Muslim99Muslim99
← Tafsir library

11. Hud

Hud · Meccan · 123 ayahs

سُورَةُ هُودٍ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 111–120 of 123

111

وَإِنَّ كُلًّۭا لَّمَّا لَيُوَفِّيَنَّهُمْ رَبُّكَ أَعْمَٰلَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ بِمَا يَعْمَلُونَ خَبِيرٌۭ

Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Tuhanmu akan menyempurnakan dengan cukup, (balasan) pekerjaan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

"Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkan tentang kitab itu. Dan seandai-nya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Rabbmu, niscaya telah ditetapkan hukuman di antara mereka. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Makkah) dalam keraguan yang mengge-lisahkan terhadap al-Qur`an. Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Rabbmu akan menyem-purnakan dengan cukup (balasan) pekerjaan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepada-mu dan (juga) orang yang telah bertaubat besertamu, dan jangan-lah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zhalim sehingga kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain dari pada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan." (Hud: 110-113).

(110) Allah mengabarkan bahwa Dia telah memberi Musa kitab Taurat yang mewajibkan kesepakatan atas perintah-perintah dan larangan-laranganNya, akan tetapi meskipun begitu, orang-orang yang menisbatkan diri kepadanya berselisih dengan perseli-sihan yang merugikan akidah mereka dan kesatuan agama mereka. ﴾ وَلَوۡلَا كَلِمَةٞ سَبَقَتۡ مِن رَّبِّكَ ﴿ "Dan seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Rabbmu", dengan menangguhkan mereka dan tidak menyegerakan azab kepada mereka, ﴾ لَقُضِيَ بَيۡنَهُمۡۚ ﴿ "niscaya telah ditetap-kan hukuman di antara mereka," dengan ditimpakannya azab kepada orang zhalim akan tetapi hikmah Allah menuntut ditundanya ke-putusan di antara mereka sampai Hari Kiamat dan mereka diam dalam keraguan pertanyaan. Jika begini sikap mereka terhadap kitab mereka, bersama al-Qur`an yang Allah wahyukan kepadamu, maka tidaklah aneh jika ada sebagian dari orang-orang Yahudi yang tidak beriman kepadanya dan mereka selalu meragukannya.

(111) ﴾ وَإِنَّ كُلّٗا لَّمَّا لَيُوَفِّيَنَّهُمۡ رَبُّكَ أَعۡمَٰلَهُمۡۚ ﴿ "Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Rabbmu akan menyem-purnakan dengan cukup (balasan) pekerjaan mereka." Maksudnya, Allah pasti akan memutuskan di antara mereka pada Hari Kiamat dengan hukumNya yang adil, lalu masing-masing dibalas dengan sesuatu yang menjadi haknya. ﴾ إِنَّهُۥ بِمَا يَعۡمَلُونَ ﴿ "Sesungguhnya Dia terhadap apa yang mereka kerjakan", dari yang baik dan yang buruk, ﴾ خَبِيرٞ ﴿ "Maha Mengetahui," tidak sedikit pun dari amal mereka yang samar bagi-Nya, kecil dan besarnya.

(112) Manakala Allah mengabarkan tidak istiqamahnya mereka yang menjadi penyebab perselisihan dan perpecahan mereka, maka Allah memerintahkan NabiNya dan orang-orang Mukmin yang bersamanya agar beristiqamah sebagaimana yang diperintah-kan kepada mereka, maka mereka meniti syariat-syariat yang telah Allah syariatkan, meyakini akidah-akidah yang benar yang dika-barkan oleh Allah, tidak menyimpang dari hal tersebut ke kanan atau ke kiri dan hendaknya mereka selalu begitu, tidak melampaui batas dari istiqamah yang telah diletakkan oleh Allah. FirmanNya, ﴾ إِنَّهُۥ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa …

112

فَٱسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا۟ ۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌۭ

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

"Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkan tentang kitab itu. Dan seandai-nya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Rabbmu, niscaya telah ditetapkan hukuman di antara mereka. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Makkah) dalam keraguan yang mengge-lisahkan terhadap al-Qur`an. Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Rabbmu akan menyem-purnakan dengan cukup (balasan) pekerjaan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepada-mu dan (juga) orang yang telah bertaubat besertamu, dan jangan-lah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zhalim sehingga kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain dari pada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan." (Hud: 110-113).

(110) Allah mengabarkan bahwa Dia telah memberi Musa kitab Taurat yang mewajibkan kesepakatan atas perintah-perintah dan larangan-laranganNya, akan tetapi meskipun begitu, orang-orang yang menisbatkan diri kepadanya berselisih dengan perseli-sihan yang merugikan akidah mereka dan kesatuan agama mereka. ﴾ وَلَوۡلَا كَلِمَةٞ سَبَقَتۡ مِن رَّبِّكَ ﴿ "Dan seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Rabbmu", dengan menangguhkan mereka dan tidak menyegerakan azab kepada mereka, ﴾ لَقُضِيَ بَيۡنَهُمۡۚ ﴿ "niscaya telah ditetap-kan hukuman di antara mereka," dengan ditimpakannya azab kepada orang zhalim akan tetapi hikmah Allah menuntut ditundanya ke-putusan di antara mereka sampai Hari Kiamat dan mereka diam dalam keraguan pertanyaan. Jika begini sikap mereka terhadap kitab mereka, bersama al-Qur`an yang Allah wahyukan kepadamu, maka tidaklah aneh jika ada sebagian dari orang-orang Yahudi yang tidak beriman kepadanya dan mereka selalu meragukannya.

(111) ﴾ وَإِنَّ كُلّٗا لَّمَّا لَيُوَفِّيَنَّهُمۡ رَبُّكَ أَعۡمَٰلَهُمۡۚ ﴿ "Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Rabbmu akan menyem-purnakan dengan cukup (balasan) pekerjaan mereka." Maksudnya, Allah pasti akan memutuskan di antara mereka pada Hari Kiamat dengan hukumNya yang adil, lalu masing-masing dibalas dengan sesuatu yang menjadi haknya. ﴾ إِنَّهُۥ بِمَا يَعۡمَلُونَ ﴿ "Sesungguhnya Dia terhadap apa yang mereka kerjakan", dari yang baik dan yang buruk, ﴾ خَبِيرٞ ﴿ "Maha Mengetahui," tidak sedikit pun dari amal mereka yang samar bagi-Nya, kecil dan besarnya.

(112) Manakala Allah mengabarkan tidak istiqamahnya mereka yang menjadi penyebab perselisihan dan perpecahan mereka, maka Allah memerintahkan NabiNya dan orang-orang Mukmin yang bersamanya agar beristiqamah sebagaimana yang diperintah-kan kepada mereka, maka mereka meniti syariat-syariat yang telah Allah syariatkan, meyakini akidah-akidah yang benar yang dika-barkan oleh Allah, tidak menyimpang dari hal tersebut ke kanan atau ke kiri dan hendaknya mereka selalu begitu, tidak melampaui batas dari istiqamah yang telah diletakkan oleh Allah. FirmanNya, ﴾ إِنَّهُۥ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa …

113

وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.

"Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kitab (Taurat) kepada Musa, lalu diperselisihkan tentang kitab itu. Dan seandai-nya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Rabbmu, niscaya telah ditetapkan hukuman di antara mereka. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Makkah) dalam keraguan yang mengge-lisahkan terhadap al-Qur`an. Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Rabbmu akan menyem-purnakan dengan cukup (balasan) pekerjaan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepada-mu dan (juga) orang yang telah bertaubat besertamu, dan jangan-lah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zhalim sehingga kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain dari pada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan." (Hud: 110-113).

(110) Allah mengabarkan bahwa Dia telah memberi Musa kitab Taurat yang mewajibkan kesepakatan atas perintah-perintah dan larangan-laranganNya, akan tetapi meskipun begitu, orang-orang yang menisbatkan diri kepadanya berselisih dengan perseli-sihan yang merugikan akidah mereka dan kesatuan agama mereka. ﴾ وَلَوۡلَا كَلِمَةٞ سَبَقَتۡ مِن رَّبِّكَ ﴿ "Dan seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Rabbmu", dengan menangguhkan mereka dan tidak menyegerakan azab kepada mereka, ﴾ لَقُضِيَ بَيۡنَهُمۡۚ ﴿ "niscaya telah ditetap-kan hukuman di antara mereka," dengan ditimpakannya azab kepada orang zhalim akan tetapi hikmah Allah menuntut ditundanya ke-putusan di antara mereka sampai Hari Kiamat dan mereka diam dalam keraguan pertanyaan. Jika begini sikap mereka terhadap kitab mereka, bersama al-Qur`an yang Allah wahyukan kepadamu, maka tidaklah aneh jika ada sebagian dari orang-orang Yahudi yang tidak beriman kepadanya dan mereka selalu meragukannya.

(111) ﴾ وَإِنَّ كُلّٗا لَّمَّا لَيُوَفِّيَنَّهُمۡ رَبُّكَ أَعۡمَٰلَهُمۡۚ ﴿ "Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Rabbmu akan menyem-purnakan dengan cukup (balasan) pekerjaan mereka." Maksudnya, Allah pasti akan memutuskan di antara mereka pada Hari Kiamat dengan hukumNya yang adil, lalu masing-masing dibalas dengan sesuatu yang menjadi haknya. ﴾ إِنَّهُۥ بِمَا يَعۡمَلُونَ ﴿ "Sesungguhnya Dia terhadap apa yang mereka kerjakan", dari yang baik dan yang buruk, ﴾ خَبِيرٞ ﴿ "Maha Mengetahui," tidak sedikit pun dari amal mereka yang samar bagi-Nya, kecil dan besarnya.

(112) Manakala Allah mengabarkan tidak istiqamahnya mereka yang menjadi penyebab perselisihan dan perpecahan mereka, maka Allah memerintahkan NabiNya dan orang-orang Mukmin yang bersamanya agar beristiqamah sebagaimana yang diperintah-kan kepada mereka, maka mereka meniti syariat-syariat yang telah Allah syariatkan, meyakini akidah-akidah yang benar yang dika-barkan oleh Allah, tidak menyimpang dari hal tersebut ke kanan atau ke kiri dan hendaknya mereka selalu begitu, tidak melampaui batas dari istiqamah yang telah diletakkan oleh Allah. FirmanNya, ﴾ إِنَّهُۥ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ﴿ "Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa …

114

وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًۭا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

"Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan dari malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan." (Hud: 114-115).

(114) Allah تعالى memerintahkan untuk mendirikan shalat secara sempurna, ﴾ طَرَفَيِ ٱلنَّهَارِ ﴿ "pada kedua tepi siang (pagi dan petang)." Yakni di awal dan di akhirnya, termasuk dalam hal ini Shalat Shu-buh, Zhuhur dan Ashar. ﴾ وَزُلَفٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِۚ ﴿ "Dan pada bagian permulaan dari malam." Termasuk di dalamnya Shalat Maghrib dan Isya`, dan itu juga mencakup shalat malam karena ia termasuk yang mendekat-kan seorang hamba kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡحَسَنَٰتِ يُذۡهِبۡنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِۚ ﴿ "Sesungguh-nya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk." Maksudnya, shalat lima waktu ini dan shalat-shalat sunnah yang mengikutinya adalah termasuk kebaikan yang paling besar, di samping ia adalah kebaikan yang mendekatkan kepada Allah dan mengundang pahala Allah, ia juga menghapus keburukan dan menghilangkannya, yang dimaksud dengan itu adalah dosa-dosa kecil sebagaimana hadits-hadits shahih dari Nabi membatasinya demikian. Seperti sabda Nabi, اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ. "Shalat lima waktu, Shalat Jum'at ke Jum'at (berikutnya), Ramadhan ke Ramadhan (berikutnya) adalah pelebur (dosa) yang terletak di antara-nya, selama dosa-dosa besar dijauhi."[4] Bahkan seperti yang dibatasi oleh ayat yang ada di surat an-Nisa` yaitu FirmanNya, ﴾ إِن تَجۡتَنِبُواْ كَبَآئِرَ مَا تُنۡهَوۡنَ عَنۡهُ نُكَفِّرۡ عَنكُمۡ سَيِّـَٔاتِكُمۡ وَنُدۡخِلۡكُم مُّدۡخَلٗا كَرِيمٗا 31 ﴿ "Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang mana kalian dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan-mu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)." (An-Nisa`: 31). ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Itulah" bisa jadi isyaratnya kembali kepada semua yang disebutkan berupa istiqamah di atas jalan yang lurus, tidak melang-gar dan melampaui batasnya, tidak rukun kepada orang-orang zha-lim, perintah menegakkan shalat dan penjelasan bahwa kebaikan itu melenyapkan keburukan, semua itu adalah, ﴾ ذِكۡرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ ﴿ "peri-ngatan bagi orang-orang yang ingat." Mereka memahami apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah dengannya, dan menaati perintah yang baik itu yang membuahkan kebaikan yang menangkal keburukan dan kejahatan.

(115) Akan tetapi perkara-perkara tersebut membutuhkan keteguhan dan kesabaran jiwa. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَٱصۡبِرۡ ﴿ "Dan bersabarlah", yakni tahanlah dirimu atas ketaatan kepada Allah dan tahanlah dari kemaksiatan kepadaNya. Teguh-kanlah dirimu, teruskanlah atas hal itu dan jangan mengeluh,﴾ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ﴿ "karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan." Akan tetapi Dia menerima dari mereka sesuatu yang terbaik …

115

وَٱصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.

"Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan dari malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan." (Hud: 114-115).

(114) Allah تعالى memerintahkan untuk mendirikan shalat secara sempurna, ﴾ طَرَفَيِ ٱلنَّهَارِ ﴿ "pada kedua tepi siang (pagi dan petang)." Yakni di awal dan di akhirnya, termasuk dalam hal ini Shalat Shu-buh, Zhuhur dan Ashar. ﴾ وَزُلَفٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِۚ ﴿ "Dan pada bagian permulaan dari malam." Termasuk di dalamnya Shalat Maghrib dan Isya`, dan itu juga mencakup shalat malam karena ia termasuk yang mendekat-kan seorang hamba kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡحَسَنَٰتِ يُذۡهِبۡنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِۚ ﴿ "Sesungguh-nya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk." Maksudnya, shalat lima waktu ini dan shalat-shalat sunnah yang mengikutinya adalah termasuk kebaikan yang paling besar, di samping ia adalah kebaikan yang mendekatkan kepada Allah dan mengundang pahala Allah, ia juga menghapus keburukan dan menghilangkannya, yang dimaksud dengan itu adalah dosa-dosa kecil sebagaimana hadits-hadits shahih dari Nabi membatasinya demikian. Seperti sabda Nabi, اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ. "Shalat lima waktu, Shalat Jum'at ke Jum'at (berikutnya), Ramadhan ke Ramadhan (berikutnya) adalah pelebur (dosa) yang terletak di antara-nya, selama dosa-dosa besar dijauhi."[4] Bahkan seperti yang dibatasi oleh ayat yang ada di surat an-Nisa` yaitu FirmanNya, ﴾ إِن تَجۡتَنِبُواْ كَبَآئِرَ مَا تُنۡهَوۡنَ عَنۡهُ نُكَفِّرۡ عَنكُمۡ سَيِّـَٔاتِكُمۡ وَنُدۡخِلۡكُم مُّدۡخَلٗا كَرِيمٗا 31 ﴿ "Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang mana kalian dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan-mu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)." (An-Nisa`: 31). ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Itulah" bisa jadi isyaratnya kembali kepada semua yang disebutkan berupa istiqamah di atas jalan yang lurus, tidak melang-gar dan melampaui batasnya, tidak rukun kepada orang-orang zha-lim, perintah menegakkan shalat dan penjelasan bahwa kebaikan itu melenyapkan keburukan, semua itu adalah, ﴾ ذِكۡرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ ﴿ "peri-ngatan bagi orang-orang yang ingat." Mereka memahami apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah dengannya, dan menaati perintah yang baik itu yang membuahkan kebaikan yang menangkal keburukan dan kejahatan.

(115) Akan tetapi perkara-perkara tersebut membutuhkan keteguhan dan kesabaran jiwa. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَٱصۡبِرۡ ﴿ "Dan bersabarlah", yakni tahanlah dirimu atas ketaatan kepada Allah dan tahanlah dari kemaksiatan kepadaNya. Teguh-kanlah dirimu, teruskanlah atas hal itu dan jangan mengeluh,﴾ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ﴿ "karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan." Akan tetapi Dia menerima dari mereka sesuatu yang terbaik …

116

فَلَوْلَا كَانَ مِنَ ٱلْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُو۟لُوا۟ بَقِيَّةٍۢ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْفَسَادِ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ ۗ وَٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مَآ أُتْرِفُوا۟ فِيهِ وَكَانُوا۟ مُجْرِمِينَ

Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.

"Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang dari pada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, sedangkan orang-orang yang zhalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka ada-lah orang-orang yang berdosa." (Hud: 116).

(116) Tatkala Allah تعالى menyebutkan pembinasaan umat-umat yang mendustakan para rasul dan bahwa kebanyakan dari mereka menyimpang dari Ahli Kitab Ilahiyah, dan semua itu me-matikan dan melenyapkan agama-agama, maka Dia menyebutkan bahwa mengapa tidak dijadikan (dari umat-umat yang telah berlalu) sisa-sisa orang yang baik yang menyeru kepada petunjuk, melarang kerusakan dan penyimpangan sehingga terwujudlah manfaat me-reka yang dengannya agama-agama terpelihara? akan tetapi mereka sangat sedikit sekali.[5] Intinya mereka itu selamat karena mengikuti rasul-rasul, dan mereka melaksanakan ajaran agama mereka, dan ia adalah hujjah Allah yang Allah berlakukan melalui tangan mereka agar orang yang binasa menjadi binasa dengan kejelasan, dan orang yang hidup menjadi hidup dengan kejelasan, ﴾ و َ ﴿ "dan" akan tetapi ﴾ ا ت ّ َ ب َ ع َ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَآ أُتۡرِفُواْ فِيهِ ﴿ "orang-orang yang zhalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka", maksudnya mereka mempertu-rutkan kenikmatan dan kemewahan yang mereka rasakan, dan ti-dak menginginkan penggantinya. ﴾ وَكَانُواْ مُجۡرِمِينَ ﴿ "Dan mereka adalah orang-orang yang berdosa", lagi zhalim dengan mengikuti kemewahan. Oleh karena itu, mereka ditimpa dan dibinasakan oleh siksa dan azab. Ini mengandung dorongan bagi umat ini agar tetap ada sisa-sisa orang yang memperbaiki apa yang dirusak oleh manusia, me-reka tegak berpegang teguh dengan agama Allah, menyeru orang yang sesat kepada petunjuk, bersabar atas gangguan dari mereka, mengentaskan mereka dari ketidaktahuan. Ini adalah posisi tertinggi yang diminati oleh orang yang berminat, pemilik kedudukan ini adalah seorang imam dalam agama, apabila perbuatannya diikh-laskan kepada Allah, Rabb semesta alam.

117

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍۢ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.

"Dan Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim, sedang penduduknya orang-orang yang ber-buat kebaikan." (Hud: 117).

(117) Maksudnya, Allah tidak patut membinasakan sebuah negeri secara zhalim, padahal mereka itu ﴾ مُصۡلِحُونَ ﴿ "berbuat kebaik-an." Yakni mereka berjalan di atas kebaikan dengan terus menerus, maka Allah tidak patut membinasakannya kecuali jika mereka ber-buat zhalim dan hujjah Allah telah tegak atasnya. Bisa jadi maknanya adalah bahwa Allah tidak akan membina-sakan negeri karena kezhalimannya terdahulu, jika mereka bertau-bat dan memperbaiki amal perbuatannya, karena Allah memaafkan mereka dan menghapus kezhaliman mereka yang telah lalu.

118

وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ ٱلنَّاسَ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ

Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,

"Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manu-sia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan. Sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya." (Hud: 118-119).

(118) Allah mengabarkan bahwa kalau Dia berkehendak, niscaya Dia menjadikan manusia umat yang satu, berpegang teguh pada agama Islam karena kehendak Allah tiada berbatas, tak ada satu pun yang menghalangiNya, akan tetapi hikmahNya menuntut mereka terus berselisih, menyelisihi jalan yang lurus, mengikuti jalan yang mengantarkan kepada neraka. Masing-masing melihat kebenaran pada dirinya dan kesesatan pada orang lain.

(119) ﴾ إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَۚ ﴿ "Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu." Lalu Dia membimbing mereka kepada ilmu tentang kebenaran, mengamalkannya dan bersepakat di atasnya. Mereka itu telah ditakdirkan kebahagiaan bagi mereka dan memperoleh perhatian Rabbani dan taufik Ilahi. Adapun selain mereka, maka mereka adalah orang-orang yang tertipu yang bersandar kepada dirinya sendiri, FirmanNya, ﴾ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمۡۗ ﴿ "Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka." Maksudnya hikmahNya menuntut bahwa Dia menciptakan mereka agar ada di antara mereka yang berbahagia dan ada yang sengsara, yang sepakat dan yang berselisih, ada ke-lompok yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada kelompok yang ditakdirkan untuknya kesesatan agar keadilan dan hikmahNya diketahui oleh manusia, dan agar apa yang tersimpan dalam tabiat manusia dari kebaikan dan keburukan diketahui, serta agar medan jihad dan ibadah menjadi tegak yang mana ia tidak terlaksana dan tercapai kecuali dengan ujian. ﴾ و َ ﴿ "Dan" karenanya, ﴾ ت َ م ّ َ ت ْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Kalimat Rabbmu (keputusanNya) telah ditetap-kan. Sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya", pasti Dia akan memudahkan penghuni neraka yang melakukan perbuatan neraka untuk meng-antarkan kepadanya.

119

إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ

kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.

"Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manu-sia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan. Sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya." (Hud: 118-119).

(118) Allah mengabarkan bahwa kalau Dia berkehendak, niscaya Dia menjadikan manusia umat yang satu, berpegang teguh pada agama Islam karena kehendak Allah tiada berbatas, tak ada satu pun yang menghalangiNya, akan tetapi hikmahNya menuntut mereka terus berselisih, menyelisihi jalan yang lurus, mengikuti jalan yang mengantarkan kepada neraka. Masing-masing melihat kebenaran pada dirinya dan kesesatan pada orang lain.

(119) ﴾ إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَۚ ﴿ "Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu." Lalu Dia membimbing mereka kepada ilmu tentang kebenaran, mengamalkannya dan bersepakat di atasnya. Mereka itu telah ditakdirkan kebahagiaan bagi mereka dan memperoleh perhatian Rabbani dan taufik Ilahi. Adapun selain mereka, maka mereka adalah orang-orang yang tertipu yang bersandar kepada dirinya sendiri, FirmanNya, ﴾ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمۡۗ ﴿ "Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka." Maksudnya hikmahNya menuntut bahwa Dia menciptakan mereka agar ada di antara mereka yang berbahagia dan ada yang sengsara, yang sepakat dan yang berselisih, ada ke-lompok yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada kelompok yang ditakdirkan untuknya kesesatan agar keadilan dan hikmahNya diketahui oleh manusia, dan agar apa yang tersimpan dalam tabiat manusia dari kebaikan dan keburukan diketahui, serta agar medan jihad dan ibadah menjadi tegak yang mana ia tidak terlaksana dan tercapai kecuali dengan ujian. ﴾ و َ ﴿ "Dan" karenanya, ﴾ ت َ م ّ َ ت ْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Kalimat Rabbmu (keputusanNya) telah ditetap-kan. Sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya", pasti Dia akan memudahkan penghuni neraka yang melakukan perbuatan neraka untuk meng-antarkan kepadanya.

120

وَكُلًّۭا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِۦ فُؤَادَكَ ۚ وَجَآءَكَ فِى هَٰذِهِ ٱلْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌۭ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.

"Dan semua kisah dari rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hati-mu, dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman, 'Berbuatlah menurut kedudukanmu, sesungguhnya kami pun berbuat (pula). Dan tunggulah (akibat perbuatanmu), sesungguhnya Kami pun menunggu (pula).' Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan bumi, dan kepadaNya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepadaNya. Dan sekali-kali Rabbmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan." (Hud: 120-123).

(120) Tatkala Allah menyebutkan di surat ini berita-berita tentang para Nabi, maka Dia menyebutkan hikmah dari itu semua seraya berfirman, ﴾ وَكُلّٗا نَّقُصُّ عَلَيۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِۦ فُؤَادَكَۚ ﴿ "Dan semua kisah dari rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu", agar hatimu teguh, tenang dan bersabar sebagaimana kesabaran rasul-rasul ulul azmi karena jiwa itu merasa tenang dengan meneladani dan menjadi giat untuk ber-amal, serta ingin menyaingi yang lain, dan kebenaran menjadi kuat dengan menyebutkan saksi-saksinya dan banyaknya pendukung. ﴾ وَجَآءَكَ فِي هَٰذِهِ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran", yang yakin tanpa ada sedikit pun keraguan dari sisi mana pun. Ilmu tentang hal itu termasuk ilmu tentang kebenaran yang merupakan keutamaan jiwa yang paling besar ﴾ وَمَوۡعِظَةٞ وَذِكۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "serta peng-ajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman." Maksudnya, mereka mengambil pelajaran darinya, maka mereka menahan diri dari perkara-perkara yang buruk dan mengingat perkara yang di-cintai Allah lalu mereka melakukannya.

(121) Adapun orang yang bukan termasuk ahli iman, maka nasihat dan peringatan yang bermacam-macam tidaklah berguna bagi mereka. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَقُل لِّلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman", setelah ayat-ayat tegak atas mereka, ﴾ ٱعۡمَلُواْ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمۡ ﴿ "berbuatlah menurut kedudukan-mu." Yakni keadaanmu di mana kamu berada di atasnya. ﴾ إِنَّا عَٰمِلُونَ ﴿ "Sesungguhnya kami pun berbuat (pula)." Di atas apa yang kami yakini.

(122) ﴾ وَٱنتَظِرُوٓاْ ﴿ "Dan tunggulah (akibat perbuatanmu)", apa yang akan menimpamu. ﴾ إِنَّا مُنتَظِرُونَ ﴿ "Sesungguhnya kami pun menunggu (pula)" apa yang akan menimpamu.

(123) Allah telah membedakan kedua kelompok tersebut, Dia menunjukkan pertolonganNya kepada hamba-hambaNya yang beriman dan hukumanNya kepada musuh-musuhNya yang men-dustakan. ﴾ وَلِلَّهِ غَيۡبُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan bumi." Yakni perkara-perkara yang ghaib dan perkara-perkara yang samar pada keduanya. ﴾ وَإِلَيۡهِ يُرۡجَعُ ٱلۡأَمۡرُ كُلُّهُۥ ﴿ "Dan kepadaNya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya", dari amal per-buatan dan pelakunya sehingga dibedakanlah antara yang baik dan yang buruk. ﴾ فَٱعۡبُدۡهُ وَتَوَكَّلۡ عَلَيۡهِۚ ﴿ "Maka sembahlah Dia, dan bertawakallah kepadaNya." Yakni lakukanlah ibadah …

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.