Muslim99Muslim99
← Tafsir library

8. Al-Anfaal

The Spoils of War · Medinan · 75 ayahs

سُورَةُ الأَنفَالِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 31–40 of 75

31

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُنَا قَالُوا۟ قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَآءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَٰذَآ ۙ إِنْ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: "Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Quran) ini tidak lain hanyalah dongeng-dongengan orang-orang purbakala".

"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala.' Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini, ialah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.' Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidil Haram dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai-(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al-Anfal: 31-34).

(31) Allah berfirman menjelaskan kebengalan orang-orang yang mendustakan Rasulullah ﷺ, ﴾ وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا ﴿ "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami", yang menunjukkan kebe-naran apa yang dibawa oleh Rasulullah,﴾ قَالُواْ قَدۡ سَمِعۡنَا لَوۡ نَشَآءُ لَقُلۡنَا مِثۡلَ هَٰذَآ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah men-dengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala'." Ini termasuk penging-karan dan kezhaliman mereka, padahal sebenarnya Allah telah menantang mereka untuk menghadirkan satu surat yang seperti-nya dan memanggil siapa pun yang mampu selain Allah, namun mereka tidak mampu untuk itu, dan ketidakmampuan mereka ter-bukti. Ucapan yang diucapkan oleh orang ini hanyalah klaim kosong yang didustakan oleh realita. Telah diketahui bahwa Nabi ﷺ adalah Ummi, tidak membaca, tidak menulis, tidak pula bepergian untuk mempelajari berita-berita orang-orang terdahulu, lalu beliau hadir dengan Kitab yang mulia ini yang tidak ada kebatilan yang datang di depannya dan tidak pula dari belakangnya, yang turun dari Yang Mahabijak lagi Maha Terpuji.

(32) ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini,' yang mana Muhammad berdakwah kepadanya, ﴾ هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ ﴿ 'adalah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." Mereka mengucapkan itu dengan penuh keyaki-nan karena kebatilan dan kebodohan mereka terhadap ucapan yang pantas. Seandainya mereka –apabila mereka tetap memegang syub-hat dan tipu daya batil yang semestinya membuat mereka tahu dan yakin terhadapnya– berkata kepada orang yang mendebat mereka dan mengklaim bahwa kebenaran ada padanya, "Jika memang ini adalah kebenaran darimu maka tunjukkan kami kepadanya," nis-caya hal itu lebih utama dan lebih menutupi kezhaliman mereka, sejak mereka berkata, ﴾ ٱللَّهُمَّ إِن …

Al-Anfaal 8:31Listen in Qur'an →
32

وَإِذْ قَالُوا۟ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلْحَقَّ مِنْ عِندِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةًۭ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍۢ

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: "Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih".

"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala.' Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini, ialah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.' Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidil Haram dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai-(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al-Anfal: 31-34).

(31) Allah berfirman menjelaskan kebengalan orang-orang yang mendustakan Rasulullah ﷺ, ﴾ وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا ﴿ "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami", yang menunjukkan kebe-naran apa yang dibawa oleh Rasulullah,﴾ قَالُواْ قَدۡ سَمِعۡنَا لَوۡ نَشَآءُ لَقُلۡنَا مِثۡلَ هَٰذَآ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah men-dengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala'." Ini termasuk penging-karan dan kezhaliman mereka, padahal sebenarnya Allah telah menantang mereka untuk menghadirkan satu surat yang seperti-nya dan memanggil siapa pun yang mampu selain Allah, namun mereka tidak mampu untuk itu, dan ketidakmampuan mereka ter-bukti. Ucapan yang diucapkan oleh orang ini hanyalah klaim kosong yang didustakan oleh realita. Telah diketahui bahwa Nabi ﷺ adalah Ummi, tidak membaca, tidak menulis, tidak pula bepergian untuk mempelajari berita-berita orang-orang terdahulu, lalu beliau hadir dengan Kitab yang mulia ini yang tidak ada kebatilan yang datang di depannya dan tidak pula dari belakangnya, yang turun dari Yang Mahabijak lagi Maha Terpuji.

(32) ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini,' yang mana Muhammad berdakwah kepadanya, ﴾ هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ ﴿ 'adalah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." Mereka mengucapkan itu dengan penuh keyaki-nan karena kebatilan dan kebodohan mereka terhadap ucapan yang pantas. Seandainya mereka –apabila mereka tetap memegang syub-hat dan tipu daya batil yang semestinya membuat mereka tahu dan yakin terhadapnya– berkata kepada orang yang mendebat mereka dan mengklaim bahwa kebenaran ada padanya, "Jika memang ini adalah kebenaran darimu maka tunjukkan kami kepadanya," nis-caya hal itu lebih utama dan lebih menutupi kezhaliman mereka, sejak mereka berkata, ﴾ ٱللَّهُمَّ إِن …

Al-Anfaal 8:32Listen in Qur'an →
33

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun

"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala.' Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini, ialah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.' Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidil Haram dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai-(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al-Anfal: 31-34).

(31) Allah berfirman menjelaskan kebengalan orang-orang yang mendustakan Rasulullah ﷺ, ﴾ وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا ﴿ "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami", yang menunjukkan kebe-naran apa yang dibawa oleh Rasulullah,﴾ قَالُواْ قَدۡ سَمِعۡنَا لَوۡ نَشَآءُ لَقُلۡنَا مِثۡلَ هَٰذَآ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah men-dengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala'." Ini termasuk penging-karan dan kezhaliman mereka, padahal sebenarnya Allah telah menantang mereka untuk menghadirkan satu surat yang seperti-nya dan memanggil siapa pun yang mampu selain Allah, namun mereka tidak mampu untuk itu, dan ketidakmampuan mereka ter-bukti. Ucapan yang diucapkan oleh orang ini hanyalah klaim kosong yang didustakan oleh realita. Telah diketahui bahwa Nabi ﷺ adalah Ummi, tidak membaca, tidak menulis, tidak pula bepergian untuk mempelajari berita-berita orang-orang terdahulu, lalu beliau hadir dengan Kitab yang mulia ini yang tidak ada kebatilan yang datang di depannya dan tidak pula dari belakangnya, yang turun dari Yang Mahabijak lagi Maha Terpuji.

(32) ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini,' yang mana Muhammad berdakwah kepadanya, ﴾ هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ ﴿ 'adalah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." Mereka mengucapkan itu dengan penuh keyaki-nan karena kebatilan dan kebodohan mereka terhadap ucapan yang pantas. Seandainya mereka –apabila mereka tetap memegang syub-hat dan tipu daya batil yang semestinya membuat mereka tahu dan yakin terhadapnya– berkata kepada orang yang mendebat mereka dan mengklaim bahwa kebenaran ada padanya, "Jika memang ini adalah kebenaran darimu maka tunjukkan kami kepadanya," nis-caya hal itu lebih utama dan lebih menutupi kezhaliman mereka, sejak mereka berkata, ﴾ ٱللَّهُمَّ إِن …

Al-Anfaal 8:33Listen in Qur'an →
34

وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ ٱللَّهُ وَهُمْ يَصُدُّونَ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ وَمَا كَانُوٓا۟ أَوْلِيَآءَهُۥٓ ۚ إِنْ أَوْلِيَآؤُهُۥٓ إِلَّا ٱلْمُتَّقُونَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidilharam, dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa. tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala.' Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini, ialah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.' Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun. Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidil Haram dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai-(nya) hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al-Anfal: 31-34).

(31) Allah berfirman menjelaskan kebengalan orang-orang yang mendustakan Rasulullah ﷺ, ﴾ وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُنَا ﴿ "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami", yang menunjukkan kebe-naran apa yang dibawa oleh Rasulullah,﴾ قَالُواْ قَدۡ سَمِعۡنَا لَوۡ نَشَآءُ لَقُلۡنَا مِثۡلَ هَٰذَآ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah men-dengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menghendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang purbakala'." Ini termasuk penging-karan dan kezhaliman mereka, padahal sebenarnya Allah telah menantang mereka untuk menghadirkan satu surat yang seperti-nya dan memanggil siapa pun yang mampu selain Allah, namun mereka tidak mampu untuk itu, dan ketidakmampuan mereka ter-bukti. Ucapan yang diucapkan oleh orang ini hanyalah klaim kosong yang didustakan oleh realita. Telah diketahui bahwa Nabi ﷺ adalah Ummi, tidak membaca, tidak menulis, tidak pula bepergian untuk mempelajari berita-berita orang-orang terdahulu, lalu beliau hadir dengan Kitab yang mulia ini yang tidak ada kebatilan yang datang di depannya dan tidak pula dari belakangnya, yang turun dari Yang Mahabijak lagi Maha Terpuji.

(32) ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini,' yang mana Muhammad berdakwah kepadanya, ﴾ هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ ﴿ 'adalah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." Mereka mengucapkan itu dengan penuh keyaki-nan karena kebatilan dan kebodohan mereka terhadap ucapan yang pantas. Seandainya mereka –apabila mereka tetap memegang syub-hat dan tipu daya batil yang semestinya membuat mereka tahu dan yakin terhadapnya– berkata kepada orang yang mendebat mereka dan mengklaim bahwa kebenaran ada padanya, "Jika memang ini adalah kebenaran darimu maka tunjukkan kami kepadanya," nis-caya hal itu lebih utama dan lebih menutupi kezhaliman mereka, sejak mereka berkata, ﴾ ٱللَّهُمَّ إِن …

Al-Anfaal 8:34Listen in Qur'an →
35

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِندَ ٱلْبَيْتِ إِلَّا مُكَآءًۭ وَتَصْدِيَةًۭ ۚ فَذُوقُوا۟ ٱلْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.

"Shalat mereka di sekitar Baitullah itu, tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan keka-firanmu itu." (Al-Anfal: 35).

(35) Yakni, bahwa Allah تعالى hanya menjadikan Baitul Haram agar agamaNya ditegakkan padanya dan diikhlaskan ibadah untuk-Nya di dalamnya. Orang-orang Mukminlah yang dapat menegakkan perkara ini. Adapun orang-orang musyrik yang menghalang-halangi manusia darinya, maka shalat mereka padanya –yang merupakan ibadah terbesar– ﴾ إِلَّا مُكَآءٗ وَتَصۡدِيَةٗۚ ﴿ "tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan," kelakuan orang-orang bodoh lagi dungu, orang-orang yang di dalam hati mereka tidak terdapat sedikit pun peng-agungan kepada Rabbnya tidak pula mengetahui hak-hakNya, tidak pula penghormatan terhadap belahan bumi paling mulia dan paling utama. Jika shalat mereka padanya adalah demikian, lalu bagaimana dengan ibadah-ibadah yang lain? Dengan alasan apa mereka merasa lebih berhak terhadap Baitullah daripada orang-orang Mukmin, yang shalat mereka padanya adalah shalat yang khusyu', orang-orang yang berpaling dari perkara-perkara yang tidak berguna… dan sifat-sifat terpuji lainnya serta perbuatan-perbuatan baik yang dijelaskan oleh Allah, tidak aneh kalau Allah mewariskan Baitullah al-Haram kepada mereka dan menjadikan mereka sebagai pengua-sanya. Setelah Allah menjadikan mereka sebagai penguasanya, Dia berfirman kepada orang-orang yang beriman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡمُشۡرِكُونَ نَجَسٞ فَلَا يَقۡرَبُواْ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ بَعۡدَ عَامِهِمۡ هَٰذَاۚ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini." (At-Taubah: 28). Dan di sini Dia berfirman, ﴾ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ ﴿ "Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu."

Al-Anfaal 8:35Listen in Qur'an →
36

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ لِيَصُدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةًۭ ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kese-muanya ditumpukkanNya, dan dimasukkanNya ke dalam Neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang merugi." (Al-Anfal: 36-37).

(36) Allah تعالى berfirman dalam rangka menjelaskan permu-suhan orang-orang kafir, tipu daya dan makar mereka, serta per-lawanan mereka kepada Allah dan RasulNya, dan usaha mereka untuk memadamkan cahaya dan kalimatNya, dan bahwa akibat makar mereka akan kembali kepada diri mereka sendiri, dan makar yang buruk tidak akan menimpa kecuali pelakunya. Dia berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ لِيَصُدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah." Yakni untuk membatalkan kebenaran dan menyokong keba-tilan, membatalkan tauhid dan menegakkan penyembahan kepada berhala. ﴾ فَسَيُنفِقُونَهَا ﴿ "Mereka akan menafkahkan harta itu." Mereka menge-luarkan nafkah ini dengan ringan karena keteguhan mereka me-megang kebatilan dan kebencian mereka yang mendalam terhadap kebenaran, akan tetapi ia akan menjadi ﴾ عَلَيۡهِمۡ حَسۡرَةٗ ﴿ "sesalan bagi mereka," kehinaan dan kerendahan. ﴾ ثُمَّ يُغۡلَبُونَۗ ﴿ "Dan mereka akan dikalahkan." Lalu harta dan angan-angan mereka lenyap, sedangkan di akhirat diazab dengan azab yang keras. Oleh karena itu Dia ber-firman, ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحۡشَرُونَ ﴿ "Dan ke dalam Neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan." Di dalamnya mereka dikum-pulkan untuk merasakan azab neraka, karena ia adalah tempat keburukan dan orang-orang yang buruk.

(37) Allah تعالى ingin membedakan antara yang buruk dengan yang baik, dan masing-masing dari keduanya diletakkan di tempat-nya yang khusus. Dia menjadikan yang buruk dari perbuatan, harta dan pelaku kebaikan sebagiannya di atas sebagian yang lain. ﴾ فَيَرۡكُمَهُۥ جَمِيعٗا فَيَجۡعَلَهُۥ فِي جَهَنَّمَۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ﴿ "Lalu kesemuanya ditumpukkanNya, dan dimasukkanNya ke dalam Neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang merugi." Orang-orang yang rugi diri dan keluarga mereka pada Hari Kiamat, itulah kerugian yang nyata.

Al-Anfaal 8:36Listen in Qur'an →
37

لِيَمِيزَ ٱللَّهُ ٱلْخَبِيثَ مِنَ ٱلطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ ٱلْخَبِيثَ بَعْضَهُۥ عَلَىٰ بَعْضٍۢ فَيَرْكُمَهُۥ جَمِيعًۭا فَيَجْعَلَهُۥ فِى جَهَنَّمَ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kese-muanya ditumpukkanNya, dan dimasukkanNya ke dalam Neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang merugi." (Al-Anfal: 36-37).

(36) Allah تعالى berfirman dalam rangka menjelaskan permu-suhan orang-orang kafir, tipu daya dan makar mereka, serta per-lawanan mereka kepada Allah dan RasulNya, dan usaha mereka untuk memadamkan cahaya dan kalimatNya, dan bahwa akibat makar mereka akan kembali kepada diri mereka sendiri, dan makar yang buruk tidak akan menimpa kecuali pelakunya. Dia berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ لِيَصُدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah." Yakni untuk membatalkan kebenaran dan menyokong keba-tilan, membatalkan tauhid dan menegakkan penyembahan kepada berhala. ﴾ فَسَيُنفِقُونَهَا ﴿ "Mereka akan menafkahkan harta itu." Mereka menge-luarkan nafkah ini dengan ringan karena keteguhan mereka me-megang kebatilan dan kebencian mereka yang mendalam terhadap kebenaran, akan tetapi ia akan menjadi ﴾ عَلَيۡهِمۡ حَسۡرَةٗ ﴿ "sesalan bagi mereka," kehinaan dan kerendahan. ﴾ ثُمَّ يُغۡلَبُونَۗ ﴿ "Dan mereka akan dikalahkan." Lalu harta dan angan-angan mereka lenyap, sedangkan di akhirat diazab dengan azab yang keras. Oleh karena itu Dia ber-firman, ﴾ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحۡشَرُونَ ﴿ "Dan ke dalam Neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan." Di dalamnya mereka dikum-pulkan untuk merasakan azab neraka, karena ia adalah tempat keburukan dan orang-orang yang buruk.

(37) Allah تعالى ingin membedakan antara yang buruk dengan yang baik, dan masing-masing dari keduanya diletakkan di tempat-nya yang khusus. Dia menjadikan yang buruk dari perbuatan, harta dan pelaku kebaikan sebagiannya di atas sebagian yang lain. ﴾ فَيَرۡكُمَهُۥ جَمِيعٗا فَيَجۡعَلَهُۥ فِي جَهَنَّمَۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ ﴿ "Lalu kesemuanya ditumpukkanNya, dan dimasukkanNya ke dalam Neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang merugi." Orang-orang yang rugi diri dan keluarga mereka pada Hari Kiamat, itulah kerugian yang nyata.

Al-Anfaal 8:37Listen in Qur'an →
38

قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِن يَنتَهُوا۟ يُغْفَرْ لَهُم مَّا قَدْ سَلَفَ وَإِن يَعُودُوا۟ فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ ٱلْأَوَّلِينَ

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu".

"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, 'Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni me-reka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu, dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu.' Dan perangilah mereka, su-paya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (Al-Anfal: 38-40).

(38) Ini termasuk kasih sayang Allah تعالى kepada hamba-hambaNya. Kekufuran mereka dan keberadaan mereka dalam penentangan secara terus menerus tidak menghalangiNya untuk mengajak mereka ke jalan petunjuk yang lurus dan mencegah mereka dari segala perkara yang menjadi penyebab kesesatan dan kebina-saan. Dia berfirman, ﴾ قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِن يَنتَهُواْ ﴿ "Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, 'Jika mereka berhenti (dari kekafirannya)'." Hal itu dengan masuk ke dalam Islam hanya karena Allah semata, tanpa sekutu bagiNya, ﴾ يُغۡفَرۡ لَهُم مَّا قَدۡ سَلَفَ ﴿ "niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu", dari kejahatan-keja-hatan mereka. ﴾ وَإِن يَعُودُواْ ﴿ "Dan jika mereka kembali", kepada kekufuran dan penentangan, ﴾ فَقَدۡ مَضَتۡ سُنَّتُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu." Dengan dibinasakannya umat-umat yang mendustakan. Maka hendaknya mereka melihat apa yang menimpa orang-orang yang menentang. Akan hadir kepada mereka berita-berita yang sebelumnya mereka perolok-olokkan. Ini adalah FirmanNya kepada orang-orang yang mendustakan.

(39) Adapun FirmanNya kepada orang-orang Mukmin ketika Dia memerintahkan mereka untuk memperlakukan orang-orang kafir, Dia berfirman, ﴾ وَقَٰتِلُوهُمۡ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتۡنَةٞ ﴿ "Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah." Yakni syirik dan usaha mengha-langi jalan Allah, sehingga mereka tunduk kepada hukum Islam. ﴾ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ كُلُّهُۥ لِلَّهِۚ ﴿ "Dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah." Inilah maksud dari jihad dan perang melawan musuh-musuh aga-ma, yakni menepis kejahatan mereka dari agama, dan melindungi agama yang mana Allah menciptakan makhluk karenanya, sehingga ialah yang unggul di atas agama-agama yang lain. ﴾ فَإِنِ ٱنتَهَوۡاْ ﴿ "Jika mereka berhenti (dari kekafiran)", dari kezhaliman yang mereka ikuti, ﴾ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ﴿ "maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." Tidak sedikit pun dari mereka yang samar bagiNya.

(40) ﴾ وَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan jika mereka berpaling", dari ketaatan dan terbenam ke dalam kelalaian, ﴾ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَوۡلَىٰكُمۡۚ نِعۡمَ ٱلۡمَوۡلَىٰ ﴿ "maka keta-huilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung", yang melindungi orang-orang yang beriman, menyampaikan ke-baikan kepada mereka, dan memudahkan urusan dunia dan agama mereka, ﴾ وَنِعۡمَ ٱلنَّصِيرُ ﴿ "dan sebaik-baik Penolong", yang menolong me-reka dan menolak dari mereka tipu daya …

Al-Anfaal 8:38Listen in Qur'an →
39

وَقَٰتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌۭ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ كُلُّهُۥ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ ٱنتَهَوْا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌۭ

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, 'Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni me-reka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu, dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu.' Dan perangilah mereka, su-paya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (Al-Anfal: 38-40).

(38) Ini termasuk kasih sayang Allah تعالى kepada hamba-hambaNya. Kekufuran mereka dan keberadaan mereka dalam penentangan secara terus menerus tidak menghalangiNya untuk mengajak mereka ke jalan petunjuk yang lurus dan mencegah mereka dari segala perkara yang menjadi penyebab kesesatan dan kebina-saan. Dia berfirman, ﴾ قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِن يَنتَهُواْ ﴿ "Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, 'Jika mereka berhenti (dari kekafirannya)'." Hal itu dengan masuk ke dalam Islam hanya karena Allah semata, tanpa sekutu bagiNya, ﴾ يُغۡفَرۡ لَهُم مَّا قَدۡ سَلَفَ ﴿ "niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu", dari kejahatan-keja-hatan mereka. ﴾ وَإِن يَعُودُواْ ﴿ "Dan jika mereka kembali", kepada kekufuran dan penentangan, ﴾ فَقَدۡ مَضَتۡ سُنَّتُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu." Dengan dibinasakannya umat-umat yang mendustakan. Maka hendaknya mereka melihat apa yang menimpa orang-orang yang menentang. Akan hadir kepada mereka berita-berita yang sebelumnya mereka perolok-olokkan. Ini adalah FirmanNya kepada orang-orang yang mendustakan.

(39) Adapun FirmanNya kepada orang-orang Mukmin ketika Dia memerintahkan mereka untuk memperlakukan orang-orang kafir, Dia berfirman, ﴾ وَقَٰتِلُوهُمۡ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتۡنَةٞ ﴿ "Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah." Yakni syirik dan usaha mengha-langi jalan Allah, sehingga mereka tunduk kepada hukum Islam. ﴾ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ كُلُّهُۥ لِلَّهِۚ ﴿ "Dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah." Inilah maksud dari jihad dan perang melawan musuh-musuh aga-ma, yakni menepis kejahatan mereka dari agama, dan melindungi agama yang mana Allah menciptakan makhluk karenanya, sehingga ialah yang unggul di atas agama-agama yang lain. ﴾ فَإِنِ ٱنتَهَوۡاْ ﴿ "Jika mereka berhenti (dari kekafiran)", dari kezhaliman yang mereka ikuti, ﴾ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ﴿ "maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." Tidak sedikit pun dari mereka yang samar bagiNya.

(40) ﴾ وَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan jika mereka berpaling", dari ketaatan dan terbenam ke dalam kelalaian, ﴾ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَوۡلَىٰكُمۡۚ نِعۡمَ ٱلۡمَوۡلَىٰ ﴿ "maka keta-huilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung", yang melindungi orang-orang yang beriman, menyampaikan ke-baikan kepada mereka, dan memudahkan urusan dunia dan agama mereka, ﴾ وَنِعۡمَ ٱلنَّصِيرُ ﴿ "dan sebaik-baik Penolong", yang menolong me-reka dan menolak dari mereka tipu daya …

Al-Anfaal 8:39Listen in Qur'an →
40

وَإِن تَوَلَّوْا۟ فَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَوْلَىٰكُمْ ۚ نِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ

Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, 'Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni me-reka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu, dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu.' Dan perangilah mereka, su-paya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (Al-Anfal: 38-40).

(38) Ini termasuk kasih sayang Allah تعالى kepada hamba-hambaNya. Kekufuran mereka dan keberadaan mereka dalam penentangan secara terus menerus tidak menghalangiNya untuk mengajak mereka ke jalan petunjuk yang lurus dan mencegah mereka dari segala perkara yang menjadi penyebab kesesatan dan kebina-saan. Dia berfirman, ﴾ قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِن يَنتَهُواْ ﴿ "Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu, 'Jika mereka berhenti (dari kekafirannya)'." Hal itu dengan masuk ke dalam Islam hanya karena Allah semata, tanpa sekutu bagiNya, ﴾ يُغۡفَرۡ لَهُم مَّا قَدۡ سَلَفَ ﴿ "niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu", dari kejahatan-keja-hatan mereka. ﴾ وَإِن يَعُودُواْ ﴿ "Dan jika mereka kembali", kepada kekufuran dan penentangan, ﴾ فَقَدۡ مَضَتۡ سُنَّتُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu." Dengan dibinasakannya umat-umat yang mendustakan. Maka hendaknya mereka melihat apa yang menimpa orang-orang yang menentang. Akan hadir kepada mereka berita-berita yang sebelumnya mereka perolok-olokkan. Ini adalah FirmanNya kepada orang-orang yang mendustakan.

(39) Adapun FirmanNya kepada orang-orang Mukmin ketika Dia memerintahkan mereka untuk memperlakukan orang-orang kafir, Dia berfirman, ﴾ وَقَٰتِلُوهُمۡ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتۡنَةٞ ﴿ "Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah." Yakni syirik dan usaha mengha-langi jalan Allah, sehingga mereka tunduk kepada hukum Islam. ﴾ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ كُلُّهُۥ لِلَّهِۚ ﴿ "Dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah." Inilah maksud dari jihad dan perang melawan musuh-musuh aga-ma, yakni menepis kejahatan mereka dari agama, dan melindungi agama yang mana Allah menciptakan makhluk karenanya, sehingga ialah yang unggul di atas agama-agama yang lain. ﴾ فَإِنِ ٱنتَهَوۡاْ ﴿ "Jika mereka berhenti (dari kekafiran)", dari kezhaliman yang mereka ikuti, ﴾ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ﴿ "maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." Tidak sedikit pun dari mereka yang samar bagiNya.

(40) ﴾ وَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan jika mereka berpaling", dari ketaatan dan terbenam ke dalam kelalaian, ﴾ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَوۡلَىٰكُمۡۚ نِعۡمَ ٱلۡمَوۡلَىٰ ﴿ "maka keta-huilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung", yang melindungi orang-orang yang beriman, menyampaikan ke-baikan kepada mereka, dan memudahkan urusan dunia dan agama mereka, ﴾ وَنِعۡمَ ٱلنَّصِيرُ ﴿ "dan sebaik-baik Penolong", yang menolong me-reka dan menolak dari mereka tipu daya …

Al-Anfaal 8:40Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.