۞ وَإِذْ نَتَقْنَا ٱلْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُۥ ظُلَّةٌۭ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُۥ وَاقِعٌۢ بِهِمْ خُذُوا۟ مَآ ءَاتَيْنَٰكُم بِقُوَّةٍۢ وَٱذْكُرُوا۟ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa".
"Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu memba-wa ayat-ayat Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah ba-gaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Musa berkata, 'Hai Fir'aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Rabb semesta alam, wajib atasku tidak berkata atas Nama Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu de-ngan membawa bukti yang nyata dari Rabbmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku'." (Al-'Araf: 103-105). "Fir'aun menjawab, 'Jika benar kamu membawa suatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar.' Maka Musa menjatuhkan tongkatnya, lalu se-ketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya. Dan ia mengeluarkan tangannya, maka seketika itu juga tangan itu men-jadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya. Pemuka-pemuka kaum Fir'aun berkata, 'Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang pandai, yang bermaksud hendak mengeluar-kan kamu dari negerimu.' (Fir'aun berkata), 'Maka apakah yang kamu anjurkan?' Pemuka-pemuka itu menjawab, 'Beri tangguhlah dia dan saudaranya serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan (ahli-ahli sihir), supaya mereka mem-bawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai'." (Al-'Araf: 106-112). "Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Fir'aun menga-takan, '(Apakah) sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?' Fir'aun menjawab, 'Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepa-daku).' Ahli-ahli sihir berkata, 'Hai Musa, kamukah yang akan melempar lebih dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan?'" (Al-'Araf: 113-115). "Musa menjawab, 'Lemparkanlah (lebih dahulu)!' Maka tat-kala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang-orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatang-kan sihir yang besar (menakjubkan).' Dan Kami wahyukan kepada Musa, 'Lemparkanlah tongkatmu!' Maka sekonyong-konyong tong-kat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina'." (Al-A'raf: 116-119). "Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata, 'Kami beriman kepada Rabb semesta alam, (yaitu) Rabb Musa dan Harun.' Fir'aun berkata, 'Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu, sesungguhnya (perbuatan) ini adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan pendu-duknya dari padanya; maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini); sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik, kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya'." (Al-A'raf: 120-124). "Ahli-ahli sihir itu menjawab, 'Sesungguhnya kepada Rabb-lah kami kembali. Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Rabb kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.' (Mereka berdoa), 'Ya Rabb ka-mi, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepadaMu).' …