وَءَاتَيْنَٰهُمْ ءَايَٰتِنَا فَكَانُوا۟ عَنْهَا مُعْرِضِينَ
dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling daripadanya,
"Dan sesungguhnya penduduk kota al-Hijr telah mendustakan rasul-rasul, dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling darinya, dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman. Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi. Maka apa yang telah mereka usa-hakan tak dapat menolong mereka." (Al-Hijr: 80-84).
(80) Allah تعالى memberitahukan tentang penduduk kota al-Hijr.[12] Mereka adalah kaum Nabi Shaleh, yang tinggal di al-Hijr yang sudah tidak asing lagi di daerah Hijaz. Mereka itu telah mendustakan para rasul. Maksudnya, mendustakan Nabi Shaleh. Barangsiapa telah mendustakan seorang rasul, maka sungguh ia telah mendustakan semua rasul, lantaran kesesuaian (substansi) dakwah mereka. Pendustaan mereka bukan kepada personelnya, akan tetapi terhadap kebenaran yang mereka bawa yang seluruh rasul ikut serta berpartisipasi mengembannya.
(81) ﴾ وَءَاتَيۡنَٰهُمۡ ءَايَٰتِنَا ﴿ "Dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami", yang menjadi bukti petunjuk akan kebenaran ajaran yang dibawa oleh Shaleh kepada mereka, terma-suk dalam contohnya, seekor unta yang menjadi salah satu tanda kekuasaan Allah yang agung. ﴾ فَكَانُواْ عَنۡهَا مُعۡرِضِينَ ﴿ "Tetapi mereka selalu berpaling darinya", karena sifat takabur dan arogansi kepada Allah.
(82) ﴾ وَكَانُواْ ﴿ "Dan mereka", karena melimpahnya kenikmatan Allah pada mereka, ﴾ يَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتًا ءَامِنِينَ ﴿ "memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman", dari segala yang menakutkan, mereka tentram di kediaman-kediaman mereka. Sekiranya mereka mensyukuri nikmat Allah dan membenarkan nabi mereka, Shaleh عليه السلام, tentu Allah mengguyurkan rizki pada mereka, dan pasti memuliakan mereka dengan aneka pahala cepat (di dunia) dan pahala yang ditangguhkan (di akhirat). Akan tetapi, mereka justru mendustakan (Shaleh) dan (nekat) menyembelih unta serta semakin menentang perintah Rabb mereka. Seraya berkata, ﴾ يَٰصَٰلِحُ ٱئۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ 77 ﴿ "Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)." (Al-A'raf: 77).
(83) ﴾ فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلصَّيۡحَةُ مُصۡبِحِينَ ﴿ "Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi", hati-hati mereka hancur-lebur di rongga-rongga lambung mereka. Pagi hari itu, mereka binasa, disertai dengan kehinaan dan laknat pada mereka.[13]
(84) ﴾ فَمَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ﴿ "Maka apa yang telah mereka usahakan tak dapat menolong mereka," karena keputusan Allah, jika sudah da-tang, tidak bisa ditolak oleh pasukan yang banyak ataupun kekuat-an para pendukung maupun melimpahnya harta kekayaan.