Muslim99Muslim99
← Tafsir library

13. Ar-Ra'd

The Thunder · Medinan · 43 ayahs

سُورَةُ الرَّعۡدِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 1–10 of 43

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

1

الٓمٓر ۚ تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ ۗ وَٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ٱلْحَقُّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Kitab (Al Quran). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar: akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).

"Alif lam mim ra. Ini adalah ayat-ayat al-Kitab (al-Qur`an). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu adalah benar, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepada-nya)." (Ar-Ra'd: 1).

Madaniyah –Versi Lain- Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang"

(1) Allah تعالى mengabarkan bahwa al-Qur`an merupakan himpunan ayat-ayat yang dapat menunjukkan kebutuhan manusia, berupa prinsip-prinsip agama dan cabang-cabangnya. (Juga mem-beritahukan) bahwa wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah dari Rabbnya adalah kebenaran yang nyata. Sebab, berita-beritanya merupakan kebenaran, seluruh perintah dan larangannya mencer-minkan keadilan, dengan didukung oleh berbagai dalil dan petunjuk yang pasti. Barangsiapa yang menyambutnya dan merengkuh ilmunya, maka dia termasuk dari orang-orang yang menguasai kebenaran. Ilmu mereka akan mewajibkan mereka untuk mengamalkan hal-hal yang dicintai oleh Allah. ﴾ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Akan tetapi kebanya-kan manusia tidak beriman (kepadanya)," yaitu beriman kepada al-Qur`-an, baik karena kebodohan mereka, sikap antipati, tidak peduli atau lantaran sikap penentangan dan kezhaliman. Oleh karena itu, mayo-ritas manusia tidak mengambil manfaat dengannya, lantaran tidak ada faktor yang mendukung untuk menerima manfaat dengannya.

2

ٱللَّهُ ٱلَّذِى رَفَعَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍۢ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ كُلٌّۭ يَجْرِى لِأَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى ۚ يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ يُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُم بِلِقَآءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu.

"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagai-mana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya), supaya kamu me-yakini pertemuan(mu) dengan Rabbmu. Dan Dia-lah Rabb yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan ber-pasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesung-guhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. Dan di bumi ini terdapat ba-gian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanam-an-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan se-bagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasa-nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (Ar-Ra'd: 2-4).

(2) Allah تعالى memberitahukan tentang keesaanNya dalam penciptaan, pengaturan, dan keagungan, serta kekuasaan yang me-nandakan bahwa Dia-lah Dzat satu-satunya yang berhak disembah, tidak sepantasnya ibadah dilakukan kecuali untukNya saja. Allah berfirman, ﴾ ٱللَّهُ ٱلَّذِي رَفَعَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ ﴿ "Allah-lah Yang meninggikan langit," sesuai dengan bentuknya yang besar dan begitu luas dengan (menggunakan) kekuasaanNya yang agung ﴾ بِغَيۡرِ عَمَدٖ تَرَوۡنَهَاۖ ﴿ "tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat," maksudnya tidak ada tiang dari arah bawahnya. Karena seandainya langit mempunyai tiang, niscaya kalian akan benar-benar menyaksikannya. ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian" usai menciptakan langit dan bumi ﴾ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ ﴿ "Dia bersemayam di atas 'Arasy," yang agung yang merupakan makhluk Allah yang berada di tempat paling tinggi, dengan cara istiwa` (bersemayam) yang selaras dengan keagunganNya dan sesuai dengan kesempurnaanNya. ﴾ وَسَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَۖ ﴿ "Dan menundukkan ma-tahari dan bulan," bagi kepentingan manusia dan kemaslahatan bagi hewan-hewan ternak serta tanaman-tanaman mereka. ﴾ كُلّٞ ﴿ "Ma-sing-masing," dari matahari dan bulan ﴾ يَجۡرِي ﴿ "beredar," atas dasar pengaturan al-'Aziz al-'Alim (Yang Mahaperkasa lagi Maha Menge-tahui) ﴾ لِأَجَلٖ مُّسَمّٗىۚ ﴿ "hingga waktu yang ditentukan," dengan bentuk perjalanan yang teratur, tidak lamban dan tidak melemah, sampai datang masa yang telah ditentukan, yaitu saat Allah melipat alam semesta ini dan mengalihkan mereka ke kampung akhirat, yang merupakan tempat hunian abadi. Pada waktu itu, Allah melipat langit-langit dan bulan, serta merubah bumi dan menggantikannya. Matahari dan bulan terbelah dan [disatukan], selanjutnya keduanya dilemparkan di neraka, agar orang yang menyembah keduanya (matahari dan bulan) menyaksi-kan bahwa keduanya (matahari dan bulan) tidak sepantasnya me-nerima ibadah (dari manusia). Dengan kejadian itu, dia akan mera-sakan penyesalan yang tiada taranya, dan supaya orang-orang kafir mengetahui bahwa mereka sebenarnya telah berbohong. Firman Allah, ﴾ يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَ يُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "Allah mengatur urusan (makh-lukNya) dan menjelaskan …

3

وَهُوَ ٱلَّذِى مَدَّ ٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِىَ وَأَنْهَٰرًۭا ۖ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ ۖ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ

Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagai-mana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya), supaya kamu me-yakini pertemuan(mu) dengan Rabbmu. Dan Dia-lah Rabb yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan ber-pasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesung-guhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. Dan di bumi ini terdapat ba-gian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanam-an-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan se-bagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasa-nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (Ar-Ra'd: 2-4).

(2) Allah تعالى memberitahukan tentang keesaanNya dalam penciptaan, pengaturan, dan keagungan, serta kekuasaan yang me-nandakan bahwa Dia-lah Dzat satu-satunya yang berhak disembah, tidak sepantasnya ibadah dilakukan kecuali untukNya saja. Allah berfirman, ﴾ ٱللَّهُ ٱلَّذِي رَفَعَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ ﴿ "Allah-lah Yang meninggikan langit," sesuai dengan bentuknya yang besar dan begitu luas dengan (menggunakan) kekuasaanNya yang agung ﴾ بِغَيۡرِ عَمَدٖ تَرَوۡنَهَاۖ ﴿ "tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat," maksudnya tidak ada tiang dari arah bawahnya. Karena seandainya langit mempunyai tiang, niscaya kalian akan benar-benar menyaksikannya. ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian" usai menciptakan langit dan bumi ﴾ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ ﴿ "Dia bersemayam di atas 'Arasy," yang agung yang merupakan makhluk Allah yang berada di tempat paling tinggi, dengan cara istiwa` (bersemayam) yang selaras dengan keagunganNya dan sesuai dengan kesempurnaanNya. ﴾ وَسَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَۖ ﴿ "Dan menundukkan ma-tahari dan bulan," bagi kepentingan manusia dan kemaslahatan bagi hewan-hewan ternak serta tanaman-tanaman mereka. ﴾ كُلّٞ ﴿ "Ma-sing-masing," dari matahari dan bulan ﴾ يَجۡرِي ﴿ "beredar," atas dasar pengaturan al-'Aziz al-'Alim (Yang Mahaperkasa lagi Maha Menge-tahui) ﴾ لِأَجَلٖ مُّسَمّٗىۚ ﴿ "hingga waktu yang ditentukan," dengan bentuk perjalanan yang teratur, tidak lamban dan tidak melemah, sampai datang masa yang telah ditentukan, yaitu saat Allah melipat alam semesta ini dan mengalihkan mereka ke kampung akhirat, yang merupakan tempat hunian abadi. Pada waktu itu, Allah melipat langit-langit dan bulan, serta merubah bumi dan menggantikannya. Matahari dan bulan terbelah dan [disatukan], selanjutnya keduanya dilemparkan di neraka, agar orang yang menyembah keduanya (matahari dan bulan) menyaksi-kan bahwa keduanya (matahari dan bulan) tidak sepantasnya me-nerima ibadah (dari manusia). Dengan kejadian itu, dia akan mera-sakan penyesalan yang tiada taranya, dan supaya orang-orang kafir mengetahui bahwa mereka sebenarnya telah berbohong. Firman Allah, ﴾ يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَ يُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "Allah mengatur urusan (makh-lukNya) dan menjelaskan …

4

وَفِى ٱلْأَرْضِ قِطَعٌۭ مُّتَجَٰوِرَٰتٌۭ وَجَنَّٰتٌۭ مِّنْ أَعْنَٰبٍۢ وَزَرْعٌۭ وَنَخِيلٌۭ صِنْوَانٌۭ وَغَيْرُ صِنْوَانٍۢ يُسْقَىٰ بِمَآءٍۢ وَٰحِدٍۢ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍۢ فِى ٱلْأُكُلِ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَعْقِلُونَ

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.

"Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagai-mana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya), supaya kamu me-yakini pertemuan(mu) dengan Rabbmu. Dan Dia-lah Rabb yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan ber-pasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesung-guhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. Dan di bumi ini terdapat ba-gian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanam-an-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan se-bagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasa-nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (Ar-Ra'd: 2-4).

(2) Allah تعالى memberitahukan tentang keesaanNya dalam penciptaan, pengaturan, dan keagungan, serta kekuasaan yang me-nandakan bahwa Dia-lah Dzat satu-satunya yang berhak disembah, tidak sepantasnya ibadah dilakukan kecuali untukNya saja. Allah berfirman, ﴾ ٱللَّهُ ٱلَّذِي رَفَعَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ ﴿ "Allah-lah Yang meninggikan langit," sesuai dengan bentuknya yang besar dan begitu luas dengan (menggunakan) kekuasaanNya yang agung ﴾ بِغَيۡرِ عَمَدٖ تَرَوۡنَهَاۖ ﴿ "tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat," maksudnya tidak ada tiang dari arah bawahnya. Karena seandainya langit mempunyai tiang, niscaya kalian akan benar-benar menyaksikannya. ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian" usai menciptakan langit dan bumi ﴾ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ ﴿ "Dia bersemayam di atas 'Arasy," yang agung yang merupakan makhluk Allah yang berada di tempat paling tinggi, dengan cara istiwa` (bersemayam) yang selaras dengan keagunganNya dan sesuai dengan kesempurnaanNya. ﴾ وَسَخَّرَ ٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَۖ ﴿ "Dan menundukkan ma-tahari dan bulan," bagi kepentingan manusia dan kemaslahatan bagi hewan-hewan ternak serta tanaman-tanaman mereka. ﴾ كُلّٞ ﴿ "Ma-sing-masing," dari matahari dan bulan ﴾ يَجۡرِي ﴿ "beredar," atas dasar pengaturan al-'Aziz al-'Alim (Yang Mahaperkasa lagi Maha Menge-tahui) ﴾ لِأَجَلٖ مُّسَمّٗىۚ ﴿ "hingga waktu yang ditentukan," dengan bentuk perjalanan yang teratur, tidak lamban dan tidak melemah, sampai datang masa yang telah ditentukan, yaitu saat Allah melipat alam semesta ini dan mengalihkan mereka ke kampung akhirat, yang merupakan tempat hunian abadi. Pada waktu itu, Allah melipat langit-langit dan bulan, serta merubah bumi dan menggantikannya. Matahari dan bulan terbelah dan [disatukan], selanjutnya keduanya dilemparkan di neraka, agar orang yang menyembah keduanya (matahari dan bulan) menyaksi-kan bahwa keduanya (matahari dan bulan) tidak sepantasnya me-nerima ibadah (dari manusia). Dengan kejadian itu, dia akan mera-sakan penyesalan yang tiada taranya, dan supaya orang-orang kafir mengetahui bahwa mereka sebenarnya telah berbohong. Firman Allah, ﴾ يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَ يُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "Allah mengatur urusan (makh-lukNya) dan menjelaskan …

5

۞ وَإِن تَعْجَبْ فَعَجَبٌۭ قَوْلُهُمْ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبًا أَءِنَّا لَفِى خَلْقٍۢ جَدِيدٍ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِرَبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ ٱلْأَغْلَٰلُ فِىٓ أَعْنَاقِهِمْ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka: "Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?" Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhannya; dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

"Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka, 'Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?' Orang-orang itulah yang kafir kepada Rabb-nya; dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di leher-nya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (Ar-Ra'd: 5).

(5) Firman Allah tersebut mengandung kemungkinan penger-tian, ﴾ وَإِن تَعۡجَبۡ ﴿ "Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan," karena keagungan Allah تعالى dan banyaknya jumlah petunjuk tentang ke-esaanNya, maka sesungguhnya keheranan yang bersama ini adalah sikap pengingkaran para pendusta serta pengingkaran mereka ter-hadap Hari Kebangkitan, dan komentar mereka, ﴾ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبًا أَءِنَّا لَفِي خَلۡقٖ جَدِيدٍۗ ﴿ "Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?" maksudnya bahwa setelah mereka menjadi tanah, lalu Allah akan mengembalikan mereka (hidup kembali), maka ini terlalu mustahil untuk terjadi menurut anggapan mereka. Karena sebagian tanda kebodohan mereka adalah mereka menganalogikan kekuasaan Allah al-Khaliq (Sang Pencipta) dengan kekuatan makhluk. Ketika mereka menyaksikan hal tersebut mustahil dalam koridor kemampuan makhluk, maka mereka berasumsi bah-wa kejadian itu juga tidak mungkin terjadi dengan kekuasaan Allah. Mereka lupa bahwa Allah telah menciptakan mereka pertama kali saat mereka tidak berwujud apa-apa. Pengertian ayat ini juga bisa diarahkan kepada makna, kalau engkau keheranan terhadap ucapan dan pendustaan mereka ter-hadap Hari Kebangkitan, maka sungguh itu merupakan salah satu keajaiban. Sesungguhnya orang yang telah menerima penjelasan tentang berbagai tanda kebesaran Allah dan menyaksikan berbagai bukti pasti yang menunjukkan kedatangan Hari Kebangkitan, dengan keterangan yang tidak menimbulkan keraguan dan rasa syak pun, kemudian dia mengingkarinya, maka perkataan itu termasuk ke-ajaiban. Namun (sebenarnya) hal itu tidak perlu menjadi bahan ke-heranan pada ﴾ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمۡۖ ﴿ "orang-orang yang kafir kepada Rabbnya," dan mereka menentang keesaanNya, padahal merupakan hakikat yang sangat jelas lagi paling tampak terang. ﴾ وَأُوْلَٰٓئِكَ ٱلۡأَغۡلَٰلُ ﴿ "Dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu," yang memasung mereka dari petunjuk Allah ﴾ فِيٓ أَعۡنَاقِهِمۡۖ ﴿ "di lehernya," di mana mereka diseru kepada keimanan namun tidak menyambut, ditawarkan kepada mereka hidayah, namun mereka tidak berhasil mendapatkan hidayah. Maka hati dan kalbu mereka terombang-ambing, sebagai bentuk hukuman bagi mereka karena tidak ber-iman kepadaNya secara langsung ﴾ وَأُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴿ "mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya," mereka tidak akan keluar darinya selama-lamanya.

6

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبْلَ ٱلْحَسَنَةِ وَقَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِمُ ٱلْمَثُلَٰتُ ۗ وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍۢ لِّلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلْمِهِمْ ۖ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zalim, dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksanya.

"Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka. Sesungguhnya Rabbmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manu-sia atas kezhaliman mereka, dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar sangat keras siksanya." (Ar-Ra'd: 6)

(6) Allah تعالى mengabarkan tentang kebodohan orang-orang yang mendustakan rasulNya lagi menyekutukanNya. Mereka diberi nasihat tetapi mereka tidak mengambil nasihat itu. Bermacam-ma-cam dalil disampaikan kepada mereka, namun mereka tidak tunduk kepadanya. Justru terang-terangan melakukan pengingkaran dan (membela diri) berdalih dengan kelembutan Allah al-Wahid al-Qahhar (kepada mereka) dan tidak mengobati dosa-dosa mereka dengan alasan bahwa mereka berada di atas kebenaran. Mereka pun me-mulai meminta kepada rasul untuk menyegerakan siksaan. Ada yang berkata, ﴾ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Ya Allah, jika (al-Qur`an) ini adalah benar dari sisiMu, maka hu-janilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih." (Al-Anfal: 32), padahal mereka itu ﴾ وَقَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِمُ ٱلۡمَثُلَٰتُۗ ﴿ "padahal telah terjadi bermacam-macam siksa sebelum mereka," maksud-nya berbagai peristiwa dan sejarah yang menimpa umat-umat pen-dusta. Apakah mereka tidak merenungi kondisi orang-orang itu dan meninggalkan kebodohan mereka? ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغۡفِرَةٖ لِّلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلۡمِهِمۡۖ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia atas kezhaliman mereka," maksudnya senantiasa kebaikan, kebajikan dan maafNya tercurah kepada para hamba. Sementara, praktik syirik dan maksiat mereka masih saja melaju kepada Allah. Mereka bermaksiat kepada-Nya, tetapi Allah menyuruh mereka menuju pintuNya. Mereka ber-buat jahat, tetapi Dia tetap tidak menghalangi kebaikanNya bagi mereka. Bila mereka bertaubat kepadaNya, niscaya Dia menjadi kekasih mereka, sebab Dia mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri. Bila mereka tidak bertaubat, maka Dia akan memberikan terapi penyembuhan bagi mereka dengan menimpakan berbagai musibah atas mereka untuk membersihkan mereka dari keburukan-keburukan. ﴾ قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ 53 ﴿ "Katakanlah, 'Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesung-guhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'." (Az Zumar: 53). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar sangat keras siksaanNya," terhadap orang yang kontinyu berulang-berulang dalam bermaksiat. Ia sudah benar-benar enggan bertaubat, beristighfar, dan kembali kepada al-Aziz al-Ghaffar (Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun). Hendaknya para hamba berhati-hati terhadap siksa-siksaNya (yang menimpa) orang-orang yang berbuat jahat. …

7

وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ ءَايَةٌۭ مِّن رَّبِّهِۦٓ ۗ إِنَّمَآ أَنتَ مُنذِرٌۭ ۖ وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ

Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk.

"Orang-orang yang kafir berkata, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Rabbnya?' Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk." (Ar-Ra'd: 7).

(7) Maksudnya, orang-orang kafir melontarkan usulan ke-padamu tentang tanda-tanda kebenaran (adanya Hari Kebangkitan) sesuai yang mereka tentukan sendiri. Mereka menyatakan, ﴾ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ ءَايَةٞ مِّن رَّبِّهِۦٓۗ ﴿ "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Rabbnya?" Pernyataan ini, mereka jadikan se-bagai alasan untuk menjastifikasi sikap penolakan mereka terhadap Rasul. Padahal, beliau hanyalah seorang pemberi peringatan, tidak memiliki wewenang atas sesuatu pun. Allah-lah yang menurunkan tanda-tanda kebenaran risalah. Dia telah mendukung beliau dengan beraneka bukti kebenaran yang tidak tersembunyi bagi orang-orang yang berakal. Dengan itu, orang yang niatnya mencari kebenaran akan mendapatkan petunjuk. Adapun orang kafir, dikarenakan kezhaliman dan kebodohannya, maka akan melontarkan usulan kepada Allah tentang tanda-tanda kebenaran (yang mesti diturun-kan). Itu me-rupakan pengajuan usulan yang batil, kedustaan, dan mengada-ada. Sesungguhnya bila datang sebuah ayat (tanda ke-benaran) apa pun itu, niscaya dia tidak akan beriman dan tidak akan tunduk kepadanya. Dia menampik beriman bukan lantaran tidak ada yang menunjukkannya kepada kebenaran, tapi karena hawa nafsu dan menuruti syahwat belaka. ﴾ وَلِكُلِّ قَوۡمٍ هَادٍ ﴿ "Dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk," maksudnya mem-punyai penyeru yang mengajak mereka menuju hidayah, dari ka-langan para rasul dan pengikut-pengikut mereka. Mereka dibekali bermacam-macam dalil dan bukti kebenaran yang menunjukkan kebenaran hidayah yang ada pada mereka.

8

ٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنثَىٰ وَمَا تَغِيضُ ٱلْأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ ۖ وَكُلُّ شَىْءٍ عِندَهُۥ بِمِقْدَارٍ

Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.

"Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perem-puan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang ber-tambah. Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukurannya. Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; Yang Mahabesar lagi Mahatinggi. Sama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Se-sungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (Ar-Ra'd: 8-11).

(8-9) Allah تعالى memberitahukan tentang cakupan ilmuNya yang merata dan luasnya pengetahuan dan penguasaanNya yang meliputi segala sesuatu, Dia berfirman, ﴾ ٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَحۡمِلُ كُلُّ أُنثَىٰ ﴿ "Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan," baik pada ka-langan anak Adam dan lainnya ﴾ وَمَا تَغِيضُ ٱلۡأَرۡحَامُ ﴿ "dan kandungan rahim yang kurang sempurna," yang mengalami penyusutan apa yang ada di dalamnya, baik kandungannya rusak atau mengecil ataupun mengerut, ﴾ وَمَا تَزۡدَادُۚ ﴿ "dan (kandungan rahim) yang bertambah," pada rahim-rahim wanita, dan (proses) besarnya janin di dalamnya. ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٍ عِندَهُۥ بِمِقۡدَارٍ ﴿ "Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukurannya," tidak maju maupun mundur, tidak bertambah ataupun berkurang kecuali berdasarkan tuntutan hikmah dan ilmuNya. Sesungguhnya Allah, ﴾ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلۡكَبِيرُ ﴿ "Dzat yang menge-tahui semua yang ghaib dan yang nampak, Yang Mahabesar," dalam Dzat, Nama dan SifatNya, ﴾ ٱلۡمُتَعَالِ ﴿ "Yang Mahatinggi," di atas se-luruh makhlukNya dengan Dzat, kekuasaan dan KeperkasaanNya.

(10) ﴾ سَوَآءٞ ﴿ "Sama saja (bagi Allah),"pada ilmu, pendengaran, dan pandanganNya ﴾ مَّنۡ أَسَرَّ ٱلۡقَوۡلَ وَمَن جَهَرَ بِهِۦ وَمَنۡ هُوَ مُسۡتَخۡفِۭ بِٱلَّيۡلِ ﴿ "siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari," berdiam di suatu tempat, tersembunyi. ﴾ وَسَارِبُۢ بِٱلنَّهَارِ ﴿ "Dan yang berjalan (menam-pakkan diri) di siang hari," maksudnya berada dalam tempat tinggal-nya di siang hari. Yang dimaksud dengan اَلسِّرْبُ, ialah tempat yang dijadikan oleh seseorang sebagai tempat persembunyian, baik di tengah rumahnya, gua, atau lubang persembunyian dan lain-lain.

(11) ﴾ لَهُۥ ﴿ "Baginya," yaitu bagi manusia ﴾ مُعَقِّبَٰتٞ ﴿ "ada yang selalu mengikutinya bergiliran," dari kalangan malaikat, mereka silih berganti di malam dan siang hari ﴾ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۗ ﴿ "di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah," mak-sudnya memelihara jasmani dan nyawanya dari setiap orang yang ingin berbuat buruk padanya. Mereka memelihara amalan-amalan-nya, selalu menyertainya terus-menerus. Sebagaimana juga ilmu Allah meliputinya, maka …

9

عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلْكَبِيرُ ٱلْمُتَعَالِ

Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi.

"Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perem-puan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang ber-tambah. Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukurannya. Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; Yang Mahabesar lagi Mahatinggi. Sama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Se-sungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (Ar-Ra'd: 8-11).

(8-9) Allah تعالى memberitahukan tentang cakupan ilmuNya yang merata dan luasnya pengetahuan dan penguasaanNya yang meliputi segala sesuatu, Dia berfirman, ﴾ ٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَحۡمِلُ كُلُّ أُنثَىٰ ﴿ "Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan," baik pada ka-langan anak Adam dan lainnya ﴾ وَمَا تَغِيضُ ٱلۡأَرۡحَامُ ﴿ "dan kandungan rahim yang kurang sempurna," yang mengalami penyusutan apa yang ada di dalamnya, baik kandungannya rusak atau mengecil ataupun mengerut, ﴾ وَمَا تَزۡدَادُۚ ﴿ "dan (kandungan rahim) yang bertambah," pada rahim-rahim wanita, dan (proses) besarnya janin di dalamnya. ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٍ عِندَهُۥ بِمِقۡدَارٍ ﴿ "Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukurannya," tidak maju maupun mundur, tidak bertambah ataupun berkurang kecuali berdasarkan tuntutan hikmah dan ilmuNya. Sesungguhnya Allah, ﴾ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلۡكَبِيرُ ﴿ "Dzat yang menge-tahui semua yang ghaib dan yang nampak, Yang Mahabesar," dalam Dzat, Nama dan SifatNya, ﴾ ٱلۡمُتَعَالِ ﴿ "Yang Mahatinggi," di atas se-luruh makhlukNya dengan Dzat, kekuasaan dan KeperkasaanNya.

(10) ﴾ سَوَآءٞ ﴿ "Sama saja (bagi Allah),"pada ilmu, pendengaran, dan pandanganNya ﴾ مَّنۡ أَسَرَّ ٱلۡقَوۡلَ وَمَن جَهَرَ بِهِۦ وَمَنۡ هُوَ مُسۡتَخۡفِۭ بِٱلَّيۡلِ ﴿ "siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari," berdiam di suatu tempat, tersembunyi. ﴾ وَسَارِبُۢ بِٱلنَّهَارِ ﴿ "Dan yang berjalan (menam-pakkan diri) di siang hari," maksudnya berada dalam tempat tinggal-nya di siang hari. Yang dimaksud dengan اَلسِّرْبُ, ialah tempat yang dijadikan oleh seseorang sebagai tempat persembunyian, baik di tengah rumahnya, gua, atau lubang persembunyian dan lain-lain.

(11) ﴾ لَهُۥ ﴿ "Baginya," yaitu bagi manusia ﴾ مُعَقِّبَٰتٞ ﴿ "ada yang selalu mengikutinya bergiliran," dari kalangan malaikat, mereka silih berganti di malam dan siang hari ﴾ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۗ ﴿ "di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah," mak-sudnya memelihara jasmani dan nyawanya dari setiap orang yang ingin berbuat buruk padanya. Mereka memelihara amalan-amalan-nya, selalu menyertainya terus-menerus. Sebagaimana juga ilmu Allah meliputinya, maka …

10

سَوَآءٌۭ مِّنكُم مَّنْ أَسَرَّ ٱلْقَوْلَ وَمَن جَهَرَ بِهِۦ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍۭ بِٱلَّيْلِ وَسَارِبٌۢ بِٱلنَّهَارِ

Sama saja (bagi Tuhan), siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari.

"Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perem-puan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang ber-tambah. Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukurannya. Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; Yang Mahabesar lagi Mahatinggi. Sama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Se-sungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (Ar-Ra'd: 8-11).

(8-9) Allah تعالى memberitahukan tentang cakupan ilmuNya yang merata dan luasnya pengetahuan dan penguasaanNya yang meliputi segala sesuatu, Dia berfirman, ﴾ ٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَحۡمِلُ كُلُّ أُنثَىٰ ﴿ "Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan," baik pada ka-langan anak Adam dan lainnya ﴾ وَمَا تَغِيضُ ٱلۡأَرۡحَامُ ﴿ "dan kandungan rahim yang kurang sempurna," yang mengalami penyusutan apa yang ada di dalamnya, baik kandungannya rusak atau mengecil ataupun mengerut, ﴾ وَمَا تَزۡدَادُۚ ﴿ "dan (kandungan rahim) yang bertambah," pada rahim-rahim wanita, dan (proses) besarnya janin di dalamnya. ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٍ عِندَهُۥ بِمِقۡدَارٍ ﴿ "Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukurannya," tidak maju maupun mundur, tidak bertambah ataupun berkurang kecuali berdasarkan tuntutan hikmah dan ilmuNya. Sesungguhnya Allah, ﴾ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلۡكَبِيرُ ﴿ "Dzat yang menge-tahui semua yang ghaib dan yang nampak, Yang Mahabesar," dalam Dzat, Nama dan SifatNya, ﴾ ٱلۡمُتَعَالِ ﴿ "Yang Mahatinggi," di atas se-luruh makhlukNya dengan Dzat, kekuasaan dan KeperkasaanNya.

(10) ﴾ سَوَآءٞ ﴿ "Sama saja (bagi Allah),"pada ilmu, pendengaran, dan pandanganNya ﴾ مَّنۡ أَسَرَّ ٱلۡقَوۡلَ وَمَن جَهَرَ بِهِۦ وَمَنۡ هُوَ مُسۡتَخۡفِۭ بِٱلَّيۡلِ ﴿ "siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari," berdiam di suatu tempat, tersembunyi. ﴾ وَسَارِبُۢ بِٱلنَّهَارِ ﴿ "Dan yang berjalan (menam-pakkan diri) di siang hari," maksudnya berada dalam tempat tinggal-nya di siang hari. Yang dimaksud dengan اَلسِّرْبُ, ialah tempat yang dijadikan oleh seseorang sebagai tempat persembunyian, baik di tengah rumahnya, gua, atau lubang persembunyian dan lain-lain.

(11) ﴾ لَهُۥ ﴿ "Baginya," yaitu bagi manusia ﴾ مُعَقِّبَٰتٞ ﴿ "ada yang selalu mengikutinya bergiliran," dari kalangan malaikat, mereka silih berganti di malam dan siang hari ﴾ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۗ ﴿ "di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah," mak-sudnya memelihara jasmani dan nyawanya dari setiap orang yang ingin berbuat buruk padanya. Mereka memelihara amalan-amalan-nya, selalu menyertainya terus-menerus. Sebagaimana juga ilmu Allah meliputinya, maka …

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.