ٱلَّذِينَ جَعَلُوا۟ ٱلْقُرْءَانَ عِضِينَ
(yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al Quran itu terbagi-bagi.
"Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur`an yang agung. Dan jangan-lah sekali-kali kamu menujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka, dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. Dan katakanlah, 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan.' Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), maka Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (Kitab Allah), (yaitu) orang-orang yang telah menjadikan al-Qur`an itu terbagi-bagi. Maka demi Rabbmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu. Maka sampaikanlah olehmu segala apa yang diperintahkan (kepadamu), dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (keja-hatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu), yaitu orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya). Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit di-sebabkan perkataan yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah de-ngan memuji Rabbmu dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang bersujud (shalat), dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al-Yaqin (ajal)." (Al-Hijr: 87-99).
(87) Allah تعالى menyebutkan kenikmatanNya yang tercurah-kan kepada RasulNya, ﴾ وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَٰكَ سَبۡعٗا مِّنَ ٱلۡمَثَانِي ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang", yang dimaksud dengan tujuh ini menurut pendapat yang shahih adalah tujuh surat yang terpanjang yaitu surat al-Baqarah, Ali Imran, an-Nisa`, al-Ma`idah, al-An'am, al-A'raf, al-Anfal dan at-Taubah. Atau maksudnya surat al-Fatihah, karena berjumlah tujuh ayat. Maka, kata penghubung pada ﴾ وَٱلۡقُرۡءَانَ ٱلۡعَظِيمَ ﴿ "dan al-Qur`an yang agung", termasuk kategori pengaitan lafazh yang umum (al-Qur`an) pada kata yang lebih khusus, lantaran di dalam "Tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang" terdapat banyak muatan tauhid, ilmu-ilmu ghaib dan hukum-hukum yang agung serta pengulangan-pengulangannya. Sedangkan menurut pendapat yang mengatakan bahwa surat al-Fatihah itulah sab'u al-matsani, maka maknanya ia berjumlah tujuh ayat yang diulang-ulang bacaannya dalam setiap rakaat.
(88) Jika Allah telah memberikan kepada beliau karunia berupa al-Qur`an yang agung beserta sab'ul matsani, berarti sungguh Allah telah menganugerahkan anugerah paling utama yang mesti dikejar-kejar oleh orang-orang yang berlomba (dalam kebaikan) dan karunia terbesar yang membuat kaum Mukminin riang-gembira. ﴾ قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ 58 ﴿ "Dan katakanlah, 'Dengan karunia Allah dan rahmatNya,' hendak-lah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmatNya lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan." (Yunus: 58). Oleh karena itu, berikutnya Allah berfirman, ﴾ لَا تَمُدَّنَّ عَيۡنَيۡكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعۡنَا بِهِۦٓ أَزۡوَٰجٗا مِّنۡهُمۡ ﴿ "Dan janganlah sekali-kali kamu menujukan panda-nganmu kepada kenikmatan hidup yang …