Muslim99Muslim99
← Tafsir library

14. Ibrahim

Abraham · Meccan · 52 ayahs

سُورَةُ إِبۡرَاهِيمَ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 41–50 of 52

41

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata, 'Ya Rabbku, jadikan-lah negeri ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala. Ya Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesung-guhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang men-durhakaiku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menem-patkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahMu (Baitullah) yang dihormati, Ya Rabb kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rizki dari buah-buahan, mudah-mudahan me-reka bersyukur. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Se-sungguhnya Rabbku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenan-kan) doa. Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankan doaku. Ya Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang Mukmin pada hari terjadinya hisab (Hari Kiamat)'." (Ibrahim: 35-41).

(35) Artinya ﴾ و َ ﴿ "Dan", ingatlah Ibrahim عليه السلام pada momen-tum yang bagus ini ﴾ إ ِ ذ ْ قَالَ إِبۡرَٰهِيمُ رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَٰذَا ٱلۡبَلَدَ ﴿ "ketika Ibrahim berkata, 'Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini (Makkah)'," tanah Haram ﴾ ءَامِنٗا ﴿ "ne-geri yang aman", kemudian Allah mengabulkan doanya, sebagai ketentuan syariat dan takdirNya. Lalu Allah menjadikannya tanah haram (suci) dalam syariat Islam dan membuat mudah faktor-fak-tor yang (memelihara) kesuciannya berdasarkan ketentuan takdir-Nya, seperti yang telah diketahui, hingga tidaklah ada orang zhalim yang berhasrat melancarkan keburukan padanya melainkan Allah membinasakannya. Sebagaimana yang dialami tentara gajah dan lain-lain. Ketika beliau memohon terciptanya keamanan baginya (tanah haram), maka beliau memohon jaminan keamanan bagi diri-nya dan keturunannya. Beliau berkata, ﴾ وَٱجۡنُبۡنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعۡبُدَ ٱلۡأَصۡنَامَ ﴿ "Dan jauhkanlah aku dan anak cucuku dari menyembah berhala", jadikanlah kami dan mereka berada di posisi yang jauh dari beribadah dan berkonsentrasi dengannya.

(36) Kemudian Allah menyebutkan alasan kekhawatiran Nabi Ibrahim terhadap praktik kesyirikan pada diri dan anak-keturunan-nya, yaitu banyaknya orang yang terfitnah dan tergoda oleh per-ibadahan syirik. Dia berkata, ﴾ رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضۡلَلۡنَ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلنَّاسِۖ ﴿ "Ya Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia", mereka tersesat disebabkannya ﴾ فَمَن تَبِعَنِي ﴿ "maka barang-siapa mengikutiku", sesuai kandungan risalah yang aku bawa, berupa tauhid dan ikhlas kepada Allah Rabb semesta alam ﴾ فَإِنَّهُۥ مِنِّيۖ ﴿ "maka sesungguhnya dia termasuk golonganku", lantaran integritasnya dalam mengikuti. Barangsiapa mencintai suatu kaum, niscaya …

42

وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱللَّهَ غَٰفِلًا عَمَّا يَعْمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍۢ تَشْخَصُ فِيهِ ٱلْأَبْصَٰرُ

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,

"Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bah-wa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya Allah hanya memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong." (Ibrahim: 42-43).

(42) Ini adalah ancaman keras bagi orang-orang yang berbuat aniaya sekaligus sebagai penghibur hati bagi orang-orang yang men-jadi obyek penganiayaan. Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ غَٰفِلًا عَمَّا يَعۡمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَۚ ﴿ "Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim", (fakta menyatakan) Allah masih memberikan kesempatan bagi mereka, dan mencurahkan berbagai jenis rizki, serta membiarkan mereka bebas bergerak di negeri-negeri dalam keadaan aman lagi tenang. Hal itu bukan menjadi pertanda baiknya kondisi mereka. Karena Allah sedang menunda waktu dan memberikan kesempatan bagi orang yang berbuat aniaya, agar dosanya semakin menumpuk. Sampai akhirnya, ketika Allah menyiksanya, maka dia tidak dapat berkutik lagi. ﴾ وَكَذَٰلِكَ أَخۡذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلۡقُرَىٰ وَهِيَ ظَٰلِمَةٌۚ إِنَّ أَخۡذَهُۥٓ أَلِيمٞ شَدِيدٌ 102 ﴿ "Dan begitulah azab Rabbmu, apabila Dia mengazab penduduk ne-geri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya azabNya itu adalah sangat pedih lagi keras." (Hud: 102) Kezhaliman di sini mencakup setiap bentuk kezhaliman antara seorang hamba dengan Rabbnya dan kezhalimannya kepada sesama. ﴾ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٖ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ﴿ "Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak", maksudnya matanya tidak bergerak sekalipun karena dahsyatnya keadaan yang dia lihat, berupa kengerian-kengerian. Betapa meri-saukan malapateka di sana!

(43) ﴾ مُهۡطِعِينَ ﴿ "Mereka datang bergegas-gegas", maksudnya mereka bersegera merangsek ke arah penyeru ketika meminta me-reka untuk datang di hadapan Allah untuk menjalani proses hisab (perhitungan amal). Tidak ada penolakan pada mereka, dan tiada tempat lari maupun tempat bersembunyi ﴾ مُقۡنِعِي رُءُوسِهِمۡ ﴿ "dengan meng-ngkat kepalanya" maksudnya menengadahkannya. Dua tangan mereka telah dirantai sampai menyentuh dagu-dagu mereka. Karenanya, kepala-kepala mereka terangkat ﴾ لَا يَرۡتَدُّ إِلَيۡهِمۡ طَرۡفُهُمۡۖ وَأَفۡـِٔدَتُهُمۡ هَوَآءٞ ﴿ "sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong", maksudnya hati-hati mereka kosong dari dada mereka, karena telah naik ke arah kerongkongan. Akan tetapi, begitu tersesaki oleh kegelisahan, kerisauan, kesedihan, dan kegundahan.

43

مُهْطِعِينَ مُقْنِعِى رُءُوسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ ۖ وَأَفْـِٔدَتُهُمْ هَوَآءٌۭ

mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.

"Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bah-wa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya Allah hanya memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong." (Ibrahim: 42-43).

(42) Ini adalah ancaman keras bagi orang-orang yang berbuat aniaya sekaligus sebagai penghibur hati bagi orang-orang yang men-jadi obyek penganiayaan. Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ غَٰفِلًا عَمَّا يَعۡمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَۚ ﴿ "Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim", (fakta menyatakan) Allah masih memberikan kesempatan bagi mereka, dan mencurahkan berbagai jenis rizki, serta membiarkan mereka bebas bergerak di negeri-negeri dalam keadaan aman lagi tenang. Hal itu bukan menjadi pertanda baiknya kondisi mereka. Karena Allah sedang menunda waktu dan memberikan kesempatan bagi orang yang berbuat aniaya, agar dosanya semakin menumpuk. Sampai akhirnya, ketika Allah menyiksanya, maka dia tidak dapat berkutik lagi. ﴾ وَكَذَٰلِكَ أَخۡذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلۡقُرَىٰ وَهِيَ ظَٰلِمَةٌۚ إِنَّ أَخۡذَهُۥٓ أَلِيمٞ شَدِيدٌ 102 ﴿ "Dan begitulah azab Rabbmu, apabila Dia mengazab penduduk ne-geri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya azabNya itu adalah sangat pedih lagi keras." (Hud: 102) Kezhaliman di sini mencakup setiap bentuk kezhaliman antara seorang hamba dengan Rabbnya dan kezhalimannya kepada sesama. ﴾ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٖ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ﴿ "Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak", maksudnya matanya tidak bergerak sekalipun karena dahsyatnya keadaan yang dia lihat, berupa kengerian-kengerian. Betapa meri-saukan malapateka di sana!

(43) ﴾ مُهۡطِعِينَ ﴿ "Mereka datang bergegas-gegas", maksudnya mereka bersegera merangsek ke arah penyeru ketika meminta me-reka untuk datang di hadapan Allah untuk menjalani proses hisab (perhitungan amal). Tidak ada penolakan pada mereka, dan tiada tempat lari maupun tempat bersembunyi ﴾ مُقۡنِعِي رُءُوسِهِمۡ ﴿ "dengan meng-ngkat kepalanya" maksudnya menengadahkannya. Dua tangan mereka telah dirantai sampai menyentuh dagu-dagu mereka. Karenanya, kepala-kepala mereka terangkat ﴾ لَا يَرۡتَدُّ إِلَيۡهِمۡ طَرۡفُهُمۡۖ وَأَفۡـِٔدَتُهُمۡ هَوَآءٞ ﴿ "sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong", maksudnya hati-hati mereka kosong dari dada mereka, karena telah naik ke arah kerongkongan. Akan tetapi, begitu tersesaki oleh kegelisahan, kerisauan, kesedihan, dan kegundahan.

44

وَأَنذِرِ ٱلنَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ ٱلْعَذَابُ فَيَقُولُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ رَبَّنَآ أَخِّرْنَآ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ قَرِيبٍۢ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ ٱلرُّسُلَ ۗ أَوَلَمْ تَكُونُوٓا۟ أَقْسَمْتُم مِّن قَبْلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٍۢ

Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: "Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul". (Kepada mereka dikatakan): "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?

"Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkata-lah orang-orang yang zhalim, 'Ya Rabb kami, beri tangguhlah kami (kembalikan kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruanMu dan akan mengikuti rasul-rasul.' (Kepada mereka dikatakan), 'Bukankah kamu telah bersum-pah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa. Dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu ba-gaimana Kami telah berbuat terhadap mereka, dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan.' Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar, padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya." (Ibrahim: 44-46).

(44) Allah berfirman kepada NabiNya, M u h a m m a d ﴾ وَأَنذِرِ ٱلنَّاسَ يَوۡمَ يَأۡتِيهِمُ ٱلۡعَذَابُ ﴿ "Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka", maksudnya deskripsikanlah kondisinya dan peringatkanlah mereka dari amalan-amalan yang mendatangkan siksa, yang jika telah tiba membawa kesengsaraan dan malapetaka, maka berkatalah orang-orang yang berbuat kezhaliman dalam bentuk kekufuran dan pendustaan serta macam-macam maksiat dalam perasaan sesal atas tindakan mereka, permohonan untuk kembali (ke dunia) yang sudah bukan waktunya lagi, ﴾ رَبَّنَآ أَخِّرۡنَآ إِلَىٰٓ أَجَلٖ قَرِيبٖ ﴿ "Ya Rabb kami, beri tangguhlah kami (kem-balikan kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit", maksudnya tolong kembalikanlah kami ke alam dunia. Sungguh kami telah menyaksikan (kebenaran yang kami dustakan) ﴾ نُّجِبۡ دَعۡوَتَكَ ﴿ "niscaya kami akan mematuhi seruanMu", dan Allah menyeru ke Darussalam (tempat keselamatan, surga) ﴾ وَنَتَّبِعِ ٱلرُّسُلَۗ ﴿ "dan kami akan mengikuti rasul-rasul", semua omongan ini hanyalah untuk terbebaskan dari siksaan yang pedih. Apabila tidak demikian, maka sebetulnya me-reka itu berbohong saja dalam janji ini. Bila mereka dikembalikan (ke dunia lagi), tentulah mereka kembali menerjang larangan-la-rangan. Oleh sebab itu, cercaan dialamatkan kepada mereka. Dikatakan kepada mereka ﴾ أَوَلَمۡ تَكُونُوٓاْ أَقۡسَمۡتُم مِّن قَبۡلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٖ ﴿ "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa", dari dunia dan berpindah ke alam akhirat. Sekarang ini, telah jelas bagi kalian batalnya sumpah kalian dan kedustaan kalian yang kalian klaim.

(45) ﴾ و َ ﴿ "Dan" kalian tidak terpasung di dunia untuk men-cerna ayat-ayat dan bukti-bukti nyata (tentang kebenaran akhirat). Bahkan ﴾ س َ ك َ ن ْ ت ُ م ْ فِي مَسَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَتَبَيَّنَ لَكُمۡ كَيۡفَ فَعَلۡنَا بِهِمۡ ﴿ "kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka", yang berbentuk menimpakan macam-macam hukum-an, dan bagaimana Allah menjatuhkan siksaan-siksaan pada mereka ketika berbuat pendustaan terhadap ayat-ayat (tanda-tanda kebesar-an Allah) yang sudah jelas. ﴾ وَضَرَبۡنَا …

45

وَسَكَنتُمْ فِى مَسَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ وَتَبَيَّنَ لَكُمْ كَيْفَ فَعَلْنَا بِهِمْ وَضَرَبْنَا لَكُمُ ٱلْأَمْثَالَ

dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan".

"Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkata-lah orang-orang yang zhalim, 'Ya Rabb kami, beri tangguhlah kami (kembalikan kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruanMu dan akan mengikuti rasul-rasul.' (Kepada mereka dikatakan), 'Bukankah kamu telah bersum-pah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa. Dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu ba-gaimana Kami telah berbuat terhadap mereka, dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan.' Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar, padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya." (Ibrahim: 44-46).

(44) Allah berfirman kepada NabiNya, M u h a m m a d ﴾ وَأَنذِرِ ٱلنَّاسَ يَوۡمَ يَأۡتِيهِمُ ٱلۡعَذَابُ ﴿ "Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka", maksudnya deskripsikanlah kondisinya dan peringatkanlah mereka dari amalan-amalan yang mendatangkan siksa, yang jika telah tiba membawa kesengsaraan dan malapetaka, maka berkatalah orang-orang yang berbuat kezhaliman dalam bentuk kekufuran dan pendustaan serta macam-macam maksiat dalam perasaan sesal atas tindakan mereka, permohonan untuk kembali (ke dunia) yang sudah bukan waktunya lagi, ﴾ رَبَّنَآ أَخِّرۡنَآ إِلَىٰٓ أَجَلٖ قَرِيبٖ ﴿ "Ya Rabb kami, beri tangguhlah kami (kem-balikan kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit", maksudnya tolong kembalikanlah kami ke alam dunia. Sungguh kami telah menyaksikan (kebenaran yang kami dustakan) ﴾ نُّجِبۡ دَعۡوَتَكَ ﴿ "niscaya kami akan mematuhi seruanMu", dan Allah menyeru ke Darussalam (tempat keselamatan, surga) ﴾ وَنَتَّبِعِ ٱلرُّسُلَۗ ﴿ "dan kami akan mengikuti rasul-rasul", semua omongan ini hanyalah untuk terbebaskan dari siksaan yang pedih. Apabila tidak demikian, maka sebetulnya me-reka itu berbohong saja dalam janji ini. Bila mereka dikembalikan (ke dunia lagi), tentulah mereka kembali menerjang larangan-la-rangan. Oleh sebab itu, cercaan dialamatkan kepada mereka. Dikatakan kepada mereka ﴾ أَوَلَمۡ تَكُونُوٓاْ أَقۡسَمۡتُم مِّن قَبۡلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٖ ﴿ "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa", dari dunia dan berpindah ke alam akhirat. Sekarang ini, telah jelas bagi kalian batalnya sumpah kalian dan kedustaan kalian yang kalian klaim.

(45) ﴾ و َ ﴿ "Dan" kalian tidak terpasung di dunia untuk men-cerna ayat-ayat dan bukti-bukti nyata (tentang kebenaran akhirat). Bahkan ﴾ س َ ك َ ن ْ ت ُ م ْ فِي مَسَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَتَبَيَّنَ لَكُمۡ كَيۡفَ فَعَلۡنَا بِهِمۡ ﴿ "kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka", yang berbentuk menimpakan macam-macam hukum-an, dan bagaimana Allah menjatuhkan siksaan-siksaan pada mereka ketika berbuat pendustaan terhadap ayat-ayat (tanda-tanda kebesar-an Allah) yang sudah jelas. ﴾ وَضَرَبۡنَا …

46

وَقَدْ مَكَرُوا۟ مَكْرَهُمْ وَعِندَ ٱللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِن كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ ٱلْجِبَالُ

Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.

"Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkata-lah orang-orang yang zhalim, 'Ya Rabb kami, beri tangguhlah kami (kembalikan kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruanMu dan akan mengikuti rasul-rasul.' (Kepada mereka dikatakan), 'Bukankah kamu telah bersum-pah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa. Dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu ba-gaimana Kami telah berbuat terhadap mereka, dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan.' Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar, padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya." (Ibrahim: 44-46).

(44) Allah berfirman kepada NabiNya, M u h a m m a d ﴾ وَأَنذِرِ ٱلنَّاسَ يَوۡمَ يَأۡتِيهِمُ ٱلۡعَذَابُ ﴿ "Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka", maksudnya deskripsikanlah kondisinya dan peringatkanlah mereka dari amalan-amalan yang mendatangkan siksa, yang jika telah tiba membawa kesengsaraan dan malapetaka, maka berkatalah orang-orang yang berbuat kezhaliman dalam bentuk kekufuran dan pendustaan serta macam-macam maksiat dalam perasaan sesal atas tindakan mereka, permohonan untuk kembali (ke dunia) yang sudah bukan waktunya lagi, ﴾ رَبَّنَآ أَخِّرۡنَآ إِلَىٰٓ أَجَلٖ قَرِيبٖ ﴿ "Ya Rabb kami, beri tangguhlah kami (kem-balikan kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit", maksudnya tolong kembalikanlah kami ke alam dunia. Sungguh kami telah menyaksikan (kebenaran yang kami dustakan) ﴾ نُّجِبۡ دَعۡوَتَكَ ﴿ "niscaya kami akan mematuhi seruanMu", dan Allah menyeru ke Darussalam (tempat keselamatan, surga) ﴾ وَنَتَّبِعِ ٱلرُّسُلَۗ ﴿ "dan kami akan mengikuti rasul-rasul", semua omongan ini hanyalah untuk terbebaskan dari siksaan yang pedih. Apabila tidak demikian, maka sebetulnya me-reka itu berbohong saja dalam janji ini. Bila mereka dikembalikan (ke dunia lagi), tentulah mereka kembali menerjang larangan-la-rangan. Oleh sebab itu, cercaan dialamatkan kepada mereka. Dikatakan kepada mereka ﴾ أَوَلَمۡ تَكُونُوٓاْ أَقۡسَمۡتُم مِّن قَبۡلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٖ ﴿ "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa", dari dunia dan berpindah ke alam akhirat. Sekarang ini, telah jelas bagi kalian batalnya sumpah kalian dan kedustaan kalian yang kalian klaim.

(45) ﴾ و َ ﴿ "Dan" kalian tidak terpasung di dunia untuk men-cerna ayat-ayat dan bukti-bukti nyata (tentang kebenaran akhirat). Bahkan ﴾ س َ ك َ ن ْ ت ُ م ْ فِي مَسَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَتَبَيَّنَ لَكُمۡ كَيۡفَ فَعَلۡنَا بِهِمۡ ﴿ "kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka", yang berbentuk menimpakan macam-macam hukum-an, dan bagaimana Allah menjatuhkan siksaan-siksaan pada mereka ketika berbuat pendustaan terhadap ayat-ayat (tanda-tanda kebesar-an Allah) yang sudah jelas. ﴾ وَضَرَبۡنَا …

47

فَلَا تَحْسَبَنَّ ٱللَّهَ مُخْلِفَ وَعْدِهِۦ رُسُلَهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌۭ ذُو ٱنتِقَامٍۢ

Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-raaul-Nya; sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan.

"Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janjiNya kepada rasul-rasulNya; sesungguhnya Allah Mahaperkasa, lagi mempunyai pembalasan. (Yaitu) pada hari (ke-tika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) la-ngit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul meng-hadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah dari cair-an ter, dan muka mereka ditutup oleh api neraka, agar Allah mem-beri pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang dia usahakan. Sesungguhnya Allah Mahacepat hisabNya. (Al-Qur`an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, supaya mereka diberi peringatan dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran." (Ibrahim: 47-52).

(47) Allah تعالى berfirman, ﴾ فَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ مُخۡلِفَ وَعۡدِهِۦ رُسُلَهُۥٓۚ ﴿ "Karena itu, janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janjiNya kepada rasul-rasulNya", dengan menyelamatkan mereka dan para pengikut mereka, dan menjadikan mereka bahagia, lalu memusnah-kan musuh-musuh mereka serta menelantarkan para musuh itu (tanpa bimbingan dariNya) dan mengenakan hukuman bagi mereka di akhirat. Kejadian ini pasti terealisasikan, karena merupakan janji yang telah disampaikan oleh Dzat yang Jujur melalui lisan insan yang paling jujur. Mereka itu adalah para rasul. Informasi ini sebuah berita yang paling tinggi (tingkatan keakurasiannya). Apalagi, kabar itu sejalan dengan hikmah ilahiyah dan ketetapan-ketetapan Rabbani serta akal-akal yang sehat. Tiada sesuatu pun yang sanggup melemah-kan Allah تعالى. Sesungguhnya Dia ﴾ عَزِيزٞ ذُو ٱنتِقَامٖ ﴿ "Mahaperkasa lagi mempunyai pembalasan", maksudnya jika Allah ingin menimpakan balasan kepada seseorang, maka tidak ada sesuatu pun yang mem-buatnya lolos dan lemah (tidak setimpal). Peristiwa tersebut pasti terjadi di Hari Kiamat.

(48) ﴾ يَوۡمَ تُبَدَّلُ ٱلۡأَرۡضُ غَيۡرَ ٱلۡأَرۡضِ وَٱلسَّمَٰوَٰتُۖ ﴿ "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit", langit pun diganti dengan rupa langit yang lain. Perubahan ini hanya pada karakteristiknya saja, bukan perubahan wujudnya. Karena bumi pada Hari Kiamat akan diratakan dan dihamparkan ibarat permukaan lapangan yang datar. Seluruh isinya, seperti gunung dan dataran-dataran yang menonjol diletakkan pada permukaan-nya. Jadilah bumi dataran yang rata. Engkau tidak melihat tempat yang rendah maupun yang tinggi. Langit bagaikan luluhan perak lantaran kedahsyatan keadaan hari itu. Lantas, Allah تعالى menggu-lungnya dengan Tangan KananNya ﴾ وَبَرَزُواْ ﴿ "dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul", seluruh makhluk (bangkit) dari kubur-kubur mereka menuju hari kebangkitan dan mereka bangkit di tempat yang mana tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi pada pandangan Allah. ﴾ لِلَّهِ ٱلۡوَٰحِدِ ٱلۡقَهَّارِ ﴿ "Menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Mahaperkasa", Satu-satunya Dzat Yang mempunyai keagungan, nama-nama dan sifat, serta perbuatan yang agung. Dan keperkasaanNya atas seluruh alam semesta. Semuanya …

48

يَوْمَ تُبَدَّلُ ٱلْأَرْضُ غَيْرَ ٱلْأَرْضِ وَٱلسَّمَٰوَٰتُ ۖ وَبَرَزُوا۟ لِلَّهِ ٱلْوَٰحِدِ ٱلْقَهَّارِ

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

"Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janjiNya kepada rasul-rasulNya; sesungguhnya Allah Mahaperkasa, lagi mempunyai pembalasan. (Yaitu) pada hari (ke-tika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) la-ngit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul meng-hadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah dari cair-an ter, dan muka mereka ditutup oleh api neraka, agar Allah mem-beri pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang dia usahakan. Sesungguhnya Allah Mahacepat hisabNya. (Al-Qur`an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, supaya mereka diberi peringatan dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran." (Ibrahim: 47-52).

(47) Allah تعالى berfirman, ﴾ فَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ مُخۡلِفَ وَعۡدِهِۦ رُسُلَهُۥٓۚ ﴿ "Karena itu, janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janjiNya kepada rasul-rasulNya", dengan menyelamatkan mereka dan para pengikut mereka, dan menjadikan mereka bahagia, lalu memusnah-kan musuh-musuh mereka serta menelantarkan para musuh itu (tanpa bimbingan dariNya) dan mengenakan hukuman bagi mereka di akhirat. Kejadian ini pasti terealisasikan, karena merupakan janji yang telah disampaikan oleh Dzat yang Jujur melalui lisan insan yang paling jujur. Mereka itu adalah para rasul. Informasi ini sebuah berita yang paling tinggi (tingkatan keakurasiannya). Apalagi, kabar itu sejalan dengan hikmah ilahiyah dan ketetapan-ketetapan Rabbani serta akal-akal yang sehat. Tiada sesuatu pun yang sanggup melemah-kan Allah تعالى. Sesungguhnya Dia ﴾ عَزِيزٞ ذُو ٱنتِقَامٖ ﴿ "Mahaperkasa lagi mempunyai pembalasan", maksudnya jika Allah ingin menimpakan balasan kepada seseorang, maka tidak ada sesuatu pun yang mem-buatnya lolos dan lemah (tidak setimpal). Peristiwa tersebut pasti terjadi di Hari Kiamat.

(48) ﴾ يَوۡمَ تُبَدَّلُ ٱلۡأَرۡضُ غَيۡرَ ٱلۡأَرۡضِ وَٱلسَّمَٰوَٰتُۖ ﴿ "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit", langit pun diganti dengan rupa langit yang lain. Perubahan ini hanya pada karakteristiknya saja, bukan perubahan wujudnya. Karena bumi pada Hari Kiamat akan diratakan dan dihamparkan ibarat permukaan lapangan yang datar. Seluruh isinya, seperti gunung dan dataran-dataran yang menonjol diletakkan pada permukaan-nya. Jadilah bumi dataran yang rata. Engkau tidak melihat tempat yang rendah maupun yang tinggi. Langit bagaikan luluhan perak lantaran kedahsyatan keadaan hari itu. Lantas, Allah تعالى menggu-lungnya dengan Tangan KananNya ﴾ وَبَرَزُواْ ﴿ "dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul", seluruh makhluk (bangkit) dari kubur-kubur mereka menuju hari kebangkitan dan mereka bangkit di tempat yang mana tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi pada pandangan Allah. ﴾ لِلَّهِ ٱلۡوَٰحِدِ ٱلۡقَهَّارِ ﴿ "Menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Mahaperkasa", Satu-satunya Dzat Yang mempunyai keagungan, nama-nama dan sifat, serta perbuatan yang agung. Dan keperkasaanNya atas seluruh alam semesta. Semuanya …

49

وَتَرَى ٱلْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍۢ مُّقَرَّنِينَ فِى ٱلْأَصْفَادِ

Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu.

"Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janjiNya kepada rasul-rasulNya; sesungguhnya Allah Mahaperkasa, lagi mempunyai pembalasan. (Yaitu) pada hari (ke-tika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) la-ngit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul meng-hadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah dari cair-an ter, dan muka mereka ditutup oleh api neraka, agar Allah mem-beri pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang dia usahakan. Sesungguhnya Allah Mahacepat hisabNya. (Al-Qur`an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, supaya mereka diberi peringatan dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran." (Ibrahim: 47-52).

(47) Allah تعالى berfirman, ﴾ فَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ مُخۡلِفَ وَعۡدِهِۦ رُسُلَهُۥٓۚ ﴿ "Karena itu, janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janjiNya kepada rasul-rasulNya", dengan menyelamatkan mereka dan para pengikut mereka, dan menjadikan mereka bahagia, lalu memusnah-kan musuh-musuh mereka serta menelantarkan para musuh itu (tanpa bimbingan dariNya) dan mengenakan hukuman bagi mereka di akhirat. Kejadian ini pasti terealisasikan, karena merupakan janji yang telah disampaikan oleh Dzat yang Jujur melalui lisan insan yang paling jujur. Mereka itu adalah para rasul. Informasi ini sebuah berita yang paling tinggi (tingkatan keakurasiannya). Apalagi, kabar itu sejalan dengan hikmah ilahiyah dan ketetapan-ketetapan Rabbani serta akal-akal yang sehat. Tiada sesuatu pun yang sanggup melemah-kan Allah تعالى. Sesungguhnya Dia ﴾ عَزِيزٞ ذُو ٱنتِقَامٖ ﴿ "Mahaperkasa lagi mempunyai pembalasan", maksudnya jika Allah ingin menimpakan balasan kepada seseorang, maka tidak ada sesuatu pun yang mem-buatnya lolos dan lemah (tidak setimpal). Peristiwa tersebut pasti terjadi di Hari Kiamat.

(48) ﴾ يَوۡمَ تُبَدَّلُ ٱلۡأَرۡضُ غَيۡرَ ٱلۡأَرۡضِ وَٱلسَّمَٰوَٰتُۖ ﴿ "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit", langit pun diganti dengan rupa langit yang lain. Perubahan ini hanya pada karakteristiknya saja, bukan perubahan wujudnya. Karena bumi pada Hari Kiamat akan diratakan dan dihamparkan ibarat permukaan lapangan yang datar. Seluruh isinya, seperti gunung dan dataran-dataran yang menonjol diletakkan pada permukaan-nya. Jadilah bumi dataran yang rata. Engkau tidak melihat tempat yang rendah maupun yang tinggi. Langit bagaikan luluhan perak lantaran kedahsyatan keadaan hari itu. Lantas, Allah تعالى menggu-lungnya dengan Tangan KananNya ﴾ وَبَرَزُواْ ﴿ "dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul", seluruh makhluk (bangkit) dari kubur-kubur mereka menuju hari kebangkitan dan mereka bangkit di tempat yang mana tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi pada pandangan Allah. ﴾ لِلَّهِ ٱلۡوَٰحِدِ ٱلۡقَهَّارِ ﴿ "Menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Mahaperkasa", Satu-satunya Dzat Yang mempunyai keagungan, nama-nama dan sifat, serta perbuatan yang agung. Dan keperkasaanNya atas seluruh alam semesta. Semuanya …

50

سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٍۢ وَتَغْشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ

Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka,

"Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janjiNya kepada rasul-rasulNya; sesungguhnya Allah Mahaperkasa, lagi mempunyai pembalasan. (Yaitu) pada hari (ke-tika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) la-ngit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul meng-hadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah dari cair-an ter, dan muka mereka ditutup oleh api neraka, agar Allah mem-beri pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang dia usahakan. Sesungguhnya Allah Mahacepat hisabNya. (Al-Qur`an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, supaya mereka diberi peringatan dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran." (Ibrahim: 47-52).

(47) Allah تعالى berfirman, ﴾ فَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ مُخۡلِفَ وَعۡدِهِۦ رُسُلَهُۥٓۚ ﴿ "Karena itu, janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janjiNya kepada rasul-rasulNya", dengan menyelamatkan mereka dan para pengikut mereka, dan menjadikan mereka bahagia, lalu memusnah-kan musuh-musuh mereka serta menelantarkan para musuh itu (tanpa bimbingan dariNya) dan mengenakan hukuman bagi mereka di akhirat. Kejadian ini pasti terealisasikan, karena merupakan janji yang telah disampaikan oleh Dzat yang Jujur melalui lisan insan yang paling jujur. Mereka itu adalah para rasul. Informasi ini sebuah berita yang paling tinggi (tingkatan keakurasiannya). Apalagi, kabar itu sejalan dengan hikmah ilahiyah dan ketetapan-ketetapan Rabbani serta akal-akal yang sehat. Tiada sesuatu pun yang sanggup melemah-kan Allah تعالى. Sesungguhnya Dia ﴾ عَزِيزٞ ذُو ٱنتِقَامٖ ﴿ "Mahaperkasa lagi mempunyai pembalasan", maksudnya jika Allah ingin menimpakan balasan kepada seseorang, maka tidak ada sesuatu pun yang mem-buatnya lolos dan lemah (tidak setimpal). Peristiwa tersebut pasti terjadi di Hari Kiamat.

(48) ﴾ يَوۡمَ تُبَدَّلُ ٱلۡأَرۡضُ غَيۡرَ ٱلۡأَرۡضِ وَٱلسَّمَٰوَٰتُۖ ﴿ "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit", langit pun diganti dengan rupa langit yang lain. Perubahan ini hanya pada karakteristiknya saja, bukan perubahan wujudnya. Karena bumi pada Hari Kiamat akan diratakan dan dihamparkan ibarat permukaan lapangan yang datar. Seluruh isinya, seperti gunung dan dataran-dataran yang menonjol diletakkan pada permukaan-nya. Jadilah bumi dataran yang rata. Engkau tidak melihat tempat yang rendah maupun yang tinggi. Langit bagaikan luluhan perak lantaran kedahsyatan keadaan hari itu. Lantas, Allah تعالى menggu-lungnya dengan Tangan KananNya ﴾ وَبَرَزُواْ ﴿ "dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul", seluruh makhluk (bangkit) dari kubur-kubur mereka menuju hari kebangkitan dan mereka bangkit di tempat yang mana tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi pada pandangan Allah. ﴾ لِلَّهِ ٱلۡوَٰحِدِ ٱلۡقَهَّارِ ﴿ "Menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Mahaperkasa", Satu-satunya Dzat Yang mempunyai keagungan, nama-nama dan sifat, serta perbuatan yang agung. Dan keperkasaanNya atas seluruh alam semesta. Semuanya …

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.