Muslim99Muslim99
← Tafsir library

7. Al-A'raaf

The Heights · Meccan · 206 ayahs

سُورَةُ الأَعۡرَافِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 181–190 of 206

181

وَمِمَّنْ خَلَقْنَآ أُمَّةٌۭ يَهْدُونَ بِٱلْحَقِّ وَبِهِۦ يَعْدِلُونَ

Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan.

"Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan haq, dan dengan yang haq itu (pula) mereka menjalankan keadilan." (Al-A'raf: 181).

(181) Yakni di antara makhluk ciptaan Kami terdapat umat yang utama lagi sempurna pada dirinya dan menyempurnakan yang lain, memberi petunjuk kepada diri dan orang lain dengan kebenaran, mereka mengetahui kebenaran, mengamalkannya, meng-ajarkannya, mendakwahkannya dan mengajak orang lain untuk beramal dengannya. ﴾ وَبِهِۦ يَعۡدِلُونَ ﴿ "Dan dengan yang haq itu (pula) mereka menjalankan keadilan," di antara manusia dalam hukum-hu-kum mereka jika mereka menetapkannya pada harta, darah, hak, pendapat dan lain-lain. Mereka itu adalah para imam hidayah dan lampu di kegelapan. Mereka itulah yang diberi nikmat oleh Allah dengan nikmat iman, amal shalih, saling berwasiat dalam kebena-ran dan kesabaran. Mereka itu adalah para shiddiqin yang mana derajat mereka di bawah derajat kerasulan. Mereka sendiri berting-kat-tingkat. Masing-masing berdasarkan sesuai dengan keadaan dan kedudukannya. Mahasuci Allah yang mengkhususkan Rahmat-Nya kepada yang Dia Kehendaki dan Allah adalah Pemilik karunia yang besar.

Al-A'raaf 7:181Listen in Qur'an →
182

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencanaKu amat teguh. Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Mu-hammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan. Dan apakah mereka tidak memperhati-kan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang dicipta-kan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada al-Qur`an itu? Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tak ada orang yang akan memberi petunjuk padanya. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan." (Al-A'raf: 182-186).

(182) Yakni dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menunjukkan kebenaran hidayah yang dibawa oleh Muhammad ﷺ, lalu mereka menolaknya dan tidak menerimanya. ﴾ سَنَسۡتَدۡرِجُهُم مِّنۡ حَيۡثُ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui", yakni dengan mengucurkan rizki kepada mereka.

(183) ﴾ وَأُمۡلِي لَهُمۡۚ ﴿ "Dan Aku memberi tangguh kepada mereka." Yakni Aku menunda mereka sehingga mereka mengira bahwa me-reka dibiarkan dan tidak diazab. Maka kejahatan, kekufuran dan keburukan mereka semakin bertambah. Dengan itu siksa dan azab mereka bertambah, maka tanpa mereka sadari justru mereka meru-gikan diri mereka. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ إِنَّ كَيۡدِي مَتِينٌ ﴿ "Sesungguhnya rencanaKu amat teguh", yakni kuat lagi kokoh.

(184) ﴾ أَوَلَمۡ يَتَفَكَّرُواْۗ مَا بِصَاحِبِهِم مِّن جِنَّةٍۚ ﴿ "Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila." Yakni apakah mereka tidak memakai pikiran dan melihat teman mereka yang mereka kenal dan tidak sedikit pun dari keadaannya yang samar bagi mereka, apakah dia gila? Hendaknya mereka me-lihat akhlaknya, sifatnya, perangainya dan tingkah lakunya, juga melihat dakwah yang diserukannya, maka mereka pasti tidak me-nemukan sifat-sifat kecuali yang paling sempurna, tidak mendapati akhlak-akhlak kecuali yang paling utama, dan tidak pula menyak-sikan akal dan pemikiran kecuali ia mengungguli seluruh manusia. Dia tidak berseru kecuali kepada kebaikan, dan tidak melarang ke-cuali dari segala yang buruk. Apakah dengan sifat-sifat seperti ini –wahai orang-orang yang berakal– dia dianggap gila? Ataukah dia adalah imam yang agung, pemberi nasihat yang mulia, yang bersi-fat dermawan, penyayang dan lemah lembut? Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ إِنۡ هُوَ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan." Yakni mengajak makhluk kepada apa yang dapat menyelamatkan mereka dari azab dan meraih pahala.

(185) ﴾ أَوَلَمۡ يَنظُرُواْ فِي مَلَكُوتِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi." Sesungguhnya jika mereka melihat kepadanya, maka mereka akan mendapatinya sebagai bukti yang menunjukkan keesaan Penciptanya dan kesempurnaan sifat-sifat …

Al-A'raaf 7:182Listen in Qur'an →
183

وَأُمْلِى لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِى مَتِينٌ

Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencanaKu amat teguh. Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Mu-hammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan. Dan apakah mereka tidak memperhati-kan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang dicipta-kan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada al-Qur`an itu? Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tak ada orang yang akan memberi petunjuk padanya. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan." (Al-A'raf: 182-186).

(182) Yakni dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menunjukkan kebenaran hidayah yang dibawa oleh Muhammad ﷺ, lalu mereka menolaknya dan tidak menerimanya. ﴾ سَنَسۡتَدۡرِجُهُم مِّنۡ حَيۡثُ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui", yakni dengan mengucurkan rizki kepada mereka.

(183) ﴾ وَأُمۡلِي لَهُمۡۚ ﴿ "Dan Aku memberi tangguh kepada mereka." Yakni Aku menunda mereka sehingga mereka mengira bahwa me-reka dibiarkan dan tidak diazab. Maka kejahatan, kekufuran dan keburukan mereka semakin bertambah. Dengan itu siksa dan azab mereka bertambah, maka tanpa mereka sadari justru mereka meru-gikan diri mereka. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ إِنَّ كَيۡدِي مَتِينٌ ﴿ "Sesungguhnya rencanaKu amat teguh", yakni kuat lagi kokoh.

(184) ﴾ أَوَلَمۡ يَتَفَكَّرُواْۗ مَا بِصَاحِبِهِم مِّن جِنَّةٍۚ ﴿ "Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila." Yakni apakah mereka tidak memakai pikiran dan melihat teman mereka yang mereka kenal dan tidak sedikit pun dari keadaannya yang samar bagi mereka, apakah dia gila? Hendaknya mereka me-lihat akhlaknya, sifatnya, perangainya dan tingkah lakunya, juga melihat dakwah yang diserukannya, maka mereka pasti tidak me-nemukan sifat-sifat kecuali yang paling sempurna, tidak mendapati akhlak-akhlak kecuali yang paling utama, dan tidak pula menyak-sikan akal dan pemikiran kecuali ia mengungguli seluruh manusia. Dia tidak berseru kecuali kepada kebaikan, dan tidak melarang ke-cuali dari segala yang buruk. Apakah dengan sifat-sifat seperti ini –wahai orang-orang yang berakal– dia dianggap gila? Ataukah dia adalah imam yang agung, pemberi nasihat yang mulia, yang bersi-fat dermawan, penyayang dan lemah lembut? Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ إِنۡ هُوَ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan." Yakni mengajak makhluk kepada apa yang dapat menyelamatkan mereka dari azab dan meraih pahala.

(185) ﴾ أَوَلَمۡ يَنظُرُواْ فِي مَلَكُوتِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi." Sesungguhnya jika mereka melihat kepadanya, maka mereka akan mendapatinya sebagai bukti yang menunjukkan keesaan Penciptanya dan kesempurnaan sifat-sifat …

Al-A'raaf 7:183Listen in Qur'an →
184

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا۟ ۗ مَا بِصَاحِبِهِم مِّن جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌۭ مُّبِينٌ

Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencanaKu amat teguh. Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Mu-hammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan. Dan apakah mereka tidak memperhati-kan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang dicipta-kan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada al-Qur`an itu? Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tak ada orang yang akan memberi petunjuk padanya. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan." (Al-A'raf: 182-186).

(182) Yakni dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menunjukkan kebenaran hidayah yang dibawa oleh Muhammad ﷺ, lalu mereka menolaknya dan tidak menerimanya. ﴾ سَنَسۡتَدۡرِجُهُم مِّنۡ حَيۡثُ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui", yakni dengan mengucurkan rizki kepada mereka.

(183) ﴾ وَأُمۡلِي لَهُمۡۚ ﴿ "Dan Aku memberi tangguh kepada mereka." Yakni Aku menunda mereka sehingga mereka mengira bahwa me-reka dibiarkan dan tidak diazab. Maka kejahatan, kekufuran dan keburukan mereka semakin bertambah. Dengan itu siksa dan azab mereka bertambah, maka tanpa mereka sadari justru mereka meru-gikan diri mereka. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ إِنَّ كَيۡدِي مَتِينٌ ﴿ "Sesungguhnya rencanaKu amat teguh", yakni kuat lagi kokoh.

(184) ﴾ أَوَلَمۡ يَتَفَكَّرُواْۗ مَا بِصَاحِبِهِم مِّن جِنَّةٍۚ ﴿ "Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila." Yakni apakah mereka tidak memakai pikiran dan melihat teman mereka yang mereka kenal dan tidak sedikit pun dari keadaannya yang samar bagi mereka, apakah dia gila? Hendaknya mereka me-lihat akhlaknya, sifatnya, perangainya dan tingkah lakunya, juga melihat dakwah yang diserukannya, maka mereka pasti tidak me-nemukan sifat-sifat kecuali yang paling sempurna, tidak mendapati akhlak-akhlak kecuali yang paling utama, dan tidak pula menyak-sikan akal dan pemikiran kecuali ia mengungguli seluruh manusia. Dia tidak berseru kecuali kepada kebaikan, dan tidak melarang ke-cuali dari segala yang buruk. Apakah dengan sifat-sifat seperti ini –wahai orang-orang yang berakal– dia dianggap gila? Ataukah dia adalah imam yang agung, pemberi nasihat yang mulia, yang bersi-fat dermawan, penyayang dan lemah lembut? Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ إِنۡ هُوَ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan." Yakni mengajak makhluk kepada apa yang dapat menyelamatkan mereka dari azab dan meraih pahala.

(185) ﴾ أَوَلَمۡ يَنظُرُواْ فِي مَلَكُوتِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi." Sesungguhnya jika mereka melihat kepadanya, maka mereka akan mendapatinya sebagai bukti yang menunjukkan keesaan Penciptanya dan kesempurnaan sifat-sifat …

Al-A'raaf 7:184Listen in Qur'an →
185

أَوَلَمْ يَنظُرُوا۟ فِى مَلَكُوتِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍۢ وَأَنْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَدِ ٱقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ ۖ فَبِأَىِّ حَدِيثٍۭ بَعْدَهُۥ يُؤْمِنُونَ

Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu?

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencanaKu amat teguh. Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Mu-hammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan. Dan apakah mereka tidak memperhati-kan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang dicipta-kan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada al-Qur`an itu? Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tak ada orang yang akan memberi petunjuk padanya. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan." (Al-A'raf: 182-186).

(182) Yakni dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menunjukkan kebenaran hidayah yang dibawa oleh Muhammad ﷺ, lalu mereka menolaknya dan tidak menerimanya. ﴾ سَنَسۡتَدۡرِجُهُم مِّنۡ حَيۡثُ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui", yakni dengan mengucurkan rizki kepada mereka.

(183) ﴾ وَأُمۡلِي لَهُمۡۚ ﴿ "Dan Aku memberi tangguh kepada mereka." Yakni Aku menunda mereka sehingga mereka mengira bahwa me-reka dibiarkan dan tidak diazab. Maka kejahatan, kekufuran dan keburukan mereka semakin bertambah. Dengan itu siksa dan azab mereka bertambah, maka tanpa mereka sadari justru mereka meru-gikan diri mereka. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ إِنَّ كَيۡدِي مَتِينٌ ﴿ "Sesungguhnya rencanaKu amat teguh", yakni kuat lagi kokoh.

(184) ﴾ أَوَلَمۡ يَتَفَكَّرُواْۗ مَا بِصَاحِبِهِم مِّن جِنَّةٍۚ ﴿ "Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila." Yakni apakah mereka tidak memakai pikiran dan melihat teman mereka yang mereka kenal dan tidak sedikit pun dari keadaannya yang samar bagi mereka, apakah dia gila? Hendaknya mereka me-lihat akhlaknya, sifatnya, perangainya dan tingkah lakunya, juga melihat dakwah yang diserukannya, maka mereka pasti tidak me-nemukan sifat-sifat kecuali yang paling sempurna, tidak mendapati akhlak-akhlak kecuali yang paling utama, dan tidak pula menyak-sikan akal dan pemikiran kecuali ia mengungguli seluruh manusia. Dia tidak berseru kecuali kepada kebaikan, dan tidak melarang ke-cuali dari segala yang buruk. Apakah dengan sifat-sifat seperti ini –wahai orang-orang yang berakal– dia dianggap gila? Ataukah dia adalah imam yang agung, pemberi nasihat yang mulia, yang bersi-fat dermawan, penyayang dan lemah lembut? Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ إِنۡ هُوَ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan." Yakni mengajak makhluk kepada apa yang dapat menyelamatkan mereka dari azab dan meraih pahala.

(185) ﴾ أَوَلَمۡ يَنظُرُواْ فِي مَلَكُوتِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi." Sesungguhnya jika mereka melihat kepadanya, maka mereka akan mendapatinya sebagai bukti yang menunjukkan keesaan Penciptanya dan kesempurnaan sifat-sifat …

Al-A'raaf 7:185Listen in Qur'an →
186

مَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَلَا هَادِىَ لَهُۥ ۚ وَيَذَرُهُمْ فِى طُغْيَٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencanaKu amat teguh. Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Mu-hammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan. Dan apakah mereka tidak memperhati-kan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang dicipta-kan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada al-Qur`an itu? Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tak ada orang yang akan memberi petunjuk padanya. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan." (Al-A'raf: 182-186).

(182) Yakni dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menunjukkan kebenaran hidayah yang dibawa oleh Muhammad ﷺ, lalu mereka menolaknya dan tidak menerimanya. ﴾ سَنَسۡتَدۡرِجُهُم مِّنۡ حَيۡثُ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui", yakni dengan mengucurkan rizki kepada mereka.

(183) ﴾ وَأُمۡلِي لَهُمۡۚ ﴿ "Dan Aku memberi tangguh kepada mereka." Yakni Aku menunda mereka sehingga mereka mengira bahwa me-reka dibiarkan dan tidak diazab. Maka kejahatan, kekufuran dan keburukan mereka semakin bertambah. Dengan itu siksa dan azab mereka bertambah, maka tanpa mereka sadari justru mereka meru-gikan diri mereka. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ إِنَّ كَيۡدِي مَتِينٌ ﴿ "Sesungguhnya rencanaKu amat teguh", yakni kuat lagi kokoh.

(184) ﴾ أَوَلَمۡ يَتَفَكَّرُواْۗ مَا بِصَاحِبِهِم مِّن جِنَّةٍۚ ﴿ "Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila." Yakni apakah mereka tidak memakai pikiran dan melihat teman mereka yang mereka kenal dan tidak sedikit pun dari keadaannya yang samar bagi mereka, apakah dia gila? Hendaknya mereka me-lihat akhlaknya, sifatnya, perangainya dan tingkah lakunya, juga melihat dakwah yang diserukannya, maka mereka pasti tidak me-nemukan sifat-sifat kecuali yang paling sempurna, tidak mendapati akhlak-akhlak kecuali yang paling utama, dan tidak pula menyak-sikan akal dan pemikiran kecuali ia mengungguli seluruh manusia. Dia tidak berseru kecuali kepada kebaikan, dan tidak melarang ke-cuali dari segala yang buruk. Apakah dengan sifat-sifat seperti ini –wahai orang-orang yang berakal– dia dianggap gila? Ataukah dia adalah imam yang agung, pemberi nasihat yang mulia, yang bersi-fat dermawan, penyayang dan lemah lembut? Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ إِنۡ هُوَ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan." Yakni mengajak makhluk kepada apa yang dapat menyelamatkan mereka dari azab dan meraih pahala.

(185) ﴾ أَوَلَمۡ يَنظُرُواْ فِي مَلَكُوتِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi." Sesungguhnya jika mereka melihat kepadanya, maka mereka akan mendapatinya sebagai bukti yang menunjukkan keesaan Penciptanya dan kesempurnaan sifat-sifat …

Al-A'raaf 7:186Listen in Qur'an →
187

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةًۭ ۗ يَسْـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِىٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".

"Mereka menanyakan kepadamu tentang Hari Kiamat, 'Bilakah terjadinya?' Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah pada sisi Rabbku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.' Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, 'Sesungguh-nya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.' Katakanlah, 'Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku mem-buat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditim-pa kemudaratan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman'." (Al-A'raf: 187-188).

(187) Allah تعالى berfirman kepada RasulNya Muhammad ﷺ, ﴾ يَسۡـَٔلُونَكَ ﴿ "Mereka menanyakan kepadamu." Yakni orang-orang yang membangkang dan mendustakanmu ﴾ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرۡسَىٰهَاۖ ﴿ "tentang Hari Kiamat, bilakah terjadinya?" Yakni kapan terjadinya? Kapan ia hadir pada manusia? ﴾ قُلۡ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ رَبِّيۖ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya pengeta-huan tentang Hari Kiamat itu adalah pada sisi Rabbku'." Yakni penge-tahuannya hanya dimiliki oleh Allah. ﴾ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقۡتِهَآ إِلَّا هُوَۚ ﴿ "Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia." Yakni ia tidak ditampakkan pada waktu yang telah ditentukan untuk terjadi padanya kecuali oleh Allah. ﴾ ثَقُلَتۡ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi." Yakni penge-tahuan tentangnya tidak diketahui oleh penduduk langit dan bumi dan perkaranya pun berat atas mereka. Mereka ketakutan terhadap kiamat. ﴾ لَا تَأۡتِيكُمۡ إِلَّا بَغۡتَةٗۗ ﴿ "Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melain-kan dengan tiba-tiba." Di mana mereka tidak merasa sehingga me-reka tidak bersiap-siap untuk menghadapinya. ﴾ يَسۡـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنۡهَاۖ ﴿ "Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahui-nya." Yakni mereka terus bertanya kepadamu tentang Hari Kiamat seolah-olah kamu memiliki perhatian besar terhadap pertanyaan seperti ini, sementara mereka tidak menyadari bahwa kamu –karena sempurnanya ilmumu terhadap Rabbmu dan karena tidak bergu-nanya pertanyaan seperti ini– tidak mempedulikan dan tidak mem-perhatikan pertanyaan tentangnya. Mengapa dalam hal ini mereka tidak meneladanimu? Dan menahan diri dari pertanyaan ini yang tidak mengandung kemaslahatan sama sekali, yang ilmunya tidak mungkin diketahui, ia tidak diketahui oleh Nabi yang diutus mau-pun malaikat yang dekat kepada Allah, ia termasuk perkara yang dirahasiakan oleh Allah dari makhlukNya karena hikmahNya yang sempurna dan RahmatNya yang luas. ﴾ قُلۡ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui'." Oleh karena itu …

Al-A'raaf 7:187Listen in Qur'an →
188

قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى نَفْعًۭا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ لَٱسْتَكْثَرْتُ مِنَ ٱلْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِىَ ٱلسُّوٓءُ ۚ إِنْ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌۭ وَبَشِيرٌۭ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman".

"Mereka menanyakan kepadamu tentang Hari Kiamat, 'Bilakah terjadinya?' Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah pada sisi Rabbku, tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.' Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, 'Sesungguh-nya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.' Katakanlah, 'Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku mem-buat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditim-pa kemudaratan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman'." (Al-A'raf: 187-188).

(187) Allah تعالى berfirman kepada RasulNya Muhammad ﷺ, ﴾ يَسۡـَٔلُونَكَ ﴿ "Mereka menanyakan kepadamu." Yakni orang-orang yang membangkang dan mendustakanmu ﴾ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرۡسَىٰهَاۖ ﴿ "tentang Hari Kiamat, bilakah terjadinya?" Yakni kapan terjadinya? Kapan ia hadir pada manusia? ﴾ قُلۡ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ رَبِّيۖ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya pengeta-huan tentang Hari Kiamat itu adalah pada sisi Rabbku'." Yakni penge-tahuannya hanya dimiliki oleh Allah. ﴾ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقۡتِهَآ إِلَّا هُوَۚ ﴿ "Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia." Yakni ia tidak ditampakkan pada waktu yang telah ditentukan untuk terjadi padanya kecuali oleh Allah. ﴾ ثَقُلَتۡ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi." Yakni penge-tahuan tentangnya tidak diketahui oleh penduduk langit dan bumi dan perkaranya pun berat atas mereka. Mereka ketakutan terhadap kiamat. ﴾ لَا تَأۡتِيكُمۡ إِلَّا بَغۡتَةٗۗ ﴿ "Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melain-kan dengan tiba-tiba." Di mana mereka tidak merasa sehingga me-reka tidak bersiap-siap untuk menghadapinya. ﴾ يَسۡـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنۡهَاۖ ﴿ "Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahui-nya." Yakni mereka terus bertanya kepadamu tentang Hari Kiamat seolah-olah kamu memiliki perhatian besar terhadap pertanyaan seperti ini, sementara mereka tidak menyadari bahwa kamu –karena sempurnanya ilmumu terhadap Rabbmu dan karena tidak bergu-nanya pertanyaan seperti ini– tidak mempedulikan dan tidak mem-perhatikan pertanyaan tentangnya. Mengapa dalam hal ini mereka tidak meneladanimu? Dan menahan diri dari pertanyaan ini yang tidak mengandung kemaslahatan sama sekali, yang ilmunya tidak mungkin diketahui, ia tidak diketahui oleh Nabi yang diutus mau-pun malaikat yang dekat kepada Allah, ia termasuk perkara yang dirahasiakan oleh Allah dari makhlukNya karena hikmahNya yang sempurna dan RahmatNya yang luas. ﴾ قُلۡ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui'." Oleh karena itu …

Al-A'raaf 7:188Listen in Qur'an →
189

۞ هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍۢ وَٰحِدَةٍۢ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّىٰهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًۭا فَمَرَّتْ بِهِۦ ۖ فَلَمَّآ أَثْقَلَت دَّعَوَا ٱللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ ءَاتَيْتَنَا صَٰلِحًۭا لَّنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ

Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur".

"Dia-lah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-istri) memohon kepada Allah, Rabbnya seraya berkata, 'Sesungguh-nya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.' Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianuge-rahkanNya kepada keduanya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan se-suatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang. Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiri pun ber-hala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan. Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memper-kenankan seruanmu, sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka ataupun kamu berdiam diri." (Al-A'raf: 189-193).

(189) ﴾ هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم ﴿ "Dia-lah Yang menciptakan kamu", wahai kaum laki-laki dan perempuan yang bertebaran di muka bumi de-ngan jumlah yang banyak dan beraneka ragam, ﴾ مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ ﴿ "dari diri yang satu." Yaitu Adam عليه السلام bapak manusia. ﴾ وَجَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا ﴿ "Dan dari padanya Dia menciptakan istrinya." Yakni menciptakan istrinya Hawwa` dari Adam, agar dia merasa senang kepadanya. Karena jika dia diciptakan dari unsur Adam, maka akan terjadi keserasian dan keharmonisan yang menjadikan masing-masing dari keduanya menjadi tenang dengan yang lain, maka masing-masing dari kedua-nya cenderung kepada yang lain dengan kecenderungan syahwat. ﴾ فَلَمَّا تَغَشَّىٰهَا ﴿ "Maka setelah dicampurinya", yakni digaulinya, dan Allah menakdirkan dari syahwat atau percampuran itu seorang anak, maka dia pun hamil, ﴾ حَمۡلًا خَفِيفٗا ﴿ "mengandung kandungan yang ri-ngan." Hal itu terjadi di awal kehamilan di mana wanita tidak me-rasakan beratnya kehamilan. ﴾ فَلَمَّآ ﴿ "Kemudian tatkala", dia terus berlangsung dan ﴾ أَثۡقَلَت ﴿ "dia merasa berat", ketika kehamilan itu membesar di perutnya, dalam kondisi tersebut dia mulai merin-dukan anaknya. Dia berharap anaknya lahir dalam keadaan sehat dan selamat dari segala cacat. Maka keduanya berdoa ﴾ ٱللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنۡ ءَاتَيۡتَنَا صَٰلِحٗا ﴿ "kepada Allah, Rabbnya seraya berkata, 'Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna.' Sempurna penciptaannya, tidak ada yang kurang suatu apa pun, ﴾ لَّنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ ﴿ "tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur'."

(190) ﴾ فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صَٰلِحٗا ﴿ "Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna", sesuai dengan permintaan mereka dan sempurnalah nikmat Allah padanya ﴾ جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَاۚ ﴿ "maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianu-gerahkanNya kepada keduanya itu." Yakni …

Al-A'raaf 7:189Listen in Qur'an →
190

فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صَٰلِحًۭا جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَا ۚ فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

"Dia-lah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-istri) memohon kepada Allah, Rabbnya seraya berkata, 'Sesungguh-nya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.' Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianuge-rahkanNya kepada keduanya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhala-berhala yang tak dapat menciptakan se-suatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang. Dan berhala-berhala itu tidak mampu memberi pertolongan kepada penyembah-penyembahnya dan kepada dirinya sendiri pun ber-hala-berhala itu tidak dapat memberi pertolongan. Dan jika kamu (hai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memper-kenankan seruanmu, sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka ataupun kamu berdiam diri." (Al-A'raf: 189-193).

(189) ﴾ هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَكُم ﴿ "Dia-lah Yang menciptakan kamu", wahai kaum laki-laki dan perempuan yang bertebaran di muka bumi de-ngan jumlah yang banyak dan beraneka ragam, ﴾ مِّن نَّفۡسٖ وَٰحِدَةٖ ﴿ "dari diri yang satu." Yaitu Adam عليه السلام bapak manusia. ﴾ وَجَعَلَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا ﴿ "Dan dari padanya Dia menciptakan istrinya." Yakni menciptakan istrinya Hawwa` dari Adam, agar dia merasa senang kepadanya. Karena jika dia diciptakan dari unsur Adam, maka akan terjadi keserasian dan keharmonisan yang menjadikan masing-masing dari keduanya menjadi tenang dengan yang lain, maka masing-masing dari kedua-nya cenderung kepada yang lain dengan kecenderungan syahwat. ﴾ فَلَمَّا تَغَشَّىٰهَا ﴿ "Maka setelah dicampurinya", yakni digaulinya, dan Allah menakdirkan dari syahwat atau percampuran itu seorang anak, maka dia pun hamil, ﴾ حَمۡلًا خَفِيفٗا ﴿ "mengandung kandungan yang ri-ngan." Hal itu terjadi di awal kehamilan di mana wanita tidak me-rasakan beratnya kehamilan. ﴾ فَلَمَّآ ﴿ "Kemudian tatkala", dia terus berlangsung dan ﴾ أَثۡقَلَت ﴿ "dia merasa berat", ketika kehamilan itu membesar di perutnya, dalam kondisi tersebut dia mulai merin-dukan anaknya. Dia berharap anaknya lahir dalam keadaan sehat dan selamat dari segala cacat. Maka keduanya berdoa ﴾ ٱللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنۡ ءَاتَيۡتَنَا صَٰلِحٗا ﴿ "kepada Allah, Rabbnya seraya berkata, 'Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna.' Sempurna penciptaannya, tidak ada yang kurang suatu apa pun, ﴾ لَّنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ ﴿ "tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur'."

(190) ﴾ فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صَٰلِحٗا ﴿ "Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna", sesuai dengan permintaan mereka dan sempurnalah nikmat Allah padanya ﴾ جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَاۚ ﴿ "maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianu-gerahkanNya kepada keduanya itu." Yakni …

Al-A'raaf 7:190Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.