Muslim99Muslim99
← Tafsir library

7. Al-A'raaf

The Heights · Meccan · 206 ayahs

سُورَةُ الأَعۡرَافِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 21–30 of 206

21

وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ

Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua",

"(Dan Allah berfirman), 'Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua ter-masuk orang-orang yang zhalim.' Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya, dan setan berkata, 'Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malai-kat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).' Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, 'Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu ber-dua.' Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah po-hon itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Rabb mereka menyeru mereka, 'Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan Aku katakan kepadamu, 'Se-sungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu ber-dua.' Keduanya berkata, 'Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi'." (Al-A'raf: 19-23).

(19) Yakni, Allah memerintahkan Adam dan istrinya, Haw-wa` yang Allah berikan kepada Adam sebagai nikmat agar dia merasa tenteram karenanya. Allah memerintahkan mereka berdua untuk makan dari surga apa saja yang mereka inginkan, dan me-nikmati di dalamnya apa saja yang mereka sukai. Hanya saja Dia menentukan sebuah pohon dan melarang mereka untuk memakan-nya. Allah lebih mengetahui pohon apa itu. Pohon apa tepatnya tidaklah penting bagi kita untuk mengetahuinya. Pohon ini diha-ramkan atas mereka berdua dengan dalil FirmanNya, ﴾ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zhalim."

(20) Keduanya senantiasa menaati perintah Allah sampai iblis datang kepada mereka dengan makarnya. Dia menggoda me-reka berdua dengan godaan yang menipu dan memperdaya kedua-nya. Dia berkata, ﴾ مَا نَهَىٰكُمَا رَبُّكُمَا عَنۡ هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةِ إِلَّآ أَن تَكُونَا مَلَكَيۡنِ ﴿ "Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat", yakni dari jenis malaikat. ﴾ أَوۡ تَكُونَا مِنَ ٱلۡخَٰلِدِينَ ﴿ "Atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)." Seperti disebutkan di ayat yang lain, ﴾ هَلۡ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلۡخُلۡدِ وَمُلۡكٖ لَّا يَبۡلَىٰ 120 ﴿ "Maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (keabadian) dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (Thaha: 120).

(21) Tetapi bersama ucapannya (yang menyesatkan) itu dia bersumpah dengan Nama Allah di depan keduanya, ﴾ إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ ﴿ "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua." Yakni termasuk dalam golongan para pemberi nasi-hat di mana aku telah berkata kepada kalian berdua apa yang aku katakan ini.

(22) Keduanya tertipu dengan godaan iblis, nafsu dalam kondisi itu mengalahkan akal. ﴾ فَدَلَّىٰهُمَا ﴿ "Maka setan membujuk kedua-nya (untuk memakan buah …

Al-A'raaf 7:21Listen in Qur'an →
22

فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورٍۢ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا ٱلشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۖ وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا ٱلشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ

maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

"(Dan Allah berfirman), 'Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua ter-masuk orang-orang yang zhalim.' Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya, dan setan berkata, 'Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malai-kat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).' Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, 'Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu ber-dua.' Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah po-hon itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Rabb mereka menyeru mereka, 'Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan Aku katakan kepadamu, 'Se-sungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu ber-dua.' Keduanya berkata, 'Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi'." (Al-A'raf: 19-23).

(19) Yakni, Allah memerintahkan Adam dan istrinya, Haw-wa` yang Allah berikan kepada Adam sebagai nikmat agar dia merasa tenteram karenanya. Allah memerintahkan mereka berdua untuk makan dari surga apa saja yang mereka inginkan, dan me-nikmati di dalamnya apa saja yang mereka sukai. Hanya saja Dia menentukan sebuah pohon dan melarang mereka untuk memakan-nya. Allah lebih mengetahui pohon apa itu. Pohon apa tepatnya tidaklah penting bagi kita untuk mengetahuinya. Pohon ini diha-ramkan atas mereka berdua dengan dalil FirmanNya, ﴾ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zhalim."

(20) Keduanya senantiasa menaati perintah Allah sampai iblis datang kepada mereka dengan makarnya. Dia menggoda me-reka berdua dengan godaan yang menipu dan memperdaya kedua-nya. Dia berkata, ﴾ مَا نَهَىٰكُمَا رَبُّكُمَا عَنۡ هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةِ إِلَّآ أَن تَكُونَا مَلَكَيۡنِ ﴿ "Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat", yakni dari jenis malaikat. ﴾ أَوۡ تَكُونَا مِنَ ٱلۡخَٰلِدِينَ ﴿ "Atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)." Seperti disebutkan di ayat yang lain, ﴾ هَلۡ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلۡخُلۡدِ وَمُلۡكٖ لَّا يَبۡلَىٰ 120 ﴿ "Maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (keabadian) dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (Thaha: 120).

(21) Tetapi bersama ucapannya (yang menyesatkan) itu dia bersumpah dengan Nama Allah di depan keduanya, ﴾ إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ ﴿ "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua." Yakni termasuk dalam golongan para pemberi nasi-hat di mana aku telah berkata kepada kalian berdua apa yang aku katakan ini.

(22) Keduanya tertipu dengan godaan iblis, nafsu dalam kondisi itu mengalahkan akal. ﴾ فَدَلَّىٰهُمَا ﴿ "Maka setan membujuk kedua-nya (untuk memakan buah …

Al-A'raaf 7:22Listen in Qur'an →
23

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

"(Dan Allah berfirman), 'Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua ter-masuk orang-orang yang zhalim.' Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya, dan setan berkata, 'Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malai-kat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).' Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, 'Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu ber-dua.' Maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah po-hon itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Rabb mereka menyeru mereka, 'Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan Aku katakan kepadamu, 'Se-sungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu ber-dua.' Keduanya berkata, 'Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi'." (Al-A'raf: 19-23).

(19) Yakni, Allah memerintahkan Adam dan istrinya, Haw-wa` yang Allah berikan kepada Adam sebagai nikmat agar dia merasa tenteram karenanya. Allah memerintahkan mereka berdua untuk makan dari surga apa saja yang mereka inginkan, dan me-nikmati di dalamnya apa saja yang mereka sukai. Hanya saja Dia menentukan sebuah pohon dan melarang mereka untuk memakan-nya. Allah lebih mengetahui pohon apa itu. Pohon apa tepatnya tidaklah penting bagi kita untuk mengetahuinya. Pohon ini diha-ramkan atas mereka berdua dengan dalil FirmanNya, ﴾ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zhalim."

(20) Keduanya senantiasa menaati perintah Allah sampai iblis datang kepada mereka dengan makarnya. Dia menggoda me-reka berdua dengan godaan yang menipu dan memperdaya kedua-nya. Dia berkata, ﴾ مَا نَهَىٰكُمَا رَبُّكُمَا عَنۡ هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةِ إِلَّآ أَن تَكُونَا مَلَكَيۡنِ ﴿ "Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat", yakni dari jenis malaikat. ﴾ أَوۡ تَكُونَا مِنَ ٱلۡخَٰلِدِينَ ﴿ "Atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)." Seperti disebutkan di ayat yang lain, ﴾ هَلۡ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلۡخُلۡدِ وَمُلۡكٖ لَّا يَبۡلَىٰ 120 ﴿ "Maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (keabadian) dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (Thaha: 120).

(21) Tetapi bersama ucapannya (yang menyesatkan) itu dia bersumpah dengan Nama Allah di depan keduanya, ﴾ إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ ﴿ "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua." Yakni termasuk dalam golongan para pemberi nasi-hat di mana aku telah berkata kepada kalian berdua apa yang aku katakan ini.

(22) Keduanya tertipu dengan godaan iblis, nafsu dalam kondisi itu mengalahkan akal. ﴾ فَدَلَّىٰهُمَا ﴿ "Maka setan membujuk kedua-nya (untuk memakan buah …

Al-A'raaf 7:23Listen in Qur'an →
24

قَالَ ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّۭ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّۭ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٍۢ

Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".

"Allah berfirman, 'Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan.' Allah berfirman, 'Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.' Hai anak Adam, sesungguh-nya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." (Al-A'raf: 24-26).

(24-25) Yakni, manakala Allah menurunkan Adam dan is-trinya dan keturunan mereka ke bumi, Dia memberitakan kepada keduanya tentang keadaan kehidupan mereka di sana, bahwa Dia menjadikan padanya kehidupan yang akan disusul dengan kema-tian, yang akan diiringi dengan ujian dan cobaan, dan mereka se-nantiasa di dalamnya. Dia mengutus rasul-rasul kepada mereka, menurunkan kitab-kitab kepada mereka, sampai kematian datang dan mereka dikubur di dalamnya. Kemudian jika telah sempurna, maka Allah akan membangkitkan mereka dan mengeluarkan mere-ka darinya ke alam yang merupakan alam yang sebenarnya yaitu alam Akhirat.

(26) Kemudian Allah memberi nikmat kepada mereka de-ngan apa yang Dia sediakan untuk mereka berupa pakaian pokok dan pakaian lain yang tujuannya adalah keindahan. Begitu pula kebutuhan lainnya, seperti makanan, minuman, kendaraan, perni-kahan, dan perkara-perkara lain yang disediakan oleh Allah bagi manusia; baik yang bersifat pokok maupun yang bersifat peleng-kap. Kemudian Dia menjelaskan kepada mereka bahwa semua itu bukanlah tujuan itu sendiri, akan tetapi Allah menyediakannya se-bagai pendukung dan penopang untuk beribadah dan melakukan ketaatan kepadaNya. Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ وَلِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٰلِكَ خَيۡرٞۚ ﴿ "Dan pakaian takwa itulah yang paling baik," daripada pakaian badan, karena pakaian takwa akan selalu bersama hamba, tidak usang dan tidak rusak. Ia adalah keindahan hati dan rohani. Ada-pun pakaian yang nampak, maka ia hanyalah menutupi aurat yang nampak pada suatu waktu atau ia menjadi keindahan bagi pema-kainya. Di balik itu tidak ada lagi kegunaan. Seandainya pakaian ini tidak ada, maka aurat lahirnya terlihat di mana tidak mengapa membukanya dalam keadaan darurat. Adapun seandainya pakaian takwa tidak ada, maka aurat batinnya akan terlihat dan dia akan mendapat kehinaan dan aib. FirmanNya, ﴾ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ ﴿ "Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." Yakni, pakaian yang disebutkan itu termasuk yang mengingatkanmu tentang apa-apa yang berguna dan apa yang tidak berguna bagimu, dan kamu memakai pakaian lahir sebagai sarana untuk menopang batin.

Al-A'raaf 7:24Listen in Qur'an →
25

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ

Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

"Allah berfirman, 'Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan.' Allah berfirman, 'Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.' Hai anak Adam, sesungguh-nya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." (Al-A'raf: 24-26).

(24-25) Yakni, manakala Allah menurunkan Adam dan is-trinya dan keturunan mereka ke bumi, Dia memberitakan kepada keduanya tentang keadaan kehidupan mereka di sana, bahwa Dia menjadikan padanya kehidupan yang akan disusul dengan kema-tian, yang akan diiringi dengan ujian dan cobaan, dan mereka se-nantiasa di dalamnya. Dia mengutus rasul-rasul kepada mereka, menurunkan kitab-kitab kepada mereka, sampai kematian datang dan mereka dikubur di dalamnya. Kemudian jika telah sempurna, maka Allah akan membangkitkan mereka dan mengeluarkan mere-ka darinya ke alam yang merupakan alam yang sebenarnya yaitu alam Akhirat.

(26) Kemudian Allah memberi nikmat kepada mereka de-ngan apa yang Dia sediakan untuk mereka berupa pakaian pokok dan pakaian lain yang tujuannya adalah keindahan. Begitu pula kebutuhan lainnya, seperti makanan, minuman, kendaraan, perni-kahan, dan perkara-perkara lain yang disediakan oleh Allah bagi manusia; baik yang bersifat pokok maupun yang bersifat peleng-kap. Kemudian Dia menjelaskan kepada mereka bahwa semua itu bukanlah tujuan itu sendiri, akan tetapi Allah menyediakannya se-bagai pendukung dan penopang untuk beribadah dan melakukan ketaatan kepadaNya. Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ وَلِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٰلِكَ خَيۡرٞۚ ﴿ "Dan pakaian takwa itulah yang paling baik," daripada pakaian badan, karena pakaian takwa akan selalu bersama hamba, tidak usang dan tidak rusak. Ia adalah keindahan hati dan rohani. Ada-pun pakaian yang nampak, maka ia hanyalah menutupi aurat yang nampak pada suatu waktu atau ia menjadi keindahan bagi pema-kainya. Di balik itu tidak ada lagi kegunaan. Seandainya pakaian ini tidak ada, maka aurat lahirnya terlihat di mana tidak mengapa membukanya dalam keadaan darurat. Adapun seandainya pakaian takwa tidak ada, maka aurat batinnya akan terlihat dan dia akan mendapat kehinaan dan aib. FirmanNya, ﴾ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ ﴿ "Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." Yakni, pakaian yang disebutkan itu termasuk yang mengingatkanmu tentang apa-apa yang berguna dan apa yang tidak berguna bagimu, dan kamu memakai pakaian lahir sebagai sarana untuk menopang batin.

Al-A'raaf 7:25Listen in Qur'an →
26

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًۭا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًۭا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌۭ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

"Allah berfirman, 'Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan.' Allah berfirman, 'Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.' Hai anak Adam, sesungguh-nya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." (Al-A'raf: 24-26).

(24-25) Yakni, manakala Allah menurunkan Adam dan is-trinya dan keturunan mereka ke bumi, Dia memberitakan kepada keduanya tentang keadaan kehidupan mereka di sana, bahwa Dia menjadikan padanya kehidupan yang akan disusul dengan kema-tian, yang akan diiringi dengan ujian dan cobaan, dan mereka se-nantiasa di dalamnya. Dia mengutus rasul-rasul kepada mereka, menurunkan kitab-kitab kepada mereka, sampai kematian datang dan mereka dikubur di dalamnya. Kemudian jika telah sempurna, maka Allah akan membangkitkan mereka dan mengeluarkan mere-ka darinya ke alam yang merupakan alam yang sebenarnya yaitu alam Akhirat.

(26) Kemudian Allah memberi nikmat kepada mereka de-ngan apa yang Dia sediakan untuk mereka berupa pakaian pokok dan pakaian lain yang tujuannya adalah keindahan. Begitu pula kebutuhan lainnya, seperti makanan, minuman, kendaraan, perni-kahan, dan perkara-perkara lain yang disediakan oleh Allah bagi manusia; baik yang bersifat pokok maupun yang bersifat peleng-kap. Kemudian Dia menjelaskan kepada mereka bahwa semua itu bukanlah tujuan itu sendiri, akan tetapi Allah menyediakannya se-bagai pendukung dan penopang untuk beribadah dan melakukan ketaatan kepadaNya. Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ وَلِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٰلِكَ خَيۡرٞۚ ﴿ "Dan pakaian takwa itulah yang paling baik," daripada pakaian badan, karena pakaian takwa akan selalu bersama hamba, tidak usang dan tidak rusak. Ia adalah keindahan hati dan rohani. Ada-pun pakaian yang nampak, maka ia hanyalah menutupi aurat yang nampak pada suatu waktu atau ia menjadi keindahan bagi pema-kainya. Di balik itu tidak ada lagi kegunaan. Seandainya pakaian ini tidak ada, maka aurat lahirnya terlihat di mana tidak mengapa membukanya dalam keadaan darurat. Adapun seandainya pakaian takwa tidak ada, maka aurat batinnya akan terlihat dan dia akan mendapat kehinaan dan aib. FirmanNya, ﴾ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ ﴿ "Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." Yakni, pakaian yang disebutkan itu termasuk yang mengingatkanmu tentang apa-apa yang berguna dan apa yang tidak berguna bagimu, dan kamu memakai pakaian lahir sebagai sarana untuk menopang batin.

Al-A'raaf 7:26Listen in Qur'an →
27

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ كَمَآ أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَٰتِهِمَآ ۗ إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا ٱلشَّيَٰطِينَ أَوْلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapak-mu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman." (Al-A'raf: 27).

(27) Allah تعالى memperingatkan Bani Adam agar tidak diper-lakukan oleh setan seperti dia melakukan itu kepada bapak mereka. ﴾ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ لَا يَفۡتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ ﴿ "Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu da-pat ditipu oleh setan." Di mana dia menghiasi kemaksiatan kepadamu, mengajakmu dan mendorongmu untuk melakukannya lalu kamu pun tunduk kepadanya. ﴾ كَمَآ أَخۡرَجَ أَبَوَيۡكُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ ﴿ "Sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga." Dia menurunkan kedua-nya dari tempat yang tinggi kepada yang paling rendah darinya. Setan juga ingin melakukan itu kepadamu, dia memfokuskan sega-la usahanya sehingga dia dapat menipumu jika dia mampu. Maka hendaknya kamu selalu menanamkan kewaspadaan di benakmu. Pakailah baju perang untuk menghadapinya, dan jangan melupakan celah-celah di mana darinya dia dapat masuk kepadamu, karena dia selalu memata-mataimu. ﴾ يَرَىٰكُمۡ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ ﴿ "Sesungguhnya ia dan pe-ngikut-pengikutnya melihat kamu", dari kalangan jin ﴾ مِنۡ حَيۡثُ لَا تَرَوۡنَهُمۡۗ إِنَّا جَعَلۡنَا ٱلشَّيَٰطِينَ أَوۡلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman." Kekufuranlah yang menjadi pemicu tersambungnya hubungan pertemanan antara ma-nusia dengan setan. ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ لَهُۥ سُلۡطَٰنٌ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ 99 إِنَّمَا سُلۡطَٰنُهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَوَلَّوۡنَهُۥ وَٱلَّذِينَ هُم بِهِۦ مُشۡرِكُونَ 100 ﴿ "Sesungguhnya setan itu tidak memiliki kekuasaan apa pun atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Rabbnya. Sesungguh-nya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang menjadikan-nya sebagai pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah." (An-Nahl: 99-100).

Al-A'raaf 7:27Listen in Qur'an →
28

وَإِذَا فَعَلُوا۟ فَٰحِشَةًۭ قَالُوا۟ وَجَدْنَا عَلَيْهَآ ءَابَآءَنَا وَٱللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلْ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya". Katakanlah: "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji". Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

"Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka ber-kata, 'Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.' Kata-kanlah, 'Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) per-buatan yang keji.' Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. Katakanlah, 'Rabbku menyuruh men-jalankan keadilan.' Dan (katakanlah), 'Luruskanlah muka (diri)mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ke-taatanmu kepadaNya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya.' Sebagian diberiNya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk." (Al-A'raf: 28-30).

(28) Allah تعالى menjelaskan buruknya keadaan orang-orang musyrik yang melakukan dosa dan mengklaim bahwasanya Allah telah menyuruh mereka melakukannya. ﴾ وَإِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةٗ ﴿ "Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji." Yaitu segala sesuatu yang buruk lagi jelek, di antaranya adalah thawaf di Ka'bah dengan telanjang. ﴾ قَالُواْ وَجَدۡنَا عَلَيۡهَآ ءَابَآءَنَا ﴿ "Mereka berkata, 'Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu'." Mereka benar dalam hal itu. ﴾ وَٱللَّهُ أَمَرَنَا بِهَاۗ ﴿ "Dan Allah menyuruh kami mengerjakannya." Dalam hal ini me-reka berdusta. Oleh karena itu Allah membantah penisbatan ini. Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأۡمُرُ بِٱلۡفَحۡشَآءِۖ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji'." Yakni tidak layak dengan kesempurnaanNya dan hikmahNya, Dia menyuruh hamba-hambaNya melakukan perbuatan keji. Tidak yang dilakukan orang-orang musyrik itu dan tidak pula lainnya. ﴾ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Me-ngapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?" Adakah kedustaan yang lebih besar dari ini?

(29) Kemudian Allah menyebutkan apa yang diperintah-kanNya, ﴾ قُلۡ أَمَرَ رَبِّي بِٱلۡقِسۡطِۖ ﴿ "Katakanlah, 'Rabbku menyuruh menjalankan keadilan." Adil dalam ibadah dan muamalat, bukan dengan kezha-liman dan kesewenang-wenangan. ﴾ وَأَقِيمُواْ وُجُوهَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٖ ﴿ "Dan (katakanlah), 'Luruskanlah muka (diri)mu di setiap shalat." Yakni menghadaplah kepada Allah, ber-sungguh-sungguhlah dalam menyempurnakan ibadah, khususnya shalat. Tegakkanlah ia lahir dan batin. Bersihkan ia dari segala yang mengurangi dan merusaknya. ﴾ وَٱدۡعُوهُ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَۚ ﴿ "Dan berdoalah (sembahlah) Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepadaNya." Yakni, bertujuan dengan itu WajahNya semata, tidak ada sekutu bagiNya. Doa di sini mencakup doa permohonan dan doa ibadah, yakni janganlah kamu mencari tujuan dan sasaran dalam doamu selain penghambaan kepada Allah dan ridhaNya. ﴾ كَمَا بَدَأَكُمۡ ﴿ "Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu", pada per-mulaan. ﴾ تَعُودُونَ ﴿ "(Demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya," de-ngan dibangkitkan. Yang mampu menciptakanmu pertama kali pasti mampu mengembalikannya, bahkan lebih mudah daripada menciptakan pertama kali.

(30) ﴾ فَرِيقًا ﴿ "Sebagian", dari …

Al-A'raaf 7:28Listen in Qur'an →
29

قُلْ أَمَرَ رَبِّى بِٱلْقِسْطِ ۖ وَأَقِيمُوا۟ وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍۢ وَٱدْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ ۚ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". Dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)".

"Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka ber-kata, 'Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.' Kata-kanlah, 'Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) per-buatan yang keji.' Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. Katakanlah, 'Rabbku menyuruh men-jalankan keadilan.' Dan (katakanlah), 'Luruskanlah muka (diri)mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ke-taatanmu kepadaNya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya.' Sebagian diberiNya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk." (Al-A'raf: 28-30).

(28) Allah تعالى menjelaskan buruknya keadaan orang-orang musyrik yang melakukan dosa dan mengklaim bahwasanya Allah telah menyuruh mereka melakukannya. ﴾ وَإِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةٗ ﴿ "Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji." Yaitu segala sesuatu yang buruk lagi jelek, di antaranya adalah thawaf di Ka'bah dengan telanjang. ﴾ قَالُواْ وَجَدۡنَا عَلَيۡهَآ ءَابَآءَنَا ﴿ "Mereka berkata, 'Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu'." Mereka benar dalam hal itu. ﴾ وَٱللَّهُ أَمَرَنَا بِهَاۗ ﴿ "Dan Allah menyuruh kami mengerjakannya." Dalam hal ini me-reka berdusta. Oleh karena itu Allah membantah penisbatan ini. Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأۡمُرُ بِٱلۡفَحۡشَآءِۖ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji'." Yakni tidak layak dengan kesempurnaanNya dan hikmahNya, Dia menyuruh hamba-hambaNya melakukan perbuatan keji. Tidak yang dilakukan orang-orang musyrik itu dan tidak pula lainnya. ﴾ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Me-ngapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?" Adakah kedustaan yang lebih besar dari ini?

(29) Kemudian Allah menyebutkan apa yang diperintah-kanNya, ﴾ قُلۡ أَمَرَ رَبِّي بِٱلۡقِسۡطِۖ ﴿ "Katakanlah, 'Rabbku menyuruh menjalankan keadilan." Adil dalam ibadah dan muamalat, bukan dengan kezha-liman dan kesewenang-wenangan. ﴾ وَأَقِيمُواْ وُجُوهَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٖ ﴿ "Dan (katakanlah), 'Luruskanlah muka (diri)mu di setiap shalat." Yakni menghadaplah kepada Allah, ber-sungguh-sungguhlah dalam menyempurnakan ibadah, khususnya shalat. Tegakkanlah ia lahir dan batin. Bersihkan ia dari segala yang mengurangi dan merusaknya. ﴾ وَٱدۡعُوهُ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَۚ ﴿ "Dan berdoalah (sembahlah) Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepadaNya." Yakni, bertujuan dengan itu WajahNya semata, tidak ada sekutu bagiNya. Doa di sini mencakup doa permohonan dan doa ibadah, yakni janganlah kamu mencari tujuan dan sasaran dalam doamu selain penghambaan kepada Allah dan ridhaNya. ﴾ كَمَا بَدَأَكُمۡ ﴿ "Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu", pada per-mulaan. ﴾ تَعُودُونَ ﴿ "(Demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya," de-ngan dibangkitkan. Yang mampu menciptakanmu pertama kali pasti mampu mengembalikannya, bahkan lebih mudah daripada menciptakan pertama kali.

(30) ﴾ فَرِيقًا ﴿ "Sebagian", dari …

Al-A'raaf 7:29Listen in Qur'an →
30

فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلضَّلَٰلَةُ ۗ إِنَّهُمُ ٱتَّخَذُوا۟ ٱلشَّيَٰطِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ

Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.

"Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka ber-kata, 'Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.' Kata-kanlah, 'Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) per-buatan yang keji.' Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. Katakanlah, 'Rabbku menyuruh men-jalankan keadilan.' Dan (katakanlah), 'Luruskanlah muka (diri)mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ke-taatanmu kepadaNya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya.' Sebagian diberiNya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk." (Al-A'raf: 28-30).

(28) Allah تعالى menjelaskan buruknya keadaan orang-orang musyrik yang melakukan dosa dan mengklaim bahwasanya Allah telah menyuruh mereka melakukannya. ﴾ وَإِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةٗ ﴿ "Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji." Yaitu segala sesuatu yang buruk lagi jelek, di antaranya adalah thawaf di Ka'bah dengan telanjang. ﴾ قَالُواْ وَجَدۡنَا عَلَيۡهَآ ءَابَآءَنَا ﴿ "Mereka berkata, 'Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu'." Mereka benar dalam hal itu. ﴾ وَٱللَّهُ أَمَرَنَا بِهَاۗ ﴿ "Dan Allah menyuruh kami mengerjakannya." Dalam hal ini me-reka berdusta. Oleh karena itu Allah membantah penisbatan ini. Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأۡمُرُ بِٱلۡفَحۡشَآءِۖ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji'." Yakni tidak layak dengan kesempurnaanNya dan hikmahNya, Dia menyuruh hamba-hambaNya melakukan perbuatan keji. Tidak yang dilakukan orang-orang musyrik itu dan tidak pula lainnya. ﴾ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Me-ngapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?" Adakah kedustaan yang lebih besar dari ini?

(29) Kemudian Allah menyebutkan apa yang diperintah-kanNya, ﴾ قُلۡ أَمَرَ رَبِّي بِٱلۡقِسۡطِۖ ﴿ "Katakanlah, 'Rabbku menyuruh menjalankan keadilan." Adil dalam ibadah dan muamalat, bukan dengan kezha-liman dan kesewenang-wenangan. ﴾ وَأَقِيمُواْ وُجُوهَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٖ ﴿ "Dan (katakanlah), 'Luruskanlah muka (diri)mu di setiap shalat." Yakni menghadaplah kepada Allah, ber-sungguh-sungguhlah dalam menyempurnakan ibadah, khususnya shalat. Tegakkanlah ia lahir dan batin. Bersihkan ia dari segala yang mengurangi dan merusaknya. ﴾ وَٱدۡعُوهُ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَۚ ﴿ "Dan berdoalah (sembahlah) Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepadaNya." Yakni, bertujuan dengan itu WajahNya semata, tidak ada sekutu bagiNya. Doa di sini mencakup doa permohonan dan doa ibadah, yakni janganlah kamu mencari tujuan dan sasaran dalam doamu selain penghambaan kepada Allah dan ridhaNya. ﴾ كَمَا بَدَأَكُمۡ ﴿ "Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu", pada per-mulaan. ﴾ تَعُودُونَ ﴿ "(Demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya," de-ngan dibangkitkan. Yang mampu menciptakanmu pertama kali pasti mampu mengembalikannya, bahkan lebih mudah daripada menciptakan pertama kali.

(30) ﴾ فَرِيقًا ﴿ "Sebagian", dari …

Al-A'raaf 7:30Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.