan nenek moyang kami hanya dengan ucapanmu saja.

(7-8) ﴾ لَّوۡ مَا تَأۡتِينَا بِٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami", yang bersaksi bagi dirimu atas kebenaran risalah yang engkau bawa, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar", ketika engkau tidak bisa mendatangkan malaikat, berarti kamu bukan orang yang jujur. Ini adalah termasuk bentuk kezhaliman dan kebodohan yang parah. Tentang tindak kezhaliman (mereka), maka sudah tampak jelas. Sesungguhnya sikap itu merupakan bentuk kelancangan dan keras kepala mereka ter-hadap Allah dengan meminta datangnya tanda-tanda bukti kebe-naran (Nabi) yang mana Allah belum memilihnya (untuk diturun-kan). Padahal, tujuan dan petunjuk yang mengarah ke sana sudah tercapai tanpa menggunakannya, melalui tanda-tanda kebenaran (lain) yang banyak yang menandakan kebenaran risalah yang beliau bawa. Berkaitan dengan aspek kebodohan mereka, maka sebenarnya mereka tidak bisa membedakan maslahat bagi mereka sendiri dari bahaya. Kedatangan para malaikat kepada mereka tidak berarti kebaikan bagi mereka. Justru, Allah tidak mengirimkan malaikat kecuali dengan al-haq (siksaan) yang sudah tidak ada penundaan lagi bagi orang yang tidak mengikuti dan taat kepada beliau. ﴾ وَمَا كَانُوٓاْ إِذٗا ﴿ "Dan tiadalah mereka ketika itu", maksudnya mereka itu ke-tika para malaikat datang, bila mereka tidak beriman dan tidak akan beriman ﴾ مُّنظَرِينَ ﴿ "diberi tangguh", maksudnya mereka tidak akan mendapatkan kesempatan lagi (untuk bertaubat dan selamat). Maka, permintaan mereka agar malaikat datang, hanya akan me-nyegerakan kebinasaan dan kehancuran bagi diri mereka sendiri. Keimanan tidak berada di tangan mereka, tapi di Tangan Allah. Allah berfirman, ﴾ وَلَوۡ أَنَّنَا نَزَّلۡنَآ إِلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَحَشَرۡنَا عَلَيۡهِمۡ كُلَّ شَيۡءٖ قُبُلٗا مَّا كَانُواْ لِيُؤۡمِنُوٓاْ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ يَجۡهَلُونَ 111 ﴿ "Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka, dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al-An'am:111).

(9) Jika mereka jujur (dalam omongannya) …

9

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

"Mereka berkata, 'Hai orang yang diturunkan al-Qur`an ke-padanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila. Menga-pa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar?' Kami tidak menurunkan ma-laikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiada-lah mereka ketika itu diberi tangguh. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur`an dan sesungguhnya Kami benar-benar me-meliharanya." (Al-Hijr: 6-9).

(6) Maksudnya, orang-orang mukadzdzibin (yang mendusta-kan) berkata kepada Muhammad dalam rangka untuk mengejek dan memperolok beliau, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِي نُزِّلَ عَلَيۡهِ ٱلذِّكۡرُ ﴿ "Hai orang yang di-turunkan al-Qur`an kepadanya", menurut persangkaanmu, ﴾ إِنَّكَ لَمَجۡنُونٞ ﴿ "sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila", sebab engkau me-ngira kami akan mengikutimu dan menyingkirkan kebudayaan-kebudayaan nenek moyang kami hanya dengan ucapanmu saja.

(7-8) ﴾ لَّوۡ مَا تَأۡتِينَا بِٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami", yang bersaksi bagi dirimu atas kebenaran risalah yang engkau bawa, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar", ketika engkau tidak bisa mendatangkan malaikat, berarti kamu bukan orang yang jujur. Ini adalah termasuk bentuk kezhaliman dan kebodohan yang parah. Tentang tindak kezhaliman (mereka), maka sudah tampak jelas. Sesungguhnya sikap itu merupakan bentuk kelancangan dan keras kepala mereka ter-hadap Allah dengan meminta datangnya tanda-tanda bukti kebe-naran (Nabi) yang mana Allah belum memilihnya (untuk diturun-kan). Padahal, tujuan dan petunjuk yang mengarah ke sana sudah tercapai tanpa menggunakannya, melalui tanda-tanda kebenaran (lain) yang banyak yang menandakan kebenaran risalah yang beliau bawa. Berkaitan dengan aspek kebodohan mereka, maka sebenarnya mereka tidak bisa membedakan maslahat bagi mereka sendiri dari bahaya. Kedatangan para malaikat kepada mereka tidak berarti kebaikan bagi mereka. Justru, Allah tidak mengirimkan malaikat kecuali dengan al-haq (siksaan) yang sudah tidak ada penundaan lagi bagi orang yang tidak mengikuti dan taat kepada beliau. ﴾ وَمَا كَانُوٓاْ إِذٗا ﴿ "Dan tiadalah mereka ketika itu", maksudnya mereka itu ke-tika para malaikat datang, bila mereka tidak beriman dan tidak akan beriman ﴾ مُّنظَرِينَ ﴿ "diberi tangguh", maksudnya mereka tidak akan mendapatkan kesempatan lagi (untuk bertaubat dan selamat). Maka, permintaan mereka agar malaikat datang, hanya akan me-nyegerakan kebinasaan dan kehancuran bagi diri mereka sendiri. Keimanan tidak berada di tangan mereka, tapi di Tangan Allah. Allah berfirman, ﴾ وَلَوۡ أَنَّنَا نَزَّلۡنَآ إِلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَحَشَرۡنَا عَلَيۡهِمۡ كُلَّ شَيۡءٖ قُبُلٗا مَّا كَانُواْ لِيُؤۡمِنُوٓاْ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ يَجۡهَلُونَ 111 ﴿ "Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka, dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al-An'am:111).

(9) Jika mereka jujur (dalam omongannya) …

10

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ فِى شِيَعِ ٱلْأَوَّلِينَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum kamu kepada umat-umat yang terdahulu.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum kamu kepada umat-umat terdahulu. Dan tidak datang se-orang rasul pun kepada mereka, melainkan mereka selalu memper-olok-olokkannya. Demikianlah, Kami memasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu) ke dalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir). Mereka tidak beriman kepadanya (al-Qur`an), dan sesungguhnya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu." (Al-Hijr: 10-13).

(10) Allah تعالى berkata kepada NabiNya tatkala kaum musy-rikin menyatakannya dusta, "Itu merupakan kebiasaan umat-umat terdahulu dan (orang-orang di) masa-masa silam. Sungguh Kami telah mengutus ﴾ قَبۡلِكَ فِي شِيَعِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "(beberapa rasul) sebelum kamu ke-pada umat-umat terdahulu", yaitu beberapa rasul kepada golongan dan kelompok mereka."

(11) ﴾ وَمَا يَأۡتِيهِم مِّن رَّسُولٍ ﴿ "Dan tidak datang seorang rasul pun kepada mereka", yang menyeru mereka kepada kebenaran dan hidayah ﴾ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ﴿ "melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya."

(12-13) ﴾ كَذَٰلِكَ نَسۡلُكُهُۥ ﴿ "Demikianlah, Kami memasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu)", maksudnya Kami memasukkan sikap pendustaan ﴾ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "ke dalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir )", yaitu orang-orang yang karakter khas pada mereka adalah kezhaliman dan kedustaan. Kami menghukum mereka karena hati mereka mirip dengan kekufuran dan pendusta-an, maka (respon) mereka kepada para nabi dan rasul yang diutus kepada mereka pun berujud mirip dengan ejekan dan olokan serta tidak beriman. Oleh karenanya, Allah berfirman, ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ وَقَدۡ خَلَتۡ سُنَّةُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Mereka tidak beriman kepadanya (al-Qur`an), dan sesungguh-nya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu", maksud-nya ketetapan umum dari Allah berkaitan dengan mereka adalah dengan memusnahkan orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah.

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.