رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ
Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata, 'Ya Rabbku, jadikan-lah negeri ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala. Ya Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesung-guhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang men-durhakaiku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menem-patkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahMu (Baitullah) yang dihormati, Ya Rabb kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rizki dari buah-buahan, mudah-mudahan me-reka bersyukur. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Se-sungguhnya Rabbku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenan-kan) doa. Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankan doaku. Ya Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang Mukmin pada hari terjadinya hisab (Hari Kiamat)'." (Ibrahim: 35-41).
(35) Artinya ﴾ و َ ﴿ "Dan", ingatlah Ibrahim عليه السلام pada momen-tum yang bagus ini ﴾ إ ِ ذ ْ قَالَ إِبۡرَٰهِيمُ رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَٰذَا ٱلۡبَلَدَ ﴿ "ketika Ibrahim berkata, 'Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini (Makkah)'," tanah Haram ﴾ ءَامِنٗا ﴿ "ne-geri yang aman", kemudian Allah mengabulkan doanya, sebagai ketentuan syariat dan takdirNya. Lalu Allah menjadikannya tanah haram (suci) dalam syariat Islam dan membuat mudah faktor-fak-tor yang (memelihara) kesuciannya berdasarkan ketentuan takdir-Nya, seperti yang telah diketahui, hingga tidaklah ada orang zhalim yang berhasrat melancarkan keburukan padanya melainkan Allah membinasakannya. Sebagaimana yang dialami tentara gajah dan lain-lain. Ketika beliau memohon terciptanya keamanan baginya (tanah haram), maka beliau memohon jaminan keamanan bagi diri-nya dan keturunannya. Beliau berkata, ﴾ وَٱجۡنُبۡنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعۡبُدَ ٱلۡأَصۡنَامَ ﴿ "Dan jauhkanlah aku dan anak cucuku dari menyembah berhala", jadikanlah kami dan mereka berada di posisi yang jauh dari beribadah dan berkonsentrasi dengannya.
(36) Kemudian Allah menyebutkan alasan kekhawatiran Nabi Ibrahim terhadap praktik kesyirikan pada diri dan anak-keturunan-nya, yaitu banyaknya orang yang terfitnah dan tergoda oleh per-ibadahan syirik. Dia berkata, ﴾ رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضۡلَلۡنَ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلنَّاسِۖ ﴿ "Ya Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia", mereka tersesat disebabkannya ﴾ فَمَن تَبِعَنِي ﴿ "maka barang-siapa mengikutiku", sesuai kandungan risalah yang aku bawa, berupa tauhid dan ikhlas kepada Allah Rabb semesta alam ﴾ فَإِنَّهُۥ مِنِّيۖ ﴿ "maka sesungguhnya dia termasuk golonganku", lantaran integritasnya dalam mengikuti. Barangsiapa mencintai suatu kaum, niscaya …