Muslim99Muslim99
← Tafsir library

7. Al-A'raaf

The Heights · Meccan · 206 ayahs

سُورَةُ الأَعۡرَافِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 81–90 of 206

81

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةًۭ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌۭ مُّسْرِفُونَ

Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya, 'Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu. Sesungguhnya kamu men-datangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.' Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, 'Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kota ini; sesungguh-nya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri.' Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibi-nasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu." (Al-A'raf: 80-84).

(80) ﴾ وَلُوطًا ﴿ "Dan (Kami juga telah mengutus) Luth عليه السلام", ke-pada kaumnya untuk memerintahkan mereka agar beribadah hanya kepada Allah semata, dan melarang mereka dari perbuatan keji yang tidak pernah dilakukakan oleh seorang pun di dunia sebelum mereka. Luth berkata, ﴾ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ ﴿ "Mengapa kamu mengerjakan per-buatan keji itu?" Yakni perbuatan yang sangat keji lagi buruk yang mencapai tingkat keburukan tertinggi ﴾ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدٖ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?" Di samping ia adalah perbuatan keji yang merupakan perkara terbu-ruk, mereka jugalah yang memulai menemukannya dan mencon-tohkannya bagi orang-orang setelah mereka, ini juga merupakan perbuatan terburuk.

(81) Kemudian Luth menjelaskannya dengan ucapannya, ﴾ إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةٗ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِۚ ﴿ "Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita." Yakni bagaimana kamu tidak berhasrat kepada para wanita yang dicip-takan oleh Allah untukmu dan padanya terdapat kenikmatan yang sesuai dengan hasrat dan fitrah, justru kamu berhasrat kepada du-bur laki-laki yang sangat kotor dan menjijikkan, jalan yang keluar darinya kotoran busuk yang untuk menyebutnya pun memalukan lebih-lebih menyentuh dan mendekatinya, ﴾ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ مُّسۡرِفُونَ ﴿ "Malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas." Yakni kamu adalah orang-orang yang melanggar batasan Allah dan berani menentang perkara-perkara yang dilarangNya.

(82) ﴾ وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوهُم مِّن قَرۡيَتِكُمۡۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسٞ يَتَطَهَّرُونَ ﴿ "Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, 'Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri'." Yakni sok suci (pura-pura menjauhkan diri) dari perbuatan keji, ﴾ وَمَا نَقَمُواْ مِنۡهُمۡ إِلَّآ أَن يُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ 8 ﴿ "Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Mahaper-kasa lagi Maha Terpuji." (Al-Buruj: 8).

(83) ﴾ فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ﴿ "Kemudian Kami sela-matkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya, dia termasuk orang-orang yang …

Al-A'raaf 7:81Listen in Qur'an →
82

وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓا۟ أَخْرِجُوهُم مِّن قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌۭ يَتَطَهَّرُونَ

Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri".

"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya, 'Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu. Sesungguhnya kamu men-datangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.' Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, 'Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kota ini; sesungguh-nya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri.' Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibi-nasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu." (Al-A'raf: 80-84).

(80) ﴾ وَلُوطًا ﴿ "Dan (Kami juga telah mengutus) Luth عليه السلام", ke-pada kaumnya untuk memerintahkan mereka agar beribadah hanya kepada Allah semata, dan melarang mereka dari perbuatan keji yang tidak pernah dilakukakan oleh seorang pun di dunia sebelum mereka. Luth berkata, ﴾ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ ﴿ "Mengapa kamu mengerjakan per-buatan keji itu?" Yakni perbuatan yang sangat keji lagi buruk yang mencapai tingkat keburukan tertinggi ﴾ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدٖ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?" Di samping ia adalah perbuatan keji yang merupakan perkara terbu-ruk, mereka jugalah yang memulai menemukannya dan mencon-tohkannya bagi orang-orang setelah mereka, ini juga merupakan perbuatan terburuk.

(81) Kemudian Luth menjelaskannya dengan ucapannya, ﴾ إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةٗ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِۚ ﴿ "Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita." Yakni bagaimana kamu tidak berhasrat kepada para wanita yang dicip-takan oleh Allah untukmu dan padanya terdapat kenikmatan yang sesuai dengan hasrat dan fitrah, justru kamu berhasrat kepada du-bur laki-laki yang sangat kotor dan menjijikkan, jalan yang keluar darinya kotoran busuk yang untuk menyebutnya pun memalukan lebih-lebih menyentuh dan mendekatinya, ﴾ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ مُّسۡرِفُونَ ﴿ "Malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas." Yakni kamu adalah orang-orang yang melanggar batasan Allah dan berani menentang perkara-perkara yang dilarangNya.

(82) ﴾ وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوهُم مِّن قَرۡيَتِكُمۡۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسٞ يَتَطَهَّرُونَ ﴿ "Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, 'Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri'." Yakni sok suci (pura-pura menjauhkan diri) dari perbuatan keji, ﴾ وَمَا نَقَمُواْ مِنۡهُمۡ إِلَّآ أَن يُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ 8 ﴿ "Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Mahaper-kasa lagi Maha Terpuji." (Al-Buruj: 8).

(83) ﴾ فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ﴿ "Kemudian Kami sela-matkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya, dia termasuk orang-orang yang …

Al-A'raaf 7:82Listen in Qur'an →
83

فَأَنجَيْنَٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ إِلَّا ٱمْرَأَتَهُۥ كَانَتْ مِنَ ٱلْغَٰبِرِينَ

Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya, 'Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu. Sesungguhnya kamu men-datangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.' Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, 'Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kota ini; sesungguh-nya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri.' Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibi-nasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu." (Al-A'raf: 80-84).

(80) ﴾ وَلُوطًا ﴿ "Dan (Kami juga telah mengutus) Luth عليه السلام", ke-pada kaumnya untuk memerintahkan mereka agar beribadah hanya kepada Allah semata, dan melarang mereka dari perbuatan keji yang tidak pernah dilakukakan oleh seorang pun di dunia sebelum mereka. Luth berkata, ﴾ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ ﴿ "Mengapa kamu mengerjakan per-buatan keji itu?" Yakni perbuatan yang sangat keji lagi buruk yang mencapai tingkat keburukan tertinggi ﴾ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدٖ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?" Di samping ia adalah perbuatan keji yang merupakan perkara terbu-ruk, mereka jugalah yang memulai menemukannya dan mencon-tohkannya bagi orang-orang setelah mereka, ini juga merupakan perbuatan terburuk.

(81) Kemudian Luth menjelaskannya dengan ucapannya, ﴾ إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةٗ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِۚ ﴿ "Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita." Yakni bagaimana kamu tidak berhasrat kepada para wanita yang dicip-takan oleh Allah untukmu dan padanya terdapat kenikmatan yang sesuai dengan hasrat dan fitrah, justru kamu berhasrat kepada du-bur laki-laki yang sangat kotor dan menjijikkan, jalan yang keluar darinya kotoran busuk yang untuk menyebutnya pun memalukan lebih-lebih menyentuh dan mendekatinya, ﴾ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ مُّسۡرِفُونَ ﴿ "Malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas." Yakni kamu adalah orang-orang yang melanggar batasan Allah dan berani menentang perkara-perkara yang dilarangNya.

(82) ﴾ وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوهُم مِّن قَرۡيَتِكُمۡۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسٞ يَتَطَهَّرُونَ ﴿ "Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, 'Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri'." Yakni sok suci (pura-pura menjauhkan diri) dari perbuatan keji, ﴾ وَمَا نَقَمُواْ مِنۡهُمۡ إِلَّآ أَن يُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ 8 ﴿ "Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Mahaper-kasa lagi Maha Terpuji." (Al-Buruj: 8).

(83) ﴾ فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ﴿ "Kemudian Kami sela-matkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya, dia termasuk orang-orang yang …

Al-A'raaf 7:83Listen in Qur'an →
84

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًۭا ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُجْرِمِينَ

Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.

"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya, 'Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu. Sesungguhnya kamu men-datangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.' Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, 'Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kota ini; sesungguh-nya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri.' Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibi-nasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu." (Al-A'raf: 80-84).

(80) ﴾ وَلُوطًا ﴿ "Dan (Kami juga telah mengutus) Luth عليه السلام", ke-pada kaumnya untuk memerintahkan mereka agar beribadah hanya kepada Allah semata, dan melarang mereka dari perbuatan keji yang tidak pernah dilakukakan oleh seorang pun di dunia sebelum mereka. Luth berkata, ﴾ أَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ ﴿ "Mengapa kamu mengerjakan per-buatan keji itu?" Yakni perbuatan yang sangat keji lagi buruk yang mencapai tingkat keburukan tertinggi ﴾ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدٖ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?" Di samping ia adalah perbuatan keji yang merupakan perkara terbu-ruk, mereka jugalah yang memulai menemukannya dan mencon-tohkannya bagi orang-orang setelah mereka, ini juga merupakan perbuatan terburuk.

(81) Kemudian Luth menjelaskannya dengan ucapannya, ﴾ إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهۡوَةٗ مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِۚ ﴿ "Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita." Yakni bagaimana kamu tidak berhasrat kepada para wanita yang dicip-takan oleh Allah untukmu dan padanya terdapat kenikmatan yang sesuai dengan hasrat dan fitrah, justru kamu berhasrat kepada du-bur laki-laki yang sangat kotor dan menjijikkan, jalan yang keluar darinya kotoran busuk yang untuk menyebutnya pun memalukan lebih-lebih menyentuh dan mendekatinya, ﴾ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٞ مُّسۡرِفُونَ ﴿ "Malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas." Yakni kamu adalah orang-orang yang melanggar batasan Allah dan berani menentang perkara-perkara yang dilarangNya.

(82) ﴾ وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوهُم مِّن قَرۡيَتِكُمۡۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسٞ يَتَطَهَّرُونَ ﴿ "Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, 'Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri'." Yakni sok suci (pura-pura menjauhkan diri) dari perbuatan keji, ﴾ وَمَا نَقَمُواْ مِنۡهُمۡ إِلَّآ أَن يُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ 8 ﴿ "Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu melainkan karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah Yang Mahaper-kasa lagi Maha Terpuji." (Al-Buruj: 8).

(83) ﴾ فَأَنجَيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ إِلَّا ٱمۡرَأَتَهُۥ كَانَتۡ مِنَ ٱلۡغَٰبِرِينَ ﴿ "Kemudian Kami sela-matkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya, dia termasuk orang-orang yang …

Al-A'raaf 7:84Listen in Qur'an →
85

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًۭا ۗ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا۟ ٱلْكَيْلَ وَٱلْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman".

"Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan sau-dara mereka, Syu'aib. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selainNya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Rabbmu. Maka sempurna-kanlah takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya. Yang de-mikian itu lebih baik bagimu jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman." (Al-A'raf: 85). "Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan me-nakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesu-dahan orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika ada segolongan dari kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyam-paikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya." (Al-A'raf: 86-87). "Pemuka-pemuka dari kaum Syu'aib yang menyombongkan diri berkata, 'Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami.' Syu'aib berkata, 'Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya'." (Al-A'raf: 88). "Sungguh kami telah mengada-adakan kebohongan yang be-sar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah menyelamatkan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Rabb kami menghendaki-(nya). Pengetahuan Rabb kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakal. Ya Rabb kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang kafir berkata (kepada sesamanya), 'Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi'." (Al-A'raf: 89-90). "Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka. (Yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu'aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu'aib mereka itulah orang-orang yang merugi. Maka Syu'aib me-ninggalkan mereka seraya berkata, 'Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Rabbku dan aku telah memberi nasihat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir'." (Al-A'raf: 91-93).

(85)(وَ) "Dan (Kami telah mengutus)", kepada kabilah yang terkenal di Madyan, ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dari nasab ﴾ شُعَيۡبٗاۚ ﴿ "Syu'aib." Yang mengajak mereka untuk beribadah hanya kepada Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Memerintahkan mereka agar memenuhi timbangan dan takaran, agar mereka tidak mengurangi hak-hak manusia, dan agar mereka jangan berbuat kerusakan di muka bumi dengan memperbanyak kemaksiatan padanya. Oleh karena itu dia berkata, ﴾ وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَاۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di …

Al-A'raaf 7:85Listen in Qur'an →
86

وَلَا تَقْعُدُوا۟ بِكُلِّ صِرَٰطٍۢ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِهِۦ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًۭا ۚ وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ كُنتُمْ قَلِيلًۭا فَكَثَّرَكُمْ ۖ وَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ

Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.

"Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan sau-dara mereka, Syu'aib. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selainNya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Rabbmu. Maka sempurna-kanlah takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya. Yang de-mikian itu lebih baik bagimu jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman." (Al-A'raf: 85). "Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan me-nakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesu-dahan orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika ada segolongan dari kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyam-paikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya." (Al-A'raf: 86-87). "Pemuka-pemuka dari kaum Syu'aib yang menyombongkan diri berkata, 'Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami.' Syu'aib berkata, 'Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya'." (Al-A'raf: 88). "Sungguh kami telah mengada-adakan kebohongan yang be-sar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah menyelamatkan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Rabb kami menghendaki-(nya). Pengetahuan Rabb kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakal. Ya Rabb kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang kafir berkata (kepada sesamanya), 'Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi'." (Al-A'raf: 89-90). "Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka. (Yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu'aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu'aib mereka itulah orang-orang yang merugi. Maka Syu'aib me-ninggalkan mereka seraya berkata, 'Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Rabbku dan aku telah memberi nasihat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir'." (Al-A'raf: 91-93).

(85)(وَ) "Dan (Kami telah mengutus)", kepada kabilah yang terkenal di Madyan, ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dari nasab ﴾ شُعَيۡبٗاۚ ﴿ "Syu'aib." Yang mengajak mereka untuk beribadah hanya kepada Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Memerintahkan mereka agar memenuhi timbangan dan takaran, agar mereka tidak mengurangi hak-hak manusia, dan agar mereka jangan berbuat kerusakan di muka bumi dengan memperbanyak kemaksiatan padanya. Oleh karena itu dia berkata, ﴾ وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَاۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di …

Al-A'raaf 7:86Listen in Qur'an →
87

وَإِن كَانَ طَآئِفَةٌۭ مِّنكُمْ ءَامَنُوا۟ بِٱلَّذِىٓ أُرْسِلْتُ بِهِۦ وَطَآئِفَةٌۭ لَّمْ يُؤْمِنُوا۟ فَٱصْبِرُوا۟ حَتَّىٰ يَحْكُمَ ٱللَّهُ بَيْنَنَا ۚ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْحَٰكِمِينَ

Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.

"Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan sau-dara mereka, Syu'aib. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selainNya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Rabbmu. Maka sempurna-kanlah takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya. Yang de-mikian itu lebih baik bagimu jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman." (Al-A'raf: 85). "Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan me-nakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesu-dahan orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika ada segolongan dari kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyam-paikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya." (Al-A'raf: 86-87). "Pemuka-pemuka dari kaum Syu'aib yang menyombongkan diri berkata, 'Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami.' Syu'aib berkata, 'Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya'." (Al-A'raf: 88). "Sungguh kami telah mengada-adakan kebohongan yang be-sar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah menyelamatkan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Rabb kami menghendaki-(nya). Pengetahuan Rabb kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakal. Ya Rabb kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang kafir berkata (kepada sesamanya), 'Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi'." (Al-A'raf: 89-90). "Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka. (Yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu'aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu'aib mereka itulah orang-orang yang merugi. Maka Syu'aib me-ninggalkan mereka seraya berkata, 'Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Rabbku dan aku telah memberi nasihat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir'." (Al-A'raf: 91-93).

(85)(وَ) "Dan (Kami telah mengutus)", kepada kabilah yang terkenal di Madyan, ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dari nasab ﴾ شُعَيۡبٗاۚ ﴿ "Syu'aib." Yang mengajak mereka untuk beribadah hanya kepada Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Memerintahkan mereka agar memenuhi timbangan dan takaran, agar mereka tidak mengurangi hak-hak manusia, dan agar mereka jangan berbuat kerusakan di muka bumi dengan memperbanyak kemaksiatan padanya. Oleh karena itu dia berkata, ﴾ وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَاۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di …

Al-A'raaf 7:87Listen in Qur'an →
88

۞ قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ لَنُخْرِجَنَّكَ يَٰشُعَيْبُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَعَكَ مِن قَرْيَتِنَآ أَوْ لَتَعُودُنَّ فِى مِلَّتِنَا ۚ قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَٰرِهِينَ

Pemuka-pemuka dan kaum Syu'aib yang menyombongkan dan berkata: "Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami". Berkata Syu'aib: "Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?"

"Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan sau-dara mereka, Syu'aib. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selainNya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Rabbmu. Maka sempurna-kanlah takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya. Yang de-mikian itu lebih baik bagimu jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman." (Al-A'raf: 85). "Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan me-nakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesu-dahan orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika ada segolongan dari kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyam-paikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya." (Al-A'raf: 86-87). "Pemuka-pemuka dari kaum Syu'aib yang menyombongkan diri berkata, 'Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami.' Syu'aib berkata, 'Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya'." (Al-A'raf: 88). "Sungguh kami telah mengada-adakan kebohongan yang be-sar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah menyelamatkan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Rabb kami menghendaki-(nya). Pengetahuan Rabb kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakal. Ya Rabb kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang kafir berkata (kepada sesamanya), 'Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi'." (Al-A'raf: 89-90). "Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka. (Yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu'aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu'aib mereka itulah orang-orang yang merugi. Maka Syu'aib me-ninggalkan mereka seraya berkata, 'Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Rabbku dan aku telah memberi nasihat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir'." (Al-A'raf: 91-93).

(85)(وَ) "Dan (Kami telah mengutus)", kepada kabilah yang terkenal di Madyan, ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dari nasab ﴾ شُعَيۡبٗاۚ ﴿ "Syu'aib." Yang mengajak mereka untuk beribadah hanya kepada Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Memerintahkan mereka agar memenuhi timbangan dan takaran, agar mereka tidak mengurangi hak-hak manusia, dan agar mereka jangan berbuat kerusakan di muka bumi dengan memperbanyak kemaksiatan padanya. Oleh karena itu dia berkata, ﴾ وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَاۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di …

Al-A'raaf 7:88Listen in Qur'an →
89

قَدِ ٱفْتَرَيْنَا عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِى مِلَّتِكُم بَعْدَ إِذْ نَجَّىٰنَا ٱللَّهُ مِنْهَا ۚ وَمَا يَكُونُ لَنَآ أَن نَّعُودَ فِيهَآ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّنَا ۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا ۚ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْنَا ۚ رَبَّنَا ٱفْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِٱلْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْفَٰتِحِينَ

Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang benar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki(nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.

"Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan sau-dara mereka, Syu'aib. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selainNya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Rabbmu. Maka sempurna-kanlah takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya. Yang de-mikian itu lebih baik bagimu jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman." (Al-A'raf: 85). "Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan me-nakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesu-dahan orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika ada segolongan dari kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyam-paikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya." (Al-A'raf: 86-87). "Pemuka-pemuka dari kaum Syu'aib yang menyombongkan diri berkata, 'Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami.' Syu'aib berkata, 'Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya'." (Al-A'raf: 88). "Sungguh kami telah mengada-adakan kebohongan yang be-sar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah menyelamatkan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Rabb kami menghendaki-(nya). Pengetahuan Rabb kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakal. Ya Rabb kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang kafir berkata (kepada sesamanya), 'Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi'." (Al-A'raf: 89-90). "Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka. (Yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu'aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu'aib mereka itulah orang-orang yang merugi. Maka Syu'aib me-ninggalkan mereka seraya berkata, 'Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Rabbku dan aku telah memberi nasihat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir'." (Al-A'raf: 91-93).

(85)(وَ) "Dan (Kami telah mengutus)", kepada kabilah yang terkenal di Madyan, ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dari nasab ﴾ شُعَيۡبٗاۚ ﴿ "Syu'aib." Yang mengajak mereka untuk beribadah hanya kepada Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Memerintahkan mereka agar memenuhi timbangan dan takaran, agar mereka tidak mengurangi hak-hak manusia, dan agar mereka jangan berbuat kerusakan di muka bumi dengan memperbanyak kemaksiatan padanya. Oleh karena itu dia berkata, ﴾ وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَاۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di …

Al-A'raaf 7:89Listen in Qur'an →
90

وَقَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ لَئِنِ ٱتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًۭا لَّخَٰسِرُونَ

Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang kafir berkata (kepada sesamanya): "Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi".

"Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan sau-dara mereka, Syu'aib. Ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Ilah bagimu selainNya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Rabbmu. Maka sempurna-kanlah takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya. Yang de-mikian itu lebih baik bagimu jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman." (Al-A'raf: 85). "Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan me-nakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesu-dahan orang-orang yang berbuat kerusakan. Jika ada segolongan dari kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyam-paikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya." (Al-A'raf: 86-87). "Pemuka-pemuka dari kaum Syu'aib yang menyombongkan diri berkata, 'Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami.' Syu'aib berkata, 'Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya'." (Al-A'raf: 88). "Sungguh kami telah mengada-adakan kebohongan yang be-sar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah menyelamatkan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Rabb kami menghendaki-(nya). Pengetahuan Rabb kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakal. Ya Rabb kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang kafir berkata (kepada sesamanya), 'Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi'." (Al-A'raf: 89-90). "Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka. (Yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu'aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu'aib mereka itulah orang-orang yang merugi. Maka Syu'aib me-ninggalkan mereka seraya berkata, 'Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Rabbku dan aku telah memberi nasihat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir'." (Al-A'raf: 91-93).

(85)(وَ) "Dan (Kami telah mengutus)", kepada kabilah yang terkenal di Madyan, ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dari nasab ﴾ شُعَيۡبٗاۚ ﴿ "Syu'aib." Yang mengajak mereka untuk beribadah hanya kepada Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Memerintahkan mereka agar memenuhi timbangan dan takaran, agar mereka tidak mengurangi hak-hak manusia, dan agar mereka jangan berbuat kerusakan di muka bumi dengan memperbanyak kemaksiatan padanya. Oleh karena itu dia berkata, ﴾ وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَاۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di …

Al-A'raaf 7:90Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.