Muslim99Muslim99
← Tafsir library

11. Hud

Hud · Meccan · 123 ayahs

سُورَةُ هُودٍ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 1–10 of 123

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

1

الٓر ۚ كِتَٰبٌ أُحْكِمَتْ ءَايَٰتُهُۥ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,

"Alif lam ra, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana lagi Mahatahu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu dariNya, dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepadaNya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa Hari Kiamat. Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (Hud: 1-4).

Makkiyyah

(1) Allah berfirman, ﴾ كِتَٰبٌ ﴿ "(Inilah) suatu kitab", yang agung yang diturunkan dengan mulia ﴾ أُحۡكِمَتۡ ءَايَٰتُهُۥ ﴿ "yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi." Yakni dengan sempurna dan bagus. Berita-beritanya jujur, perintah dan larangannya adil, lafazhnya fasih, maknanya indah ﴾ ثُمَّ فُصِّلَتۡ ﴿ "kemudian dijelaskan secara terperinci." Yakni diterang-kan dan diperjelas sebagai bentuk penjelasan yang paling tinggi, ﴾ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ ﴿ "yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana." Meletakkan segala sesuatu di tempatnya, mendudukkannya pada posisinya, tidak memerintahkan dan melarang kecuali sesuai dengan tuntutan hikmahNya. ﴾ خَبِيرٍ ﴿ "Lagi Mahatahu", yang mengetahui lahir dan batin. Jika penataannya yang rapi dan penjelasannya dari Allah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui, maka sesudah itu janganlah kamu bertanya tentang kebesaranNya, keagungan-Nya dan pencakupanNya atas hikmah yang sempurna dan rahmat yang luas.

(2) Allah hanyalah menurunkan kitabNya agar kamu tidak menyembah kecuali Allah, maksudnya agar mengikhlaskan seluruh agama kepada Allah dan agar tidak seorang pun dari makhlukNya yang disekutukan denganNya. ﴾ إِنَّنِي لَكُم ﴿ "Sesungguhnya aku (Muham-mad) bagimu", wahai manusia. ﴾ مِّنۡهُ ﴿ "DariNya", dari Allah Rabbmu ﴾ نَذِيرٞ ﴿ "adalah pemberi peringatan", bagi yang berani melakukan ke-maksiatan dengan azab dunia dan akhirat. ﴾ وَبَشِيرٞ ﴿ "Dan pembawa kabar gembira", bagi orang-orang yang taat kepada Allah dengan pahala dunia dan akhirat.

(3) ﴾ وَأَنِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu", dari dosa-dosa yang kamu kerjakan, ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "dan ber-taubat kepadaNya", pada (sisa) umurmu yang kamu hadapi dengan kembali dan mendekatkan diri kepadaNya, meninggalkan sesuatu yang dibenci Allah kepada sesuatu yang dicintai dan diridhaiNya. Kemudian Allah menyebutkan akibat dari istighfar dan taubat, seraya Dia berfirman, ﴾ يُمَتِّعۡكُم مَّتَٰعًا حَسَنًا ﴿ "Niscaya Dia akan memberi kenik-matan yang baik (terus menerus) kepadamu." Maksudnya, Dia mem-berimu rizki yang bisa kamu nikmati dan manfaatkan, ﴾ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ﴿ "sampai kepada waktu yang telah ditentukan." Yakni sampai kamu mati. ﴾ وَيُؤۡتِ كُلَّ ذِي فَضۡلٖ فَضۡلَهُۥۖ ﴿ "Dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya." Maksudnya, Allah memberikan …

2

أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّا ٱللَّهَ ۚ إِنَّنِى لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌۭ وَبَشِيرٌۭ

agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya,

"Alif lam ra, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana lagi Mahatahu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu dariNya, dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepadaNya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa Hari Kiamat. Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (Hud: 1-4).

Makkiyyah

(1) Allah berfirman, ﴾ كِتَٰبٌ ﴿ "(Inilah) suatu kitab", yang agung yang diturunkan dengan mulia ﴾ أُحۡكِمَتۡ ءَايَٰتُهُۥ ﴿ "yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi." Yakni dengan sempurna dan bagus. Berita-beritanya jujur, perintah dan larangannya adil, lafazhnya fasih, maknanya indah ﴾ ثُمَّ فُصِّلَتۡ ﴿ "kemudian dijelaskan secara terperinci." Yakni diterang-kan dan diperjelas sebagai bentuk penjelasan yang paling tinggi, ﴾ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ ﴿ "yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana." Meletakkan segala sesuatu di tempatnya, mendudukkannya pada posisinya, tidak memerintahkan dan melarang kecuali sesuai dengan tuntutan hikmahNya. ﴾ خَبِيرٍ ﴿ "Lagi Mahatahu", yang mengetahui lahir dan batin. Jika penataannya yang rapi dan penjelasannya dari Allah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui, maka sesudah itu janganlah kamu bertanya tentang kebesaranNya, keagungan-Nya dan pencakupanNya atas hikmah yang sempurna dan rahmat yang luas.

(2) Allah hanyalah menurunkan kitabNya agar kamu tidak menyembah kecuali Allah, maksudnya agar mengikhlaskan seluruh agama kepada Allah dan agar tidak seorang pun dari makhlukNya yang disekutukan denganNya. ﴾ إِنَّنِي لَكُم ﴿ "Sesungguhnya aku (Muham-mad) bagimu", wahai manusia. ﴾ مِّنۡهُ ﴿ "DariNya", dari Allah Rabbmu ﴾ نَذِيرٞ ﴿ "adalah pemberi peringatan", bagi yang berani melakukan ke-maksiatan dengan azab dunia dan akhirat. ﴾ وَبَشِيرٞ ﴿ "Dan pembawa kabar gembira", bagi orang-orang yang taat kepada Allah dengan pahala dunia dan akhirat.

(3) ﴾ وَأَنِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu", dari dosa-dosa yang kamu kerjakan, ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "dan ber-taubat kepadaNya", pada (sisa) umurmu yang kamu hadapi dengan kembali dan mendekatkan diri kepadaNya, meninggalkan sesuatu yang dibenci Allah kepada sesuatu yang dicintai dan diridhaiNya. Kemudian Allah menyebutkan akibat dari istighfar dan taubat, seraya Dia berfirman, ﴾ يُمَتِّعۡكُم مَّتَٰعًا حَسَنًا ﴿ "Niscaya Dia akan memberi kenik-matan yang baik (terus menerus) kepadamu." Maksudnya, Dia mem-berimu rizki yang bisa kamu nikmati dan manfaatkan, ﴾ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ﴿ "sampai kepada waktu yang telah ditentukan." Yakni sampai kamu mati. ﴾ وَيُؤۡتِ كُلَّ ذِي فَضۡلٖ فَضۡلَهُۥۖ ﴿ "Dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya." Maksudnya, Allah memberikan …

3

وَأَنِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَٰعًا حَسَنًا إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ مُّسَمًّۭى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِى فَضْلٍۢ فَضْلَهُۥ ۖ وَإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍۢ كَبِيرٍ

dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.

"Alif lam ra, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana lagi Mahatahu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu dariNya, dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepadaNya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa Hari Kiamat. Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (Hud: 1-4).

Makkiyyah

(1) Allah berfirman, ﴾ كِتَٰبٌ ﴿ "(Inilah) suatu kitab", yang agung yang diturunkan dengan mulia ﴾ أُحۡكِمَتۡ ءَايَٰتُهُۥ ﴿ "yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi." Yakni dengan sempurna dan bagus. Berita-beritanya jujur, perintah dan larangannya adil, lafazhnya fasih, maknanya indah ﴾ ثُمَّ فُصِّلَتۡ ﴿ "kemudian dijelaskan secara terperinci." Yakni diterang-kan dan diperjelas sebagai bentuk penjelasan yang paling tinggi, ﴾ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ ﴿ "yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana." Meletakkan segala sesuatu di tempatnya, mendudukkannya pada posisinya, tidak memerintahkan dan melarang kecuali sesuai dengan tuntutan hikmahNya. ﴾ خَبِيرٍ ﴿ "Lagi Mahatahu", yang mengetahui lahir dan batin. Jika penataannya yang rapi dan penjelasannya dari Allah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui, maka sesudah itu janganlah kamu bertanya tentang kebesaranNya, keagungan-Nya dan pencakupanNya atas hikmah yang sempurna dan rahmat yang luas.

(2) Allah hanyalah menurunkan kitabNya agar kamu tidak menyembah kecuali Allah, maksudnya agar mengikhlaskan seluruh agama kepada Allah dan agar tidak seorang pun dari makhlukNya yang disekutukan denganNya. ﴾ إِنَّنِي لَكُم ﴿ "Sesungguhnya aku (Muham-mad) bagimu", wahai manusia. ﴾ مِّنۡهُ ﴿ "DariNya", dari Allah Rabbmu ﴾ نَذِيرٞ ﴿ "adalah pemberi peringatan", bagi yang berani melakukan ke-maksiatan dengan azab dunia dan akhirat. ﴾ وَبَشِيرٞ ﴿ "Dan pembawa kabar gembira", bagi orang-orang yang taat kepada Allah dengan pahala dunia dan akhirat.

(3) ﴾ وَأَنِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu", dari dosa-dosa yang kamu kerjakan, ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "dan ber-taubat kepadaNya", pada (sisa) umurmu yang kamu hadapi dengan kembali dan mendekatkan diri kepadaNya, meninggalkan sesuatu yang dibenci Allah kepada sesuatu yang dicintai dan diridhaiNya. Kemudian Allah menyebutkan akibat dari istighfar dan taubat, seraya Dia berfirman, ﴾ يُمَتِّعۡكُم مَّتَٰعًا حَسَنًا ﴿ "Niscaya Dia akan memberi kenik-matan yang baik (terus menerus) kepadamu." Maksudnya, Dia mem-berimu rizki yang bisa kamu nikmati dan manfaatkan, ﴾ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ﴿ "sampai kepada waktu yang telah ditentukan." Yakni sampai kamu mati. ﴾ وَيُؤۡتِ كُلَّ ذِي فَضۡلٖ فَضۡلَهُۥۖ ﴿ "Dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya." Maksudnya, Allah memberikan …

4

إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌ

Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

"Alif lam ra, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana lagi Mahatahu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu dariNya, dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepadaNya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa Hari Kiamat. Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (Hud: 1-4).

Makkiyyah

(1) Allah berfirman, ﴾ كِتَٰبٌ ﴿ "(Inilah) suatu kitab", yang agung yang diturunkan dengan mulia ﴾ أُحۡكِمَتۡ ءَايَٰتُهُۥ ﴿ "yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi." Yakni dengan sempurna dan bagus. Berita-beritanya jujur, perintah dan larangannya adil, lafazhnya fasih, maknanya indah ﴾ ثُمَّ فُصِّلَتۡ ﴿ "kemudian dijelaskan secara terperinci." Yakni diterang-kan dan diperjelas sebagai bentuk penjelasan yang paling tinggi, ﴾ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ ﴿ "yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana." Meletakkan segala sesuatu di tempatnya, mendudukkannya pada posisinya, tidak memerintahkan dan melarang kecuali sesuai dengan tuntutan hikmahNya. ﴾ خَبِيرٍ ﴿ "Lagi Mahatahu", yang mengetahui lahir dan batin. Jika penataannya yang rapi dan penjelasannya dari Allah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui, maka sesudah itu janganlah kamu bertanya tentang kebesaranNya, keagungan-Nya dan pencakupanNya atas hikmah yang sempurna dan rahmat yang luas.

(2) Allah hanyalah menurunkan kitabNya agar kamu tidak menyembah kecuali Allah, maksudnya agar mengikhlaskan seluruh agama kepada Allah dan agar tidak seorang pun dari makhlukNya yang disekutukan denganNya. ﴾ إِنَّنِي لَكُم ﴿ "Sesungguhnya aku (Muham-mad) bagimu", wahai manusia. ﴾ مِّنۡهُ ﴿ "DariNya", dari Allah Rabbmu ﴾ نَذِيرٞ ﴿ "adalah pemberi peringatan", bagi yang berani melakukan ke-maksiatan dengan azab dunia dan akhirat. ﴾ وَبَشِيرٞ ﴿ "Dan pembawa kabar gembira", bagi orang-orang yang taat kepada Allah dengan pahala dunia dan akhirat.

(3) ﴾ وَأَنِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu", dari dosa-dosa yang kamu kerjakan, ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "dan ber-taubat kepadaNya", pada (sisa) umurmu yang kamu hadapi dengan kembali dan mendekatkan diri kepadaNya, meninggalkan sesuatu yang dibenci Allah kepada sesuatu yang dicintai dan diridhaiNya. Kemudian Allah menyebutkan akibat dari istighfar dan taubat, seraya Dia berfirman, ﴾ يُمَتِّعۡكُم مَّتَٰعًا حَسَنًا ﴿ "Niscaya Dia akan memberi kenik-matan yang baik (terus menerus) kepadamu." Maksudnya, Dia mem-berimu rizki yang bisa kamu nikmati dan manfaatkan, ﴾ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ﴿ "sampai kepada waktu yang telah ditentukan." Yakni sampai kamu mati. ﴾ وَيُؤۡتِ كُلَّ ذِي فَضۡلٖ فَضۡلَهُۥۖ ﴿ "Dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya." Maksudnya, Allah memberikan …

5

أَلَآ إِنَّهُمْ يَثْنُونَ صُدُورَهُمْ لِيَسْتَخْفُوا۟ مِنْهُ ۚ أَلَا حِينَ يَسْتَغْشُونَ ثِيَابَهُمْ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad). Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

"Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri darinya (Muhammad). Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka tampakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati." (Hud: 5).

(5) Allah mengabarkan kebodohan orang-orang musyrik dan kesesatan mereka yang jauh, bahwa mereka itu ﴾ يَثۡنُونَ صُدُورَهُمۡ ﴿ "memalingkan dada mereka" maksudnya, mereka berpaling agar bisa bersembunyi dari Allah sehingga dada mereka itu menghalangi ilmu Allah tentang keadaan mereka dan menghalangi penglihatan-Nya kepada gerak-gerik mereka. Allah berfirman menjelaskan ke-salahan mereka dalam prasangkanya ini, ﴾ أَلَا حِينَ يَسۡتَغۡشُونَ ثِيَابَهُمۡ ﴿ "Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain." Yakni menutupi dengannya. Dalam kondisi tersebut yang merupakan kondisi paling tersamar, Allah tetap mengetahui keadaan mereka lebih dari itu. ﴾ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ ﴿ "Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan", berupa perkataan dan perbuatan, ﴾ وَمَا يُعۡلِنُونَۚ ﴿ "dan apa yang mereka tampakkan", darinya bahkan apa yang lebih mendalam darinya, yaitu ﴾ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ﴿ "sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati." Yakni keinginan-keinginan, was-was dan pemikiran-pemikiran yang ada di dalamnya yang tidak dikatakan, baik secara rahasia atau terang-terangan, bagaimana mungkin keadaanmu samar bagiNya ketika kamu memalingkan dadamu agar bisa bersembunyi dariNya? Ada kemungkinan makna lain dalam hal ini yaitu bahwa Allah menyebut berpalingnya orang-orang musyrik dari Rasul dan kela-laian mereka terhadap dakwahnya, bahwa karena kerasnya berpa-lingnya mereka, sampai mereka memalingkan dada mereka yakni mereka membelokkan badan manakala mereka melihat Rasul agar beliau tidak melihat mereka, menyampaikan dakwahnya dan me-nasihati mereka dengan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka. Ada-kah sesuatu yang melebihi atas berpalingnya mereka ini? Kemudian Allah mengancam mereka dengan ilmuNya terhadap seluruh ke-adaan mereka, dan bahwa mereka tidak ada sesuatu pun yang ter-sembunyi atas Allah dan Dia akan membalas mereka sesuai dengan perbuatan mereka.

6

۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّۭ فِى كِتَٰبٍۢ مُّبِينٍۢ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melain-kan Allah-lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiamnya bintang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (Hud: 6).

(6) Maksudnya, semua yang merayap di muka bumi berupa manusia, binatang darat atau laut maka Allah telah menjamin rizki dan makanan mereka, rizki mereka menjadi kewajiban Allah. ﴾ وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ ﴿ "Dan Dia mengetahui tempat berdiamnya binatang itu dan tempat penyimpanannya." Maksudnya, Dia mengetahui tempat ber-diam diri binatang-binatang ini yaitu rumah tempat tinggalnya dan perlindungannya, dan mengetahui tempat penyimpanannya yaitu tempat di mana ia berpindah kepadanya pada waktu pulang per-ginya dan kondisi-kondisi tertentunya. ﴾ كُلّٞ ﴿ "Semuanya" seluruh perincian tentang keadaannya ﴾ فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ ﴿ "tertulis dalam Kitab yang nyata." Yakni Lauh Mahfuzh yang meliputi seluruh peristiwa yang terjadi di langit dan bumi. Semuanya diliputi oleh ilmu Allah, dicatat oleh penaNya, berlaku padanya kehendakNya dan dicukupi olehNya rizkinya. Hendaknya manusia tetap tenang kepada jami-nan Allah yang menjamin rizkinya dan yang ilmuNya meliputi Dzat dan sifat-sifatNya.

7

وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍۢ وَكَانَ عَرْشُهُۥ عَلَى ٱلْمَآءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًۭا ۗ وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِنۢ بَعْدِ ٱلْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌۭ مُّبِينٌۭ

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata".

"Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan ArasyNya berada di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Makkah), 'Sesungguhnya kamu akan dibangkit-kan sesudah mati,' niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata, 'Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.' Dan sesungguhnya jika Kami mundurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata, 'Apakah yang meng-halanginya?' Ingatlah, di waktu azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dipalingkan dari mereka, dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya." (Hud: 7-8).

(7) Allah mengabarkan bahwa Dia ﴾ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ﴿ "menciptakan langit dan bumi dalam enam masa", hari pertamanya adalah Hari Ahad dan hari terakhirnya adalah Hari Jum'at. Dan ketika Dia menciptakan langit dan bumi ﴾ وَكَانَ عَرۡشُهُۥ عَلَى ٱلۡمَآءِ ﴿ "yang mana ArasyNya berada di atas air", di atas langit ketujuh, setelah men-ciptakan langit dan bumi, maka Dia bersemayam di atas ArasyNya. Dia mengatur dan menata segala urusan menurut kehendakNya yang meliputi hukum-hukum qadari dan hukum-hukum syar'i. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۗ ﴿ "Agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya." Maksudnya, Allah mengujimu tatkala Dia menciptakan segala sesuatu yang ada di langit dan bumi untukmu. Dia mengujimu dengan perintah dan laranganNya, maka Dia melihat siapa yang lebih baik amalnya di antara kamu. Al-Fudhail bin Iyadh 5 berkata, "Yang paling ikhlas dan yang paling benar." Dia ditanya, "Wahai Abu Ali, apa maksud-nya?" Dia menjawab, "Jika suatu amal perbuatan itu ikhlas, akan tetapi ia tidak benar, maka ia tidak diterima, jika ia benar tetapi ti-dak ikhlas, maka ia tidak diterima, hingga ia dilakukan secara ikhlas dan benar. Yang ikhlas adalah yang dilakukan karena Wajah Allah, dan yang benar adalah yang mengikuti syariat dan sunnah. Ini se-bagaimana Firman Allah, ﴾ وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ 56 ﴿ "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." (Adz-Dzariyat: 56). Dan Dia berfirman, ﴾ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖ وَمِنَ ٱلۡأَرۡضِ مِثۡلَهُنَّۖ يَتَنَزَّلُ ٱلۡأَمۡرُ بَيۡنَهُنَّ لِتَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدۡ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عِلۡمَۢا 12 ﴿ "Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan bahwa Allah, ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu." (Ath-Thalaq: 12). Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadaNya dan mengetahuiNya dengan nama-nama dan sifatNya. Dia memerintah mereka dengan itu. Maka barangsiapa yang tunduk dan menunai-kan apa yang diperintahkan maka dia termasuk orang-orang yang beruntung. Barangsiapa yang berpaling maka mereka adalah orang-orang yang merugi, dan pasti Dia akan mengumpulkan mereka di alam yang mana Dia membalas mereka atas dasar perintah dan laranganNya. Oleh karena itu, Allah …

8

وَلَئِنْ أَخَّرْنَا عَنْهُمُ ٱلْعَذَابَ إِلَىٰٓ أُمَّةٍۢ مَّعْدُودَةٍۢ لَّيَقُولُنَّ مَا يَحْبِسُهُۥٓ ۗ أَلَا يَوْمَ يَأْتِيهِمْ لَيْسَ مَصْرُوفًا عَنْهُمْ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan. niscaya mereka akan berkata: "Apakah yang menghalanginya?" lngatlah, diwaktu azab itu datang kepada mereka tidaklah dapat dipalingkan dari mereka dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya.

"Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan ArasyNya berada di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Makkah), 'Sesungguhnya kamu akan dibangkit-kan sesudah mati,' niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata, 'Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.' Dan sesungguhnya jika Kami mundurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata, 'Apakah yang meng-halanginya?' Ingatlah, di waktu azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dipalingkan dari mereka, dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya." (Hud: 7-8).

(7) Allah mengabarkan bahwa Dia ﴾ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ﴿ "menciptakan langit dan bumi dalam enam masa", hari pertamanya adalah Hari Ahad dan hari terakhirnya adalah Hari Jum'at. Dan ketika Dia menciptakan langit dan bumi ﴾ وَكَانَ عَرۡشُهُۥ عَلَى ٱلۡمَآءِ ﴿ "yang mana ArasyNya berada di atas air", di atas langit ketujuh, setelah men-ciptakan langit dan bumi, maka Dia bersemayam di atas ArasyNya. Dia mengatur dan menata segala urusan menurut kehendakNya yang meliputi hukum-hukum qadari dan hukum-hukum syar'i. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۗ ﴿ "Agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya." Maksudnya, Allah mengujimu tatkala Dia menciptakan segala sesuatu yang ada di langit dan bumi untukmu. Dia mengujimu dengan perintah dan laranganNya, maka Dia melihat siapa yang lebih baik amalnya di antara kamu. Al-Fudhail bin Iyadh 5 berkata, "Yang paling ikhlas dan yang paling benar." Dia ditanya, "Wahai Abu Ali, apa maksud-nya?" Dia menjawab, "Jika suatu amal perbuatan itu ikhlas, akan tetapi ia tidak benar, maka ia tidak diterima, jika ia benar tetapi ti-dak ikhlas, maka ia tidak diterima, hingga ia dilakukan secara ikhlas dan benar. Yang ikhlas adalah yang dilakukan karena Wajah Allah, dan yang benar adalah yang mengikuti syariat dan sunnah. Ini se-bagaimana Firman Allah, ﴾ وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ 56 ﴿ "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." (Adz-Dzariyat: 56). Dan Dia berfirman, ﴾ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖ وَمِنَ ٱلۡأَرۡضِ مِثۡلَهُنَّۖ يَتَنَزَّلُ ٱلۡأَمۡرُ بَيۡنَهُنَّ لِتَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدۡ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عِلۡمَۢا 12 ﴿ "Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan bahwa Allah, ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu." (Ath-Thalaq: 12). Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadaNya dan mengetahuiNya dengan nama-nama dan sifatNya. Dia memerintah mereka dengan itu. Maka barangsiapa yang tunduk dan menunai-kan apa yang diperintahkan maka dia termasuk orang-orang yang beruntung. Barangsiapa yang berpaling maka mereka adalah orang-orang yang merugi, dan pasti Dia akan mengumpulkan mereka di alam yang mana Dia membalas mereka atas dasar perintah dan laranganNya. Oleh karena itu, Allah …

9

وَلَئِنْ أَذَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِنَّا رَحْمَةًۭ ثُمَّ نَزَعْنَٰهَا مِنْهُ إِنَّهُۥ لَيَـُٔوسٌۭ كَفُورٌۭ

Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.

"Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nik-mat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut darinya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih. Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpa-nya, niscaya dia akan berkata, 'Telah hilang bencana-bencana itu dariku.' Sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga, kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar." (Hud: 9-11).

(9-10) Allah mengabarkan tentang tabiat manusia bahwa dia itu bodoh dan zhalim, bahwa jika Allah memberikan rahmat kepadanya seperti rizki, kesehatan, anak keturunan dan lain-lain, kemudian Dia mengambil darinya, maka dia menyerah dan tunduk kepada keputusasaan, tidak berharap pahala Allah dan tidak ter-lintas di benaknya bahwa Allah akan mengembalikannya atau yang sepertinya atau yang lebih baik daripadanya, dan bahwa jika Allah melimpahkan rahmat setelah kesulitan yang menimpanya maka dia berbahagia menyombongkan diri dan menyangka harta yang banyak itu akan langgeng, seraya dia berkata, ﴾ ذَهَبَ ٱلسَّيِّـَٔاتُ عَنِّيٓۚ إِنَّهُۥ لَفَرِحٞ فَخُورٌ ﴿ "'Telah hilang bencana-bencana itu dariku.' Sesungguhnya dia sa-ngat gembira lagi bangga." Maksudnya, dia berbahagia dengan apa yang diberikan kepadanya yang sesuai dengan keinginan dirinya, bangga dengan nikmat Allah kepada hamba-hambaNya. Hal itu membuatnya lupa diri, sombong, angkuh, takabur di hadapan manusia, menghina dan merendahkan mereka. Adakah cacat yang lebih berat daripada ini?

(11) Ini adalah tabiat manusia itu sendiri, kecuali orang yang diberi taufik oleh Allah dan dikeluarkan dari perilaku buruk ini kepada perilaku baik, mereka itu adalah orang-orang yang sabar pada saat sulit, mereka tidak berputus asa karenanya, pada saat senang, mereka tidak sombong dan mengamalkan amal shalih yang wajib dan yang dianjurkan, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ ﴿ "mereka itu beroleh ampun-an", atas dosa-dosa mereka yang dengannya segala perkara yang dikhawatirkan lenyap dari mereka. ﴾ وَأَجۡرٞ كَبِيرٞ ﴿ "Dan pahala yang besar." Maksudnya, beruntung dengan meraih surga kekekalan yang berisi apa yang diinginkan oleh jiwa dan dinikmati oleh mata.

10

وَلَئِنْ أَذَقْنَٰهُ نَعْمَآءَ بَعْدَ ضَرَّآءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ ٱلسَّيِّـَٔاتُ عَنِّىٓ ۚ إِنَّهُۥ لَفَرِحٌۭ فَخُورٌ

Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: "Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku"; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga,

"Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nik-mat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut darinya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih. Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpa-nya, niscaya dia akan berkata, 'Telah hilang bencana-bencana itu dariku.' Sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga, kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar." (Hud: 9-11).

(9-10) Allah mengabarkan tentang tabiat manusia bahwa dia itu bodoh dan zhalim, bahwa jika Allah memberikan rahmat kepadanya seperti rizki, kesehatan, anak keturunan dan lain-lain, kemudian Dia mengambil darinya, maka dia menyerah dan tunduk kepada keputusasaan, tidak berharap pahala Allah dan tidak ter-lintas di benaknya bahwa Allah akan mengembalikannya atau yang sepertinya atau yang lebih baik daripadanya, dan bahwa jika Allah melimpahkan rahmat setelah kesulitan yang menimpanya maka dia berbahagia menyombongkan diri dan menyangka harta yang banyak itu akan langgeng, seraya dia berkata, ﴾ ذَهَبَ ٱلسَّيِّـَٔاتُ عَنِّيٓۚ إِنَّهُۥ لَفَرِحٞ فَخُورٌ ﴿ "'Telah hilang bencana-bencana itu dariku.' Sesungguhnya dia sa-ngat gembira lagi bangga." Maksudnya, dia berbahagia dengan apa yang diberikan kepadanya yang sesuai dengan keinginan dirinya, bangga dengan nikmat Allah kepada hamba-hambaNya. Hal itu membuatnya lupa diri, sombong, angkuh, takabur di hadapan manusia, menghina dan merendahkan mereka. Adakah cacat yang lebih berat daripada ini?

(11) Ini adalah tabiat manusia itu sendiri, kecuali orang yang diberi taufik oleh Allah dan dikeluarkan dari perilaku buruk ini kepada perilaku baik, mereka itu adalah orang-orang yang sabar pada saat sulit, mereka tidak berputus asa karenanya, pada saat senang, mereka tidak sombong dan mengamalkan amal shalih yang wajib dan yang dianjurkan, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ ﴿ "mereka itu beroleh ampun-an", atas dosa-dosa mereka yang dengannya segala perkara yang dikhawatirkan lenyap dari mereka. ﴾ وَأَجۡرٞ كَبِيرٞ ﴿ "Dan pahala yang besar." Maksudnya, beruntung dengan meraih surga kekekalan yang berisi apa yang diinginkan oleh jiwa dan dinikmati oleh mata.

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.