Muslim99Muslim99
← Tafsir library

7. Al-A'raaf

The Heights · Meccan · 206 ayahs

سُورَةُ الأَعۡرَافِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 191–200 of 206

191

أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْـًۭٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatupun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang.

"Dia-lah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-istri) memohon kepada Allah, Rabbnya seraya berkata, 'Sesungguh-nya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.' Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianuge-rahkanNya kepada keduanya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan se-suatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang. Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiri pun ber-hala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan. Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memper-kenankan seruanmu, sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka ataupun kamu berdiam diri." (Al-A'raf: 189-193).

(189) ﴾ هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم ﴿ "Dia-lah Yang menciptakan kamu", wahai kaum laki-laki dan perempuan yang bertebaran di muka bumi de-ngan jumlah yang banyak dan beraneka ragam, ﴾ مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ ﴿ "dari diri yang satu." Yaitu Adam عليه السلام bapak manusia. ﴾ وَجَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا ﴿ "Dan dari padanya Dia menciptakan istrinya." Yakni menciptakan istrinya Hawwa` dari Adam, agar dia merasa senang kepadanya. Karena jika dia diciptakan dari unsur Adam, maka akan terjadi keserasian dan keharmonisan yang menjadikan masing-masing dari keduanya menjadi tenang dengan yang lain, maka masing-masing dari kedua-nya cenderung kepada yang lain dengan kecenderungan syahwat. ﴾ فَلَمَّا تَغَشَّىٰهَا ﴿ "Maka setelah dicampurinya", yakni digaulinya, dan Allah menakdirkan dari syahwat atau percampuran itu seorang anak, maka dia pun hamil, ﴾ حَمۡلًا خَفِيفٗا ﴿ "mengandung kandungan yang ri-ngan." Hal itu terjadi di awal kehamilan di mana wanita tidak me-rasakan beratnya kehamilan. ﴾ فَلَمَّآ ﴿ "Kemudian tatkala", dia terus berlangsung dan ﴾ أَثۡقَلَت ﴿ "dia merasa berat", ketika kehamilan itu membesar di perutnya, dalam kondisi tersebut dia mulai merin-dukan anaknya. Dia berharap anaknya lahir dalam keadaan sehat dan selamat dari segala cacat. Maka keduanya berdoa ﴾ ٱللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنۡ ءَاتَيۡتَنَا صَٰلِحٗا ﴿ "kepada Allah, Rabbnya seraya berkata, 'Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna.' Sempurna penciptaannya, tidak ada yang kurang suatu apa pun, ﴾ لَّنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ ﴿ "tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur'."

(190) ﴾ فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صَٰلِحٗا ﴿ "Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna", sesuai dengan permintaan mereka dan sempurnalah nikmat Allah padanya ﴾ جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَاۚ ﴿ "maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianu-gerahkanNya kepada keduanya itu." Yakni …

Al-A'raaf 7:191Listen in Qur'an →
192

وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًۭا وَلَآ أَنفُسَهُمْ يَنصُرُونَ

Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiripun berhala-berha]a itu tidak dapat memberi pertolongan.

"Dia-lah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-istri) memohon kepada Allah, Rabbnya seraya berkata, 'Sesungguh-nya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.' Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianuge-rahkanNya kepada keduanya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan se-suatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang. Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiri pun ber-hala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan. Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memper-kenankan seruanmu, sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka ataupun kamu berdiam diri." (Al-A'raf: 189-193).

(189) ﴾ هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم ﴿ "Dia-lah Yang menciptakan kamu", wahai kaum laki-laki dan perempuan yang bertebaran di muka bumi de-ngan jumlah yang banyak dan beraneka ragam, ﴾ مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ ﴿ "dari diri yang satu." Yaitu Adam عليه السلام bapak manusia. ﴾ وَجَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا ﴿ "Dan dari padanya Dia menciptakan istrinya." Yakni menciptakan istrinya Hawwa` dari Adam, agar dia merasa senang kepadanya. Karena jika dia diciptakan dari unsur Adam, maka akan terjadi keserasian dan keharmonisan yang menjadikan masing-masing dari keduanya menjadi tenang dengan yang lain, maka masing-masing dari kedua-nya cenderung kepada yang lain dengan kecenderungan syahwat. ﴾ فَلَمَّا تَغَشَّىٰهَا ﴿ "Maka setelah dicampurinya", yakni digaulinya, dan Allah menakdirkan dari syahwat atau percampuran itu seorang anak, maka dia pun hamil, ﴾ حَمۡلًا خَفِيفٗا ﴿ "mengandung kandungan yang ri-ngan." Hal itu terjadi di awal kehamilan di mana wanita tidak me-rasakan beratnya kehamilan. ﴾ فَلَمَّآ ﴿ "Kemudian tatkala", dia terus berlangsung dan ﴾ أَثۡقَلَت ﴿ "dia merasa berat", ketika kehamilan itu membesar di perutnya, dalam kondisi tersebut dia mulai merin-dukan anaknya. Dia berharap anaknya lahir dalam keadaan sehat dan selamat dari segala cacat. Maka keduanya berdoa ﴾ ٱللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنۡ ءَاتَيۡتَنَا صَٰلِحٗا ﴿ "kepada Allah, Rabbnya seraya berkata, 'Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna.' Sempurna penciptaannya, tidak ada yang kurang suatu apa pun, ﴾ لَّنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ ﴿ "tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur'."

(190) ﴾ فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صَٰلِحٗا ﴿ "Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna", sesuai dengan permintaan mereka dan sempurnalah nikmat Allah padanya ﴾ جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَاۚ ﴿ "maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianu-gerahkanNya kepada keduanya itu." Yakni …

Al-A'raaf 7:192Listen in Qur'an →
193

وَإِن تَدْعُوهُمْ إِلَى ٱلْهُدَىٰ لَا يَتَّبِعُوكُمْ ۚ سَوَآءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوهُمْ أَمْ أَنتُمْ صَٰمِتُونَ

Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka ataupun kamu herdiam diri.

"Dia-lah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-istri) memohon kepada Allah, Rabbnya seraya berkata, 'Sesungguh-nya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.' Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianuge-rahkanNya kepada keduanya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan se-suatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang. Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiri pun ber-hala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan. Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memper-kenankan seruanmu, sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka ataupun kamu berdiam diri." (Al-A'raf: 189-193).

(189) ﴾ هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم ﴿ "Dia-lah Yang menciptakan kamu", wahai kaum laki-laki dan perempuan yang bertebaran di muka bumi de-ngan jumlah yang banyak dan beraneka ragam, ﴾ مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ ﴿ "dari diri yang satu." Yaitu Adam عليه السلام bapak manusia. ﴾ وَجَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا ﴿ "Dan dari padanya Dia menciptakan istrinya." Yakni menciptakan istrinya Hawwa` dari Adam, agar dia merasa senang kepadanya. Karena jika dia diciptakan dari unsur Adam, maka akan terjadi keserasian dan keharmonisan yang menjadikan masing-masing dari keduanya menjadi tenang dengan yang lain, maka masing-masing dari kedua-nya cenderung kepada yang lain dengan kecenderungan syahwat. ﴾ فَلَمَّا تَغَشَّىٰهَا ﴿ "Maka setelah dicampurinya", yakni digaulinya, dan Allah menakdirkan dari syahwat atau percampuran itu seorang anak, maka dia pun hamil, ﴾ حَمۡلًا خَفِيفٗا ﴿ "mengandung kandungan yang ri-ngan." Hal itu terjadi di awal kehamilan di mana wanita tidak me-rasakan beratnya kehamilan. ﴾ فَلَمَّآ ﴿ "Kemudian tatkala", dia terus berlangsung dan ﴾ أَثۡقَلَت ﴿ "dia merasa berat", ketika kehamilan itu membesar di perutnya, dalam kondisi tersebut dia mulai merin-dukan anaknya. Dia berharap anaknya lahir dalam keadaan sehat dan selamat dari segala cacat. Maka keduanya berdoa ﴾ ٱللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنۡ ءَاتَيۡتَنَا صَٰلِحٗا ﴿ "kepada Allah, Rabbnya seraya berkata, 'Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna.' Sempurna penciptaannya, tidak ada yang kurang suatu apa pun, ﴾ لَّنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ ﴿ "tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur'."

(190) ﴾ فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صَٰلِحٗا ﴿ "Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna", sesuai dengan permintaan mereka dan sempurnalah nikmat Allah padanya ﴾ جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَاۚ ﴿ "maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianu-gerahkanNya kepada keduanya itu." Yakni …

Al-A'raaf 7:193Listen in Qur'an →
194

إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ ۖ فَٱدْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لَكُمْ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka mmperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.

"Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka memper-kenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar. Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia da-pat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah, 'Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, tanpa memberi tangguh (kepadaku). Se-sungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan al-Kitab (al-Qur`an) dan Dia melindungi orang-orang yang shalih'." (Al-A'raf: 194-196).

(194) Ini adalah tantangan kepada orang-orang musyrik penyembah berhala. Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ عِبَادٌ أَمۡثَالُكُمۡۖ ﴿ "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu." Yakni tiada beda antara kamu dengan mereka, kalian semua adalah hamba yang diatur oleh Allah, jika klaimmu benar bahwa ia berhak disem-bah, ﴾ فَٱدۡعُوهُمۡ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لَكُمۡ ﴿ "maka serulah berhala-berhala itu lalu biar-kanlah mereka memperkenankan permintaanmu," jika mereka menjawab permohonanmu dan mewujudkan keinginanmu, jika tidak maka jelaslah bahwa klaimmu adalah dusta dan kamu berdusta atas nama Allah dengan kedustaan yang besar.

(195) Ini tidak memerlukan penjelasan padanya karena jika kamu melihat kepadanya, maka bentuknya menunjukkan kepada-mu bahwa ia tidak dapat mendatangkan manfaat sedikit pun. Ia tak berkaki untuk berjalan, tak bertangan untuk bekerja, tak ber-mata untuk melihat, dan tak bertelinga untuk mendengar. Ia tidak memiliki semua kekuatan dan perangkat yang ada pada manusia. Jika ia tidak mampu menjawab seruanmu, maka ia adalah hamba sepertimu, bahkan kamu lebih sempurna dan lebih kuat dari pada-nya dalam banyak hal, maka dengan alasan apa kamu menyembah-nya? ﴾ قُلِ ٱدۡعُواْ شُرَكَآءَكُمۡ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنظِرُونِ ﴿ "Katakanlah, 'Panggillah berhala-ber-halamu yang kamu jadikan sekutu bagi Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, tanpa memberi tangguh (kepadaku)'." Yakni berkumpullah kamu dengan sekutu-sekutumu untuk me-nimpakan kejahatan dan keburukan terhadapku tanpa penundaan dan pengunduran, niscaya kamu tidak akan mampu melakukan itu terhadapku.

(196) Karena waliku (penolongku) adalah Allah yang men-jagaku, Dia-lah yang mendatangkan manfaat bagiku dan menolak mudarat dariku, ﴾ ٱلَّذِي نَزَّلَ ٱلۡكِتَٰبَۖ ﴿ "Yang telah menurunkan al-Kitab (al-Qur`an)." Yang padanya terdapat petunjuk, kesembuhan, dan ca-haya. Ia termasuk perlindungan dan pendidikan diniyahNya yang khusus kepada hamba-hambaNya. ﴾ وَهُوَ يَتَوَلَّى ٱلصَّٰلِحِينَ ﴿ "Dan Dia melin-dungi orang-orang yang shalih", yang niat, amal dan perkataan me-reka adalah baik, sebagaimana Allah تعالى berfirman, ﴾ ٱللَّهُ وَلِيُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۖ ﴿ "Allah Pelindung orang-orang yang beriman, Dia …

Al-A'raaf 7:194Listen in Qur'an →
195

أَلَهُمْ أَرْجُلٌۭ يَمْشُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ أَيْدٍۢ يَبْطِشُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌۭ يُبْصِرُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ ءَاذَانٌۭ يَسْمَعُونَ بِهَا ۗ قُلِ ٱدْعُوا۟ شُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنظِرُونِ

Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah: "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku. tanpa memberi tangguh (kepada-ku)".

"Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka memper-kenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar. Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia da-pat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah, 'Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, tanpa memberi tangguh (kepadaku). Se-sungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan al-Kitab (al-Qur`an) dan Dia melindungi orang-orang yang shalih'." (Al-A'raf: 194-196).

(194) Ini adalah tantangan kepada orang-orang musyrik penyembah berhala. Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ عِبَادٌ أَمۡثَالُكُمۡۖ ﴿ "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu." Yakni tiada beda antara kamu dengan mereka, kalian semua adalah hamba yang diatur oleh Allah, jika klaimmu benar bahwa ia berhak disem-bah, ﴾ فَٱدۡعُوهُمۡ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لَكُمۡ ﴿ "maka serulah berhala-berhala itu lalu biar-kanlah mereka memperkenankan permintaanmu," jika mereka menjawab permohonanmu dan mewujudkan keinginanmu, jika tidak maka jelaslah bahwa klaimmu adalah dusta dan kamu berdusta atas nama Allah dengan kedustaan yang besar.

(195) Ini tidak memerlukan penjelasan padanya karena jika kamu melihat kepadanya, maka bentuknya menunjukkan kepada-mu bahwa ia tidak dapat mendatangkan manfaat sedikit pun. Ia tak berkaki untuk berjalan, tak bertangan untuk bekerja, tak ber-mata untuk melihat, dan tak bertelinga untuk mendengar. Ia tidak memiliki semua kekuatan dan perangkat yang ada pada manusia. Jika ia tidak mampu menjawab seruanmu, maka ia adalah hamba sepertimu, bahkan kamu lebih sempurna dan lebih kuat dari pada-nya dalam banyak hal, maka dengan alasan apa kamu menyembah-nya? ﴾ قُلِ ٱدۡعُواْ شُرَكَآءَكُمۡ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنظِرُونِ ﴿ "Katakanlah, 'Panggillah berhala-ber-halamu yang kamu jadikan sekutu bagi Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, tanpa memberi tangguh (kepadaku)'." Yakni berkumpullah kamu dengan sekutu-sekutumu untuk me-nimpakan kejahatan dan keburukan terhadapku tanpa penundaan dan pengunduran, niscaya kamu tidak akan mampu melakukan itu terhadapku.

(196) Karena waliku (penolongku) adalah Allah yang men-jagaku, Dia-lah yang mendatangkan manfaat bagiku dan menolak mudarat dariku, ﴾ ٱلَّذِي نَزَّلَ ٱلۡكِتَٰبَۖ ﴿ "Yang telah menurunkan al-Kitab (al-Qur`an)." Yang padanya terdapat petunjuk, kesembuhan, dan ca-haya. Ia termasuk perlindungan dan pendidikan diniyahNya yang khusus kepada hamba-hambaNya. ﴾ وَهُوَ يَتَوَلَّى ٱلصَّٰلِحِينَ ﴿ "Dan Dia melin-dungi orang-orang yang shalih", yang niat, amal dan perkataan me-reka adalah baik, sebagaimana Allah تعالى berfirman, ﴾ ٱللَّهُ وَلِيُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۖ ﴿ "Allah Pelindung orang-orang yang beriman, Dia …

Al-A'raaf 7:195Listen in Qur'an →
196

إِنَّ وَلِۦِّىَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْكِتَٰبَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى ٱلصَّٰلِحِينَ

Sesungguhnya pelindungku ialahlah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.

"Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka memper-kenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar. Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia da-pat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah, 'Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, tanpa memberi tangguh (kepadaku). Se-sungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan al-Kitab (al-Qur`an) dan Dia melindungi orang-orang yang shalih'." (Al-A'raf: 194-196).

(194) Ini adalah tantangan kepada orang-orang musyrik penyembah berhala. Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ عِبَادٌ أَمۡثَالُكُمۡۖ ﴿ "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu." Yakni tiada beda antara kamu dengan mereka, kalian semua adalah hamba yang diatur oleh Allah, jika klaimmu benar bahwa ia berhak disem-bah, ﴾ فَٱدۡعُوهُمۡ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لَكُمۡ ﴿ "maka serulah berhala-berhala itu lalu biar-kanlah mereka memperkenankan permintaanmu," jika mereka menjawab permohonanmu dan mewujudkan keinginanmu, jika tidak maka jelaslah bahwa klaimmu adalah dusta dan kamu berdusta atas nama Allah dengan kedustaan yang besar.

(195) Ini tidak memerlukan penjelasan padanya karena jika kamu melihat kepadanya, maka bentuknya menunjukkan kepada-mu bahwa ia tidak dapat mendatangkan manfaat sedikit pun. Ia tak berkaki untuk berjalan, tak bertangan untuk bekerja, tak ber-mata untuk melihat, dan tak bertelinga untuk mendengar. Ia tidak memiliki semua kekuatan dan perangkat yang ada pada manusia. Jika ia tidak mampu menjawab seruanmu, maka ia adalah hamba sepertimu, bahkan kamu lebih sempurna dan lebih kuat dari pada-nya dalam banyak hal, maka dengan alasan apa kamu menyembah-nya? ﴾ قُلِ ٱدۡعُواْ شُرَكَآءَكُمۡ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنظِرُونِ ﴿ "Katakanlah, 'Panggillah berhala-ber-halamu yang kamu jadikan sekutu bagi Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, tanpa memberi tangguh (kepadaku)'." Yakni berkumpullah kamu dengan sekutu-sekutumu untuk me-nimpakan kejahatan dan keburukan terhadapku tanpa penundaan dan pengunduran, niscaya kamu tidak akan mampu melakukan itu terhadapku.

(196) Karena waliku (penolongku) adalah Allah yang men-jagaku, Dia-lah yang mendatangkan manfaat bagiku dan menolak mudarat dariku, ﴾ ٱلَّذِي نَزَّلَ ٱلۡكِتَٰبَۖ ﴿ "Yang telah menurunkan al-Kitab (al-Qur`an)." Yang padanya terdapat petunjuk, kesembuhan, dan ca-haya. Ia termasuk perlindungan dan pendidikan diniyahNya yang khusus kepada hamba-hambaNya. ﴾ وَهُوَ يَتَوَلَّى ٱلصَّٰلِحِينَ ﴿ "Dan Dia melin-dungi orang-orang yang shalih", yang niat, amal dan perkataan me-reka adalah baik, sebagaimana Allah تعالى berfirman, ﴾ ٱللَّهُ وَلِيُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۖ ﴿ "Allah Pelindung orang-orang yang beriman, Dia …

Al-A'raaf 7:196Listen in Qur'an →
197

وَٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلَآ أَنفُسَهُمْ يَنصُرُونَ

Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.

"Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sen-diri. Dan jika kamu sekalian menyeru (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, niscaya berhala-berhala itu tidak dapat men-dengarnya. Dan kamu melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu padahal ia tidak melihat." (Al-A'raf: 197-198).

(197-198) Ayat ini juga merupakan penjelasan tentang tidak berhaknya berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah untuk disembah, karena berhala-berhala itu tidak memiliki kemampuan dan kekuatan dalam membantu dirinya sendiri apalagi membantu para penyembahnya. Ia tidak memiliki kekuatan akal dan kemam-puan menjawab. Jika kamu menyerunya kepada petunjuk, ia tidak bisa menjawab. Ia hanyalah gambar tanpa kehidupan. Kamu me-lihatnya memandangmu padahal ia sama sekali tidak melihatmu, karena merekalah yang membentuknya dalam bentuk makhluk hidup, seperti manusia dan lain-lain. Mereka memberinya mata dan anggota badan. Jika kamu melihatnya, kamu melihatnya se-perti ia hidup. Jika kamu mengamatinya maka terbukti bahwa ia adalah benda mati yang tak bergerak dan tak hidup. Lalu dengan dasar apa orang-orang musyrik itu menjadikannya sebagai tuhan bersama Allah? Demi kebaikan dan kemaslahatan apa mereka ber-i'tikaf di depannya dan mendekatkan diri dengan berbagai macam ibadah kepadanya. Jika ini telah diketahui, maka diketahuilah bahwa orang-orang musyrik dengan sesembahan-sesembahannya, jika mereka berkumpul dan ingin menimpakan keburukan kepada orang yang dilindungi oleh Pencipta langit dan bumi, yang melindungi hamba-hambaNya yang shalih, niscaya mereka tidak akan mampu menim-pakan keburukan sekecil apa pun, karena sempurnanya ketidak-mampuan mereka dan sesembahan mereka, dan sempurnanya ke-kuatan dan kemampuan Allah serta kekuatan orang yang berlin-dung di bawah perlindunganNya dan bertawakal kepadaNya. Ada yang menyatakan bahwa makna FirmanNya, ﴾ وَتَرَىٰهُمۡ يَنظُرُونَ إِلَيۡكَ وَهُمۡ لَا يُبۡصِرُونَ ﴿ "Dan kamu melihat berhala-berhala itu memandang ke-padamu padahal ia tidak melihat", bahwa dhamir (kata ganti) kem-bali kepada orang-orang musyrik yang mendustakan Rasulullah ﷺ. Kamu mengira mereka melihat kepadamu ya Rasulullah dengan mata perenungan yang dengannya dibedakan antara orang yang benar dan orang yang dusta, padahal sebenarnya mereka tidak melihat hakikatmu. Mereka tidak melihat keindahan, kebenaran, dan kesempurnaanmu.

Al-A'raaf 7:197Listen in Qur'an →
198

وَإِن تَدْعُوهُمْ إِلَى ٱلْهُدَىٰ لَا يَسْمَعُوا۟ ۖ وَتَرَىٰهُمْ يَنظُرُونَ إِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

Dan jika kamu sekalian menyeru (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, niscaya berhala-herhala itu tidak dapat mendengarnya. Dan kamu melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu padahal ia tidak melihat.

"Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sen-diri. Dan jika kamu sekalian menyeru (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, niscaya berhala-berhala itu tidak dapat men-dengarnya. Dan kamu melihat berhala-berhala itu memandang kepadamu padahal ia tidak melihat." (Al-A'raf: 197-198).

(197-198) Ayat ini juga merupakan penjelasan tentang tidak berhaknya berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah untuk disembah, karena berhala-berhala itu tidak memiliki kemampuan dan kekuatan dalam membantu dirinya sendiri apalagi membantu para penyembahnya. Ia tidak memiliki kekuatan akal dan kemam-puan menjawab. Jika kamu menyerunya kepada petunjuk, ia tidak bisa menjawab. Ia hanyalah gambar tanpa kehidupan. Kamu me-lihatnya memandangmu padahal ia sama sekali tidak melihatmu, karena merekalah yang membentuknya dalam bentuk makhluk hidup, seperti manusia dan lain-lain. Mereka memberinya mata dan anggota badan. Jika kamu melihatnya, kamu melihatnya se-perti ia hidup. Jika kamu mengamatinya maka terbukti bahwa ia adalah benda mati yang tak bergerak dan tak hidup. Lalu dengan dasar apa orang-orang musyrik itu menjadikannya sebagai tuhan bersama Allah? Demi kebaikan dan kemaslahatan apa mereka ber-i'tikaf di depannya dan mendekatkan diri dengan berbagai macam ibadah kepadanya. Jika ini telah diketahui, maka diketahuilah bahwa orang-orang musyrik dengan sesembahan-sesembahannya, jika mereka berkumpul dan ingin menimpakan keburukan kepada orang yang dilindungi oleh Pencipta langit dan bumi, yang melindungi hamba-hambaNya yang shalih, niscaya mereka tidak akan mampu menim-pakan keburukan sekecil apa pun, karena sempurnanya ketidak-mampuan mereka dan sesembahan mereka, dan sempurnanya ke-kuatan dan kemampuan Allah serta kekuatan orang yang berlin-dung di bawah perlindunganNya dan bertawakal kepadaNya. Ada yang menyatakan bahwa makna FirmanNya, ﴾ وَتَرَىٰهُمۡ يَنظُرُونَ إِلَيۡكَ وَهُمۡ لَا يُبۡصِرُونَ ﴿ "Dan kamu melihat berhala-berhala itu memandang ke-padamu padahal ia tidak melihat", bahwa dhamir (kata ganti) kem-bali kepada orang-orang musyrik yang mendustakan Rasulullah ﷺ. Kamu mengira mereka melihat kepadamu ya Rasulullah dengan mata perenungan yang dengannya dibedakan antara orang yang benar dan orang yang dusta, padahal sebenarnya mereka tidak melihat hakikatmu. Mereka tidak melihat keindahan, kebenaran, dan kesempurnaanmu.

Al-A'raaf 7:198Listen in Qur'an →
199

خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَٰهِلِينَ

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.

"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh." (Al-A'raf: 199).

(199) Ayat ini mengumpulkan kebaikan akhlak dengan ma-nusia dan apa yang harus dilakukan dalam bergaul dengan mereka. Perkara yang selayaknya dijadikan pedoman dalam bergaul dengan manusia adalah memberi maaf, yakni perangai yang disukai oleh diri mereka, serta merupakan perbuatan dan akhlak yang mudah atas mereka. Jangan membebani mereka dengan apa yang tidak sesuai dengan tabiat mereka, akan tetapi berterima kasihlah kepada setiap orang atas apa yang dia dapatkan darinya dalam bentuk ucapan dan perbuatan baik, memaklumi kelalaian dan memaafkan kekurangan mereka. Tidak menyombongkan diri kepada yang lebih kecil karena kecilnya, atau kepada orang bodoh karena kebodohan-nya, atau kepada orang miskin karena kemiskinannya, akan tetapi dia bergaul dengan semuanya dengan lemah lembut dan perlakuan yang sesuai dengan kondisi, dengan dada yang lapang. ﴾ وَأۡمُرۡ بِٱلۡعُرۡفِ ﴿ "Dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf." Yakni mengerjakan semua ucapan dan perbuatan yang baik dan akhlak yang sempurna, baik kepada orang yang dekat maupun kepada orang yang jauh. Jadikanlah sesuatu yang kamu berikan kepada manusia, dalam bentuk pengajaran ilmu atau dorongan kepada kebaikan, berupa silaturahim, berbuat baik kepada kedua orang tua, mendamaikan perselisihan di antara manusia, memberi nasihat yang berguna, memberi pendapat yang benar, tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa, melarang yang buruk, atau memberi petunjuk kepada kemaslahatan agama dan dunia. Karena gangguan dari orang bo-doh adalah suatu keniscayaan, maka Allah تعالى memerintahkan agar menyikapinya dengan berpaling darinya dan tidak membalas ke-bodohannya. Barangsiapa menyakitimu dengan ucapan dan per-buatannya, maka janganlah kamu menyakitinya. Barangsiapa tidak memberimu, maka kamu jangan tidak memberinya. Barangsiapa memutuskanmu, maka kamu jangan memutuskannya, dan barang-siapa menzhalimimu, maka bersikap adillah kepadanya.

Adapun sikap yang layak diberikan oleh seorang hamba ke-pada setan, maka Allah berfirman,

Al-A'raaf 7:199Listen in Qur'an →
200

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ نَزْغٌۭ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah

"Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlin-dunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan)." (Al-A'raf: 200-202).

(200) Yakni kapan pun dan dalam kondisi apa pun, ﴾ يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ نَزۡغٞ ﴿ "kamu ditimpa sesuatu godaan setan." Yakni kamu mera-sakan godaannya, membuatmu malas berbuat baik atau mendorong-mu dan memacumu berbuat buruk, ﴾ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۚ ﴿ "maka berlindunglah kepada Allah." Yakni berlindunglah kepada naungan perlindungan Allah, karena Dia Maha Mendengar apa yang kamu ucapkan. ﴾ عَلِيمٌ ﴿ "Mengetahui" niatmu, kelemahanmu, dan kebutuhanmu akan per-lindunganNya, maka Dia akan melindungimu dari fitnahnya dan menjagamu dari godaannya, sebagaimana Firman Allah تعالى, ﴾ قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ 1 مَلِكِ ٱلنَّاسِ 2 إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ 3 مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ 4 ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ 5 مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ 6 ﴿ "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia." (An-Nas: 1-6).

(201) Karena hamba pasti lalai dan setan berhasil menipu-nya karena ia terus bersiap siaga menantikan kelengahan dan ke-lalaiannya, maka Allah تعالى menyebutkan tanda-tanda orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang menyimpang. Adapun orang yang bertakwa, jika dia merasakan dosa dan gangguan dari setan, lalu dia melakukan dosa, dengan melakukan yang haram atau me-ninggalkan yang wajib, maka dia segera sadar dari mana setan da-tang dan dari pintu mana setan masuk kepadanya, dia menyadari apa yang diwajibkan Allah atasnya dan apa yang menjadi tuntutan iman, maka dia memohon ampun kepada Allah, dia menambal apa yang terlewatkan dengan taubat nasuha dan kebaikan yang banyak, maka dia berhasil mengusir setannya dengan hina dina dan mem-porak porandakan apa yang setan dapatkan darinya.

(202) Adapun teman-teman dan wali-wali setan, maka me-reka apabila terjatuh ke dalam dosa, mereka terus berada di dalam kesesatan. Mereka melakukan satu dosa kepada dosa yang lain. Bahkan tidak hanya sebatas itu, setan tiada henti-hentinya menye-satkan, karena ia berambisi kepada mereka manakala mereka adalah orang-orang yang mudah dikendalikan dan tiada henti melakukan perbuatan jahat.

Al-A'raaf 7:200Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.