Muslim99Muslim99
← Tafsir library

5. Al-Maaida

The Table · Medinan · 120 ayahs

سُورَةُ المَائـِدَةِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 61–70 of 120

61

وَإِذَا جَآءُوكُمْ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا وَقَد دَّخَلُوا۟ بِٱلْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوا۟ بِهِۦ ۚ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا۟ يَكْتُمُونَ

Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan: "Kami telah beriman", padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (daripada kamu) dengan kekafirannya (pula); dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

"Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturun-kan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?' Katakanlah, 'Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadi-kan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?' Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus? Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepada-mu, mereka mengatakan, 'Kami telah beriman,' padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (dari kamu) dengan kekafirannya (pula) dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan? Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, per-musuhan, dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. Mengapa orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka meng-ucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguh-nya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan itu." (Al-Ma`idah: 59-63).

(59) Maksudnya, ﴾ قُلۡ ﴿ "katakanlah" wahai Rasul, ﴾ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "Hai Ahli Kitab," dengan menegaskan kepada mereka bahwa agama Islam adalah agama yang benar dan bahwa pelecehan mereka kepadanya adalah pelecehan terhadap agama yang semestinya di-sanjung. ﴾ هَلۡ تَنقِمُونَ مِنَّآ إِلَّآ أَنۡ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡنَا وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلُ وَأَنَّ أَكۡثَرَكُمۡ فَٰسِقُونَ ﴿ "Apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturun-kan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?" Artinya, apakah kami mempunyai kesalahan kecuali iman kami kepada Allah, kitab-kitabNya yang terdahulu dan yang sekarang dan kepada nabi-nabiNya yang terdahulu dan yang sekarang? Dan bahwa kami meyakini bahwa barangsiapa yang tidak beriman dengan iman seperti ini, maka dia adalah kafir lagi fasik? Apakah kamu memandang kami salah hanya karena kami melakukan kewajiban yang paling wajib atas para mukallaf? Padahal mayoritas dari kalian adalah ﴾ فَٰسِقُونَ ﴿ "orang-orang fasik," yakni keluar dari ketaatan kepada Allah, berani melakukan kemak-siatan? Maka kamu lebih baik diam wahai orang fasik. Seandainya kamu mencela kami sementara kamu sendiri selamat dari kefasikan -dan itu tidak mungkin- niscaya keburukannya lebih ringan dari-pada kamu mencela kami sementara kamu adalah fasik.

(60) Karena celaan mereka terhadap orang-orang Mukmin menunjukkan bahwa orang-orang Mukmin itu di atas keburukan, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka dengan menyampaikan buruknya apa yang mereka lakukan, ﴾ هَلۡ أُنَبِّئُكُم بِشَرّٖ مِّن ذَٰلِكَ ﴿ "Apakah akan Aku beritakan kepadamu tentang yang lebih buruk dari itu," yakni, (yang lebih buruk dari) apa yang kamu menyalah-kan kami karenanya, itu pun kalau kami menurutimu. ﴾ مَن لَّعَنَهُ ٱللَّهُ ﴿ …

Al-Maaida 5:61Listen in Qur'an →
62

وَتَرَىٰ كَثِيرًۭا مِّنْهُمْ يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ وَأَكْلِهِمُ ٱلسُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.

"Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturun-kan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?' Katakanlah, 'Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadi-kan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?' Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus? Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepada-mu, mereka mengatakan, 'Kami telah beriman,' padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (dari kamu) dengan kekafirannya (pula) dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan? Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, per-musuhan, dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. Mengapa orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka meng-ucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguh-nya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan itu." (Al-Ma`idah: 59-63).

(59) Maksudnya, ﴾ قُلۡ ﴿ "katakanlah" wahai Rasul, ﴾ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "Hai Ahli Kitab," dengan menegaskan kepada mereka bahwa agama Islam adalah agama yang benar dan bahwa pelecehan mereka kepadanya adalah pelecehan terhadap agama yang semestinya di-sanjung. ﴾ هَلۡ تَنقِمُونَ مِنَّآ إِلَّآ أَنۡ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡنَا وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلُ وَأَنَّ أَكۡثَرَكُمۡ فَٰسِقُونَ ﴿ "Apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturun-kan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?" Artinya, apakah kami mempunyai kesalahan kecuali iman kami kepada Allah, kitab-kitabNya yang terdahulu dan yang sekarang dan kepada nabi-nabiNya yang terdahulu dan yang sekarang? Dan bahwa kami meyakini bahwa barangsiapa yang tidak beriman dengan iman seperti ini, maka dia adalah kafir lagi fasik? Apakah kamu memandang kami salah hanya karena kami melakukan kewajiban yang paling wajib atas para mukallaf? Padahal mayoritas dari kalian adalah ﴾ فَٰسِقُونَ ﴿ "orang-orang fasik," yakni keluar dari ketaatan kepada Allah, berani melakukan kemak-siatan? Maka kamu lebih baik diam wahai orang fasik. Seandainya kamu mencela kami sementara kamu sendiri selamat dari kefasikan -dan itu tidak mungkin- niscaya keburukannya lebih ringan dari-pada kamu mencela kami sementara kamu adalah fasik.

(60) Karena celaan mereka terhadap orang-orang Mukmin menunjukkan bahwa orang-orang Mukmin itu di atas keburukan, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka dengan menyampaikan buruknya apa yang mereka lakukan, ﴾ هَلۡ أُنَبِّئُكُم بِشَرّٖ مِّن ذَٰلِكَ ﴿ "Apakah akan Aku beritakan kepadamu tentang yang lebih buruk dari itu," yakni, (yang lebih buruk dari) apa yang kamu menyalah-kan kami karenanya, itu pun kalau kami menurutimu. ﴾ مَن لَّعَنَهُ ٱللَّهُ ﴿ …

Al-Maaida 5:62Listen in Qur'an →
63

لَوْلَا يَنْهَىٰهُمُ ٱلرَّبَّٰنِيُّونَ وَٱلْأَحْبَارُ عَن قَوْلِهِمُ ٱلْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ ٱلسُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ

Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu.

"Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturun-kan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?' Katakanlah, 'Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadi-kan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?' Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus? Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepada-mu, mereka mengatakan, 'Kami telah beriman,' padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (dari kamu) dengan kekafirannya (pula) dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan? Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, per-musuhan, dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. Mengapa orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka meng-ucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguh-nya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan itu." (Al-Ma`idah: 59-63).

(59) Maksudnya, ﴾ قُلۡ ﴿ "katakanlah" wahai Rasul, ﴾ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ ﴿ "Hai Ahli Kitab," dengan menegaskan kepada mereka bahwa agama Islam adalah agama yang benar dan bahwa pelecehan mereka kepadanya adalah pelecehan terhadap agama yang semestinya di-sanjung. ﴾ هَلۡ تَنقِمُونَ مِنَّآ إِلَّآ أَنۡ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡنَا وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلُ وَأَنَّ أَكۡثَرَكُمۡ فَٰسِقُونَ ﴿ "Apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturun-kan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?" Artinya, apakah kami mempunyai kesalahan kecuali iman kami kepada Allah, kitab-kitabNya yang terdahulu dan yang sekarang dan kepada nabi-nabiNya yang terdahulu dan yang sekarang? Dan bahwa kami meyakini bahwa barangsiapa yang tidak beriman dengan iman seperti ini, maka dia adalah kafir lagi fasik? Apakah kamu memandang kami salah hanya karena kami melakukan kewajiban yang paling wajib atas para mukallaf? Padahal mayoritas dari kalian adalah ﴾ فَٰسِقُونَ ﴿ "orang-orang fasik," yakni keluar dari ketaatan kepada Allah, berani melakukan kemak-siatan? Maka kamu lebih baik diam wahai orang fasik. Seandainya kamu mencela kami sementara kamu sendiri selamat dari kefasikan -dan itu tidak mungkin- niscaya keburukannya lebih ringan dari-pada kamu mencela kami sementara kamu adalah fasik.

(60) Karena celaan mereka terhadap orang-orang Mukmin menunjukkan bahwa orang-orang Mukmin itu di atas keburukan, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka dengan menyampaikan buruknya apa yang mereka lakukan, ﴾ هَلۡ أُنَبِّئُكُم بِشَرّٖ مِّن ذَٰلِكَ ﴿ "Apakah akan Aku beritakan kepadamu tentang yang lebih buruk dari itu," yakni, (yang lebih buruk dari) apa yang kamu menyalah-kan kami karenanya, itu pun kalau kami menurutimu. ﴾ مَن لَّعَنَهُ ٱللَّهُ ﴿ …

Al-Maaida 5:63Listen in Qur'an →
64

وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ يَدُ ٱللَّهِ مَغْلُولَةٌ ۚ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا۟ بِمَا قَالُوا۟ ۘ بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيْفَ يَشَآءُ ۚ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًۭا مِّنْهُم مَّآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَٰنًۭا وَكُفْرًۭا ۚ وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ ٱلْعَدَٰوَةَ وَٱلْبَغْضَآءَ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ ۚ كُلَّمَآ أَوْقَدُوا۟ نَارًۭا لِّلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا ٱللَّهُ ۚ وَيَسْعَوْنَ فِى ٱلْأَرْضِ فَسَادًۭا ۚ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.

"Orang-orang Yahudi berkata, 'Tangan Allah terbelenggu,' sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua Tangan Allah terbuka, Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan al-Qur`an yang diturunkan ke-padamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedur-hakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai Hari Kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat keru-sakan. Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (al-Qur`an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas me-reka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka." (Al-Ma`idah: 64-66).

(64) Allah memberitakan tentang ucapan orang-orang Yahudi yang buruk dan akidah mereka yang busuk. Dia berfirman, ﴾ وَقَالَتِ ٱلۡيَهُودُ يَدُ ٱللَّهِ مَغۡلُولَةٌۚ ﴿ "Orang-orang Yahudi berkata, 'Tangan Allah terbeleng-gu," yaitu, dari kebaikan dan berbuat baik. ﴾ غُلَّتۡ أَيۡدِيهِمۡ وَلُعِنُواْ بِمَا قَالُواْۘ ﴿ "Sebe-narnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu." Ini adalah doa musibah atas mereka, persis sama dengan ucapan mereka sendiri, karena ucapan mereka mengandung tuduhan kepada Allah dengan keki-kiran dan tidak berbuat baik, maka Allah membalas mereka dengan menyatakan bahwa sifat itu justru tepat untuk mereka sendiri. Mereka adalah orang-orang yang paling bakhil, paling sedikit berbuat baik, paling buruk prasangkanya kepada Allah, dan paling jauh dari rahmatNya yang meliputi segala sesuatu dan memenuhi penjuru alam, atas dan bawah. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ بَلۡ يَدَاهُ مَبۡسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيۡفَ يَشَآءُۚ ﴿ "Tetapi kedua Tangan Allah terbuka, Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehen-daki," tanpa ada penghalang dan tanpa ada seorang pun yang melarangnya melakukan apa yang dikehendakiNya. Allah سبحانه وتعالى telah membentangkan karunia dan kebaikanNya, baik yang berkaitan dengan agama ataupun dunia, dan Dia memerintahkan hamba-hambaNya agar mencari pintu-pintu kemurahanNya agar mereka tidak menutup diri mereka dari pintu-pintu kebaikanNya dengan kemaksiatan kepadaNya. TanganNya selalu memberi siang dan malam, kebaikanNya tercurah di segala waktu. Dia memudahkan kesulitan, menghilangkan kesedihan, mencukupkan orang miskin, membebaskan tawanan, membantu orang yang perlu dibantu, menjawab peminta, memberi kepada orang miskin yang membu-tuhkan, menjawab doa orang-orang yang dalam kesulitan, menga-bulkan doa orang-orang yang meminta kepadaNya, bahkan mem-beri nikmat kepada yang tidak meminta kepadaNya, serta memberi keselamatan kepada yang meminta keselamatan kepadaNya. Pelaku …

Al-Maaida 5:64Listen in Qur'an →
65

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّـَٔاتِهِمْ وَلَأَدْخَلْنَٰهُمْ جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ

Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka kedalam surga-surga yang penuh kenikmatan.

"Orang-orang Yahudi berkata, 'Tangan Allah terbelenggu,' sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua Tangan Allah terbuka, Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan al-Qur`an yang diturunkan ke-padamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedur-hakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai Hari Kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat keru-sakan. Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (al-Qur`an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas me-reka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka." (Al-Ma`idah: 64-66).

(64) Allah memberitakan tentang ucapan orang-orang Yahudi yang buruk dan akidah mereka yang busuk. Dia berfirman, ﴾ وَقَالَتِ ٱلۡيَهُودُ يَدُ ٱللَّهِ مَغۡلُولَةٌۚ ﴿ "Orang-orang Yahudi berkata, 'Tangan Allah terbeleng-gu," yaitu, dari kebaikan dan berbuat baik. ﴾ غُلَّتۡ أَيۡدِيهِمۡ وَلُعِنُواْ بِمَا قَالُواْۘ ﴿ "Sebe-narnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu." Ini adalah doa musibah atas mereka, persis sama dengan ucapan mereka sendiri, karena ucapan mereka mengandung tuduhan kepada Allah dengan keki-kiran dan tidak berbuat baik, maka Allah membalas mereka dengan menyatakan bahwa sifat itu justru tepat untuk mereka sendiri. Mereka adalah orang-orang yang paling bakhil, paling sedikit berbuat baik, paling buruk prasangkanya kepada Allah, dan paling jauh dari rahmatNya yang meliputi segala sesuatu dan memenuhi penjuru alam, atas dan bawah. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ بَلۡ يَدَاهُ مَبۡسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيۡفَ يَشَآءُۚ ﴿ "Tetapi kedua Tangan Allah terbuka, Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehen-daki," tanpa ada penghalang dan tanpa ada seorang pun yang melarangnya melakukan apa yang dikehendakiNya. Allah سبحانه وتعالى telah membentangkan karunia dan kebaikanNya, baik yang berkaitan dengan agama ataupun dunia, dan Dia memerintahkan hamba-hambaNya agar mencari pintu-pintu kemurahanNya agar mereka tidak menutup diri mereka dari pintu-pintu kebaikanNya dengan kemaksiatan kepadaNya. TanganNya selalu memberi siang dan malam, kebaikanNya tercurah di segala waktu. Dia memudahkan kesulitan, menghilangkan kesedihan, mencukupkan orang miskin, membebaskan tawanan, membantu orang yang perlu dibantu, menjawab peminta, memberi kepada orang miskin yang membu-tuhkan, menjawab doa orang-orang yang dalam kesulitan, menga-bulkan doa orang-orang yang meminta kepadaNya, bahkan mem-beri nikmat kepada yang tidak meminta kepadaNya, serta memberi keselamatan kepada yang meminta keselamatan kepadaNya. Pelaku …

Al-Maaida 5:65Listen in Qur'an →
66

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا۟ ٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِم مِّن رَّبِّهِمْ لَأَكَلُوا۟ مِن فَوْقِهِمْ وَمِن تَحْتِ أَرْجُلِهِم ۚ مِّنْهُمْ أُمَّةٌۭ مُّقْتَصِدَةٌۭ ۖ وَكَثِيرٌۭ مِّنْهُمْ سَآءَ مَا يَعْمَلُونَ

Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.

"Orang-orang Yahudi berkata, 'Tangan Allah terbelenggu,' sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua Tangan Allah terbuka, Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan al-Qur`an yang diturunkan ke-padamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedur-hakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai Hari Kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat keru-sakan. Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (al-Qur`an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas me-reka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka." (Al-Ma`idah: 64-66).

(64) Allah memberitakan tentang ucapan orang-orang Yahudi yang buruk dan akidah mereka yang busuk. Dia berfirman, ﴾ وَقَالَتِ ٱلۡيَهُودُ يَدُ ٱللَّهِ مَغۡلُولَةٌۚ ﴿ "Orang-orang Yahudi berkata, 'Tangan Allah terbeleng-gu," yaitu, dari kebaikan dan berbuat baik. ﴾ غُلَّتۡ أَيۡدِيهِمۡ وَلُعِنُواْ بِمَا قَالُواْۘ ﴿ "Sebe-narnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu." Ini adalah doa musibah atas mereka, persis sama dengan ucapan mereka sendiri, karena ucapan mereka mengandung tuduhan kepada Allah dengan keki-kiran dan tidak berbuat baik, maka Allah membalas mereka dengan menyatakan bahwa sifat itu justru tepat untuk mereka sendiri. Mereka adalah orang-orang yang paling bakhil, paling sedikit berbuat baik, paling buruk prasangkanya kepada Allah, dan paling jauh dari rahmatNya yang meliputi segala sesuatu dan memenuhi penjuru alam, atas dan bawah. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ بَلۡ يَدَاهُ مَبۡسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيۡفَ يَشَآءُۚ ﴿ "Tetapi kedua Tangan Allah terbuka, Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehen-daki," tanpa ada penghalang dan tanpa ada seorang pun yang melarangnya melakukan apa yang dikehendakiNya. Allah سبحانه وتعالى telah membentangkan karunia dan kebaikanNya, baik yang berkaitan dengan agama ataupun dunia, dan Dia memerintahkan hamba-hambaNya agar mencari pintu-pintu kemurahanNya agar mereka tidak menutup diri mereka dari pintu-pintu kebaikanNya dengan kemaksiatan kepadaNya. TanganNya selalu memberi siang dan malam, kebaikanNya tercurah di segala waktu. Dia memudahkan kesulitan, menghilangkan kesedihan, mencukupkan orang miskin, membebaskan tawanan, membantu orang yang perlu dibantu, menjawab peminta, memberi kepada orang miskin yang membu-tuhkan, menjawab doa orang-orang yang dalam kesulitan, menga-bulkan doa orang-orang yang meminta kepadaNya, bahkan mem-beri nikmat kepada yang tidak meminta kepadaNya, serta memberi keselamatan kepada yang meminta keselamatan kepadaNya. Pelaku …

Al-Maaida 5:66Listen in Qur'an →
67

۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

"Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperin-tahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanatNya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (Al-Ma`idah: 67).

(67) Ini adalah perintah dari Allah سبحانه وتعالى kepada RasulNya, Muhammad ﷺ, dengan perintah yang paling mulia dan paling agung yaitu menyampaikan apa yang Allah turunkan kepadanya. Termasuk dalam hal ini adalah seluruh perkara yang diterima umat ini dari Nabi ﷺ, meliputi akidah, amalan-amalan, perkataan-perkataan, hukum-hukum syar'i dan tuntutan-tuntutan ilahiyah. Nabi ﷺ telah menyampaikan dengan sempurna, dia telah berdak-wah, memberi peringatan, menyampaikan berita gembira dan memberi kemudahan. Dia mendidik orang-orang bodoh yang tidak bisa membaca dan menulis menjadi ulama yang Rabbani. Beliau menyampaikan dengan ucapan, perbuatan, (mengirim) surat dan (mengirim) utusan-utusannya. Tiada kebaikan kecuali beliau me-nunjukkan umatnya kepadanya, dan tiada keburukan kecuali beliau memperingatkan umatnya darinya. Para sahabat, para imam, dan ulama, serta kaum Muslimin yang merupakan orang-orang terpi-lih umat ini telah bersaksi untuknya bahwa dia telah menyampaikan. ﴾ وَإِن لَّمۡ تَفۡعَلۡ ﴿ "Dan jika tidak kamu kerjakan," maksudnya, tidak menyampaikan apa yang diturunkan oleh Rabbmu kepadamu, ﴾ فَمَا بَلَّغۡتَ رِسَالَتَهُۥۚ ﴿ "berarti kamu tidak menyampaikan amanatNya." Artinya, kamu tidak melaksanakan perintahNya. ﴾ وَٱللَّهُ يَعۡصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِۗ ﴿ "Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia." Ini adalah perlindungan dan penjagaan dari Allah bagi RasulNya dari gangguan manusia. Hendaknya kamu mencurah-kan segala perhatian kepada pendidikan dan tabligh, jangan gentar karena takut kepada manusia, karena ubun-ubun mereka semua ada di Tangan Allah. Allah telah menjamin perlindunganmu, tugasmu hanyalah menyampaikan dengan jelas. Barangsiapa mendapatkan petunjuk, maka itu untuk dirinya sendiri. Adapun orang-orang kafir yang tujuan mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu, maka Allah tidak memberi petunjuk kepada mereka dan tidak membimbing mereka kepada kebaikan karena kekufuran mereka.

Al-Maaida 5:67Listen in Qur'an →
68

قُلْ يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ لَسْتُمْ عَلَىٰ شَىْءٍ حَتَّىٰ تُقِيمُوا۟ ٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ ۗ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًۭا مِّنْهُم مَّآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَٰنًۭا وَكُفْرًۭا ۖ فَلَا تَأْسَ عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

"Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang ber-agama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan al-Qur`an, yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.' Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi keba-nyakan dari mereka, maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu." (Al-Ma`idah: 68).

(68) Maksudnya, katakanlah kepada Ahli Kitab, serukan dan umumkan kesesatan dan kebatilan mereka bahwa ﴾ لَسۡتُمۡ عَلَىٰ شَيۡءٍ ﴿ "kamu tidak dipandang beragama sedikit pun," dalam perkara-perkara agama, karena kamu tidak beriman kepada Muhammad dan al-Qur`an, dan tidak pula membenarkan nabimu dan kitabmu, kamu tidak berpegang kepada kebenaran dan kamu tidak berpijak kepada dasar yang benar, ﴾ حَتَّىٰ تُقِيمُواْ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ ﴿ "hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat dan Injil," maksudnya, kamu menjadikan ke-duanya tegak dengan beriman kepada keduanya, mengikuti dan tidak berpegang kepada kebenaran dan kamu tidak berpijak kepada dasar yang benar, ﴾ حَتَّىٰ تُقِيمُواْ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ ﴿ "hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat dan Injil," maksudnya, kamu menjadikan ke-duanya tegak dengan beriman kepada keduanya, mengikuti dan berpegang kepada apa yang diserukan keduanya. ﴾ و َ ﴿ "Dan" kamu juga menegakkan ﴾ م آ أُنزِلَ إِلَيۡكُم مِّن رَّبِّكُمۡۗ ﴿ "al-Qur`an, yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu," yang telah mendidikmu, memberi nikmat kepadamu dan menjadikan nikmatNya yang paling mulia adalah diturunkannya kitab-kitab kepadamu. Maka sudah sewajibnya kamu bersyukur kepada Allah, berpegang teguh dengan hukum-hukum Allah dan menjunjung amanat dan perjanjianNya yang di-bebankan kepadamu.﴾ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرٗا مِّنۡهُم مَّآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ طُغۡيَٰنٗا وَكُفۡرٗاۖ فَلَا تَأۡسَ عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi keba-nyakan dari mereka, maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu."

Al-Maaida 5:68Listen in Qur'an →
69

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَادُوا۟ وَٱلصَّٰبِـُٔونَ وَٱلنَّصَٰرَىٰ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَعَمِلَ صَٰلِحًۭا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

"Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, Shabi`in dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, Hari Kemudian dan ber-amal shalih, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Al-Ma`idah: 69).

(69) Allah سبحانه وتعالى memberitakan tentang umat yang diberi kitab dari kalangan pengikut al-Qur`an, Taurat dan Injil bahwa kebaha-giaan dan keselamatan mereka adalah pada jalan dan dasar yang satu, yaitu beriman kepada Allah dan Hari Akhir, serta beramal shalih. Barangsiapa di antara mereka yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, serta beramal shalih, maka baginya keselamatan. Tidak ada ketakutan bagi mereka dalam menghadapi perkara-perkara masa depan yang menakutkan dan tidak ada kesedihan bagi mereka pada apa yang telah mereka tinggalkan. Ini adalah hukum yang mencakup seluruh masa.

Al-Maaida 5:69Listen in Qur'an →
70

لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ وَأَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمْ رُسُلًۭا ۖ كُلَّمَا جَآءَهُمْ رَسُولٌۢ بِمَا لَا تَهْوَىٰٓ أَنفُسُهُمْ فَرِيقًۭا كَذَّبُوا۟ وَفَرِيقًۭا يَقْتُلُونَ

Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.

"Sungguh Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencana pun (ter-hadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." (Al-Ma`idah: 70-71).

(70) Allah berfirman, ﴾ لَقَدۡ أَخَذۡنَا مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "Sungguh Kami telah mengambil perjanjian Bani Israil," yaitu, perjanjian mereka yang berat dengan beriman kepada Allah dan menunaikan kewa-jiban-kewajibanNya yang telah disinggung pada FirmanNya, ﴾ وَلَقَدۡ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَبَعَثۡنَا مِنۡهُمُ ٱثۡنَيۡ عَشَرَ نَقِيبٗاۖ ﴿ "Dan sungguh Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka dua belas orang pemimpin..." sampai akhir ayatnya. (Al-Ma`idah: 12). ﴾ وَأَرۡسَلۡنَآ إِلَيۡهِمۡ رُسُلٗاۖ ﴿ "Dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul," yang silih berganti mendakwahi dan membimbing mereka secara intensif, akan tetapi hal itu tidak berhasil dan tidak berguna pada mereka. ﴾ كُلَّمَا جَآءَهُمۡ رَسُولُۢ بِمَا لَا تَهۡوَىٰٓ أَنفُسُهُمۡ ﴿ "Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka," yaitu kebenaran, maka mereka mendustakan dan menentangnya dan memperlakukannya dengan perlakuan yang paling buruk, ﴾ فَرِيقٗا كَذَّبُواْ وَفَرِيقٗا يَقۡتُلُونَ ﴿ "(maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh."

(71) ﴾ وَحَسِبُوٓاْ أَلَّا تَكُونَ فِتۡنَةٞ ﴿ "Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencana pun," maksudnya, mereka menyangka bahwa kemaksiatan dan pendustaan mereka tidak menyeret hukuman dan azab atas mereka. Mereka terus berjalan di atas kebatilan, me-reka buta ﴾ وَصَمُّواْ ﴿ "dan tuli" dari kebenaran. ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian" Allah mengangkatnya dan ﴾ تَابَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "menerima taubat mereka," mana-kala mereka bertaubat dan kembali kepadaNya. ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian" mereka terus berjalan di atas itu sehingga kebanyakan dari mereka berbalik kepada keadaan yang buruk. ﴾ عَمُواْ وَصَمُّواْ كَثِيرٞ مِّنۡهُمۡۚ ﴿ "Keba-nyakan dari mereka buta dan tuli (lagi)" dengan sifat ini, sementara yang minoritas terus berjalan di atas taubat dan iman mereka. ﴾ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka ker-jakan." Lalu Dia membalas setiap orang yang beramal dengan amal-nya. Jika baik maka balasannya baik, jika buruk maka balasannya buruk.

Al-Maaida 5:70Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.