Muslim99Muslim99
← Tafsir library

11. Hud

Hud · Meccan · 123 ayahs

سُورَةُ هُودٍ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 101–110 of 123

101

وَمَا ظَلَمْنَٰهُمْ وَلَٰكِن ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ۖ فَمَآ أَغْنَتْ عَنْهُمْ ءَالِهَتُهُمُ ٱلَّتِى يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍۢ لَّمَّا جَآءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍۢ

Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata, kepada Fir'aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikuti perin-tah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perin-tah) yang benar. Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan. Dan mereka selalu diikuti dengan ku-tukan di dunia dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Laknat itu sebu-ruk-buruk tempat yang didatangi. Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang kami ceritakan kepa-damu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah. Dan kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang meng-aniaya diri mereka sendiri, karena tiadalah bermanfaat sedikit pun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Rabbmu datang. Dan sembahan-sembahan itu ti-daklah menambah kepada mereka melainkan kebinasaan belaka." (Hud: 96-101)

(96) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa", bin Imran ﴾ بِـَٔايَٰتِنَا ﴿ "dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami", yang menunjukkan kebenaran agama yang dibawanya seperti tongkat, tangan dan tanda-tanda yang lain yang Allah berlakukan melalui tangan Musa, ﴾ وَسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٍ ﴿ "dan mukjizat yang nyata." Yakni hujjah yang jelas dan gamblang yang muncul seperti matahari.

(97) ﴾ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦ ﴿ "Kepada Fir'aun dan pemimpin-pemim-pin kaumnya", maksudnya tokoh kaumnya, karena mereka diikuti, sedangkan selain mereka adalah pengikut bagi mereka. Mereka tidak tunduk pada mukjizat yang dibawa oleh Musa dan ditunjuk-kannya kepada mereka seperti yang telah dirinci di surat al-A'raf, mereka justru ﴾ فَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ فِرۡعَوۡنَۖ وَمَآ أَمۡرُ فِرۡعَوۡنَ بِرَشِيدٖ ﴿ "mengikuti perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar." Fir'aun adalah sesat dan menyimpang, dia tidak memerintahkan kecuali kepada kemudaratan murni.

(98) Tidak aneh ketika kaumnya mengikutinya, maka Fir'aun mencelakakan dan membinasakan mereka. ﴾ يَقۡدُمُ قَوۡمَهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فَأَوۡرَدَهُمُ ٱلنَّارَۖ وَبِئۡسَ ٱلۡوِرۡدُ ٱلۡمَوۡرُودُ ﴿ "Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi."

(99) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِۦ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti" di dunia ini ﴾ لَعۡنَةٗ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ ﴿ "dengan kutukan dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Allah, malaikat, dan semua manusia melaknat mereka di dunia dan akhirat. ﴾ بِئۡسَ ٱلرِّفۡدُ ٱلۡمَرۡفُودُ ﴿ "Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan." Maksudnya, ia adalah sejelek-jelek sesuatu yang terkumpul untuk mereka. Azab Allah dan laknat dunia dan akhirat menumpuk pada mereka.

(100) Tatkala Allah menyebutkan kisah-kisah umat dengan rasul-rasul mereka, maka Allah berfirman kepada RasulNya,﴾ ذَٰلِكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡقُرَىٰ نَقُصُّهُۥ عَلَيۡكَۖ ﴿ "Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad)", agar kamu memperingatkan …

102

وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌۭ شَدِيدٌ

Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.

"Dan begitulah azab Rabbmu, apabila Dia mengazab pendu-duk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya azabNya itu sangat pedih lagi keras." (Hud: 102).

(102) Maksudnya, azab meluluhlantakkan dan menghancur-kan mereka. Tuhan yang mereka sembah selain Allah tidak berguna sedikit pun bagi mereka.

103

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةًۭ لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌۭ مَّجْمُوعٌۭ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌۭ مَّشْهُودٌۭ

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).

"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari Kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disak-sikan (oleh segala sesuatu). Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu. Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izinNya, maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam ne-raka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Rabb-mu Maha Pelaksana terhadap sesuatu yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain), sebagai karunia yang tiada putus-putusnya." (Hud: 103-108).

(103) ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu", azab Allah yang disebutkan yang menghancurkan orang-orang yang zhalim itu, ﴾ لَأٓيَةٗ لِّمَنۡ خَافَ عَذَابَ ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿ "benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat." Maksudnya, sungguh me-ngandung pelajaran dan dalil bahwa orang-orang zhalim dan para pelaku kejahatan akan ditimpa hukuman dunia dan akhirat. Ke-mudian Allah berpindah dari pembahasan ini kepada penjelasan akhirat. Dia berfirman, ﴾ ذَٰلِكَ يَوۡمٞ مَّجۡمُوعٞ لَّهُ ٱلنَّاسُ ﴿ "Hari Kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya." Maksudnya, mereka dikumpulkan pada hari itu untuk mendapat-kan balasan dan untuk memperlihatkan kepada mereka kebesaran dan keagungan serta keadilan Allah yang besar yang dengannya mereka akan mengenalNya dengan sebenarnya. ﴾ وَذَٰلِكَ يَوۡمٞ مَّشۡهُودٞ ﴿ "Dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala sesuatu)." Yakni disaksikan oleh Allah, malaikat, dan seluruh makhluk.

(104) ﴾ وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ ﴿ "Dan Kami tiadalah mengundurkannya." Yakni kedatangan Hari Kiamat, ﴾ إِلَّا لِأَجَلٖ مَّعۡدُودٖ ﴿ "melainkan sampai waktu yang tertentu." Jika masa dunia telah habis dan penciptaan di dalamnya yang telah ditakdirkan oleh Allah (telah selesai), maka pada saat itu Dia memindahkan mereka ke alam akhirat dan memberlakukan kepada mereka hukum-hukumNya yang jaza`iyah (balasan) seba-gaimana di dunia Dia telah memberlakukan kepada mereka hukum-hukumNya syar'iyyah.

(105) ﴾ يَوۡمَ يَأۡتِ ﴿ "Di kala datang hari itu", di mana seluruh makhluk berkumpul, ﴾ لَا تَكَلَّمُ نَفۡسٌ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ ﴿ "tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izinNya", bahkan para malaikat, para nabi yang mulia tidak memberi syafa'at kecuali dengan izinNya. ﴾ فَمِنۡهُمۡ شَقِيّٞ وَسَعِيدٞ ﴿ "Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia." Orang-orang yang celaka adalah orang-orang yang kafir kepada Allah, mendustakan rasul-rasulNya dan menyelisihi perintahNya, sedangkan orang-orang yang berbahagia adalah orang-orang Mukmin yang bertakwa.

(106) Mengenai balasan mereka. ﴾ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ …

104

وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍۢ مَّعْدُودٍۢ

Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.

"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari Kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disak-sikan (oleh segala sesuatu). Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu. Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izinNya, maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam ne-raka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Rabb-mu Maha Pelaksana terhadap sesuatu yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain), sebagai karunia yang tiada putus-putusnya." (Hud: 103-108).

(103) ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu", azab Allah yang disebutkan yang menghancurkan orang-orang yang zhalim itu, ﴾ لَأٓيَةٗ لِّمَنۡ خَافَ عَذَابَ ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿ "benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat." Maksudnya, sungguh me-ngandung pelajaran dan dalil bahwa orang-orang zhalim dan para pelaku kejahatan akan ditimpa hukuman dunia dan akhirat. Ke-mudian Allah berpindah dari pembahasan ini kepada penjelasan akhirat. Dia berfirman, ﴾ ذَٰلِكَ يَوۡمٞ مَّجۡمُوعٞ لَّهُ ٱلنَّاسُ ﴿ "Hari Kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya." Maksudnya, mereka dikumpulkan pada hari itu untuk mendapat-kan balasan dan untuk memperlihatkan kepada mereka kebesaran dan keagungan serta keadilan Allah yang besar yang dengannya mereka akan mengenalNya dengan sebenarnya. ﴾ وَذَٰلِكَ يَوۡمٞ مَّشۡهُودٞ ﴿ "Dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala sesuatu)." Yakni disaksikan oleh Allah, malaikat, dan seluruh makhluk.

(104) ﴾ وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ ﴿ "Dan Kami tiadalah mengundurkannya." Yakni kedatangan Hari Kiamat, ﴾ إِلَّا لِأَجَلٖ مَّعۡدُودٖ ﴿ "melainkan sampai waktu yang tertentu." Jika masa dunia telah habis dan penciptaan di dalamnya yang telah ditakdirkan oleh Allah (telah selesai), maka pada saat itu Dia memindahkan mereka ke alam akhirat dan memberlakukan kepada mereka hukum-hukumNya yang jaza`iyah (balasan) seba-gaimana di dunia Dia telah memberlakukan kepada mereka hukum-hukumNya syar'iyyah.

(105) ﴾ يَوۡمَ يَأۡتِ ﴿ "Di kala datang hari itu", di mana seluruh makhluk berkumpul, ﴾ لَا تَكَلَّمُ نَفۡسٌ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ ﴿ "tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izinNya", bahkan para malaikat, para nabi yang mulia tidak memberi syafa'at kecuali dengan izinNya. ﴾ فَمِنۡهُمۡ شَقِيّٞ وَسَعِيدٞ ﴿ "Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia." Orang-orang yang celaka adalah orang-orang yang kafir kepada Allah, mendustakan rasul-rasulNya dan menyelisihi perintahNya, sedangkan orang-orang yang berbahagia adalah orang-orang Mukmin yang bertakwa.

(106) Mengenai balasan mereka. ﴾ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ …

105

يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّۭ وَسَعِيدٌۭ

Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.

"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari Kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disak-sikan (oleh segala sesuatu). Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu. Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izinNya, maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam ne-raka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Rabb-mu Maha Pelaksana terhadap sesuatu yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain), sebagai karunia yang tiada putus-putusnya." (Hud: 103-108).

(103) ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu", azab Allah yang disebutkan yang menghancurkan orang-orang yang zhalim itu, ﴾ لَأٓيَةٗ لِّمَنۡ خَافَ عَذَابَ ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿ "benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat." Maksudnya, sungguh me-ngandung pelajaran dan dalil bahwa orang-orang zhalim dan para pelaku kejahatan akan ditimpa hukuman dunia dan akhirat. Ke-mudian Allah berpindah dari pembahasan ini kepada penjelasan akhirat. Dia berfirman, ﴾ ذَٰلِكَ يَوۡمٞ مَّجۡمُوعٞ لَّهُ ٱلنَّاسُ ﴿ "Hari Kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya." Maksudnya, mereka dikumpulkan pada hari itu untuk mendapat-kan balasan dan untuk memperlihatkan kepada mereka kebesaran dan keagungan serta keadilan Allah yang besar yang dengannya mereka akan mengenalNya dengan sebenarnya. ﴾ وَذَٰلِكَ يَوۡمٞ مَّشۡهُودٞ ﴿ "Dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala sesuatu)." Yakni disaksikan oleh Allah, malaikat, dan seluruh makhluk.

(104) ﴾ وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ ﴿ "Dan Kami tiadalah mengundurkannya." Yakni kedatangan Hari Kiamat, ﴾ إِلَّا لِأَجَلٖ مَّعۡدُودٖ ﴿ "melainkan sampai waktu yang tertentu." Jika masa dunia telah habis dan penciptaan di dalamnya yang telah ditakdirkan oleh Allah (telah selesai), maka pada saat itu Dia memindahkan mereka ke alam akhirat dan memberlakukan kepada mereka hukum-hukumNya yang jaza`iyah (balasan) seba-gaimana di dunia Dia telah memberlakukan kepada mereka hukum-hukumNya syar'iyyah.

(105) ﴾ يَوۡمَ يَأۡتِ ﴿ "Di kala datang hari itu", di mana seluruh makhluk berkumpul, ﴾ لَا تَكَلَّمُ نَفۡسٌ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ ﴿ "tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izinNya", bahkan para malaikat, para nabi yang mulia tidak memberi syafa'at kecuali dengan izinNya. ﴾ فَمِنۡهُمۡ شَقِيّٞ وَسَعِيدٞ ﴿ "Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia." Orang-orang yang celaka adalah orang-orang yang kafir kepada Allah, mendustakan rasul-rasulNya dan menyelisihi perintahNya, sedangkan orang-orang yang berbahagia adalah orang-orang Mukmin yang bertakwa.

(106) Mengenai balasan mereka. ﴾ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ …

106

فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌۭ وَشَهِيقٌ

Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),

"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari Kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disak-sikan (oleh segala sesuatu). Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu. Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izinNya, maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam ne-raka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Rabb-mu Maha Pelaksana terhadap sesuatu yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain), sebagai karunia yang tiada putus-putusnya." (Hud: 103-108).

(103) ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu", azab Allah yang disebutkan yang menghancurkan orang-orang yang zhalim itu, ﴾ لَأٓيَةٗ لِّمَنۡ خَافَ عَذَابَ ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿ "benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat." Maksudnya, sungguh me-ngandung pelajaran dan dalil bahwa orang-orang zhalim dan para pelaku kejahatan akan ditimpa hukuman dunia dan akhirat. Ke-mudian Allah berpindah dari pembahasan ini kepada penjelasan akhirat. Dia berfirman, ﴾ ذَٰلِكَ يَوۡمٞ مَّجۡمُوعٞ لَّهُ ٱلنَّاسُ ﴿ "Hari Kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya." Maksudnya, mereka dikumpulkan pada hari itu untuk mendapat-kan balasan dan untuk memperlihatkan kepada mereka kebesaran dan keagungan serta keadilan Allah yang besar yang dengannya mereka akan mengenalNya dengan sebenarnya. ﴾ وَذَٰلِكَ يَوۡمٞ مَّشۡهُودٞ ﴿ "Dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala sesuatu)." Yakni disaksikan oleh Allah, malaikat, dan seluruh makhluk.

(104) ﴾ وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ ﴿ "Dan Kami tiadalah mengundurkannya." Yakni kedatangan Hari Kiamat, ﴾ إِلَّا لِأَجَلٖ مَّعۡدُودٖ ﴿ "melainkan sampai waktu yang tertentu." Jika masa dunia telah habis dan penciptaan di dalamnya yang telah ditakdirkan oleh Allah (telah selesai), maka pada saat itu Dia memindahkan mereka ke alam akhirat dan memberlakukan kepada mereka hukum-hukumNya yang jaza`iyah (balasan) seba-gaimana di dunia Dia telah memberlakukan kepada mereka hukum-hukumNya syar'iyyah.

(105) ﴾ يَوۡمَ يَأۡتِ ﴿ "Di kala datang hari itu", di mana seluruh makhluk berkumpul, ﴾ لَا تَكَلَّمُ نَفۡسٌ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ ﴿ "tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izinNya", bahkan para malaikat, para nabi yang mulia tidak memberi syafa'at kecuali dengan izinNya. ﴾ فَمِنۡهُمۡ شَقِيّٞ وَسَعِيدٞ ﴿ "Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia." Orang-orang yang celaka adalah orang-orang yang kafir kepada Allah, mendustakan rasul-rasulNya dan menyelisihi perintahNya, sedangkan orang-orang yang berbahagia adalah orang-orang Mukmin yang bertakwa.

(106) Mengenai balasan mereka. ﴾ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ …

107

خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌۭ لِّمَا يُرِيدُ

mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.

"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari Kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disak-sikan (oleh segala sesuatu). Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu. Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izinNya, maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam ne-raka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Rabb-mu Maha Pelaksana terhadap sesuatu yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain), sebagai karunia yang tiada putus-putusnya." (Hud: 103-108).

(103) ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu", azab Allah yang disebutkan yang menghancurkan orang-orang yang zhalim itu, ﴾ لَأٓيَةٗ لِّمَنۡ خَافَ عَذَابَ ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿ "benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat." Maksudnya, sungguh me-ngandung pelajaran dan dalil bahwa orang-orang zhalim dan para pelaku kejahatan akan ditimpa hukuman dunia dan akhirat. Ke-mudian Allah berpindah dari pembahasan ini kepada penjelasan akhirat. Dia berfirman, ﴾ ذَٰلِكَ يَوۡمٞ مَّجۡمُوعٞ لَّهُ ٱلنَّاسُ ﴿ "Hari Kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya." Maksudnya, mereka dikumpulkan pada hari itu untuk mendapat-kan balasan dan untuk memperlihatkan kepada mereka kebesaran dan keagungan serta keadilan Allah yang besar yang dengannya mereka akan mengenalNya dengan sebenarnya. ﴾ وَذَٰلِكَ يَوۡمٞ مَّشۡهُودٞ ﴿ "Dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala sesuatu)." Yakni disaksikan oleh Allah, malaikat, dan seluruh makhluk.

(104) ﴾ وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ ﴿ "Dan Kami tiadalah mengundurkannya." Yakni kedatangan Hari Kiamat, ﴾ إِلَّا لِأَجَلٖ مَّعۡدُودٖ ﴿ "melainkan sampai waktu yang tertentu." Jika masa dunia telah habis dan penciptaan di dalamnya yang telah ditakdirkan oleh Allah (telah selesai), maka pada saat itu Dia memindahkan mereka ke alam akhirat dan memberlakukan kepada mereka hukum-hukumNya yang jaza`iyah (balasan) seba-gaimana di dunia Dia telah memberlakukan kepada mereka hukum-hukumNya syar'iyyah.

(105) ﴾ يَوۡمَ يَأۡتِ ﴿ "Di kala datang hari itu", di mana seluruh makhluk berkumpul, ﴾ لَا تَكَلَّمُ نَفۡسٌ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ ﴿ "tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izinNya", bahkan para malaikat, para nabi yang mulia tidak memberi syafa'at kecuali dengan izinNya. ﴾ فَمِنۡهُمۡ شَقِيّٞ وَسَعِيدٞ ﴿ "Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia." Orang-orang yang celaka adalah orang-orang yang kafir kepada Allah, mendustakan rasul-rasulNya dan menyelisihi perintahNya, sedangkan orang-orang yang berbahagia adalah orang-orang Mukmin yang bertakwa.

(106) Mengenai balasan mereka. ﴾ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ …

108

۞ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ سُعِدُوا۟ فَفِى ٱلْجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۖ عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوذٍۢ

Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.

"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari Kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disak-sikan (oleh segala sesuatu). Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu. Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izinNya, maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam ne-raka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Rabb-mu Maha Pelaksana terhadap sesuatu yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Rabbmu menghendaki (yang lain), sebagai karunia yang tiada putus-putusnya." (Hud: 103-108).

(103) ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu", azab Allah yang disebutkan yang menghancurkan orang-orang yang zhalim itu, ﴾ لَأٓيَةٗ لِّمَنۡ خَافَ عَذَابَ ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿ "benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat." Maksudnya, sungguh me-ngandung pelajaran dan dalil bahwa orang-orang zhalim dan para pelaku kejahatan akan ditimpa hukuman dunia dan akhirat. Ke-mudian Allah berpindah dari pembahasan ini kepada penjelasan akhirat. Dia berfirman, ﴾ ذَٰلِكَ يَوۡمٞ مَّجۡمُوعٞ لَّهُ ٱلنَّاسُ ﴿ "Hari Kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya." Maksudnya, mereka dikumpulkan pada hari itu untuk mendapat-kan balasan dan untuk memperlihatkan kepada mereka kebesaran dan keagungan serta keadilan Allah yang besar yang dengannya mereka akan mengenalNya dengan sebenarnya. ﴾ وَذَٰلِكَ يَوۡمٞ مَّشۡهُودٞ ﴿ "Dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala sesuatu)." Yakni disaksikan oleh Allah, malaikat, dan seluruh makhluk.

(104) ﴾ وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ ﴿ "Dan Kami tiadalah mengundurkannya." Yakni kedatangan Hari Kiamat, ﴾ إِلَّا لِأَجَلٖ مَّعۡدُودٖ ﴿ "melainkan sampai waktu yang tertentu." Jika masa dunia telah habis dan penciptaan di dalamnya yang telah ditakdirkan oleh Allah (telah selesai), maka pada saat itu Dia memindahkan mereka ke alam akhirat dan memberlakukan kepada mereka hukum-hukumNya yang jaza`iyah (balasan) seba-gaimana di dunia Dia telah memberlakukan kepada mereka hukum-hukumNya syar'iyyah.

(105) ﴾ يَوۡمَ يَأۡتِ ﴿ "Di kala datang hari itu", di mana seluruh makhluk berkumpul, ﴾ لَا تَكَلَّمُ نَفۡسٌ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ ﴿ "tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izinNya", bahkan para malaikat, para nabi yang mulia tidak memberi syafa'at kecuali dengan izinNya. ﴾ فَمِنۡهُمۡ شَقِيّٞ وَسَعِيدٞ ﴿ "Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia." Orang-orang yang celaka adalah orang-orang yang kafir kepada Allah, mendustakan rasul-rasulNya dan menyelisihi perintahNya, sedangkan orang-orang yang berbahagia adalah orang-orang Mukmin yang bertakwa.

(106) Mengenai balasan mereka. ﴾ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ …

109

فَلَا تَكُ فِى مِرْيَةٍۢ مِّمَّا يَعْبُدُ هَٰٓؤُلَآءِ ۚ مَا يَعْبُدُونَ إِلَّا كَمَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُهُم مِّن قَبْلُ ۚ وَإِنَّا لَمُوَفُّوهُمْ نَصِيبَهُمْ غَيْرَ مَنقُوصٍۢ

Maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang disembah oleh mereka. Mereka tidak menyembah melainkan sebagaimana nenek moyang mereka menyembah dahulu. Dan sesungguhnya Kami pasti akan menyempurnakan dengan secukup-cukupnya pembalasan (terhadap) mereka dengan tidak dikurangi sedikitpun.

"Maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang disembah oleh mereka. Mereka tidaklah menyembah me-lainkan sebagaimana nenek moyang mereka menyembah dahulu. Dan sesungguhnya Kami pasti akan menyempurnakan dengan secukup-cukupnya pembalasan (terhadap) mereka dengan tidak dikurangi sedikit pun." (Hud: 109).

(109) Allah berfirman kepada RasulNya, Muhammad, ﴾ فَلَا تَكُ فِي مِرۡيَةٖ مِّمَّا يَعۡبُدُ هَٰٓؤُلَآءِۚ ﴿ "Maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang disembah oleh mereka." Yaitu orang-orang musyrik, maksudnya jangan meragukan mereka, dan bahwa apa yang mereka kerjakan itu adalah kebatilan. Mereka tidak memiliki dalil aqli dan tidak pula syar'i. Dalil dan syubhat mereka adalah terbatas pada tindakan mereka mengikuti nenek moyang mereka saja, maka me-reka menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang mereka sebelumnya, dan termasuk hal yang sudah dimaklumi bahwa ini bukanlah syubhat, terlebih lagi menjadi dalil, karena ucapan selain Nabi bukanlah dalil, khususnya (ucapan) semisal orang-orang yang sesat itu yang kesalahannya banyak, pendapat mereka rusak dalam perkara pokok agama, karena pendapat mereka, meskipun mereka bersepakat, ia tetap salah dan sesat. ﴾ وَإِنَّا لَمُوَفُّوهُمۡ نَصِيبَهُمۡ غَيۡرَ مَنقُوصٖ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami pasti akan menyempurnakan dengan secukup-cukup-nya pembalasan (terhadap) mereka dengan tidak dikurangi sedikit pun." Maksudnya, mereka pasti mendapatkan bagian mereka di dunia dari apa yang telah ditulis untuk mereka meskipun bagian tersebut melimpah ruah dalam pandanganmu, karena ia tidak menunjukkan kebaikan mereka, karena Allah memberikan dunia kepada orang yang dicintaiNya dan yang tidak dicintaiNya, sementara Dia tidak memberikan iman dan agama yang benar kecuali kepada yang di-cintaiNya. Alhasil, jangan terkecoh dengan kesepakatan orang-orang sesat atas perkataan orang-orang yang sesat dari kalangan nenek moyang, dan jangan pula (terkecoh) dengan sesuatu yang Allah berikan kepada mereka di dunia ini.

110

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ فَٱخْتُلِفَ فِيهِ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌۭ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَفِى شَكٍّۢ مِّنْهُ مُرِيبٍۢ

Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkan tentang Kitab itu. Dan seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Tuhanmu, niscaya telah ditetapkan hukuman di antara mereka. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap Al Quran.

"Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkan tentang kitab itu. Dan seandai-nya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Rabbmu, niscaya telah ditetapkan hukuman di antara mereka. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Makkah) dalam keraguan yang mengge-lisahkan terhadap al-Qur`an. Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Rabbmu akan menyem-purnakan dengan cukup (balasan) pekerjaan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepada-mu dan (juga) orang yang telah bertaubat besertamu, dan jangan-lah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zhalim sehingga kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain dari pada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan." (Hud: 110-113).

(110) Allah mengabarkan bahwa Dia telah memberi Musa kitab Taurat yang mewajibkan kesepakatan atas perintah-perintah dan larangan-laranganNya, akan tetapi meskipun begitu, orang-orang yang menisbatkan diri kepadanya berselisih dengan perseli-sihan yang merugikan akidah mereka dan kesatuan agama mereka. ﴾ وَلَوۡلَا كَلِمَةٞ سَبَقَتۡ مِن رَّبِّكَ ﴿ "Dan seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Rabbmu", dengan menangguhkan mereka dan tidak menyegerakan azab kepada mereka, ﴾ لَقُضِيَ بَيۡنَهُمۡۚ ﴿ "niscaya telah ditetap-kan hukuman di antara mereka," dengan ditimpakannya azab kepada orang zhalim akan tetapi hikmah Allah menuntut ditundanya ke-putusan di antara mereka sampai Hari Kiamat dan mereka diam dalam keraguan pertanyaan. Jika begini sikap mereka terhadap kitab mereka, bersama al-Qur`an yang Allah wahyukan kepadamu, maka tidaklah aneh jika ada sebagian dari orang-orang Yahudi yang tidak beriman kepadanya dan mereka selalu meragukannya.

(111) ﴾ وَإِنَّ كُلّٗا لَّمَّا لَيُوَفِّيَنَّهُمۡ رَبُّكَ أَعۡمَٰلَهُمۡۚ ﴿ "Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Rabbmu akan menyem-purnakan dengan cukup (balasan) pekerjaan mereka." Maksudnya, Allah pasti akan memutuskan di antara mereka pada Hari Kiamat dengan hukumNya yang adil, lalu masing-masing dibalas dengan sesuatu yang menjadi haknya. ﴾ إِنَّهُۥ بِمَا يَعۡمَلُونَ ﴿ "Sesungguhnya Dia terhadap apa yang mereka kerjakan", dari yang baik dan yang buruk, ﴾ خَبِيرٞ ﴿ "Maha Mengetahui," tidak sedikit pun dari amal mereka yang samar bagi-Nya, kecil dan besarnya.

(112) Manakala Allah mengabarkan tidak istiqamahnya mereka yang menjadi penyebab perselisihan dan perpecahan mereka, maka Allah memerintahkan NabiNya dan orang-orang Mukmin yang bersamanya agar beristiqamah sebagaimana yang diperintah-kan kepada mereka, maka mereka meniti syariat-syariat yang telah Allah syariatkan, meyakini akidah-akidah yang benar yang dika-barkan oleh Allah, tidak menyimpang dari hal tersebut ke kanan atau ke kiri dan hendaknya mereka selalu begitu, tidak melampaui batas dari istiqamah yang telah diletakkan oleh Allah. FirmanNya, ﴾ إِنَّهُۥ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa …

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.