Muslim99Muslim99
← Tafsir library

3. Aal-i-Imraan

The Family of Imraan · Medinan · 200 ayahs

سُورَةُ آلِ عِمۡرَانَ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 111–120 of 200

111

لَن يَضُرُّوكُمْ إِلَّآ أَذًۭى ۖ وَإِن يُقَٰتِلُوكُمْ يُوَلُّوكُمُ ٱلْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يُنصَرُونَ

Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab ber-iman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudarat kepadamu melainkan gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka memerangimu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan." (Ali Imran: 110-111).

(110-111) Hal ini adalah keutamaan yang diberikan Allah kepada umat ini dengan sebab-sebab tersebut, yang menjadikan mereka istimewa karenanya dan mereka unggul di atas seluruh umat. Mereka adalah sebaik-baik manusia untuk manusia dalam nasihat dan cinta kepada kebaikan, dakwah, pengajaran, bimbingan, perintah kepada kebaikan dan larangan dari kemungkaran, me-nyatukan kesempurnaan akhlak dan usaha dalam memberikan manfaat kepada mereka sesuai dengan kemampuan, dan antara penyempurnaan jiwa dengan beriman kepada Allah dan menunai-kan segala hak-hak keimanan. Dan bahwa Ahli Kitab jika mereka beriman seperti kalian beriman kepadaNya, niscaya mereka akan mendapatkan petunjuk, dan itulah yang baik buat mereka. Akan tetapi yang beriman di antara mereka hanya sedikit, dan mayo-ritasnya adalah orang-orang yang fasik yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan RasulNya, memerangi kaum Mukminin, dan berusaha dalam memudaratkan mereka dengan segala kemampuan mereka. Tetapi walaupun demikian, mereka tidak akan mampu memudaratkan kaum Mukminin kecuali ejekan lisan saja, dan jika tidak demikian, sekiranya kaum Mukminin memerangi mereka, pastilah mereka akan melarikan diri dan mereka tidak akan ditolong. Dan apa yang dikabarkan oleh Allah tersebut benar-benar telah terjadi, yaitu ketika mereka memerangi kaum Mukminin, maka mereka malah berpaling dan melarikan diri, lalu Allah menolong kaum Mukminin dalam memerangi mereka.

Aal-i-Imraan 3:111Listen in Qur'an →
112

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوٓا۟ إِلَّا بِحَبْلٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ وَحَبْلٍۢ مِّنَ ٱلنَّاسِ وَبَآءُو بِغَضَبٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلْمَسْكَنَةُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَيَقْتُلُونَ ٱلْأَنۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّۢ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ

Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.

"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemur-kaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas." (Ali Imran: 112).

(112) Ini merupakan kabar dari Allah تعالى bahwa kaum Yahudi itu diliputi oleh kehinaan sehingga mereka selalu takut di mana pun mereka berada, tidak ada yang dapat menenangkan mereka kecuali perjanjian damai dan suatu sebab yang bisa mem-buat mereka tenang, mereka tunduk di bawah hukum-hukum Islam dan mereka membayar jizyah. Atau dengan tali perjanjian ﴾ مِّنَ ٱلنَّاسِ ﴿ "dengan manusia," mak-sudnya, apabila mereka di bawah kekuasaan selain mereka dan pengawasan bangsa lain, sebagaimana telah terlihat dari kondisi mereka dahulu maupun yang akan datang, di mana mereka pada masa terakhir ini tidak mampu menguasai secara temporal di Palestina kecuali dengan bantuan negara-negara kuat dan penye-diaan prasarana mereka untuk mereka dalam segala hal. ﴾ وَبَآءُو بِغَضَبٖ مِّنَ ٱللَّهِ ﴿ "Dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah," maksudnya, sungguh Allah murka atas mereka dan meng-hukum mereka dengan kehinaan dan kerendahan. Sebab-sebabnya adalah kekufuran mereka terhadap ayat-ayat Allah dan pembunuh-an mereka terhadap para Nabi ﴾ بِغَيۡرِ حَقّٖۚ ﴿ "tanpa alasan yang benar." Maksudnya, hal tersebut tidaklah atas dasar kebodohan, akan tetapi atas dasar kesewenang-wenangan dan kedurhakaan. Hukuman yang bermacam-macam yang menimpa mereka, ﴾ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُواْ يَعۡتَدُونَ ﴿ "disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas." Allah تعالى tidak menzhalimi mereka dan menyiksa mereka tanpa adanya dosa, akan tetapi yang Allah timpakan atas mereka dise-babkan oleh kesewenang-wenangan, permusuhan, kekufuran, pen-dustaan, dan kejahatan mereka yang besar itu.

Aal-i-Imraan 3:112Listen in Qur'an →
113

۞ لَيْسُوا۟ سَوَآءًۭ ۗ مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ أُمَّةٌۭ قَآئِمَةٌۭ يَتْلُونَ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ

Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).

"Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada go-longan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat). Mereka beriman kepada Allah dan Hari Penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang shalih. Dan kebajikan apa saja yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak diha-langi (menerima pahala)nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa." (Ali Imran: 113-115).

(113-114) Tatkala Allah menyebutkan tentang orang-orang yang menyimpang dari Ahli Kitab, maka Allah juga menjelaskan tentang orang-orang yang istiqamah dari mereka dan bahwa ada di antara mereka sekelompok orang yang menegakkan dasar-dasar agama dan cabang-cabangnya, ﴾ يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَيَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ ﴿ "Mereka beriman kepada Allah dan Hari Penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf," yaitu segala kebaikan, dan mereka melarang dari yang mungkar, yaitu segala macam kejelekan, sebagaimana Allah تعالى berfirman, ﴾ وَمِن قَوۡمِ مُوسَىٰٓ أُمَّةٞ يَهۡدُونَ بِٱلۡحَقِّ وَبِهِۦ يَعۡدِلُونَ 159 ﴿ "Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan haq dan dengan yang haq itulah me-reka menjalankan keadilan." (Al-A'raf: 159). ﴾ وَيُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِۖ ﴿ "Dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan." Bersegera melakukan pelbagai kebajikan merupakan nilai tambah daripada sekedar melakukannya. Itu adalah ciri me-reka dalam mengamalkan kebajikan dan bersegera melakukannya, serta menyempurnakannya dengan segala hal yang melengkapinya, berupa perkara wajib maupun sunnah.

(115) Kemudian Allah تعالى menjelaskan bahwa apa pun yang mereka kerjakan berupa kebaikan, baik sedikit atau banyak, maka Allah تعالى akan menerimanya, karena bersumber dari keimanan dan keikhlasan, ﴾ فَلَن يُكۡفَرُوهُۗ ﴿ "maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala)nya", maksudnya, Allah tidak akan mengingkari apa yang telah mereka lakukan dan tidak akan menyia-nyiakannya. ﴾ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa," mereka adalah orang-orang yang melakukan kebajikan dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan dengan tujuan ridha Allah dan mengharap pahalaNya.

Aal-i-Imraan 3:113Listen in Qur'an →
114

يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَأُو۟لَٰٓئِكَ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

"Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada go-longan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat). Mereka beriman kepada Allah dan Hari Penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang shalih. Dan kebajikan apa saja yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak diha-langi (menerima pahala)nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa." (Ali Imran: 113-115).

(113-114) Tatkala Allah menyebutkan tentang orang-orang yang menyimpang dari Ahli Kitab, maka Allah juga menjelaskan tentang orang-orang yang istiqamah dari mereka dan bahwa ada di antara mereka sekelompok orang yang menegakkan dasar-dasar agama dan cabang-cabangnya, ﴾ يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَيَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ ﴿ "Mereka beriman kepada Allah dan Hari Penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf," yaitu segala kebaikan, dan mereka melarang dari yang mungkar, yaitu segala macam kejelekan, sebagaimana Allah تعالى berfirman, ﴾ وَمِن قَوۡمِ مُوسَىٰٓ أُمَّةٞ يَهۡدُونَ بِٱلۡحَقِّ وَبِهِۦ يَعۡدِلُونَ 159 ﴿ "Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan haq dan dengan yang haq itulah me-reka menjalankan keadilan." (Al-A'raf: 159). ﴾ وَيُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِۖ ﴿ "Dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan." Bersegera melakukan pelbagai kebajikan merupakan nilai tambah daripada sekedar melakukannya. Itu adalah ciri me-reka dalam mengamalkan kebajikan dan bersegera melakukannya, serta menyempurnakannya dengan segala hal yang melengkapinya, berupa perkara wajib maupun sunnah.

(115) Kemudian Allah تعالى menjelaskan bahwa apa pun yang mereka kerjakan berupa kebaikan, baik sedikit atau banyak, maka Allah تعالى akan menerimanya, karena bersumber dari keimanan dan keikhlasan, ﴾ فَلَن يُكۡفَرُوهُۗ ﴿ "maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala)nya", maksudnya, Allah tidak akan mengingkari apa yang telah mereka lakukan dan tidak akan menyia-nyiakannya. ﴾ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa," mereka adalah orang-orang yang melakukan kebajikan dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan dengan tujuan ridha Allah dan mengharap pahalaNya.

Aal-i-Imraan 3:114Listen in Qur'an →
115

وَمَا يَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍۢ فَلَن يُكْفَرُوهُ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلْمُتَّقِينَ

Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menenerima pahala)nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.

"Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada go-longan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat). Mereka beriman kepada Allah dan Hari Penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang shalih. Dan kebajikan apa saja yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak diha-langi (menerima pahala)nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa." (Ali Imran: 113-115).

(113-114) Tatkala Allah menyebutkan tentang orang-orang yang menyimpang dari Ahli Kitab, maka Allah juga menjelaskan tentang orang-orang yang istiqamah dari mereka dan bahwa ada di antara mereka sekelompok orang yang menegakkan dasar-dasar agama dan cabang-cabangnya, ﴾ يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَيَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ ﴿ "Mereka beriman kepada Allah dan Hari Penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf," yaitu segala kebaikan, dan mereka melarang dari yang mungkar, yaitu segala macam kejelekan, sebagaimana Allah تعالى berfirman, ﴾ وَمِن قَوۡمِ مُوسَىٰٓ أُمَّةٞ يَهۡدُونَ بِٱلۡحَقِّ وَبِهِۦ يَعۡدِلُونَ 159 ﴿ "Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan haq dan dengan yang haq itulah me-reka menjalankan keadilan." (Al-A'raf: 159). ﴾ وَيُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِۖ ﴿ "Dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan." Bersegera melakukan pelbagai kebajikan merupakan nilai tambah daripada sekedar melakukannya. Itu adalah ciri me-reka dalam mengamalkan kebajikan dan bersegera melakukannya, serta menyempurnakannya dengan segala hal yang melengkapinya, berupa perkara wajib maupun sunnah.

(115) Kemudian Allah تعالى menjelaskan bahwa apa pun yang mereka kerjakan berupa kebaikan, baik sedikit atau banyak, maka Allah تعالى akan menerimanya, karena bersumber dari keimanan dan keikhlasan, ﴾ فَلَن يُكۡفَرُوهُۗ ﴿ "maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala)nya", maksudnya, Allah tidak akan mengingkari apa yang telah mereka lakukan dan tidak akan menyia-nyiakannya. ﴾ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa," mereka adalah orang-orang yang melakukan kebajikan dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan dengan tujuan ridha Allah dan mengharap pahalaNya.

Aal-i-Imraan 3:115Listen in Qur'an →
116

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَن تُغْنِىَ عَنْهُمْ أَمْوَٰلُهُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيْـًۭٔا ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۚ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikit pun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Perumpamaan harta yang mereka naf-kahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu me-rusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (Ali Imran: 116-117).

(116-117) Allah تعالى menerangkan bahwa orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Allah dan mendustakan para rasulNya tidak akan ada penyelamat yang menyelamatkan mereka dari siksa Allah dan tidak pula ada pemberi syafa'at kepada me-reka di sisi Allah. Dan bahwasanya harta dan anak-anak mereka yang disiapkan untuk menghadapi kesulitan dan bencana tidak akan berguna bagi mereka sama sekali. Infak yang mereka keluarkan di dunia untuk membela keba-tilan mereka akan lenyap, dan bahwa perumpamaannya ﴾ كَمَثَلِ ﴿ "adalah seperti perumpamaan" tanaman yang ditimpa ﴾ رِيحٖ ﴿ "angin" kencang, ﴾ فِيهَا صِرٌّ ﴿ "yang mengandung hawa yang sangat dingin," mak-sudnya, hawa dingin yang menusuk atau panas yang membakar, lalu menghancurkan tanaman tersebut, dan hal tersebut adalah akibat dari kezhaliman mereka, maka Allah tidak menzhalimi me-reka dan menyiksa mereka tanpa suatu dosa, akan tetapi mereka-lah yang telah menzhalimi diri mereka sendiri. Ini sebagaimana Firman Allah تعالى, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ لِيَصُدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيۡهِمۡ ثُمَّ يُغۡلَبُونَۗ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, kemudian mereka akan dikalahkan." (Al-Anfal: 36).

Aal-i-Imraan 3:116Listen in Qur'an →
117

مَثَلُ مَا يُنفِقُونَ فِى هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍۢ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍۢ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ ٱللَّهُ وَلَٰكِنْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir, baik harta maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikit pun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Perumpamaan harta yang mereka naf-kahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu me-rusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (Ali Imran: 116-117).

(116-117) Allah تعالى menerangkan bahwa orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Allah dan mendustakan para rasulNya tidak akan ada penyelamat yang menyelamatkan mereka dari siksa Allah dan tidak pula ada pemberi syafa'at kepada me-reka di sisi Allah. Dan bahwasanya harta dan anak-anak mereka yang disiapkan untuk menghadapi kesulitan dan bencana tidak akan berguna bagi mereka sama sekali. Infak yang mereka keluarkan di dunia untuk membela keba-tilan mereka akan lenyap, dan bahwa perumpamaannya ﴾ كَمَثَلِ ﴿ "adalah seperti perumpamaan" tanaman yang ditimpa ﴾ رِيحٖ ﴿ "angin" kencang, ﴾ فِيهَا صِرٌّ ﴿ "yang mengandung hawa yang sangat dingin," mak-sudnya, hawa dingin yang menusuk atau panas yang membakar, lalu menghancurkan tanaman tersebut, dan hal tersebut adalah akibat dari kezhaliman mereka, maka Allah tidak menzhalimi me-reka dan menyiksa mereka tanpa suatu dosa, akan tetapi mereka-lah yang telah menzhalimi diri mereka sendiri. Ini sebagaimana Firman Allah تعالى, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ لِيَصُدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيۡهِمۡ ثُمَّ يُغۡلَبُونَۗ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, kemudian mereka akan dikalahkan." (Al-Anfal: 36).

Aal-i-Imraan 3:117Listen in Qur'an →
118

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ بِطَانَةًۭ مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًۭا وَدُّوا۟ مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ ٱلْبَغْضَآءُ مِنْ أَفْوَٰهِهِمْ وَمَا تُخْفِى صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil men-jadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudarat-an bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkanmu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami te-rangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpaimu, mereka berkata, 'Kami beriman,' dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lan-taran marah bercampur benci terhadapmu. Katakanlah (kepada mereka), 'Matilah kamu karena kemarahanmu itu.' Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemu-daratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan." (Ali Imran: 118-120).

(118-119) Ini adalah peringatan Allah untuk hamba-ham-baNya dari tindakan mengangkat orang-orang kafir sebagai pe-mimpin mereka, menjadikan mereka sahabat-sahabat terpercaya, dan teman-teman dekat, menampakkan dan membuka rahasia-rahasia kaum Mukminin kepada mereka. Lalu Allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya yang beriman tentang perkara-perkara yang mengharuskan mereka berlepas diri dari tindakan menjadi-kan orang-orang kafir itu sebagai sahabat terpercaya, karena me-reka ﴾ لَا يَأۡلُونَكُمۡ خَبَالٗا ﴿ "tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu." Mereka berusaha tanpa pernah lelah, dalam mengakibat-kan kemudaratan bagi kalian, dan sungguh telah nampak adanya kebencian dari perkataan dan ketergelinciran lisan mereka. Keben-cian dan permusuhan yang disembunyikan oleh hati mereka ﴾ أَكۡبَرُۚ ﴿ "adalah lebih besar lagi" daripada sesuatu yang dinampakkan oleh mereka berupa perkataan maupun perbuatan mereka. Bila kalian mempunyai pemahaman dan akal pikiran, maka sungguh Allah telah menjelaskan bagi kalian perkara mereka. Lalu apa faktor yang mengharuskan untuk mencintai mereka dan menjadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin atau teman-teman terpercaya, padahal kalian mengetahui adanya penyimpangan agama yang besar pada mereka dan juga pada balasan kebaikan kalian terhadap mereka? Kalian itu adalah orang-orang yang istiqamah berpegang teguh pada agama-agama para Rasul. Kalian beriman kepada semua Rasul yang diutus oleh Allah dan kepada setiap kitab yang diturunkan olehNya, sedang mereka mengingkari kitab yang paling utama dan Rasul yang paling mulia. Kalian memberikan mereka (semua) cinta dan kasih sayang yang sama sekali mereka tidak memberikan imbalan minimal yang setimpal untuk kalian. Lalu bagaimana bisa kalian mencintai mereka sedang mereka tidak mencintai kalian. Mereka menjilat kalian dan berlaku nifak terhadap kalian? Dan bila mereka menjumpai kalian, ﴾ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوۡاْ ﴿ "mereka berkata, 'Kami beriman,' dan apabila mereka menyen-diri" bersama dengan kelompok mereka sendiri, ﴾ عَضُّواْ …

Aal-i-Imraan 3:118Listen in Qur'an →
119

هَٰٓأَنتُمْ أُو۟لَآءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِٱلْكِتَٰبِ كُلِّهِۦ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا۟ عَضُّوا۟ عَلَيْكُمُ ٱلْأَنَامِلَ مِنَ ٱلْغَيْظِ ۚ قُلْ مُوتُوا۟ بِغَيْظِكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil men-jadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudarat-an bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkanmu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami te-rangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpaimu, mereka berkata, 'Kami beriman,' dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lan-taran marah bercampur benci terhadapmu. Katakanlah (kepada mereka), 'Matilah kamu karena kemarahanmu itu.' Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemu-daratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan." (Ali Imran: 118-120).

(118-119) Ini adalah peringatan Allah untuk hamba-ham-baNya dari tindakan mengangkat orang-orang kafir sebagai pe-mimpin mereka, menjadikan mereka sahabat-sahabat terpercaya, dan teman-teman dekat, menampakkan dan membuka rahasia-rahasia kaum Mukminin kepada mereka. Lalu Allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya yang beriman tentang perkara-perkara yang mengharuskan mereka berlepas diri dari tindakan menjadi-kan orang-orang kafir itu sebagai sahabat terpercaya, karena me-reka ﴾ لَا يَأۡلُونَكُمۡ خَبَالٗا ﴿ "tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu." Mereka berusaha tanpa pernah lelah, dalam mengakibat-kan kemudaratan bagi kalian, dan sungguh telah nampak adanya kebencian dari perkataan dan ketergelinciran lisan mereka. Keben-cian dan permusuhan yang disembunyikan oleh hati mereka ﴾ أَكۡبَرُۚ ﴿ "adalah lebih besar lagi" daripada sesuatu yang dinampakkan oleh mereka berupa perkataan maupun perbuatan mereka. Bila kalian mempunyai pemahaman dan akal pikiran, maka sungguh Allah telah menjelaskan bagi kalian perkara mereka. Lalu apa faktor yang mengharuskan untuk mencintai mereka dan menjadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin atau teman-teman terpercaya, padahal kalian mengetahui adanya penyimpangan agama yang besar pada mereka dan juga pada balasan kebaikan kalian terhadap mereka? Kalian itu adalah orang-orang yang istiqamah berpegang teguh pada agama-agama para Rasul. Kalian beriman kepada semua Rasul yang diutus oleh Allah dan kepada setiap kitab yang diturunkan olehNya, sedang mereka mengingkari kitab yang paling utama dan Rasul yang paling mulia. Kalian memberikan mereka (semua) cinta dan kasih sayang yang sama sekali mereka tidak memberikan imbalan minimal yang setimpal untuk kalian. Lalu bagaimana bisa kalian mencintai mereka sedang mereka tidak mencintai kalian. Mereka menjilat kalian dan berlaku nifak terhadap kalian? Dan bila mereka menjumpai kalian, ﴾ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوۡاْ ﴿ "mereka berkata, 'Kami beriman,' dan apabila mereka menyen-diri" bersama dengan kelompok mereka sendiri, ﴾ عَضُّواْ …

Aal-i-Imraan 3:119Listen in Qur'an →
120

إِن تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌۭ تَسُؤْهُمْ وَإِن تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌۭ يَفْرَحُوا۟ بِهَا ۖ وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـًٔا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌۭ

Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil men-jadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudarat-an bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkanmu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami te-rangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpaimu, mereka berkata, 'Kami beriman,' dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lan-taran marah bercampur benci terhadapmu. Katakanlah (kepada mereka), 'Matilah kamu karena kemarahanmu itu.' Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemu-daratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan." (Ali Imran: 118-120).

(118-119) Ini adalah peringatan Allah untuk hamba-ham-baNya dari tindakan mengangkat orang-orang kafir sebagai pe-mimpin mereka, menjadikan mereka sahabat-sahabat terpercaya, dan teman-teman dekat, menampakkan dan membuka rahasia-rahasia kaum Mukminin kepada mereka. Lalu Allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya yang beriman tentang perkara-perkara yang mengharuskan mereka berlepas diri dari tindakan menjadi-kan orang-orang kafir itu sebagai sahabat terpercaya, karena me-reka ﴾ لَا يَأۡلُونَكُمۡ خَبَالٗا ﴿ "tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu." Mereka berusaha tanpa pernah lelah, dalam mengakibat-kan kemudaratan bagi kalian, dan sungguh telah nampak adanya kebencian dari perkataan dan ketergelinciran lisan mereka. Keben-cian dan permusuhan yang disembunyikan oleh hati mereka ﴾ أَكۡبَرُۚ ﴿ "adalah lebih besar lagi" daripada sesuatu yang dinampakkan oleh mereka berupa perkataan maupun perbuatan mereka. Bila kalian mempunyai pemahaman dan akal pikiran, maka sungguh Allah telah menjelaskan bagi kalian perkara mereka. Lalu apa faktor yang mengharuskan untuk mencintai mereka dan menjadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin atau teman-teman terpercaya, padahal kalian mengetahui adanya penyimpangan agama yang besar pada mereka dan juga pada balasan kebaikan kalian terhadap mereka? Kalian itu adalah orang-orang yang istiqamah berpegang teguh pada agama-agama para Rasul. Kalian beriman kepada semua Rasul yang diutus oleh Allah dan kepada setiap kitab yang diturunkan olehNya, sedang mereka mengingkari kitab yang paling utama dan Rasul yang paling mulia. Kalian memberikan mereka (semua) cinta dan kasih sayang yang sama sekali mereka tidak memberikan imbalan minimal yang setimpal untuk kalian. Lalu bagaimana bisa kalian mencintai mereka sedang mereka tidak mencintai kalian. Mereka menjilat kalian dan berlaku nifak terhadap kalian? Dan bila mereka menjumpai kalian, ﴾ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوۡاْ ﴿ "mereka berkata, 'Kami beriman,' dan apabila mereka menyen-diri" bersama dengan kelompok mereka sendiri, ﴾ عَضُّواْ …

Aal-i-Imraan 3:120Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.