Muslim99Muslim99
← Tafsir library

3. Aal-i-Imraan

The Family of Imraan · Medinan · 200 ayahs

سُورَةُ آلِ عِمۡرَانَ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 121–130 of 200

121

وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ ٱلْمُؤْمِنِينَ مَقَٰعِدَ لِلْقِتَالِ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,

"Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu, akan menempatkan para Mukmin di bebe-rapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Oleh karena itu, hendaklah karena Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal. Sungguh Allah telah menolongmu dalam perang Badar, padahal kamu (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin, 'Apakah tidak cukup bagimu Allah membantumu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit).' Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerangmu dengan seketika itu juga, niscaya Rabbmu menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak menjadikan pem-berian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan tidak-lah kemenanganmu itu melainkan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Allah menolongmu dalam perang Badar dan memberi bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa." (Ali Imran: 121-127).

(121) Itu adalah pada perang Uhud ketika Nabi ﷺ pergi bersama kaum Muslimin, di saat kaum musyrikin dengan kelom-pok mereka telah sampai pada tempat yang dekat dari Uhud, lalu beliau menempatkan mereka pada posisi mereka masing-masing, mengatur mereka secara tertib pada kedudukan mereka dengan suatu pengaturan yang sangat cemerlang, yang menunjukkan akan kematangan pikirannya dan kemahirannya yang sempurna dalam urusan siasat perang, sebagaimana beliau sempurna dalam segala tindakan, ﴾ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿ "dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Me-ngetahui", maksudnya, tidak ada sesuatu pun dari urusan kalian yang tersembunyi dariNya.

(122) ﴾ إِذۡ هَمَّت طَّآئِفَتَانِ مِنكُمۡ أَن تَفۡشَلَا ﴿ "Ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut," mereka itu adalah Bani Salimah dan Bani Haritsah, akan tetapi Allah menolong mereka disebabkan kasih sayangNya, perlindunganNya, dan bimbinganNya. ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal", karena bila mereka bertawakal kepadaNya, niscaya Allah akan mencukupi, menolong mereka, dan melindungi mereka dari tertimpa oleh sesuatu yang dapat memudaratkan bagi agama dan dunia mereka. Dalam ayat ini dan yang semisalnya mengandung hukum kewajiban bertawakal dan bahwa sebesar keimanan seseorang maka sebesar itu pulalah tawakalnya. Dan tawakal itu adalah bersandar-nya seorang hamba kepada Rabbnya dalam memperoleh manfaat dan menolak mudarat dari dirinya.

Dan tatkala Allah menyebutkan tentang keadaan mereka dalam perang Uhud dan apa yang terjadi pada mereka berupa musibah, maka Allah juga menyebutkan pertolongan Allah dan nikmatNya atas mereka pada perang Badar, agar mereka bersyukur kepada Rabb mereka dan agar hal itu dapat meringankan kejadian pada perang Uhud tersebut. Lalu Allah berfirman,

(123) Dan …

Aal-i-Imraan 3:121Listen in Qur'an →
122

إِذْ هَمَّت طَّآئِفَتَانِ مِنكُمْ أَن تَفْشَلَا وَٱللَّهُ وَلِيُّهُمَا ۗ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.

"Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu, akan menempatkan para Mukmin di bebe-rapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Oleh karena itu, hendaklah karena Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal. Sungguh Allah telah menolongmu dalam perang Badar, padahal kamu (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin, 'Apakah tidak cukup bagimu Allah membantumu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit).' Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerangmu dengan seketika itu juga, niscaya Rabbmu menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak menjadikan pem-berian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan tidak-lah kemenanganmu itu melainkan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Allah menolongmu dalam perang Badar dan memberi bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa." (Ali Imran: 121-127).

(121) Itu adalah pada perang Uhud ketika Nabi ﷺ pergi bersama kaum Muslimin, di saat kaum musyrikin dengan kelom-pok mereka telah sampai pada tempat yang dekat dari Uhud, lalu beliau menempatkan mereka pada posisi mereka masing-masing, mengatur mereka secara tertib pada kedudukan mereka dengan suatu pengaturan yang sangat cemerlang, yang menunjukkan akan kematangan pikirannya dan kemahirannya yang sempurna dalam urusan siasat perang, sebagaimana beliau sempurna dalam segala tindakan, ﴾ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿ "dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Me-ngetahui", maksudnya, tidak ada sesuatu pun dari urusan kalian yang tersembunyi dariNya.

(122) ﴾ إِذۡ هَمَّت طَّآئِفَتَانِ مِنكُمۡ أَن تَفۡشَلَا ﴿ "Ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut," mereka itu adalah Bani Salimah dan Bani Haritsah, akan tetapi Allah menolong mereka disebabkan kasih sayangNya, perlindunganNya, dan bimbinganNya. ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal", karena bila mereka bertawakal kepadaNya, niscaya Allah akan mencukupi, menolong mereka, dan melindungi mereka dari tertimpa oleh sesuatu yang dapat memudaratkan bagi agama dan dunia mereka. Dalam ayat ini dan yang semisalnya mengandung hukum kewajiban bertawakal dan bahwa sebesar keimanan seseorang maka sebesar itu pulalah tawakalnya. Dan tawakal itu adalah bersandar-nya seorang hamba kepada Rabbnya dalam memperoleh manfaat dan menolak mudarat dari dirinya.

Dan tatkala Allah menyebutkan tentang keadaan mereka dalam perang Uhud dan apa yang terjadi pada mereka berupa musibah, maka Allah juga menyebutkan pertolongan Allah dan nikmatNya atas mereka pada perang Badar, agar mereka bersyukur kepada Rabb mereka dan agar hal itu dapat meringankan kejadian pada perang Uhud tersebut. Lalu Allah berfirman,

(123) Dan …

Aal-i-Imraan 3:122Listen in Qur'an →
123

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ ٱللَّهُ بِبَدْرٍۢ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌۭ ۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.

"Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu, akan menempatkan para Mukmin di bebe-rapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Oleh karena itu, hendaklah karena Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal. Sungguh Allah telah menolongmu dalam perang Badar, padahal kamu (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin, 'Apakah tidak cukup bagimu Allah membantumu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit).' Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerangmu dengan seketika itu juga, niscaya Rabbmu menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak menjadikan pem-berian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan tidak-lah kemenanganmu itu melainkan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Allah menolongmu dalam perang Badar dan memberi bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa." (Ali Imran: 121-127).

(121) Itu adalah pada perang Uhud ketika Nabi ﷺ pergi bersama kaum Muslimin, di saat kaum musyrikin dengan kelom-pok mereka telah sampai pada tempat yang dekat dari Uhud, lalu beliau menempatkan mereka pada posisi mereka masing-masing, mengatur mereka secara tertib pada kedudukan mereka dengan suatu pengaturan yang sangat cemerlang, yang menunjukkan akan kematangan pikirannya dan kemahirannya yang sempurna dalam urusan siasat perang, sebagaimana beliau sempurna dalam segala tindakan, ﴾ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿ "dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Me-ngetahui", maksudnya, tidak ada sesuatu pun dari urusan kalian yang tersembunyi dariNya.

(122) ﴾ إِذۡ هَمَّت طَّآئِفَتَانِ مِنكُمۡ أَن تَفۡشَلَا ﴿ "Ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut," mereka itu adalah Bani Salimah dan Bani Haritsah, akan tetapi Allah menolong mereka disebabkan kasih sayangNya, perlindunganNya, dan bimbinganNya. ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal", karena bila mereka bertawakal kepadaNya, niscaya Allah akan mencukupi, menolong mereka, dan melindungi mereka dari tertimpa oleh sesuatu yang dapat memudaratkan bagi agama dan dunia mereka. Dalam ayat ini dan yang semisalnya mengandung hukum kewajiban bertawakal dan bahwa sebesar keimanan seseorang maka sebesar itu pulalah tawakalnya. Dan tawakal itu adalah bersandar-nya seorang hamba kepada Rabbnya dalam memperoleh manfaat dan menolak mudarat dari dirinya.

Dan tatkala Allah menyebutkan tentang keadaan mereka dalam perang Uhud dan apa yang terjadi pada mereka berupa musibah, maka Allah juga menyebutkan pertolongan Allah dan nikmatNya atas mereka pada perang Badar, agar mereka bersyukur kepada Rabb mereka dan agar hal itu dapat meringankan kejadian pada perang Uhud tersebut. Lalu Allah berfirman,

(123) Dan …

Aal-i-Imraan 3:123Listen in Qur'an →
124

إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَن يَكْفِيَكُمْ أَن يُمِدَّكُمْ رَبُّكُم بِثَلَٰثَةِ ءَالَٰفٍۢ مِّنَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ مُنزَلِينَ

(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: "Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?"

"Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu, akan menempatkan para Mukmin di bebe-rapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Oleh karena itu, hendaklah karena Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal. Sungguh Allah telah menolongmu dalam perang Badar, padahal kamu (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin, 'Apakah tidak cukup bagimu Allah membantumu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit).' Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerangmu dengan seketika itu juga, niscaya Rabbmu menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak menjadikan pem-berian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan tidak-lah kemenanganmu itu melainkan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Allah menolongmu dalam perang Badar dan memberi bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa." (Ali Imran: 121-127).

(121) Itu adalah pada perang Uhud ketika Nabi ﷺ pergi bersama kaum Muslimin, di saat kaum musyrikin dengan kelom-pok mereka telah sampai pada tempat yang dekat dari Uhud, lalu beliau menempatkan mereka pada posisi mereka masing-masing, mengatur mereka secara tertib pada kedudukan mereka dengan suatu pengaturan yang sangat cemerlang, yang menunjukkan akan kematangan pikirannya dan kemahirannya yang sempurna dalam urusan siasat perang, sebagaimana beliau sempurna dalam segala tindakan, ﴾ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿ "dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Me-ngetahui", maksudnya, tidak ada sesuatu pun dari urusan kalian yang tersembunyi dariNya.

(122) ﴾ إِذۡ هَمَّت طَّآئِفَتَانِ مِنكُمۡ أَن تَفۡشَلَا ﴿ "Ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut," mereka itu adalah Bani Salimah dan Bani Haritsah, akan tetapi Allah menolong mereka disebabkan kasih sayangNya, perlindunganNya, dan bimbinganNya. ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal", karena bila mereka bertawakal kepadaNya, niscaya Allah akan mencukupi, menolong mereka, dan melindungi mereka dari tertimpa oleh sesuatu yang dapat memudaratkan bagi agama dan dunia mereka. Dalam ayat ini dan yang semisalnya mengandung hukum kewajiban bertawakal dan bahwa sebesar keimanan seseorang maka sebesar itu pulalah tawakalnya. Dan tawakal itu adalah bersandar-nya seorang hamba kepada Rabbnya dalam memperoleh manfaat dan menolak mudarat dari dirinya.

Dan tatkala Allah menyebutkan tentang keadaan mereka dalam perang Uhud dan apa yang terjadi pada mereka berupa musibah, maka Allah juga menyebutkan pertolongan Allah dan nikmatNya atas mereka pada perang Badar, agar mereka bersyukur kepada Rabb mereka dan agar hal itu dapat meringankan kejadian pada perang Uhud tersebut. Lalu Allah berfirman,

(123) Dan …

Aal-i-Imraan 3:124Listen in Qur'an →
125

بَلَىٰٓ ۚ إِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ وَيَأْتُوكُم مِّن فَوْرِهِمْ هَٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُم بِخَمْسَةِ ءَالَٰفٍۢ مِّنَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ مُسَوِّمِينَ

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.

"Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu, akan menempatkan para Mukmin di bebe-rapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Oleh karena itu, hendaklah karena Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal. Sungguh Allah telah menolongmu dalam perang Badar, padahal kamu (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin, 'Apakah tidak cukup bagimu Allah membantumu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit).' Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerangmu dengan seketika itu juga, niscaya Rabbmu menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak menjadikan pem-berian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan tidak-lah kemenanganmu itu melainkan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Allah menolongmu dalam perang Badar dan memberi bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa." (Ali Imran: 121-127).

(121) Itu adalah pada perang Uhud ketika Nabi ﷺ pergi bersama kaum Muslimin, di saat kaum musyrikin dengan kelom-pok mereka telah sampai pada tempat yang dekat dari Uhud, lalu beliau menempatkan mereka pada posisi mereka masing-masing, mengatur mereka secara tertib pada kedudukan mereka dengan suatu pengaturan yang sangat cemerlang, yang menunjukkan akan kematangan pikirannya dan kemahirannya yang sempurna dalam urusan siasat perang, sebagaimana beliau sempurna dalam segala tindakan, ﴾ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿ "dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Me-ngetahui", maksudnya, tidak ada sesuatu pun dari urusan kalian yang tersembunyi dariNya.

(122) ﴾ إِذۡ هَمَّت طَّآئِفَتَانِ مِنكُمۡ أَن تَفۡشَلَا ﴿ "Ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut," mereka itu adalah Bani Salimah dan Bani Haritsah, akan tetapi Allah menolong mereka disebabkan kasih sayangNya, perlindunganNya, dan bimbinganNya. ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal", karena bila mereka bertawakal kepadaNya, niscaya Allah akan mencukupi, menolong mereka, dan melindungi mereka dari tertimpa oleh sesuatu yang dapat memudaratkan bagi agama dan dunia mereka. Dalam ayat ini dan yang semisalnya mengandung hukum kewajiban bertawakal dan bahwa sebesar keimanan seseorang maka sebesar itu pulalah tawakalnya. Dan tawakal itu adalah bersandar-nya seorang hamba kepada Rabbnya dalam memperoleh manfaat dan menolak mudarat dari dirinya.

Dan tatkala Allah menyebutkan tentang keadaan mereka dalam perang Uhud dan apa yang terjadi pada mereka berupa musibah, maka Allah juga menyebutkan pertolongan Allah dan nikmatNya atas mereka pada perang Badar, agar mereka bersyukur kepada Rabb mereka dan agar hal itu dapat meringankan kejadian pada perang Uhud tersebut. Lalu Allah berfirman,

(123) Dan …

Aal-i-Imraan 3:125Listen in Qur'an →
126

وَمَا جَعَلَهُ ٱللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُم بِهِۦ ۗ وَمَا ٱلنَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ

Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

"Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu, akan menempatkan para Mukmin di bebe-rapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Oleh karena itu, hendaklah karena Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal. Sungguh Allah telah menolongmu dalam perang Badar, padahal kamu (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin, 'Apakah tidak cukup bagimu Allah membantumu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit).' Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerangmu dengan seketika itu juga, niscaya Rabbmu menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak menjadikan pem-berian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan tidak-lah kemenanganmu itu melainkan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Allah menolongmu dalam perang Badar dan memberi bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa." (Ali Imran: 121-127).

(121) Itu adalah pada perang Uhud ketika Nabi ﷺ pergi bersama kaum Muslimin, di saat kaum musyrikin dengan kelom-pok mereka telah sampai pada tempat yang dekat dari Uhud, lalu beliau menempatkan mereka pada posisi mereka masing-masing, mengatur mereka secara tertib pada kedudukan mereka dengan suatu pengaturan yang sangat cemerlang, yang menunjukkan akan kematangan pikirannya dan kemahirannya yang sempurna dalam urusan siasat perang, sebagaimana beliau sempurna dalam segala tindakan, ﴾ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿ "dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Me-ngetahui", maksudnya, tidak ada sesuatu pun dari urusan kalian yang tersembunyi dariNya.

(122) ﴾ إِذۡ هَمَّت طَّآئِفَتَانِ مِنكُمۡ أَن تَفۡشَلَا ﴿ "Ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut," mereka itu adalah Bani Salimah dan Bani Haritsah, akan tetapi Allah menolong mereka disebabkan kasih sayangNya, perlindunganNya, dan bimbinganNya. ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal", karena bila mereka bertawakal kepadaNya, niscaya Allah akan mencukupi, menolong mereka, dan melindungi mereka dari tertimpa oleh sesuatu yang dapat memudaratkan bagi agama dan dunia mereka. Dalam ayat ini dan yang semisalnya mengandung hukum kewajiban bertawakal dan bahwa sebesar keimanan seseorang maka sebesar itu pulalah tawakalnya. Dan tawakal itu adalah bersandar-nya seorang hamba kepada Rabbnya dalam memperoleh manfaat dan menolak mudarat dari dirinya.

Dan tatkala Allah menyebutkan tentang keadaan mereka dalam perang Uhud dan apa yang terjadi pada mereka berupa musibah, maka Allah juga menyebutkan pertolongan Allah dan nikmatNya atas mereka pada perang Badar, agar mereka bersyukur kepada Rabb mereka dan agar hal itu dapat meringankan kejadian pada perang Uhud tersebut. Lalu Allah berfirman,

(123) Dan …

Aal-i-Imraan 3:126Listen in Qur'an →
127

لِيَقْطَعَ طَرَفًۭا مِّنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنقَلِبُوا۟ خَآئِبِينَ

(Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bala bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.

"Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu, akan menempatkan para Mukmin di bebe-rapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Oleh karena itu, hendaklah karena Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal. Sungguh Allah telah menolongmu dalam perang Badar, padahal kamu (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang Mukmin, 'Apakah tidak cukup bagimu Allah membantumu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit).' Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerangmu dengan seketika itu juga, niscaya Rabbmu menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Dan Allah tidak menjadikan pem-berian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan tidak-lah kemenanganmu itu melainkan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Allah menolongmu dalam perang Badar dan memberi bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa." (Ali Imran: 121-127).

(121) Itu adalah pada perang Uhud ketika Nabi ﷺ pergi bersama kaum Muslimin, di saat kaum musyrikin dengan kelom-pok mereka telah sampai pada tempat yang dekat dari Uhud, lalu beliau menempatkan mereka pada posisi mereka masing-masing, mengatur mereka secara tertib pada kedudukan mereka dengan suatu pengaturan yang sangat cemerlang, yang menunjukkan akan kematangan pikirannya dan kemahirannya yang sempurna dalam urusan siasat perang, sebagaimana beliau sempurna dalam segala tindakan, ﴾ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴿ "dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Me-ngetahui", maksudnya, tidak ada sesuatu pun dari urusan kalian yang tersembunyi dariNya.

(122) ﴾ إِذۡ هَمَّت طَّآئِفَتَانِ مِنكُمۡ أَن تَفۡشَلَا ﴿ "Ketika dua golongan darimu ingin (mundur) karena takut," mereka itu adalah Bani Salimah dan Bani Haritsah, akan tetapi Allah menolong mereka disebabkan kasih sayangNya, perlindunganNya, dan bimbinganNya. ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakal", karena bila mereka bertawakal kepadaNya, niscaya Allah akan mencukupi, menolong mereka, dan melindungi mereka dari tertimpa oleh sesuatu yang dapat memudaratkan bagi agama dan dunia mereka. Dalam ayat ini dan yang semisalnya mengandung hukum kewajiban bertawakal dan bahwa sebesar keimanan seseorang maka sebesar itu pulalah tawakalnya. Dan tawakal itu adalah bersandar-nya seorang hamba kepada Rabbnya dalam memperoleh manfaat dan menolak mudarat dari dirinya.

Dan tatkala Allah menyebutkan tentang keadaan mereka dalam perang Uhud dan apa yang terjadi pada mereka berupa musibah, maka Allah juga menyebutkan pertolongan Allah dan nikmatNya atas mereka pada perang Badar, agar mereka bersyukur kepada Rabb mereka dan agar hal itu dapat meringankan kejadian pada perang Uhud tersebut. Lalu Allah berfirman,

(123) Dan …

Aal-i-Imraan 3:127Listen in Qur'an →
128

لَيْسَ لَكَ مِنَ ٱلْأَمْرِ شَىْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَٰلِمُونَ

Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.

"Tak ada sedikit pun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang zhalim." (Ali Imran: 128).

(128) Ketika Nabi ﷺ tertimpa musibah pada perang Uhud hingga gigi depan beliau patah, kepala beliau terluka, beliau ber-sabda, كَيْفَ يُفْلِحُ قَوْمٌ شَجُّوْا نَبِيَّهُمْ وَكَسَرُوْا رَبَاعِيَتَهُ. "Bagaimana (mungkin) akan beruntung suatu kaum yang telah melukai wajah Nabi mereka dan memecahkan giginya."[6] Maka Allah menurunkan ayat di atas, dan menjelaskan bahwa segala urusan itu milik Allah dan bahwa Rasulullah ﷺ tidak memiliki wewenang sedikit pun, karena beliau hanyalah seorang hamba dari hamba-hamba Allah, sedang mereka semuanya ada di bawah penghambaan kepada Rabb, mereka itu adalah yang diatur, bukan yang mengatur. Dan mereka yang telah engkau doakan ke-burukan wahai Rasul, atau yang telah engkau mustahilkan men-dapatkan petunjuk dan keberuntungan, bila Allah menghendaki, niscaya Dia mengampuni mereka, dan memberi mereka taufik masuk ke dalam Islam, dan itu telah dilakukan olehNya, karena mayoritas dari orang-orang tersebut telah diberi hidayah oleh Allah sehingga mereka masuk Islam. Dan bila Allah kehendaki, Dia pun akan menyiksa mereka karena mereka adalah orang-orang yang zhalim yang berhak mendapatkan hukuman dan siksa dari Allah.

Aal-i-Imraan 3:128Listen in Qur'an →
129

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ

Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

"Kepunyaan Allah sesuatu yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki dan Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Ali Imran: 129).

(129) Allah تعالى mengabarkan bahwa Dia-lah yang mengatur segala alam yang di langit maupun di bumi. Dan bahwasanya Allah memberi taubat kepada siapa yang dikehendakiNya lalu mengampuninya, dan menghinakan siapa yang dikehendakiNya sehingga Dia menyiksanya. ﴾ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang." Maka di antara sifatNya yang pasti adalah kesempurnaan ampunan dan kasih sayang, dan adanya tuntutan dari kesempur-naan itu pada penciptaan dan pengaturan, maka Dia mengampuni orang-orang yang bertaubat dan memberikan kasih sayangNya kepada orang yang melaksanakan sebab-sebab yang mengharus-kannya mendapatkan kasih sayang, Allah berfirman, ﴾ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ 132 ﴿ "Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat." (Ali Imran: 132).[7]

F[8] Segala puji bagi Allah, kami memujiNya dan memohon per-tolonganNya, kami meminta ampunanNya dan berlindung kepa-daNya dari kejahatan jiwa kami dan kejelekan amal kami. Barang-siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan (oleh Allah), maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak di-sembah) kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya. Allah تعالى berfirman,

Aal-i-Imraan 3:129Listen in Qur'an →
130

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوا۟ ٱلرِّبَوٰٓا۟ أَضْعَٰفًۭا مُّضَٰعَفَةًۭ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir. Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkah-kan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun untuk dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa kecuali Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalam-nya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal." (Ali Imran: 130-136).

(130) Telah berlalu pada mukadimah tafsir ini bahwa se-orang hamba seyogyanya memperhatikan perintah dan larangan pada dirinya dan orang lain. Dan bahwasanya Allah تعالى apabila memerintahkan kepadanya suatu perintah, maka dia wajib pertama kali mengetahui batasannya dan apa yang diperintahkan tersebut agar dia mampu menaati hal tersebut, dan apabila dia telah menge-tahui hal itu, maka hendaklah berusaha dan memohon pertolongan kepada Allah untuk menaatinya pada dirinya maupun pada orang lain sesuai dengan kemampuannya dan kapasitasnya. Demikian pula bila dia dilarang dari sesuatu, dia mengetahui batasannya dan hal-hal yang termasuk di dalamnya dan yang tidak termasuk, kemudian dia berusaha dan memohon pertolongan dari Rabbnya dalam meninggalkannya, dan bahwasanya hal ini wajib untuk diperhatikan dalam segala perintah Allah dan laranganNya. Ayat-ayat yang mulia ini terkandung di dalamnya berbagai perintah dan perkara dari perkara-perkara kebaikan. Allah meme-rintahkan kepadanya dan menganjurkan untuk mengamalkannya, lalu Allah mengabarkan tentang balasan pelakunya, dan mengabar-kan larangan-larangan yang dianjurkan untuk ditinggalkan. Barangkali hikmah -wallahu a'lam – dalam memasukkan ayat-ayat ini di sela-sela kisah perang Uhud adalah seperti yang telah dijelaskan bahwasanya Allah تعالى telah berjanji kepada hamba-hambaNya yang Mukmin yaitu apabila mereka bersabar dan ber-takwa niscaya Allah akan membela mereka dalam menghadapi musuh-musuh mereka dan menghinakan musuh untuk mereka, sebagaimana pada Firman Allah تعالى, ﴾ وَإِن تَصۡبِرُواْ وَتَتَّقُواْ لَا يَضُرُّكُمۡ كَيۡدُهُمۡ شَيۡـًٔاۗ ﴿ "Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu." (Ali Imran: 120). Kemudian Allah berfirman, ﴾ إِن تَصۡبِرُواْ وَتَتَّقُواْ وَيَأۡتُوكُم مِّن فَوۡرِهِمۡ هَٰذَا يُمۡدِدۡكُمۡ رَبُّكُم ﴿ "Jika kamu bersabar dan bertakwa, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu." (Ali Imran: 125). Seakan-akan jiwa …

Aal-i-Imraan 3:130Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.