Muslim99Muslim99
← Tafsir library

5. Al-Maaida

The Table · Medinan · 120 ayahs

سُورَةُ المَائـِدَةِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 81–90 of 120

81

وَلَوْ كَانُوا۟ يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلنَّبِىِّ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مَا ٱتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَآءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًۭا مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ

Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.

"Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agama-mu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.' Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka, dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa), dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan menjadikan orang-orang musyrikin itu sebagai penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik." (Al-Ma`idah: 77-81).

(77) Allah berfirman kepada NabiNya, ﴾ قُلۡ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ لَا تَغۡلُواْ فِي دِينِكُمۡ غَيۡرَ ٱلۡحَقِّ ﴿ "Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu'." Maksudnya, kamu jangan melampaui batas kebenaran kepada ke-batilan. Hal itu seperti ucapan mereka tentang Isa al-Masih yang telah disebutkan di atas, juga seperti sikapmu yang berlebih-lebihan pada sebagian tetua (tokoh) demi mengikuti hawa nafsu ﴾ قَوۡمٖ قَدۡ ضَلُّواْ مِن قَبۡلُ ﴿ "orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad), artinya, kesesatan mereka memang telah ada sebelum-nya, ﴾ وَأَضَلُّواْ كَثِيرٗا ﴿ "dan mereka telah menyesatkan kebanyakan" ma-nusia dengan mengajak mereka kepada agama yang mereka anut. ﴾ وَضَلُّواْ عَن سَوَآءِ ٱلسَّبِيلِ ﴿ "Dan mereka tersesat dari jalan yang lurus." Artinya, jalan yang benar. Maka mereka mengumpulkan antara kesesatan dan menyesatkan (orang lain). Mereka itu adalah para imam kese-satan, di mana Allah memperingatkan kita dari mereka dan dari mengikuti hawa nafsu mereka yang sesat dan pandangan mereka yang menyimpang.

(78) Kemudian Allah berfirman, ﴾ لُعِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۢ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil," maksudnya, mereka diusir dan dijauhkan dari rahmat Allah, ﴾ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُۥدَ وَعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَۚ ﴿ "melalui lisan Dawud dan Isa putra Maryam," yaitu, dengan kesak-sian dan pengakuan mereka berdua bahwa hujjah telah tegak atas mereka dan mereka mengingkarinya. ﴾ ذَٰلِكَ ﴿ "Yang demikian itu," yakni kekufuran dan laknat ﴾ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُواْ يَعۡتَدُونَ ﴿ "disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas." Maksudnya, karena kemaksiatan dan kezhaliman mereka terhadap hamba-hamba Allah, menjadi penyebab kekufuran dan kejauhan mereka dari rahmat Allah, karena dosa dan kezhaliman memiliki akibat buruk.

(79) Di antara kedurhakaan mereka yang menjadi penyebab turunnya azab dan terjadinya hukuman adalah b a h w a ﴾ كَانُواْ لَا يَتَنَاهَوۡنَ عَن …

Al-Maaida 5:81Listen in Qur'an →
82

۞ لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةًۭ لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟ ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُم مَّوَدَّةًۭ لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّا نَصَٰرَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًۭا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.

"Sungguh kamu dapati orang-orang yang paling keras permu-suhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sungguh kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, 'Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.' Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri." (Al-Ma`idah: 82). "Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (al-Qur`an) yang telah mereka ke-tahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata, 'Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran al-Qur`an dan kenabian Muhammad ﷺ). Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golong-an orang-orang yang shalih?' Maka Allah memberi mereka pahala atas perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya). Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka." (Al-Ma`idah: 83-86).

(82) Allah berfirman menjelaskan kelompok terdekat dari dua kelompok kepada kaum Muslimin dan kepada perwalian dan kecintaan mereka dan yang paling jauh dari itu, ﴾ لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۖ ﴿ "Sungguh kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik." Kedua kelompok ini secara mutlak adalah orang-orang yang paling keras memusuhi Islam dan kaum Muslimin, paling giat berusaha untuk merugikan kaum Muslimin. Hal itu karena kebencian mereka yang besar yang didasari oleh sikap kesewenang-wenangan, kedengkian, penolak-an, dan kekufuran. ﴾ وَلَتَجِدَنَّ أَقۡرَبَهُم مَّوَدَّةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّا نَصَٰرَىٰۚ ﴿ "Dan sungguh kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, 'Sesungguhnya kami ini orang Nasrani'." Allah menyebutkan beberapa sebab: Di antaranya adalah bahwa di antara mereka ﴾ قِسِّيسِينَ وَرُهۡبَانٗا ﴿ "terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib," yaitu para ulama yang zuhud dan ahli ibadah yang beribadah di tempat-tempat ibadah mereka. Ilmu yang dibarengi zuhud begitu juga ibadah, termasuk yang melembutkan dan melunakkan hati, menghilangkan kekeras-an dan kekasaran yang ada padanya. Oleh karena itu dalam diri mereka tidak terdapat sifat keras orang Yahudi dan sikap kasar orang musyrik. Di antaranya adalah bahwa ﴾ وَأَنَّهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ ﴿ "mereka tidak menyombongkan diri," yakni pada diri mereka tidak terdapat kesom-bongan dan penolakan untuk mengikuti kebenaran. Hal itu menja-dikan mereka lebih dekat dan lebih mencintai kaum Muslimin. Orang yang rendah hati lebih dekat …

Al-Maaida 5:82Listen in Qur'an →
83

وَإِذَا سَمِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَى ٱلرَّسُولِ تَرَىٰٓ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا۟ مِنَ ٱلْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱكْتُبْنَا مَعَ ٱلشَّٰهِدِينَ

Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).

"Sungguh kamu dapati orang-orang yang paling keras permu-suhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sungguh kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, 'Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.' Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri." (Al-Ma`idah: 82). "Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (al-Qur`an) yang telah mereka ke-tahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata, 'Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran al-Qur`an dan kenabian Muhammad ﷺ). Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golong-an orang-orang yang shalih?' Maka Allah memberi mereka pahala atas perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya). Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka." (Al-Ma`idah: 83-86).

(82) Allah berfirman menjelaskan kelompok terdekat dari dua kelompok kepada kaum Muslimin dan kepada perwalian dan kecintaan mereka dan yang paling jauh dari itu, ﴾ لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۖ ﴿ "Sungguh kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik." Kedua kelompok ini secara mutlak adalah orang-orang yang paling keras memusuhi Islam dan kaum Muslimin, paling giat berusaha untuk merugikan kaum Muslimin. Hal itu karena kebencian mereka yang besar yang didasari oleh sikap kesewenang-wenangan, kedengkian, penolak-an, dan kekufuran. ﴾ وَلَتَجِدَنَّ أَقۡرَبَهُم مَّوَدَّةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّا نَصَٰرَىٰۚ ﴿ "Dan sungguh kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, 'Sesungguhnya kami ini orang Nasrani'." Allah menyebutkan beberapa sebab: Di antaranya adalah bahwa di antara mereka ﴾ قِسِّيسِينَ وَرُهۡبَانٗا ﴿ "terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib," yaitu para ulama yang zuhud dan ahli ibadah yang beribadah di tempat-tempat ibadah mereka. Ilmu yang dibarengi zuhud begitu juga ibadah, termasuk yang melembutkan dan melunakkan hati, menghilangkan kekeras-an dan kekasaran yang ada padanya. Oleh karena itu dalam diri mereka tidak terdapat sifat keras orang Yahudi dan sikap kasar orang musyrik. Di antaranya adalah bahwa ﴾ وَأَنَّهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ ﴿ "mereka tidak menyombongkan diri," yakni pada diri mereka tidak terdapat kesom-bongan dan penolakan untuk mengikuti kebenaran. Hal itu menja-dikan mereka lebih dekat dan lebih mencintai kaum Muslimin. Orang yang rendah hati lebih dekat …

Al-Maaida 5:83Listen in Qur'an →
84

وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَمَا جَآءَنَا مِنَ ٱلْحَقِّ وَنَطْمَعُ أَن يُدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلصَّٰلِحِينَ

Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?".

"Sungguh kamu dapati orang-orang yang paling keras permu-suhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sungguh kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, 'Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.' Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri." (Al-Ma`idah: 82). "Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (al-Qur`an) yang telah mereka ke-tahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata, 'Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran al-Qur`an dan kenabian Muhammad ﷺ). Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golong-an orang-orang yang shalih?' Maka Allah memberi mereka pahala atas perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya). Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka." (Al-Ma`idah: 83-86).

(82) Allah berfirman menjelaskan kelompok terdekat dari dua kelompok kepada kaum Muslimin dan kepada perwalian dan kecintaan mereka dan yang paling jauh dari itu, ﴾ لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۖ ﴿ "Sungguh kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik." Kedua kelompok ini secara mutlak adalah orang-orang yang paling keras memusuhi Islam dan kaum Muslimin, paling giat berusaha untuk merugikan kaum Muslimin. Hal itu karena kebencian mereka yang besar yang didasari oleh sikap kesewenang-wenangan, kedengkian, penolak-an, dan kekufuran. ﴾ وَلَتَجِدَنَّ أَقۡرَبَهُم مَّوَدَّةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّا نَصَٰرَىٰۚ ﴿ "Dan sungguh kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, 'Sesungguhnya kami ini orang Nasrani'." Allah menyebutkan beberapa sebab: Di antaranya adalah bahwa di antara mereka ﴾ قِسِّيسِينَ وَرُهۡبَانٗا ﴿ "terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib," yaitu para ulama yang zuhud dan ahli ibadah yang beribadah di tempat-tempat ibadah mereka. Ilmu yang dibarengi zuhud begitu juga ibadah, termasuk yang melembutkan dan melunakkan hati, menghilangkan kekeras-an dan kekasaran yang ada padanya. Oleh karena itu dalam diri mereka tidak terdapat sifat keras orang Yahudi dan sikap kasar orang musyrik. Di antaranya adalah bahwa ﴾ وَأَنَّهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ ﴿ "mereka tidak menyombongkan diri," yakni pada diri mereka tidak terdapat kesom-bongan dan penolakan untuk mengikuti kebenaran. Hal itu menja-dikan mereka lebih dekat dan lebih mencintai kaum Muslimin. Orang yang rendah hati lebih dekat …

Al-Maaida 5:84Listen in Qur'an →
85

فَأَثَٰبَهُمُ ٱللَّهُ بِمَا قَالُوا۟ جَنَّٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلْمُحْسِنِينَ

Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).

"Sungguh kamu dapati orang-orang yang paling keras permu-suhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sungguh kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, 'Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.' Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri." (Al-Ma`idah: 82). "Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (al-Qur`an) yang telah mereka ke-tahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata, 'Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran al-Qur`an dan kenabian Muhammad ﷺ). Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golong-an orang-orang yang shalih?' Maka Allah memberi mereka pahala atas perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya). Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka." (Al-Ma`idah: 83-86).

(82) Allah berfirman menjelaskan kelompok terdekat dari dua kelompok kepada kaum Muslimin dan kepada perwalian dan kecintaan mereka dan yang paling jauh dari itu, ﴾ لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۖ ﴿ "Sungguh kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik." Kedua kelompok ini secara mutlak adalah orang-orang yang paling keras memusuhi Islam dan kaum Muslimin, paling giat berusaha untuk merugikan kaum Muslimin. Hal itu karena kebencian mereka yang besar yang didasari oleh sikap kesewenang-wenangan, kedengkian, penolak-an, dan kekufuran. ﴾ وَلَتَجِدَنَّ أَقۡرَبَهُم مَّوَدَّةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّا نَصَٰرَىٰۚ ﴿ "Dan sungguh kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, 'Sesungguhnya kami ini orang Nasrani'." Allah menyebutkan beberapa sebab: Di antaranya adalah bahwa di antara mereka ﴾ قِسِّيسِينَ وَرُهۡبَانٗا ﴿ "terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib," yaitu para ulama yang zuhud dan ahli ibadah yang beribadah di tempat-tempat ibadah mereka. Ilmu yang dibarengi zuhud begitu juga ibadah, termasuk yang melembutkan dan melunakkan hati, menghilangkan kekeras-an dan kekasaran yang ada padanya. Oleh karena itu dalam diri mereka tidak terdapat sifat keras orang Yahudi dan sikap kasar orang musyrik. Di antaranya adalah bahwa ﴾ وَأَنَّهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ ﴿ "mereka tidak menyombongkan diri," yakni pada diri mereka tidak terdapat kesom-bongan dan penolakan untuk mengikuti kebenaran. Hal itu menja-dikan mereka lebih dekat dan lebih mencintai kaum Muslimin. Orang yang rendah hati lebih dekat …

Al-Maaida 5:85Listen in Qur'an →
86

وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَآ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَحِيمِ

Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka.

"Sungguh kamu dapati orang-orang yang paling keras permu-suhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sungguh kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, 'Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.' Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri." (Al-Ma`idah: 82). "Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (al-Qur`an) yang telah mereka ke-tahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata, 'Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran al-Qur`an dan kenabian Muhammad ﷺ). Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golong-an orang-orang yang shalih?' Maka Allah memberi mereka pahala atas perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya). Dan orang-orang kafir serta mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka." (Al-Ma`idah: 83-86).

(82) Allah berfirman menjelaskan kelompok terdekat dari dua kelompok kepada kaum Muslimin dan kepada perwalian dan kecintaan mereka dan yang paling jauh dari itu, ﴾ لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلۡيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشۡرَكُواْۖ ﴿ "Sungguh kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik." Kedua kelompok ini secara mutlak adalah orang-orang yang paling keras memusuhi Islam dan kaum Muslimin, paling giat berusaha untuk merugikan kaum Muslimin. Hal itu karena kebencian mereka yang besar yang didasari oleh sikap kesewenang-wenangan, kedengkian, penolak-an, dan kekufuran. ﴾ وَلَتَجِدَنَّ أَقۡرَبَهُم مَّوَدَّةٗ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّا نَصَٰرَىٰۚ ﴿ "Dan sungguh kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, 'Sesungguhnya kami ini orang Nasrani'." Allah menyebutkan beberapa sebab: Di antaranya adalah bahwa di antara mereka ﴾ قِسِّيسِينَ وَرُهۡبَانٗا ﴿ "terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib," yaitu para ulama yang zuhud dan ahli ibadah yang beribadah di tempat-tempat ibadah mereka. Ilmu yang dibarengi zuhud begitu juga ibadah, termasuk yang melembutkan dan melunakkan hati, menghilangkan kekeras-an dan kekasaran yang ada padanya. Oleh karena itu dalam diri mereka tidak terdapat sifat keras orang Yahudi dan sikap kasar orang musyrik. Di antaranya adalah bahwa ﴾ وَأَنَّهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ ﴿ "mereka tidak menyombongkan diri," yakni pada diri mereka tidak terdapat kesom-bongan dan penolakan untuk mengikuti kebenaran. Hal itu menja-dikan mereka lebih dekat dan lebih mencintai kaum Muslimin. Orang yang rendah hati lebih dekat …

Al-Maaida 5:86Listen in Qur'an →
87

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحَرِّمُوا۟ طَيِّبَٰتِ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan ja-nganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyu-kai orang-orang yang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadaNya." (Al-Ma`idah: 87-88).

(87) Allah berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُحَرِّمُواْ طَيِّبَٰتِ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكُمۡ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu," dari makanan dan minuman, karena ia adalah nikmat Allah yang Allah berikan kepadamu. Ber-syukur dan pujilah Dia, karena Dia telah menghalalkannya untukmu, jangan menolaknya dengan mengkufurinya atau tidak menerima-nya atau meyakini keharamannya, karena dengan itu kamu meng-gabungkan antara berdusta atas Nama Allah dengan mengkufuri nikmatNya dan meyakini yang halal lagi baik sebagai yang haram lagi buruk; karena ini termasuk melanggar batas, dan Allah melarang perbuatan melampaui batas. Dia berfirman,﴾ وَلَا تَعۡتَدُوٓاْۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُعۡتَدِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas," bahkan Dia mem-benci, memurkai, dan akan menghukum mereka atas hal itu.

(88) Kemudian Dia memerintahkan kebalikan dari apa yang dilakukan oleh orang-orang musyrik yang mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah, ﴾ وَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلٗا طَيِّبٗاۚ ﴿ "Dan makanlah makan-an yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu," mak-sudnya, makanlah rizki yang dikirimkanNya kepadamu dengan berbagai jalan yang dimudahkan, jika itu halal bukan pencurian, bukan merampas hak orang dan bukan pula harta-harta yang lain yang diambil dengan cara tidak benar. Dan makanan itu juga baik, yaitu, yang tidak ada keburukan padanya, maka tidak termasuk ke dalamnya binatang buas yang keji dan hewan-hewan yang men-jijikkan. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah," dengan menjalan-kan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. ﴾ ٱلَّذِيٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤۡمِنُونَ ﴿ "Yang kamu beriman kepadaNya," karena imanmu kepada Allah mengharuskanmu bertakwa kepadaNya dan menjaga hakNya, karena ia tidak sempurna kecuali dengan itu. Ayat ini menunjukkan bahwa jika seseorang mengharamkan yang halal untuknya, baik itu makanan atau minuman atau hamba sahaya wanita dan lain-lain, maka ia tidak menjadi haram dengan pengharamannya, akan tetapi seandainya dia melakukannya, maka wajib atasnya membayar kaffarat sumpah, sebagaimana Firman Allah تعالى, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكَۖ ﴿ "Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah meng-halalkannya untukmu..." (At-Tahrim: 1). Hanya saja pengharaman istri di dalamnya mewajibkan kaffarat zhihar. Termasuk dalam ayat ini adalah, hendaknya seseorang tidak menjauhi dan mengharamkan apa-apa yang baik untuk dirinya, akan tetapi dia memakannya untuk membantunya taat kepada Rabbnya.

Al-Maaida 5:87Listen in Qur'an →
88

وَكُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلًۭا طَيِّبًۭا ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤْمِنُونَ

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan ja-nganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyu-kai orang-orang yang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadaNya." (Al-Ma`idah: 87-88).

(87) Allah berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُحَرِّمُواْ طَيِّبَٰتِ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكُمۡ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu," dari makanan dan minuman, karena ia adalah nikmat Allah yang Allah berikan kepadamu. Ber-syukur dan pujilah Dia, karena Dia telah menghalalkannya untukmu, jangan menolaknya dengan mengkufurinya atau tidak menerima-nya atau meyakini keharamannya, karena dengan itu kamu meng-gabungkan antara berdusta atas Nama Allah dengan mengkufuri nikmatNya dan meyakini yang halal lagi baik sebagai yang haram lagi buruk; karena ini termasuk melanggar batas, dan Allah melarang perbuatan melampaui batas. Dia berfirman,﴾ وَلَا تَعۡتَدُوٓاْۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُعۡتَدِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas," bahkan Dia mem-benci, memurkai, dan akan menghukum mereka atas hal itu.

(88) Kemudian Dia memerintahkan kebalikan dari apa yang dilakukan oleh orang-orang musyrik yang mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah, ﴾ وَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلٗا طَيِّبٗاۚ ﴿ "Dan makanlah makan-an yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu," mak-sudnya, makanlah rizki yang dikirimkanNya kepadamu dengan berbagai jalan yang dimudahkan, jika itu halal bukan pencurian, bukan merampas hak orang dan bukan pula harta-harta yang lain yang diambil dengan cara tidak benar. Dan makanan itu juga baik, yaitu, yang tidak ada keburukan padanya, maka tidak termasuk ke dalamnya binatang buas yang keji dan hewan-hewan yang men-jijikkan. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah," dengan menjalan-kan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. ﴾ ٱلَّذِيٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤۡمِنُونَ ﴿ "Yang kamu beriman kepadaNya," karena imanmu kepada Allah mengharuskanmu bertakwa kepadaNya dan menjaga hakNya, karena ia tidak sempurna kecuali dengan itu. Ayat ini menunjukkan bahwa jika seseorang mengharamkan yang halal untuknya, baik itu makanan atau minuman atau hamba sahaya wanita dan lain-lain, maka ia tidak menjadi haram dengan pengharamannya, akan tetapi seandainya dia melakukannya, maka wajib atasnya membayar kaffarat sumpah, sebagaimana Firman Allah تعالى, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكَۖ ﴿ "Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah meng-halalkannya untukmu..." (At-Tahrim: 1). Hanya saja pengharaman istri di dalamnya mewajibkan kaffarat zhihar. Termasuk dalam ayat ini adalah, hendaknya seseorang tidak menjauhi dan mengharamkan apa-apa yang baik untuk dirinya, akan tetapi dia memakannya untuk membantunya taat kepada Rabbnya.

Al-Maaida 5:88Listen in Qur'an →
89

لَا يُؤَاخِذُكُمُ ٱللَّهُ بِٱللَّغْوِ فِىٓ أَيْمَٰنِكُمْ وَلَٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ ٱلْأَيْمَٰنَ ۖ فَكَفَّٰرَتُهُۥٓ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَٰكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍۢ ۖ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٍۢ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّٰرَةُ أَيْمَٰنِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَٱحْفَظُوٓا۟ أَيْمَٰنَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

"Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah-mu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaf-farat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluar-gamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demi-kian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukumNya agar kamu bersyukur (kepadaNya)." (Al-Ma`idah: 89).

(89) Maksudnya, sumpah yang keluar darimu dalam ben-tuk main-main (tidak serius), yaitu sumpah yang diucapkan oleh pengucapnya tanpa niat dan maksud atau dia mengucapkannya dengan dugaan bahwa dirinya benar akan tetapi yang terjadi adalah sebaliknya. ﴾ وَلَٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ ٱلۡأَيۡمَٰنَۖ ﴿ "Tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja," yakni, sumpah yang kamu niatkan dan ikrarkan di dalam hatimu, sebagaimana Firman-Nya dalam ayat yang lain, ﴾ وَلَٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا كَسَبَتۡ قُلُوبُكُمۡۗ ﴿ "Tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang di-sengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu." (Al-Baqarah: 225). ﴾ فَكَفَّٰرَتُهُۥٓ ﴿ "Maka kaffarat (dendanya)," yakni kaffarat sumpah yang kamu ikrarkan dengan hatimu itu, ﴾ إِطۡعَامُ عَشَرَةِ مَسَٰكِينَ ﴿ "ialah memberi makan sepuluh orang miskin." Dan memberi makan itu, ﴾ مِنۡ أَوۡسَطِ مَا تُطۡعِمُونَ أَهۡلِيكُمۡ أَوۡ كِسۡوَتُهُمۡ ﴿ "yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada ke-luargamu, atau memberi pakaian kepada mereka," yakni memberi pa-kaian kepada sepuluh orang miskin. Dan pakaian yang dimaksud di sini adalah yang memadai untuk dipakai shalat. ﴾ أَوۡ تَحۡرِيرُ رَقَبَةٖۖ ﴿ "Atau memerdekakan seorang budak," yakni hamba sahaya yang beriman sebagaimana ia diberi batasan dengan itu di tempat lain. Kapan dia melakukan satu dari tiga hal tersebut, maka bebaslah dia dari sumpahnya. ﴾ فَمَن لَّمۡ يَجِدۡ ﴿ "Barangsiapa tidak sanggup," melakukan satu dari tiga perkara ini, ﴾ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٖۚ ذَٰلِكَ ﴿ "maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu," yakni yang disebutkan,﴾ كَفَّٰرَةُ أَيۡمَٰنِكُمۡ إِذَا حَلَفۡتُمۡۚ ﴿ "adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar)." Ia melebur, menghapus, dan mencegahnya dari dosa.﴾ وَٱحۡفَظُوٓاْ أَيۡمَٰنَكُمۡۚ ﴿ "Dan jagalah sumpahmu," dengan tidak bersumpah atas Nama Allah secara dusta, (dan jagalah) dari memperbanyak sumpah. Jika kamu telah bersumpah, maka jagalah ia, jangan melanggarnya kecuali jika ia lebih baik, dan termasuk kesempurnaan menjaga adalah melakukan kebaikan dan sumpahnya jangan dijadikan peng-halang melakukan kebaikan itu. ﴾ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ ﴿ "Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukumNya," yang menjelaskan yang halal dan yang haram dan yang menjelaskan hukum-hukum, ﴾ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ﴿ "agar kamu ber-syukur (kepadaNya)," kepada Allah yang telah mengajarkan kepada-mu apa yang belum kamu ketahui. Seorang hamba wajib bersyukur …

Al-Maaida 5:89Listen in Qur'an →
90

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌۭ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar (minuman keras), berjudi, (berkurban untuk) berhala, meng-undi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuat-an setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu men-dapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka apakah kamu berhenti (dari mengerjakan pekerjaan itu)?" (Al-Ma`idah: 90-91).

(90-91) Allah mencela hal-hal yang buruk ini. Dia menje-laskan bahwa semua itu termasuk perbuatan setan, bahwa ia adalah perbuatan buruk, ﴾ فَٱجۡتَنِبُوهُ ﴿ "maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu," artinya, tinggalkanlah, ﴾ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ﴿ "agar kamu mendapat keberun-tungan." Keberuntungan tidak diraih kecuali dengan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah, khususnya perbuatan-perbuatan bu-ruk yang disebutkan di sini. Ia adalah khamar yaitu semua yang merusak akal dengan menutupinya karena mabuk, judi; yaitu semua permainan yang memiliki bayaran (timbal baik) dari kedua belah pihak seperti taruhan dan semacamnya. Berhala, yaitu sesembahan dan tandingan dan semacamnya yang diangkat dan disembah selain Allah, dan anak panah yang dengannya mereka mengundi nasib. Allah melarang empat perkara ini, mencercanya, dan menjelaskan dampak negatif yang menuntut untuk meninggalkannya: Di antaranya: Bahwa ia adalah rijsun, yakni, najis dan buruk secara maknawi walaupun bukan najis secara materi. Perkara-perkara yang kotor wajib dihindari agar tidak tercemar oleh kotor-nnya. Di antaranya: Ia termasuk perbuatan setan yang merupakan musuh manusia yang paling berbahaya, dan sudah dimaklumi bahwa musuh harus diwaspadai, gerak-gerik dan tipuannya harus diwas-padai khususnya gerak-gerik yang bertujuan untuk menjerat mu-suhnya, karena padanya terdapat kebinasaan, maka harus dan harus menjauhi perbuatan musuh yang nyata, mewaspadainya, dan takut untuk terjebak ke dalamnya. Di dalamnya: Seorang hamba tidak dapat meraih keberun-tungan kecuali dengan menjauhinya, karena keberuntungan itu adalah keberhasilan meraih kemenangan yang dicari dan yang dicintai dan keselamatan dari yang ditakuti. Perkara-perkara ini adalah penghalang dan penghambat keberuntungan. Di antaranya: Perkara-perkara ini adalah pemicu permusuhan dan kebencian di antara manusia, dan setan itu rajin menghembus-kannya khususnya melalui khamar dan judi, untuk menjerumus-kan orang-orang Mukmin ke dalam permusuhan dan kebencian, karena khamar mengakibatkan terganggunya akal dan hilangnya daya kerjanya yang menyulut permusuhan antara dirinya dengan saudara-saudaranya yang Mukmin, lebih-lebih jika hal itu diiringi dengan sebab-sebab yang merupakan konsekuensi dari mabuk; bisa jadi sampai membunuh. Sementara judi, di mana salah satunya mengalahkan yang lain dan menyita hartanya yang banyak tanpa imbalan apa pun adalah salah satu pemicu terbesar bagi permu-suhan dan kebencian. Di antaranya: Perkara-perkara ini menghalangi hati dan di-ikuti oleh badan dari berdzikir (mengingat) Allah dan shalat, yang mana seorang hamba diciptakan untuk kedua ibadah tersebut dan dengan …

Al-Maaida 5:90Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.