Muslim99Muslim99
← Tafsir library

5. Al-Maaida

The Table · Medinan · 120 ayahs

سُورَةُ المَائـِدَةِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 11–20 of 120

11

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَن يَبْسُطُوٓا۟ إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنكُمْ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal.

"Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nik-mat Allah (yang diberikanNya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka darimu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hendaknya hanya kepada Allah sajalah orang-orang Mukmin itu harus bertawakal." (Al-Ma`idah: 11).

(11) Allah mengingatkan hamba-hambaNya, kaum Muk-minin dengan nikmat-nikmatNya yang besar, dan mengajak mereka untuk mengingatnya dengan hati dan ucapan. Dan bahwasanya sebagaimana mereka menganggap pembunuhan terhadap musuh, merampas hartanya, negerinya dan menawannya sebagai nikmat, maka hendaknya mereka menganggap kenikmatanNya kepada mereka dalam bentuk ditahannya tangan-tangan jahat menjamah mereka dan digagalkannya tipu daya musuh-musuh menimpa mereka, juga sebagai nikmat. Karena para musuh telah berniat melakukan sesuatu dan mereka mengira mereka mampu melaku-kannya, jika mereka tidak mampu mewujudkan itu terhadap orang-orang Mukmin maka itu adalah pertolongan Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman; yang mana mereka selayaknya bersyukur kepada Allah atas itu, dan menyembahNya dan mengingatNya. Ini mencakup siapa pun yang berniat jahat kepada orang-orang Mukmin, baik itu kafir, munafik atau pembangkang, di mana Allah menahan keburukannya dari orang-orang Mukmin, maka itu masuk di dalam ayat ini. Kemudian Allah memerintahkan mereka melakukan sesuatu yang membantu mereka meraih kemenangan atas musuh mereka dan dalam segala urusan mereka, maka Dia berfirman,﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Dan hendaknya hanya kepada Allah sajalah orang-orang Mukmin itu harus bertawakal," yakni berpegang kepadaNya dalam mendatangkan kebaikan agama dan dunia dan berlepas diri (dari hanya berpedoman pada) daya dan kekuatan mereka. Hendaklah mereka percaya sepenuhnya kepada Allah dalam meraih harapan. Dan tawakal seorang hamba adalah sesuai dengan kadar imannya dan ia termasuk kewajiban hati yang disepakati.

Al-Maaida 5:11Listen in Qur'an →
12

۞ وَلَقَدْ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ ٱثْنَىْ عَشَرَ نَقِيبًۭا ۖ وَقَالَ ٱللَّهُ إِنِّى مَعَكُمْ ۖ لَئِنْ أَقَمْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَيْتُمُ ٱلزَّكَوٰةَ وَءَامَنتُم بِرُسُلِى وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًۭا لَّأُكَفِّرَنَّ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّٰتٍۢ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ فَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ مِنكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ

Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air didalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus.

"Dan sungguh Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman, 'Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesung-guhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada Rasul-rasulKu dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus. (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami laknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik'." (Al-Ma`idah: 12-13).

(12) Allah تعالى memberitakan bahwa Dia telah mengambil perjanjian yang berat dan tegas atas Bani Israil, dan Dia menyebut-kan kriteria perjanjian itu dan pahala mereka jika mereka melaksa-nakannya dan dosa mereka jika mereka tidak melaksanakannya. Kemudian Allah menyatakan bahwa mereka tidak melakukannya, sekaligus menyebutkan dengan apa Dia menghukum mereka. FirmanNya, ﴾ وَلَقَدۡ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "Dan sungguh Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil," yakni, perjanjian mereka yang berat lagi tegas. ﴾ وَبَعَثۡنَا مِنۡهُمُ ٱثۡنَيۡ عَشَرَ نَقِيبٗاۖ ﴿ "Dan telah Kami angkat di antara mereka dua belas orang pemimpin," maksudnya, kepala dan pembesar bagi yang lainnya agar dia berfungsi sebagai pengawas, dan pendorong mereka untuk menunaikan apa yang diperintahkan kepada mereka, dan sebagai penyeru yang mengajak mereka. Allah berfirman kepada para pemimpin yang memikul tugas dan tanggung jawab, ﴾ إِنِّي مَعَكُمۡۖ ﴿ "Sesungguhnya Aku beserta kamu," yaitu dengan bantuan dan pertolongan, karena pertolongan tergan-tung kepada beratnya beban. Kemudian Allah menyebutkan perjanjianNya kepada mereka, dengan FirmanNya, ﴾ لَئِنۡ أَقَمۡتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ ﴿ "Sesungguhnya jika kamu men-dirikan shalat," secara lahir dan batin, dengan melakukan apa yang lazim dan semestinya dilakukan secara terus-menerus, ﴾ وَءَاتَيۡتُمُ ٱلزَّكَوٰةَ ﴿ "dan menunaikan zakat," (dengan memberikannya) kepada orang-orang yang berhak menerimanya. ﴾ وَءَامَنتُم بِرُسُلِي ﴿ "Serta beriman kepada Rasul-rasulKu," seluruh-nya di mana yang paling utama dan paling sempurna di antara mereka adalah Muhammad ﷺ. ﴾ وَعَزَّرۡتُمُوهُمۡ ﴿ "Dan kamu membantu mereka," artinya, kalian mengagungkan, menghormati, dan menaati mereka sebagaimana mestinya. ﴾ وَأَقۡرَضۡتُمُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا ﴿ "Dan kamu pinjamkan kepada Allah pin-jaman yang baik," yaitu, sedekah dan berbuat baik yang bersumber dari kejujuran, keikhlasan, dan hasil usaha yang baik. Jika kalian melakukan itu, maka ﴾ لَّأُكَفِّرَنَّ عَنكُمۡ سَيِّـَٔاتِكُمۡ وَلَأُدۡخِلَنَّكُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا …

Al-Maaida 5:12Listen in Qur'an →
13

فَبِمَا نَقْضِهِم مِّيثَٰقَهُمْ لَعَنَّٰهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَٰسِيَةًۭ ۖ يُحَرِّفُونَ ٱلْكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِۦ ۙ وَنَسُوا۟ حَظًّۭا مِّمَّا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَآئِنَةٍۢ مِّنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًۭا مِّنْهُمْ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱصْفَحْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

"Dan sungguh Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman, 'Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesung-guhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada Rasul-rasulKu dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus. (Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami laknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik'." (Al-Ma`idah: 12-13).

(12) Allah تعالى memberitakan bahwa Dia telah mengambil perjanjian yang berat dan tegas atas Bani Israil, dan Dia menyebut-kan kriteria perjanjian itu dan pahala mereka jika mereka melaksa-nakannya dan dosa mereka jika mereka tidak melaksanakannya. Kemudian Allah menyatakan bahwa mereka tidak melakukannya, sekaligus menyebutkan dengan apa Dia menghukum mereka. FirmanNya, ﴾ وَلَقَدۡ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "Dan sungguh Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil," yakni, perjanjian mereka yang berat lagi tegas. ﴾ وَبَعَثۡنَا مِنۡهُمُ ٱثۡنَيۡ عَشَرَ نَقِيبٗاۖ ﴿ "Dan telah Kami angkat di antara mereka dua belas orang pemimpin," maksudnya, kepala dan pembesar bagi yang lainnya agar dia berfungsi sebagai pengawas, dan pendorong mereka untuk menunaikan apa yang diperintahkan kepada mereka, dan sebagai penyeru yang mengajak mereka. Allah berfirman kepada para pemimpin yang memikul tugas dan tanggung jawab, ﴾ إِنِّي مَعَكُمۡۖ ﴿ "Sesungguhnya Aku beserta kamu," yaitu dengan bantuan dan pertolongan, karena pertolongan tergan-tung kepada beratnya beban. Kemudian Allah menyebutkan perjanjianNya kepada mereka, dengan FirmanNya, ﴾ لَئِنۡ أَقَمۡتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ ﴿ "Sesungguhnya jika kamu men-dirikan shalat," secara lahir dan batin, dengan melakukan apa yang lazim dan semestinya dilakukan secara terus-menerus, ﴾ وَءَاتَيۡتُمُ ٱلزَّكَوٰةَ ﴿ "dan menunaikan zakat," (dengan memberikannya) kepada orang-orang yang berhak menerimanya. ﴾ وَءَامَنتُم بِرُسُلِي ﴿ "Serta beriman kepada Rasul-rasulKu," seluruh-nya di mana yang paling utama dan paling sempurna di antara mereka adalah Muhammad ﷺ. ﴾ وَعَزَّرۡتُمُوهُمۡ ﴿ "Dan kamu membantu mereka," artinya, kalian mengagungkan, menghormati, dan menaati mereka sebagaimana mestinya. ﴾ وَأَقۡرَضۡتُمُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا ﴿ "Dan kamu pinjamkan kepada Allah pin-jaman yang baik," yaitu, sedekah dan berbuat baik yang bersumber dari kejujuran, keikhlasan, dan hasil usaha yang baik. Jika kalian melakukan itu, maka ﴾ لَّأُكَفِّرَنَّ عَنكُمۡ سَيِّـَٔاتِكُمۡ وَلَأُدۡخِلَنَّكُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا …

Al-Maaida 5:13Listen in Qur'an →
14

وَمِنَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّا نَصَٰرَىٰٓ أَخَذْنَا مِيثَٰقَهُمْ فَنَسُوا۟ حَظًّۭا مِّمَّا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ ٱلْعَدَاوَةَ وَٱلْبَغْضَآءَ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ ۚ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ ٱللَّهُ بِمَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ

Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan.

"Dan di antara orang-orang yang mengatakan, 'Sesungguh-nya kami ini orang-orang Nasrani,' ada yang telah Kami ambil per-janjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya, maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai Hari Kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan." (Al-Ma`idah: 14).

(14) Maksudnya, sebagaimana Kami telah mengambil per-janjian dari orang Yahudi, maka Kami juga mengambil perjanjian dari orang-orang yang berkata, "Kami adalah Nasara bagi Isa bin Maryam," dan mereka mentazkiyah diri mereka dengan iman kepada Allah dan Rasul-rasulNya serta apa yang mereka bawa, akan tetapi mereka juga membatalkan perjanjian dan melupakan dengan sengaja sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan darinya, baik melupakan ilmu maupun melupakan amal. ﴾ فَأَغۡرَيۡنَا بَيۡنَهُمُ ٱلۡعَدَاوَةَ وَٱلۡبَغۡضَآءَ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ ﴿ "Maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai Hari Kiamat," mak-sudnya, Kami kuasakan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain, di antara mereka timbul kerusuhan dan kedengkian yang menyebabkan sebagian dari mereka membenci dan memusuhi sebagian yang lain sampai Hari Kiamat. Ini adalah perkara yang nyata terjadi, di mana orang-orang Nasrani selalu dan senantiasa dalam kebencian, permusuhan, dan persengketaan. ﴾ وَسَوۡفَ يُنَبِّئُهُمُ ٱللَّهُ بِمَا كَانُواْ يَصۡنَعُونَ ﴿ "Dan kelak Allah akan mem-beritakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan." Lalu Dia akan menghukum mereka karenanya.

Al-Maaida 5:14Listen in Qur'an →
15

يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ قَدْ جَآءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًۭا مِّمَّا كُنتُمْ تُخْفُونَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍۢ ۚ قَدْ جَآءَكُم مِّنَ ٱللَّهِ نُورٌۭ وَكِتَٰبٌۭ مُّبِينٌۭ

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.

"Hai Ahli Kitab, sungguh telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak isi dari al-Kitab yang kamu sem-bunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sungguh telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaanNya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap-gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizinNya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus." (Al-Ma`idah: 15-16).

(15) Setelah Allah menjelaskan bahwa Dia telah mengam-bil perjanjian atas orang-orang Yahudi dan Nasrani dan bahwa mereka membatalkannya kecuali hanya sedikit dari mereka, maka Allah memerintahkan mereka semua agar beriman kepada Muhammad ﷺ, Allah berhujjah atas mereka dengan ayat yang qath'i (tak terbantahkan) yang menunjukkan kebenaran kenabian-nya, yaitu bahwa dia menjelaskan banyak perkara yang mereka sembunyikan dari manusia bahkan dari orang-orang awam dari pemeluk agama mereka sendiri. Jika mereka adalah orang-orang yang ditunjuk dalam urusan ilmu, dan pada waktu itu tidak se-orang pun yang memiliki ilmu kecuali apa yang mereka miliki, maka orang yang benar-benar ingin mendapatkan ilmu tidak me-miliki jalan untuk mengetahuinya kecuali dari mereka, maka keha-diran Rasulullah ﷺ dengan membawa al-Qur`an yang agung ini di mana dengannya dia menjelaskan apa yang mereka rahasiakan di antara mereka, sementara beliau adalah seorang yang ummi (buta huruf) tidak membaca dan tidak menulis, maka itu adalah bukti terkuat atas kerasulannya. Itu seperti sifat Muhammad ﷺ dalam kitab-kitab mereka dan tercantumkannya berita gembira tentang kedatangannya dalam kitab-kitab mereka, juga penjelasan tentang ayat rajam... dan lain sebagainya. ﴾ وَيَعۡفُواْ عَن كَثِيرٖۚ ﴿ "Dan banyak pula yang dibiarkannya," maksud-nya tidak menjelaskan apa yang tidak dituntut oleh hikmah. ﴾ قَدۡ جَآءَكُم مِّنَ ٱللَّهِ نُورٞ ﴿ "Sungguh telah datang kepadamu cahaya dari Allah," yaitu al-Qur`an yang digunakan sebagai penerang dalam kegelapan, kebodohan, dan kesesatan, ﴾ وَكِتَٰبٞ مُّبِينٞ ﴿ "dan kitab yang menerangkan" segala perkara dunia dan agama, ilmu tentang Allah, nama-nama, sifat-sifatNya dan perbuatan-perbuatanNya serta hukum-hukum syar'i dan hukum-hukum yang berkaitan dengan balasan, di mana semua itu diperlukan oleh manusia.

(16) Kemudian Allah menyebutkan siapa yang meraih pe-tunjuk dengan al-Qur`an ini, dan apa sebab yang membuat seorang hamba meraih itu, maka FirmanNya,﴾ يَهۡدِي بِهِ ٱللَّهُ مَنِ ٱتَّبَعَ رِضۡوَٰنَهُۥ سُبُلَ ٱلسَّلَٰمِ ﴿ "Dengan kitab itu Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaanNya ke jalan keselamatan." Maksudnya, Allah memberi pe-tunjuk kepada orang yang bersungguh-sungguh dan berusaha keras mencapai ridha Allah dan meletakkan target yang baik yaitu jalan keselamatan yang menyelamatkan pemiliknya dari azab dan mengantarkannya ke negeri keselamatan, yaitu keilmuan tentang kebenaran dan mengamalkannya secara global dan terperinci. Dan mengeluarkan mereka dari kegelapan kekufuran, bid'ah, kemaksi-atan, kebodohan dan kelalaian kepada cahaya iman, sunnah, keta-atan, ilmu dan dzikir. Semua itu adalah hidayah …

Al-Maaida 5:15Listen in Qur'an →
16

يَهْدِى بِهِ ٱللَّهُ مَنِ ٱتَّبَعَ رِضْوَٰنَهُۥ سُبُلَ ٱلسَّلَٰمِ وَيُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذْنِهِۦ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَٰطٍۢ مُّسْتَقِيمٍۢ

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

"Hai Ahli Kitab, sungguh telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak isi dari al-Kitab yang kamu sem-bunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sungguh telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaanNya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap-gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizinNya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus." (Al-Ma`idah: 15-16).

(15) Setelah Allah menjelaskan bahwa Dia telah mengam-bil perjanjian atas orang-orang Yahudi dan Nasrani dan bahwa mereka membatalkannya kecuali hanya sedikit dari mereka, maka Allah memerintahkan mereka semua agar beriman kepada Muhammad ﷺ, Allah berhujjah atas mereka dengan ayat yang qath'i (tak terbantahkan) yang menunjukkan kebenaran kenabian-nya, yaitu bahwa dia menjelaskan banyak perkara yang mereka sembunyikan dari manusia bahkan dari orang-orang awam dari pemeluk agama mereka sendiri. Jika mereka adalah orang-orang yang ditunjuk dalam urusan ilmu, dan pada waktu itu tidak se-orang pun yang memiliki ilmu kecuali apa yang mereka miliki, maka orang yang benar-benar ingin mendapatkan ilmu tidak me-miliki jalan untuk mengetahuinya kecuali dari mereka, maka keha-diran Rasulullah ﷺ dengan membawa al-Qur`an yang agung ini di mana dengannya dia menjelaskan apa yang mereka rahasiakan di antara mereka, sementara beliau adalah seorang yang ummi (buta huruf) tidak membaca dan tidak menulis, maka itu adalah bukti terkuat atas kerasulannya. Itu seperti sifat Muhammad ﷺ dalam kitab-kitab mereka dan tercantumkannya berita gembira tentang kedatangannya dalam kitab-kitab mereka, juga penjelasan tentang ayat rajam... dan lain sebagainya. ﴾ وَيَعۡفُواْ عَن كَثِيرٖۚ ﴿ "Dan banyak pula yang dibiarkannya," maksud-nya tidak menjelaskan apa yang tidak dituntut oleh hikmah. ﴾ قَدۡ جَآءَكُم مِّنَ ٱللَّهِ نُورٞ ﴿ "Sungguh telah datang kepadamu cahaya dari Allah," yaitu al-Qur`an yang digunakan sebagai penerang dalam kegelapan, kebodohan, dan kesesatan, ﴾ وَكِتَٰبٞ مُّبِينٞ ﴿ "dan kitab yang menerangkan" segala perkara dunia dan agama, ilmu tentang Allah, nama-nama, sifat-sifatNya dan perbuatan-perbuatanNya serta hukum-hukum syar'i dan hukum-hukum yang berkaitan dengan balasan, di mana semua itu diperlukan oleh manusia.

(16) Kemudian Allah menyebutkan siapa yang meraih pe-tunjuk dengan al-Qur`an ini, dan apa sebab yang membuat seorang hamba meraih itu, maka FirmanNya,﴾ يَهۡدِي بِهِ ٱللَّهُ مَنِ ٱتَّبَعَ رِضۡوَٰنَهُۥ سُبُلَ ٱلسَّلَٰمِ ﴿ "Dengan kitab itu Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaanNya ke jalan keselamatan." Maksudnya, Allah memberi pe-tunjuk kepada orang yang bersungguh-sungguh dan berusaha keras mencapai ridha Allah dan meletakkan target yang baik yaitu jalan keselamatan yang menyelamatkan pemiliknya dari azab dan mengantarkannya ke negeri keselamatan, yaitu keilmuan tentang kebenaran dan mengamalkannya secara global dan terperinci. Dan mengeluarkan mereka dari kegelapan kekufuran, bid'ah, kemaksi-atan, kebodohan dan kelalaian kepada cahaya iman, sunnah, keta-atan, ilmu dan dzikir. Semua itu adalah hidayah …

Al-Maaida 5:16Listen in Qur'an →
17

لَّقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ ۚ قُلْ فَمَن يَمْلِكُ مِنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا إِنْ أَرَادَ أَن يُهْلِكَ ٱلْمَسِيحَ ٱبْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُۥ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًۭا ۗ وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam". Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?". Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

"Sungguh telah kafirlah orang-orang yang berkata, 'Sesungguh-nya Allah itu ialah al-Masih putra Maryam.' Katakanlah, 'Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan al-Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi se-muanya?' Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan, 'Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya.' Katakanlah, 'Maka mengapa Allah me-nyiksa kamu karena dosa-dosamu?' (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakanNya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendakiNya dan menyiksa siapa yang dikehen-dakiNya. Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada Allah-lah (se-gala sesuatu) kembali." (Al-Ma`idah: 17-18).

(17) Manakala Allah menyebutkan pengambilan janji atas orang-orang Yahudi dan Nasrani dan bahwa mereka tidak menu-naikannya, justru mereka melanggarnya, maka Allah menyebut-kan perkataan mereka yang buruk. Allah menyebutkan perkataan orang-orang Nasrani, perkataan yang tidak diucapkan oleh siapa pun selain mereka yaitu, bahwa Allah adalah al-Masih bin Maryam, dengan alasan karena dia dilahirkan tanpa bapak, maka mereka meyakini padanya dengan keyakinan yang batil ini, padahal Hawa sama dengannya, dia diciptakan tanpa ibu, bahkan Adam, dia lebih luar biasa, karena dia diciptakan tanpa bapak dan ibu. Mengapa mereka tidak menyematkan gelar ketuhanan kepada keduanya seperti yang mereka lakukan kepada al-Masih? Ini menunjukkan bahwa ucapan mereka itu hanyalah sekedar mengikuti hawa naf-su tanpa bukti dan argumen. Maka Allah membantah mereka dengan dalil aqli (logika) yang jelas. Maka FirmanNya,﴾ قُلۡ فَمَن يَمۡلِكُ مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔا إِنۡ أَرَادَ أَن يُهۡلِكَ ٱلۡمَسِيحَ ٱبۡنَ مَرۡيَمَ وَأُمَّهُۥ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗاۗ ﴿ "Katakanlah, 'Maka siapakah gerangan yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membi-nasakan al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?'" Jika orang-orang yang disebutkan dalam ayat ini tidak memiliki kemampuan untuk melindungi diri seandainya Allah hendak membinasakan mereka, maka hal itu menunjukkan kebatilan ketuhanan orang yang tidak mampu meno-lak kebinasaan dan tidak memiliki kekuatan untuk menyelamatkan diri darinya. Di antara bukti-bukti lain adalah, bahwa ﴾ لِّلَّهِ ﴿ "kepunyaan Allah," semata ﴾ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "kerajaan langit dan bumi." Dia mengatur mereka dengan hukum alam, hukum syar'i dan hukum-an balasan. Mereka adalah para makhluk yang dimiliki oleh Allah yang diatur. Apakah layak seorang hamba, makhluk yang miskin menjadi Tuhan Yang Mahakaya dari segala segi? Ini adalah kemus-tahilan paling besar. Dan tidak ada bukti dari kekaguman mereka dari penciptaan al-Masih putra Maryam tanpa bapak, karena Allah ﴾ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ ﴿ "menciptakan apa yang dikehendakiNya." Jika Dia berke-hendak, maka Dia menciptakan dari …

Al-Maaida 5:17Listen in Qur'an →
18

وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ وَٱلنَّصَٰرَىٰ نَحْنُ أَبْنَٰٓؤُا۟ ٱللَّهِ وَأَحِبَّٰٓؤُهُۥ ۚ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُم بِذُنُوبِكُم ۖ بَلْ أَنتُم بَشَرٌۭ مِّمَّنْ خَلَقَ ۚ يَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۚ وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ وَإِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).

"Sungguh telah kafirlah orang-orang yang berkata, 'Sesungguh-nya Allah itu ialah al-Masih putra Maryam.' Katakanlah, 'Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan al-Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi se-muanya?' Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan, 'Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya.' Katakanlah, 'Maka mengapa Allah me-nyiksa kamu karena dosa-dosamu?' (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakanNya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendakiNya dan menyiksa siapa yang dikehen-dakiNya. Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada Allah-lah (se-gala sesuatu) kembali." (Al-Ma`idah: 17-18).

(17) Manakala Allah menyebutkan pengambilan janji atas orang-orang Yahudi dan Nasrani dan bahwa mereka tidak menu-naikannya, justru mereka melanggarnya, maka Allah menyebut-kan perkataan mereka yang buruk. Allah menyebutkan perkataan orang-orang Nasrani, perkataan yang tidak diucapkan oleh siapa pun selain mereka yaitu, bahwa Allah adalah al-Masih bin Maryam, dengan alasan karena dia dilahirkan tanpa bapak, maka mereka meyakini padanya dengan keyakinan yang batil ini, padahal Hawa sama dengannya, dia diciptakan tanpa ibu, bahkan Adam, dia lebih luar biasa, karena dia diciptakan tanpa bapak dan ibu. Mengapa mereka tidak menyematkan gelar ketuhanan kepada keduanya seperti yang mereka lakukan kepada al-Masih? Ini menunjukkan bahwa ucapan mereka itu hanyalah sekedar mengikuti hawa naf-su tanpa bukti dan argumen. Maka Allah membantah mereka dengan dalil aqli (logika) yang jelas. Maka FirmanNya,﴾ قُلۡ فَمَن يَمۡلِكُ مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔا إِنۡ أَرَادَ أَن يُهۡلِكَ ٱلۡمَسِيحَ ٱبۡنَ مَرۡيَمَ وَأُمَّهُۥ وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗاۗ ﴿ "Katakanlah, 'Maka siapakah gerangan yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membi-nasakan al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?'" Jika orang-orang yang disebutkan dalam ayat ini tidak memiliki kemampuan untuk melindungi diri seandainya Allah hendak membinasakan mereka, maka hal itu menunjukkan kebatilan ketuhanan orang yang tidak mampu meno-lak kebinasaan dan tidak memiliki kekuatan untuk menyelamatkan diri darinya. Di antara bukti-bukti lain adalah, bahwa ﴾ لِّلَّهِ ﴿ "kepunyaan Allah," semata ﴾ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "kerajaan langit dan bumi." Dia mengatur mereka dengan hukum alam, hukum syar'i dan hukum-an balasan. Mereka adalah para makhluk yang dimiliki oleh Allah yang diatur. Apakah layak seorang hamba, makhluk yang miskin menjadi Tuhan Yang Mahakaya dari segala segi? Ini adalah kemus-tahilan paling besar. Dan tidak ada bukti dari kekaguman mereka dari penciptaan al-Masih putra Maryam tanpa bapak, karena Allah ﴾ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ ﴿ "menciptakan apa yang dikehendakiNya." Jika Dia berke-hendak, maka Dia menciptakan dari …

Al-Maaida 5:18Listen in Qur'an →
19

يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ قَدْ جَآءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَىٰ فَتْرَةٍۢ مِّنَ ٱلرُّسُلِ أَن تَقُولُوا۟ مَا جَآءَنَا مِنۢ بَشِيرٍۢ وَلَا نَذِيرٍۢ ۖ فَقَدْ جَآءَكُم بَشِيرٌۭ وَنَذِيرٌۭ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan (syari'at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan: "Tidak ada datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan". Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

"Hai Ahli Kitab, sungguh telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan (syariat Kami) kepadamu ketika terputus (pengirim-an) rasul-rasul, agar kamu tidak mengatakan, 'Tidak datang kepada kami seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan.' Sungguh telah datang kepadamu pembawa berita gem-bira dan pemberi peringatan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (Al-Ma`idah: 19).

(19) Allah menyeru Ahli Kitab karena Dia telah memberi-kan nikmatNya kepada mereka dalam bentuk kitab yang diberikan kepada mereka agar mereka beriman kepada RasulNya Muhammad ﷺ dan bersyukur kepada Allah yang telah mengutusnya kepada mereka ﴾ عَلَىٰ فَتۡرَةٖ مِّنَ ٱلرُّسُلِ ﴿ "pada saat pengiriman rasul-rasul terputus," dan kebutuhan mereka yang mendesak kepadanya, dan ini adalah di antara yang menyeru untuk beriman kepadaNya dan bahwa rasul itulah yang menjelaskan seluruh tuntutan ilahiyah dan hukum-hukum syar'i. Allah telah memotong argumentasi mereka dalam hal ini agar mereka tidak mengatakan,﴾ مَا جَآءَنَا مِنۢ بَشِيرٖ وَلَا نَذِيرٖۖ فَقَدۡ جَآءَكُم بَشِيرٞ وَنَذِيرٞۗ ﴿ "Tidak datang kepada kami seorang pembawa berita gembira dan tidak pula seorang pemberi peringatan. Sungguh telah datang kepa-damu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan." Dia menyam-paikan berita gembira dengan pahala dunia dan akhirat dan amal-amal yang mengantarkan kepadanya dan sifat para pengamalnya. Dia memberi peringatan dari azab dunia dan akhirat dan amal-amal yang mengantarkan kepadanya dan sifat para pengamalnya. ﴾ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴿ "Dan Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu." Segala sesuatu tunduk dan patuh kepada kekuasaanNya, tidak ada sesuatu pun yang sulit bagiNya. Dan di antara kekuasaanNya adalah Dia mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab dan bahwa Dia memberi pahala kepada orang yang taat dan menghu-kum orang yang membangkang.

Al-Maaida 5:19Listen in Qur'an →
20

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِۦ يَٰقَوْمِ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنۢبِيَآءَ وَجَعَلَكُم مُّلُوكًۭا وَءَاتَىٰكُم مَّا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًۭا مِّنَ ٱلْعَٰلَمِينَ

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi nabi diantaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun diantara umat-umat yang lain".

"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikanNya kamu orang-orang mer-deka, dan diberikanNya kepadamu apa yang belum pernah diberi-kanNya kepada seorang pun di antara umat-umat yang lain. Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentu-kan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena kamu takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.' Mereka berkata, 'Hai Musa, sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar darinya, pasti kami akan memasukinya.' Berkata-lah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya, 'Serbulah mereka me-lalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya, niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.' Mereka berkata, 'Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan mema-sukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu, dan berperanglah kamu ber-dua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.' Musa berkata, 'Ya Rabbku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu.' Allah berfirman, '(Jika demikian), maka se-sungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu'." (Al-Ma`idah: 20-26).

(20) Manakala Allah memberikan nikmatNya kepada Musa dan kaumnya dengan selamatnya mereka dari Fir'aun dan bala tentaranya dari perbudakan dan penindasannya, maka mereka pulang kembali ke negeri dan tempat tinggal mereka, yaitu Baitul Maqdis dan sekitarnya, mereka telah hampir sampai di Baitul Maqdis. Dan Allah telah mewajibkan kepada mereka berjihad me-lawan musuh mereka untuk mengusirnya dari negeri mereka, maka Musa menasihati dan mengingatkan mereka agar melakukan jihad. Maka Musa berkata, ﴾ ٱذۡكُرُواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Ingatlah nikmat Allah atasmu," dengan hati dan lisanmu, karena mengingatnya akan me-micu kecintaan kepadaNya dan mendorong kepada ibadah; ﴾ إِذۡ جَعَلَ فِيكُمۡ أَنۢبِيَآءَ ﴿ "ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu," di mana mereka menyeru kalian kepada hidayah, memperingatkanmu dari kesesatan, mendorongmu kepada kebahagiaan abadi, dan meng-ajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. ﴾ وَجَعَلَكُم مُّلُوكٗا ﴿ "Dan dijadikanNya kamu orang-orang merdeka," yang memiliki (hak dan kendali) sendiri yang mana perbudakan dari musuhmu terha-dapmu telah terhapus sehingga kamu sendiri yang mengurusi per-karamu, dan kamu mampu menegakkan agamamu. ﴾ وَءَاتَىٰكُم ﴿ "Dia memberimu" nikmat-nikmat dunia dan agama, ﴾ مَّا لَمۡ يُؤۡتِ أَحَدٗا مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "apa yang belum pernah diberikan kepada seorang pun di antara umat-umat yang lain." Mereka pada masa itu adalah manusia terbaik dan termulia di Mata Allah. Allah telah …

Al-Maaida 5:20Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.