Muslim99Muslim99
← Tafsir library

13. Ar-Ra'd

The Thunder · Medinan · 43 ayahs

سُورَةُ الرَّعۡدِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 11–20 of 43

11

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌۭ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍۢ سُوٓءًۭا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

"Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perem-puan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang ber-tambah. Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukurannya. Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; Yang Mahabesar lagi Mahatinggi. Sama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Se-sungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (Ar-Ra'd: 8-11).

(8-9) Allah تعالى memberitahukan tentang cakupan ilmuNya yang merata dan luasnya pengetahuan dan penguasaanNya yang meliputi segala sesuatu, Dia berfirman, ﴾ ٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَحۡمِلُ كُلُّ أُنثَىٰ ﴿ "Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan," baik pada ka-langan anak Adam dan lainnya ﴾ وَمَا تَغِيضُ ٱلۡأَرۡحَامُ ﴿ "dan kandungan rahim yang kurang sempurna," yang mengalami penyusutan apa yang ada di dalamnya, baik kandungannya rusak atau mengecil ataupun mengerut, ﴾ وَمَا تَزۡدَادُۚ ﴿ "dan (kandungan rahim) yang bertambah," pada rahim-rahim wanita, dan (proses) besarnya janin di dalamnya. ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٍ عِندَهُۥ بِمِقۡدَارٍ ﴿ "Dan segala sesuatu pada sisiNya ada ukurannya," tidak maju maupun mundur, tidak bertambah ataupun berkurang kecuali berdasarkan tuntutan hikmah dan ilmuNya. Sesungguhnya Allah, ﴾ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلۡكَبِيرُ ﴿ "Dzat yang menge-tahui semua yang ghaib dan yang nampak, Yang Mahabesar," dalam Dzat, Nama dan SifatNya, ﴾ ٱلۡمُتَعَالِ ﴿ "Yang Mahatinggi," di atas se-luruh makhlukNya dengan Dzat, kekuasaan dan KeperkasaanNya.

(10) ﴾ سَوَآءٞ ﴿ "Sama saja (bagi Allah),"pada ilmu, pendengaran, dan pandanganNya ﴾ مَّنۡ أَسَرَّ ٱلۡقَوۡلَ وَمَن جَهَرَ بِهِۦ وَمَنۡ هُوَ مُسۡتَخۡفِۭ بِٱلَّيۡلِ ﴿ "siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari," berdiam di suatu tempat, tersembunyi. ﴾ وَسَارِبُۢ بِٱلنَّهَارِ ﴿ "Dan yang berjalan (menam-pakkan diri) di siang hari," maksudnya berada dalam tempat tinggal-nya di siang hari. Yang dimaksud dengan اَلسِّرْبُ, ialah tempat yang dijadikan oleh seseorang sebagai tempat persembunyian, baik di tengah rumahnya, gua, atau lubang persembunyian dan lain-lain.

(11) ﴾ لَهُۥ ﴿ "Baginya," yaitu bagi manusia ﴾ مُعَقِّبَٰتٞ ﴿ "ada yang selalu mengikutinya bergiliran," dari kalangan malaikat, mereka silih berganti di malam dan siang hari ﴾ مِّنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ يَحۡفَظُونَهُۥ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۗ ﴿ "di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah," mak-sudnya memelihara jasmani dan nyawanya dari setiap orang yang ingin berbuat buruk padanya. Mereka memelihara amalan-amalan-nya, selalu menyertainya terus-menerus. Sebagaimana juga ilmu Allah meliputinya, maka …

12

هُوَ ٱلَّذِى يُرِيكُمُ ٱلْبَرْقَ خَوْفًۭا وَطَمَعًۭا وَيُنشِئُ ٱلسَّحَابَ ٱلثِّقَالَ

Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung.

"Dia-lah Rabb yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepadaNya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Rabb Yang Mahakeras siksaNya." (Ar-Ra'd: 12-13).

(12) Allah تعالى berfirman, ﴾ هُوَ ٱلَّذِي يُرِيكُمُ ٱلۡبَرۡقَ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا ﴿ "Dia-lah Rabb yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ke-takutan dan harapan," menjadi sumber ketakutan karena kemunculan suara-suara guruh, kehancuran dan berbagai macam bahaya yang bisa menimpa sebagian buah-buahan dan lainnya, dan (menjadi sumber harapan) kebaikan dan manfaatnya darinya. ﴾ وَيُنشِئُ ٱلسَّحَابَ ٱلثِّقَالَ ﴿ "Dan Dia mengadakan awan mendung," dengan curahan hujan lebat yang mengandung manfaat bagi umat manusia dan negeri-negeri.

(13) ﴾ وَيُسَبِّحُ ٱلرَّعۡدُ ﴿ "Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah," yaitu suara yang terdengar dari mendung, yang mengagetkan ma-nusia. Ia tunduk kepada Rabbnya, melantunkan tasbih dengan me-mujiNya ﴾ و َ ﴿ "dan" bertasbih ﴾ ا ل ْ م َ ل َ ا ئ ِ ك َ ة ُ مِنۡ خِيفَتِهِۦ ﴿ "para malaikat karena takut kepadaNya," dalam keadaan khusyu' kepada Rabb mereka dan takut dari kemurkaanNya ﴾ وَيُرۡسِلُ ٱلصَّوَٰعِقَ ﴿ "dan Allah melepaskan hali-lintar," yaitu percikan api yang muncul dari sela-sela awan mendung ﴾ فَيُصِيبُ بِهَا مَن يَشَآءُ ﴿ "lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki," dari kalangan manusia, tergantung pada kehendak dan iradahNya. ﴾ وَهُوَ شَدِيدُ ٱلۡمِحَالِ ﴿ "Dan Dia-lah Rabb Yang Mahakeras siksaNya," maksud-nya Dia sangat dahsyat daya dan kekuatanNya. Tidaklah Dia ber-kehendak berbuat sesuatu melainkan pasti merealisasikannya. Tidak ada urusan yang sulit bagiNya. Tidak terlewatkan dariNya obyek yang telah melarikan diri. Apabila Allah semata yang mendatang-kan hujan bagi hamba-hambaNya, dan mendung yang berisi sumber rizki mereka, (dan Dia-lah yang mengatur segala urusan, semua makhluk yang besar yang ditakuti dan membuat orang-orang terusik, semuanya sangat tunduk patuh kepadaNya, Dia sangat dahsyat kekuatanNya), maka Dia-lah yang berhak untuk diibadahi semata, tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu, Allah berfirman,

13

وَيُسَبِّحُ ٱلرَّعْدُ بِحَمْدِهِۦ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِۦ وَيُرْسِلُ ٱلصَّوَٰعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَن يَشَآءُ وَهُمْ يُجَٰدِلُونَ فِى ٱللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ ٱلْمِحَالِ

Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya.

"Dia-lah Rabb yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepadaNya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Rabb Yang Mahakeras siksaNya." (Ar-Ra'd: 12-13).

(12) Allah تعالى berfirman, ﴾ هُوَ ٱلَّذِي يُرِيكُمُ ٱلۡبَرۡقَ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا ﴿ "Dia-lah Rabb yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ke-takutan dan harapan," menjadi sumber ketakutan karena kemunculan suara-suara guruh, kehancuran dan berbagai macam bahaya yang bisa menimpa sebagian buah-buahan dan lainnya, dan (menjadi sumber harapan) kebaikan dan manfaatnya darinya. ﴾ وَيُنشِئُ ٱلسَّحَابَ ٱلثِّقَالَ ﴿ "Dan Dia mengadakan awan mendung," dengan curahan hujan lebat yang mengandung manfaat bagi umat manusia dan negeri-negeri.

(13) ﴾ وَيُسَبِّحُ ٱلرَّعۡدُ ﴿ "Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah," yaitu suara yang terdengar dari mendung, yang mengagetkan ma-nusia. Ia tunduk kepada Rabbnya, melantunkan tasbih dengan me-mujiNya ﴾ و َ ﴿ "dan" bertasbih ﴾ ا ل ْ م َ ل َ ا ئ ِ ك َ ة ُ مِنۡ خِيفَتِهِۦ ﴿ "para malaikat karena takut kepadaNya," dalam keadaan khusyu' kepada Rabb mereka dan takut dari kemurkaanNya ﴾ وَيُرۡسِلُ ٱلصَّوَٰعِقَ ﴿ "dan Allah melepaskan hali-lintar," yaitu percikan api yang muncul dari sela-sela awan mendung ﴾ فَيُصِيبُ بِهَا مَن يَشَآءُ ﴿ "lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki," dari kalangan manusia, tergantung pada kehendak dan iradahNya. ﴾ وَهُوَ شَدِيدُ ٱلۡمِحَالِ ﴿ "Dan Dia-lah Rabb Yang Mahakeras siksaNya," maksud-nya Dia sangat dahsyat daya dan kekuatanNya. Tidaklah Dia ber-kehendak berbuat sesuatu melainkan pasti merealisasikannya. Tidak ada urusan yang sulit bagiNya. Tidak terlewatkan dariNya obyek yang telah melarikan diri. Apabila Allah semata yang mendatang-kan hujan bagi hamba-hambaNya, dan mendung yang berisi sumber rizki mereka, (dan Dia-lah yang mengatur segala urusan, semua makhluk yang besar yang ditakuti dan membuat orang-orang terusik, semuanya sangat tunduk patuh kepadaNya, Dia sangat dahsyat kekuatanNya), maka Dia-lah yang berhak untuk diibadahi semata, tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu, Allah berfirman,

14

لَهُۥ دَعْوَةُ ٱلْحَقِّ ۖ وَٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُم بِشَىْءٍ إِلَّا كَبَٰسِطِ كَفَّيْهِ إِلَى ٱلْمَآءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَٰلِغِهِۦ ۚ وَمَا دُعَآءُ ٱلْكَٰفِرِينَ إِلَّا فِى ضَلَٰلٍۢ

Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan doa (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.

"Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya air sampai ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sam-pai ke mulutnya. Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka." (Ar-Ra'd: 14).

(14) Maksudnya, hanya bagi Allah semata (hak mengabul-kan) ﴾ دَعۡوَةُ ٱلۡحَقِّۚ ﴿ "doa yang benar," yaitu beribadah kepadaNya saja, tidak ada sekutu bagiNya serta mengikhlaskan doa ibadah dan doa permintaan kepadaNya تعالى. Maksudnya, sepatutnya seluruh ibadah doa, khauf (rasa takut), raja` (rasa berharap), kecintaan, ke-inginan dan kekhawatiran serta taubah diarahkan hanya kepada-Nya. Sebab aspek ketuhananNya adalah benar. Sementara sisi ke-tuhanan selainNya adalah batil. Maka, ﴾ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ ﴿ "berhala-ber-hala yang mereka sembah selain Allah," yang berupa patung-patung dan tandingan-tandingan yang mereka jadikan sebagai sekutu bagi Allah, ﴾ لَا يَسۡتَجِيبُونَ لَهُم ﴿ "tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi me-reka," yaitu bagi orang yang menyeru dan menyembahnya, dengan (memberikan jawaban) yang sedikit atau banyak, baik berkaitan de-ngan urusan duniawi maupun urusan ukhrawi, ﴾ إِلَّا كَبَٰسِطِ كَفَّيۡهِ إِلَى ٱلۡمَآءِ ﴿ "melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air," yang tidak bisa dijangkau oleh dua telapak tangannya karena letaknya yang jauh. ﴾ لِيَبۡلُغَ ﴿ "Supaya sampai," dengan memben-tangkan tangannya ke air ﴾ فَاهُ ﴿ "ke mulutnya," karena dia sedang kehausan. Saking hausnya, dia menyodorkan telapak tangan dan membukanya ke arah air yang mustahil sampai kepadanya. Maka air itu pun tidak bisa sampai kepadanya. Demikian juga, orang-orang kafir yang menyembah sesembahan lain bersama Allah, me-reka (sesembahan-sesembahan itu) tidak bisa merealisasikan apa pun bagi mereka, tidak bermanfaat bagi mereka pada kondisi-kon-disi yang mana mereka benar-benar membutuhkannya. Sebab me-reka makhluk-makhluk yang tidak memiliki apa pun, begitu pula orang-orang yang menyeru mereka dalam keadaan kekurangan. ﴾ لَا يَمۡلِكُونَ مِثۡقَالَ ذَرَّةٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا لَهُمۡ فِيهِمَا مِن شِرۡكٖ وَمَا لَهُۥ مِنۡهُم مِّن ظَهِيرٖ 22 ﴿ "Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat dzarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (pen-ciptaan) langit dan bumi, dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagiNya." (Saba`: 22). ﴾ وَمَا دُعَآءُ ٱلۡكَٰفِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَٰلٖ ﴿ "Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu hanya-lah sia-sia belaka," karena kebatilan sesuatu yang mereka seru, selain Allah. Maka, ibadah dan doa mereka pun batil (sia-sia). Sebab, peran-taranya pun (wasilah) batil disebabkan kebatilan tujuannya. Karena Allah adalah Raja, Pemilik kebenaran yang nyata, maka beribadah kepadaNya merupakan perkara yang benar, manfaatnya benar-benar mengalir kepada pelakunya di dunia dan akhirat. Permisalan doa orang-orang kafir kepada selain Allah dengan (permisalan) orang yang membentangkan dua telapak tangannya ke arah air agar …

15

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ طَوْعًۭا وَكَرْهًۭا وَظِلَٰلُهُم بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ ۩

Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.

"Hanya kepada Allah-lah, segala apa yang di langit dan di bumi sujud (patuh), baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa, dan bayang-bayangnya di waktu pagi dan waktu petang sujud pula." (Ar-Ra'd: 15).

(15) Segala sesuatu yang berada di dalam langit dan bumi tunduk patuh kepada Rabbnya, sujud kepadaNya ﴾ طَوۡعٗا وَكَرۡهٗا ﴿ "baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa," maka sikap sukarela adalah bagi orang yang melakukan sujud dan tunduk patuh atas keinginan sendiri sebagaimana (tunduknya) kaum Mukminin. Sementara ke-terpaksaan adalah bagi orang yang menyombongkan diri dari ber-ibadah kepada Rabbnya. Padahal kondisi dan fitrahnya mendusta-kannya dalam hal tersebut. ﴾ وَظِلَٰلُهُم بِٱلۡغُدُوِّ وَٱلۡأٓصَالِ۩ ﴿ "Dan bayang-bayang-nya di waktu pagi dan waktu petang sujud pula," dan bayang-bayang para makhluk di permulaan hari dan penghujungnya bersujud pula. Cara bersujud masing-masing makhluk sesuai dengan kondisinya sebagaimana yang difirmankan oleh Allah تعالى, ﴾ وَإِن مِّن شَيۡءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمۡدِهِۦ وَلَٰكِن لَّا تَفۡقَهُونَ تَسۡبِيحَهُمۡۚ ﴿ "Dan tiada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memujiNya, akan tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka." (Al-Isra`: 44). Apabila setiap makhluk telah bersujud kepada Rabbnya, baik dengan sukarela atau terpaksa, maka Dia-lah sesembahan yang benar, Dzat yang disembah lagi terpuji dengan sebenarnya. Maka, label ketuhanan bagi selainnya adalah batil. 9 Oleh karenanya, Dia menyebutkan kebatilan ketuhanan bagi selainNya, dan mengetengahkan sejumlah buktinya dengan berfirman,

16

قُلْ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ قُلِ ٱللَّهُ ۚ قُلْ أَفَٱتَّخَذْتُم مِّن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ نَفْعًۭا وَلَا ضَرًّۭا ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِى ٱلظُّلُمَٰتُ وَٱلنُّورُ ۗ أَمْ جَعَلُوا۟ لِلَّهِ شُرَكَآءَ خَلَقُوا۟ كَخَلْقِهِۦ فَتَشَٰبَهَ ٱلْخَلْقُ عَلَيْهِمْ ۚ قُلِ ٱللَّهُ خَٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍۢ وَهُوَ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّٰرُ

Katakanlah: "Siapakah Tuhan langit dan bumi?" Jawabnya: "Allah". Katakanlah: "Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?". Katakanlah: "Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?" Katakanlah: "Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa".

"Katakanlah, 'Siapakah Rabb langit dan bumi?' Jawablah, 'Allah.' Katakanlah, 'Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sen-diri?' Katakanlah, 'Adakah sama orang buta dan yang dapat me-lihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat mencip-takan seperti ciptaanNya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?' Katakanlah, 'Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Rabb Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa'." (Ar-Ra'd: 16).

(16) Maksudnya, 'Katakanlah kepada orang-orang yang me-nyekutukan berhala-berhala dan sesembahan-sesembahan tandingan lainnya dengan Allah, yang mana mereka mencintai sesembahan-sesembahan itu layaknya kecintaan mereka kepada Allah, mem-persembahkan bermacam-macam bentuk qurbah (untuk mendekat-kan diri kepada Allah) dan ibadah baginya. Apakah akal pikiran kalian telah tumpul sehingga mendaulat selain Allah sebagai wali (penolong) yang mereka agungkan dengan ibadah, padahal mereka itu tidak patut untuk diperlakukan demikian? Mereka (sesembahan selain Allah) itu ﴾ لَا يَمۡلِكُونَ لِأَنفُسِهِمۡ نَفۡعٗا وَلَا ضَرّٗاۚ ﴿ "mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri," dan kalian mengenyampingkan pertolongan dari Dzat yang sempurna Nama-nama dan Sifat-sifatNya, Pemilik semua makhluk hidup dan benda yang mati. Di TanganNya-lah hak penciptaan, pengaturan, pemberian manfaat dan pengarahan bahaya. Maka tidak sama, ibadah kepada Allah semata dengan ibadah kepada tuhan yang disekutukan dengan Allah, sebagaimana tidak sama orang buta dengan orang yang bisa melihat, juga sebagai-mana tidak ﴾ تَسۡتَوِي ٱلظُّلُمَٰتُ وَٱلنُّورُۗ ﴿ "sama gelap gulita dengan terang bende-rang." Apabila mereka mempunyai unsur keragu-raguan serta ke-tidakjelasan sehingga mengangkat beberapa sekutu bagiNya, dengan beranggapan bahwa sekutu-sekutu itu mampu menciptakan seperti penciptaan Allah, dan sanggup berbuat apa saja seperti yang di-perbuat Allah, maka singkirkanlah kesimpangsiuran dan kerancuan ini dari mereka dengan bukti yang menunjukkan ketauhidan Allah dengan keesaanNya dan katakanlah kepada mereka, "Allah-lah pencipta segala sesuatu." Sungguh merupakan perkara mustahil, sesuatu bisa mencipta-kan dirinya sendiri. Begitu pula, termasuk hal yang tidak mungkin terjadi, sesuatu muncul tanpa pencipta. Maka akan teridentifikasilah bahwa makhluk itu memiliki Pencipta yang menciptakan, tidak ada sekutu bagiNya dalam penciptaan. Karena Dia-lah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. Tidak ada keesaan dan keperkasaan kecuali bagi Allah semata. Seluruh makhluk, masing-masing saling menundukkan makhluk lainnya dengan kegagahannya. Kemudian di atas sang penakluk tadi terdapat Dzat Yang Maha Penakluk yang lebih kuat darinya, sampai berakhir kepada keperkasaan Dzat Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. Keperkasaan dan keesaan, dua sifat yang saling berkorelasi yang mesti dimiliki oleh Allah saja, maka jelaslah sebuah keniscayaan, ditinjau dari sudut nalar akal bahwa segala sesuatu yang diseru selain Allah, tidak mempunyai sedikit pun …

17

أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌۢ بِقَدَرِهَا فَٱحْتَمَلَ ٱلسَّيْلُ زَبَدًۭا رَّابِيًۭا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِى ٱلنَّارِ ٱبْتِغَآءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَٰعٍۢ زَبَدٌۭ مِّثْلُهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْحَقَّ وَٱلْبَٰطِلَ ۚ فَأَمَّا ٱلزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَآءًۭ ۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.

"Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka me-ngalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah mem-buat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang batil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; sedangkan yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan." (Ar-Ra'd: 17).

(17) Allah تعالى menyerupakan hidayah yang diturunkan ke-pada RasulNya bagi kehidupan kalbu dan ruh manusia dengan air yang diturunkan bagi kehidupan pepohonan. Allah menganalogikan manfaat luas lagi melimpah yang terkandung dalam hidayah yang sangat dibutuhkan oleh manusia dengan hal-hal yang dikandung oleh hujan, berupa manfaat-manfaat makro yang mendesak. Allah mempermisalkan hati yang berhasil mengemas hidayah dan ting-katan-tingkatannya dengan lembah-lembah yang menjadi muara aliran air. Lembah yang luas, mampu menampung air yang banyak ada-lah ibarat hati lapang, yang memuat ilmu yang banyak. Sedangkan lembah kecil yang hanya membutuhkan sedikit air seperti halnya hati yang sempit yang hanya memuat ilmu yang sedikit….dan de-mikianlah seterusnya. Selanjutnya, Allah mengumpamakan nafsu syahwat dan syu-bhat (kerancuan) pada hati manusia saat kebenaran datang kepada-nya dengan buih yang berada di atas permukaan air, dan benda yang dipanaskan di atas api berupa perhiasan yang akan dimurnikan dan dilebur untuk dimasukkan dalam cetakan. Ia akan tetap di atas air dalam keadaan mengambang menyebabkannya keruh sampai akhir-nya hilang dan lenyap. Dan akan tersisa hal-hal yang berguna bagi manusia dalam wujud air jernih dan perhiasan yang murni. Demikian pula keadaan dengan syahwat dan syubhat, karena hati akan senantiasa membenci dan berusaha menaklukkannya me-lalui bukti-bukti yang benar dan tekad-tekad yang bulat agar pergi dan lenyap. Hati pun menjadi bersih lagi murni, di dalamnya hanya ada hal-hal yang bermanfaat bagi manusia berupa ilmu dan kebenar-an serta tindakan untuk mengutamakan dan mencintainya. Kebatil-an akan lenyap, dan kebenaranlah yang menyirnakannya. ﴾ إِنَّ ٱلۡبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقٗا 81 ﴿ "Sesungguhnya kebatilan itu adalah sesuatu yang pasti lenyap." (Al-Isra`: 81). Di sini, Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ يَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَالَ ﴿ "Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan," tujuannya agar kebenaran menjadi jelas dan terbedakan dari kebatilan, dan hidayah terbeda-kan dari kesesatan.

18

لِلَّذِينَ ٱسْتَجَابُوا۟ لِرَبِّهِمُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَٱلَّذِينَ لَمْ يَسْتَجِيبُوا۟ لَهُۥ لَوْ أَنَّ لَهُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًۭا وَمِثْلَهُۥ مَعَهُۥ لَٱفْتَدَوْا۟ بِهِۦٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ سُوٓءُ ٱلْحِسَابِ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمِهَادُ

Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.

"Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Rabbnya, (disedia-kan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Rabbnya, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi beserta-nya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk, dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam, dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman." (Ar-Ra'd: 18).

(18) Ketika Allah menerangkan kebenaran untuk menyisih-kannya dari kebatilan, maka Allah تعالى menyebutkan bahwa manusia terkualifikasi menjadi dua golongan: Golongan yang menyambut seruan Rabbnya lalu disebutkan balasan baiknya, dan golongan yang tidak menyambut lalu disebutkan hukumannya. Allah berfirman, ﴾ لِلَّذِينَ ٱسۡتَجَابُواْ لِرَبِّهِمُ ﴿ "Bagi orang-orang yang meme-nuhi seruan Rabbnya," maksudnya orang-orang yang hatinya tunduk kepada ilmu dan keimanan, dan anggota tubuh mereka patuh pada perintah dan larangan, maka mereka menjadi insan-insan yang se-jalan dengan Rabb mereka dalam hal-hal yang diinginkanNya dari mereka. Maka bagi mereka ﴾ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ ﴿ "(disediakan) pembalasan yang baik," yaitu kondisi yang baik dan pahala yang bagus. Mereka memiliki sifat yang termulia dan budi pekerti yang paling luhur, serta balasan segera (di dunia ini) dan balasan yang akan datang, yang tidak pernah disaksikan pandangan, tidak pernah didengar pendengaran serta tidak pernah terbetik di dalam hati manusia. ﴾ وَٱلَّذِينَ لَمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَهُۥ ﴿ "Dan orang-orang yang tidak memenuhi se-ruan Rabbnya," sesudah Allah membuat permisalan-permisalan dan menjelaskan kebenaran kepada mereka, maka mereka mendapatkan kondisi yang tidak baik. ﴾ لَوۡ أَنَّ لَهُم مَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا ﴿ "Sekiranya mereka mem-punyai semua (kekayaan) yang ada di bumi," berupa emas, perak, dan lain-lain, ﴾ وَمِثۡلَهُۥ مَعَهُۥ لَٱفۡتَدَوۡاْ بِهِۦٓۚ ﴿ "dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu," dari siksa pada Hari Kiamat. Semua itu tidak akan diterima dari mereka. Dan dari mana mereka memiliki itu semua? ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ سُوٓءُ ٱلۡحِسَابِ ﴿ "Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk," yaitu proses hisab (perhitungan amal) yang akan berlaku bagi semua perkara yang pernah mereka kerjakan, yang berbentuk amalan yang buruk, dan hak-hak Allah serta hak-hak manusia yang telah mereka sepelekan. Hal tersebut telah ditulis dan digariskan pada mereka, ﴾ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan mereka mengatakan, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melain-kan ia mencatat semuanya,' dan mereka mendapati apa yang mereka ker-jakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang pun".( Al-Kahfi: 49) ﴾ و َ ﴿ "Dan" pasca perhitungan (amal) yang buruk ini ﴾ م َ أ ْ و َ ا ه ُ م ْ جَهَنَّمُۖ ﴿ "tempat kediaman mereka ialah Jahanam," yang menghimpun ber-bagai macam siksaan, berupa kelaparan yang dahsyat, rasa haus yang menyakitkan, serta …

19

۞ أَفَمَن يَعْلَمُ أَنَّمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ٱلْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰٓ ۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,

"Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang di-turunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat meng-ambil pelajaran. (Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian. Dan orang-orang yang menghubung-kan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan me-reka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar karena mencari Wajah Rabbnya, men-dirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (Yaitu) surga 'Adn yang mereka ma-suk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shalih dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (Sambil mengucapkan), 'Salamun 'alaikum bima shabartum.' Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (Ar-Ra'd: 19-24).

(19-20) Allah تعالى berfirman untuk membedakan antara orang-orang yang berilmu dan mengamalkannya dengan orang yang tidak demikian adanya, ﴾ أَفَمَن يَعۡلَمُ أَنَّمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar," lalu dia memahami dan mengamalkannya ﴾ كَمَنۡ هُوَ أَعۡمَىٰٓۚ ﴿ "sama dengan orang yang buta," yang tidak mengetahui kebenaran sehingga tidak mengamalkannya? Perbedaan antara keduanya bak perbedaan antara langit dan bumi. Oleh karenanya, sudah semesti-nya seorang hamba mengingat dan berpikir, siapakah di antara dua macam orang itu yang paling bagus kondisinya dan terbaik peng-hujung kehidupannya, sehingga jalannya diikuti dan dititi di be-lakang golongannya. Namun, tidak setiap orang mengingat-ingat hal yang bermanfaat dan berbahaya baginya. ﴾ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ﴿ "Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran," yaitu orang-orang yang mempunyai akal yang matang dan pemikiran yang sempurna, yang merupakan un-sur penting alam semesta dan keturunan Adam yang terpilih. Jika engkau menanyakan tentang karakteristik mereka, maka engkau tidak akan menjumpai sifat yang lebih baik dari sebutan Allah bagi mereka dengan FirmanNya, ﴾ ٱلَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهۡدِ ٱللَّهِ ﴿ "orang-orang yang me-menuhi janji Allah," yang telah Allah amanatkan kepada mereka dan mengikat mereka dengan janji itu, berupa pelaksanaan hak-hakNya secara sempurna lagi komplet. Yang dimaksud dengan menepatinya ialah memenuhi hak-haknya dalam bentuk menyem-purnakan dan bersikap tulus terhadapnya. Dan termasuk indikasi pemenuhan hak tersebut, bahwa mereka ﴾ ل َ ا يَنقُضُونَ ٱلۡمِيثَٰقَ ﴿ "tidak merusak perjanjian," perjanjian yang telah mereka tetapkan sendiri dengan Allah. Seluruh akad, perjanjian, sumpah dan nadzar yang telah di-ikrarkan seseorang masuk ke dalamnya. Seseorang tidak termasuk dalam kategori 'ulul albab' (orang-orang yang berakal) yang men-dapatkan pahala besar kecuali dengan melaksanakannya secara utuh, tidak membatalkan dan menguranginya.

(21) ﴾ وَٱلَّذِينَ يَصِلُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ …

20

ٱلَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ ٱللَّهِ وَلَا يَنقُضُونَ ٱلْمِيثَٰقَ

(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian,

"Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang di-turunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat meng-ambil pelajaran. (Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian. Dan orang-orang yang menghubung-kan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan me-reka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar karena mencari Wajah Rabbnya, men-dirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (Yaitu) surga 'Adn yang mereka ma-suk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shalih dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (Sambil mengucapkan), 'Salamun 'alaikum bima shabartum.' Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (Ar-Ra'd: 19-24).

(19-20) Allah تعالى berfirman untuk membedakan antara orang-orang yang berilmu dan mengamalkannya dengan orang yang tidak demikian adanya, ﴾ أَفَمَن يَعۡلَمُ أَنَّمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar," lalu dia memahami dan mengamalkannya ﴾ كَمَنۡ هُوَ أَعۡمَىٰٓۚ ﴿ "sama dengan orang yang buta," yang tidak mengetahui kebenaran sehingga tidak mengamalkannya? Perbedaan antara keduanya bak perbedaan antara langit dan bumi. Oleh karenanya, sudah semesti-nya seorang hamba mengingat dan berpikir, siapakah di antara dua macam orang itu yang paling bagus kondisinya dan terbaik peng-hujung kehidupannya, sehingga jalannya diikuti dan dititi di be-lakang golongannya. Namun, tidak setiap orang mengingat-ingat hal yang bermanfaat dan berbahaya baginya. ﴾ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ﴿ "Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran," yaitu orang-orang yang mempunyai akal yang matang dan pemikiran yang sempurna, yang merupakan un-sur penting alam semesta dan keturunan Adam yang terpilih. Jika engkau menanyakan tentang karakteristik mereka, maka engkau tidak akan menjumpai sifat yang lebih baik dari sebutan Allah bagi mereka dengan FirmanNya, ﴾ ٱلَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهۡدِ ٱللَّهِ ﴿ "orang-orang yang me-menuhi janji Allah," yang telah Allah amanatkan kepada mereka dan mengikat mereka dengan janji itu, berupa pelaksanaan hak-hakNya secara sempurna lagi komplet. Yang dimaksud dengan menepatinya ialah memenuhi hak-haknya dalam bentuk menyem-purnakan dan bersikap tulus terhadapnya. Dan termasuk indikasi pemenuhan hak tersebut, bahwa mereka ﴾ ل َ ا يَنقُضُونَ ٱلۡمِيثَٰقَ ﴿ "tidak merusak perjanjian," perjanjian yang telah mereka tetapkan sendiri dengan Allah. Seluruh akad, perjanjian, sumpah dan nadzar yang telah di-ikrarkan seseorang masuk ke dalamnya. Seseorang tidak termasuk dalam kategori 'ulul albab' (orang-orang yang berakal) yang men-dapatkan pahala besar kecuali dengan melaksanakannya secara utuh, tidak membatalkan dan menguranginya.

(21) ﴾ وَٱلَّذِينَ يَصِلُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ …

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.