Muslim99Muslim99
← Tafsir library

7. Al-A'raaf

The Heights · Meccan · 206 ayahs

سُورَةُ الأَعۡرَافِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 171–180 of 206

171

۞ وَإِذْ نَتَقْنَا ٱلْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُۥ ظُلَّةٌۭ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُۥ وَاقِعٌۢ بِهِمْ خُذُوا۟ مَآ ءَاتَيْنَٰكُم بِقُوَّةٍۢ وَٱذْكُرُوا۟ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa".

"Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu memba-wa ayat-ayat Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah ba-gaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Musa berkata, 'Hai Fir'aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Rabb semesta alam, wajib atasku tidak berkata atas Nama Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu de-ngan membawa bukti yang nyata dari Rabbmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku'." (Al-'Araf: 103-105). "Fir'aun menjawab, 'Jika benar kamu membawa suatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar.' Maka Musa menjatuhkan tongkatnya, lalu se-ketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya. Dan ia mengeluarkan tangannya, maka seketika itu juga tangan itu men-jadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya. Pemuka-pemuka kaum Fir'aun berkata, 'Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang pandai, yang bermaksud hendak mengeluar-kan kamu dari negerimu.' (Fir'aun berkata), 'Maka apakah yang kamu anjurkan?' Pemuka-pemuka itu menjawab, 'Beri tangguhlah dia dan saudaranya serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan (ahli-ahli sihir), supaya mereka mem-bawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai'." (Al-'Araf: 106-112). "Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Fir'aun menga-takan, '(Apakah) sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?' Fir'aun menjawab, 'Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepa-daku).' Ahli-ahli sihir berkata, 'Hai Musa, kamukah yang akan melempar lebih dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan?'" (Al-'Araf: 113-115). "Musa menjawab, 'Lemparkanlah (lebih dahulu)!' Maka tat-kala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang-orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatang-kan sihir yang besar (menakjubkan).' Dan Kami wahyukan kepada Musa, 'Lemparkanlah tongkatmu!' Maka sekonyong-konyong tong-kat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina'." (Al-A'raf: 116-119). "Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud. Mereka berkata, 'Kami beriman kepada Rabb semesta alam, (yaitu) Rabb Musa dan Harun.' Fir'aun berkata, 'Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu, sesungguhnya (perbuatan) ini adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan pendu-duknya dari padanya; maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini); sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik, kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya'." (Al-A'raf: 120-124). "Ahli-ahli sihir itu menjawab, 'Sesungguhnya kepada Rabb-lah kami kembali. Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Rabb kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.' (Mereka berdoa), 'Ya Rabb ka-mi, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepadaMu).' …

Al-A'raaf 7:171Listen in Qur'an →
172

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

"Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesak-sian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), 'Bukankah Aku ini Rabbmu?' Mereka menjawab, 'Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi.' (Kami lakukan yang demikian itu) agar di Hari Kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Rabb),' atau agar kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Rabb sejak dahulu, se-dang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesu-dah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu.' Dan demi-kianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran)." (Al-A'raf: 172-174).

(172-173) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِيٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ ﴿ "Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka." Yakni Dia mengeluarkan keturunan mereka dari sulbi mereka dan menjadikan mereka beranak pinak dari satu ge-nerasi ke generasi yang lain. (وَ) "Dan", ketika Dia mengeluarkan dari perut ibu mereka dan sulbi bapak mereka, ﴾ وَأَشۡهَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡۖ ﴿ "Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfir-man), 'Bukankah Aku ini Rabbmu?'" Yakni membuat mereka menga-kui rububiyahNya dengan fitrah yang Dia berikan kepada mereka bahwa mereka mengakui bahwa Dia adalah Rabb, Pencipta, dan Pemilik mereka. Mereka pun menjawab, "Ya kami mengakui itu." Karena sesungguhnya Allah تعالى telah memfitrahkan manusia di atas agama yang lurus dan benar, semua manusia difitrahkan di atas itu, akan tetapi fitrah bisa saja dirubah dan diganti oleh per-kara-perkara yang menyusup kepada akal dari akidah-akidah yang rusak. Oleh karena itu, ﴾ قَالُواْ بَلَىٰ شَهِدۡنَآۚ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنۡ هَٰذَا غَٰفِلِينَ ﴿ "Me-reka menjawab, 'Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi'. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di Hari Kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah ter-hadap ini (keesaan Rabb)'." Yakni Kami mengujimu sehingga kamu mengakui apa yang bersemayam di dalam jiwamu bahwa Allah تعالى adalah Rabbmu, karena bisa saja pada Hari Kiamat kamu meng-ingkari itu dan tidak mengakuinya sedikit pun, dan kamu meng-klaim bahwa hujjah Allah belum tegak atasmu dan kamu pun tidak mempunyai ilmu tentangnya, justru kamu lalai dan teledor darinya. Pada hari ini hujjahmu telah terputus dan yang tegak hanyalah hujjah Allah yang kuat atasmu. Atau bisa jadi kamu berdalih dengan hujjah yang lain, kamu mengatakan, ﴾ إِنَّمَآ أَشۡرَكَ ءَابَآؤُنَا مِن قَبۡلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةٗ مِّنۢ بَعۡدِهِمۡۖ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Rabb sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka." Maka kami mengikuti jejak mereka dan menelusuri kebatilan mereka. ﴾ أَفَتُهۡلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلۡمُبۡطِلُونَ ﴿ "Maka apakah Engkau akan membinasakan kami ka-rena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu." Allah telah menye-matkan di dalam …

Al-A'raaf 7:172Listen in Qur'an →
173

أَوْ تَقُولُوٓا۟ إِنَّمَآ أَشْرَكَ ءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةًۭ مِّنۢ بَعْدِهِمْ ۖ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلْمُبْطِلُونَ

atau agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?"

"Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesak-sian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), 'Bukankah Aku ini Rabbmu?' Mereka menjawab, 'Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi.' (Kami lakukan yang demikian itu) agar di Hari Kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Rabb),' atau agar kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Rabb sejak dahulu, se-dang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesu-dah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu.' Dan demi-kianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran)." (Al-A'raf: 172-174).

(172-173) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِيٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ ﴿ "Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka." Yakni Dia mengeluarkan keturunan mereka dari sulbi mereka dan menjadikan mereka beranak pinak dari satu ge-nerasi ke generasi yang lain. (وَ) "Dan", ketika Dia mengeluarkan dari perut ibu mereka dan sulbi bapak mereka, ﴾ وَأَشۡهَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡۖ ﴿ "Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfir-man), 'Bukankah Aku ini Rabbmu?'" Yakni membuat mereka menga-kui rububiyahNya dengan fitrah yang Dia berikan kepada mereka bahwa mereka mengakui bahwa Dia adalah Rabb, Pencipta, dan Pemilik mereka. Mereka pun menjawab, "Ya kami mengakui itu." Karena sesungguhnya Allah تعالى telah memfitrahkan manusia di atas agama yang lurus dan benar, semua manusia difitrahkan di atas itu, akan tetapi fitrah bisa saja dirubah dan diganti oleh per-kara-perkara yang menyusup kepada akal dari akidah-akidah yang rusak. Oleh karena itu, ﴾ قَالُواْ بَلَىٰ شَهِدۡنَآۚ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنۡ هَٰذَا غَٰفِلِينَ ﴿ "Me-reka menjawab, 'Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi'. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di Hari Kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah ter-hadap ini (keesaan Rabb)'." Yakni Kami mengujimu sehingga kamu mengakui apa yang bersemayam di dalam jiwamu bahwa Allah تعالى adalah Rabbmu, karena bisa saja pada Hari Kiamat kamu meng-ingkari itu dan tidak mengakuinya sedikit pun, dan kamu meng-klaim bahwa hujjah Allah belum tegak atasmu dan kamu pun tidak mempunyai ilmu tentangnya, justru kamu lalai dan teledor darinya. Pada hari ini hujjahmu telah terputus dan yang tegak hanyalah hujjah Allah yang kuat atasmu. Atau bisa jadi kamu berdalih dengan hujjah yang lain, kamu mengatakan, ﴾ إِنَّمَآ أَشۡرَكَ ءَابَآؤُنَا مِن قَبۡلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةٗ مِّنۢ بَعۡدِهِمۡۖ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Rabb sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka." Maka kami mengikuti jejak mereka dan menelusuri kebatilan mereka. ﴾ أَفَتُهۡلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلۡمُبۡطِلُونَ ﴿ "Maka apakah Engkau akan membinasakan kami ka-rena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu." Allah telah menye-matkan di dalam …

Al-A'raaf 7:173Listen in Qur'an →
174

وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran).

"Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesak-sian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), 'Bukankah Aku ini Rabbmu?' Mereka menjawab, 'Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi.' (Kami lakukan yang demikian itu) agar di Hari Kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Rabb),' atau agar kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Rabb sejak dahulu, se-dang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesu-dah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu.' Dan demi-kianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran)." (Al-A'raf: 172-174).

(172-173) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِيٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ ﴿ "Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka." Yakni Dia mengeluarkan keturunan mereka dari sulbi mereka dan menjadikan mereka beranak pinak dari satu ge-nerasi ke generasi yang lain. (وَ) "Dan", ketika Dia mengeluarkan dari perut ibu mereka dan sulbi bapak mereka, ﴾ وَأَشۡهَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡۖ ﴿ "Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfir-man), 'Bukankah Aku ini Rabbmu?'" Yakni membuat mereka menga-kui rububiyahNya dengan fitrah yang Dia berikan kepada mereka bahwa mereka mengakui bahwa Dia adalah Rabb, Pencipta, dan Pemilik mereka. Mereka pun menjawab, "Ya kami mengakui itu." Karena sesungguhnya Allah تعالى telah memfitrahkan manusia di atas agama yang lurus dan benar, semua manusia difitrahkan di atas itu, akan tetapi fitrah bisa saja dirubah dan diganti oleh per-kara-perkara yang menyusup kepada akal dari akidah-akidah yang rusak. Oleh karena itu, ﴾ قَالُواْ بَلَىٰ شَهِدۡنَآۚ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنۡ هَٰذَا غَٰفِلِينَ ﴿ "Me-reka menjawab, 'Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi'. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di Hari Kiamat kamu tidak mengatakan, 'Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah ter-hadap ini (keesaan Rabb)'." Yakni Kami mengujimu sehingga kamu mengakui apa yang bersemayam di dalam jiwamu bahwa Allah تعالى adalah Rabbmu, karena bisa saja pada Hari Kiamat kamu meng-ingkari itu dan tidak mengakuinya sedikit pun, dan kamu meng-klaim bahwa hujjah Allah belum tegak atasmu dan kamu pun tidak mempunyai ilmu tentangnya, justru kamu lalai dan teledor darinya. Pada hari ini hujjahmu telah terputus dan yang tegak hanyalah hujjah Allah yang kuat atasmu. Atau bisa jadi kamu berdalih dengan hujjah yang lain, kamu mengatakan, ﴾ إِنَّمَآ أَشۡرَكَ ءَابَآؤُنَا مِن قَبۡلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةٗ مِّنۢ بَعۡدِهِمۡۖ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Rabb sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka." Maka kami mengikuti jejak mereka dan menelusuri kebatilan mereka. ﴾ أَفَتُهۡلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلۡمُبۡطِلُونَ ﴿ "Maka apakah Engkau akan membinasakan kami ka-rena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu." Allah telah menye-matkan di dalam …

Al-A'raaf 7:174Listen in Qur'an →
175

وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱلَّذِىٓ ءَاتَيْنَٰهُ ءَايَٰتِنَا فَٱنسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ ٱلشَّيْطَٰنُ فَكَانَ مِنَ ٱلْغَاوِينَ

Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

"Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghen-daki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir. Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zhalim. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petun-juk, dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi." (Al-A'raf: 175- 178).

(175) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya ﷺ, ﴾ وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ ٱلَّذِيٓ ءَاتَيۡنَٰهُ ءَايَٰتِنَا ﴿ "Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitab)." Yakni Kami mengajarkan kepadanya ilmu tentang kitab Allah se-hingga dia menjadi seorang alim besar, dan cendikiawan yang mum-puni, tetapi dia berlepas diri darinya dan diikuti oleh setan, yakni dia melepaskan diri dari kriteria hakiki seorang ulama yang menge-tahui tentang ayat-ayat Allah, karena ilmu tentang itu seharusnya dapat mengantarkan pemiliknya menjadi orang yang menjunjung tinggi sifat kemuliaan akhlak dan keshalihan amal, dia menapaki derajat dan kedudukan tinggi dan mulia. Akan tetapi orang ini membuang Kitab Allah di belakang punggungnya, mencampak-kan akhlak yang diperintahkan oleh kitab, dia melepasnya seperti melepas pakaian. Maka ketika dia berlepas darinya setan pun mengi-kutinya, yakni setan menguasainya manakala dia keluar dari ben-teng kokoh dan terjerembab ke dalam derajat terendah maka setan menendangnya kepada kemaksiatan. ﴾ فَكَانَ مِنَ ٱلۡغَاوِينَ ﴿ "Maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat." Padahal sebelumnya dia adalah orang yang lurus dan meluruskan.

(176) Ini karena Allah تعالى membiarkannya dan menyandar-kannya kepada dirinya sendiri. Oleh karena itu Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلَوۡ شِئۡنَا لَرَفَعۡنَٰهُ بِهَا ﴿ "Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu", dengan memberinya taufik untuk mengamalkannya, sehingga derajatnya terangkat di dunia dan akhirat dan terlindungi dari musuh-musuhnya. ﴾ وَلَٰكِنَّهُۥٓ ﴿ "Tetapi dia", melakukan sesuatu yang menyebabkan kehinaan, dia cenderung kepada dunia, yakni kepada hawa nafsu rendahan dan tujuan duniawi, ﴾ وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُۚ ﴿ "dan menurutkan hawa nafsunya yang ren-dah," serta tidak menaati Rabbnya, ﴾ فَمَثَلُهُۥ ﴿ "maka perumpamaannya", dalam perkara kesungguhannya kepada dunia dan terfokusnya hati kepadanya ﴾ كَمَثَلِ ٱلۡكَلۡبِ إِن تَحۡمِلۡ عَلَيۡهِ يَلۡهَثۡ أَوۡ تَتۡرُكۡهُ يَلۡهَثۚ ﴿ "seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika …

Al-A'raaf 7:175Listen in Qur'an →
176

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَٰهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُۥٓ أَخْلَدَ إِلَى ٱلْأَرْضِ وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ ۚ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ ٱلْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ۚ ذَّٰلِكَ مَثَلُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا ۚ فَٱقْصُصِ ٱلْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

"Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghen-daki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir. Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zhalim. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petun-juk, dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi." (Al-A'raf: 175- 178).

(175) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya ﷺ, ﴾ وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ ٱلَّذِيٓ ءَاتَيۡنَٰهُ ءَايَٰتِنَا ﴿ "Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitab)." Yakni Kami mengajarkan kepadanya ilmu tentang kitab Allah se-hingga dia menjadi seorang alim besar, dan cendikiawan yang mum-puni, tetapi dia berlepas diri darinya dan diikuti oleh setan, yakni dia melepaskan diri dari kriteria hakiki seorang ulama yang menge-tahui tentang ayat-ayat Allah, karena ilmu tentang itu seharusnya dapat mengantarkan pemiliknya menjadi orang yang menjunjung tinggi sifat kemuliaan akhlak dan keshalihan amal, dia menapaki derajat dan kedudukan tinggi dan mulia. Akan tetapi orang ini membuang Kitab Allah di belakang punggungnya, mencampak-kan akhlak yang diperintahkan oleh kitab, dia melepasnya seperti melepas pakaian. Maka ketika dia berlepas darinya setan pun mengi-kutinya, yakni setan menguasainya manakala dia keluar dari ben-teng kokoh dan terjerembab ke dalam derajat terendah maka setan menendangnya kepada kemaksiatan. ﴾ فَكَانَ مِنَ ٱلۡغَاوِينَ ﴿ "Maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat." Padahal sebelumnya dia adalah orang yang lurus dan meluruskan.

(176) Ini karena Allah تعالى membiarkannya dan menyandar-kannya kepada dirinya sendiri. Oleh karena itu Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلَوۡ شِئۡنَا لَرَفَعۡنَٰهُ بِهَا ﴿ "Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu", dengan memberinya taufik untuk mengamalkannya, sehingga derajatnya terangkat di dunia dan akhirat dan terlindungi dari musuh-musuhnya. ﴾ وَلَٰكِنَّهُۥٓ ﴿ "Tetapi dia", melakukan sesuatu yang menyebabkan kehinaan, dia cenderung kepada dunia, yakni kepada hawa nafsu rendahan dan tujuan duniawi, ﴾ وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُۚ ﴿ "dan menurutkan hawa nafsunya yang ren-dah," serta tidak menaati Rabbnya, ﴾ فَمَثَلُهُۥ ﴿ "maka perumpamaannya", dalam perkara kesungguhannya kepada dunia dan terfokusnya hati kepadanya ﴾ كَمَثَلِ ٱلۡكَلۡبِ إِن تَحۡمِلۡ عَلَيۡهِ يَلۡهَثۡ أَوۡ تَتۡرُكۡهُ يَلۡهَثۚ ﴿ "seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika …

Al-A'raaf 7:176Listen in Qur'an →
177

سَآءَ مَثَلًا ٱلْقَوْمُ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا وَأَنفُسَهُمْ كَانُوا۟ يَظْلِمُونَ

Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.

"Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghen-daki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir. Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zhalim. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petun-juk, dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi." (Al-A'raf: 175- 178).

(175) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya ﷺ, ﴾ وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ ٱلَّذِيٓ ءَاتَيۡنَٰهُ ءَايَٰتِنَا ﴿ "Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitab)." Yakni Kami mengajarkan kepadanya ilmu tentang kitab Allah se-hingga dia menjadi seorang alim besar, dan cendikiawan yang mum-puni, tetapi dia berlepas diri darinya dan diikuti oleh setan, yakni dia melepaskan diri dari kriteria hakiki seorang ulama yang menge-tahui tentang ayat-ayat Allah, karena ilmu tentang itu seharusnya dapat mengantarkan pemiliknya menjadi orang yang menjunjung tinggi sifat kemuliaan akhlak dan keshalihan amal, dia menapaki derajat dan kedudukan tinggi dan mulia. Akan tetapi orang ini membuang Kitab Allah di belakang punggungnya, mencampak-kan akhlak yang diperintahkan oleh kitab, dia melepasnya seperti melepas pakaian. Maka ketika dia berlepas darinya setan pun mengi-kutinya, yakni setan menguasainya manakala dia keluar dari ben-teng kokoh dan terjerembab ke dalam derajat terendah maka setan menendangnya kepada kemaksiatan. ﴾ فَكَانَ مِنَ ٱلۡغَاوِينَ ﴿ "Maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat." Padahal sebelumnya dia adalah orang yang lurus dan meluruskan.

(176) Ini karena Allah تعالى membiarkannya dan menyandar-kannya kepada dirinya sendiri. Oleh karena itu Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلَوۡ شِئۡنَا لَرَفَعۡنَٰهُ بِهَا ﴿ "Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu", dengan memberinya taufik untuk mengamalkannya, sehingga derajatnya terangkat di dunia dan akhirat dan terlindungi dari musuh-musuhnya. ﴾ وَلَٰكِنَّهُۥٓ ﴿ "Tetapi dia", melakukan sesuatu yang menyebabkan kehinaan, dia cenderung kepada dunia, yakni kepada hawa nafsu rendahan dan tujuan duniawi, ﴾ وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُۚ ﴿ "dan menurutkan hawa nafsunya yang ren-dah," serta tidak menaati Rabbnya, ﴾ فَمَثَلُهُۥ ﴿ "maka perumpamaannya", dalam perkara kesungguhannya kepada dunia dan terfokusnya hati kepadanya ﴾ كَمَثَلِ ٱلۡكَلۡبِ إِن تَحۡمِلۡ عَلَيۡهِ يَلۡهَثۡ أَوۡ تَتۡرُكۡهُ يَلۡهَثۚ ﴿ "seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika …

Al-A'raaf 7:177Listen in Qur'an →
178

مَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلْمُهْتَدِى ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi.

"Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghen-daki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir. Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zhalim. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petun-juk, dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi." (Al-A'raf: 175- 178).

(175) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya ﷺ, ﴾ وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ ٱلَّذِيٓ ءَاتَيۡنَٰهُ ءَايَٰتِنَا ﴿ "Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitab)." Yakni Kami mengajarkan kepadanya ilmu tentang kitab Allah se-hingga dia menjadi seorang alim besar, dan cendikiawan yang mum-puni, tetapi dia berlepas diri darinya dan diikuti oleh setan, yakni dia melepaskan diri dari kriteria hakiki seorang ulama yang menge-tahui tentang ayat-ayat Allah, karena ilmu tentang itu seharusnya dapat mengantarkan pemiliknya menjadi orang yang menjunjung tinggi sifat kemuliaan akhlak dan keshalihan amal, dia menapaki derajat dan kedudukan tinggi dan mulia. Akan tetapi orang ini membuang Kitab Allah di belakang punggungnya, mencampak-kan akhlak yang diperintahkan oleh kitab, dia melepasnya seperti melepas pakaian. Maka ketika dia berlepas darinya setan pun mengi-kutinya, yakni setan menguasainya manakala dia keluar dari ben-teng kokoh dan terjerembab ke dalam derajat terendah maka setan menendangnya kepada kemaksiatan. ﴾ فَكَانَ مِنَ ٱلۡغَاوِينَ ﴿ "Maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat." Padahal sebelumnya dia adalah orang yang lurus dan meluruskan.

(176) Ini karena Allah تعالى membiarkannya dan menyandar-kannya kepada dirinya sendiri. Oleh karena itu Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلَوۡ شِئۡنَا لَرَفَعۡنَٰهُ بِهَا ﴿ "Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu", dengan memberinya taufik untuk mengamalkannya, sehingga derajatnya terangkat di dunia dan akhirat dan terlindungi dari musuh-musuhnya. ﴾ وَلَٰكِنَّهُۥٓ ﴿ "Tetapi dia", melakukan sesuatu yang menyebabkan kehinaan, dia cenderung kepada dunia, yakni kepada hawa nafsu rendahan dan tujuan duniawi, ﴾ وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُۚ ﴿ "dan menurutkan hawa nafsunya yang ren-dah," serta tidak menaati Rabbnya, ﴾ فَمَثَلُهُۥ ﴿ "maka perumpamaannya", dalam perkara kesungguhannya kepada dunia dan terfokusnya hati kepadanya ﴾ كَمَثَلِ ٱلۡكَلۡبِ إِن تَحۡمِلۡ عَلَيۡهِ يَلۡهَثۡ أَوۡ تَتۡرُكۡهُ يَلۡهَثۚ ﴿ "seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika …

Al-A'raaf 7:178Listen in Qur'an →
179

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌۭ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌۭ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌۭ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَٰفِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi Neraka Jaha-nam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak diperguna-kannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan me-reka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (Al-A'raf: 179).

(179) Allah تعالى menjelaskan banyaknya orang-orang yang tersesat yang mengikuti iblis yang terkutuk. ﴾ وَلَقَدۡ ذَرَأۡنَا ﴿ "Dan sesung-guhnya kami jadikan", yakni Kami ciptakan ﴾ لِجَهَنَّمَ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِۖ ﴿ "untuk isi Neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia", binatang ternak menjadi lebih baik keadaannya daripada mereka. ﴾ لَهُمۡ قُلُوبٞ لَّا يَفۡقَهُونَ بِهَا ﴿ "Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)." Yakni, tidak ada ilmu dan pemahaman yang sampai kepadanya kecuali hanya sekedar penegakan hujjah. ﴾ وَلَهُمۡ أَعۡيُنٞ لَّا يُبۡصِرُونَ بِهَا ﴿ "Dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak diper-gunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah)." Ia tidak memberi mereka manfaat, justru mereka kehilangan manfaat dan kegunaannya. ﴾ وَلَهُمۡ ءَاذَانٞ لَّا يَسۡمَعُونَ بِهَآۚ ﴿ "Dan mereka mempunyai telinga (te-tapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah)," dengan pendengaran yang maknanya sampai ke dalam hati mereka. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itu", yaitu orang-orang yang memiliki sifat-sifat buruk ini ﴾ كَٱلۡأَنۡعَٰمِ ﴿ "seperti binatang ternak", yang tidak berakal. Mereka itu lebih mementingkan apa yang fana di atas apa yang ke-kal, maka mereka kehilangan keistimewaan akal. ﴾ بَلۡ هُمۡ أَضَلُّۚ ﴿ "Bah-kan mereka lebih sesat lagi", daripada binatang ternak, karena bina-tang ternak digunakan sesuai dengan tabiat penciptaannya, dan ia memiliki insting yang dengannya ia mengetahui apa yang ber-manfaat dan merugikan. Oleh karena itu ia lebih baik keadaannya daripada mereka. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡغَٰفِلُونَ ﴿ "Mereka itulah orang-orang yang lalai." Orang-orang yang melalaikan sesuatu yang paling berguna, mereka melalaikan iman, ketaatan dan dzikir kepada Allah. Me-reka diberi hati, pendengaran, dan penglihatan agar ia menjadi penolong bagi mereka untuk menjalankan perintah-perintah dan kewajiban-kewajiban dari Allah, tetapi mereka menggunakannya untuk kebalikannya, maka mereka itu memang berhak termasuk orang-orang yang dijadikan oleh Allah untuk isi Neraka Jahanam. Dia menciptakan mereka untuk neraka dan mereka pun melaku-kan perbuatan penduduknya. Adapun orang yang menggunakan anggota-anggota tubuh ini untuk beribadah kepada Allah, hatinya tercetak oleh iman dan kecintaan kepada Allah dan tidak lalai dari Allah, maka mereka adalah penduduk surga dan mereka beramal dengan amal penduduk surga.

Al-A'raaf 7:179Listen in Qur'an →
180

وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

"Hanya milik Allah Asma` al-Husna (nama-nama yang baik), maka mohonlah kepadaNya dengan menyebut Asma` al-Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti me-reka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (Al-A'raf: 180).

(180) Ini adalah penjelasan tentang agungnya kemuliaan Allah dan luasnya sifat-sifatNya, bahwa Dia memiliki Asma` al-Husna, yakni Dia mempunyai semua nama yang baik. Pedoman-nya adalah bahwa ia adalah semua nama yang menunjukkan sifat kesempurnaan yang agung. Dengan itu ia menjadi husna, karena jika seandainya ia tidak menunjukkan sifat, hanya sekedar nama saja maka ia bukan husna. Begitu pula jika seandainya ia menun-jukkan sifat yang bukan sifat sempurna, bisa sifat kekurangan atau sifat yang mungkin menunjukkan kekurangan dan kesempurnaan, maka ia bukan husna. Semua nama-nama Allah menunjukkan se-mua sifat yang mana ia diambil darinya yang meliputi seluruh maknanya. Seperti (العَلِيْمُ) yang menunjukkan bahwa Dia memiliki ilmu yang umum lagi menyeluruh serta meliputi segala sesuatu, maka tidak ada sekecil apa pun di bumi dan di langit yang luput dari ilmu Allah. (الرَّحِيْمُ) yang menunjukkan bahwa Dia mempunyai rahmat yang agung yang mencakup segala sesuatu. (الْقَدِيْرُ) yang menunjukkan bahwa Dia memiliki kuasa yang sempurna, tak se-suatu pun yang dapat melemahkanNya. Dan Nama-nama Allah lainnya yang termasuk kesempurnaan husnanya adalah bahwa Dia tidak dipanggil kecuali dengannya. Oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ فَٱدۡعُوهُ بِهَاۖ ﴿ "Maka mohonlah kepadaNya dengan menyebut Asma` al-Husna itu." Ini mencakup doa ibadah dan doa meminta. Dia dipanggil dalam setiap keinginan yang sesuai dengan keinginan tersebut. Pemohon misalnya mengucapkan, "Ya Allah, ampunilah aku, sa-yangilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Terimalah taubatku, wahai yang Maha menerima taubat. Berikanlah rizki kepadaku wahai Dzat Yang Memberi rizki. Berle-mah lembutlah kepadaku wahai Dzat Yang Maha Lemah Lembut. Dan yang sepertinya. FirmanNya, ﴾ وَذَرُواْ ٱلَّذِينَ يُلۡحِدُونَ فِيٓ أَسۡمَٰٓئِهِۦۚ سَيُجۡزَوۡنَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan ting-galkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." Yakni sebagai hukuman dan azab atas pe-nyimpangannya pada Nama-nama Allah. Hakikat penyimpangan yaitu membelokkannya dari apa yang ia dijadikan untuknya. Bisa jadi ia digunakan sebagai nama untuk yang tidak berhak seperti orang-orang musyrikin yang memberi nama tuhan-tuhan mereka dengan nama-namaNya. Bisa jadi dengan meniadakan maknanya dan menyelewengkannya serta menafsirkannya dengan makna yang tidak diinginkan oleh Allah dan RasulNya, bisa pula dengan menyamakan selainNya dengannya. Maka sudah sewajibnya ber-hati-hati terhadap penyimpangan dari para penyimpang padanya. Dalam hadits shahih dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, إِنَّ لِلّٰهِ تِسْعَةً وَتِسْعِيْنَ اِسْمًا، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. "Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama. Barangsiapa menghafalnya maka dia masuk surga."[74] 9

Al-A'raaf 7:180Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.