Muslim99Muslim99
← Tafsir library

7. Al-A'raaf

The Heights · Meccan · 206 ayahs

سُورَةُ الأَعۡرَافِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 41–50 of 206

41

لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٌۭ وَمِن فَوْقِهِمْ غَوَاشٍۢ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلظَّٰلِمِينَ

Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,

"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demi-kianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang ber-buat kejahatan. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami mem-beri balasan kepada orang-orang yang zhalim." (Al-A'raf: 40-41).

(40) Allah تعالى memberitakan hukuman orang-orang yang mendustakan ayat-ayatNya dan tidak beriman kepadanya, padahal ia adalah ayat-ayat yang jelas. Mereka menyombongkan diri dari-nya, tidak tunduk kepada hukum-hukumnya, bahkan mereka men-dustakan dan berpaling. Allah mengabarkan bahwa mereka berpu-tus asa dari segala kebaikan. Jika mereka mati, maka pintu-pintu langit tidak dibuka untuk roh mereka, roh itu naik kepada Allah lalu meminta izin dan tidak diizinkan, sebagaimana di dunia ia tidak sudi beriman kepada Allah, mengetahui dan mencintaiNya, maka setelah mati, Allah tidak sudi kepadanya, karena balasan akan sesuai dengan jenis amalnya. Mafhum ayat ini bahwa roh orang-orang Mukmin yang tunduk kepada perintah Allah dan membenarkan ayat-ayatNya, dibukakan untuknya pintu-pintu langit, sehingga ia dapat naik kepada Allah dan ia sampai di alam yang tinggi yang diinginkan oleh Allah, ia berbahagia karena kedekatannya dengan Rabbnya dan mendapat-kan ridhaNya. FirmanNya tentang penduduk neraka, ﴾ وَلَا يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ ٱلۡجَمَلُ ﴿ "Dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk" yaitu unta yang sudah dikenal, ﴾ فِي سَمِّ ٱلۡخِيَاطِۚ ﴿ "ke lubang jarum." Yakni sehingga unta yang merupakan binatang bertubuh besar masuk ke lubang jarum yang merupakan lubang tersempit. Ini merupakan ungkapan mengaitkan sesuatu dengan sesuatu yang mustahil. Yakni sebagaimana unta mustahil dapat masuk ke dalam lubang jarum, maka orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah juga mus-tahil masuk surga. Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّهُۥ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَىٰهُ ٱلنَّارُۖ ﴿ "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka." (Al-Ma`idah: 72). Di sini Allah berfirman, ﴾ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan." Yakni orang-orang yang banyak berbuat kejahatan dan sangat melampaui batas.

(41) ﴾ لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٞ ﴿ "Mereka mempunyai tikar tidur dari api ne-raka." Yakni kasur di bawah mereka. ﴾ وَمِن فَوۡقِهِمۡ غَوَاشٖۚ ﴿ "Dan di atas mereka ada selimut (api neraka)." Yakni naungan azab yang menutupi mereka. ﴾ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim", kepada diri mereka sebagai balasan yang setimpal, dan Allah tidaklah menzhalimi hamba-hambaNya.

Al-A'raaf 7:41Listen in Qur'an →
42

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَآ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri sese-orang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. Dan Kami cabut segala macam kedengkian yang berada di dalam dada mere-ka, mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata, 'Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Rabb kami, membawa kebenaran.' Dan diserukan kepa-da mereka, 'Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan'." (Al-A'raf: 42-43).

(42) Manakala Allah menyebutkan hukuman orang-orang yang durhaka lagi zhalim, maka setelah itu Dia juga menyebutkan pahala orang-orang yang taat. Dia berfirman, ﴾ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Dan orang-orang yang beriman", dengan hati mereka, ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "dan mengerjakan amal-amal yang shalih", dengan anggota tubuh mereka. Mereka mengumpulkan antara iman dan amal, antara amalan lahir dengan amalan batin, antara melakukan yang wajib dan menjauhi yang haram. Karena FirmanNya, ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "Dan mengerjakan amal shalih," adalah bersifat umum mencakup seluruh amal shalih yang wajib dan yang dianjurkan, dan bisa jadi sebagian darinya di luar kemampuan seorang hamba, maka Allah berfirman, ﴾ لَا نُكَلِّفُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَآ ﴿ "Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." Yakni sesuai dengan ke-mampuannya dan tidak melebihi batas kekuatannya, maka dalam kondisi tersebut dia wajib bertakwa kepada Allah sebatas kemam-puannya. Jika dia tidak mampu melakukan sebagian yang wajib di mana selainnya mampu melakukannya, maka ia gugur darinya, sebagaimana Firman Allah, ﴾ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ ﴿ "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesang-gupannya." (Al-Baqarah: 286). ﴾ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا مَآ ءَاتَىٰهَاۚ ﴿ "Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (seke-dar) apa yang Allah berikan kepadanya." (Ath-Thalaq: 7). ﴾ وَمَا جَعَلَ عَلَيۡكُمۡ فِي ٱلدِّينِ مِنۡ حَرَجٖۚ ﴿ "Dia sekali-kali tidak menjadikan kesempitan untukmu di dalam agama." (Al-Hajj: 78). ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُمۡ ﴿ "Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu." (At-Taghabun: 16). Tiada kewajiban karena ketidakmampuan, dan tiada yang diharamkan pada waktu darurat. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itulah", yaitu orang-orang yang menyandang Iman dan mengerjakan amal shalih, adalah ﴾ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴿ "penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." Yakni, mereka tidak berpindah darinya. Tidak mencari pengganti karena mereka telah mendapatkan berbagai macam kelezatan dan kenikmatan yang tiada tertandingi dan tidak ada yang lebih dari itu.

(43) ﴾ وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلّٖ ﴿ "Dan Kami cabut segala macam ke-dengkian yang berada di dalam dada mereka." Ini termasuk kemurahan dan kebaikan Allah kepada penghuni surga. Bahwa Allah mencabut dan menghilangkan kebencian …

Al-A'raaf 7:42Listen in Qur'an →
43

وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمُ ٱلْأَنْهَٰرُ ۖ وَقَالُوا۟ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى هَدَىٰنَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِىَ لَوْلَآ أَنْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ ۖ لَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلْحَقِّ ۖ وَنُودُوٓا۟ أَن تِلْكُمُ ٱلْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran". Dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan".

"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri sese-orang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. Dan Kami cabut segala macam kedengkian yang berada di dalam dada mere-ka, mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata, 'Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Rabb kami, membawa kebenaran.' Dan diserukan kepa-da mereka, 'Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan'." (Al-A'raf: 42-43).

(42) Manakala Allah menyebutkan hukuman orang-orang yang durhaka lagi zhalim, maka setelah itu Dia juga menyebutkan pahala orang-orang yang taat. Dia berfirman, ﴾ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Dan orang-orang yang beriman", dengan hati mereka, ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "dan mengerjakan amal-amal yang shalih", dengan anggota tubuh mereka. Mereka mengumpulkan antara iman dan amal, antara amalan lahir dengan amalan batin, antara melakukan yang wajib dan menjauhi yang haram. Karena FirmanNya, ﴾ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "Dan mengerjakan amal shalih," adalah bersifat umum mencakup seluruh amal shalih yang wajib dan yang dianjurkan, dan bisa jadi sebagian darinya di luar kemampuan seorang hamba, maka Allah berfirman, ﴾ لَا نُكَلِّفُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَآ ﴿ "Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." Yakni sesuai dengan ke-mampuannya dan tidak melebihi batas kekuatannya, maka dalam kondisi tersebut dia wajib bertakwa kepada Allah sebatas kemam-puannya. Jika dia tidak mampu melakukan sebagian yang wajib di mana selainnya mampu melakukannya, maka ia gugur darinya, sebagaimana Firman Allah, ﴾ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ ﴿ "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesang-gupannya." (Al-Baqarah: 286). ﴾ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا مَآ ءَاتَىٰهَاۚ ﴿ "Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (seke-dar) apa yang Allah berikan kepadanya." (Ath-Thalaq: 7). ﴾ وَمَا جَعَلَ عَلَيۡكُمۡ فِي ٱلدِّينِ مِنۡ حَرَجٖۚ ﴿ "Dia sekali-kali tidak menjadikan kesempitan untukmu di dalam agama." (Al-Hajj: 78). ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُمۡ ﴿ "Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu." (At-Taghabun: 16). Tiada kewajiban karena ketidakmampuan, dan tiada yang diharamkan pada waktu darurat. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itulah", yaitu orang-orang yang menyandang Iman dan mengerjakan amal shalih, adalah ﴾ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴿ "penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." Yakni, mereka tidak berpindah darinya. Tidak mencari pengganti karena mereka telah mendapatkan berbagai macam kelezatan dan kenikmatan yang tiada tertandingi dan tidak ada yang lebih dari itu.

(43) ﴾ وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلّٖ ﴿ "Dan Kami cabut segala macam ke-dengkian yang berada di dalam dada mereka." Ini termasuk kemurahan dan kebaikan Allah kepada penghuni surga. Bahwa Allah mencabut dan menghilangkan kebencian …

Al-A'raaf 7:43Listen in Qur'an →
44

وَنَادَىٰٓ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ أَصْحَٰبَ ٱلنَّارِ أَن قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّۭا فَهَلْ وَجَدتُّم مَّا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّۭا ۖ قَالُوا۟ نَعَمْ ۚ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌۢ بَيْنَهُمْ أَن لَّعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ

Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,

"Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-peng-huni neraka (dengan mengatakan), 'Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Rabb kami menjanjikan-nya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Rabb kamu menjanjikannya (kepada-mu)?' Mereka (penduduk neraka) menjawab, 'Betul.' Kemudian se-orang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu, 'Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zhalim, (yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan me-reka kafir kepada kehidupan Akhirat'." (Al-A'raf: 44-45).

(44-45) Allah تعالى berfirman setelah menyebutkan bahwa masing-masing kelompok menempati tempat masing-masing. Ke-duanya mendapatkan kebenaran pahala dan azab yang disampai-kan oleh para rasul dan dinyatakan oleh kitab-kitab, bahwa pendu-duk surga memanggil penghuni neraka dengan mengatakan, ﴾ أَن قَدۡ وَجَدۡنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقّٗا ﴿ "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Rabb kami menjanjikannya kepada kami." Ketika Dia menjan-jikan surga dengan iman dan amal shalih, lalu Dia memasukkan kami dan menunjukkan apa yang Dia jelaskan kepada kami.﴾ فَهَلۡ وَجَدتُّم مَّا وَعَدَ رَبُّكُمۡ حَقّٗاۖ ﴿ "Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Rabb kamu menjanjikannya (kepadamu)?" akibat keku-furan dan kemaksiatan. ﴾ قَالُواْ نَعَمۡۚ ﴿ "Mereka (penduduk neraka) menjawab, 'Betul'." Yakni kami benar-benar mendapatkannya. Maka terbuk-tilah bagi seluruh makhluk dengan bukti yang tidak ada keraguan padanya akan kebenaran janji Allah. Dan siapakah yang lebih jujur ucapannya daripada Allah? Keraguan dan kebimbangan telah lenyap dari mereka. Perkaranya telah menjadi haqqul yaqin. Orang-orang Mukmin bangga dan berbahagia dengan janji Allah, sementara orang-orang kafir berputus asa dari kebaikan dan mereka mengakui bahwa mereka berhak mendapatkan azab. ﴾ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنُۢ بَيۡنَهُمۡ ﴿ "Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu." Yakni di antara penduduk surga dan penghuni neraka dengan ber-kata, ﴾ أَن لَّعۡنَةُ ٱللَّهِ ﴿ "Kutukan Allah," pengusiran dan penjauhan dari segala kebaikan, ﴾ عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "ditimpakan kepada orang-orang yang zha-lim." Karena Allah telah membuka pintu RahmatNya untuk mereka, tetapi mereka berpaling darinya karena kezhaliman, dan mereka menghalang-halangi diri mereka sendiri dan juga orang lain dari jalan Allah, maka mereka itu sesat dan menyesatkan. Allah تعالى meng-inginkan jalan itu lurus dan mengarahkan para penitinya kepada-nya, sementara mereka menginginkannya ﴾ عِوَجٗا ﴿ "menjadi bengkok", menyimpang dan justru menghalang-halangi dari jalan yang lurus. ﴾ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ كَٰفِرُونَ ﴿ "Dan mereka kafir kepada kehidupan Akhirat." Dan ini-lah yang menyebabkan mereka menyimpang dari jalan yang lurus dan gemar menerima keinginan syahwat jiwa yang diharamkan adalah karena ketidakimanan mereka kepada Hari Kebangkitan, tidak takut kepada azab dan tidak mengharapkan pahala. Mafhum dari seruan malaikat ini adalah bahwa Rahmat Allah melimpah ke-pada orang-orang beriman, …

Al-A'raaf 7:44Listen in Qur'an →
45

ٱلَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًۭا وَهُم بِٱلْءَاخِرَةِ كَٰفِرُونَ

(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat".

"Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-peng-huni neraka (dengan mengatakan), 'Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Rabb kami menjanjikan-nya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Rabb kamu menjanjikannya (kepada-mu)?' Mereka (penduduk neraka) menjawab, 'Betul.' Kemudian se-orang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu, 'Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zhalim, (yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan me-reka kafir kepada kehidupan Akhirat'." (Al-A'raf: 44-45).

(44-45) Allah تعالى berfirman setelah menyebutkan bahwa masing-masing kelompok menempati tempat masing-masing. Ke-duanya mendapatkan kebenaran pahala dan azab yang disampai-kan oleh para rasul dan dinyatakan oleh kitab-kitab, bahwa pendu-duk surga memanggil penghuni neraka dengan mengatakan, ﴾ أَن قَدۡ وَجَدۡنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقّٗا ﴿ "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Rabb kami menjanjikannya kepada kami." Ketika Dia menjan-jikan surga dengan iman dan amal shalih, lalu Dia memasukkan kami dan menunjukkan apa yang Dia jelaskan kepada kami.﴾ فَهَلۡ وَجَدتُّم مَّا وَعَدَ رَبُّكُمۡ حَقّٗاۖ ﴿ "Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Rabb kamu menjanjikannya (kepadamu)?" akibat keku-furan dan kemaksiatan. ﴾ قَالُواْ نَعَمۡۚ ﴿ "Mereka (penduduk neraka) menjawab, 'Betul'." Yakni kami benar-benar mendapatkannya. Maka terbuk-tilah bagi seluruh makhluk dengan bukti yang tidak ada keraguan padanya akan kebenaran janji Allah. Dan siapakah yang lebih jujur ucapannya daripada Allah? Keraguan dan kebimbangan telah lenyap dari mereka. Perkaranya telah menjadi haqqul yaqin. Orang-orang Mukmin bangga dan berbahagia dengan janji Allah, sementara orang-orang kafir berputus asa dari kebaikan dan mereka mengakui bahwa mereka berhak mendapatkan azab. ﴾ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنُۢ بَيۡنَهُمۡ ﴿ "Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu." Yakni di antara penduduk surga dan penghuni neraka dengan ber-kata, ﴾ أَن لَّعۡنَةُ ٱللَّهِ ﴿ "Kutukan Allah," pengusiran dan penjauhan dari segala kebaikan, ﴾ عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "ditimpakan kepada orang-orang yang zha-lim." Karena Allah telah membuka pintu RahmatNya untuk mereka, tetapi mereka berpaling darinya karena kezhaliman, dan mereka menghalang-halangi diri mereka sendiri dan juga orang lain dari jalan Allah, maka mereka itu sesat dan menyesatkan. Allah تعالى meng-inginkan jalan itu lurus dan mengarahkan para penitinya kepada-nya, sementara mereka menginginkannya ﴾ عِوَجٗا ﴿ "menjadi bengkok", menyimpang dan justru menghalang-halangi dari jalan yang lurus. ﴾ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ كَٰفِرُونَ ﴿ "Dan mereka kafir kepada kehidupan Akhirat." Dan ini-lah yang menyebabkan mereka menyimpang dari jalan yang lurus dan gemar menerima keinginan syahwat jiwa yang diharamkan adalah karena ketidakimanan mereka kepada Hari Kebangkitan, tidak takut kepada azab dan tidak mengharapkan pahala. Mafhum dari seruan malaikat ini adalah bahwa Rahmat Allah melimpah ke-pada orang-orang beriman, …

Al-A'raaf 7:45Listen in Qur'an →
46

وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌۭ ۚ وَعَلَى ٱلْأَعْرَافِ رِجَالٌۭ يَعْرِفُونَ كُلًّۢا بِسِيمَىٰهُمْ ۚ وَنَادَوْا۟ أَصْحَٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَن سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ

Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).

"Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas, dan di atas A'raf itu ada orang-orang yang mengenal ma-sing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga, 'Salamun 'alaikum (salam sejahtera atas kalian).' Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya). Dan apabila pandangan me-reka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, 'Ya Rabb kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zhalim itu.' Dan orang-orang yang di atas A'raf me-manggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan, 'Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu.' (Orang-orang di atas A'raf bertanya kepada penghuni neraka, 'Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat Rahmat Allah.' (Kepada orang-orang Mukmin itu dikatakan), 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati'." (Al-A'raf: 46-49).

(46) Yakni di antara penduduk surga dengan penghuni neraka terdapat pembatas yang bernama al-A'raf, tidak dari surga tidak pula dari neraka, menghadap ke surga dan neraka. Siapa yang di situ dapat melihat keadaan kedua golongan ini. Di atas pemba-tasnya itu terdapat orang-orang yang mengenal masing-masing dari penduduk surga dan penghuni neraka dengan tanda-tanda mereka, yakni dengan ciri khas yang dengannya mereka dibeda-kan. Jika mereka melihat kepada penduduk surga, mereka berseru kepada mereka, ﴾ أَن سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡۚ ﴿ "Salamun 'alaikum (salam sejahtera atas kalian)." Yakni mereka memberi hormat dan salam kepada mereka, akan tetapi mereka sampai saat itu belum masuk surga, walaupun demikian mereka sangat berhasrat untuk memasukinya dan Allah tidak menjadikan hasrat di dalam hati mereka kecuali karena ke-muliaanNya yang Dia inginkan untuk mereka.

(47) ﴾ وَإِذَا صُرِفَتۡ أَبۡصَٰرُهُمۡ تِلۡقَآءَ أَصۡحَٰبِ ٱلنَّارِ ﴿ "Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka," mereka melihat pemandangan yang mengerikan dan ketakutan yang mencekam. ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا مَعَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Mereka berkata, 'Ya Rabb kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zhalim itu." Jika orang-orang yang ada di al-A'raf melihat penduduk surga, mereka berhasrat bisa bersama mereka di surga, memberi hormat dan salam kepada mereka. Manakala pandangan mereka tertuju secara tidak sengaja kepada penghuni neraka, maka mereka memohon perlindungan kepada Allah dari keadaan buruk mereka secara umum.

(48) Kemudian Allah menyebutkan yang khusus setelah yang umum. Dia berfirman, ﴾ وَنَادَىٰٓ أَصۡحَٰبُ ٱلۡأَعۡرَافِ رِجَالٗا يَعۡرِفُونَهُم بِسِيمَىٰهُمۡ ﴿ "Dan orang-orang yang di atas A'raf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya." Mereka adalah penduduk neraka, mereka di dunia memiliki kebanggaan, kehormatan, harta dan anak-anak. Maka orang-orang al-A'raf ber-kata kepada mereka ketika melihat mereka terbenam dalam azab tanpa seorang pun penolong dan pembantu, ﴾ مَآ أَغۡنَىٰ عَنكُمۡ …

Al-A'raaf 7:46Listen in Qur'an →
47

۞ وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ قَالُوا۟ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu".

"Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas, dan di atas A'raf itu ada orang-orang yang mengenal ma-sing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga, 'Salamun 'alaikum (salam sejahtera atas kalian).' Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya). Dan apabila pandangan me-reka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, 'Ya Rabb kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zhalim itu.' Dan orang-orang yang di atas A'raf me-manggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan, 'Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu.' (Orang-orang di atas A'raf bertanya kepada penghuni neraka, 'Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat Rahmat Allah.' (Kepada orang-orang Mukmin itu dikatakan), 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati'." (Al-A'raf: 46-49).

(46) Yakni di antara penduduk surga dengan penghuni neraka terdapat pembatas yang bernama al-A'raf, tidak dari surga tidak pula dari neraka, menghadap ke surga dan neraka. Siapa yang di situ dapat melihat keadaan kedua golongan ini. Di atas pemba-tasnya itu terdapat orang-orang yang mengenal masing-masing dari penduduk surga dan penghuni neraka dengan tanda-tanda mereka, yakni dengan ciri khas yang dengannya mereka dibeda-kan. Jika mereka melihat kepada penduduk surga, mereka berseru kepada mereka, ﴾ أَن سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡۚ ﴿ "Salamun 'alaikum (salam sejahtera atas kalian)." Yakni mereka memberi hormat dan salam kepada mereka, akan tetapi mereka sampai saat itu belum masuk surga, walaupun demikian mereka sangat berhasrat untuk memasukinya dan Allah tidak menjadikan hasrat di dalam hati mereka kecuali karena ke-muliaanNya yang Dia inginkan untuk mereka.

(47) ﴾ وَإِذَا صُرِفَتۡ أَبۡصَٰرُهُمۡ تِلۡقَآءَ أَصۡحَٰبِ ٱلنَّارِ ﴿ "Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka," mereka melihat pemandangan yang mengerikan dan ketakutan yang mencekam. ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا مَعَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Mereka berkata, 'Ya Rabb kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zhalim itu." Jika orang-orang yang ada di al-A'raf melihat penduduk surga, mereka berhasrat bisa bersama mereka di surga, memberi hormat dan salam kepada mereka. Manakala pandangan mereka tertuju secara tidak sengaja kepada penghuni neraka, maka mereka memohon perlindungan kepada Allah dari keadaan buruk mereka secara umum.

(48) Kemudian Allah menyebutkan yang khusus setelah yang umum. Dia berfirman, ﴾ وَنَادَىٰٓ أَصۡحَٰبُ ٱلۡأَعۡرَافِ رِجَالٗا يَعۡرِفُونَهُم بِسِيمَىٰهُمۡ ﴿ "Dan orang-orang yang di atas A'raf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya." Mereka adalah penduduk neraka, mereka di dunia memiliki kebanggaan, kehormatan, harta dan anak-anak. Maka orang-orang al-A'raf ber-kata kepada mereka ketika melihat mereka terbenam dalam azab tanpa seorang pun penolong dan pembantu, ﴾ مَآ أَغۡنَىٰ عَنكُمۡ …

Al-A'raaf 7:47Listen in Qur'an →
48

وَنَادَىٰٓ أَصْحَٰبُ ٱلْأَعْرَافِ رِجَالًۭا يَعْرِفُونَهُم بِسِيمَىٰهُمْ قَالُوا۟ مَآ أَغْنَىٰ عَنكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ

Dan orang-orang yang di atas A'raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: "Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu".

"Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas, dan di atas A'raf itu ada orang-orang yang mengenal ma-sing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga, 'Salamun 'alaikum (salam sejahtera atas kalian).' Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya). Dan apabila pandangan me-reka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, 'Ya Rabb kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zhalim itu.' Dan orang-orang yang di atas A'raf me-manggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan, 'Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu.' (Orang-orang di atas A'raf bertanya kepada penghuni neraka, 'Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat Rahmat Allah.' (Kepada orang-orang Mukmin itu dikatakan), 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati'." (Al-A'raf: 46-49).

(46) Yakni di antara penduduk surga dengan penghuni neraka terdapat pembatas yang bernama al-A'raf, tidak dari surga tidak pula dari neraka, menghadap ke surga dan neraka. Siapa yang di situ dapat melihat keadaan kedua golongan ini. Di atas pemba-tasnya itu terdapat orang-orang yang mengenal masing-masing dari penduduk surga dan penghuni neraka dengan tanda-tanda mereka, yakni dengan ciri khas yang dengannya mereka dibeda-kan. Jika mereka melihat kepada penduduk surga, mereka berseru kepada mereka, ﴾ أَن سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡۚ ﴿ "Salamun 'alaikum (salam sejahtera atas kalian)." Yakni mereka memberi hormat dan salam kepada mereka, akan tetapi mereka sampai saat itu belum masuk surga, walaupun demikian mereka sangat berhasrat untuk memasukinya dan Allah tidak menjadikan hasrat di dalam hati mereka kecuali karena ke-muliaanNya yang Dia inginkan untuk mereka.

(47) ﴾ وَإِذَا صُرِفَتۡ أَبۡصَٰرُهُمۡ تِلۡقَآءَ أَصۡحَٰبِ ٱلنَّارِ ﴿ "Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka," mereka melihat pemandangan yang mengerikan dan ketakutan yang mencekam. ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا مَعَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Mereka berkata, 'Ya Rabb kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zhalim itu." Jika orang-orang yang ada di al-A'raf melihat penduduk surga, mereka berhasrat bisa bersama mereka di surga, memberi hormat dan salam kepada mereka. Manakala pandangan mereka tertuju secara tidak sengaja kepada penghuni neraka, maka mereka memohon perlindungan kepada Allah dari keadaan buruk mereka secara umum.

(48) Kemudian Allah menyebutkan yang khusus setelah yang umum. Dia berfirman, ﴾ وَنَادَىٰٓ أَصۡحَٰبُ ٱلۡأَعۡرَافِ رِجَالٗا يَعۡرِفُونَهُم بِسِيمَىٰهُمۡ ﴿ "Dan orang-orang yang di atas A'raf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya." Mereka adalah penduduk neraka, mereka di dunia memiliki kebanggaan, kehormatan, harta dan anak-anak. Maka orang-orang al-A'raf ber-kata kepada mereka ketika melihat mereka terbenam dalam azab tanpa seorang pun penolong dan pembantu, ﴾ مَآ أَغۡنَىٰ عَنكُمۡ …

Al-A'raaf 7:48Listen in Qur'an →
49

أَهَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحْمَةٍ ۚ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَنتُمْ تَحْزَنُونَ

(Orang-orang di atas A'raaf bertanya kepada penghuni neraka): "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?". (Kepada orang mukmin itu dikatakan): "Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati".

"Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas, dan di atas A'raf itu ada orang-orang yang mengenal ma-sing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga, 'Salamun 'alaikum (salam sejahtera atas kalian).' Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya). Dan apabila pandangan me-reka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata, 'Ya Rabb kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zhalim itu.' Dan orang-orang yang di atas A'raf me-manggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan, 'Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu.' (Orang-orang di atas A'raf bertanya kepada penghuni neraka, 'Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat Rahmat Allah.' (Kepada orang-orang Mukmin itu dikatakan), 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati'." (Al-A'raf: 46-49).

(46) Yakni di antara penduduk surga dengan penghuni neraka terdapat pembatas yang bernama al-A'raf, tidak dari surga tidak pula dari neraka, menghadap ke surga dan neraka. Siapa yang di situ dapat melihat keadaan kedua golongan ini. Di atas pemba-tasnya itu terdapat orang-orang yang mengenal masing-masing dari penduduk surga dan penghuni neraka dengan tanda-tanda mereka, yakni dengan ciri khas yang dengannya mereka dibeda-kan. Jika mereka melihat kepada penduduk surga, mereka berseru kepada mereka, ﴾ أَن سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡۚ ﴿ "Salamun 'alaikum (salam sejahtera atas kalian)." Yakni mereka memberi hormat dan salam kepada mereka, akan tetapi mereka sampai saat itu belum masuk surga, walaupun demikian mereka sangat berhasrat untuk memasukinya dan Allah tidak menjadikan hasrat di dalam hati mereka kecuali karena ke-muliaanNya yang Dia inginkan untuk mereka.

(47) ﴾ وَإِذَا صُرِفَتۡ أَبۡصَٰرُهُمۡ تِلۡقَآءَ أَصۡحَٰبِ ٱلنَّارِ ﴿ "Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka," mereka melihat pemandangan yang mengerikan dan ketakutan yang mencekam. ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا مَعَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Mereka berkata, 'Ya Rabb kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zhalim itu." Jika orang-orang yang ada di al-A'raf melihat penduduk surga, mereka berhasrat bisa bersama mereka di surga, memberi hormat dan salam kepada mereka. Manakala pandangan mereka tertuju secara tidak sengaja kepada penghuni neraka, maka mereka memohon perlindungan kepada Allah dari keadaan buruk mereka secara umum.

(48) Kemudian Allah menyebutkan yang khusus setelah yang umum. Dia berfirman, ﴾ وَنَادَىٰٓ أَصۡحَٰبُ ٱلۡأَعۡرَافِ رِجَالٗا يَعۡرِفُونَهُم بِسِيمَىٰهُمۡ ﴿ "Dan orang-orang yang di atas A'raf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya." Mereka adalah penduduk neraka, mereka di dunia memiliki kebanggaan, kehormatan, harta dan anak-anak. Maka orang-orang al-A'raf ber-kata kepada mereka ketika melihat mereka terbenam dalam azab tanpa seorang pun penolong dan pembantu, ﴾ مَآ أَغۡنَىٰ عَنكُمۡ …

Al-A'raaf 7:49Listen in Qur'an →
50

وَنَادَىٰٓ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ أَصْحَٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا۟ عَلَيْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ ۚ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,

"Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, 'Limpahkan-lah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu.' Mereka (penghuni surga) menjawab, 'Sesung-guhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka.' Maka pada hari (Kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (al-Qur`an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlak-sananya kebenaran) al-Qur`an itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan al-Qur`an itu, berkatalah orang-orang yang melupa-kannya sebelum itu. 'Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Rabb kami membawa yang haq, maka adakah bagi kami pemberi sya-fa'at yang akan memberi syafa'at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?' Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan." (Al-A'raf: 50-53).

(50-52) Yakni penghuni neraka memanggil penduduk surga ketika mereka mendapatkan azab yang sangat pedih, dan ketika kelaparan yang sangat dan kehausan yang mencekik menerpa me-reka, mereka memanggil dan meminta tolong kepada penduduk surga. ﴾ أَفِيضُواْ عَلَيۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ أَوۡ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُۚ ﴿ "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu." Lalu pendu-duk surga menjawab, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَهُمَا ﴿ "Sesungguhnya Allah telah meng-haramkan keduanya." Yakni air dan makanan surga ﴾ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Atas orang-orang kafir." Dan hal itu adalah sebagai balasan kepada me-reka atas kekufuran mereka kepada ayat-ayat Allah dan mereka menjadikan agama yang mereka diperintahkan agar teguh di atas-nya dan dijanjikan dengan balasan besar atasnya, ﴾ لَهۡوٗا وَلَعِبٗا ﴿ "sebagai main-main dan senda-gurau." Yakni hati mereka lalai darinya dan berpaling, mereka main-main dan menjadikannya sebagai bahan cemoohan, atau mereka mengganti agama mereka dengan main-main dan senda gurau. Mereka menukar agama yang lurus dengan itu. ﴾ وَغَرَّتۡهُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَاۚ ﴿ "Dan kehidupan dunia telah menipu mereka", dengan perhiasannya, keindahannya, dan banyaknya propaganda-nya. Mereka cenderung kepadanya, rela dan berbahagia dengannya dan mereka lupa dan berpaling dari Akhirat. ﴾ فَٱلۡيَوۡمَ نَنسَىٰهُمۡ ﴿ "Maka pada Hari (Kiamat) ini, Kami melupakan mereka." Yakni Kami mem-biarkan mereka di dalam azab, ﴾ كَمَا نَسُواْ لِقَآءَ يَوۡمِهِمۡ هَٰذَا ﴿ "sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini." Seolah-olah me-reka hanya diciptakan untuk dunia semata dan di belakang hari nanti tidak ada perhitungan dan balasan amal bagi mereka, ﴾ وَمَا كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَجۡحَدُونَ ﴿ "dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami." Padahal pengingkaran mereka itu bukan …

Al-A'raaf 7:50Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.