Muslim99Muslim99
← Tafsir library

2. Al-Baqara

The Cow · Medinan · 286 ayahs

سُورَةُ البَقَرَةِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 151–160 of 286

151

كَمَآ أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًۭا مِّنكُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْكُمْ ءَايَٰتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمْ تَكُونُوا۟ تَعْلَمُونَ

Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

"Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepadamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu al-Kitab dan al-Hikmah (as-Sunnah) serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku." (Al-Baqarah: 151-152).

(151) Allah تعالى menyatakan, "Sesungguhnya pemberian nikmat Kami atas kalian dengan menghadap ke Ka'bah dan pe-nyempurnaannya dengan dasar-dasar syariat serta nikmat-nikmat penyempurna, bukanlah suatu yang aneh dalam kebaikan Kami dan bukan pula yang pertama, bahkan Kami telah memberikan nikmat atas kalian dengan nikmat-nikmat dasar dan penyempurna-nya, dan yang paling besar adalah Kami mengutus kepada kalian seorang Rasul yang mulia dari kalangan kalian, di mana kalian mengetahui garis keturunannya, kejujuran, amanah, kesempurnaan, dan ketulusannya, ﴾ يَتۡلُواْ عَلَيۡكُمۡ ءَايَٰتِنَا ﴿ "yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu." Ini mencakup segala ayat-ayatNya, baik ayat al-Qur`an maupun ayat-ayat lainnya, beliau membacakan kepada kalian ayat-ayat yang menjelaskan kebenaran dari kebatilan dan hidayah dari kesesatan, yang menunjukkan kepada kalian, pertama, tentang keesaan Allah dan kesempurnaanNya, kedua, tentang kebenaran RasulNya, dan wajibnya beriman kepadanya, kemudian kepada segala hal yang dikabarkan olehnya berupa Hari Pembalasan mau-pun hal-hal yang ghaib, hingga kalian memperoleh hidayah yang sempurna dan ilmu yang meyakinkan. ﴾ وَيُزَكِّيكُمۡ ﴿ "Dan menyucikan kamu," maksudnya, menyucikan akhlak dan jiwa kalian dengan mendidiknya. Dengan akhlak yang mulia, dan membersihkannya dari akhlak yang tercela, yang de-mikian itu seperti menyucikan mereka dari kesyirikan kepada ke-tauhidan, dari riya` kepada keikhlasan, dari kebohongan kepada kejujuran, dari pengkhianatan kepada amanah, dari kesombongan kepada kerendahan hati, dari akhlak yang buruk kepada akhlak yang luhur, dan dari saling benci, saling bermusuhan, serta saling memutuskan hubungan kepada saling mencintai, saling bersilatu-rahim, dan saling kasih mengasihi, dan lain sebagainya dari bentuk-bentuk penyucian. ﴾ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱلۡكِتَٰبَ ﴿ "Dan mengajarkan kepadamu al-Kitab," yaitu al-Qur`an, baik lafazhnya maupun maknanya, ﴾ وَٱلۡحِكۡمَةَ ﴿ "dan al-Hikmah." Suatu pendapat berkata, al-Hikmah adalah as-Sunnah. Yang lain berpendapat, al-Hikmah adalah mengetahui rahasia-rahasia syariat dan fikih serta menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Maka dalam hal ini pengajaran as-Sunnah termasuk ke dalam pengajaran al-Kitab, karena as-Sunnah itu menjelaskan al-Qur`an, menafsirkannya, dan mengutarakan maksudnya, ﴾ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمۡ تَكُونُواْ تَعۡلَمُونَ ﴿ "dan mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui," karena mereka itu benar-benar ada dalam kesesatan yang nyata sebelum diutusnya beliau ﷺ, yang tidak berilmu dan tidak pula beramal. Setiap ilmu maupun amal yang diperoleh umat ini adalah dari Rasulullah ﷺ dan karena sebab beliaulah semua itu ada. Nikmat-nikmat tersebut adalah nikmat-nikmat dasar secara mutlak, dan …

Al-Baqara 2:151Listen in Qur'an →
152

فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

"Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepadamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu al-Kitab dan al-Hikmah (as-Sunnah) serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku." (Al-Baqarah: 151-152).

(151) Allah تعالى menyatakan, "Sesungguhnya pemberian nikmat Kami atas kalian dengan menghadap ke Ka'bah dan pe-nyempurnaannya dengan dasar-dasar syariat serta nikmat-nikmat penyempurna, bukanlah suatu yang aneh dalam kebaikan Kami dan bukan pula yang pertama, bahkan Kami telah memberikan nikmat atas kalian dengan nikmat-nikmat dasar dan penyempurna-nya, dan yang paling besar adalah Kami mengutus kepada kalian seorang Rasul yang mulia dari kalangan kalian, di mana kalian mengetahui garis keturunannya, kejujuran, amanah, kesempurnaan, dan ketulusannya, ﴾ يَتۡلُواْ عَلَيۡكُمۡ ءَايَٰتِنَا ﴿ "yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu." Ini mencakup segala ayat-ayatNya, baik ayat al-Qur`an maupun ayat-ayat lainnya, beliau membacakan kepada kalian ayat-ayat yang menjelaskan kebenaran dari kebatilan dan hidayah dari kesesatan, yang menunjukkan kepada kalian, pertama, tentang keesaan Allah dan kesempurnaanNya, kedua, tentang kebenaran RasulNya, dan wajibnya beriman kepadanya, kemudian kepada segala hal yang dikabarkan olehnya berupa Hari Pembalasan mau-pun hal-hal yang ghaib, hingga kalian memperoleh hidayah yang sempurna dan ilmu yang meyakinkan. ﴾ وَيُزَكِّيكُمۡ ﴿ "Dan menyucikan kamu," maksudnya, menyucikan akhlak dan jiwa kalian dengan mendidiknya. Dengan akhlak yang mulia, dan membersihkannya dari akhlak yang tercela, yang de-mikian itu seperti menyucikan mereka dari kesyirikan kepada ke-tauhidan, dari riya` kepada keikhlasan, dari kebohongan kepada kejujuran, dari pengkhianatan kepada amanah, dari kesombongan kepada kerendahan hati, dari akhlak yang buruk kepada akhlak yang luhur, dan dari saling benci, saling bermusuhan, serta saling memutuskan hubungan kepada saling mencintai, saling bersilatu-rahim, dan saling kasih mengasihi, dan lain sebagainya dari bentuk-bentuk penyucian. ﴾ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱلۡكِتَٰبَ ﴿ "Dan mengajarkan kepadamu al-Kitab," yaitu al-Qur`an, baik lafazhnya maupun maknanya, ﴾ وَٱلۡحِكۡمَةَ ﴿ "dan al-Hikmah." Suatu pendapat berkata, al-Hikmah adalah as-Sunnah. Yang lain berpendapat, al-Hikmah adalah mengetahui rahasia-rahasia syariat dan fikih serta menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Maka dalam hal ini pengajaran as-Sunnah termasuk ke dalam pengajaran al-Kitab, karena as-Sunnah itu menjelaskan al-Qur`an, menafsirkannya, dan mengutarakan maksudnya, ﴾ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمۡ تَكُونُواْ تَعۡلَمُونَ ﴿ "dan mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui," karena mereka itu benar-benar ada dalam kesesatan yang nyata sebelum diutusnya beliau ﷺ, yang tidak berilmu dan tidak pula beramal. Setiap ilmu maupun amal yang diperoleh umat ini adalah dari Rasulullah ﷺ dan karena sebab beliaulah semua itu ada. Nikmat-nikmat tersebut adalah nikmat-nikmat dasar secara mutlak, dan …

Al-Baqara 2:152Listen in Qur'an →
153

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (ke-pada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Al-Baqarah: 153).

(153) Allah تعالى memerintahkan kaum Mukminin untuk meminta pertolongan dalam segala urusan mereka, baik dunia maupun akhirat, ﴾ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ ﴿ "dengan sabar dan shalat." Kesabaran adalah pengendalian dan penjagaan diri terhadap hal yang dibenci. Dan kesabaran ada tiga macam, yaitu sabar dalam ketaatan kepada Allah hingga mampu menunaikannya, sabar dari kemaksiatan kepada Allah hingga menjauhinya, dan sabar atas takdir-takdir Allah yang memilukan agar tidak memakinya. Kesabaran adalah pertolongan yang besar terhadap segala sesuatu, karena sama sekali tidak ada jalan bagi orang yang tidak bersabar untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, khususnya dalam hal ketaatan yang sangat sulit dan berkesinambungan, di mana hal itu sangatlah membutuhkan kesabaran dan keberanian untuk merasakan kepahitan yang menyakitkan. Namun jika pela-kunya itu konsekuen dengan kesabaran, niscaya dia akan memper-oleh kemenangan, namun bila dia dijauhkan oleh hal yang tidak disukai dan hal yang sulit dari kesabaran dan konsekuen terhadap-nya, niscaya dia tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali keham-paan. Demikian pula dalam hal kemaksiatan yang mana dorongan nafsu dan godaannya yang begitu kuat untuk melakukannya dan dia sendiri mampu melakukannya, dan ini tidaklah mungkin ditinggalkan kecuali dengan kesabaran yang besar serta menahan dorongan dan godaan nafsunya karena Allah تعالى, lalu dia meminta pertolongan kepadaNya untuk memeliharanya dari perbuatan tersebut, karena hal itu adalah termasuk fitnah-fitnah yang besar. Demikian juga ujian yang paling berat, khususnya bila berlanjut. Dan ini akan lemah dengan adanya kekuatan rohani dan jasmani namun ujian tersebut akan menimbulkan kecaman bila dia tidak melawannya dengan kesabaran karena Allah, dan bertawakal padaNya dengan bersandar kepadaNya, serta melakukannya secara terus-menerus. Akhirnya Anda ketahui bahwa kesabaran itu sangatlah di-butuhkan oleh seorang hamba, bahkan menjadi suatu yang darurat dalam setiap kondisi. Oleh karena itu Allah تعالى memerintahkan kepadanya dan mengabarkan bahwasanya Dia, ﴾ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ﴿ "beserta orang-orang yang sabar," maksudnya beserta orang yang menjadikan kesabaran sebagai akhlak, sifat, dan karakternya dengan adanya pertolongan, bimbingan, dan arahanNya, hingga kesulitan dan kemalangan itu terasa sepele, segala hal yang besar terasa mudah, dan segala kesusahan yang dia rasakan akan lenyap. Ini adalah kebersamaan khusus yang akan menyebabkan kecintaan, perto-longan, pembelaan, dan kedekatanNya, dan ini semua adalah keutamaan yang besar bagi orang-orang yang bersabar. Sekiranya orang-orang yang bersabar itu tidak memiliki keutamaan, kecuali mereka memperoleh kebersamaan dari Allah itu, niscaya cukuplah bagi mereka hal itu sebagai keutamaan dan kemuliaan. Adapun kebersamaan yang umum yaitu kebersamaan ilmu dan kekuasaan sebagaimana dalam FirmanNya, ﴾ وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡۚ ﴿ "Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada," (Al-Hadid: 4), maka ini bersifat umum untuk seluruh makhluk. Dan …

Al-Baqara 2:153Listen in Qur'an →
154

وَلَا تَقُولُوا۟ لِمَن يُقْتَلُ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتٌۢ ۚ بَلْ أَحْيَآءٌۭ وَلَٰكِن لَّا تَشْعُرُونَ

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

"Dan janganlah kamu mengatakan tentang orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati, bahkan (sebenar-nya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya." (Al-Baqarah: 154).

(154) Ketika Allah تعالى menyebutkan perintah untuk men-jadikan kesabaran sebagai penolong dalam segala hal, lalu Dia menyebutkan sebuah contoh dalam menjadikan kesabaran sebagai penolong, yaitu berjihad di jalanNya, di mana jihad itu merupakan ketaatan paling utama yang bersifat jasmani dan suatu hal yang paling berat bagi jiwa karena kesulitan yang ada dalam dirinya berkaitan dengan nyawa, dan karena hal itu bisa mengakibatkan kematian serta kehilangan nyawa yang hanya disukai oleh orang-orang yang cinta kepada dunia agar mendapatkan kehidupan dan sumber-sumbernya, dan semua yang mereka lakukan adalah se-buah usaha untuk mendapatkan kehidupan dan menolak hal yang bertentangan dengannya. Dan telah diketahui bahwa sesuatu yang dicintai tidak akan ditinggalkan oleh seorang yang berakal kecuali kepada suatu hal yang dicintai yang lebih tinggi dan lebih agung. Maka Allah تعالى mengabarkan bahwa barangsiapa yang terbunuh di jalanNya yaitu berperang di jalan Allah dengan maksud untuk meninggikan kalimat Allah dan agamaNya yang jelas dan bukan karena tujuan lainnya, niscaya dia tidak akan kehilangan kehidupan yang dia cintai, bahkan dia akan memperoleh kehidupan yang lebih utama dan lebih sempurna daripada apa yang kalian perkirakan dan pikirkan. Maka orang-orang yang mati syahid itu, ﴾ أَحۡيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمۡ يُرۡزَقُونَ 169 فَرِحِينَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦ وَيَسۡتَبۡشِرُونَ بِٱلَّذِينَ لَمۡ يَلۡحَقُواْ بِهِم مِّنۡ خَلۡفِهِمۡ أَلَّا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ 170 يَسۡتَبۡشِرُونَ بِنِعۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَضۡلٖ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجۡرَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ 171 ﴿ "Mereka itu hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka, dan mereka bergirang hati tentang orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman." (Ali Imran: 169-171). Adakah yang lebih agung dari kehidupan tersebut yang me-ngandung kedekatan dengan Allah تعالى dan menikmati rizkiNya yang bersifat jasmani seperti makanan dan minuman yang lezat serta rizki yang bersifat rohani seperti kesenangan, hilangnya se-gala kekhawatiran dan kesedihan? Inilah kehidupan Alam Barzakh yang lebih sempurna dari kehidupan dunia. Bahkan Nabi ﷺ telah mengabarkan bahwa ruh para syuhada ada dalam perut (tembolok) burung hijau yang minum dari sungai-sungai surga, makan buah-buahan surga, dan berlindung dalam sangkar-sangkar yang digan-tung di bawah Arasy.[2] Ayat ini mengandung anjuran paling besar untuk berjihad di jalan Allah dan konsisten di atas kesabaran padanya, jikalau hamba merasakan apa yang didapatkan oleh orang-orang yang terbunuh di jalan Allah berupa pahala, niscaya tidak akan ada seorang pun yang mau terlambat melakukannya, namun karena tidak …

Al-Baqara 2:154Listen in Qur'an →
155

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍۢ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍۢ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.' Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-Baqarah: 155-157).

(155) Allah تعالى mengabarkan bahwa sudah menjadi keha-rusan bagi hamba-hambaNya untuk diuji dengan segala cobaan agar jelas orang yang benar dan orang yang dusta, orang yang sabar dengan orang yang tidak sabar. Dan ini adalah sunnah Allah pada hamba-hambaNya, karena suatu kesenangan itu bila terus berlanjut bagi orang yang beriman dan tidak diiringi dengan suatu cobaan, niscaya akan terjadi campur aduk yang merupakan kerusakan baginya. Kemahabijaksanaan Allah memastikan untuk memilah-milah antara orang-orang yang baik dari orang-orang yang jahat. Inilah manfaat dari cobaan dan ujian, bukannya untuk menghilang-kan keimanan yang ada pada seorang hamba yang beriman dan tidak pula untuk memalingkan mereka dari agamanya, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan keimanan kaum Mukminin. Allah تعالى mengabarkan bahwasanya Dia akan menguji hamba-hambaNya ﴾ بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ ﴿ "dengan sedikit ketakutan" dari musuh-mu-suh ﴾ وَٱلۡجُوعِ ﴿ "dan kelaparan," yakni dengan suatu yang sedikit dari keduanya, karena apabila Allah menguji mereka dengan seluruh ketakutan atau seluruh kelaparan, niscaya mereka akan binasa, sedangkan cobaan-cobaan itu hanya akan membersihkan, bukannya membinasakan, ﴾ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ ﴿ "dan kekurangan harta," yang meliputi seluruh kekurangan yang bersangkutan dengan harta, baik bencana dari langit, tenggelam, kehilangan, raja-raja yang zhalim dan pe-rompak jalanan yang merampas harta dan sebagainya. ﴾ وَٱلۡأَنفُسِ ﴿ "Dan jiwa," yaitu perginya orang-orang yang dicintai, baik anak-anak, kerabat karib, dan teman sejawat, dan dari berbagai macam penyakit pada tubuh seorang hamba atau tubuh orang yang dicintainya, ﴾ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ ﴿ "dan buah-buahan," yaitu biji-bijian, hasil pohon kurma dan segala macam pepohonan serta sayur mayur, dengan adanya hawa dingin, gemuruh, kebakaran, atau penyakit dari langit seperti adanya hama belalang atau semacamnya. Hal-hal tersebut pasti akan terjadi karena Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengamati telah mengabarkan tentangnya, yang akhirnya terjadi-lah apa yang Dia kabarkan. Maka apabila semua itu terjadi, terba-gilah manusia ke dalam dua golongan: Orang-orang yang berkeluh kesah dan orang-orang yang sabar. Orang yang tidak sabar mendapatkan dua musibah: Hilang-nya sesuatu yang dicintai yaitu adanya musibah tersebut, dan hilangnya sesuatu yang lebih besar dari hal pertama, yaitu pahala dengan menunaikan perintah Allah yaitu bersabar, akhirnya dia memperoleh kerugian dan kehampaan, serta kekurangan iman yang ada padanya, juga kehilangan kesabaran, ridha dan rasa syukur, namun yang ia dapatkan hanyalah kemurkaan yang menunjukkan banyaknya kekurangan. Adapun orang yang diberi taufik oleh Allah تعالى dengan ke-sabaran ketika terjadinya …

Al-Baqara 2:155Listen in Qur'an →
156

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۭ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.' Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-Baqarah: 155-157).

(155) Allah تعالى mengabarkan bahwa sudah menjadi keha-rusan bagi hamba-hambaNya untuk diuji dengan segala cobaan agar jelas orang yang benar dan orang yang dusta, orang yang sabar dengan orang yang tidak sabar. Dan ini adalah sunnah Allah pada hamba-hambaNya, karena suatu kesenangan itu bila terus berlanjut bagi orang yang beriman dan tidak diiringi dengan suatu cobaan, niscaya akan terjadi campur aduk yang merupakan kerusakan baginya. Kemahabijaksanaan Allah memastikan untuk memilah-milah antara orang-orang yang baik dari orang-orang yang jahat. Inilah manfaat dari cobaan dan ujian, bukannya untuk menghilang-kan keimanan yang ada pada seorang hamba yang beriman dan tidak pula untuk memalingkan mereka dari agamanya, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan keimanan kaum Mukminin. Allah تعالى mengabarkan bahwasanya Dia akan menguji hamba-hambaNya ﴾ بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ ﴿ "dengan sedikit ketakutan" dari musuh-mu-suh ﴾ وَٱلۡجُوعِ ﴿ "dan kelaparan," yakni dengan suatu yang sedikit dari keduanya, karena apabila Allah menguji mereka dengan seluruh ketakutan atau seluruh kelaparan, niscaya mereka akan binasa, sedangkan cobaan-cobaan itu hanya akan membersihkan, bukannya membinasakan, ﴾ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ ﴿ "dan kekurangan harta," yang meliputi seluruh kekurangan yang bersangkutan dengan harta, baik bencana dari langit, tenggelam, kehilangan, raja-raja yang zhalim dan pe-rompak jalanan yang merampas harta dan sebagainya. ﴾ وَٱلۡأَنفُسِ ﴿ "Dan jiwa," yaitu perginya orang-orang yang dicintai, baik anak-anak, kerabat karib, dan teman sejawat, dan dari berbagai macam penyakit pada tubuh seorang hamba atau tubuh orang yang dicintainya, ﴾ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ ﴿ "dan buah-buahan," yaitu biji-bijian, hasil pohon kurma dan segala macam pepohonan serta sayur mayur, dengan adanya hawa dingin, gemuruh, kebakaran, atau penyakit dari langit seperti adanya hama belalang atau semacamnya. Hal-hal tersebut pasti akan terjadi karena Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengamati telah mengabarkan tentangnya, yang akhirnya terjadi-lah apa yang Dia kabarkan. Maka apabila semua itu terjadi, terba-gilah manusia ke dalam dua golongan: Orang-orang yang berkeluh kesah dan orang-orang yang sabar. Orang yang tidak sabar mendapatkan dua musibah: Hilang-nya sesuatu yang dicintai yaitu adanya musibah tersebut, dan hilangnya sesuatu yang lebih besar dari hal pertama, yaitu pahala dengan menunaikan perintah Allah yaitu bersabar, akhirnya dia memperoleh kerugian dan kehampaan, serta kekurangan iman yang ada padanya, juga kehilangan kesabaran, ridha dan rasa syukur, namun yang ia dapatkan hanyalah kemurkaan yang menunjukkan banyaknya kekurangan. Adapun orang yang diberi taufik oleh Allah تعالى dengan ke-sabaran ketika terjadinya …

Al-Baqara 2:156Listen in Qur'an →
157

أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَٰتٌۭ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌۭ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُهْتَدُونَ

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.' Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-Baqarah: 155-157).

(155) Allah تعالى mengabarkan bahwa sudah menjadi keha-rusan bagi hamba-hambaNya untuk diuji dengan segala cobaan agar jelas orang yang benar dan orang yang dusta, orang yang sabar dengan orang yang tidak sabar. Dan ini adalah sunnah Allah pada hamba-hambaNya, karena suatu kesenangan itu bila terus berlanjut bagi orang yang beriman dan tidak diiringi dengan suatu cobaan, niscaya akan terjadi campur aduk yang merupakan kerusakan baginya. Kemahabijaksanaan Allah memastikan untuk memilah-milah antara orang-orang yang baik dari orang-orang yang jahat. Inilah manfaat dari cobaan dan ujian, bukannya untuk menghilang-kan keimanan yang ada pada seorang hamba yang beriman dan tidak pula untuk memalingkan mereka dari agamanya, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan keimanan kaum Mukminin. Allah تعالى mengabarkan bahwasanya Dia akan menguji hamba-hambaNya ﴾ بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ ﴿ "dengan sedikit ketakutan" dari musuh-mu-suh ﴾ وَٱلۡجُوعِ ﴿ "dan kelaparan," yakni dengan suatu yang sedikit dari keduanya, karena apabila Allah menguji mereka dengan seluruh ketakutan atau seluruh kelaparan, niscaya mereka akan binasa, sedangkan cobaan-cobaan itu hanya akan membersihkan, bukannya membinasakan, ﴾ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ ﴿ "dan kekurangan harta," yang meliputi seluruh kekurangan yang bersangkutan dengan harta, baik bencana dari langit, tenggelam, kehilangan, raja-raja yang zhalim dan pe-rompak jalanan yang merampas harta dan sebagainya. ﴾ وَٱلۡأَنفُسِ ﴿ "Dan jiwa," yaitu perginya orang-orang yang dicintai, baik anak-anak, kerabat karib, dan teman sejawat, dan dari berbagai macam penyakit pada tubuh seorang hamba atau tubuh orang yang dicintainya, ﴾ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ ﴿ "dan buah-buahan," yaitu biji-bijian, hasil pohon kurma dan segala macam pepohonan serta sayur mayur, dengan adanya hawa dingin, gemuruh, kebakaran, atau penyakit dari langit seperti adanya hama belalang atau semacamnya. Hal-hal tersebut pasti akan terjadi karena Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengamati telah mengabarkan tentangnya, yang akhirnya terjadi-lah apa yang Dia kabarkan. Maka apabila semua itu terjadi, terba-gilah manusia ke dalam dua golongan: Orang-orang yang berkeluh kesah dan orang-orang yang sabar. Orang yang tidak sabar mendapatkan dua musibah: Hilang-nya sesuatu yang dicintai yaitu adanya musibah tersebut, dan hilangnya sesuatu yang lebih besar dari hal pertama, yaitu pahala dengan menunaikan perintah Allah yaitu bersabar, akhirnya dia memperoleh kerugian dan kehampaan, serta kekurangan iman yang ada padanya, juga kehilangan kesabaran, ridha dan rasa syukur, namun yang ia dapatkan hanyalah kemurkaan yang menunjukkan banyaknya kekurangan. Adapun orang yang diberi taufik oleh Allah تعالى dengan ke-sabaran ketika terjadinya …

Al-Baqara 2:157Listen in Qur'an →
158

۞ إِنَّ ٱلصَّفَا وَٱلْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ ٱلْبَيْتَ أَوِ ٱعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًۭا فَإِنَّ ٱللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

"Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah: 158).

(158) Allah تعالى mengabarkan, ﴾ إِنَّ ٱلصَّفَا وَٱلۡمَرۡوَةَ ﴿ "Sesungguhnya Shafa dan Marwa," keduanya adalah tempat yang telah diketahui, ﴾ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِۖ ﴿ "adalah sebagian dari syiar Allah," yakni tanda-tanda agamaNya yang jelas yang dipakai oleh hamba-hambaNya untuk beribadah kepada Allah dengannya, dan apabila kedua tempat itu adalah di antara syiar-syiar Allah, maka Allah telah memerintah-kan untuk mengagungkan syiar-syiarNya seraya berfirman, ﴾ وَمَن يُعَظِّمۡ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقۡوَى ٱلۡقُلُوبِ 32 ﴿ "Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesung-guhnya itu timbul dari ketakwaan hati." (Al-Hajj: 32). Kedua nash di atas menunjukkan bahwa kedua tempat ter-sebut adalah di antara syiar-syiar Allah, dan mengagungkan syiar-syiar Allah itu timbul dari ketakwaan hati, sedangkan ketakwaan itu wajib atas orang-orang yang telah terbebani kewajiban (mukallaf). Dengan demikian, hal itu menunjukkan bahwa melakukan Sa'i di antara dua tempat itu adalah sebuah kewajiban yang pasti dalam ibadah Haji dan Umrah, sebagaimana yang disepakati oleh mayo-ritas ulama, yang ditunjukkan oleh hadits-hadits dan perbuatan Nabi ﷺ. Beliau ﷺ bersabda, خُذُوْا عَنِّيْ مَنَاسِكَكُمْ. "Ambillah (contoh) dariku dalam manasik Haji (dan Umrah) kalian."[3] ﴾ فَمَنۡ حَجَّ ٱلۡبَيۡتَ أَوِ ٱعۡتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَاۚ ﴿ "Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa bagi-nya mengerjakan Sa'i antara keduanya." Ayat ini adalah jawaban bagi orang yang ragu dan merasa bersalah di antara kaum Muslimin yang melakukan Sa'i antara keduanya, karena pada masa jahiliyah dulu, kedua tempat tersebut menjadi tempat disembahnya patung-patung, lalu Allah meniadakan dosa untuk menolak keraguan ter-sebut, bukan karena ia merupakan suatu yang tidak wajib. Pemba-tasan peniadaan dosa bagi orang yang sa'i di antara kedua tempat itu saat ibadah Haji dan Umrah menunjukkan bahwa tidaklah seseorang melakukan Sa'i secara tersendiri kecuali disertai dengan Haji atau Umrah, berbeda dengan thawaf di Baitullah, karena ia disyariatkan bersama umrah dan haji karena ia merupakan ibadah yang tersendiri. Adapun Sa'i, Wuquf di Arafah dan Muzdalifah, serta melem-par Jumrah adalah bagian kegiatan yang mengikuti nusuk (tata cara haji), sekiranya Anda melakukannya tanpa mengikuti nusuk, maka perbuatan itu adalah sebuah bid'ah, karena bid'ah itu ada dua macam: Pertama adalah yang dilakukan untuk beribadah kepada Allah yang tidak disyariatkan sama sekali, dan kedua adalah yang dilakukan untuk beribadah kepada Allah yang disyariatkan oleh-Nya dalam bentuk tertentu tapi dikerjakan dengan bentuk yang lain; dan perbuatan ini termasuk dalam kategori kedua. FirmanNya, ﴾ وَمَن تَطَوَّعَ ﴿ "Dan barangsiapa dengan kerelaan hati," maksudnya, melakukan suatu ketaatan dengan …

Al-Baqara 2:158Listen in Qur'an →
159

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَآ أَنزَلْنَا مِنَ ٱلْبَيِّنَٰتِ وَٱلْهُدَىٰ مِنۢ بَعْدِ مَا بَيَّنَّٰهُ لِلنَّاسِ فِى ٱلْكِتَٰبِ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ يَلْعَنُهُمُ ٱللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ ٱللَّٰعِنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati,

"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada ma-nusia dalam al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati, kecuali mereka yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Aku-lah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat, dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam laknat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka ditangguhkan." (Al-Baqarah: 159-162).

(159) Ayat ini walaupun turun kepada Ahli Kitab dan apa yang mereka sembunyikan tentang Rasulullah ﷺ dan sifat-sifat beliau, namun hukum ayat ini tetap bersifat umum kepada setiap orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan Allah تعالى,﴾ مِنَ ٱلۡبَيِّنَٰتِ ﴿ "berupa keterangan-keterangan yang jelas" yang menunjukkan dan menampakkan kebenaran, ﴾ وَٱلۡهُدَىٰ ﴿ "dan petunjuk," yaitu ilmu yang membawa kepada hidayah menuju ke jalan yang lurus, dan menunjukkan jalan penghuni surga dari jalan penghuni neraka. Sesungguhnya Allah telah mengikat janji kepada para ulama agar mereka menjelaskan kepada manusia apa yang telah Allah karuniakan kepada mereka dari ilmu tentang al-Kitab dan agar mereka tidak menyembunyikannya. Maka barangsiapa yang me-nyia-nyiakan hal itu dan melakukan dua kerusakan sekaligus, yaitu menyembunyikan apa yang telah diturunkan oleh Allah dan berlaku curang terhadap hamba-hamba Allah, maka mereka itu ﴾ يَلۡعَنُهُمُ ٱللَّهُ ﴿ "dilaknati oleh Allah," maksudnya, Dia تعالى menjauhkan dan mengusir mereka dari kedekatan kepadaNya dan dari rahmatNya, ﴾ وَيَلۡعَنُهُمُ ٱللَّٰعِنُونَ ﴿ "dan dilaknati pula oleh seluruh makhluk yang dapat melaknati," mereka adalah seluruh makhluk. Laknat akan menimpa mereka dari seluruh makhluk, karena usaha mereka untuk berlaku curang terhadap para makhluk, merusak agama mereka, dan men-jauhkan mereka dari rahmat Allah. Akhirnya mereka pun dibalas sesuai dengan jenis perbuatan mereka, sebagaimana para pengajar manusia kepada kebaikan, maka Allah dan para malaikatNya akan bershalawat atasnya, bahkan ikan paus di lautan yang dalam,[4] karena usahanya dalam memberikan manfaat kepada makhluk, memperbaiki agama mereka, dan mendekatkan mereka kepada rahmat Allah, sehingga dia pun dibalas sesuai dengan jenis per-buatannya. Orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan oleh Allah adalah bertentangan dengan perintah Allah dan menentang Allah. Allah menjelaskan ayat-ayatNya kepada manusia dan me-nerangkannya, sedangkan orang ini berusaha menghapus dan menyembunyikannya, maka orang ini terkena oleh ancaman yang keras tersebut.

(160) ﴾ إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُواْ ﴿ "Kecuali mereka yang telah bertaubat," mak-sudnya, mereka kembali dari dosa yang selama ini mereka lakukan dalam keadaan menyesal, merasa bersalah, dan bertekad untuk tidak mengulangi kembali, ﴾ وَأَصۡلَحُواْ ﴿ "dan mengadakan perbaikan" terhadap apa yang telah rusak dari perbuatan-perbuatan mereka. Maka …

Al-Baqara 2:159Listen in Qur'an →
160

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ وَأَصْلَحُوا۟ وَبَيَّنُوا۟ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنَا ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.

"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada ma-nusia dalam al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati, kecuali mereka yang telah bertaubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Aku-lah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat, dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam laknat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka ditangguhkan." (Al-Baqarah: 159-162).

(159) Ayat ini walaupun turun kepada Ahli Kitab dan apa yang mereka sembunyikan tentang Rasulullah ﷺ dan sifat-sifat beliau, namun hukum ayat ini tetap bersifat umum kepada setiap orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan Allah تعالى,﴾ مِنَ ٱلۡبَيِّنَٰتِ ﴿ "berupa keterangan-keterangan yang jelas" yang menunjukkan dan menampakkan kebenaran, ﴾ وَٱلۡهُدَىٰ ﴿ "dan petunjuk," yaitu ilmu yang membawa kepada hidayah menuju ke jalan yang lurus, dan menunjukkan jalan penghuni surga dari jalan penghuni neraka. Sesungguhnya Allah telah mengikat janji kepada para ulama agar mereka menjelaskan kepada manusia apa yang telah Allah karuniakan kepada mereka dari ilmu tentang al-Kitab dan agar mereka tidak menyembunyikannya. Maka barangsiapa yang me-nyia-nyiakan hal itu dan melakukan dua kerusakan sekaligus, yaitu menyembunyikan apa yang telah diturunkan oleh Allah dan berlaku curang terhadap hamba-hamba Allah, maka mereka itu ﴾ يَلۡعَنُهُمُ ٱللَّهُ ﴿ "dilaknati oleh Allah," maksudnya, Dia تعالى menjauhkan dan mengusir mereka dari kedekatan kepadaNya dan dari rahmatNya, ﴾ وَيَلۡعَنُهُمُ ٱللَّٰعِنُونَ ﴿ "dan dilaknati pula oleh seluruh makhluk yang dapat melaknati," mereka adalah seluruh makhluk. Laknat akan menimpa mereka dari seluruh makhluk, karena usaha mereka untuk berlaku curang terhadap para makhluk, merusak agama mereka, dan men-jauhkan mereka dari rahmat Allah. Akhirnya mereka pun dibalas sesuai dengan jenis perbuatan mereka, sebagaimana para pengajar manusia kepada kebaikan, maka Allah dan para malaikatNya akan bershalawat atasnya, bahkan ikan paus di lautan yang dalam,[4] karena usahanya dalam memberikan manfaat kepada makhluk, memperbaiki agama mereka, dan mendekatkan mereka kepada rahmat Allah, sehingga dia pun dibalas sesuai dengan jenis per-buatannya. Orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan oleh Allah adalah bertentangan dengan perintah Allah dan menentang Allah. Allah menjelaskan ayat-ayatNya kepada manusia dan me-nerangkannya, sedangkan orang ini berusaha menghapus dan menyembunyikannya, maka orang ini terkena oleh ancaman yang keras tersebut.

(160) ﴾ إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُواْ ﴿ "Kecuali mereka yang telah bertaubat," mak-sudnya, mereka kembali dari dosa yang selama ini mereka lakukan dalam keadaan menyesal, merasa bersalah, dan bertekad untuk tidak mengulangi kembali, ﴾ وَأَصۡلَحُواْ ﴿ "dan mengadakan perbaikan" terhadap apa yang telah rusak dari perbuatan-perbuatan mereka. Maka …

Al-Baqara 2:160Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.