Muslim99Muslim99
← Tafsir library

11. Hud

Hud · Meccan · 123 ayahs

سُورَةُ هُودٍ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 91–100 of 123

91

قَالُوا۟ يَٰشُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيرًۭا مِّمَّا تَقُولُ وَإِنَّا لَنَرَىٰكَ فِينَا ضَعِيفًۭا ۖ وَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنَٰكَ ۖ وَمَآ أَنتَ عَلَيْنَا بِعَزِيزٍۢ

Mereka berkata: "Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami".

"Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara me-reka, Syu'aib. Dia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Ilah bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu), dan sesungguhnya aku khawatir terha-dapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat).' (Dan Syu'aib berkata), 'Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.' Mereka berkata, 'Hai Syu'aib, apakah shalatmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami mem-perbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguh-nya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal'." (Hud: 84-87) "Syu'aib berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan Dia menganu-gerahiku dari padaNya rizki yang baik (patutkah aku menyalahi perintahNya). Dan aku tidak berkehendak menyalahimu (dengan mengerjakan) sesuatu yang aku larangkan untukmu. Tidaklah aku bermaksud melainkan (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal, dan hanya kepadaNya-lah aku kembali. Hai kaumku, janganlah per-tentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu. Dan mohonlah ampun kepada Rabb-mu kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Rabbku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.' Mereka berkata, 'Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu, dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu, tentu-lah kami telah merajammu, sedang kamu pun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami'." (Hud: 88-91). "Syu'aib menjawab, 'Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu? Sesungguhnya (pengetahuan) Rabbku meliputi apa yang kamu kerjakan.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesung-guhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang ber-dusta. Dan tunggulah azab (Rabb), sesungguhnya aku pun menunggu bersama kamu.' Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami se-lamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengannya dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zhalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka bergelimpangan di tempat tinggalnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaanlah bagi pen-duduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa." (Hud: 92:95)

(84)(وَ) "Dan" Kami utus ﴾ إِلَىٰ مَدۡيَنَ ﴿ "kepada (penduduk) Mad-yan", Madyan …

92

قَالَ يَٰقَوْمِ أَرَهْطِىٓ أَعَزُّ عَلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَٱتَّخَذْتُمُوهُ وَرَآءَكُمْ ظِهْرِيًّا ۖ إِنَّ رَبِّى بِمَا تَعْمَلُونَ مُحِيطٌۭ

Syu'aib menjawab: "Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu?. Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan".

"Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara me-reka, Syu'aib. Dia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Ilah bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu), dan sesungguhnya aku khawatir terha-dapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat).' (Dan Syu'aib berkata), 'Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.' Mereka berkata, 'Hai Syu'aib, apakah shalatmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami mem-perbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguh-nya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal'." (Hud: 84-87) "Syu'aib berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan Dia menganu-gerahiku dari padaNya rizki yang baik (patutkah aku menyalahi perintahNya). Dan aku tidak berkehendak menyalahimu (dengan mengerjakan) sesuatu yang aku larangkan untukmu. Tidaklah aku bermaksud melainkan (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal, dan hanya kepadaNya-lah aku kembali. Hai kaumku, janganlah per-tentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu. Dan mohonlah ampun kepada Rabb-mu kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Rabbku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.' Mereka berkata, 'Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu, dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu, tentu-lah kami telah merajammu, sedang kamu pun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami'." (Hud: 88-91). "Syu'aib menjawab, 'Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu? Sesungguhnya (pengetahuan) Rabbku meliputi apa yang kamu kerjakan.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesung-guhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang ber-dusta. Dan tunggulah azab (Rabb), sesungguhnya aku pun menunggu bersama kamu.' Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami se-lamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengannya dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zhalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka bergelimpangan di tempat tinggalnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaanlah bagi pen-duduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa." (Hud: 92:95)

(84)(وَ) "Dan" Kami utus ﴾ إِلَىٰ مَدۡيَنَ ﴿ "kepada (penduduk) Mad-yan", Madyan …

93

وَيَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌۭ ۖ سَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌۭ يُخْزِيهِ وَمَنْ هُوَ كَٰذِبٌۭ ۖ وَٱرْتَقِبُوٓا۟ إِنِّى مَعَكُمْ رَقِيبٌۭ

Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya akupun menunggu bersama kamu".

"Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara me-reka, Syu'aib. Dia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Ilah bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu), dan sesungguhnya aku khawatir terha-dapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat).' (Dan Syu'aib berkata), 'Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.' Mereka berkata, 'Hai Syu'aib, apakah shalatmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami mem-perbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguh-nya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal'." (Hud: 84-87) "Syu'aib berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan Dia menganu-gerahiku dari padaNya rizki yang baik (patutkah aku menyalahi perintahNya). Dan aku tidak berkehendak menyalahimu (dengan mengerjakan) sesuatu yang aku larangkan untukmu. Tidaklah aku bermaksud melainkan (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal, dan hanya kepadaNya-lah aku kembali. Hai kaumku, janganlah per-tentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu. Dan mohonlah ampun kepada Rabb-mu kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Rabbku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.' Mereka berkata, 'Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu, dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu, tentu-lah kami telah merajammu, sedang kamu pun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami'." (Hud: 88-91). "Syu'aib menjawab, 'Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu? Sesungguhnya (pengetahuan) Rabbku meliputi apa yang kamu kerjakan.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesung-guhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang ber-dusta. Dan tunggulah azab (Rabb), sesungguhnya aku pun menunggu bersama kamu.' Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami se-lamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengannya dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zhalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka bergelimpangan di tempat tinggalnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaanlah bagi pen-duduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa." (Hud: 92:95)

(84)(وَ) "Dan" Kami utus ﴾ إِلَىٰ مَدۡيَنَ ﴿ "kepada (penduduk) Mad-yan", Madyan …

94

وَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًۭا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍۢ مِّنَّا وَأَخَذَتِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ٱلصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دِيَٰرِهِمْ جَٰثِمِينَ

Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.

"Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara me-reka, Syu'aib. Dia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Ilah bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu), dan sesungguhnya aku khawatir terha-dapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat).' (Dan Syu'aib berkata), 'Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.' Mereka berkata, 'Hai Syu'aib, apakah shalatmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami mem-perbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguh-nya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal'." (Hud: 84-87) "Syu'aib berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan Dia menganu-gerahiku dari padaNya rizki yang baik (patutkah aku menyalahi perintahNya). Dan aku tidak berkehendak menyalahimu (dengan mengerjakan) sesuatu yang aku larangkan untukmu. Tidaklah aku bermaksud melainkan (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal, dan hanya kepadaNya-lah aku kembali. Hai kaumku, janganlah per-tentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu. Dan mohonlah ampun kepada Rabb-mu kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Rabbku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.' Mereka berkata, 'Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu, dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu, tentu-lah kami telah merajammu, sedang kamu pun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami'." (Hud: 88-91). "Syu'aib menjawab, 'Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu? Sesungguhnya (pengetahuan) Rabbku meliputi apa yang kamu kerjakan.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesung-guhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang ber-dusta. Dan tunggulah azab (Rabb), sesungguhnya aku pun menunggu bersama kamu.' Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami se-lamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengannya dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zhalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka bergelimpangan di tempat tinggalnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaanlah bagi pen-duduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa." (Hud: 92:95)

(84)(وَ) "Dan" Kami utus ﴾ إِلَىٰ مَدۡيَنَ ﴿ "kepada (penduduk) Mad-yan", Madyan …

95

كَأَن لَّمْ يَغْنَوْا۟ فِيهَآ ۗ أَلَا بُعْدًۭا لِّمَدْيَنَ كَمَا بَعِدَتْ ثَمُودُ

Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaanlah bagi penduduk Mad-yan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa.

"Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara me-reka, Syu'aib. Dia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Ilah bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu), dan sesungguhnya aku khawatir terha-dapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat).' (Dan Syu'aib berkata), 'Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.' Mereka berkata, 'Hai Syu'aib, apakah shalatmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami mem-perbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguh-nya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal'." (Hud: 84-87) "Syu'aib berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan Dia menganu-gerahiku dari padaNya rizki yang baik (patutkah aku menyalahi perintahNya). Dan aku tidak berkehendak menyalahimu (dengan mengerjakan) sesuatu yang aku larangkan untukmu. Tidaklah aku bermaksud melainkan (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal, dan hanya kepadaNya-lah aku kembali. Hai kaumku, janganlah per-tentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu. Dan mohonlah ampun kepada Rabb-mu kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Rabbku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.' Mereka berkata, 'Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu, dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu, tentu-lah kami telah merajammu, sedang kamu pun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami'." (Hud: 88-91). "Syu'aib menjawab, 'Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu? Sesungguhnya (pengetahuan) Rabbku meliputi apa yang kamu kerjakan.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesung-guhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang ber-dusta. Dan tunggulah azab (Rabb), sesungguhnya aku pun menunggu bersama kamu.' Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami se-lamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengannya dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zhalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka bergelimpangan di tempat tinggalnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaanlah bagi pen-duduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa." (Hud: 92:95)

(84)(وَ) "Dan" Kami utus ﴾ إِلَىٰ مَدۡيَنَ ﴿ "kepada (penduduk) Mad-yan", Madyan …

96

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَا وَسُلْطَٰنٍۢ مُّبِينٍ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata,

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata, kepada Fir'aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikuti perin-tah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perin-tah) yang benar. Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan. Dan mereka selalu diikuti dengan ku-tukan di dunia dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Laknat itu sebu-ruk-buruk tempat yang didatangi. Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang kami ceritakan kepa-damu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah. Dan kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang meng-aniaya diri mereka sendiri, karena tiadalah bermanfaat sedikit pun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Rabbmu datang. Dan sembahan-sembahan itu ti-daklah menambah kepada mereka melainkan kebinasaan belaka." (Hud: 96-101)

(96) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa", bin Imran ﴾ بِـَٔايَٰتِنَا ﴿ "dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami", yang menunjukkan kebenaran agama yang dibawanya seperti tongkat, tangan dan tanda-tanda yang lain yang Allah berlakukan melalui tangan Musa, ﴾ وَسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٍ ﴿ "dan mukjizat yang nyata." Yakni hujjah yang jelas dan gamblang yang muncul seperti matahari.

(97) ﴾ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦ ﴿ "Kepada Fir'aun dan pemimpin-pemim-pin kaumnya", maksudnya tokoh kaumnya, karena mereka diikuti, sedangkan selain mereka adalah pengikut bagi mereka. Mereka tidak tunduk pada mukjizat yang dibawa oleh Musa dan ditunjuk-kannya kepada mereka seperti yang telah dirinci di surat al-A'raf, mereka justru ﴾ فَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ فِرۡعَوۡنَۖ وَمَآ أَمۡرُ فِرۡعَوۡنَ بِرَشِيدٖ ﴿ "mengikuti perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar." Fir'aun adalah sesat dan menyimpang, dia tidak memerintahkan kecuali kepada kemudaratan murni.

(98) Tidak aneh ketika kaumnya mengikutinya, maka Fir'aun mencelakakan dan membinasakan mereka. ﴾ يَقۡدُمُ قَوۡمَهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فَأَوۡرَدَهُمُ ٱلنَّارَۖ وَبِئۡسَ ٱلۡوِرۡدُ ٱلۡمَوۡرُودُ ﴿ "Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi."

(99) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِۦ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti" di dunia ini ﴾ لَعۡنَةٗ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ ﴿ "dengan kutukan dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Allah, malaikat, dan semua manusia melaknat mereka di dunia dan akhirat. ﴾ بِئۡسَ ٱلرِّفۡدُ ٱلۡمَرۡفُودُ ﴿ "Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan." Maksudnya, ia adalah sejelek-jelek sesuatu yang terkumpul untuk mereka. Azab Allah dan laknat dunia dan akhirat menumpuk pada mereka.

(100) Tatkala Allah menyebutkan kisah-kisah umat dengan rasul-rasul mereka, maka Allah berfirman kepada RasulNya,﴾ ذَٰلِكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡقُرَىٰ نَقُصُّهُۥ عَلَيۡكَۖ ﴿ "Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad)", agar kamu memperingatkan …

97

إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِي۟هِۦ فَٱتَّبَعُوٓا۟ أَمْرَ فِرْعَوْنَ ۖ وَمَآ أَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيدٍۢ

kepada Fir'aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata, kepada Fir'aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikuti perin-tah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perin-tah) yang benar. Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan. Dan mereka selalu diikuti dengan ku-tukan di dunia dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Laknat itu sebu-ruk-buruk tempat yang didatangi. Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang kami ceritakan kepa-damu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah. Dan kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang meng-aniaya diri mereka sendiri, karena tiadalah bermanfaat sedikit pun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Rabbmu datang. Dan sembahan-sembahan itu ti-daklah menambah kepada mereka melainkan kebinasaan belaka." (Hud: 96-101)

(96) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa", bin Imran ﴾ بِـَٔايَٰتِنَا ﴿ "dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami", yang menunjukkan kebenaran agama yang dibawanya seperti tongkat, tangan dan tanda-tanda yang lain yang Allah berlakukan melalui tangan Musa, ﴾ وَسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٍ ﴿ "dan mukjizat yang nyata." Yakni hujjah yang jelas dan gamblang yang muncul seperti matahari.

(97) ﴾ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦ ﴿ "Kepada Fir'aun dan pemimpin-pemim-pin kaumnya", maksudnya tokoh kaumnya, karena mereka diikuti, sedangkan selain mereka adalah pengikut bagi mereka. Mereka tidak tunduk pada mukjizat yang dibawa oleh Musa dan ditunjuk-kannya kepada mereka seperti yang telah dirinci di surat al-A'raf, mereka justru ﴾ فَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ فِرۡعَوۡنَۖ وَمَآ أَمۡرُ فِرۡعَوۡنَ بِرَشِيدٖ ﴿ "mengikuti perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar." Fir'aun adalah sesat dan menyimpang, dia tidak memerintahkan kecuali kepada kemudaratan murni.

(98) Tidak aneh ketika kaumnya mengikutinya, maka Fir'aun mencelakakan dan membinasakan mereka. ﴾ يَقۡدُمُ قَوۡمَهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فَأَوۡرَدَهُمُ ٱلنَّارَۖ وَبِئۡسَ ٱلۡوِرۡدُ ٱلۡمَوۡرُودُ ﴿ "Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi."

(99) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِۦ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti" di dunia ini ﴾ لَعۡنَةٗ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ ﴿ "dengan kutukan dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Allah, malaikat, dan semua manusia melaknat mereka di dunia dan akhirat. ﴾ بِئۡسَ ٱلرِّفۡدُ ٱلۡمَرۡفُودُ ﴿ "Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan." Maksudnya, ia adalah sejelek-jelek sesuatu yang terkumpul untuk mereka. Azab Allah dan laknat dunia dan akhirat menumpuk pada mereka.

(100) Tatkala Allah menyebutkan kisah-kisah umat dengan rasul-rasul mereka, maka Allah berfirman kepada RasulNya,﴾ ذَٰلِكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡقُرَىٰ نَقُصُّهُۥ عَلَيۡكَۖ ﴿ "Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad)", agar kamu memperingatkan …

98

يَقْدُمُ قَوْمَهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ فَأَوْرَدَهُمُ ٱلنَّارَ ۖ وَبِئْسَ ٱلْوِرْدُ ٱلْمَوْرُودُ

Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata, kepada Fir'aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikuti perin-tah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perin-tah) yang benar. Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan. Dan mereka selalu diikuti dengan ku-tukan di dunia dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Laknat itu sebu-ruk-buruk tempat yang didatangi. Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang kami ceritakan kepa-damu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah. Dan kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang meng-aniaya diri mereka sendiri, karena tiadalah bermanfaat sedikit pun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Rabbmu datang. Dan sembahan-sembahan itu ti-daklah menambah kepada mereka melainkan kebinasaan belaka." (Hud: 96-101)

(96) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa", bin Imran ﴾ بِـَٔايَٰتِنَا ﴿ "dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami", yang menunjukkan kebenaran agama yang dibawanya seperti tongkat, tangan dan tanda-tanda yang lain yang Allah berlakukan melalui tangan Musa, ﴾ وَسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٍ ﴿ "dan mukjizat yang nyata." Yakni hujjah yang jelas dan gamblang yang muncul seperti matahari.

(97) ﴾ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦ ﴿ "Kepada Fir'aun dan pemimpin-pemim-pin kaumnya", maksudnya tokoh kaumnya, karena mereka diikuti, sedangkan selain mereka adalah pengikut bagi mereka. Mereka tidak tunduk pada mukjizat yang dibawa oleh Musa dan ditunjuk-kannya kepada mereka seperti yang telah dirinci di surat al-A'raf, mereka justru ﴾ فَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ فِرۡعَوۡنَۖ وَمَآ أَمۡرُ فِرۡعَوۡنَ بِرَشِيدٖ ﴿ "mengikuti perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar." Fir'aun adalah sesat dan menyimpang, dia tidak memerintahkan kecuali kepada kemudaratan murni.

(98) Tidak aneh ketika kaumnya mengikutinya, maka Fir'aun mencelakakan dan membinasakan mereka. ﴾ يَقۡدُمُ قَوۡمَهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فَأَوۡرَدَهُمُ ٱلنَّارَۖ وَبِئۡسَ ٱلۡوِرۡدُ ٱلۡمَوۡرُودُ ﴿ "Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi."

(99) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِۦ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti" di dunia ini ﴾ لَعۡنَةٗ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ ﴿ "dengan kutukan dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Allah, malaikat, dan semua manusia melaknat mereka di dunia dan akhirat. ﴾ بِئۡسَ ٱلرِّفۡدُ ٱلۡمَرۡفُودُ ﴿ "Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan." Maksudnya, ia adalah sejelek-jelek sesuatu yang terkumpul untuk mereka. Azab Allah dan laknat dunia dan akhirat menumpuk pada mereka.

(100) Tatkala Allah menyebutkan kisah-kisah umat dengan rasul-rasul mereka, maka Allah berfirman kepada RasulNya,﴾ ذَٰلِكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡقُرَىٰ نَقُصُّهُۥ عَلَيۡكَۖ ﴿ "Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad)", agar kamu memperingatkan …

99

وَأُتْبِعُوا۟ فِى هَٰذِهِۦ لَعْنَةًۭ وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۚ بِئْسَ ٱلرِّفْدُ ٱلْمَرْفُودُ

Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. La'nat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata, kepada Fir'aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikuti perin-tah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perin-tah) yang benar. Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan. Dan mereka selalu diikuti dengan ku-tukan di dunia dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Laknat itu sebu-ruk-buruk tempat yang didatangi. Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang kami ceritakan kepa-damu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah. Dan kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang meng-aniaya diri mereka sendiri, karena tiadalah bermanfaat sedikit pun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Rabbmu datang. Dan sembahan-sembahan itu ti-daklah menambah kepada mereka melainkan kebinasaan belaka." (Hud: 96-101)

(96) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa", bin Imran ﴾ بِـَٔايَٰتِنَا ﴿ "dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami", yang menunjukkan kebenaran agama yang dibawanya seperti tongkat, tangan dan tanda-tanda yang lain yang Allah berlakukan melalui tangan Musa, ﴾ وَسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٍ ﴿ "dan mukjizat yang nyata." Yakni hujjah yang jelas dan gamblang yang muncul seperti matahari.

(97) ﴾ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦ ﴿ "Kepada Fir'aun dan pemimpin-pemim-pin kaumnya", maksudnya tokoh kaumnya, karena mereka diikuti, sedangkan selain mereka adalah pengikut bagi mereka. Mereka tidak tunduk pada mukjizat yang dibawa oleh Musa dan ditunjuk-kannya kepada mereka seperti yang telah dirinci di surat al-A'raf, mereka justru ﴾ فَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ فِرۡعَوۡنَۖ وَمَآ أَمۡرُ فِرۡعَوۡنَ بِرَشِيدٖ ﴿ "mengikuti perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar." Fir'aun adalah sesat dan menyimpang, dia tidak memerintahkan kecuali kepada kemudaratan murni.

(98) Tidak aneh ketika kaumnya mengikutinya, maka Fir'aun mencelakakan dan membinasakan mereka. ﴾ يَقۡدُمُ قَوۡمَهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فَأَوۡرَدَهُمُ ٱلنَّارَۖ وَبِئۡسَ ٱلۡوِرۡدُ ٱلۡمَوۡرُودُ ﴿ "Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi."

(99) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِۦ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti" di dunia ini ﴾ لَعۡنَةٗ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ ﴿ "dengan kutukan dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Allah, malaikat, dan semua manusia melaknat mereka di dunia dan akhirat. ﴾ بِئۡسَ ٱلرِّفۡدُ ٱلۡمَرۡفُودُ ﴿ "Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan." Maksudnya, ia adalah sejelek-jelek sesuatu yang terkumpul untuk mereka. Azab Allah dan laknat dunia dan akhirat menumpuk pada mereka.

(100) Tatkala Allah menyebutkan kisah-kisah umat dengan rasul-rasul mereka, maka Allah berfirman kepada RasulNya,﴾ ذَٰلِكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡقُرَىٰ نَقُصُّهُۥ عَلَيۡكَۖ ﴿ "Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad)", agar kamu memperingatkan …

100

ذَٰلِكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْقُرَىٰ نَقُصُّهُۥ عَلَيْكَ ۖ مِنْهَا قَآئِمٌۭ وَحَصِيدٌۭ

Itu adalah sebahagian dan berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata, kepada Fir'aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikuti perin-tah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perin-tah) yang benar. Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan. Dan mereka selalu diikuti dengan ku-tukan di dunia dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Laknat itu sebu-ruk-buruk tempat yang didatangi. Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang kami ceritakan kepa-damu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah. Dan kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang meng-aniaya diri mereka sendiri, karena tiadalah bermanfaat sedikit pun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Rabbmu datang. Dan sembahan-sembahan itu ti-daklah menambah kepada mereka melainkan kebinasaan belaka." (Hud: 96-101)

(96) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa", bin Imran ﴾ بِـَٔايَٰتِنَا ﴿ "dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami", yang menunjukkan kebenaran agama yang dibawanya seperti tongkat, tangan dan tanda-tanda yang lain yang Allah berlakukan melalui tangan Musa, ﴾ وَسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٍ ﴿ "dan mukjizat yang nyata." Yakni hujjah yang jelas dan gamblang yang muncul seperti matahari.

(97) ﴾ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦ ﴿ "Kepada Fir'aun dan pemimpin-pemim-pin kaumnya", maksudnya tokoh kaumnya, karena mereka diikuti, sedangkan selain mereka adalah pengikut bagi mereka. Mereka tidak tunduk pada mukjizat yang dibawa oleh Musa dan ditunjuk-kannya kepada mereka seperti yang telah dirinci di surat al-A'raf, mereka justru ﴾ فَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ فِرۡعَوۡنَۖ وَمَآ أَمۡرُ فِرۡعَوۡنَ بِرَشِيدٖ ﴿ "mengikuti perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar." Fir'aun adalah sesat dan menyimpang, dia tidak memerintahkan kecuali kepada kemudaratan murni.

(98) Tidak aneh ketika kaumnya mengikutinya, maka Fir'aun mencelakakan dan membinasakan mereka. ﴾ يَقۡدُمُ قَوۡمَهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فَأَوۡرَدَهُمُ ٱلنَّارَۖ وَبِئۡسَ ٱلۡوِرۡدُ ٱلۡمَوۡرُودُ ﴿ "Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi."

(99) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِۦ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti" di dunia ini ﴾ لَعۡنَةٗ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ ﴿ "dengan kutukan dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Allah, malaikat, dan semua manusia melaknat mereka di dunia dan akhirat. ﴾ بِئۡسَ ٱلرِّفۡدُ ٱلۡمَرۡفُودُ ﴿ "Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan." Maksudnya, ia adalah sejelek-jelek sesuatu yang terkumpul untuk mereka. Azab Allah dan laknat dunia dan akhirat menumpuk pada mereka.

(100) Tatkala Allah menyebutkan kisah-kisah umat dengan rasul-rasul mereka, maka Allah berfirman kepada RasulNya,﴾ ذَٰلِكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡقُرَىٰ نَقُصُّهُۥ عَلَيۡكَۖ ﴿ "Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad)", agar kamu memperingatkan …

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.