Muslim99Muslim99
← Tafsir library

2. Al-Baqara

The Cow · Medinan · 286 ayahs

سُورَةُ البَقَرَةِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 251–260 of 286

251

فَهَزَمُوهُم بِإِذْنِ ٱللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُۥدُ جَالُوتَ وَءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ٱلْمُلْكَ وَٱلْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُۥ مِمَّا يَشَآءُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ ٱللَّهِ ٱلنَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍۢ لَّفَسَدَتِ ٱلْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلْعَٰلَمِينَ

Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.

"Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka, 'Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah.' Nabi mereka menjawab, 'Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang.' Mereka menjawab, 'Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami.' Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zhalim. Nabi mereka mengatakan kepada mereka, 'Sesungguhnya Allah telah mengang-kat Thalut menjadi rajamu.' Mereka menjawab, 'Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?' Nabi (mereka) berkata, 'Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.' Allah memberikan pemerin-tahan kepada siapa yang dikehendakiNya, dan Allah Mahaluas pemberianNya lagi Maha Mengetahui. Dan Nabi mereka juga mengatakan kepada mereka, 'Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya Tabut kepadamu, di dalamnya terdapat keterangan dari Rabbmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; Tabut itu dibawa oleh malaikat. Sesungguh-nya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.' Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata, 'Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai, maka siapa di antara kamu meminum airnya, ia bukanlah pengikutku. Dan barangsiapa tidak meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku.' Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman ber-sama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata, 'Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.' Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, 'Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.' Tatkala Jalut dan tentaranya telah tampak oleh mereka, mereka pun berdoa, 'Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir.' Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Dawud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Dawud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendakiNya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan seba-gian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam. Itu adalah ayat-ayat Allah. Kami bacakan kepadamu dengan haq (benar) dan se-sungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus." (Al-Baqarah: 246-252).

(246-247) Allah تعالى menceritakan kisah ini kepada umat ini agar …

Al-Baqara 2:251Listen in Qur'an →
252

تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِٱلْحَقِّ ۚ وَإِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ

Itu adalah ayat-ayat dari Allah, Kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus.

"Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka, 'Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah.' Nabi mereka menjawab, 'Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang.' Mereka menjawab, 'Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami.' Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zhalim. Nabi mereka mengatakan kepada mereka, 'Sesungguhnya Allah telah mengang-kat Thalut menjadi rajamu.' Mereka menjawab, 'Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?' Nabi (mereka) berkata, 'Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.' Allah memberikan pemerin-tahan kepada siapa yang dikehendakiNya, dan Allah Mahaluas pemberianNya lagi Maha Mengetahui. Dan Nabi mereka juga mengatakan kepada mereka, 'Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya Tabut kepadamu, di dalamnya terdapat keterangan dari Rabbmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; Tabut itu dibawa oleh malaikat. Sesungguh-nya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.' Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata, 'Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai, maka siapa di antara kamu meminum airnya, ia bukanlah pengikutku. Dan barangsiapa tidak meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku.' Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman ber-sama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata, 'Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.' Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, 'Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.' Tatkala Jalut dan tentaranya telah tampak oleh mereka, mereka pun berdoa, 'Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir.' Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Dawud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Dawud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendakiNya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan seba-gian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam. Itu adalah ayat-ayat Allah. Kami bacakan kepadamu dengan haq (benar) dan se-sungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus." (Al-Baqarah: 246-252).

(246-247) Allah تعالى menceritakan kisah ini kepada umat ini agar …

Al-Baqara 2:252Listen in Qur'an →
253

۞ تِلْكَ ٱلرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ ۘ مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ ٱللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَٰتٍۢ ۚ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱلْبَيِّنَٰتِ وَأَيَّدْنَٰهُ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ ۗ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقْتَتَلَ ٱلَّذِينَ مِنۢ بَعْدِهِم مِّنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ وَلَٰكِنِ ٱخْتَلَفُوا۟ فَمِنْهُم مَّنْ ءَامَنَ وَمِنْهُم مَّن كَفَرَ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا ٱقْتَتَلُوا۟ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ

Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

"Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengannya) dan sebagiannya, Allah meninggikan-nya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuh-an orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka di antara mereka ada yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah meng-hendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendakiNya." (Al-Baqarah: 253).

(253) Allah sang Pencipta mengabarkan bahwa Dia mem-beda-bedakan tingkat (derajat) antara para Rasul dalam keutamaan-keutamaan yang mulia dan keistimewaan-keistimewaan yang indah, sesuai dengan keutamaan yang dikaruniakan olehNya atas mereka dan penegakan yang mereka lakukan dari keimanan yang sempurna, keyakinan yang kuat, akhlak yang luhur, tingkah laku yang terpuji, dakwah, pengajaran, dan kegunaan yang menyeluruh. Maka di antara mereka ada yang Allah jadikan sebagai kekasihNya, di antara mereka ada juga yang diajak bicara langsung olehNya, di antara mereka ada yang diangkat olehNya di atas para makhluk beberapa derajat, dan untuk keseluruhan para nabi, tidak ada se-orang pun manusia yang mampu mencapai keutamaan mereka yang tinggi. Allah mengistimewakan Isa bin Maryam عليه السلام bahwa dia diberikan keterangan-keterangan yang jelas yang menunjukkan akan kerasulannya dengan yakin dan kehambaannya dengan benar dan bahwa risalah yang dibawanya dari Allah semuanya adalah benar, lalu Allah menjadikannya mampu menyembuhkan orang yang buta, penyakit kusta, dan mampu menghidupkan orang mati dengan izin Allah, Nabi Isa عليه السلام berbicara dengan manusia saat masih dalam buaian, diperkuat dengan Ruhul Qudus yaitu ruh keimanan yang menjadikan ruhani beliau unggul di atas selainnya. Dengan itu semua dia mendapatkan kekuatan dan pertolongan, walaupun dasar dari pertolongan dengan ruh tersebut bersifat umum bagi setiap Mukmin sesuai dengan keimanannya, sebagai-mana Allah berfirman, ﴾ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٖ مِّنۡهُۖ ﴿ "Dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari padaNya." (Al-Mujadilah: 22). Akan tetapi apa yang didapatkan oleh Nabi Isa عليه السلام adalah lebih besar daripada yang didapatkan selainnya. Karena itulah Allah mengkhususkannya dengan menyebutnya. Pendapat lain mengatakan bahwa Ruh Qudus di sini adalah Jibril عليه السلام, yakni Allah menguatkan Nabi Isa dengan pertolongan Jibril dan bantuannya. Akan tetapi maknanya yang benar adalah yang pertama. Dan ketika Allah mengabarkan tentang kesempurnaan para Rasul dan apa yang Allah berikan kepada mereka dari keutamaan dan keistimewaan dan bahwa agama mereka adalah satu, dakwah mereka kepada kebaikan adalah satu, di mana seharusnya dan konsekuensi dari itu adalah bersatunya seluruh umat untuk mem-benarkannya dan patuh kepada mereka, karena apa yang mereka dapatkan dari keterangan-keterangan yang jelas yang dengan hal seperti itu manusia pasti beriman, akan tetapi sebagian …

Al-Baqara 2:253Listen in Qur'an →
254

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِمَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌۭ لَّا بَيْعٌۭ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌۭ وَلَا شَفَٰعَةٌۭ ۗ وَٱلْكَٰفِرُونَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.

"Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rizki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zhalim." (Al-Baqarah: 254).

(254) Allah menganjurkan kepada kaum Mukminin untuk berinfak pada segala macam bentuk kebaikan, karena tidak dise-butkannya obyek dalam kalimat menunjukkan pada keumuman. Dan Allah juga mengingatkan tentang nikmatNya atas mereka, bahwa Allah-lah yang telah memberi rizki kepada mereka dan memberikan berbagai macam nikmat atas mereka, dan Allah tidak memerintahkan kepada mereka untuk mengeluarkan seluruh harta yang ada pada mereka, akan tetapi ayat ini hadir dengan kata مِنْ (dari) yang menunjukkan arti sebagian, maka hal ini di antara per-kara yang mengajak mereka untuk berinfak, dan juga di antara hal yang mengajak mereka untuk berinfak adalah kabar Allah kepada mereka bahwa infak-infak tersebut akan tersimpan rapi di sisi Allah تعالى pada suatu hari yang tidak ada gunanya lagi saling tawar menawar untuk berjual beli dan semacamnya, tidak pula bantuan-bantuan sosial maupun syafa'at. Setiap orang akan berkata apa yang telah saya persembahkan untuk kehidupan saya, maka selu-ruh sebab-sebab akan lenyap, kecuali sebab-sebab yang berkaitan dengan ketaatan kepada Allah dan keimanan kepadaNya, ﴾ يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ 88 إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ 89 ﴿ "(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." (Asy-Syu'ara`: 88-89), dan ﴾ وَمَآ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُكُم بِٱلَّتِي تُقَرِّبُكُمۡ عِندَنَا زُلۡفَىٰٓ إِلَّا مَنۡ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا فَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ جَزَآءُ ٱلضِّعۡفِ بِمَا عَمِلُواْ وَهُمۡ فِي ٱلۡغُرُفَٰتِ ءَامِنُونَ 37 ﴿ "Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga)." (Saba`: 37), dan ﴾ وَمَا تُقَدِّمُواْ لِأَنفُسِكُم مِّنۡ خَيۡرٖ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيۡرٗا وَأَعۡظَمَ أَجۡرٗاۚ ﴿ "Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu, niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya." (Al-Muzzammil: 20). Kemudian Allah تعالى berfirman, ﴾ وَٱلۡكَٰفِرُونَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ ﴿ "Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zhalim." Hal itu karena Allah تعالى menciptakan mereka hanya untuk beribadah kepadaNya, Dia memberi rizki dan menyehatkan mereka agar mereka mampu mengerjakan ketaatan dengannya, namun mereka berpaling dari tujuan Allah menciptakan mereka, mereka menyekutukan Allah dengan apa yang tidak Allah turunkan keterangan tentangnya. Mereka melakukan kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan dengan kenikmatan itu, mereka tidak meletakkan keadilan pada tempatnya, oleh karena itulah kezhaliman yang mutlak meliputi mereka.

Al-Baqara 2:254Listen in Qur'an →
255

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌۭ وَلَا نَوْمٌۭ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍۢ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

"Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izinNya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahaagung." (Al-Baqarah: 255).

(255) Nabi ﷺ mengabarkan, أَنَّ هٰذِهِ الْآيَةَ أَعْظَمُ آيَاتِ الْقُرْآنِ. "Bahwa ayat ini adalah ayat yang paling agung dalam al-Qur`an,"[29] karena ayat ini meliputi makna tauhid, kebesaran, dan luasnya sifat Allah تعالى, dan Allah تعالى mengabarkan bahwasanya Dia adalah, ﴾ ٱللَّهُ ﴿ "Allah" yang memiliki segala makna-makna ketuhanan, dan bahwasanya tidak ada yang berhak bercitra ketuhanan dan per-ibadahan kecuali hanya Dia. Dipertuhankannya selainNya dan peribadahan kepada selain-Nya adalah batil, dan bahwasanya Dia ﴾ ٱلۡحَيُّ ﴿ "Hidup kekal," yang memiliki seluruh makna-makna kehidupan yang sempurna berupa pendengaran, penglihatan, kemampuan, kehendak, dan sebagainya dari sifat-sifat fisik, sebagaimana juga Dia ﴾ ٱلۡقَيُّومُۚ ﴿ "terus menerus mengurus (makhlukNya)," termasuk di dalamnya segala macam bentuk sifat-sifat perbuatan, karena Dia terus menerus mengurus (makhlukNya), yang sendiri saja mengurusnya, dan tidak butuh kepada bantuan seluruh makhluk-makhlukNya. Allah mengurus segala makhluk, di mana Dia menciptakan mereka, menetapkannya, memberikan segala kebutuhan mereka dalam mempertahankan keberadaan dan kelanggengan mereka. Dan di antara kesempur-naan hidup dan kepengurusanNya bahwa Dia ﴾ لَا تَأۡخُذُهُۥ سِنَةٞ ﴿ "tidak mengantuk," maksudnya, tidak ingin tidur, ﴾ وَلَا نَوۡمٞۚ ﴿ "dan tidak tidur" karena ngantuk. Tidur hanya muncul pada para makhluk yang diselubungi oleh kelemahan, ketidakmampuan, serta kekurangan, dan tidak muncul pada Dzat yang memiliki keagungan, kesom-bongan, dan kemuliaan, dan Allah juga mengabarkan bahwasanya Dia Pemilik apa yang ada di langit dan di bumi, semuanya adalah hamba-hamba Allah sebagai budak-budakNya yang tidak ada seorang pun yang keluar dari koridor tersebut, ﴾ إِن كُلُّ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ إِلَّآ ءَاتِي ٱلرَّحۡمَٰنِ عَبۡدٗا 93 ﴿ "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba." (Maryam: 93). Maka Dia-lah Raja segala raja dan Dia-lah yang memiliki segala sifat raja, pengaturan, kekuasaan, dan kesombongan, dan dari kesempurnaan kerajaanNya bahwasanya tidak ada yang dapat, ﴾ يَشۡفَعُ عِندَهُۥٓ ﴿ "memberi syafa'at di sisi Allah," yakni tak seorang pun, ﴾ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦۚ ﴿ "kecuali dengan izinNya." Setiap pemuka kaum dan para pemegang syafa'at adalah hamba-hamba bagiNya dan budak-budakNya, di mana mereka tidak melakukan syafa'at hingga me-reka diizinkan untuk itu, (Allah berfirman,) ﴾ قُل لِّلَّهِ ٱلشَّفَٰعَةُ جَمِيعٗاۖ لَّهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ ﴿ "Katakanlah, 'Hanya kepunyaan Allah syafa'at itu semuanya. KepunyaanNya kerajaan langit dan …

Al-Baqara 2:255Listen in Qur'an →
256

لَآ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ مِنَ ٱلْغَىِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sung-guh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah: 256).

(256) Ayat ini menerangkan tentang kesempurnaan ajaran Islam, dan bahwasanya karena kesempurnaan bukti-buktinya, kejelasan ayat-ayat dan ia merupakan agama akal sehat dan ilmu, agama fitrah dan hikmah, agama kebaikan dan perbaikan, agama kebenaran dan jalan yang lurus, karena kesempurnaannya dan penerimaan fitrah terhadapnya, maka Islam tidak memerlukan pemaksaan, karena pemaksaan itu terjadi pada suatu perkara yang dijauhi oleh hati, tidak memiliki hakikat dan kebenaran, atau ketika bukti-bukti dan ayat-ayatnya tidak ada. Maka barangsiapa yang telah mengetahui ajaran ini dan dia menolaknya, maka hal itu di-dasari karena kedurhakaannya, karena, ﴾ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشۡدُ مِنَ ٱلۡغَيِّۚ ﴿ "sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat," hingga tidak ada suatu alasan pun bagi seseorang dan tidak pula hujjah apabila dia menolak dan tidak menerimanya. Tidak ada perselisihan antara pengertian ayat ini dengan ayat-ayat lainnya yang mengharuskan berjihad, karena Allah telah memerintahkan untuk berperang agar agama Allah semuanya hanya milik Allah, dan demi memberantas kesewenang-wenangan orang-orang yang melampaui batas terhadap agama. Kaum Mus-limin telah berijma' bahwa jihad itu tetap berlaku bersama pemim-pin yang baik maupun yang pendosa, dan bahwasanya jihad itu di antara kewajiban-kewajiban yang berkesinambungan, baik jihad perkataan maupun jihad perbuatan. Dan siapa saja di antara ahli tafsir yang berpendapat bahwa ayat ini meniadakan ayat-ayat jihad hingga mereka menyatakan dengan tegas bahwa ayat-ayat jihad itu telah dihapus, maka pendapat mereka itu lemah secara lafazh maupun makna, sebagaimana hal itu jelas sekali bagi orang-orang yang merenungkan ayat yang mulia ini, sebagaimana juga telah kami jelaskan sebelumnya. Kemudian Allah تعالى menyebutkan pembagian manusia kepada dua bagian: Pertama, manusia yang beriman kepada Allah semata yang tidak ada sekutu bagiNya dan kafir kepada thaghut -yaitu segala hal yang meniadakan keimanan kepada Allah dari kesyirikan dan selainnya- maka orang ini ﴾ ٱسۡتَمۡسَكَ بِٱلۡعُرۡوَةِ ٱلۡوُثۡقَىٰ ﴿ "telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus" yakni yang tidak ada putusnya, bahkan dia tegak di atas ajaran yang benar hingga sampai kepada Allah dan negeri kemuliaanNya. Dan yang kedua dapat diambil dari pemahaman terbalik ayat ini yaitu bahwa barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah bahkan dia kafir kepadaNya dan beriman kepada thaghut, maka dia akan binasa dengan kebinasaan yang abadi dan disiksa dengan siksaan yang selamanya. Dan FirmanNya, ﴾ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ ﴿ "Dan Allah Maha Mendengar," yakni kepada segala suara dengan segala macam perbedaan bahasanya menurut segala bentuk kebutuhannya, dan juga Maha Mendengar akan doa orang-orang yang bermunajat dan ketundukan orang-orang yang merendahkann diri (kepadaNya), ﴾ عَلِيمٌ ﴿ …

Al-Baqara 2:256Listen in Qur'an →
257

ٱللَّهُ وَلِىُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

"Allah Pelindung orang-orang yang beriman, Dia mengeluar-kan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (Iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (keka-firan). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalam-nya." (Al-Baqarah: 257).

(257) Ayat ini merupakan rangkaian dari ayat sebelumnya. Ayat yang sebelumnya itu merupakan dasar sedangkan ayat ini adalah manifestasinya. Allah تعالى mengabarkan bahwasanya orang-orang yang beriman kepadaNya dan mereka membenarkan ke-imanan mereka dengan menunaikan kewajiban-kewajiban keimanan dan meninggalkan segala perkara yang meniadakannya, Allah adalah wali mereka dan menjadikan mereka sebagai orang-orang yang dicintai dengan kecintaanNya yang istimewa, dan Dia me-nangani pendidikan mereka. Maka Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan kejahilan, kekufuran, kemaksiatan, kelalaian, dan keberpalingan menuju kepada cahaya ilmu, keyakinan, keimanan, ketaatan, dan penerimaan yang total terhadap Rabb mereka, dan Allah menerangi hati mereka dengan apa yang dipancarkanNya ke dalamnya dari cahaya wahyu dan keimanan, memudahkan mereka kepada kemudahan, dan menjauhkan mereka dari perkara yang sulit. Adapun orang-orang yang kafir, tatkala mereka loyal (ber-wala`) kepada selain Wali mereka yang haq (Allah تعالى) maka Allah menyerahkan urusan mereka kepada apa yang telah mereka sendiri jadikan wali untuk diri mereka, menghinakan mereka, mewakilkan pemeliharaan mereka kepada wali yang mereka pilih, yang sama sekali tidak memiliki manfaat dan mudarat. Maka wali-wali mereka itu menyesatkan dan menyengsarakan mereka serta menghalangi mereka dari petunjuk ilmu yang bermanfaat dan amal shalih dan juga menghalangi mereka mendapatkan kebahagiaan hingga nerakalah yang menjadi tempat kembali mereka, mereka kekal di dalamnya selamanya. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk di antara orang-orang yang mana Engkau menjadi wali mereka.

Al-Baqara 2:257Listen in Qur'an →
258

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِى حَآجَّ إِبْرَٰهِۦمَ فِى رَبِّهِۦٓ أَنْ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ٱلْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَٰهِۦمُ رَبِّىَ ٱلَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا۠ أُحْىِۦ وَأُمِيتُ ۖ قَالَ إِبْرَٰهِۦمُ فَإِنَّ ٱللَّهَ يَأْتِى بِٱلشَّمْسِ مِنَ ٱلْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ ٱلْمَغْرِبِ فَبُهِتَ ٱلَّذِى كَفَرَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

"Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Rabbnya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim me-ngatakan, 'Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,' orang itu berkata, 'Saya dapat menghidupkan dan mematikan.' Ibrahim berkata, 'Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat,' lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." (Al-Baqarah: 258).

(258) Allah تعالى mengisahkan kepada kita tentang berita-berita para Rasul yang terdahulu, di mana dengan berita-berita tersebut, maka jelaslah segala hakikat, bukti-bukti nyata yang ber-aneka ragam akan tegak membela Tauhid. Allah تعالى mengabarkan tentang kekasihNya, Ibrahim عليه السلام, di mana ia mendebat raja yang zhalim, yaitu Namrud al-Babili (penguasa Babilonia) yang menia-dakan dan mengingkari Rabb semesta alam, dan dia menantang untuk menyerang Ibrahim al-Khalil dan mendebatnya tentang perkara tersebut yang sama sekali tidak ada keraguan, masalah dan kebimbangan padanya, yaitu tauhidullah dan rububiyahNya yang merupakan perkara yang paling jelas dan paling terang. Akan tetapi orang sombong ini telah terpedaya oleh kekuasa-annya dan telah tersesat karenanya hingga akhirnya ia meniada-kan Allah. Lalu ia mendebat Ibrahim, Rasul yang mulia yang telah diberikan oleh Allah kepadanya ilmu dan keyakinan yang tidak diberikan kepada seorang pun selainnya dari para Rasul selain Muhammad ﷺ. Maka Ibrahim memberikan pandangan kepadanya, ﴾ رَبِّيَ ٱلَّذِي يُحۡيِۦ وَيُمِيتُ ﴿ "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan memati-kan." Artinya Dzat yang Esa dalam menciptakan, mengatur, meng-hidupkan dan mematikan. Ibrahim menyebutkan dalam perkataan-nya itu hal yang paling jelas dalam masalah ini yaitu menghidup-kan dan mematikan. Raja sombong itu menjawab dengan menantang, ﴾ أَنَا۠ أُحۡيِۦ وَأُمِيتُۖ ﴿ "Saya dapat menghidupkan dan mematikan." Yang dia maksudkan dengan itu adalah bahwa saya membunuh orang yang saya ke-hendaki dan saya biarkan hidup bagi orang yang saya kehendaki. Telah dipahami bahwa hal ini adalah pembelokan dan pemalsuan dari hal yang dimaksudkan. Padahal yang dimaksudkan adalah bahwa Allah تعالى sendiri yang menciptakan kehidupan dari hal-hal yang tidak ada dan kemudian mengembalikannya kepada kematian, dan bahwa Dia-lah yang mematikan hamba-hambaNya, hewan-hewan dengan ajal-ajal mereka melalui sebab-sebab yang dikaitkan padanya maupun dengan tidak ada sebab. Dan ketika al-Khalil melihatnya menyimpang dengan pe-nyimpangan yang kemungkinan saja dapat meluas di antara rakyat jelata, Ibrahim akhirnya berkata dengan memaksanya untuk mem-percayai perkataannya apabila seperti apa yang dia sangkakan, ﴾ فَإِنَّ ٱللَّهَ يَأۡتِي بِٱلشَّمۡسِ مِنَ ٱلۡمَشۡرِقِ فَأۡتِ بِهَا مِنَ ٱلۡمَغۡرِبِ فَبُهِتَ ٱلَّذِي كَفَرَۗ ﴿ "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat, lalu heran terdiamlah orang kafir itu," yakni terhenti dan terputus hujjah-hujjahnya, serta lenyaplah syubhatnya. Sanggahan Nabi Ibrahim ini bukanlah merupakan perpin-dahan dari sebuah dalil kepada yang lainnya, akan tetapi sebagai hujjah …

Al-Baqara 2:258Listen in Qur'an →
259

أَوْ كَٱلَّذِى مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍۢ وَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْىِۦ هَٰذِهِ ٱللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ ٱللَّهُ مِا۟ئَةَ عَامٍۢ ثُمَّ بَعَثَهُۥ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍۢ ۖ قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِا۟ئَةَ عَامٍۢ فَٱنظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَٱنظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ ءَايَةًۭ لِّلنَّاسِ ۖ وَٱنظُرْ إِلَى ٱلْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًۭا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".

"Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melewati suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata, 'Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?' Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya, 'Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?' Dia menjawab, 'Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.' Allah berfirman, 'Sebe-narnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manu-sia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.' Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata, 'Saya yakin bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.' Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, 'Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagai-mana Engkau menghidupkan orang-orang mati.' Allah berfirman, 'Belum yakinkah kamu?' Ibrahim menjawab, 'Aku telah meyakini-nya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku), Allah berfirman, '(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman), 'Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemu-dian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.' Dan ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa lagi Mahabijak-sana." (Al-Baqarah: 259-260).

(259) Kedua ayat ini adalah dalil yang agung yang nyata di dunia sebelum di akhirat tentang akan datangnya kebangkitan kem-bali dan pembalasan amal. Salah satunya adalah Allah perlihatkan kepada seseorang yang ragu akan kebangkitan -menurut pendapat yang benar- sebagaimana yang ditunjukkan oleh ayat yang mulia ini. Sedangkan lainnya, Allah perlihatkan pada kekasihNya Ibrahim عليه السلام, sebagaimana Allah perlihatkan dalil tauhid sebelumnya juga pada diri beliau. Orang tersebut melewati sebuah desa yang telah luluh lantah dan temboknya telah roboh menutupi atapnya, pendu-duknya telah meninggal dan bangunan-bangunannya telah hancur berantakan, lalu dia berkata dengan rasa ragu dan suatu yang tidak mungkin, ﴾ أَنَّىٰ يُحۡيِۦ هَٰذِهِ ٱللَّهُ بَعۡدَ مَوۡتِهَاۖ ﴿ "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Artinya, hal tersebut sangatlah mustahil dengan kondisi desa yang seperti itu. Maksudnya, selain desa itu pun seperti itu, seperti apa yang terbesit di dalam hatinya pada waktu itu. Maka Allah menghendaki rahmat bagi orang tersebut dan bagi seluruh manusia di mana Allah mematikannya selama seratus tahun. Ketika itu dia bersama seekor keledai, lalu Allah juga me-matikannya bersama orang itu, demikian juga makanan dan mi-numan, lalu Allah mengawetkan makanan dan minumannya itu seperti keadaannya semula, dalam waktu yang panjang tersebut. Setelah tahun demi tahun berlalu hingga seratus tahun, maka Allah membangkitkannya seraya berfirman, ﴾ كَمۡ لَبِثۡتَۖ قَالَ لَبِثۡتُ يَوۡمًا أَوۡ بَعۡضَ يَوۡمٖۖ ﴿ "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Dia menjawab, "Saya tinggal di sini sehari …

Al-Baqara 2:259Listen in Qur'an →
260

وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِۦمُ رَبِّ أَرِنِى كَيْفَ تُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِن ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِن لِّيَطْمَئِنَّ قَلْبِى ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةًۭ مِّنَ ٱلطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ ٱجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍۢ مِّنْهُنَّ جُزْءًۭا ثُمَّ ٱدْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًۭا ۚ وَٱعْلَمْ أَنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌۭ

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?" Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

"Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melewati suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata, 'Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?' Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya, 'Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?' Dia menjawab, 'Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.' Allah berfirman, 'Sebe-narnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manu-sia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.' Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata, 'Saya yakin bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.' Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, 'Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagai-mana Engkau menghidupkan orang-orang mati.' Allah berfirman, 'Belum yakinkah kamu?' Ibrahim menjawab, 'Aku telah meyakini-nya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku), Allah berfirman, '(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman), 'Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemu-dian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.' Dan ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa lagi Mahabijak-sana." (Al-Baqarah: 259-260).

(259) Kedua ayat ini adalah dalil yang agung yang nyata di dunia sebelum di akhirat tentang akan datangnya kebangkitan kem-bali dan pembalasan amal. Salah satunya adalah Allah perlihatkan kepada seseorang yang ragu akan kebangkitan -menurut pendapat yang benar- sebagaimana yang ditunjukkan oleh ayat yang mulia ini. Sedangkan lainnya, Allah perlihatkan pada kekasihNya Ibrahim عليه السلام, sebagaimana Allah perlihatkan dalil tauhid sebelumnya juga pada diri beliau. Orang tersebut melewati sebuah desa yang telah luluh lantah dan temboknya telah roboh menutupi atapnya, pendu-duknya telah meninggal dan bangunan-bangunannya telah hancur berantakan, lalu dia berkata dengan rasa ragu dan suatu yang tidak mungkin, ﴾ أَنَّىٰ يُحۡيِۦ هَٰذِهِ ٱللَّهُ بَعۡدَ مَوۡتِهَاۖ ﴿ "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Artinya, hal tersebut sangatlah mustahil dengan kondisi desa yang seperti itu. Maksudnya, selain desa itu pun seperti itu, seperti apa yang terbesit di dalam hatinya pada waktu itu. Maka Allah menghendaki rahmat bagi orang tersebut dan bagi seluruh manusia di mana Allah mematikannya selama seratus tahun. Ketika itu dia bersama seekor keledai, lalu Allah juga me-matikannya bersama orang itu, demikian juga makanan dan mi-numan, lalu Allah mengawetkan makanan dan minumannya itu seperti keadaannya semula, dalam waktu yang panjang tersebut. Setelah tahun demi tahun berlalu hingga seratus tahun, maka Allah membangkitkannya seraya berfirman, ﴾ كَمۡ لَبِثۡتَۖ قَالَ لَبِثۡتُ يَوۡمًا أَوۡ بَعۡضَ يَوۡمٖۖ ﴿ "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Dia menjawab, "Saya tinggal di sini sehari …

Al-Baqara 2:260Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.