Muslim99Muslim99
← Tafsir library

15. Al-Hijr

The Rock · Meccan · 99 ayahs

سُورَةُ الحِجۡرِ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 11–20 of 99

11

وَمَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا۟ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

Dan tidak datang seorang rasulpun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum kamu kepada umat-umat terdahulu. Dan tidak datang se-orang rasul pun kepada mereka, melainkan mereka selalu memper-olok-olokkannya. Demikianlah, Kami memasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu) ke dalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir). Mereka tidak beriman kepadanya (al-Qur`an), dan sesungguhnya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu." (Al-Hijr: 10-13).

(10) Allah تعالى berkata kepada NabiNya tatkala kaum musy-rikin menyatakannya dusta, "Itu merupakan kebiasaan umat-umat terdahulu dan (orang-orang di) masa-masa silam. Sungguh Kami telah mengutus ﴾ قَبۡلِكَ فِي شِيَعِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "(beberapa rasul) sebelum kamu ke-pada umat-umat terdahulu", yaitu beberapa rasul kepada golongan dan kelompok mereka."

(11) ﴾ وَمَا يَأۡتِيهِم مِّن رَّسُولٍ ﴿ "Dan tidak datang seorang rasul pun kepada mereka", yang menyeru mereka kepada kebenaran dan hidayah ﴾ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ﴿ "melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya."

(12-13) ﴾ كَذَٰلِكَ نَسۡلُكُهُۥ ﴿ "Demikianlah, Kami memasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu)", maksudnya Kami memasukkan sikap pendustaan ﴾ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "ke dalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir )", yaitu orang-orang yang karakter khas pada mereka adalah kezhaliman dan kedustaan. Kami menghukum mereka karena hati mereka mirip dengan kekufuran dan pendusta-an, maka (respon) mereka kepada para nabi dan rasul yang diutus kepada mereka pun berujud mirip dengan ejekan dan olokan serta tidak beriman. Oleh karenanya, Allah berfirman, ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ وَقَدۡ خَلَتۡ سُنَّةُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Mereka tidak beriman kepadanya (al-Qur`an), dan sesungguh-nya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu", maksud-nya ketetapan umum dari Allah berkaitan dengan mereka adalah dengan memusnahkan orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah.

12

كَذَٰلِكَ نَسْلُكُهُۥ فِى قُلُوبِ ٱلْمُجْرِمِينَ

Demikianlah, Kami mamasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu) kedalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir),

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum kamu kepada umat-umat terdahulu. Dan tidak datang se-orang rasul pun kepada mereka, melainkan mereka selalu memper-olok-olokkannya. Demikianlah, Kami memasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu) ke dalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir). Mereka tidak beriman kepadanya (al-Qur`an), dan sesungguhnya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu." (Al-Hijr: 10-13).

(10) Allah تعالى berkata kepada NabiNya tatkala kaum musy-rikin menyatakannya dusta, "Itu merupakan kebiasaan umat-umat terdahulu dan (orang-orang di) masa-masa silam. Sungguh Kami telah mengutus ﴾ قَبۡلِكَ فِي شِيَعِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "(beberapa rasul) sebelum kamu ke-pada umat-umat terdahulu", yaitu beberapa rasul kepada golongan dan kelompok mereka."

(11) ﴾ وَمَا يَأۡتِيهِم مِّن رَّسُولٍ ﴿ "Dan tidak datang seorang rasul pun kepada mereka", yang menyeru mereka kepada kebenaran dan hidayah ﴾ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ﴿ "melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya."

(12-13) ﴾ كَذَٰلِكَ نَسۡلُكُهُۥ ﴿ "Demikianlah, Kami memasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu)", maksudnya Kami memasukkan sikap pendustaan ﴾ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "ke dalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir )", yaitu orang-orang yang karakter khas pada mereka adalah kezhaliman dan kedustaan. Kami menghukum mereka karena hati mereka mirip dengan kekufuran dan pendusta-an, maka (respon) mereka kepada para nabi dan rasul yang diutus kepada mereka pun berujud mirip dengan ejekan dan olokan serta tidak beriman. Oleh karenanya, Allah berfirman, ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ وَقَدۡ خَلَتۡ سُنَّةُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Mereka tidak beriman kepadanya (al-Qur`an), dan sesungguh-nya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu", maksud-nya ketetapan umum dari Allah berkaitan dengan mereka adalah dengan memusnahkan orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah.

13

لَا يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۖ وَقَدْ خَلَتْ سُنَّةُ ٱلْأَوَّلِينَ

mereka tidak beriman kepadanya (Al Quran) dan sesungguhnya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum kamu kepada umat-umat terdahulu. Dan tidak datang se-orang rasul pun kepada mereka, melainkan mereka selalu memper-olok-olokkannya. Demikianlah, Kami memasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu) ke dalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir). Mereka tidak beriman kepadanya (al-Qur`an), dan sesungguhnya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu." (Al-Hijr: 10-13).

(10) Allah تعالى berkata kepada NabiNya tatkala kaum musy-rikin menyatakannya dusta, "Itu merupakan kebiasaan umat-umat terdahulu dan (orang-orang di) masa-masa silam. Sungguh Kami telah mengutus ﴾ قَبۡلِكَ فِي شِيَعِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "(beberapa rasul) sebelum kamu ke-pada umat-umat terdahulu", yaitu beberapa rasul kepada golongan dan kelompok mereka."

(11) ﴾ وَمَا يَأۡتِيهِم مِّن رَّسُولٍ ﴿ "Dan tidak datang seorang rasul pun kepada mereka", yang menyeru mereka kepada kebenaran dan hidayah ﴾ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ﴿ "melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya."

(12-13) ﴾ كَذَٰلِكَ نَسۡلُكُهُۥ ﴿ "Demikianlah, Kami memasukkan (rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu)", maksudnya Kami memasukkan sikap pendustaan ﴾ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "ke dalam hati orang-orang yang berdosa (orang-orang kafir )", yaitu orang-orang yang karakter khas pada mereka adalah kezhaliman dan kedustaan. Kami menghukum mereka karena hati mereka mirip dengan kekufuran dan pendusta-an, maka (respon) mereka kepada para nabi dan rasul yang diutus kepada mereka pun berujud mirip dengan ejekan dan olokan serta tidak beriman. Oleh karenanya, Allah berfirman, ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ وَقَدۡ خَلَتۡ سُنَّةُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Mereka tidak beriman kepadanya (al-Qur`an), dan sesungguh-nya telah berlalu sunnatullah terhadap orang-orang dahulu", maksud-nya ketetapan umum dari Allah berkaitan dengan mereka adalah dengan memusnahkan orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah.

14

وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِم بَابًۭا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فَظَلُّوا۟ فِيهِ يَعْرُجُونَ

Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya,

"Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, 'Sesungguhnya panda-ngan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir'." (Al-Hijr: 14-15).

(14-15) Maksudnya, seandainya setiap ayat (tanda kekuasa-an Allah) yang agung datang kepada mereka, niscaya mereka tetap saja enggan beriman dan malah bersikap arogan terhadapnya. Dan ﴾ لَوۡ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَابٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "jika seandainya Kami membukakan kepada me-reka salah satu dari (pintu-pintu) langit", sehingga mereka bisa menaiki-nya dan menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri, niscaya mereka akan berkata atas dorongan sifat zhalim dan keras kepala mereka untuk mengingkarinya, ﴾ إِنَّمَا سُكِّرَتۡ أَبۡصَٰرُنَا ﴿ "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan", maksudnya pandangan-pandangan mata kami tertimpa oleh kekaburan dan tabir pekat se-hingga melihat sesuatu yang tidak terlihat. ﴾ بَلۡ نَحۡنُ قَوۡمٞ مَّسۡحُورُونَ ﴿ "Bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir", maksudnya itu bukan realita, tapi sebuah bentuk sihir. Suatu kaum yang sudah sedemikian level pengingkaran mereka, maka sudah tentu sulit diinginkan dan di-harapkan (keimanannya).

Kemudian Allah mengetengahkan tanda-tanda kebesaran-Nya yang menunjukkan kebenaran risalah yang diemban oleh para rasul Allah.

15

لَقَالُوٓا۟ إِنَّمَا سُكِّرَتْ أَبْصَٰرُنَا بَلْ نَحْنُ قَوْمٌۭ مَّسْحُورُونَ

tentulah mereka berkata: "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir".

"Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, 'Sesungguhnya panda-ngan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir'." (Al-Hijr: 14-15).

(14-15) Maksudnya, seandainya setiap ayat (tanda kekuasa-an Allah) yang agung datang kepada mereka, niscaya mereka tetap saja enggan beriman dan malah bersikap arogan terhadapnya. Dan ﴾ لَوۡ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَابٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "jika seandainya Kami membukakan kepada me-reka salah satu dari (pintu-pintu) langit", sehingga mereka bisa menaiki-nya dan menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri, niscaya mereka akan berkata atas dorongan sifat zhalim dan keras kepala mereka untuk mengingkarinya, ﴾ إِنَّمَا سُكِّرَتۡ أَبۡصَٰرُنَا ﴿ "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan", maksudnya pandangan-pandangan mata kami tertimpa oleh kekaburan dan tabir pekat se-hingga melihat sesuatu yang tidak terlihat. ﴾ بَلۡ نَحۡنُ قَوۡمٞ مَّسۡحُورُونَ ﴿ "Bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir", maksudnya itu bukan realita, tapi sebuah bentuk sihir. Suatu kaum yang sudah sedemikian level pengingkaran mereka, maka sudah tentu sulit diinginkan dan di-harapkan (keimanannya).

Kemudian Allah mengetengahkan tanda-tanda kebesaran-Nya yang menunjukkan kebenaran risalah yang diemban oleh para rasul Allah.

16

وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًۭا وَزَيَّنَّٰهَا لِلنَّٰظِرِينَ

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya),

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk. Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar semburan api yang terang. Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rizki kepadanya. (Al-Hijr: 16-20).

(16) Allah تعالى berfirman dalam rangka menjelaskan kesem-purnaan kekuasaan dan rahmatNya kepada para makhlukNya, ﴾ وَلَقَدۡ جَعَلۡنَا فِي ٱلسَّمَآءِ بُرُوجٗا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gu-gusan bintang-bintang (di langit)", bintang-bintang bagaikan menara dan simbol yang besar dipakai sebagai (kompas) penunjuk arah pada kegelapan di daratan dan lautan. ﴾ وَزَيَّنَّٰهَا لِلنَّٰظِرِينَ ﴿ "Dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya)", ka-rena kalau tidak ada bintang-bintang, maka langit tidak mempunyai pemandangan memikat dan bentuk yang mengagumkan. Hal ini termasuk fenomena yang mengundang perenungan bagi orang-orang yang menyaksikan dan pencermatan terhadap makna-makna yang dikandungnya serta (mengantarkannya) mencari petunjuk menuju Penciptanya.

(17) ﴾ وَحَفِظۡنَٰهَا مِن كُلِّ شَيۡطَٰنٖ رَّجِيمٍ ﴿ "Dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk", saat dia mencuri pendengaran, niscaya sulut api yang berpijar mengejarnya. Dari luar, langit pun terlihat berhiaskan bintang-bintang yang bersinar. Dan bagian dalamnya, terpelihara dan terhindar dari berbagai kehancuran.

(18) ﴾ إِلَّا مَنِ ٱسۡتَرَقَ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat)", maksudnya [kecuali] pada se-bagian waktu, terkadang setan-setan berhasil mencuri-curi pende-ngaran dengan sembunyi-sembunyi dan licik, ﴾ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ مُّبِينٞ ﴿ "lalu ia dikejar oleh semburan api yang terang", yaitu yang terang memancar, akan membunuh atau mengikatnya. Kadang-kadang semburan api menangkapnya sebelum bisa mentransfernya ke para pemujanya, sehingga beritanya terputus dari bumi. Dan suatu waktu dia mampu menyampaikannya kepada mitranya, sebelum semburan api menge-nainya. Ia menyampaikannya dan menambahkan bersamanya seratus buah kedustaan serta menjadikan kalimat yang didengar dari langit sebagai petunjuk baginya.

(19) ﴾ وَٱلۡأَرۡضَ مَدَدۡنَٰهَا ﴿ "Dan Kami telah menghamparkan bumi", maksudnya Kami melapangkan bumi sedemikian luasnya, supaya manusia dan bangsa binatang dapat menelusuri sampai penjuru-penjurunya dan mengais rizki-rizkinya dan tinggal di sudut-sudut-nya. ﴾ وَأَلۡقَيۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ ﴿ "Dan menjadikan padanya gunung-gunung", yaitu gunung-gunung yang besar yang menjaga (keseimbangan) bumi dengan izin Allah (dari goncangan) agar memancangkan dan mengo-kohkannya sehingga tidak hancur. ﴾ وَأَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَيۡءٖ مَّوۡزُونٖ ﴿ "Dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran", yang bermanfaat lagi berharga, (sehingga) …

17

وَحَفِظْنَٰهَا مِن كُلِّ شَيْطَٰنٍۢ رَّجِيمٍ

dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk,

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk. Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar semburan api yang terang. Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rizki kepadanya. (Al-Hijr: 16-20).

(16) Allah تعالى berfirman dalam rangka menjelaskan kesem-purnaan kekuasaan dan rahmatNya kepada para makhlukNya, ﴾ وَلَقَدۡ جَعَلۡنَا فِي ٱلسَّمَآءِ بُرُوجٗا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gu-gusan bintang-bintang (di langit)", bintang-bintang bagaikan menara dan simbol yang besar dipakai sebagai (kompas) penunjuk arah pada kegelapan di daratan dan lautan. ﴾ وَزَيَّنَّٰهَا لِلنَّٰظِرِينَ ﴿ "Dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya)", ka-rena kalau tidak ada bintang-bintang, maka langit tidak mempunyai pemandangan memikat dan bentuk yang mengagumkan. Hal ini termasuk fenomena yang mengundang perenungan bagi orang-orang yang menyaksikan dan pencermatan terhadap makna-makna yang dikandungnya serta (mengantarkannya) mencari petunjuk menuju Penciptanya.

(17) ﴾ وَحَفِظۡنَٰهَا مِن كُلِّ شَيۡطَٰنٖ رَّجِيمٍ ﴿ "Dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk", saat dia mencuri pendengaran, niscaya sulut api yang berpijar mengejarnya. Dari luar, langit pun terlihat berhiaskan bintang-bintang yang bersinar. Dan bagian dalamnya, terpelihara dan terhindar dari berbagai kehancuran.

(18) ﴾ إِلَّا مَنِ ٱسۡتَرَقَ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat)", maksudnya [kecuali] pada se-bagian waktu, terkadang setan-setan berhasil mencuri-curi pende-ngaran dengan sembunyi-sembunyi dan licik, ﴾ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ مُّبِينٞ ﴿ "lalu ia dikejar oleh semburan api yang terang", yaitu yang terang memancar, akan membunuh atau mengikatnya. Kadang-kadang semburan api menangkapnya sebelum bisa mentransfernya ke para pemujanya, sehingga beritanya terputus dari bumi. Dan suatu waktu dia mampu menyampaikannya kepada mitranya, sebelum semburan api menge-nainya. Ia menyampaikannya dan menambahkan bersamanya seratus buah kedustaan serta menjadikan kalimat yang didengar dari langit sebagai petunjuk baginya.

(19) ﴾ وَٱلۡأَرۡضَ مَدَدۡنَٰهَا ﴿ "Dan Kami telah menghamparkan bumi", maksudnya Kami melapangkan bumi sedemikian luasnya, supaya manusia dan bangsa binatang dapat menelusuri sampai penjuru-penjurunya dan mengais rizki-rizkinya dan tinggal di sudut-sudut-nya. ﴾ وَأَلۡقَيۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ ﴿ "Dan menjadikan padanya gunung-gunung", yaitu gunung-gunung yang besar yang menjaga (keseimbangan) bumi dengan izin Allah (dari goncangan) agar memancangkan dan mengo-kohkannya sehingga tidak hancur. ﴾ وَأَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَيۡءٖ مَّوۡزُونٖ ﴿ "Dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran", yang bermanfaat lagi berharga, (sehingga) …

18

إِلَّا مَنِ ٱسْتَرَقَ ٱلسَّمْعَ فَأَتْبَعَهُۥ شِهَابٌۭ مُّبِينٌۭ

kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk. Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar semburan api yang terang. Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rizki kepadanya. (Al-Hijr: 16-20).

(16) Allah تعالى berfirman dalam rangka menjelaskan kesem-purnaan kekuasaan dan rahmatNya kepada para makhlukNya, ﴾ وَلَقَدۡ جَعَلۡنَا فِي ٱلسَّمَآءِ بُرُوجٗا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gu-gusan bintang-bintang (di langit)", bintang-bintang bagaikan menara dan simbol yang besar dipakai sebagai (kompas) penunjuk arah pada kegelapan di daratan dan lautan. ﴾ وَزَيَّنَّٰهَا لِلنَّٰظِرِينَ ﴿ "Dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya)", ka-rena kalau tidak ada bintang-bintang, maka langit tidak mempunyai pemandangan memikat dan bentuk yang mengagumkan. Hal ini termasuk fenomena yang mengundang perenungan bagi orang-orang yang menyaksikan dan pencermatan terhadap makna-makna yang dikandungnya serta (mengantarkannya) mencari petunjuk menuju Penciptanya.

(17) ﴾ وَحَفِظۡنَٰهَا مِن كُلِّ شَيۡطَٰنٖ رَّجِيمٍ ﴿ "Dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk", saat dia mencuri pendengaran, niscaya sulut api yang berpijar mengejarnya. Dari luar, langit pun terlihat berhiaskan bintang-bintang yang bersinar. Dan bagian dalamnya, terpelihara dan terhindar dari berbagai kehancuran.

(18) ﴾ إِلَّا مَنِ ٱسۡتَرَقَ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat)", maksudnya [kecuali] pada se-bagian waktu, terkadang setan-setan berhasil mencuri-curi pende-ngaran dengan sembunyi-sembunyi dan licik, ﴾ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ مُّبِينٞ ﴿ "lalu ia dikejar oleh semburan api yang terang", yaitu yang terang memancar, akan membunuh atau mengikatnya. Kadang-kadang semburan api menangkapnya sebelum bisa mentransfernya ke para pemujanya, sehingga beritanya terputus dari bumi. Dan suatu waktu dia mampu menyampaikannya kepada mitranya, sebelum semburan api menge-nainya. Ia menyampaikannya dan menambahkan bersamanya seratus buah kedustaan serta menjadikan kalimat yang didengar dari langit sebagai petunjuk baginya.

(19) ﴾ وَٱلۡأَرۡضَ مَدَدۡنَٰهَا ﴿ "Dan Kami telah menghamparkan bumi", maksudnya Kami melapangkan bumi sedemikian luasnya, supaya manusia dan bangsa binatang dapat menelusuri sampai penjuru-penjurunya dan mengais rizki-rizkinya dan tinggal di sudut-sudut-nya. ﴾ وَأَلۡقَيۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ ﴿ "Dan menjadikan padanya gunung-gunung", yaitu gunung-gunung yang besar yang menjaga (keseimbangan) bumi dengan izin Allah (dari goncangan) agar memancangkan dan mengo-kohkannya sehingga tidak hancur. ﴾ وَأَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَيۡءٖ مَّوۡزُونٖ ﴿ "Dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran", yang bermanfaat lagi berharga, (sehingga) …

19

وَٱلْأَرْضَ مَدَدْنَٰهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَٰسِىَ وَأَنۢبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَىْءٍۢ مَّوْزُونٍۢ

Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk. Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar semburan api yang terang. Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rizki kepadanya. (Al-Hijr: 16-20).

(16) Allah تعالى berfirman dalam rangka menjelaskan kesem-purnaan kekuasaan dan rahmatNya kepada para makhlukNya, ﴾ وَلَقَدۡ جَعَلۡنَا فِي ٱلسَّمَآءِ بُرُوجٗا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gu-gusan bintang-bintang (di langit)", bintang-bintang bagaikan menara dan simbol yang besar dipakai sebagai (kompas) penunjuk arah pada kegelapan di daratan dan lautan. ﴾ وَزَيَّنَّٰهَا لِلنَّٰظِرِينَ ﴿ "Dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya)", ka-rena kalau tidak ada bintang-bintang, maka langit tidak mempunyai pemandangan memikat dan bentuk yang mengagumkan. Hal ini termasuk fenomena yang mengundang perenungan bagi orang-orang yang menyaksikan dan pencermatan terhadap makna-makna yang dikandungnya serta (mengantarkannya) mencari petunjuk menuju Penciptanya.

(17) ﴾ وَحَفِظۡنَٰهَا مِن كُلِّ شَيۡطَٰنٖ رَّجِيمٍ ﴿ "Dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk", saat dia mencuri pendengaran, niscaya sulut api yang berpijar mengejarnya. Dari luar, langit pun terlihat berhiaskan bintang-bintang yang bersinar. Dan bagian dalamnya, terpelihara dan terhindar dari berbagai kehancuran.

(18) ﴾ إِلَّا مَنِ ٱسۡتَرَقَ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat)", maksudnya [kecuali] pada se-bagian waktu, terkadang setan-setan berhasil mencuri-curi pende-ngaran dengan sembunyi-sembunyi dan licik, ﴾ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ مُّبِينٞ ﴿ "lalu ia dikejar oleh semburan api yang terang", yaitu yang terang memancar, akan membunuh atau mengikatnya. Kadang-kadang semburan api menangkapnya sebelum bisa mentransfernya ke para pemujanya, sehingga beritanya terputus dari bumi. Dan suatu waktu dia mampu menyampaikannya kepada mitranya, sebelum semburan api menge-nainya. Ia menyampaikannya dan menambahkan bersamanya seratus buah kedustaan serta menjadikan kalimat yang didengar dari langit sebagai petunjuk baginya.

(19) ﴾ وَٱلۡأَرۡضَ مَدَدۡنَٰهَا ﴿ "Dan Kami telah menghamparkan bumi", maksudnya Kami melapangkan bumi sedemikian luasnya, supaya manusia dan bangsa binatang dapat menelusuri sampai penjuru-penjurunya dan mengais rizki-rizkinya dan tinggal di sudut-sudut-nya. ﴾ وَأَلۡقَيۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ ﴿ "Dan menjadikan padanya gunung-gunung", yaitu gunung-gunung yang besar yang menjaga (keseimbangan) bumi dengan izin Allah (dari goncangan) agar memancangkan dan mengo-kohkannya sehingga tidak hancur. ﴾ وَأَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَيۡءٖ مَّوۡزُونٖ ﴿ "Dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran", yang bermanfaat lagi berharga, (sehingga) …

20

وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَٰيِشَ وَمَن لَّسْتُمْ لَهُۥ بِرَٰزِقِينَ

Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk. Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar semburan api yang terang. Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rizki kepadanya. (Al-Hijr: 16-20).

(16) Allah تعالى berfirman dalam rangka menjelaskan kesem-purnaan kekuasaan dan rahmatNya kepada para makhlukNya, ﴾ وَلَقَدۡ جَعَلۡنَا فِي ٱلسَّمَآءِ بُرُوجٗا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gu-gusan bintang-bintang (di langit)", bintang-bintang bagaikan menara dan simbol yang besar dipakai sebagai (kompas) penunjuk arah pada kegelapan di daratan dan lautan. ﴾ وَزَيَّنَّٰهَا لِلنَّٰظِرِينَ ﴿ "Dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya)", ka-rena kalau tidak ada bintang-bintang, maka langit tidak mempunyai pemandangan memikat dan bentuk yang mengagumkan. Hal ini termasuk fenomena yang mengundang perenungan bagi orang-orang yang menyaksikan dan pencermatan terhadap makna-makna yang dikandungnya serta (mengantarkannya) mencari petunjuk menuju Penciptanya.

(17) ﴾ وَحَفِظۡنَٰهَا مِن كُلِّ شَيۡطَٰنٖ رَّجِيمٍ ﴿ "Dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk", saat dia mencuri pendengaran, niscaya sulut api yang berpijar mengejarnya. Dari luar, langit pun terlihat berhiaskan bintang-bintang yang bersinar. Dan bagian dalamnya, terpelihara dan terhindar dari berbagai kehancuran.

(18) ﴾ إِلَّا مَنِ ٱسۡتَرَقَ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat)", maksudnya [kecuali] pada se-bagian waktu, terkadang setan-setan berhasil mencuri-curi pende-ngaran dengan sembunyi-sembunyi dan licik, ﴾ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ مُّبِينٞ ﴿ "lalu ia dikejar oleh semburan api yang terang", yaitu yang terang memancar, akan membunuh atau mengikatnya. Kadang-kadang semburan api menangkapnya sebelum bisa mentransfernya ke para pemujanya, sehingga beritanya terputus dari bumi. Dan suatu waktu dia mampu menyampaikannya kepada mitranya, sebelum semburan api menge-nainya. Ia menyampaikannya dan menambahkan bersamanya seratus buah kedustaan serta menjadikan kalimat yang didengar dari langit sebagai petunjuk baginya.

(19) ﴾ وَٱلۡأَرۡضَ مَدَدۡنَٰهَا ﴿ "Dan Kami telah menghamparkan bumi", maksudnya Kami melapangkan bumi sedemikian luasnya, supaya manusia dan bangsa binatang dapat menelusuri sampai penjuru-penjurunya dan mengais rizki-rizkinya dan tinggal di sudut-sudut-nya. ﴾ وَأَلۡقَيۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ ﴿ "Dan menjadikan padanya gunung-gunung", yaitu gunung-gunung yang besar yang menjaga (keseimbangan) bumi dengan izin Allah (dari goncangan) agar memancangkan dan mengo-kohkannya sehingga tidak hancur. ﴾ وَأَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَيۡءٖ مَّوۡزُونٖ ﴿ "Dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran", yang bermanfaat lagi berharga, (sehingga) …

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.