الٓر ۚ كِتَٰبٌ أُحْكِمَتْ ءَايَٰتُهُۥ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ
Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,
"Alif lam ra, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana lagi Mahatahu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu dariNya, dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepadaNya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa Hari Kiamat. Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (Hud: 1-4).
Makkiyyah
(1) Allah berfirman, ﴾ كِتَٰبٌ ﴿ "(Inilah) suatu kitab", yang agung yang diturunkan dengan mulia ﴾ أُحۡكِمَتۡ ءَايَٰتُهُۥ ﴿ "yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi." Yakni dengan sempurna dan bagus. Berita-beritanya jujur, perintah dan larangannya adil, lafazhnya fasih, maknanya indah ﴾ ثُمَّ فُصِّلَتۡ ﴿ "kemudian dijelaskan secara terperinci." Yakni diterang-kan dan diperjelas sebagai bentuk penjelasan yang paling tinggi, ﴾ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ ﴿ "yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana." Meletakkan segala sesuatu di tempatnya, mendudukkannya pada posisinya, tidak memerintahkan dan melarang kecuali sesuai dengan tuntutan hikmahNya. ﴾ خَبِيرٍ ﴿ "Lagi Mahatahu", yang mengetahui lahir dan batin. Jika penataannya yang rapi dan penjelasannya dari Allah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui, maka sesudah itu janganlah kamu bertanya tentang kebesaranNya, keagungan-Nya dan pencakupanNya atas hikmah yang sempurna dan rahmat yang luas.
(2) Allah hanyalah menurunkan kitabNya agar kamu tidak menyembah kecuali Allah, maksudnya agar mengikhlaskan seluruh agama kepada Allah dan agar tidak seorang pun dari makhlukNya yang disekutukan denganNya. ﴾ إِنَّنِي لَكُم ﴿ "Sesungguhnya aku (Muham-mad) bagimu", wahai manusia. ﴾ مِّنۡهُ ﴿ "DariNya", dari Allah Rabbmu ﴾ نَذِيرٞ ﴿ "adalah pemberi peringatan", bagi yang berani melakukan ke-maksiatan dengan azab dunia dan akhirat. ﴾ وَبَشِيرٞ ﴿ "Dan pembawa kabar gembira", bagi orang-orang yang taat kepada Allah dengan pahala dunia dan akhirat.
(3) ﴾ وَأَنِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu", dari dosa-dosa yang kamu kerjakan, ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "dan ber-taubat kepadaNya", pada (sisa) umurmu yang kamu hadapi dengan kembali dan mendekatkan diri kepadaNya, meninggalkan sesuatu yang dibenci Allah kepada sesuatu yang dicintai dan diridhaiNya. Kemudian Allah menyebutkan akibat dari istighfar dan taubat, seraya Dia berfirman, ﴾ يُمَتِّعۡكُم مَّتَٰعًا حَسَنًا ﴿ "Niscaya Dia akan memberi kenik-matan yang baik (terus menerus) kepadamu." Maksudnya, Dia mem-berimu rizki yang bisa kamu nikmati dan manfaatkan, ﴾ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ﴿ "sampai kepada waktu yang telah ditentukan." Yakni sampai kamu mati. ﴾ وَيُؤۡتِ كُلَّ ذِي فَضۡلٖ فَضۡلَهُۥۖ ﴿ "Dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya." Maksudnya, Allah memberikan …