Muslim99Muslim99
← Tafsir library

15. Al-Hijr

The Rock · Meccan · 99 ayahs

سُورَةُ الحِجۡرِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 41–50 of 99

41

قَالَ هَٰذَا صِرَٰطٌ عَلَىَّ مُسْتَقِيمٌ

Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya).

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. Dan (ingatlah), ketika Rabbmu berfirman ke-pada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, maka apabila Aku telah menyempurnakan ke-jadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.' Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman, 'Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu.' Iblis berkata, 'Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.' Allah berfirman, 'Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai Hari Kiamat.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.' Allah berfirman, '(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang yang diberi tangguh sampai hari (suatu) waktu yang telah diten-tukan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memu-tuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka meman-dang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka.' Allah berfirman, 'Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hambaKu tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang sesat. Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah diancam-kan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka." (Al-Hijr: 26-44).

(26) ﴾ وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia", yaitu Adam عليه السلام, ﴾ مِن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ ﴿ "dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk", maksudnya dari tanah yang telah mengering setelah ditutupi, hingga memiliki bunyi dan suara bagaikan tembikar. Makna اَلْحَمَأُ الْمَسْنُوْنُ yaitu tanah yang sudah berubah warna dan baunya karena sudah terlalu lama di-endapkan.

(27) ﴾ وَٱلۡجَآنَّ ﴿ "Dan jin", dedengkot jin, yaitu iblis ﴾ خَلَقۡنَٰهُ مِن قَبۡلُ ﴿ "Kami menciptakannya sebelum (Adam)", sebelum penciptaan Adam ﴾ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ ﴿ "dari api yang sangat panas", dari api yang sangat panas suhunya.

(28-29) Ketika hendak menciptakan Adam, Allah berkata kepada para malaikat, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ 28 فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Se-sungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya", dalam bentuk raga yang sem-purna, ﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي …

42

إِنَّ عِبَادِى لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَٰنٌ إِلَّا مَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْغَاوِينَ

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. Dan (ingatlah), ketika Rabbmu berfirman ke-pada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, maka apabila Aku telah menyempurnakan ke-jadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.' Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman, 'Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu.' Iblis berkata, 'Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.' Allah berfirman, 'Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai Hari Kiamat.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.' Allah berfirman, '(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang yang diberi tangguh sampai hari (suatu) waktu yang telah diten-tukan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memu-tuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka meman-dang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka.' Allah berfirman, 'Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hambaKu tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang sesat. Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah diancam-kan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka." (Al-Hijr: 26-44).

(26) ﴾ وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia", yaitu Adam عليه السلام, ﴾ مِن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ ﴿ "dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk", maksudnya dari tanah yang telah mengering setelah ditutupi, hingga memiliki bunyi dan suara bagaikan tembikar. Makna اَلْحَمَأُ الْمَسْنُوْنُ yaitu tanah yang sudah berubah warna dan baunya karena sudah terlalu lama di-endapkan.

(27) ﴾ وَٱلۡجَآنَّ ﴿ "Dan jin", dedengkot jin, yaitu iblis ﴾ خَلَقۡنَٰهُ مِن قَبۡلُ ﴿ "Kami menciptakannya sebelum (Adam)", sebelum penciptaan Adam ﴾ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ ﴿ "dari api yang sangat panas", dari api yang sangat panas suhunya.

(28-29) Ketika hendak menciptakan Adam, Allah berkata kepada para malaikat, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ 28 فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Se-sungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya", dalam bentuk raga yang sem-purna, ﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي …

43

وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ

Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. Dan (ingatlah), ketika Rabbmu berfirman ke-pada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, maka apabila Aku telah menyempurnakan ke-jadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.' Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman, 'Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu.' Iblis berkata, 'Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.' Allah berfirman, 'Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai Hari Kiamat.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.' Allah berfirman, '(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang yang diberi tangguh sampai hari (suatu) waktu yang telah diten-tukan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memu-tuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka meman-dang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka.' Allah berfirman, 'Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hambaKu tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang sesat. Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah diancam-kan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka." (Al-Hijr: 26-44).

(26) ﴾ وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia", yaitu Adam عليه السلام, ﴾ مِن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ ﴿ "dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk", maksudnya dari tanah yang telah mengering setelah ditutupi, hingga memiliki bunyi dan suara bagaikan tembikar. Makna اَلْحَمَأُ الْمَسْنُوْنُ yaitu tanah yang sudah berubah warna dan baunya karena sudah terlalu lama di-endapkan.

(27) ﴾ وَٱلۡجَآنَّ ﴿ "Dan jin", dedengkot jin, yaitu iblis ﴾ خَلَقۡنَٰهُ مِن قَبۡلُ ﴿ "Kami menciptakannya sebelum (Adam)", sebelum penciptaan Adam ﴾ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ ﴿ "dari api yang sangat panas", dari api yang sangat panas suhunya.

(28-29) Ketika hendak menciptakan Adam, Allah berkata kepada para malaikat, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ 28 فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Se-sungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya", dalam bentuk raga yang sem-purna, ﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي …

44

لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَٰبٍۢ لِّكُلِّ بَابٍۢ مِّنْهُمْ جُزْءٌۭ مَّقْسُومٌ

Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. Dan (ingatlah), ketika Rabbmu berfirman ke-pada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, maka apabila Aku telah menyempurnakan ke-jadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.' Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman, 'Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu.' Iblis berkata, 'Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.' Allah berfirman, 'Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai Hari Kiamat.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.' Allah berfirman, '(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang yang diberi tangguh sampai hari (suatu) waktu yang telah diten-tukan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memu-tuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka meman-dang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka.' Allah berfirman, 'Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hambaKu tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang sesat. Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar tempat yang telah diancam-kan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya. Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka." (Al-Hijr: 26-44).

(26) ﴾ وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia", yaitu Adam عليه السلام, ﴾ مِن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ ﴿ "dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk", maksudnya dari tanah yang telah mengering setelah ditutupi, hingga memiliki bunyi dan suara bagaikan tembikar. Makna اَلْحَمَأُ الْمَسْنُوْنُ yaitu tanah yang sudah berubah warna dan baunya karena sudah terlalu lama di-endapkan.

(27) ﴾ وَٱلۡجَآنَّ ﴿ "Dan jin", dedengkot jin, yaitu iblis ﴾ خَلَقۡنَٰهُ مِن قَبۡلُ ﴿ "Kami menciptakannya sebelum (Adam)", sebelum penciptaan Adam ﴾ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ ﴿ "dari api yang sangat panas", dari api yang sangat panas suhunya.

(28-29) Ketika hendak menciptakan Adam, Allah berkata kepada para malaikat, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ 28 فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Se-sungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya", dalam bentuk raga yang sem-purna, ﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي …

45

إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّٰتٍۢ وَعُيُونٍ

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang meng-alir). (Dikatakan kepada mereka), 'Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman.' Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya. Kabarkan kepada hamba-hambaKu, bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguh-nya azabKu adalah azab yang sangat pedih'." (Al-Hijr: 45-50).

(45) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa", yaitu orang-orang yang khawatir (terjerumus) taat kepada setan dan ajakan-ajakan yang ia serukan kepada mereka, dari segala jenis dosa dan kemaksiatan ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ ﴿ "berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir)", taman-taman itu telah mencakup seluruh tanaman dan semua buah-buahannya yang lezat-lezat yang masak di setiap saat.

(46) Dikatakan kepada mereka ketika hendak memasukinya, ﴾ ٱدۡخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ءَامِنِينَ ﴿ "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman", dari kematian, tidur, kelelahan, dan kelesuan serta putusnya aliran kenikmatan yang mana mereka sedang larut di dalamnya atau ber-kurangnya kenikmatan, dan juga (aman) dari penyakit, kesedihan, kerisauan, dan seluruh persoalan yang mengeruhkan pikiran."

(47) ﴾ وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلٍّ ﴿ "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka", maka hati mereka senantiasa selamat dari setiap dendam, kedengkian, bersih lagi saling men-cintai kepada sesama ﴾ إِخۡوَٰنًا عَلَىٰ سُرُرٖ مُّتَقَٰبِلِينَ ﴿ "sedang mereka merasa ber-saudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan", hal ini menunjuk-kan tentang terjadinya saling berkunjung dan bertemu serta keso-panan etika di antara mereka karena setiap orang saling berhadapan dengan yang lain, tidak membelakanginya, duduk bertelekan pada dipan-dipan yang berhiaskan kasur, permata, dan berbagai batu-batu mulia.

(48) ﴾ لَا يَمَسُّهُمۡ فِيهَا نَصَبٞ ﴿ "Mereka tidak merasa lelah di dalamnya", baik lahir maupun batin. Keadaan demikian karena Allah telah men-ciptakan mereka dalam bentuk dan kehidupan yang sempurna, yang menolak semua kehancuran. ﴾ وَمَا هُم مِّنۡهَا بِمُخۡرَجِينَ ﴿ "Dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan dari padanya", di segenap waktu.

(49) Sesudah Allah menceritakan kabar-kabar yang dapat membangkitkan rasa cinta dan takut dari sesuatu yang dibuat oleh Allah, berupa surga dan neraka, maka Allah menyebutkan (dalam ayat ini) sesuatu yang membangkitkan perasaan tersebut, dengan menyebutkan sifat-sifatNya تعالى. Allah berfirman, ﴾ نَبِّئۡ عِبَادِيٓ ﴿ "Kabar-kan kepada hamba-hambaKu", beritahukanlah kepada mereka dengan kepastian dan didukung oleh bukti-bukti nyata, ﴾ أَنِّيٓ أَنَا ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", sesung-guhnya mereka itu jika mengetahui kesempurnaan rahmat dan ampunan Allah, tentu akan berusaha menempuh langkah-langkah yang mengantarkan mereka menuju rahmatNya, dan meninggalkan …

46

ٱدْخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ءَامِنِينَ

(Dikatakan kepada mereka): "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman"

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang meng-alir). (Dikatakan kepada mereka), 'Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman.' Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya. Kabarkan kepada hamba-hambaKu, bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguh-nya azabKu adalah azab yang sangat pedih'." (Al-Hijr: 45-50).

(45) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa", yaitu orang-orang yang khawatir (terjerumus) taat kepada setan dan ajakan-ajakan yang ia serukan kepada mereka, dari segala jenis dosa dan kemaksiatan ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ ﴿ "berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir)", taman-taman itu telah mencakup seluruh tanaman dan semua buah-buahannya yang lezat-lezat yang masak di setiap saat.

(46) Dikatakan kepada mereka ketika hendak memasukinya, ﴾ ٱدۡخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ءَامِنِينَ ﴿ "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman", dari kematian, tidur, kelelahan, dan kelesuan serta putusnya aliran kenikmatan yang mana mereka sedang larut di dalamnya atau ber-kurangnya kenikmatan, dan juga (aman) dari penyakit, kesedihan, kerisauan, dan seluruh persoalan yang mengeruhkan pikiran."

(47) ﴾ وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلٍّ ﴿ "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka", maka hati mereka senantiasa selamat dari setiap dendam, kedengkian, bersih lagi saling men-cintai kepada sesama ﴾ إِخۡوَٰنًا عَلَىٰ سُرُرٖ مُّتَقَٰبِلِينَ ﴿ "sedang mereka merasa ber-saudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan", hal ini menunjuk-kan tentang terjadinya saling berkunjung dan bertemu serta keso-panan etika di antara mereka karena setiap orang saling berhadapan dengan yang lain, tidak membelakanginya, duduk bertelekan pada dipan-dipan yang berhiaskan kasur, permata, dan berbagai batu-batu mulia.

(48) ﴾ لَا يَمَسُّهُمۡ فِيهَا نَصَبٞ ﴿ "Mereka tidak merasa lelah di dalamnya", baik lahir maupun batin. Keadaan demikian karena Allah telah men-ciptakan mereka dalam bentuk dan kehidupan yang sempurna, yang menolak semua kehancuran. ﴾ وَمَا هُم مِّنۡهَا بِمُخۡرَجِينَ ﴿ "Dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan dari padanya", di segenap waktu.

(49) Sesudah Allah menceritakan kabar-kabar yang dapat membangkitkan rasa cinta dan takut dari sesuatu yang dibuat oleh Allah, berupa surga dan neraka, maka Allah menyebutkan (dalam ayat ini) sesuatu yang membangkitkan perasaan tersebut, dengan menyebutkan sifat-sifatNya تعالى. Allah berfirman, ﴾ نَبِّئۡ عِبَادِيٓ ﴿ "Kabar-kan kepada hamba-hambaKu", beritahukanlah kepada mereka dengan kepastian dan didukung oleh bukti-bukti nyata, ﴾ أَنِّيٓ أَنَا ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", sesung-guhnya mereka itu jika mengetahui kesempurnaan rahmat dan ampunan Allah, tentu akan berusaha menempuh langkah-langkah yang mengantarkan mereka menuju rahmatNya, dan meninggalkan …

47

وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَٰنًا عَلَىٰ سُرُرٍۢ مُّتَقَٰبِلِينَ

Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang meng-alir). (Dikatakan kepada mereka), 'Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman.' Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya. Kabarkan kepada hamba-hambaKu, bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguh-nya azabKu adalah azab yang sangat pedih'." (Al-Hijr: 45-50).

(45) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa", yaitu orang-orang yang khawatir (terjerumus) taat kepada setan dan ajakan-ajakan yang ia serukan kepada mereka, dari segala jenis dosa dan kemaksiatan ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ ﴿ "berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir)", taman-taman itu telah mencakup seluruh tanaman dan semua buah-buahannya yang lezat-lezat yang masak di setiap saat.

(46) Dikatakan kepada mereka ketika hendak memasukinya, ﴾ ٱدۡخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ءَامِنِينَ ﴿ "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman", dari kematian, tidur, kelelahan, dan kelesuan serta putusnya aliran kenikmatan yang mana mereka sedang larut di dalamnya atau ber-kurangnya kenikmatan, dan juga (aman) dari penyakit, kesedihan, kerisauan, dan seluruh persoalan yang mengeruhkan pikiran."

(47) ﴾ وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلٍّ ﴿ "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka", maka hati mereka senantiasa selamat dari setiap dendam, kedengkian, bersih lagi saling men-cintai kepada sesama ﴾ إِخۡوَٰنًا عَلَىٰ سُرُرٖ مُّتَقَٰبِلِينَ ﴿ "sedang mereka merasa ber-saudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan", hal ini menunjuk-kan tentang terjadinya saling berkunjung dan bertemu serta keso-panan etika di antara mereka karena setiap orang saling berhadapan dengan yang lain, tidak membelakanginya, duduk bertelekan pada dipan-dipan yang berhiaskan kasur, permata, dan berbagai batu-batu mulia.

(48) ﴾ لَا يَمَسُّهُمۡ فِيهَا نَصَبٞ ﴿ "Mereka tidak merasa lelah di dalamnya", baik lahir maupun batin. Keadaan demikian karena Allah telah men-ciptakan mereka dalam bentuk dan kehidupan yang sempurna, yang menolak semua kehancuran. ﴾ وَمَا هُم مِّنۡهَا بِمُخۡرَجِينَ ﴿ "Dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan dari padanya", di segenap waktu.

(49) Sesudah Allah menceritakan kabar-kabar yang dapat membangkitkan rasa cinta dan takut dari sesuatu yang dibuat oleh Allah, berupa surga dan neraka, maka Allah menyebutkan (dalam ayat ini) sesuatu yang membangkitkan perasaan tersebut, dengan menyebutkan sifat-sifatNya تعالى. Allah berfirman, ﴾ نَبِّئۡ عِبَادِيٓ ﴿ "Kabar-kan kepada hamba-hambaKu", beritahukanlah kepada mereka dengan kepastian dan didukung oleh bukti-bukti nyata, ﴾ أَنِّيٓ أَنَا ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", sesung-guhnya mereka itu jika mengetahui kesempurnaan rahmat dan ampunan Allah, tentu akan berusaha menempuh langkah-langkah yang mengantarkan mereka menuju rahmatNya, dan meninggalkan …

48

لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌۭ وَمَا هُم مِّنْهَا بِمُخْرَجِينَ

Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang meng-alir). (Dikatakan kepada mereka), 'Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman.' Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya. Kabarkan kepada hamba-hambaKu, bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguh-nya azabKu adalah azab yang sangat pedih'." (Al-Hijr: 45-50).

(45) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa", yaitu orang-orang yang khawatir (terjerumus) taat kepada setan dan ajakan-ajakan yang ia serukan kepada mereka, dari segala jenis dosa dan kemaksiatan ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ ﴿ "berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir)", taman-taman itu telah mencakup seluruh tanaman dan semua buah-buahannya yang lezat-lezat yang masak di setiap saat.

(46) Dikatakan kepada mereka ketika hendak memasukinya, ﴾ ٱدۡخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ءَامِنِينَ ﴿ "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman", dari kematian, tidur, kelelahan, dan kelesuan serta putusnya aliran kenikmatan yang mana mereka sedang larut di dalamnya atau ber-kurangnya kenikmatan, dan juga (aman) dari penyakit, kesedihan, kerisauan, dan seluruh persoalan yang mengeruhkan pikiran."

(47) ﴾ وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلٍّ ﴿ "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka", maka hati mereka senantiasa selamat dari setiap dendam, kedengkian, bersih lagi saling men-cintai kepada sesama ﴾ إِخۡوَٰنًا عَلَىٰ سُرُرٖ مُّتَقَٰبِلِينَ ﴿ "sedang mereka merasa ber-saudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan", hal ini menunjuk-kan tentang terjadinya saling berkunjung dan bertemu serta keso-panan etika di antara mereka karena setiap orang saling berhadapan dengan yang lain, tidak membelakanginya, duduk bertelekan pada dipan-dipan yang berhiaskan kasur, permata, dan berbagai batu-batu mulia.

(48) ﴾ لَا يَمَسُّهُمۡ فِيهَا نَصَبٞ ﴿ "Mereka tidak merasa lelah di dalamnya", baik lahir maupun batin. Keadaan demikian karena Allah telah men-ciptakan mereka dalam bentuk dan kehidupan yang sempurna, yang menolak semua kehancuran. ﴾ وَمَا هُم مِّنۡهَا بِمُخۡرَجِينَ ﴿ "Dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan dari padanya", di segenap waktu.

(49) Sesudah Allah menceritakan kabar-kabar yang dapat membangkitkan rasa cinta dan takut dari sesuatu yang dibuat oleh Allah, berupa surga dan neraka, maka Allah menyebutkan (dalam ayat ini) sesuatu yang membangkitkan perasaan tersebut, dengan menyebutkan sifat-sifatNya تعالى. Allah berfirman, ﴾ نَبِّئۡ عِبَادِيٓ ﴿ "Kabar-kan kepada hamba-hambaKu", beritahukanlah kepada mereka dengan kepastian dan didukung oleh bukti-bukti nyata, ﴾ أَنِّيٓ أَنَا ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", sesung-guhnya mereka itu jika mengetahui kesempurnaan rahmat dan ampunan Allah, tentu akan berusaha menempuh langkah-langkah yang mengantarkan mereka menuju rahmatNya, dan meninggalkan …

49

۞ نَبِّئْ عِبَادِىٓ أَنِّىٓ أَنَا ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang meng-alir). (Dikatakan kepada mereka), 'Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman.' Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya. Kabarkan kepada hamba-hambaKu, bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguh-nya azabKu adalah azab yang sangat pedih'." (Al-Hijr: 45-50).

(45) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa", yaitu orang-orang yang khawatir (terjerumus) taat kepada setan dan ajakan-ajakan yang ia serukan kepada mereka, dari segala jenis dosa dan kemaksiatan ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ ﴿ "berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir)", taman-taman itu telah mencakup seluruh tanaman dan semua buah-buahannya yang lezat-lezat yang masak di setiap saat.

(46) Dikatakan kepada mereka ketika hendak memasukinya, ﴾ ٱدۡخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ءَامِنِينَ ﴿ "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman", dari kematian, tidur, kelelahan, dan kelesuan serta putusnya aliran kenikmatan yang mana mereka sedang larut di dalamnya atau ber-kurangnya kenikmatan, dan juga (aman) dari penyakit, kesedihan, kerisauan, dan seluruh persoalan yang mengeruhkan pikiran."

(47) ﴾ وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلٍّ ﴿ "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka", maka hati mereka senantiasa selamat dari setiap dendam, kedengkian, bersih lagi saling men-cintai kepada sesama ﴾ إِخۡوَٰنًا عَلَىٰ سُرُرٖ مُّتَقَٰبِلِينَ ﴿ "sedang mereka merasa ber-saudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan", hal ini menunjuk-kan tentang terjadinya saling berkunjung dan bertemu serta keso-panan etika di antara mereka karena setiap orang saling berhadapan dengan yang lain, tidak membelakanginya, duduk bertelekan pada dipan-dipan yang berhiaskan kasur, permata, dan berbagai batu-batu mulia.

(48) ﴾ لَا يَمَسُّهُمۡ فِيهَا نَصَبٞ ﴿ "Mereka tidak merasa lelah di dalamnya", baik lahir maupun batin. Keadaan demikian karena Allah telah men-ciptakan mereka dalam bentuk dan kehidupan yang sempurna, yang menolak semua kehancuran. ﴾ وَمَا هُم مِّنۡهَا بِمُخۡرَجِينَ ﴿ "Dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan dari padanya", di segenap waktu.

(49) Sesudah Allah menceritakan kabar-kabar yang dapat membangkitkan rasa cinta dan takut dari sesuatu yang dibuat oleh Allah, berupa surga dan neraka, maka Allah menyebutkan (dalam ayat ini) sesuatu yang membangkitkan perasaan tersebut, dengan menyebutkan sifat-sifatNya تعالى. Allah berfirman, ﴾ نَبِّئۡ عِبَادِيٓ ﴿ "Kabar-kan kepada hamba-hambaKu", beritahukanlah kepada mereka dengan kepastian dan didukung oleh bukti-bukti nyata, ﴾ أَنِّيٓ أَنَا ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", sesung-guhnya mereka itu jika mengetahui kesempurnaan rahmat dan ampunan Allah, tentu akan berusaha menempuh langkah-langkah yang mengantarkan mereka menuju rahmatNya, dan meninggalkan …

50

وَأَنَّ عَذَابِى هُوَ ٱلْعَذَابُ ٱلْأَلِيمُ

dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang meng-alir). (Dikatakan kepada mereka), 'Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman.' Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan darinya. Kabarkan kepada hamba-hambaKu, bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguh-nya azabKu adalah azab yang sangat pedih'." (Al-Hijr: 45-50).

(45) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa", yaitu orang-orang yang khawatir (terjerumus) taat kepada setan dan ajakan-ajakan yang ia serukan kepada mereka, dari segala jenis dosa dan kemaksiatan ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ ﴿ "berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir)", taman-taman itu telah mencakup seluruh tanaman dan semua buah-buahannya yang lezat-lezat yang masak di setiap saat.

(46) Dikatakan kepada mereka ketika hendak memasukinya, ﴾ ٱدۡخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ءَامِنِينَ ﴿ "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman", dari kematian, tidur, kelelahan, dan kelesuan serta putusnya aliran kenikmatan yang mana mereka sedang larut di dalamnya atau ber-kurangnya kenikmatan, dan juga (aman) dari penyakit, kesedihan, kerisauan, dan seluruh persoalan yang mengeruhkan pikiran."

(47) ﴾ وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلٍّ ﴿ "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka", maka hati mereka senantiasa selamat dari setiap dendam, kedengkian, bersih lagi saling men-cintai kepada sesama ﴾ إِخۡوَٰنًا عَلَىٰ سُرُرٖ مُّتَقَٰبِلِينَ ﴿ "sedang mereka merasa ber-saudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan", hal ini menunjuk-kan tentang terjadinya saling berkunjung dan bertemu serta keso-panan etika di antara mereka karena setiap orang saling berhadapan dengan yang lain, tidak membelakanginya, duduk bertelekan pada dipan-dipan yang berhiaskan kasur, permata, dan berbagai batu-batu mulia.

(48) ﴾ لَا يَمَسُّهُمۡ فِيهَا نَصَبٞ ﴿ "Mereka tidak merasa lelah di dalamnya", baik lahir maupun batin. Keadaan demikian karena Allah telah men-ciptakan mereka dalam bentuk dan kehidupan yang sempurna, yang menolak semua kehancuran. ﴾ وَمَا هُم مِّنۡهَا بِمُخۡرَجِينَ ﴿ "Dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan dari padanya", di segenap waktu.

(49) Sesudah Allah menceritakan kabar-kabar yang dapat membangkitkan rasa cinta dan takut dari sesuatu yang dibuat oleh Allah, berupa surga dan neraka, maka Allah menyebutkan (dalam ayat ini) sesuatu yang membangkitkan perasaan tersebut, dengan menyebutkan sifat-sifatNya تعالى. Allah berfirman, ﴾ نَبِّئۡ عِبَادِيٓ ﴿ "Kabar-kan kepada hamba-hambaKu", beritahukanlah kepada mereka dengan kepastian dan didukung oleh bukti-bukti nyata, ﴾ أَنِّيٓ أَنَا ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang", sesung-guhnya mereka itu jika mengetahui kesempurnaan rahmat dan ampunan Allah, tentu akan berusaha menempuh langkah-langkah yang mengantarkan mereka menuju rahmatNya, dan meninggalkan …

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.