Muslim99Muslim99
← Tafsir library

12. Yusuf

Joseph · Meccan · 111 ayahs

سُورَةُ يُوسُفَ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 91–100 of 111

91

قَالُوا۟ تَٱللَّهِ لَقَدْ ءَاثَرَكَ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَإِن كُنَّا لَخَٰطِـِٔينَ

Mereka berkata: "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".

"Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita ten-tang Yusuf dan saudaranya, dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." Maka ketika mereka masuk ke (tem-pat) Yusuf, mereka berkata, "Hai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan, dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersedekah." Yusuf berkata, "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu laku-kan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu." Mereka berkata, "Apakah kamu ini be-nar-benar Yusuf.' Yusuf menjawab, 'Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karuniaNya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka se-sungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik." Mereka berkata, "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)." Dia (Yusuf) berkata, "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." (Yusuf: 87-92).

(87) Maksudnya, Ya'qub berkata kepada anak-anaknya, ﴾ يَٰبَنِيَّ ٱذۡهَبُواْ فَتَحَسَّسُواْ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ ﴿ "Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya" maksudnya, bersemangat dan bersungguh-sungguhlah dalam mencari mereka berdua ﴾ وَلَا تَاْيۡـَٔسُواْ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِۖ ﴿ "dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah", karena opti-misme akan mendorong seorang hamba kepada usaha dan keteku-nan serius untuk mencapai apa yang diharapkannya. Sedangkan putus asa, hanya akan mengakibatkan perasaan berat dan berma-las-malasan baginya. Pengharapan yang paling utama diinginkan seorang hamba ialah kemurahan dan curahan kebaikan Allah, rah-mat dan kasihNya. ﴾ إِنَّهُۥ لَا يَاْيۡـَٔسُ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir", karena kekafiran mereka, maka mereka menjauhi rahmatNya dari diri me-reka. Dan (memang) rahmat Allah jauh dari mereka. Maka jangan-lah kalian menyerupai orang-orang kafir. Ayat ini menunjukkan bahwa sesuai kadar keimanan seorang hamba (kepada Allah), maka level pengharapannya kepada rahmat Allah dan kasihNya berada (pada kadar itu).

(88) Mereka pun bertolak berangkat. Ketika mereka masuk untuk menjumpai Yusuf, ﴾ قَالُواْ ﴿ "mereka berkata", dengan mengiba kepadanya, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهۡلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ فَأَوۡفِ لَنَا ٱلۡكَيۡلَ وَتَصَدَّقۡ عَلَيۡنَآۖ ﴿ "Hai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan, dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempur-nakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami", maksud-nya, kami dan keluarga telah terhimpit kesulitan ﴾ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ ﴿ "dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga", yaitu pembayaran yang tidak disukai, …

92

قَالَ لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ ٱلْيَوْمَ ۖ يَغْفِرُ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

Dia (Yusuf) berkata: "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang".

"Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita ten-tang Yusuf dan saudaranya, dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." Maka ketika mereka masuk ke (tem-pat) Yusuf, mereka berkata, "Hai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan, dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersedekah." Yusuf berkata, "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu laku-kan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu." Mereka berkata, "Apakah kamu ini be-nar-benar Yusuf.' Yusuf menjawab, 'Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karuniaNya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka se-sungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik." Mereka berkata, "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)." Dia (Yusuf) berkata, "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." (Yusuf: 87-92).

(87) Maksudnya, Ya'qub berkata kepada anak-anaknya, ﴾ يَٰبَنِيَّ ٱذۡهَبُواْ فَتَحَسَّسُواْ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ ﴿ "Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya" maksudnya, bersemangat dan bersungguh-sungguhlah dalam mencari mereka berdua ﴾ وَلَا تَاْيۡـَٔسُواْ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِۖ ﴿ "dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah", karena opti-misme akan mendorong seorang hamba kepada usaha dan keteku-nan serius untuk mencapai apa yang diharapkannya. Sedangkan putus asa, hanya akan mengakibatkan perasaan berat dan berma-las-malasan baginya. Pengharapan yang paling utama diinginkan seorang hamba ialah kemurahan dan curahan kebaikan Allah, rah-mat dan kasihNya. ﴾ إِنَّهُۥ لَا يَاْيۡـَٔسُ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir", karena kekafiran mereka, maka mereka menjauhi rahmatNya dari diri me-reka. Dan (memang) rahmat Allah jauh dari mereka. Maka jangan-lah kalian menyerupai orang-orang kafir. Ayat ini menunjukkan bahwa sesuai kadar keimanan seorang hamba (kepada Allah), maka level pengharapannya kepada rahmat Allah dan kasihNya berada (pada kadar itu).

(88) Mereka pun bertolak berangkat. Ketika mereka masuk untuk menjumpai Yusuf, ﴾ قَالُواْ ﴿ "mereka berkata", dengan mengiba kepadanya, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهۡلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ فَأَوۡفِ لَنَا ٱلۡكَيۡلَ وَتَصَدَّقۡ عَلَيۡنَآۖ ﴿ "Hai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan, dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempur-nakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami", maksud-nya, kami dan keluarga telah terhimpit kesulitan ﴾ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ ﴿ "dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga", yaitu pembayaran yang tidak disukai, …

93

ٱذْهَبُوا۟ بِقَمِيصِى هَٰذَا فَأَلْقُوهُ عَلَىٰ وَجْهِ أَبِى يَأْتِ بَصِيرًۭا وَأْتُونِى بِأَهْلِكُمْ أَجْمَعِينَ

Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia kewajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku".

"Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letak-kanlah ia ke wajah ayahku, nanti dia akan dapat melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku." Tatkala kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir) maka berkatalah ayah mereka, "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)." Keluar-ganya berkata, "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam ke-keliruanmu yang dahulu." Tatkala telah tiba pembawa kabar gem-bira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya'qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Ya'qub berkata, "Tidakkah aku ka-takan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya." Mereka berkata, "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesung-guhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)." Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang." (Yusuf: 93-98).

(93) Yusuf berkata kepada para saudaranya, ﴾ ٱذۡهَبُواْ بِقَمِيصِي هَٰذَا فَأَلۡقُوهُ عَلَىٰ وَجۡهِ أَبِي يَأۡتِ بَصِيرٗا ﴿ "Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah ia ke wajah ayahku, nanti dia akan dapat melihat kembali", karena setiap penyakit dapat disembuhkan dengan penangkalnya. Baju ini –karena di dalamnya terdapat aroma (tubuh) Yusuf yang mana dia telah memasukkan kesedihan dan kerinduan pada hati ayahnya yang mana hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui- maka Yusuf ingin agar ayahnya mencium aromanya, hingga semangat kembali dan jiwanya pun tergugah serta penglihatannya menjadi normal. Bagi Allah ada sejumlah hikmah dan rahasia ilahi dalam kejadian ini yang tidak dapat dideteksi oleh manusia. Sementara Yusuf sanggup mengetahuinya dari kejadian tersebut.﴾ وَأۡتُونِي بِأَهۡلِكُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku", anak-anak kalian, keluarga kalian serta orang-orang yang ikut dengan kalian, agar terwujud pertemuan yang menyeluruh serta lenyap dari kalian kesulitan hidup dan kesempitan rizki.

(94) ﴾ وَلَمَّا فَصَلَتِ ٱلۡعِيرُ ﴿ "Tatkala kafilah itu telah keluar", dari negeri Mesir mengarah ke negeri Palestina, Ya'qub telah mencium aroma baju Yusuf. Beliau berkata, ﴾ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَۖ لَوۡلَآ أَن تُفَنِّدُونِ ﴿ "Sesungguh-nya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)", maksudnya mengolok-olok diriku dan kalian mengklaim bahwa ucapan ini muncul dari diriku tanpa kesadaran. Karena beliau melihat mereka begitu terheran-heran de-ngan kondisinya hingga menyebabkan munculnya perkataan itu.

(95) Maka terjadilah apa yang beliau perkirakan pada me-reka, lalu keluarganya berkata, ﴾ تَٱللَّهِ إِنَّكَ لَفِي ضَلَٰلِكَ ٱلۡقَدِيمِ ﴿ "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu", maksud-nya engkau masih saja bingung di laut yang bergelombang, tidak sadar apa yang engkau ucapkan.

(96) ﴾ فَلَمَّآ أَن جَآءَ ٱلۡبَشِيرُ ﴿ "Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu", dekat dengan waktu berkumpulnya Yusuf, saudara-saudara dan ayah mereka ﴾ أَلۡقَىٰهُ ﴿ "maka ia meletakkannya", baju gamis itu ﴾ عَلَىٰ وَجۡهِهِۦ فَٱرۡتَدَّ بَصِيرٗاۖ ﴿ "ke …

94

وَلَمَّا فَصَلَتِ ٱلْعِيرُ قَالَ أَبُوهُمْ إِنِّى لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَ ۖ لَوْلَآ أَن تُفَنِّدُونِ

Tatkala kafilah itu telah ke luar (dari negeri Mesir) berkata ayah mereka: "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)".

"Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letak-kanlah ia ke wajah ayahku, nanti dia akan dapat melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku." Tatkala kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir) maka berkatalah ayah mereka, "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)." Keluar-ganya berkata, "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam ke-keliruanmu yang dahulu." Tatkala telah tiba pembawa kabar gem-bira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya'qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Ya'qub berkata, "Tidakkah aku ka-takan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya." Mereka berkata, "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesung-guhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)." Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang." (Yusuf: 93-98).

(93) Yusuf berkata kepada para saudaranya, ﴾ ٱذۡهَبُواْ بِقَمِيصِي هَٰذَا فَأَلۡقُوهُ عَلَىٰ وَجۡهِ أَبِي يَأۡتِ بَصِيرٗا ﴿ "Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah ia ke wajah ayahku, nanti dia akan dapat melihat kembali", karena setiap penyakit dapat disembuhkan dengan penangkalnya. Baju ini –karena di dalamnya terdapat aroma (tubuh) Yusuf yang mana dia telah memasukkan kesedihan dan kerinduan pada hati ayahnya yang mana hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui- maka Yusuf ingin agar ayahnya mencium aromanya, hingga semangat kembali dan jiwanya pun tergugah serta penglihatannya menjadi normal. Bagi Allah ada sejumlah hikmah dan rahasia ilahi dalam kejadian ini yang tidak dapat dideteksi oleh manusia. Sementara Yusuf sanggup mengetahuinya dari kejadian tersebut.﴾ وَأۡتُونِي بِأَهۡلِكُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku", anak-anak kalian, keluarga kalian serta orang-orang yang ikut dengan kalian, agar terwujud pertemuan yang menyeluruh serta lenyap dari kalian kesulitan hidup dan kesempitan rizki.

(94) ﴾ وَلَمَّا فَصَلَتِ ٱلۡعِيرُ ﴿ "Tatkala kafilah itu telah keluar", dari negeri Mesir mengarah ke negeri Palestina, Ya'qub telah mencium aroma baju Yusuf. Beliau berkata, ﴾ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَۖ لَوۡلَآ أَن تُفَنِّدُونِ ﴿ "Sesungguh-nya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)", maksudnya mengolok-olok diriku dan kalian mengklaim bahwa ucapan ini muncul dari diriku tanpa kesadaran. Karena beliau melihat mereka begitu terheran-heran de-ngan kondisinya hingga menyebabkan munculnya perkataan itu.

(95) Maka terjadilah apa yang beliau perkirakan pada me-reka, lalu keluarganya berkata, ﴾ تَٱللَّهِ إِنَّكَ لَفِي ضَلَٰلِكَ ٱلۡقَدِيمِ ﴿ "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu", maksud-nya engkau masih saja bingung di laut yang bergelombang, tidak sadar apa yang engkau ucapkan.

(96) ﴾ فَلَمَّآ أَن جَآءَ ٱلۡبَشِيرُ ﴿ "Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu", dekat dengan waktu berkumpulnya Yusuf, saudara-saudara dan ayah mereka ﴾ أَلۡقَىٰهُ ﴿ "maka ia meletakkannya", baju gamis itu ﴾ عَلَىٰ وَجۡهِهِۦ فَٱرۡتَدَّ بَصِيرٗاۖ ﴿ "ke …

95

قَالُوا۟ تَٱللَّهِ إِنَّكَ لَفِى ضَلَٰلِكَ ٱلْقَدِيمِ

Keluarganya berkata: "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu".

"Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letak-kanlah ia ke wajah ayahku, nanti dia akan dapat melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku." Tatkala kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir) maka berkatalah ayah mereka, "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)." Keluar-ganya berkata, "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam ke-keliruanmu yang dahulu." Tatkala telah tiba pembawa kabar gem-bira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya'qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Ya'qub berkata, "Tidakkah aku ka-takan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya." Mereka berkata, "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesung-guhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)." Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang." (Yusuf: 93-98).

(93) Yusuf berkata kepada para saudaranya, ﴾ ٱذۡهَبُواْ بِقَمِيصِي هَٰذَا فَأَلۡقُوهُ عَلَىٰ وَجۡهِ أَبِي يَأۡتِ بَصِيرٗا ﴿ "Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah ia ke wajah ayahku, nanti dia akan dapat melihat kembali", karena setiap penyakit dapat disembuhkan dengan penangkalnya. Baju ini –karena di dalamnya terdapat aroma (tubuh) Yusuf yang mana dia telah memasukkan kesedihan dan kerinduan pada hati ayahnya yang mana hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui- maka Yusuf ingin agar ayahnya mencium aromanya, hingga semangat kembali dan jiwanya pun tergugah serta penglihatannya menjadi normal. Bagi Allah ada sejumlah hikmah dan rahasia ilahi dalam kejadian ini yang tidak dapat dideteksi oleh manusia. Sementara Yusuf sanggup mengetahuinya dari kejadian tersebut.﴾ وَأۡتُونِي بِأَهۡلِكُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku", anak-anak kalian, keluarga kalian serta orang-orang yang ikut dengan kalian, agar terwujud pertemuan yang menyeluruh serta lenyap dari kalian kesulitan hidup dan kesempitan rizki.

(94) ﴾ وَلَمَّا فَصَلَتِ ٱلۡعِيرُ ﴿ "Tatkala kafilah itu telah keluar", dari negeri Mesir mengarah ke negeri Palestina, Ya'qub telah mencium aroma baju Yusuf. Beliau berkata, ﴾ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَۖ لَوۡلَآ أَن تُفَنِّدُونِ ﴿ "Sesungguh-nya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)", maksudnya mengolok-olok diriku dan kalian mengklaim bahwa ucapan ini muncul dari diriku tanpa kesadaran. Karena beliau melihat mereka begitu terheran-heran de-ngan kondisinya hingga menyebabkan munculnya perkataan itu.

(95) Maka terjadilah apa yang beliau perkirakan pada me-reka, lalu keluarganya berkata, ﴾ تَٱللَّهِ إِنَّكَ لَفِي ضَلَٰلِكَ ٱلۡقَدِيمِ ﴿ "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu", maksud-nya engkau masih saja bingung di laut yang bergelombang, tidak sadar apa yang engkau ucapkan.

(96) ﴾ فَلَمَّآ أَن جَآءَ ٱلۡبَشِيرُ ﴿ "Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu", dekat dengan waktu berkumpulnya Yusuf, saudara-saudara dan ayah mereka ﴾ أَلۡقَىٰهُ ﴿ "maka ia meletakkannya", baju gamis itu ﴾ عَلَىٰ وَجۡهِهِۦ فَٱرۡتَدَّ بَصِيرٗاۖ ﴿ "ke …

96

فَلَمَّآ أَن جَآءَ ٱلْبَشِيرُ أَلْقَىٰهُ عَلَىٰ وَجْهِهِۦ فَٱرْتَدَّ بَصِيرًۭا ۖ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya'qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Berkata Ya'qub: "Tidakkah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya".

"Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letak-kanlah ia ke wajah ayahku, nanti dia akan dapat melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku." Tatkala kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir) maka berkatalah ayah mereka, "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)." Keluar-ganya berkata, "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam ke-keliruanmu yang dahulu." Tatkala telah tiba pembawa kabar gem-bira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya'qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Ya'qub berkata, "Tidakkah aku ka-takan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya." Mereka berkata, "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesung-guhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)." Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang." (Yusuf: 93-98).

(93) Yusuf berkata kepada para saudaranya, ﴾ ٱذۡهَبُواْ بِقَمِيصِي هَٰذَا فَأَلۡقُوهُ عَلَىٰ وَجۡهِ أَبِي يَأۡتِ بَصِيرٗا ﴿ "Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah ia ke wajah ayahku, nanti dia akan dapat melihat kembali", karena setiap penyakit dapat disembuhkan dengan penangkalnya. Baju ini –karena di dalamnya terdapat aroma (tubuh) Yusuf yang mana dia telah memasukkan kesedihan dan kerinduan pada hati ayahnya yang mana hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui- maka Yusuf ingin agar ayahnya mencium aromanya, hingga semangat kembali dan jiwanya pun tergugah serta penglihatannya menjadi normal. Bagi Allah ada sejumlah hikmah dan rahasia ilahi dalam kejadian ini yang tidak dapat dideteksi oleh manusia. Sementara Yusuf sanggup mengetahuinya dari kejadian tersebut.﴾ وَأۡتُونِي بِأَهۡلِكُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku", anak-anak kalian, keluarga kalian serta orang-orang yang ikut dengan kalian, agar terwujud pertemuan yang menyeluruh serta lenyap dari kalian kesulitan hidup dan kesempitan rizki.

(94) ﴾ وَلَمَّا فَصَلَتِ ٱلۡعِيرُ ﴿ "Tatkala kafilah itu telah keluar", dari negeri Mesir mengarah ke negeri Palestina, Ya'qub telah mencium aroma baju Yusuf. Beliau berkata, ﴾ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَۖ لَوۡلَآ أَن تُفَنِّدُونِ ﴿ "Sesungguh-nya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)", maksudnya mengolok-olok diriku dan kalian mengklaim bahwa ucapan ini muncul dari diriku tanpa kesadaran. Karena beliau melihat mereka begitu terheran-heran de-ngan kondisinya hingga menyebabkan munculnya perkataan itu.

(95) Maka terjadilah apa yang beliau perkirakan pada me-reka, lalu keluarganya berkata, ﴾ تَٱللَّهِ إِنَّكَ لَفِي ضَلَٰلِكَ ٱلۡقَدِيمِ ﴿ "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu", maksud-nya engkau masih saja bingung di laut yang bergelombang, tidak sadar apa yang engkau ucapkan.

(96) ﴾ فَلَمَّآ أَن جَآءَ ٱلۡبَشِيرُ ﴿ "Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu", dekat dengan waktu berkumpulnya Yusuf, saudara-saudara dan ayah mereka ﴾ أَلۡقَىٰهُ ﴿ "maka ia meletakkannya", baju gamis itu ﴾ عَلَىٰ وَجۡهِهِۦ فَٱرۡتَدَّ بَصِيرٗاۖ ﴿ "ke …

97

قَالُوا۟ يَٰٓأَبَانَا ٱسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَآ إِنَّا كُنَّا خَٰطِـِٔينَ

Mereka berkata: "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".

"Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letak-kanlah ia ke wajah ayahku, nanti dia akan dapat melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku." Tatkala kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir) maka berkatalah ayah mereka, "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)." Keluar-ganya berkata, "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam ke-keliruanmu yang dahulu." Tatkala telah tiba pembawa kabar gem-bira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya'qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Ya'qub berkata, "Tidakkah aku ka-takan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya." Mereka berkata, "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesung-guhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)." Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang." (Yusuf: 93-98).

(93) Yusuf berkata kepada para saudaranya, ﴾ ٱذۡهَبُواْ بِقَمِيصِي هَٰذَا فَأَلۡقُوهُ عَلَىٰ وَجۡهِ أَبِي يَأۡتِ بَصِيرٗا ﴿ "Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah ia ke wajah ayahku, nanti dia akan dapat melihat kembali", karena setiap penyakit dapat disembuhkan dengan penangkalnya. Baju ini –karena di dalamnya terdapat aroma (tubuh) Yusuf yang mana dia telah memasukkan kesedihan dan kerinduan pada hati ayahnya yang mana hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui- maka Yusuf ingin agar ayahnya mencium aromanya, hingga semangat kembali dan jiwanya pun tergugah serta penglihatannya menjadi normal. Bagi Allah ada sejumlah hikmah dan rahasia ilahi dalam kejadian ini yang tidak dapat dideteksi oleh manusia. Sementara Yusuf sanggup mengetahuinya dari kejadian tersebut.﴾ وَأۡتُونِي بِأَهۡلِكُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku", anak-anak kalian, keluarga kalian serta orang-orang yang ikut dengan kalian, agar terwujud pertemuan yang menyeluruh serta lenyap dari kalian kesulitan hidup dan kesempitan rizki.

(94) ﴾ وَلَمَّا فَصَلَتِ ٱلۡعِيرُ ﴿ "Tatkala kafilah itu telah keluar", dari negeri Mesir mengarah ke negeri Palestina, Ya'qub telah mencium aroma baju Yusuf. Beliau berkata, ﴾ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَۖ لَوۡلَآ أَن تُفَنِّدُونِ ﴿ "Sesungguh-nya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)", maksudnya mengolok-olok diriku dan kalian mengklaim bahwa ucapan ini muncul dari diriku tanpa kesadaran. Karena beliau melihat mereka begitu terheran-heran de-ngan kondisinya hingga menyebabkan munculnya perkataan itu.

(95) Maka terjadilah apa yang beliau perkirakan pada me-reka, lalu keluarganya berkata, ﴾ تَٱللَّهِ إِنَّكَ لَفِي ضَلَٰلِكَ ٱلۡقَدِيمِ ﴿ "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu", maksud-nya engkau masih saja bingung di laut yang bergelombang, tidak sadar apa yang engkau ucapkan.

(96) ﴾ فَلَمَّآ أَن جَآءَ ٱلۡبَشِيرُ ﴿ "Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu", dekat dengan waktu berkumpulnya Yusuf, saudara-saudara dan ayah mereka ﴾ أَلۡقَىٰهُ ﴿ "maka ia meletakkannya", baju gamis itu ﴾ عَلَىٰ وَجۡهِهِۦ فَٱرۡتَدَّ بَصِيرٗاۖ ﴿ "ke …

98

قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّىٓ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Ya'qub berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

"Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letak-kanlah ia ke wajah ayahku, nanti dia akan dapat melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku." Tatkala kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir) maka berkatalah ayah mereka, "Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)." Keluar-ganya berkata, "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam ke-keliruanmu yang dahulu." Tatkala telah tiba pembawa kabar gem-bira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya'qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Ya'qub berkata, "Tidakkah aku ka-takan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya." Mereka berkata, "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesung-guhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)." Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penya-yang." (Yusuf: 93-98).

(93) Yusuf berkata kepada para saudaranya, ﴾ ٱذۡهَبُواْ بِقَمِيصِي هَٰذَا فَأَلۡقُوهُ عَلَىٰ وَجۡهِ أَبِي يَأۡتِ بَصِيرٗا ﴿ "Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah ia ke wajah ayahku, nanti dia akan dapat melihat kembali", karena setiap penyakit dapat disembuhkan dengan penangkalnya. Baju ini –karena di dalamnya terdapat aroma (tubuh) Yusuf yang mana dia telah memasukkan kesedihan dan kerinduan pada hati ayahnya yang mana hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui- maka Yusuf ingin agar ayahnya mencium aromanya, hingga semangat kembali dan jiwanya pun tergugah serta penglihatannya menjadi normal. Bagi Allah ada sejumlah hikmah dan rahasia ilahi dalam kejadian ini yang tidak dapat dideteksi oleh manusia. Sementara Yusuf sanggup mengetahuinya dari kejadian tersebut.﴾ وَأۡتُونِي بِأَهۡلِكُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku", anak-anak kalian, keluarga kalian serta orang-orang yang ikut dengan kalian, agar terwujud pertemuan yang menyeluruh serta lenyap dari kalian kesulitan hidup dan kesempitan rizki.

(94) ﴾ وَلَمَّا فَصَلَتِ ٱلۡعِيرُ ﴿ "Tatkala kafilah itu telah keluar", dari negeri Mesir mengarah ke negeri Palestina, Ya'qub telah mencium aroma baju Yusuf. Beliau berkata, ﴾ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَۖ لَوۡلَآ أَن تُفَنِّدُونِ ﴿ "Sesungguh-nya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)", maksudnya mengolok-olok diriku dan kalian mengklaim bahwa ucapan ini muncul dari diriku tanpa kesadaran. Karena beliau melihat mereka begitu terheran-heran de-ngan kondisinya hingga menyebabkan munculnya perkataan itu.

(95) Maka terjadilah apa yang beliau perkirakan pada me-reka, lalu keluarganya berkata, ﴾ تَٱللَّهِ إِنَّكَ لَفِي ضَلَٰلِكَ ٱلۡقَدِيمِ ﴿ "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu", maksud-nya engkau masih saja bingung di laut yang bergelombang, tidak sadar apa yang engkau ucapkan.

(96) ﴾ فَلَمَّآ أَن جَآءَ ٱلۡبَشِيرُ ﴿ "Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu", dekat dengan waktu berkumpulnya Yusuf, saudara-saudara dan ayah mereka ﴾ أَلۡقَىٰهُ ﴿ "maka ia meletakkannya", baju gamis itu ﴾ عَلَىٰ وَجۡهِهِۦ فَٱرۡتَدَّ بَصِيرٗاۖ ﴿ "ke …

99

فَلَمَّا دَخَلُوا۟ عَلَىٰ يُوسُفَ ءَاوَىٰٓ إِلَيْهِ أَبَوَيْهِ وَقَالَ ٱدْخُلُوا۟ مِصْرَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ

Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf: Yusuf merangkul ibu bapanya dan dia berkata: "Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman".

"Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf, Yusuf me-rangkul ibu bapaknya, dan dia berkata, 'Masuklah kamu sekalian ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman.' Dan dia me-naikkan kedua ibu bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (se-muanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan Yusuf berkata, 'Wahai ayahku, inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Rabbku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Rabbku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskanku dari rumah penjara dan ketika (Dia) membawamu dari dusun padang pasir, setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Rabbku Maha-lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana'." (Yusuf: 99-100).

(99) ﴾ فَلَمَّا ﴿ "Maka tatkala", Ya'qub, anak-anak beliau dan ke-luarga mereka telah berangkat meninggalkan negeri mereka menuju ke tempat Yusuf di Mesir dan pemukimannya, dan ketika mereka telah sampai ﴾ دَخَلُواْ عَلَىٰ يُوسُفَ ءَاوَىٰٓ إِلَيۡهِ أَبَوَيۡهِ ﴿ "mereka masuk ke (tempat) Yusuf. Yusuf merangkul ibu bapaknya", mendekatkan mereka berdua kepada dirinya dan mengistimewakan mereka dengan mendekatkannya, serta memperlihatkan kebaktian, kebaikan, penghormatan, dan pengagungan yang besar kepada kedua orang tuanya ﴾ وَقَالَ ﴿ "dan dia berkata", kepada seluruh anggota keluarganya, ﴾ ٱدۡخُلُواْ مِصۡرَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ ﴿ "Masuklah kamu sekalian ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman", dari segala yang dibenci dan menakutkan. Mereka masuk dalam suasana yang menyenangkan. Kelelahan dan kesusah-an penghidupan mereka pun pupus, dan terwujudlah kebahagiaan dan keceriaan.

(100) ﴾ وَرَفَعَ أَبَوَيۡهِ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ ﴿ "Dan dia menaikkan kedua ibu bapak-nya ke atas singgasana", di atas tahta raja dan tempat duduk al-Aziz ﴾ وَخَرُّواْ لَهُۥ سُجَّدٗاۖ ﴿ "dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud ke-pada Yusuf", maksudnya ayah dan ibunya, serta para saudaranya bersujud kepada Yusuf dalam rangka mengagungkan, menghor-mati, dan memuliakan Yusuf. ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan berkatalah Yusuf", ketika menyaksikan pemandangan ini dan melihat sujud mereka kepada dirinya, ﴾ يَٰٓأَبَتِ هَٰذَا تَأۡوِيلُ رُءۡيَٰيَ مِن قَبۡلُ ﴿ "Wahai ayahku, inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu", saat bermimpi melihat sebelas bintang beserta matahari dan bulan bersujud kepadanya. Inilah kejadian nyata dari mimpinya yang kembali kepada dirinya sendiri dan sampai ke-padanya. ﴾ قَدۡ جَعَلَهَا رَبِّي حَقّٗاۖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku telah menjadikannya suatu kenyataan", Allah tidak menjadikannya hanya mimpi-mimpi kosong semata, ﴾ وَقَدۡ أَحۡسَنَ بِيٓ ﴿ "dan sesungguhnya Rabbku telah berbuat baik kepadaku", dengan kebaikan yang sangat besar ﴾ إِذۡ أَخۡرَجَنِي مِنَ ٱلسِّجۡنِ وَجَآءَ بِكُم مِّنَ ٱلۡبَدۡوِ ﴿ "ketika Dia membebaskanku dari rumah penjara dan ketika Dia membawamu dari dusun padang pasir", ini termasuk cerminan sikap lembut dan keelokan gayanya عليه السلام dalam berbicara, di mana dia hanya menyebutkan kisah saat di penjara, tanpa menyinggung kondisi saat berada di dasar sumur, karena ketulusan maafnya bagi para saudaranya, dia tidak menyinggung kesalahan itu. Dan keda-tangan …

100

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى ٱلْعَرْشِ وَخَرُّوا۟ لَهُۥ سُجَّدًۭا ۖ وَقَالَ يَٰٓأَبَتِ هَٰذَا تَأْوِيلُ رُءْيَٰىَ مِن قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّى حَقًّۭا ۖ وَقَدْ أَحْسَنَ بِىٓ إِذْ أَخْرَجَنِى مِنَ ٱلسِّجْنِ وَجَآءَ بِكُم مِّنَ ٱلْبَدْوِ مِنۢ بَعْدِ أَن نَّزَغَ ٱلشَّيْطَٰنُ بَيْنِى وَبَيْنَ إِخْوَتِىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى لَطِيفٌۭ لِّمَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

"Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf, Yusuf me-rangkul ibu bapaknya, dan dia berkata, 'Masuklah kamu sekalian ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman.' Dan dia me-naikkan kedua ibu bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (se-muanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan Yusuf berkata, 'Wahai ayahku, inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Rabbku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Rabbku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskanku dari rumah penjara dan ketika (Dia) membawamu dari dusun padang pasir, setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Rabbku Maha-lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana'." (Yusuf: 99-100).

(99) ﴾ فَلَمَّا ﴿ "Maka tatkala", Ya'qub, anak-anak beliau dan ke-luarga mereka telah berangkat meninggalkan negeri mereka menuju ke tempat Yusuf di Mesir dan pemukimannya, dan ketika mereka telah sampai ﴾ دَخَلُواْ عَلَىٰ يُوسُفَ ءَاوَىٰٓ إِلَيۡهِ أَبَوَيۡهِ ﴿ "mereka masuk ke (tempat) Yusuf. Yusuf merangkul ibu bapaknya", mendekatkan mereka berdua kepada dirinya dan mengistimewakan mereka dengan mendekatkannya, serta memperlihatkan kebaktian, kebaikan, penghormatan, dan pengagungan yang besar kepada kedua orang tuanya ﴾ وَقَالَ ﴿ "dan dia berkata", kepada seluruh anggota keluarganya, ﴾ ٱدۡخُلُواْ مِصۡرَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ ﴿ "Masuklah kamu sekalian ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman", dari segala yang dibenci dan menakutkan. Mereka masuk dalam suasana yang menyenangkan. Kelelahan dan kesusah-an penghidupan mereka pun pupus, dan terwujudlah kebahagiaan dan keceriaan.

(100) ﴾ وَرَفَعَ أَبَوَيۡهِ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ ﴿ "Dan dia menaikkan kedua ibu bapak-nya ke atas singgasana", di atas tahta raja dan tempat duduk al-Aziz ﴾ وَخَرُّواْ لَهُۥ سُجَّدٗاۖ ﴿ "dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud ke-pada Yusuf", maksudnya ayah dan ibunya, serta para saudaranya bersujud kepada Yusuf dalam rangka mengagungkan, menghor-mati, dan memuliakan Yusuf. ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan berkatalah Yusuf", ketika menyaksikan pemandangan ini dan melihat sujud mereka kepada dirinya, ﴾ يَٰٓأَبَتِ هَٰذَا تَأۡوِيلُ رُءۡيَٰيَ مِن قَبۡلُ ﴿ "Wahai ayahku, inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu", saat bermimpi melihat sebelas bintang beserta matahari dan bulan bersujud kepadanya. Inilah kejadian nyata dari mimpinya yang kembali kepada dirinya sendiri dan sampai ke-padanya. ﴾ قَدۡ جَعَلَهَا رَبِّي حَقّٗاۖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku telah menjadikannya suatu kenyataan", Allah tidak menjadikannya hanya mimpi-mimpi kosong semata, ﴾ وَقَدۡ أَحۡسَنَ بِيٓ ﴿ "dan sesungguhnya Rabbku telah berbuat baik kepadaku", dengan kebaikan yang sangat besar ﴾ إِذۡ أَخۡرَجَنِي مِنَ ٱلسِّجۡنِ وَجَآءَ بِكُم مِّنَ ٱلۡبَدۡوِ ﴿ "ketika Dia membebaskanku dari rumah penjara dan ketika Dia membawamu dari dusun padang pasir", ini termasuk cerminan sikap lembut dan keelokan gayanya عليه السلام dalam berbicara, di mana dia hanya menyebutkan kisah saat di penjara, tanpa menyinggung kondisi saat berada di dasar sumur, karena ketulusan maafnya bagi para saudaranya, dia tidak menyinggung kesalahan itu. Dan keda-tangan …

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.