Muslim99Muslim99
← Tafsir library

2. Al-Baqara

The Cow · Medinan · 286 ayahs

سُورَةُ البَقَرَةِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 71–80 of 286

71

قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌۭ لَّا ذَلُولٌۭ تُثِيرُ ٱلْأَرْضَ وَلَا تَسْقِى ٱلْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌۭ لَّا شِيَةَ فِيهَا ۚ قَالُوا۟ ٱلْـَٰٔنَ جِئْتَ بِٱلْحَقِّ ۚ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا۟ يَفْعَلُونَ

Musa berkata: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya". Mereka berkata: "Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya". Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.

"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.' Mereka berkata, 'Apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan?' Musa menjawab, 'Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.' Mereka menjawab, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu.' Musa menjawab, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.' Mereka berkata, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya.' Musa menjawab, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenang-kan orang-orang yang memandangnya.' Mereka berkata, 'Mohon-kanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).' Musa berkata, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya.' Mereka berkata, 'Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya.' Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksana-kan perintah itu. Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman, 'Pukullah mayat itu dengan sebagian ang-gota sapi betina itu!' Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti. Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, atau lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah: 67-74).

(67) Maksudnya, dan ingatlah kalian apa yang terjadi pada kalian bersama Musa عليه السلام ketika kalian membunuh seseorang lalu kalian saling tuduh menuduh tentang itu, maksudnya, kalian saling mengingkari dan saling berselisih tentang pembunuhnya hingga perkara itu menjadi rumit di antara kalian, dan hampir saja -sekiranya Allah tidak menjelaskannya untuk kalian- terjadi suatu keburukan yang dahsyat di antara kalian. Lalu Nabi Musa عليه السلام ber-kata kepada kalian untuk mengungkap pelaku pembunuhannya, "Kalian sembelihlah seekor sapi," dan yang wajib adalah bersegera dalam menaati perintahnya tanpa ada sanggahan atasnya. Akan tetapi mereka enggan melakukannya kecuali dengan memberikan sanggahan seraya mereka berkata, ﴾ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوٗاۖ ﴿ "Apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan?" Nabi Allah Musa menjawab, ﴾ أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنۡ أَكُونَ …

Al-Baqara 2:71Listen in Qur'an →
72

وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًۭا فَٱدَّٰرَْٰٔتُمْ فِيهَا ۖ وَٱللَّهُ مُخْرِجٌۭ مَّا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.

"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.' Mereka berkata, 'Apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan?' Musa menjawab, 'Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.' Mereka menjawab, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu.' Musa menjawab, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.' Mereka berkata, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya.' Musa menjawab, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenang-kan orang-orang yang memandangnya.' Mereka berkata, 'Mohon-kanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).' Musa berkata, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya.' Mereka berkata, 'Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya.' Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksana-kan perintah itu. Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman, 'Pukullah mayat itu dengan sebagian ang-gota sapi betina itu!' Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti. Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, atau lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah: 67-74).

(67) Maksudnya, dan ingatlah kalian apa yang terjadi pada kalian bersama Musa عليه السلام ketika kalian membunuh seseorang lalu kalian saling tuduh menuduh tentang itu, maksudnya, kalian saling mengingkari dan saling berselisih tentang pembunuhnya hingga perkara itu menjadi rumit di antara kalian, dan hampir saja -sekiranya Allah tidak menjelaskannya untuk kalian- terjadi suatu keburukan yang dahsyat di antara kalian. Lalu Nabi Musa عليه السلام ber-kata kepada kalian untuk mengungkap pelaku pembunuhannya, "Kalian sembelihlah seekor sapi," dan yang wajib adalah bersegera dalam menaati perintahnya tanpa ada sanggahan atasnya. Akan tetapi mereka enggan melakukannya kecuali dengan memberikan sanggahan seraya mereka berkata, ﴾ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوٗاۖ ﴿ "Apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan?" Nabi Allah Musa menjawab, ﴾ أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنۡ أَكُونَ …

Al-Baqara 2:72Listen in Qur'an →
73

فَقُلْنَا ٱضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا ۚ كَذَٰلِكَ يُحْىِ ٱللَّهُ ٱلْمَوْتَىٰ وَيُرِيكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Lalu Kami berfirman: "Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti.

"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.' Mereka berkata, 'Apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan?' Musa menjawab, 'Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.' Mereka menjawab, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu.' Musa menjawab, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.' Mereka berkata, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya.' Musa menjawab, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenang-kan orang-orang yang memandangnya.' Mereka berkata, 'Mohon-kanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).' Musa berkata, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya.' Mereka berkata, 'Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya.' Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksana-kan perintah itu. Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman, 'Pukullah mayat itu dengan sebagian ang-gota sapi betina itu!' Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti. Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, atau lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah: 67-74).

(67) Maksudnya, dan ingatlah kalian apa yang terjadi pada kalian bersama Musa عليه السلام ketika kalian membunuh seseorang lalu kalian saling tuduh menuduh tentang itu, maksudnya, kalian saling mengingkari dan saling berselisih tentang pembunuhnya hingga perkara itu menjadi rumit di antara kalian, dan hampir saja -sekiranya Allah tidak menjelaskannya untuk kalian- terjadi suatu keburukan yang dahsyat di antara kalian. Lalu Nabi Musa عليه السلام ber-kata kepada kalian untuk mengungkap pelaku pembunuhannya, "Kalian sembelihlah seekor sapi," dan yang wajib adalah bersegera dalam menaati perintahnya tanpa ada sanggahan atasnya. Akan tetapi mereka enggan melakukannya kecuali dengan memberikan sanggahan seraya mereka berkata, ﴾ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوٗاۖ ﴿ "Apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan?" Nabi Allah Musa menjawab, ﴾ أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنۡ أَكُونَ …

Al-Baqara 2:73Listen in Qur'an →
74

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِىَ كَٱلْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةًۭ ۚ وَإِنَّ مِنَ ٱلْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ ٱلْأَنْهَٰرُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ ٱلْمَآءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ ٱللَّهِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina.' Mereka berkata, 'Apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan?' Musa menjawab, 'Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.' Mereka menjawab, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu.' Musa menjawab, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.' Mereka berkata, 'Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya.' Musa menjawab, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenang-kan orang-orang yang memandangnya.' Mereka berkata, 'Mohon-kanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).' Musa berkata, 'Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya.' Mereka berkata, 'Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya.' Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksana-kan perintah itu. Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman, 'Pukullah mayat itu dengan sebagian ang-gota sapi betina itu!' Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaanNya agar kamu mengerti. Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, atau lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah: 67-74).

(67) Maksudnya, dan ingatlah kalian apa yang terjadi pada kalian bersama Musa عليه السلام ketika kalian membunuh seseorang lalu kalian saling tuduh menuduh tentang itu, maksudnya, kalian saling mengingkari dan saling berselisih tentang pembunuhnya hingga perkara itu menjadi rumit di antara kalian, dan hampir saja -sekiranya Allah tidak menjelaskannya untuk kalian- terjadi suatu keburukan yang dahsyat di antara kalian. Lalu Nabi Musa عليه السلام ber-kata kepada kalian untuk mengungkap pelaku pembunuhannya, "Kalian sembelihlah seekor sapi," dan yang wajib adalah bersegera dalam menaati perintahnya tanpa ada sanggahan atasnya. Akan tetapi mereka enggan melakukannya kecuali dengan memberikan sanggahan seraya mereka berkata, ﴾ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوٗاۖ ﴿ "Apakah kamu hendak menjadikan kami bahan ejekan?" Nabi Allah Musa menjawab, ﴾ أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنۡ أَكُونَ …

Al-Baqara 2:74Listen in Qur'an →
75

۞ أَفَتَطْمَعُونَ أَن يُؤْمِنُوا۟ لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌۭ مِّنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُۥ مِنۢ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?.

"Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata,' Kami pun telah ber-iman,' tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, mereka berkata, 'Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang Mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya de-ngan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?' Tidakkah mereka mengeta-hui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga." (Al-Baqarah: 75-78).

(75) Ayat ini adalah sebuah pemupusan akan harapan kaum Mukminin dari keimanan ahli kitab. Yakni janganlah kalian terlalu berharap mereka akan beriman, sedangkan akhlak mereka tidak mendukung harapan kalian terhadap mereka, karena mereka dahulu merubah kalam Allah setelah mereka memahami dan me-ngetahuinya, lalu mereka membuat suatu makna yang tidak Allah kehendaki untuk menipu manusia bahwasanya makna-makna itu datangnya dari sisi Allah padahal itu bukanlah dari sisi Allah. Jika perilaku mereka terhadap kitab mereka sendiri -yang mana mereka meyakininya sebagai kemuliaan bagi mereka dan agama mereka-, mereka menghalangi manusia dari jalan Allah dengan kitab itu, maka bagaimana mungkin mereka diharapkan percaya kepada kalian? Hal ini adalah perkara yang paling mustahil.

(76) Kemudian Allah menyebutkan tentang kisah kaum munafik ahli kitab seraya berfirman, ﴾ وَإِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا ﴿ "Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, 'Kami pun telah beriman'." Mereka menampakkan keimanan mereka secara lisan kepada kaum Muslimin yang tidak ada dalam hati mereka, ﴾ وَإِذَا خَلَا بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ ﴿ "tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja" di sisi mereka tidak ada seorang pun selain dari pe-meluk agama mereka, maka berkatalah sebagian mereka kepada sebagian lain, ﴾ أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا فَتَحَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang Mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu?" Yakni, apakah kalian menampakkan keimanan kalian kepada kaum Muslimin dan kalian kabarkan bahwasanya kalian itu sama seperti mereka? Hingga hal itu menjadi hujjah yang mem-bela mereka yang justru memberatkan kalian. Mereka berkata bahwasanya mereka telah mengakui bahwa apa yang kami jadikan pedoman adalah benar dan apa yang mereka jadikan pedoman adalah batil, lalu mereka berhujjah terhadap kalian dengan hal itu pada sisi Rabb kalian, ﴾ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "tidakkah kamu mengerti?" Mak-sudnya, tidakkah kalian memiliki pikiran hingga kalian mening-galkan hal-hal yang menjadi hujjah melawan kalian?

(77) Ini adalah perkataan sebagian mereka kepada sebagian yang lain. ﴾ أَوَلَا يَعۡلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَ ﴿ "Tidakkah mereka me-ngetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka …

Al-Baqara 2:75Listen in Qur'an →
76

وَإِذَا لَقُوا۟ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍۢ قَالُوٓا۟ أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا فَتَحَ ٱللَّهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَآجُّوكُم بِهِۦ عِندَ رَبِّكُمْ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: "Kamipun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?"

"Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata,' Kami pun telah ber-iman,' tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, mereka berkata, 'Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang Mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya de-ngan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?' Tidakkah mereka mengeta-hui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga." (Al-Baqarah: 75-78).

(75) Ayat ini adalah sebuah pemupusan akan harapan kaum Mukminin dari keimanan ahli kitab. Yakni janganlah kalian terlalu berharap mereka akan beriman, sedangkan akhlak mereka tidak mendukung harapan kalian terhadap mereka, karena mereka dahulu merubah kalam Allah setelah mereka memahami dan me-ngetahuinya, lalu mereka membuat suatu makna yang tidak Allah kehendaki untuk menipu manusia bahwasanya makna-makna itu datangnya dari sisi Allah padahal itu bukanlah dari sisi Allah. Jika perilaku mereka terhadap kitab mereka sendiri -yang mana mereka meyakininya sebagai kemuliaan bagi mereka dan agama mereka-, mereka menghalangi manusia dari jalan Allah dengan kitab itu, maka bagaimana mungkin mereka diharapkan percaya kepada kalian? Hal ini adalah perkara yang paling mustahil.

(76) Kemudian Allah menyebutkan tentang kisah kaum munafik ahli kitab seraya berfirman, ﴾ وَإِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا ﴿ "Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, 'Kami pun telah beriman'." Mereka menampakkan keimanan mereka secara lisan kepada kaum Muslimin yang tidak ada dalam hati mereka, ﴾ وَإِذَا خَلَا بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ ﴿ "tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja" di sisi mereka tidak ada seorang pun selain dari pe-meluk agama mereka, maka berkatalah sebagian mereka kepada sebagian lain, ﴾ أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا فَتَحَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang Mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu?" Yakni, apakah kalian menampakkan keimanan kalian kepada kaum Muslimin dan kalian kabarkan bahwasanya kalian itu sama seperti mereka? Hingga hal itu menjadi hujjah yang mem-bela mereka yang justru memberatkan kalian. Mereka berkata bahwasanya mereka telah mengakui bahwa apa yang kami jadikan pedoman adalah benar dan apa yang mereka jadikan pedoman adalah batil, lalu mereka berhujjah terhadap kalian dengan hal itu pada sisi Rabb kalian, ﴾ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "tidakkah kamu mengerti?" Mak-sudnya, tidakkah kalian memiliki pikiran hingga kalian mening-galkan hal-hal yang menjadi hujjah melawan kalian?

(77) Ini adalah perkataan sebagian mereka kepada sebagian yang lain. ﴾ أَوَلَا يَعۡلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَ ﴿ "Tidakkah mereka me-ngetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka …

Al-Baqara 2:76Listen in Qur'an →
77

أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ

Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?

"Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata,' Kami pun telah ber-iman,' tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, mereka berkata, 'Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang Mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya de-ngan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?' Tidakkah mereka mengeta-hui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga." (Al-Baqarah: 75-78).

(75) Ayat ini adalah sebuah pemupusan akan harapan kaum Mukminin dari keimanan ahli kitab. Yakni janganlah kalian terlalu berharap mereka akan beriman, sedangkan akhlak mereka tidak mendukung harapan kalian terhadap mereka, karena mereka dahulu merubah kalam Allah setelah mereka memahami dan me-ngetahuinya, lalu mereka membuat suatu makna yang tidak Allah kehendaki untuk menipu manusia bahwasanya makna-makna itu datangnya dari sisi Allah padahal itu bukanlah dari sisi Allah. Jika perilaku mereka terhadap kitab mereka sendiri -yang mana mereka meyakininya sebagai kemuliaan bagi mereka dan agama mereka-, mereka menghalangi manusia dari jalan Allah dengan kitab itu, maka bagaimana mungkin mereka diharapkan percaya kepada kalian? Hal ini adalah perkara yang paling mustahil.

(76) Kemudian Allah menyebutkan tentang kisah kaum munafik ahli kitab seraya berfirman, ﴾ وَإِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا ﴿ "Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, 'Kami pun telah beriman'." Mereka menampakkan keimanan mereka secara lisan kepada kaum Muslimin yang tidak ada dalam hati mereka, ﴾ وَإِذَا خَلَا بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ ﴿ "tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja" di sisi mereka tidak ada seorang pun selain dari pe-meluk agama mereka, maka berkatalah sebagian mereka kepada sebagian lain, ﴾ أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا فَتَحَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang Mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu?" Yakni, apakah kalian menampakkan keimanan kalian kepada kaum Muslimin dan kalian kabarkan bahwasanya kalian itu sama seperti mereka? Hingga hal itu menjadi hujjah yang mem-bela mereka yang justru memberatkan kalian. Mereka berkata bahwasanya mereka telah mengakui bahwa apa yang kami jadikan pedoman adalah benar dan apa yang mereka jadikan pedoman adalah batil, lalu mereka berhujjah terhadap kalian dengan hal itu pada sisi Rabb kalian, ﴾ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "tidakkah kamu mengerti?" Mak-sudnya, tidakkah kalian memiliki pikiran hingga kalian mening-galkan hal-hal yang menjadi hujjah melawan kalian?

(77) Ini adalah perkataan sebagian mereka kepada sebagian yang lain. ﴾ أَوَلَا يَعۡلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَ ﴿ "Tidakkah mereka me-ngetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka …

Al-Baqara 2:77Listen in Qur'an →
78

وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّآ أَمَانِىَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

Dan diantara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.

"Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata,' Kami pun telah ber-iman,' tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, mereka berkata, 'Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang Mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya de-ngan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?' Tidakkah mereka mengeta-hui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga." (Al-Baqarah: 75-78).

(75) Ayat ini adalah sebuah pemupusan akan harapan kaum Mukminin dari keimanan ahli kitab. Yakni janganlah kalian terlalu berharap mereka akan beriman, sedangkan akhlak mereka tidak mendukung harapan kalian terhadap mereka, karena mereka dahulu merubah kalam Allah setelah mereka memahami dan me-ngetahuinya, lalu mereka membuat suatu makna yang tidak Allah kehendaki untuk menipu manusia bahwasanya makna-makna itu datangnya dari sisi Allah padahal itu bukanlah dari sisi Allah. Jika perilaku mereka terhadap kitab mereka sendiri -yang mana mereka meyakininya sebagai kemuliaan bagi mereka dan agama mereka-, mereka menghalangi manusia dari jalan Allah dengan kitab itu, maka bagaimana mungkin mereka diharapkan percaya kepada kalian? Hal ini adalah perkara yang paling mustahil.

(76) Kemudian Allah menyebutkan tentang kisah kaum munafik ahli kitab seraya berfirman, ﴾ وَإِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا ﴿ "Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, 'Kami pun telah beriman'." Mereka menampakkan keimanan mereka secara lisan kepada kaum Muslimin yang tidak ada dalam hati mereka, ﴾ وَإِذَا خَلَا بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ ﴿ "tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja" di sisi mereka tidak ada seorang pun selain dari pe-meluk agama mereka, maka berkatalah sebagian mereka kepada sebagian lain, ﴾ أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا فَتَحَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang Mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu?" Yakni, apakah kalian menampakkan keimanan kalian kepada kaum Muslimin dan kalian kabarkan bahwasanya kalian itu sama seperti mereka? Hingga hal itu menjadi hujjah yang mem-bela mereka yang justru memberatkan kalian. Mereka berkata bahwasanya mereka telah mengakui bahwa apa yang kami jadikan pedoman adalah benar dan apa yang mereka jadikan pedoman adalah batil, lalu mereka berhujjah terhadap kalian dengan hal itu pada sisi Rabb kalian, ﴾ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "tidakkah kamu mengerti?" Mak-sudnya, tidakkah kalian memiliki pikiran hingga kalian mening-galkan hal-hal yang menjadi hujjah melawan kalian?

(77) Ini adalah perkataan sebagian mereka kepada sebagian yang lain. ﴾ أَوَلَا يَعۡلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعۡلِنُونَ ﴿ "Tidakkah mereka me-ngetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka …

Al-Baqara 2:78Listen in Qur'an →
79

فَوَيْلٌۭ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ ٱلْكِتَٰبَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَٰذَا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ لِيَشْتَرُوا۟ بِهِۦ ثَمَنًۭا قَلِيلًۭا ۖ فَوَيْلٌۭ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌۭ لَّهُم مِّمَّا يَكْسِبُونَ

Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.

"Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, 'Ini dari Allah', (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerja-kan." (Al-Baqarah: 79).

(79) Allah تعالى mengancam orang-orang yang merubah kitab suci yang berkata tentang apa yang mereka rubah dan apa yang mereka tulis, ﴾ هَٰذَا مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ ﴿ "Ini dari Allah." Ayat ini mengandung isyarat tentang menampakkan kebatilan dan menyembunyikan kebenaran, dan mereka melakukan hal itu dengan ilmu,﴾ لِيَشۡتَرُواْ بِهِۦ ثَمَنٗا قَلِيلٗاۖ ﴿ "untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu." Seluruh dunia dari awal hingga akhirnya merupakan keun-tungan yang sedikit (dibandingkan kitab suci Allah), lalu mereka menjadikan kebatilan mereka sebagai sekutu, yang mana mereka berburu dengannya harta benda dan apa pun yang ada di tangan manusia. Dan mereka menzhalimi orang-orang tersebut dalam dua aspek, yaitu aspek mencampur adukkan agama mereka dan aspek mengambil harta mereka tanpa hak bahkan dengan cara yang paling batil. Hal itu[9] lebih besar dosanya daripada orang yang mengambilnya tanpa izin atau mencuri dan semacamnya. Oleh karena itu, Allah mengancam mereka dengan dua perkara tersebut, Allah berfirman, ﴾ فَوَيۡلٞ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتۡ أَيۡدِيهِمۡ ﴿ "Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri," yaitu disebabkan perubahan dan kebatilan, ﴾ وَوَيۡلٞ لَّهُم مِّمَّا يَكۡسِبُونَ ﴿ "dan kece-lakaan besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan," disebab-kan harta. Kata وَيْلٌ itu bermakna azab yang keras dan kerugian, dan termasuk di dalamnya adalah azab yang pedih. Syaikhul Islam berkata ketika menyebutkan ayat-ayat ini, dari FirmanNya, "Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, 'Kami pun telah beriman,' tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, mereka berkata, 'Apakah kamu menceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya de-ngan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Rabbmu; tidakkah kamu mengerti?' Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menu-lis al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya, 'Ini dari Allah,' (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan." "Sesungguhnya Allah تعالى mencela orang-orang yang merubah ayat-ayat dari makna-makna yang dimaksudkan. Hal ini meliputi orang yang membawa (mengajarkan) al-Qur`an dan as-Sunnah …

Al-Baqara 2:79Listen in Qur'an →
80

وَقَالُوا۟ لَن تَمَسَّنَا ٱلنَّارُ إِلَّآ أَيَّامًۭا مَّعْدُودَةًۭ ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِندَ ٱللَّهِ عَهْدًۭا فَلَن يُخْلِفَ ٱللَّهُ عَهْدَهُۥٓ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja". Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?"

"Dan mereka berkata, 'Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.' Katakanlah, 'Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janjiNya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?' (Bukan demikian) yang benar, barangsiapa berbuat dosa, sedangkan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan orang-orang yang beriman serta beramal shalih, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya." (Al-Baqa-rah: 80-82).

(80) Allah menyebutkan tentang perbuatan-perbuatan me-reka yang buruk, kemudian Allah menyebutkan -bersama dengan semua keburukan mereka tersebut- bahwasanya mereka menyu-cikan diri mereka (baca: menyatakan diri bahwa mereka suci) dan mereka mempersaksikan (memastikan) keselamatan bagi diri me-reka dari azab Allah dan kemenangan dengan ganjaranNya, dan bahwasanya mereka tidak akan tersentuh oleh api neraka kecuali hanya beberapa hari tertentu saja, maka artinya sangat sedikit yang dapat dihitung oleh jari; mereka menyatukan antara dosa-dosa dengan rasa aman (dari azab). Namun ketika semua itu hanyalah sebatas dugaan saja, Allah membantah mereka dalam FirmanNya, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka wahai Rasulullah ﷺ,﴾ أَتَّخَذۡتُمۡ عِندَ ٱللَّهِ عَهۡدٗا ﴿ "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah?" Yakni, dengan beriman kepadaNya, kepada Rasul-rasulNya dan dengan menaati keduanya, maka janji itu yang membawa keselamatan pelakunya yang tidak akan berubah dan tidak berganti, ﴾ أَمۡ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?" Lalu Allah تعالى mengabarkan bahwa kebenaran dugaan mereka itu tergantung dari salah satu dari dua perkara tersebut yang tidak ada ketiganya. Jika mereka telah menerima janji dari Allah hingga dugaan mereka adalah benar, atau mungkin mereka hanya berkata bohong belaka hingga dugaan mereka itu hanyalah dusta dan hal itu men-jadi lebih kuat dalam penghinaan dan siksaan bagi mereka, pada-hal telah diketahui dari sifat mereka bahwasanya mereka belum menerima janji dari Allah karena banyaknya pendustaan mereka terhadap para Nabi, hingga perkara mereka itu sampai kepada tin-dakan membunuh sekelompok dari para Nabi di antara mereka. Dan karena penolakan mereka untuk taat kepada Allah dan pem-batalan mereka terhadap perjanjian-perjanjian, maka jelas dan pastilah dengan semua itu kebohongan dan dusta mereka yang berkata apa yang tidak mereka ketahui, dan berkata terhadap hal itu tanpa ilmu termasuk hal yang diharamkan paling besar dan keburukan yang paling keji.

Kemudian Allah تعالى menyebutkan hukum yang bersifat umum untuk setiap orang, yang meliputi Bani Israil maupun selain me-reka, yaitu suatu hukum yang tidak ada hukum yang sebanding dengannya, yang bukan dongengan bohong belaka mereka dan dugaan-dugaan dengan perkara orang-orang yang celaka dan orang-orang yang selamat, Allah berfirman, ﴾ بَلَىٰۚ ﴿ "Bukan demikian yang benar," yaitu bukanlah perkara itu seperti apa yang kalian se-butkan, karena ia hanyalah perkataan yang tidak ada maknanya, akan tetapi,

(81) ﴾ مَن كَسَبَ سَيِّئَةٗ ﴿ …

Al-Baqara 2:80Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.