Muslim99Muslim99
← Tafsir library

12. Yusuf

Joseph · Meccan · 111 ayahs

سُورَةُ يُوسُفَ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 81–90 of 111

81

ٱرْجِعُوٓا۟ إِلَىٰٓ أَبِيكُمْ فَقُولُوا۟ يَٰٓأَبَانَآ إِنَّ ٱبْنَكَ سَرَقَ وَمَا شَهِدْنَآ إِلَّا بِمَا عَلِمْنَا وَمَا كُنَّا لِلْغَيْبِ حَٰفِظِينَ

Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah: "Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib.

"Maka tatkala mereka berputus asa dari (putusan) Yusuf, mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berka-talah yang tertua di antara mereka, 'Tidakkah kamu ketahui bahwa ayahmu telah mengambil janji darimu dengan nama Allah dan se-belum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu, aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepa-daku (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya. Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah, 'Wahai ayah kami! Sesungguhnya anak-mu telah mencuri, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib. Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada di situ, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan se-sungguhnya kami adalah orang-orang yang benar.' Ya'qub berkata, 'Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mu-dah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksa-na'." (Yusuf: 80-83).

(80) Maka tatkala para saudara berputus asa dari (putusan) Yusuf agar sudi memaafkan saudara mereka (Bunyamin) ﴾ خَلَصُواْ نَجِيّٗاۖ ﴿ "mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik", mak-sudnya, mereka berkumpul menyendiri tanpa disertai orang lain lantas mulai berbisik-bisik di antara mereka. Maka, ﴾ قَالَ كَبِيرُهُمۡ أَلَمۡ تَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ أَبَاكُمۡ قَدۡ أَخَذَ عَلَيۡكُم مَّوۡثِقٗا مِّنَ ٱللَّهِ ﴿ "berkatalah yang tertua di antara mereka, 'Tidakkah kamu ketahui bahwa ayahmu telah mengambil janji darimu dengan Nama Allah", dalam melindungi Bunyamin, dan bahwa ka-lian akan membawanya (pulang) kecuali musuh mengepung kalian. ﴾ وَمِن قَبۡلُ مَا فَرَّطتُمۡ فِي يُوسُفَۖ ﴿ "Dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf", maka pada diri kalian telah menyatu dua permasalahan: penyia-nyiaan kalian terhadap Yusuf di waktu silam, dan kalian tidak membawa pulang saudaranya pada saat berikutnya. Aku ti-dak punya alasan untuk aku haturkan kepada ayah. ﴾ فَلَنۡ أَبۡرَحَ ٱلۡأَرۡضَ ﴿ "Sebab itu, aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir", aku akan tinggal di negeri ini dan akan terus di sini ﴾ حَتَّىٰ يَأۡذَنَ لِيٓ أَبِيٓ أَوۡ يَحۡكُمَ ٱللَّهُ لِيۖ ﴿ "sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi kepu-tusan terhadapku", maksudnya menakdirkan aku bisa pulang, baik sendirian atau bersama saudaraku ﴾ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلۡحَٰكِمِينَ ﴿ "Dan Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya".

(81) Kemudian ia (saudara tertua) berpesan kepada yang lain tentang apa yang harus dikatakan kepada ayah mereka. Dia berkata, ﴾ ٱرۡجِعُوٓاْ إِلَىٰٓ أَبِيكُمۡ فَقُولُواْ يَٰٓأَبَانَآ إِنَّ ٱبۡنَكَ سَرَقَ ﴿ "Kembalilah kepada ayahmu lalu katakanlah, 'Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri'," maksudnya dia ditahan karena perbuatan pencuriannya. Kami ti-dak berhasil membawanya pulang, meskipun sudah mengerahkan upaya untuk itu. Faktanya, sungguh kami tidaklah bersaksi dengan sesuatu yang tidak kami ketahui. Akan tetapi kami bersaksi atas apa yang kami ketahui saja. Karena kami menyaksikan piala raja dikeluarkan dari karungnya. ﴾ وَمَا …

82

وَسْـَٔلِ ٱلْقَرْيَةَ ٱلَّتِى كُنَّا فِيهَا وَٱلْعِيرَ ٱلَّتِىٓ أَقْبَلْنَا فِيهَا ۖ وَإِنَّا لَصَٰدِقُونَ

Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada disitu, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar".

"Maka tatkala mereka berputus asa dari (putusan) Yusuf, mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berka-talah yang tertua di antara mereka, 'Tidakkah kamu ketahui bahwa ayahmu telah mengambil janji darimu dengan nama Allah dan se-belum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu, aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepa-daku (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya. Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah, 'Wahai ayah kami! Sesungguhnya anak-mu telah mencuri, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib. Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada di situ, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan se-sungguhnya kami adalah orang-orang yang benar.' Ya'qub berkata, 'Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mu-dah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksa-na'." (Yusuf: 80-83).

(80) Maka tatkala para saudara berputus asa dari (putusan) Yusuf agar sudi memaafkan saudara mereka (Bunyamin) ﴾ خَلَصُواْ نَجِيّٗاۖ ﴿ "mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik", mak-sudnya, mereka berkumpul menyendiri tanpa disertai orang lain lantas mulai berbisik-bisik di antara mereka. Maka, ﴾ قَالَ كَبِيرُهُمۡ أَلَمۡ تَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ أَبَاكُمۡ قَدۡ أَخَذَ عَلَيۡكُم مَّوۡثِقٗا مِّنَ ٱللَّهِ ﴿ "berkatalah yang tertua di antara mereka, 'Tidakkah kamu ketahui bahwa ayahmu telah mengambil janji darimu dengan Nama Allah", dalam melindungi Bunyamin, dan bahwa ka-lian akan membawanya (pulang) kecuali musuh mengepung kalian. ﴾ وَمِن قَبۡلُ مَا فَرَّطتُمۡ فِي يُوسُفَۖ ﴿ "Dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf", maka pada diri kalian telah menyatu dua permasalahan: penyia-nyiaan kalian terhadap Yusuf di waktu silam, dan kalian tidak membawa pulang saudaranya pada saat berikutnya. Aku ti-dak punya alasan untuk aku haturkan kepada ayah. ﴾ فَلَنۡ أَبۡرَحَ ٱلۡأَرۡضَ ﴿ "Sebab itu, aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir", aku akan tinggal di negeri ini dan akan terus di sini ﴾ حَتَّىٰ يَأۡذَنَ لِيٓ أَبِيٓ أَوۡ يَحۡكُمَ ٱللَّهُ لِيۖ ﴿ "sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi kepu-tusan terhadapku", maksudnya menakdirkan aku bisa pulang, baik sendirian atau bersama saudaraku ﴾ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلۡحَٰكِمِينَ ﴿ "Dan Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya".

(81) Kemudian ia (saudara tertua) berpesan kepada yang lain tentang apa yang harus dikatakan kepada ayah mereka. Dia berkata, ﴾ ٱرۡجِعُوٓاْ إِلَىٰٓ أَبِيكُمۡ فَقُولُواْ يَٰٓأَبَانَآ إِنَّ ٱبۡنَكَ سَرَقَ ﴿ "Kembalilah kepada ayahmu lalu katakanlah, 'Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri'," maksudnya dia ditahan karena perbuatan pencuriannya. Kami ti-dak berhasil membawanya pulang, meskipun sudah mengerahkan upaya untuk itu. Faktanya, sungguh kami tidaklah bersaksi dengan sesuatu yang tidak kami ketahui. Akan tetapi kami bersaksi atas apa yang kami ketahui saja. Karena kami menyaksikan piala raja dikeluarkan dari karungnya. ﴾ وَمَا …

83

قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًۭا ۖ فَصَبْرٌۭ جَمِيلٌ ۖ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَأْتِيَنِى بِهِمْ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

Ya'qub berkata: "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".

"Maka tatkala mereka berputus asa dari (putusan) Yusuf, mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berka-talah yang tertua di antara mereka, 'Tidakkah kamu ketahui bahwa ayahmu telah mengambil janji darimu dengan nama Allah dan se-belum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu, aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepa-daku (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya. Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah, 'Wahai ayah kami! Sesungguhnya anak-mu telah mencuri, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib. Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada di situ, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan se-sungguhnya kami adalah orang-orang yang benar.' Ya'qub berkata, 'Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mu-dah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksa-na'." (Yusuf: 80-83).

(80) Maka tatkala para saudara berputus asa dari (putusan) Yusuf agar sudi memaafkan saudara mereka (Bunyamin) ﴾ خَلَصُواْ نَجِيّٗاۖ ﴿ "mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik", mak-sudnya, mereka berkumpul menyendiri tanpa disertai orang lain lantas mulai berbisik-bisik di antara mereka. Maka, ﴾ قَالَ كَبِيرُهُمۡ أَلَمۡ تَعۡلَمُوٓاْ أَنَّ أَبَاكُمۡ قَدۡ أَخَذَ عَلَيۡكُم مَّوۡثِقٗا مِّنَ ٱللَّهِ ﴿ "berkatalah yang tertua di antara mereka, 'Tidakkah kamu ketahui bahwa ayahmu telah mengambil janji darimu dengan Nama Allah", dalam melindungi Bunyamin, dan bahwa ka-lian akan membawanya (pulang) kecuali musuh mengepung kalian. ﴾ وَمِن قَبۡلُ مَا فَرَّطتُمۡ فِي يُوسُفَۖ ﴿ "Dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf", maka pada diri kalian telah menyatu dua permasalahan: penyia-nyiaan kalian terhadap Yusuf di waktu silam, dan kalian tidak membawa pulang saudaranya pada saat berikutnya. Aku ti-dak punya alasan untuk aku haturkan kepada ayah. ﴾ فَلَنۡ أَبۡرَحَ ٱلۡأَرۡضَ ﴿ "Sebab itu, aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir", aku akan tinggal di negeri ini dan akan terus di sini ﴾ حَتَّىٰ يَأۡذَنَ لِيٓ أَبِيٓ أَوۡ يَحۡكُمَ ٱللَّهُ لِيۖ ﴿ "sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi kepu-tusan terhadapku", maksudnya menakdirkan aku bisa pulang, baik sendirian atau bersama saudaraku ﴾ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلۡحَٰكِمِينَ ﴿ "Dan Dia adalah hakim yang sebaik-baiknya".

(81) Kemudian ia (saudara tertua) berpesan kepada yang lain tentang apa yang harus dikatakan kepada ayah mereka. Dia berkata, ﴾ ٱرۡجِعُوٓاْ إِلَىٰٓ أَبِيكُمۡ فَقُولُواْ يَٰٓأَبَانَآ إِنَّ ٱبۡنَكَ سَرَقَ ﴿ "Kembalilah kepada ayahmu lalu katakanlah, 'Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri'," maksudnya dia ditahan karena perbuatan pencuriannya. Kami ti-dak berhasil membawanya pulang, meskipun sudah mengerahkan upaya untuk itu. Faktanya, sungguh kami tidaklah bersaksi dengan sesuatu yang tidak kami ketahui. Akan tetapi kami bersaksi atas apa yang kami ketahui saja. Karena kami menyaksikan piala raja dikeluarkan dari karungnya. ﴾ وَمَا …

84

وَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَٰٓأَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ وَٱبْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ ٱلْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌۭ

Dan Ya'qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf", dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya).

"Dan Ya'qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, 'Aduhai duka citaku terhadap Yusuf', dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya). Mereka berkata, 'Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidap penyakit yang berat atau kamu termasuk orang-orang yang binasa.' Ya'qub menjawab, 'Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah sesuatu yang kamu tiada mengetahuinya'." (Yusuf: 84-86).

(84) Ya'qub عليه السلام berpaling dari anak-anaknya usai mereka mengabarkan berita ini. Kesedihan dan dukanya semakin besar. Dua matanya memutih lantaran deraan kesedihan di kalbu, dan kepilu-annya yang membuat beliau sering menangis di mana dua matanya menjadi putih. ﴾ فَهُوَ كَظِيمٞ ﴿ "Dan dia adalah seorang yang menahan ama-rahnya (terhadap anak-anaknya)", maksudnya, hatinya penuh dengan kesedihan yang menyayat ﴾ وَقَالَ يَٰٓأَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ ﴿ "Dia berkata, 'Aduhai duka citaku terhadap Yusuf'," maksudnya tampak pada beliau perasaan yang tersembunyi (di hatinya) berupa kesedihan yang sudah lama dan kerinduan yang selalu menghampiri. Musibah yang ringan ini -ditilik dari (beratnya) musibah pertama- mengingatkan memori beliau terhadap musibah yang pertama (hilangnya Yusuf dari beliau).

(85) Maka lantaran keheranan melihat keadaan beliau, putra-putra beliau berkomentar, ﴾ تَٱللَّهِ تَفۡتَؤُاْ تَذۡكُرُ يُوسُفَ ﴿ "Demi Allah, senan-tiasa kamu mengingati Yusuf", engkau masih saja mengingat Yusuf di setiap kondisimu ﴾ حَتَّىٰ تَكُونَ حَرَضًا ﴿ "sehingga kamu mengidap penyakit yang berat", maksudnya sampai engkau tua renta, tidak punya ge-rakan dan juga kekuatan untuk berucap, ﴾ أَوۡ تَكُونَ مِنَ ٱلۡهَٰلِكِينَ ﴿ "atau kamu termasuk orang-orang yang binasa", maksudnya kamu tidak akan melupakannya selama kamu mampu mengingatnya selama-lamanya.

(86) Ya'qub berkata, ﴾ إِنَّمَآ أَشۡكُواْ بَثِّي ﴿ "Sesungguhnya aku menga-dukan kesusahanku", yaitu perkataan yang aku munculkan ﴾ وَحُزۡنِيٓ ﴿ "dan kesedihanku" yang berada dalam hati ﴾ إِلَى ٱللَّهِ ﴿ "hanya kepada Allah", semata, tidak kepada kalian, dan tidak pula kepada orang lain. Berbicaralah sekehendak kalian ﴾ وَأَعۡلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya", bahwa Dia akan memulangkan mereka semua kepadaku dan menyejuk-kan pandanganku dengan berkumpul kembali dengan mereka.

85

قَالُوا۟ تَٱللَّهِ تَفْتَؤُا۟ تَذْكُرُ يُوسُفَ حَتَّىٰ تَكُونَ حَرَضًا أَوْ تَكُونَ مِنَ ٱلْهَٰلِكِينَ

Mereka berkata: "Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa".

"Dan Ya'qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, 'Aduhai duka citaku terhadap Yusuf', dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya). Mereka berkata, 'Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidap penyakit yang berat atau kamu termasuk orang-orang yang binasa.' Ya'qub menjawab, 'Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah sesuatu yang kamu tiada mengetahuinya'." (Yusuf: 84-86).

(84) Ya'qub عليه السلام berpaling dari anak-anaknya usai mereka mengabarkan berita ini. Kesedihan dan dukanya semakin besar. Dua matanya memutih lantaran deraan kesedihan di kalbu, dan kepilu-annya yang membuat beliau sering menangis di mana dua matanya menjadi putih. ﴾ فَهُوَ كَظِيمٞ ﴿ "Dan dia adalah seorang yang menahan ama-rahnya (terhadap anak-anaknya)", maksudnya, hatinya penuh dengan kesedihan yang menyayat ﴾ وَقَالَ يَٰٓأَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ ﴿ "Dia berkata, 'Aduhai duka citaku terhadap Yusuf'," maksudnya tampak pada beliau perasaan yang tersembunyi (di hatinya) berupa kesedihan yang sudah lama dan kerinduan yang selalu menghampiri. Musibah yang ringan ini -ditilik dari (beratnya) musibah pertama- mengingatkan memori beliau terhadap musibah yang pertama (hilangnya Yusuf dari beliau).

(85) Maka lantaran keheranan melihat keadaan beliau, putra-putra beliau berkomentar, ﴾ تَٱللَّهِ تَفۡتَؤُاْ تَذۡكُرُ يُوسُفَ ﴿ "Demi Allah, senan-tiasa kamu mengingati Yusuf", engkau masih saja mengingat Yusuf di setiap kondisimu ﴾ حَتَّىٰ تَكُونَ حَرَضًا ﴿ "sehingga kamu mengidap penyakit yang berat", maksudnya sampai engkau tua renta, tidak punya ge-rakan dan juga kekuatan untuk berucap, ﴾ أَوۡ تَكُونَ مِنَ ٱلۡهَٰلِكِينَ ﴿ "atau kamu termasuk orang-orang yang binasa", maksudnya kamu tidak akan melupakannya selama kamu mampu mengingatnya selama-lamanya.

(86) Ya'qub berkata, ﴾ إِنَّمَآ أَشۡكُواْ بَثِّي ﴿ "Sesungguhnya aku menga-dukan kesusahanku", yaitu perkataan yang aku munculkan ﴾ وَحُزۡنِيٓ ﴿ "dan kesedihanku" yang berada dalam hati ﴾ إِلَى ٱللَّهِ ﴿ "hanya kepada Allah", semata, tidak kepada kalian, dan tidak pula kepada orang lain. Berbicaralah sekehendak kalian ﴾ وَأَعۡلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya", bahwa Dia akan memulangkan mereka semua kepadaku dan menyejuk-kan pandanganku dengan berkumpul kembali dengan mereka.

86

قَالَ إِنَّمَآ أَشْكُوا۟ بَثِّى وَحُزْنِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya".

"Dan Ya'qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, 'Aduhai duka citaku terhadap Yusuf', dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya). Mereka berkata, 'Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidap penyakit yang berat atau kamu termasuk orang-orang yang binasa.' Ya'qub menjawab, 'Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah sesuatu yang kamu tiada mengetahuinya'." (Yusuf: 84-86).

(84) Ya'qub عليه السلام berpaling dari anak-anaknya usai mereka mengabarkan berita ini. Kesedihan dan dukanya semakin besar. Dua matanya memutih lantaran deraan kesedihan di kalbu, dan kepilu-annya yang membuat beliau sering menangis di mana dua matanya menjadi putih. ﴾ فَهُوَ كَظِيمٞ ﴿ "Dan dia adalah seorang yang menahan ama-rahnya (terhadap anak-anaknya)", maksudnya, hatinya penuh dengan kesedihan yang menyayat ﴾ وَقَالَ يَٰٓأَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ ﴿ "Dia berkata, 'Aduhai duka citaku terhadap Yusuf'," maksudnya tampak pada beliau perasaan yang tersembunyi (di hatinya) berupa kesedihan yang sudah lama dan kerinduan yang selalu menghampiri. Musibah yang ringan ini -ditilik dari (beratnya) musibah pertama- mengingatkan memori beliau terhadap musibah yang pertama (hilangnya Yusuf dari beliau).

(85) Maka lantaran keheranan melihat keadaan beliau, putra-putra beliau berkomentar, ﴾ تَٱللَّهِ تَفۡتَؤُاْ تَذۡكُرُ يُوسُفَ ﴿ "Demi Allah, senan-tiasa kamu mengingati Yusuf", engkau masih saja mengingat Yusuf di setiap kondisimu ﴾ حَتَّىٰ تَكُونَ حَرَضًا ﴿ "sehingga kamu mengidap penyakit yang berat", maksudnya sampai engkau tua renta, tidak punya ge-rakan dan juga kekuatan untuk berucap, ﴾ أَوۡ تَكُونَ مِنَ ٱلۡهَٰلِكِينَ ﴿ "atau kamu termasuk orang-orang yang binasa", maksudnya kamu tidak akan melupakannya selama kamu mampu mengingatnya selama-lamanya.

(86) Ya'qub berkata, ﴾ إِنَّمَآ أَشۡكُواْ بَثِّي ﴿ "Sesungguhnya aku menga-dukan kesusahanku", yaitu perkataan yang aku munculkan ﴾ وَحُزۡنِيٓ ﴿ "dan kesedihanku" yang berada dalam hati ﴾ إِلَى ٱللَّهِ ﴿ "hanya kepada Allah", semata, tidak kepada kalian, dan tidak pula kepada orang lain. Berbicaralah sekehendak kalian ﴾ وَأَعۡلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya", bahwa Dia akan memulangkan mereka semua kepadaku dan menyejuk-kan pandanganku dengan berkumpul kembali dengan mereka.

87

يَٰبَنِىَّ ٱذْهَبُوا۟ فَتَحَسَّسُوا۟ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَٰفِرُونَ

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".

"Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita ten-tang Yusuf dan saudaranya, dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." Maka ketika mereka masuk ke (tem-pat) Yusuf, mereka berkata, "Hai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan, dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersedekah." Yusuf berkata, "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu laku-kan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu." Mereka berkata, "Apakah kamu ini be-nar-benar Yusuf.' Yusuf menjawab, 'Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karuniaNya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka se-sungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik." Mereka berkata, "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)." Dia (Yusuf) berkata, "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." (Yusuf: 87-92).

(87) Maksudnya, Ya'qub berkata kepada anak-anaknya, ﴾ يَٰبَنِيَّ ٱذۡهَبُواْ فَتَحَسَّسُواْ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ ﴿ "Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya" maksudnya, bersemangat dan bersungguh-sungguhlah dalam mencari mereka berdua ﴾ وَلَا تَاْيۡـَٔسُواْ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِۖ ﴿ "dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah", karena opti-misme akan mendorong seorang hamba kepada usaha dan keteku-nan serius untuk mencapai apa yang diharapkannya. Sedangkan putus asa, hanya akan mengakibatkan perasaan berat dan berma-las-malasan baginya. Pengharapan yang paling utama diinginkan seorang hamba ialah kemurahan dan curahan kebaikan Allah, rah-mat dan kasihNya. ﴾ إِنَّهُۥ لَا يَاْيۡـَٔسُ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir", karena kekafiran mereka, maka mereka menjauhi rahmatNya dari diri me-reka. Dan (memang) rahmat Allah jauh dari mereka. Maka jangan-lah kalian menyerupai orang-orang kafir. Ayat ini menunjukkan bahwa sesuai kadar keimanan seorang hamba (kepada Allah), maka level pengharapannya kepada rahmat Allah dan kasihNya berada (pada kadar itu).

(88) Mereka pun bertolak berangkat. Ketika mereka masuk untuk menjumpai Yusuf, ﴾ قَالُواْ ﴿ "mereka berkata", dengan mengiba kepadanya, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهۡلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ فَأَوۡفِ لَنَا ٱلۡكَيۡلَ وَتَصَدَّقۡ عَلَيۡنَآۖ ﴿ "Hai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan, dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempur-nakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami", maksud-nya, kami dan keluarga telah terhimpit kesulitan ﴾ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ ﴿ "dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga", yaitu pembayaran yang tidak disukai, …

88

فَلَمَّا دَخَلُوا۟ عَلَيْهِ قَالُوا۟ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهْلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئْنَا بِبِضَٰعَةٍۢ مُّزْجَىٰةٍۢ فَأَوْفِ لَنَا ٱلْكَيْلَ وَتَصَدَّقْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَجْزِى ٱلْمُتَصَدِّقِينَ

Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata: "Hai Al Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah".

"Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita ten-tang Yusuf dan saudaranya, dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." Maka ketika mereka masuk ke (tem-pat) Yusuf, mereka berkata, "Hai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan, dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersedekah." Yusuf berkata, "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu laku-kan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu." Mereka berkata, "Apakah kamu ini be-nar-benar Yusuf.' Yusuf menjawab, 'Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karuniaNya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka se-sungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik." Mereka berkata, "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)." Dia (Yusuf) berkata, "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." (Yusuf: 87-92).

(87) Maksudnya, Ya'qub berkata kepada anak-anaknya, ﴾ يَٰبَنِيَّ ٱذۡهَبُواْ فَتَحَسَّسُواْ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ ﴿ "Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya" maksudnya, bersemangat dan bersungguh-sungguhlah dalam mencari mereka berdua ﴾ وَلَا تَاْيۡـَٔسُواْ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِۖ ﴿ "dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah", karena opti-misme akan mendorong seorang hamba kepada usaha dan keteku-nan serius untuk mencapai apa yang diharapkannya. Sedangkan putus asa, hanya akan mengakibatkan perasaan berat dan berma-las-malasan baginya. Pengharapan yang paling utama diinginkan seorang hamba ialah kemurahan dan curahan kebaikan Allah, rah-mat dan kasihNya. ﴾ إِنَّهُۥ لَا يَاْيۡـَٔسُ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir", karena kekafiran mereka, maka mereka menjauhi rahmatNya dari diri me-reka. Dan (memang) rahmat Allah jauh dari mereka. Maka jangan-lah kalian menyerupai orang-orang kafir. Ayat ini menunjukkan bahwa sesuai kadar keimanan seorang hamba (kepada Allah), maka level pengharapannya kepada rahmat Allah dan kasihNya berada (pada kadar itu).

(88) Mereka pun bertolak berangkat. Ketika mereka masuk untuk menjumpai Yusuf, ﴾ قَالُواْ ﴿ "mereka berkata", dengan mengiba kepadanya, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهۡلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ فَأَوۡفِ لَنَا ٱلۡكَيۡلَ وَتَصَدَّقۡ عَلَيۡنَآۖ ﴿ "Hai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan, dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempur-nakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami", maksud-nya, kami dan keluarga telah terhimpit kesulitan ﴾ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ ﴿ "dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga", yaitu pembayaran yang tidak disukai, …

89

قَالَ هَلْ عَلِمْتُم مَّا فَعَلْتُم بِيُوسُفَ وَأَخِيهِ إِذْ أَنتُمْ جَٰهِلُونَ

Yusuf berkata: "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu?".

"Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita ten-tang Yusuf dan saudaranya, dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." Maka ketika mereka masuk ke (tem-pat) Yusuf, mereka berkata, "Hai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan, dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersedekah." Yusuf berkata, "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu laku-kan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu." Mereka berkata, "Apakah kamu ini be-nar-benar Yusuf.' Yusuf menjawab, 'Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karuniaNya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka se-sungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik." Mereka berkata, "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)." Dia (Yusuf) berkata, "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." (Yusuf: 87-92).

(87) Maksudnya, Ya'qub berkata kepada anak-anaknya, ﴾ يَٰبَنِيَّ ٱذۡهَبُواْ فَتَحَسَّسُواْ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ ﴿ "Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya" maksudnya, bersemangat dan bersungguh-sungguhlah dalam mencari mereka berdua ﴾ وَلَا تَاْيۡـَٔسُواْ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِۖ ﴿ "dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah", karena opti-misme akan mendorong seorang hamba kepada usaha dan keteku-nan serius untuk mencapai apa yang diharapkannya. Sedangkan putus asa, hanya akan mengakibatkan perasaan berat dan berma-las-malasan baginya. Pengharapan yang paling utama diinginkan seorang hamba ialah kemurahan dan curahan kebaikan Allah, rah-mat dan kasihNya. ﴾ إِنَّهُۥ لَا يَاْيۡـَٔسُ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir", karena kekafiran mereka, maka mereka menjauhi rahmatNya dari diri me-reka. Dan (memang) rahmat Allah jauh dari mereka. Maka jangan-lah kalian menyerupai orang-orang kafir. Ayat ini menunjukkan bahwa sesuai kadar keimanan seorang hamba (kepada Allah), maka level pengharapannya kepada rahmat Allah dan kasihNya berada (pada kadar itu).

(88) Mereka pun bertolak berangkat. Ketika mereka masuk untuk menjumpai Yusuf, ﴾ قَالُواْ ﴿ "mereka berkata", dengan mengiba kepadanya, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهۡلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ فَأَوۡفِ لَنَا ٱلۡكَيۡلَ وَتَصَدَّقۡ عَلَيۡنَآۖ ﴿ "Hai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan, dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempur-nakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami", maksud-nya, kami dan keluarga telah terhimpit kesulitan ﴾ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ ﴿ "dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga", yaitu pembayaran yang tidak disukai, …

90

قَالُوٓا۟ أَءِنَّكَ لَأَنتَ يُوسُفُ ۖ قَالَ أَنَا۠ يُوسُفُ وَهَٰذَآ أَخِى ۖ قَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّهُۥ مَن يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Mereka berkata: "Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?". Yusuf menjawab: "Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami". Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik"

"Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita ten-tang Yusuf dan saudaranya, dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." Maka ketika mereka masuk ke (tem-pat) Yusuf, mereka berkata, "Hai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan, dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersedekah." Yusuf berkata, "Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu laku-kan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu." Mereka berkata, "Apakah kamu ini be-nar-benar Yusuf.' Yusuf menjawab, 'Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karuniaNya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka se-sungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik." Mereka berkata, "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)." Dia (Yusuf) berkata, "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." (Yusuf: 87-92).

(87) Maksudnya, Ya'qub berkata kepada anak-anaknya, ﴾ يَٰبَنِيَّ ٱذۡهَبُواْ فَتَحَسَّسُواْ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ ﴿ "Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya" maksudnya, bersemangat dan bersungguh-sungguhlah dalam mencari mereka berdua ﴾ وَلَا تَاْيۡـَٔسُواْ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِۖ ﴿ "dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah", karena opti-misme akan mendorong seorang hamba kepada usaha dan keteku-nan serius untuk mencapai apa yang diharapkannya. Sedangkan putus asa, hanya akan mengakibatkan perasaan berat dan berma-las-malasan baginya. Pengharapan yang paling utama diinginkan seorang hamba ialah kemurahan dan curahan kebaikan Allah, rah-mat dan kasihNya. ﴾ إِنَّهُۥ لَا يَاْيۡـَٔسُ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir", karena kekafiran mereka, maka mereka menjauhi rahmatNya dari diri me-reka. Dan (memang) rahmat Allah jauh dari mereka. Maka jangan-lah kalian menyerupai orang-orang kafir. Ayat ini menunjukkan bahwa sesuai kadar keimanan seorang hamba (kepada Allah), maka level pengharapannya kepada rahmat Allah dan kasihNya berada (pada kadar itu).

(88) Mereka pun bertolak berangkat. Ketika mereka masuk untuk menjumpai Yusuf, ﴾ قَالُواْ ﴿ "mereka berkata", dengan mengiba kepadanya, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهۡلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ فَأَوۡفِ لَنَا ٱلۡكَيۡلَ وَتَصَدَّقۡ عَلَيۡنَآۖ ﴿ "Hai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan, dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempur-nakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami", maksud-nya, kami dan keluarga telah terhimpit kesulitan ﴾ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ ﴿ "dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga", yaitu pembayaran yang tidak disukai, …

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.