Muslim99Muslim99
← Tafsir library

2. Al-Baqara

The Cow · Medinan · 286 ayahs

سُورَةُ البَقَرَةِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 131–140 of 286

131

إِذْ قَالَ لَهُۥ رَبُّهُۥٓ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".

"Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melain-kan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia, dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang shalih. Ketika Tuhannya ber-firman kepadanya, 'Tunduk patuhlah!' Ibrahim menjawab, 'Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.' Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata), 'Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.' Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, 'Apa yang kamu sembah sepeninggalku?' Mereka menjawab, 'Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepadaNya.' Itu adalah umat yang berlalu, baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggunganjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan." (Al-Baqarah: 130-134).

(130) Tidaklah ada orang yang benci ﴾ عَن مِّلَّةِ إِبۡرَٰهِـۧمَ ﴿ "kepada agama Ibrahim," setelah dia mengetahui keutamaannya,﴾ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفۡسَهُۥۚ ﴿ "melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri," maksud-nya, membodohi dan menghinakannya, ridha dengan kehinaan dan menjualnya dengan transaksi yang merugikan, sebagaimana tidak lebih lurus dan tidak lebih sempurna dari orang yang menyu-kai agama Ibrahim. Kemudian Allah mengabarkan tentang kondi-sinya di dunia maupun di akhirat seraya berfirman,﴾ وَلَقَدِ ٱصۡطَفَيۡنَٰهُ فِي ٱلدُّنۡيَاۖ ﴿ "Dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia," maksudnya Kami mengutamakan dan membimbingnya kepada amalan-amalan yang membuatnya termasuk orang-orang yang terpilih dan isti-mewa, ﴾ وَإِنَّهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ﴿ "dan sesungguhnya di akhirat dia benar-benar termasuk orang-orang yang shalih," yakni orang-orang yang memiliki derajat yang tinggi.

(131) ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُۥ رَبُّهُۥٓ أَسۡلِمۡۖ قَالَ ﴿ "Ketika Tuhannya berfirman kepadanya, 'Tunduk patuhlah'! (Maka) Ibrahim menjawab," sebagai ketundukan kepada Tuhannya, ﴾ أَسۡلَمۡتُ لِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam," dengan ikhlas dan bertauhid, mencintai, dan pasrah. Maka bertauhid kepada Allah adalah sifat beliau, lalu beliau me-wariskannya kepada keturunannya dan mewasiatkannya kepada mereka, dan beliau jadikan tauhid itu sebagai kalimat yang terus ada pada generasi selanjutnya, dan terus diwarisi di antara mereka hingga sampai kepada Ya'qub, lalu beliau juga mewasiatkan hal itu kepada anak-anaknya,

Kalian wahai anak-anak Ya'qub! Bapak moyang kalian telah mewasiatkan kepada kalian secara khusus, maka wajiblah atas kalian tunduk secara sempurna, dan mengikuti penutup para Nabi. Allah berfirman,

(132) ﴾ يَٰبَنِيَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ ﴿ "Hai anak-anakku! Sesungguh-nya Allah telah memilih agama ini bagimu." Maksudnya, Allah telah menjadikannya untuk kalian dan memilihnya bagi kalian sebagai kasih sayang dan berlaku baik kepada kalian, maka laksanakanlah, tunaikanlah syariat-syariatnya, hiasilah …

Al-Baqara 2:131Listen in Qur'an →
132

وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبْرَٰهِۦمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".

"Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melain-kan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia, dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang shalih. Ketika Tuhannya ber-firman kepadanya, 'Tunduk patuhlah!' Ibrahim menjawab, 'Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.' Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata), 'Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.' Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, 'Apa yang kamu sembah sepeninggalku?' Mereka menjawab, 'Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepadaNya.' Itu adalah umat yang berlalu, baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggunganjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan." (Al-Baqarah: 130-134).

(130) Tidaklah ada orang yang benci ﴾ عَن مِّلَّةِ إِبۡرَٰهِـۧمَ ﴿ "kepada agama Ibrahim," setelah dia mengetahui keutamaannya,﴾ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفۡسَهُۥۚ ﴿ "melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri," maksud-nya, membodohi dan menghinakannya, ridha dengan kehinaan dan menjualnya dengan transaksi yang merugikan, sebagaimana tidak lebih lurus dan tidak lebih sempurna dari orang yang menyu-kai agama Ibrahim. Kemudian Allah mengabarkan tentang kondi-sinya di dunia maupun di akhirat seraya berfirman,﴾ وَلَقَدِ ٱصۡطَفَيۡنَٰهُ فِي ٱلدُّنۡيَاۖ ﴿ "Dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia," maksudnya Kami mengutamakan dan membimbingnya kepada amalan-amalan yang membuatnya termasuk orang-orang yang terpilih dan isti-mewa, ﴾ وَإِنَّهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ﴿ "dan sesungguhnya di akhirat dia benar-benar termasuk orang-orang yang shalih," yakni orang-orang yang memiliki derajat yang tinggi.

(131) ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُۥ رَبُّهُۥٓ أَسۡلِمۡۖ قَالَ ﴿ "Ketika Tuhannya berfirman kepadanya, 'Tunduk patuhlah'! (Maka) Ibrahim menjawab," sebagai ketundukan kepada Tuhannya, ﴾ أَسۡلَمۡتُ لِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam," dengan ikhlas dan bertauhid, mencintai, dan pasrah. Maka bertauhid kepada Allah adalah sifat beliau, lalu beliau me-wariskannya kepada keturunannya dan mewasiatkannya kepada mereka, dan beliau jadikan tauhid itu sebagai kalimat yang terus ada pada generasi selanjutnya, dan terus diwarisi di antara mereka hingga sampai kepada Ya'qub, lalu beliau juga mewasiatkan hal itu kepada anak-anaknya,

Kalian wahai anak-anak Ya'qub! Bapak moyang kalian telah mewasiatkan kepada kalian secara khusus, maka wajiblah atas kalian tunduk secara sempurna, dan mengikuti penutup para Nabi. Allah berfirman,

(132) ﴾ يَٰبَنِيَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ ﴿ "Hai anak-anakku! Sesungguh-nya Allah telah memilih agama ini bagimu." Maksudnya, Allah telah menjadikannya untuk kalian dan memilihnya bagi kalian sebagai kasih sayang dan berlaku baik kepada kalian, maka laksanakanlah, tunaikanlah syariat-syariatnya, hiasilah …

Al-Baqara 2:132Listen in Qur'an →
133

أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ ٱلْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى قَالُوا۟ نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ إِلَٰهًۭا وَٰحِدًۭا وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

"Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melain-kan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia, dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang shalih. Ketika Tuhannya ber-firman kepadanya, 'Tunduk patuhlah!' Ibrahim menjawab, 'Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.' Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata), 'Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.' Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, 'Apa yang kamu sembah sepeninggalku?' Mereka menjawab, 'Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepadaNya.' Itu adalah umat yang berlalu, baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggunganjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan." (Al-Baqarah: 130-134).

(130) Tidaklah ada orang yang benci ﴾ عَن مِّلَّةِ إِبۡرَٰهِـۧمَ ﴿ "kepada agama Ibrahim," setelah dia mengetahui keutamaannya,﴾ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفۡسَهُۥۚ ﴿ "melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri," maksud-nya, membodohi dan menghinakannya, ridha dengan kehinaan dan menjualnya dengan transaksi yang merugikan, sebagaimana tidak lebih lurus dan tidak lebih sempurna dari orang yang menyu-kai agama Ibrahim. Kemudian Allah mengabarkan tentang kondi-sinya di dunia maupun di akhirat seraya berfirman,﴾ وَلَقَدِ ٱصۡطَفَيۡنَٰهُ فِي ٱلدُّنۡيَاۖ ﴿ "Dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia," maksudnya Kami mengutamakan dan membimbingnya kepada amalan-amalan yang membuatnya termasuk orang-orang yang terpilih dan isti-mewa, ﴾ وَإِنَّهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ﴿ "dan sesungguhnya di akhirat dia benar-benar termasuk orang-orang yang shalih," yakni orang-orang yang memiliki derajat yang tinggi.

(131) ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُۥ رَبُّهُۥٓ أَسۡلِمۡۖ قَالَ ﴿ "Ketika Tuhannya berfirman kepadanya, 'Tunduk patuhlah'! (Maka) Ibrahim menjawab," sebagai ketundukan kepada Tuhannya, ﴾ أَسۡلَمۡتُ لِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam," dengan ikhlas dan bertauhid, mencintai, dan pasrah. Maka bertauhid kepada Allah adalah sifat beliau, lalu beliau me-wariskannya kepada keturunannya dan mewasiatkannya kepada mereka, dan beliau jadikan tauhid itu sebagai kalimat yang terus ada pada generasi selanjutnya, dan terus diwarisi di antara mereka hingga sampai kepada Ya'qub, lalu beliau juga mewasiatkan hal itu kepada anak-anaknya,

Kalian wahai anak-anak Ya'qub! Bapak moyang kalian telah mewasiatkan kepada kalian secara khusus, maka wajiblah atas kalian tunduk secara sempurna, dan mengikuti penutup para Nabi. Allah berfirman,

(132) ﴾ يَٰبَنِيَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ ﴿ "Hai anak-anakku! Sesungguh-nya Allah telah memilih agama ini bagimu." Maksudnya, Allah telah menjadikannya untuk kalian dan memilihnya bagi kalian sebagai kasih sayang dan berlaku baik kepada kalian, maka laksanakanlah, tunaikanlah syariat-syariatnya, hiasilah …

Al-Baqara 2:133Listen in Qur'an →
134

تِلْكَ أُمَّةٌۭ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْـَٔلُونَ عَمَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.

"Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melain-kan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia, dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang shalih. Ketika Tuhannya ber-firman kepadanya, 'Tunduk patuhlah!' Ibrahim menjawab, 'Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.' Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata), 'Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.' Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, 'Apa yang kamu sembah sepeninggalku?' Mereka menjawab, 'Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepadaNya.' Itu adalah umat yang berlalu, baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggunganjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan." (Al-Baqarah: 130-134).

(130) Tidaklah ada orang yang benci ﴾ عَن مِّلَّةِ إِبۡرَٰهِـۧمَ ﴿ "kepada agama Ibrahim," setelah dia mengetahui keutamaannya,﴾ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفۡسَهُۥۚ ﴿ "melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri," maksud-nya, membodohi dan menghinakannya, ridha dengan kehinaan dan menjualnya dengan transaksi yang merugikan, sebagaimana tidak lebih lurus dan tidak lebih sempurna dari orang yang menyu-kai agama Ibrahim. Kemudian Allah mengabarkan tentang kondi-sinya di dunia maupun di akhirat seraya berfirman,﴾ وَلَقَدِ ٱصۡطَفَيۡنَٰهُ فِي ٱلدُّنۡيَاۖ ﴿ "Dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia," maksudnya Kami mengutamakan dan membimbingnya kepada amalan-amalan yang membuatnya termasuk orang-orang yang terpilih dan isti-mewa, ﴾ وَإِنَّهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ﴿ "dan sesungguhnya di akhirat dia benar-benar termasuk orang-orang yang shalih," yakni orang-orang yang memiliki derajat yang tinggi.

(131) ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُۥ رَبُّهُۥٓ أَسۡلِمۡۖ قَالَ ﴿ "Ketika Tuhannya berfirman kepadanya, 'Tunduk patuhlah'! (Maka) Ibrahim menjawab," sebagai ketundukan kepada Tuhannya, ﴾ أَسۡلَمۡتُ لِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam," dengan ikhlas dan bertauhid, mencintai, dan pasrah. Maka bertauhid kepada Allah adalah sifat beliau, lalu beliau me-wariskannya kepada keturunannya dan mewasiatkannya kepada mereka, dan beliau jadikan tauhid itu sebagai kalimat yang terus ada pada generasi selanjutnya, dan terus diwarisi di antara mereka hingga sampai kepada Ya'qub, lalu beliau juga mewasiatkan hal itu kepada anak-anaknya,

Kalian wahai anak-anak Ya'qub! Bapak moyang kalian telah mewasiatkan kepada kalian secara khusus, maka wajiblah atas kalian tunduk secara sempurna, dan mengikuti penutup para Nabi. Allah berfirman,

(132) ﴾ يَٰبَنِيَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ ﴿ "Hai anak-anakku! Sesungguh-nya Allah telah memilih agama ini bagimu." Maksudnya, Allah telah menjadikannya untuk kalian dan memilihnya bagi kalian sebagai kasih sayang dan berlaku baik kepada kalian, maka laksanakanlah, tunaikanlah syariat-syariatnya, hiasilah …

Al-Baqara 2:134Listen in Qur'an →
135

وَقَالُوا۟ كُونُوا۟ هُودًا أَوْ نَصَٰرَىٰ تَهْتَدُوا۟ ۗ قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَٰهِۦمَ حَنِيفًۭا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah: "Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik".

"Dan mereka berkata, 'Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk.' Katakanlah, 'Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik'." (Al-Baqarah: 135).

(135) Setiap orang dari Yahudi dan Nasrani berdoa agar kaum Muslimin masuk ke dalam agama mereka dengan asumsi bahwa mereka itu adalah orang-orang yang diberi petunjuk, se-dangkan orang lain adalah sesat. Katakanlah[14] kepadanya sebagai jawaban yang pantas, ﴾ بَلۡ ﴿ "tidak, melainkan" kami mengikuti,﴾ مِلَّةَ إِبۡرَٰهِـۧمَ حَنِيفٗاۖ ﴿ "agama Ibrahim yang lurus," yaitu yang menghadap kepada Allah dan berpaling dari selain diriNya, menegakkan tauhid dan meninggalkan kesyirikan, dan inilah agama yang dengan meng-ikutinya, maka hidayah diperolehnya, dan inilah agama yang de-ngan berpaling darinya, maka kekafiran dan kesesatan diperoleh.

Al-Baqara 2:135Listen in Qur'an →
136

قُولُوٓا۟ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَآ أُنزِلَ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطِ وَمَآ أُوتِىَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَآ أُوتِىَ ٱلنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍۢ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

"Katakanlah (hai orang-orang Mukmin), 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kepadaNya kami tunduk patuh." (Al-Baqarah: 136).

(136) Ayat yang mulia ini meliputi seluruh perkara yang wajib diimani. Ketahuilah bahwasanya iman yang artinya pembe-naran hati yang total terhadap dasar-dasar ini, dan pengakuannya yang diikuti dengan perbuatan-perbuatan hati dan tubuh, dan keimanan itu -dengan kategori seperti ini- termasuk di dalamnya kata Islam juga seluruh amalan-amalan shalih, maka itu semua adalah sebagian dari iman dan merupakan suatu pengaruh dari pengaruh-pengaruhnya. Maka ketika disebutkan kata iman secara bebas, maka perkara-perkara yang disebutkan akan masuk ke dalamnya, demikian pula kata Islam, bila disebutkan secara bebas, maka iman masuk ke dalamnya, namun bila disandingkan bersama, maka iman berarti apa yang ada dalam hati berupa keyakinan dan kepercayaan, sedang Islam adalah nama perbuatan-perbuatan zahir. Demikian pula apabila dia menggabungkan antara iman dan amal shalih. Dan Firman Allah تعالى, ﴾ قُولُوٓاْ ﴿ "Katakanlah," yakni, dengan lisan kalian yang didasari dari hati kalian, dan inilah perkataan yang sempurna yang mendatangkan ganjaran dan balasan, seba-gaimana juga perkataan dengan lisan tanpa ada keyakinan dalam hati adalah sebuah kemunafikan dan kekufuran. Perkataan yang lepas dari perbuatan -perbuatan hati- sangat tidak berpengaruh dan tidak berguna, walaupun seorang hamba itu akan diberikan ganjaran apabila baik, dan kebaikan itu didasari oleh keimanan, akan tetapi dibedakan antara perkataan semata dengan perkataan yang dibarengi dengan perbuatan hati. Dalam FirmanNya, ﴾ قُولُوٓاْ ﴿ "Katakanlah," ada sebuah petunjuk untuk menampakkan akidah, menyatakan secara terang-terangan dan berdakwah kepadanya, karena akidah adalah dasar agama dan pondasinya. Dan dalam FirmanNya, ﴾ ءَامَنَّا ﴿ "Kami beriman," dan semacamnya yang berbentuk adanya suatu perbuatan yang dinisbatkan kepada seluruh umat, adalah sebuah petunjuk kepada suatu hal, bahwa umat ini wajib berpegang teguh kepada tali agama Allah secara keseluruhan, dan sebuah anjuran untuk bersatu agar pendorong bagi mereka adalah satu dan amalan mereka bersatu, juga termasuk larangan dari perpecahan, dalam kondisi seperti itu kaum Mukminin adalah seperti satu tubuh. Dalam Firman Allah تعالى, ﴾ قُولُوٓاْ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ. . . ﴿ "Katakanlah (hai orang-orang Mukmin), 'Kami beriman kepada Allah...' hingga akhir, terkan-dung sebuah dalil akan bolehnya seseorang menisbahkan keimanan kepada dirinya dalam bentuk pembatasan, bahkan ini adalah dalil atas wajibnya penisbatan tersebut, berbeda dengan perkataan, "Saya seorang Mukmin," atau semacamnya, karena perkataan ini tidaklah diucapkan kecuali dibarengi pengecualian dengan kehen-dak Allah, karena mengandung penyucian diri dan kesaksian atas diri sendiri dengan keimanan. Maka FirmanNya, ﴾ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ ﴿ "Kami beriman kepada Allah," yakni bahwasanya Dia adalah pasti …

Al-Baqara 2:136Listen in Qur'an →
137

فَإِنْ ءَامَنُوا۟ بِمِثْلِ مَآ ءَامَنتُم بِهِۦ فَقَدِ ٱهْتَدَوا۟ ۖ وَّإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا هُمْ فِى شِقَاقٍۢ ۖ فَسَيَكْفِيكَهُمُ ٱللَّهُ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

"Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (denganmu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengeta-hui." (Al-Baqarah: 137).

(137) Maknanya, apabila ahli Kitab beriman seperti ber-imannya kalian (kaum Mukminin) kepada seluruh Rasul, (termasuk dari mereka seorang Nabi dan yang paling utama yaitu Muhammad) dan seluruh Kitab (termasuk al-Qur`an), dan mereka berserah diri hanya kepada Allah semata dan mereka tidak membeda-bedakan salah seorang di antara para Rasul itu, ﴾ فَقَدِ ٱهۡتَدَواْۖ ﴿ "sungguh mereka telah mendapat petunjuk" kepada jalan yang lurus yang menyam-paikan kepada surga yang penuh kenikmatan. Artinya, tidak ada jalan menuju kepada hidayah bagi mereka kecuali dengan keimanan tersebut, dan bukan seperti apa yang mereka sangkakan dalam perkataan mereka, "Jadilah orang Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk," mereka mengklaim bahwa petunjuk itu khusus dengan apa yang mereka anut. Hidayah itu adalah mengetahui kebenaran dan mengamalkan-nya, sedangkan lawannya adalah kesesatan dari ilmu dan kesesatan dari amal perbuatan setelah berilmu, dan itulah penentangan yang pernah terjadi pada mereka ketika mereka berpaling dan meng-ingkari. Orang yang menentang itu adalah orang yang berada di satu pihak sedang Allah dan RasulNya di pihak yang lain, dan konsekuensi dari penentangan itu adalah permusuhan dan pertem-puran yang dahsyat yang mana hal-hal yang harus ada dari hal itu adalah mengerahkan segala apa yang mereka mampu dalam meng-ganggu Rasul ﷺ. Oleh karena itu Allah menjanjikan RasulNya untuk melindunginya dari mereka karena Dia adalah ﴾ ٱلسَّمِيعُ ﴿ "Yang Maha Mendengar" seluruh suara dengan segala macam bahasa dengan berbagai keperluan, ﴾ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "lagi Maha Mengetahui" apa yang ada pada mereka, dan yang di belakang mereka, yang ghaib maupun yang nyata, yang batin maupun yang lahir. Apabila kon-disinya seperti itu, maka Allah akan melindungimu dari kejahatan mereka. Dan sesungguhnya Allah telah menunaikan janjiNya kepada RasulNya, Allah membuat RasulNya menguasai mereka hingga sebagian mereka terbunuh, sebagian lain ditawan, sebagian yang lain diusir dan setiap pendepak mendepak mereka dengan kasar. Ayat ini menunjukkan sebuah mukjizat di antara mukjizat-mukjizat al-Qur`an yaitu mengabarkan suatu hal sebelum terjadi lalu terbukti terjadi sesuai dengan apa yang dikabarkannya.

Al-Baqara 2:137Listen in Qur'an →
138

صِبْغَةَ ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ ٱللَّهِ صِبْغَةًۭ ۖ وَنَحْنُ لَهُۥ عَٰبِدُونَ

Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.

"Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepadaNya-lah kami menyembah." (Al-Baqarah: 138).

(138) Maksudnya, peganglah shibghah[15] Allah yaitu agama-Nya, tegakkanlah dia dengan penegakan sebenar-benarnya dengan segala perbuatan lahir maupun batin, dan juga akidah-akidahnya pada setiap waktu, hingga hal itu menjadi shibghah dan sifat di antara sifat-sifat kalian, lalu apabila dia adalah sifat dari sifat-sifat kalian, maka hal itu mengharuskan kalian untuk tunduk kepada perintah-perintahNya secara pasrah, penuh kesadaran dan kecin-taan, hingga agama menjadi tabiat kalian seperti sebuah celupan yang sempurna bagi sebuah pakaian yang jelas menjadi sifat bagi-nya, sehingga tercapailah kebahagiaan dunia maupun akhirat, karena agama menganjurkan kepada akhlak yang mulia, amalan yang luhur, dan perkara yang indah. Oleh karena itu, Allah berfirman sebagai kekaguman yang jelas bagi akal yang sehat, ﴾ وَمَنۡ أَحۡسَنُ مِنَ ٱللَّهِ صِبۡغَةٗۖ ﴿ "Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah?" Maksudnya, tidak ada yang lebih baik shibghahnya dari shibghah Allah. Apabila Anda ingin tahu salah satu contohnya yang menjelaskan kepada Anda tentang per-bedaan shibghah Allah dengan shibghah selainNya, maka analogi-kanlah sesuatu dengan hal yang berkontradiksi dengannya, bagai-manakah Anda melihat seorang hamba yang beriman kepada Tuhannya dengan keimanan yang benar yang mempengaruhi kepasrahan hati dan ketundukan anggota tubuh dengannya, dan dia akan selalu menghiasi dirinya dengan sifat-sifat yang mulia, amalan yang baik, adab yang luhur dan tata krama yang santun, juga menjauhkan dirinya dari sifat-sifat yang jelek, hina dan dina, maka sifatnya adalah kejujuran dalam perkataan dan perbuatan, sabar, ramah tamah, menjaga diri, berani, berbuat baik lewat lisan maupun tindakan, mencintai Allah, takut kepadaNya, khawatir akan pembalasanNya, mengharapNya, hingga dia ikhlas hanya untuk Allah dan berlaku baik kepada hamba-hambaNya, banding-kanlah dengan seorang hamba yang mengingkari Tuhannya, jauh dariNya dan mendekat kepada selainNya dari makhluk-makhluk-Nya. Dia mempunyai sifat yang buruk seperti kufur, syirik, dusta, khianat, tipu daya, tidak menjaga diri, dan berbuat tidak baik kepada makhluk secara lisan maupun tindakan, maka tidak ada keikhlasan kepada TuhanNya dan tidak juga berbuat baik kepada hamba-hambaNya. Dengan demikian sangatlah jelas perbedaan-nya bagi Anda di antara kedua hamba tersebut, dan mengertilah Anda bahwa tidak ada shibghah yang lebih baik daripada shibghah Allah, dan termasuk makna hal ini adalah tidak ada shibghah yang lebih jelek daripada orang yang tercelup dengan shibghah selain agama Allah. Dalam FirmanNya, ﴾ وَنَحۡنُ لَهُۥ عَٰبِدُونَ ﴿ "Dan hanya kepadaNya-lah kami menyembah," terkandung sebuah penjelasan akan shibghah tersebut yaitu menunaikan dua dasar; keikhlasan dan mengikuti contoh, karena ibadah itu adalah sebuah kata yang menyeluruh bagi setiap hal yang dicintai oleh Allah dan diridhaiNya, baik perbuatan maupun perkataan lahir maupun batin, dan hal itu tidak bisa ter-jadi, hingga Allah mensyariatkannya melalui lisan RasulNya. Keikhlasan itu adalah, seorang hamba menghendaki …

Al-Baqara 2:138Listen in Qur'an →
139

قُلْ أَتُحَآجُّونَنَا فِى ٱللَّهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَآ أَعْمَٰلُنَا وَلَكُمْ أَعْمَٰلُكُمْ وَنَحْنُ لَهُۥ مُخْلِصُونَ

Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,

"Katakanlah, 'Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu, bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepadaNya kami mengikhlaskan hati'." (Al-Baqarah: 139).

(139) Kata اَلْمَحَاجَّةُ bermakna perdebatan antara dua orang atau lebih dalam masalah-masalah khilafiyah hingga setiap pihak dari kedua belah pihak mengusahakan untuk menguatkan argumen-argumen mereka dan menjatuhkan argumen-argumen lawannya, setiap pihak dari mereka berusaha untuk menegakkan argumen dalam hal tersebut. Yang diharapkan dalam perdebatan itu adalah seharusnya berjalan dengan cara yang paling baik, dengan jalan yang paling dekat untuk mengembalikan seseorang yang tersesat kepada kebenaran, dan menegakkan hujjah atas orang-orang yang keras kepala, menjelaskan kebenaran dan menerangkan kebatilan. Jika keluar dari prinsip-prinsip di atas, maka perdebatan itu men-jadi sebuah perdebatan kusir dan pertengkaran mulut yang tidak ada gunanya, dan dapat menimbulkan keburukan. Para ahli Kitab mengaku bahwa mereka adalah yang paling berhak kepada Allah daripada kaum Muslimin. Ini hanyalah sebatas pengakuan yang butuh dalil dan keterangan yang kuat. Apabila Tuhan bagi semuanya hanya satu dan bukan Tuhan kalian saja, dan setiap dari kita dan kalian memiliki amal perbuatan, hingga kalian[16] dan kami sama sederajat dalam hal itu, dengan demikian hal itu tidaklah mengharuskan adanya salah satu dari kedua kelompok itu lebih berhak kepada Allah dari lainnya, karena pembedaan dengan adanya keikutsertaan dalam suatu hal tanpa ada perbedaan yang mempengaruhi adalah sebuah pengakuan yang kosong dan batil, dan memisahkan antara kedua hal yang semisal adalah suatu kecongkakan yang jelas sekali. Hanya saja dapat terjadi pengutamaan yang didasarkan dengan keikhlasan dalam amalan-amalan shalih hanya untuk Allah semata. Dan kon-disi yang seperti itu hanyalah sifat kaum Mukminin saja, maka pas-tilah bahwa merekalah yang paling berhak kepada Allah daripada selainnya, karena keikhlasan adalah jalan menuju keselamatan. Inilah perbedaan antara wali-wali ar-Rahman dan wali-wali setan dalam sifat-sifat yang hakiki yang diterima oleh orang-orang yang berakal dan tidak diperdebatkan kecuali oleh orang yang sombong dan bodoh. Ayat ini menunjukkan sebuah bimbingan yang baik dalam perdebatan, dan bahwasanya segala perkara itu harus berdasar atas asas penggabungan antara hal-hal yang semi-sal, dan pemisahan antara hal-hal yang berbeda.

Al-Baqara 2:139Listen in Qur'an →
140

أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطَ كَانُوا۟ هُودًا أَوْ نَصَٰرَىٰ ۗ قُلْ ءَأَنتُمْ أَعْلَمُ أَمِ ٱللَّهُ ۗ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَتَمَ شَهَٰدَةً عِندَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah: "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.

"Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) me-ngatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani? Katakanlah, 'Apa-kah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?' Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah: 140).

(140) Ini juga merupakan klaim lain dari mereka dan se-buah perdebatan mengenai Rasul-rasul Allah. Mereka mengklaim bahwa mereka lebih berhak kepada para Rasul yang disebutkan daripada kaum Muslimin, lalu Allah membantah mereka dengan FirmanNya, ﴾ ءَأَنتُمۡ أَعۡلَمُ أَمِ ٱللَّهُۗ ﴿ "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah?" Allah juga berfirman, ﴾ مَا كَانَ إِبۡرَٰهِيمُ يَهُودِيّٗا وَلَا نَصۡرَانِيّٗا وَلَٰكِن كَانَ حَنِيفٗا مُّسۡلِمٗا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ 67 ﴿ "Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik." (Ali Imran: 67). Mereka berkata bahwasanya Nabi Ibrahim itu Yahudi atau Nasrani, kemungkinan merekalah yang benar dan mengetahui ataukah Allah-lah yang benar dan mengetahui hal tersebut? Maka salah satu dari kemungkinan itulah yang benar dan pasti ada. Gambaran jawabannya seakan-akan kurang jelas, padahal sangat jelas dan nampak sekali, hingga karena kejelasannya itu tidaklah akan didebat lagi bila dikatakan bahwa Allah-lah yang lebih tahu dan lebih benar, dan semacam itu karena sangat jelas sekali bagi setiap orang. Hal ini seperti kita mengatakan; apakah malam lebih terang ataukah siang? Api lebih panas ataukah air? Kesyirikan lebih baik ataukah tauhid? Dan semacamnya. Hal seperti ini dapat diketahui oleh orang yang paling kerdil akalnya sekalipun, bahkan mereka sendiri pun mengetahui hal ini dan mengetahui bahwa Nabi Ibrahim dan para nabi lainnya bukanlah Yahudi dan bukan pula Nasrani, mereka menyembunyikan pengetahuan dan kesak-sian mereka, oleh karena itu kezhaliman mereka itu adalah kezha-liman yang paling besar. Karena itu Allah berfirman,﴾ وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن كَتَمَ شَهَٰدَةً عِندَهُۥ مِنَ ٱللَّهِۗ ﴿ "Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Mak-sudnya, kesaksian mereka yang merupakan titipan dari Allah تعالى dan bukan dari makhluk sehingga memerlukan adanya perhatian yang besar dengan menegakkannya, namun mereka menyembu-nyikannya dan menampakkan yang sebaliknya. Mereka menyatu-kan antara menyembunyikan kebenaran dan tidak mengucapkan-nya dengan menampakkan kebatilan dan berdakwah kepadanya. Tidakkah tindakan mereka ini adalah sebesar-besarnya kezhaliman? Memang benar, dan Allah akan menghukum mereka karena hal itu dengan seberat-beratnya siksaan. Oleh karena itu Allah berfirman, ﴾ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan." Allah menghitung perbuatan-perbuatan mereka dan menyimpannya serta menyiapkan balasannya bagi mereka, maka seburuk-buruk balasan adalah balasan mereka, dan neraka itu sangatlah buruk, yang menjadi …

Al-Baqara 2:140Listen in Qur'an →

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.