Muslim99Muslim99
← Tafsir library

12. Yusuf

Joseph · Meccan · 111 ayahs

سُورَةُ يُوسُفَ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 21–30 of 111

21

وَقَالَ ٱلَّذِى ٱشْتَرَىٰهُ مِن مِّصْرَ لِٱمْرَأَتِهِۦٓ أَكْرِمِى مَثْوَىٰهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوْ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدًۭا ۚ وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلِنُعَلِّمَهُۥ مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمْرِهِۦ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya: "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak". Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta'bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.

"Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya, 'Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh ja-di dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak.' Dan demikian pulalah, Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan ke-padanya ta'bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusanNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya'." (Yusuf: 21).

(21) Ketika kafilah itu membawanya pergi menuju Mesir dan menjualnya di sana, ternyata seorang pembesar negeri Mesir mem-belinya. Setelah dia membelinya, dia terpukau dengannya sehingga berpesan kepada istrinya, ﴾ أَكۡرِمِي مَثۡوَىٰهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوۡ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدٗاۚ ﴿ "Berikan-lah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak", maksudnya barangkali dia dapat memberikan manfaat bagi kita sebagaimana manfaat yang bisa didapat dari seorang budak berupa berbagai macam pelayanan atau boleh jadi kita bisa bersenang-senang dengannya sebagaimana kita bisa bersenang-senang dengan anak-anak kita. Perkataan itu diungkapkan kemungkinan lantaran mereka belum dikarunia anak. ﴾ وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dan demikian pulalah, Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir)", maksudnya sebagaimana Kami telah memudahkan bagi Yusuf agar dibeli se-orang pejabat tinggi negeri Mesir dan memuliakannya dengan ben-tuk kemuliaan seperti itu, maka Kami juga menjadikan peristiwa ini sebagai mukadimah pemberian kekuasaan baginya di dunia me-lalui jalan ini. ﴾ وَلِنُعَلِّمَهُۥ مِن تَأۡوِيلِ ٱلۡأَحَادِيثِۚ ﴿ "Dan agar Kami ajarkan kepadanya ta'bir mimpi", jika dia tetap hidup tanpa kesibukan dan tanpa masa-lah kecuali (memperdalam) ilmu saja, maka keadaan (yang kondusif) itu merupakan salah satu faktor (yang memudahkan) ia mempela-jari ilmu yang banyak dari berbagai ilmu-ilmu hukum, ilmu takwil mimpi dan ilmu lainnya. ﴾ وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمۡرِهِۦ ﴿ "Dan Allah berkuasa terha-dap urusanNya", ketetapan Allah تعالى pasti berlaku, tidak ada pihak yang bisa menghentikannya, dan tidak ada sesuatu pun yang dapat menundukkannya. ﴾ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ ﴿ "Tetapi kebanyakan ma-nusia tidak mengetahuinya", karena itu terjadilah peristiwa itu dari mereka, dan muncul dari mereka usaha mengganjal ketetapan-ketetapan takdir Allah, padahal mereka itu tak berdaya dan sangat lemah untuk dapat melakukannya.

22

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُۥٓ ءَاتَيْنَٰهُ حُكْمًۭا وَعِلْمًۭا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

Dan tatkala dia cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

"Dan tatkala dia mencapai (usia) cukup dewasa, Kami beri-kan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (Yusuf: 22).

(22) Maksudnya, ﴾ وَلَمَّا بَلَغَ ﴿ "dan tatkala dia mencapai (usia)", yaitu Yusuf ﴾ أَشُدَّهُۥٓ ﴿ "cukup dewasa", maksudnya mencapai usia ke-sempurnaan kekuatan maknawi dan jasmaninya dan sudah layak untuk mengemban beban-beban yang berat berupa kenabian dan risalah, maka ﴾ ءَاتَيۡنَٰهُ حُكۡمٗا وَعِلۡمٗاۚ ﴿ "Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu", Kami jadikan ia sebagai nabi dan rasul, seorang ulama yang rabbani. ﴾ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik", dalam ibadahnya kepada al-Khaliq dengan mengerahkan kemampuan dan ketulusan saat mengerjakannya. Sedangkan bagi yang (berbuat baik) kepada sesama hamba Allah, (maka Kami memberikan balasan) dengan mencurahkan keman-faatan dan kebaikan kepada mereka. Di antara balasan Kami atas kebaikannya, Kami menganugerahinya ilmu yang berguna. Ini mengindikasikan bahwa Yusuf sudah mencapai tingkatan ihsan. Maka Allah mengaruniakan kepadanya hikmah dan ilmu yang banyak serta kenabian di antara manusia.

Cobaan yang besar ini lebih dahsyat bagi Yusuf daripada co-baan yang dilakukan saudara-saudaranya serta lebih berat dalam bersabar untuk menghadapinya. Pahalanya pun lebih besar, karena merupakan kesabaran yang bersifat ikthiyari (pilihan), padahal ba-nyak faktor yang bisa menyeretnya untuk melakukan hal itu. Lalu dia lebih mengutamakan kecintaan kepada Allah daripada fitnah itu. Sementara cobaan yang dihadapi dari saudara-saudaranya, kesabarannya bersifat idthirari (terpaksa) sebagaimana berbagai macam penyakit dan peristiwa yang tidak mengenakkan yang me-nimpa seseorang tanpa bisa mengelak. Tidak ada tempat berkelit kecuali dengan bersabar dalam menghadapinya, suka atau tidak.

23

وَرَٰوَدَتْهُ ٱلَّتِى هُوَ فِى بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِۦ وَغَلَّقَتِ ٱلْأَبْوَٰبَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ رَبِّىٓ أَحْسَنَ مَثْوَاىَ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini". Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik". Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.

"Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, 'Marilah ke sini.' Yusuf ber-kata, 'Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memper-lakukanku dengan baik.' Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu ter-masuk hamba-hamba Kami yang terpilih. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu, dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga terkoyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata, 'Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud serong dengan istrimu, selain dipen-jarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih.' Yusuf berkata, 'Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya),' dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya, 'Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar, dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf ter-masuk orang-orang yang benar.' Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang, berkatalah dia, 'Se-sungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, se-sungguhnya tipu daya kamu adalah besar.' (Hai) Yusuf, 'Berpaling-lah dari ini, dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah'." (Yusuf: 23-29).

(23-24) Hal itu, karena Yusuf عليه السلام tinggal di rumah al-Aziz dalam keadaan terhormat. Ia memiliki ketampanan, kesempurnaan dan daya pikat yang mengakibatkan, ﴾ وَرَٰوَدَتۡهُ ٱلَّتِي هُوَ فِي بَيۡتِهَا عَن نَّفۡسِهِۦ ﴿ "wa-nita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya)", maksudnya Yusuf adalah budak-nya, berada di bawah pengaturannya sementara tempat tinggal keduanya sama, hingga menjadi mudah untuk menjalankan per-buatan buruk tanpa disadari atau diketahui orang-orang. ﴾ وَ﴿ "Dan", tingkat beratnya musibah semakin bertambah dengan ﴾ غ َ ل ّ َ ق َ ت ِ ٱلۡأَبۡوَٰبَ ﴿ "dia menutup pintu-pintu" sehingga tempat menjadi benar-benar kosong, dan mereka berdua merasa aman dari kehadiran seseorang kepada mereka berdua karena pintu-pintu sudah terkunci. Sang wanita memintanya untuk menggaulinya, sembari berkata,﴾ هَيۡتَ لَكَۚ ﴿ "Marilah ke sini", lakukan perbuatan yang dibenci ini, marilah kemari! Ditambah lagi, ia orang asing (di sana), rasa malu orang seperti dirinya tidak seperti rasa malu yang muncul ketika ia berada di kampung halamannya sendiri dan di tengah orang-orang yang mengenalnya. Ia bagai tawanan di tangan wanita tersebut. Sedang-kan wanita itu adalah majikannya. Pada diri wanita itu terpancar kecantikan yang berpotensi untuk menyeret Yusuf menuju perbuat-an itu. Yusuf sendiri seorang pemuda lajang, yang diancam wanita itu dengan hukuman penjara atau siksa yang pedih bila tidak me-nyambut apa yang …

24

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهَٰنَ رَبِّهِۦ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلْفَحْشَآءَ ۚ إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُخْلَصِينَ

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.

"Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, 'Marilah ke sini.' Yusuf ber-kata, 'Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memper-lakukanku dengan baik.' Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu ter-masuk hamba-hamba Kami yang terpilih. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu, dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga terkoyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata, 'Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud serong dengan istrimu, selain dipen-jarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih.' Yusuf berkata, 'Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya),' dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya, 'Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar, dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf ter-masuk orang-orang yang benar.' Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang, berkatalah dia, 'Se-sungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, se-sungguhnya tipu daya kamu adalah besar.' (Hai) Yusuf, 'Berpaling-lah dari ini, dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah'." (Yusuf: 23-29).

(23-24) Hal itu, karena Yusuf عليه السلام tinggal di rumah al-Aziz dalam keadaan terhormat. Ia memiliki ketampanan, kesempurnaan dan daya pikat yang mengakibatkan, ﴾ وَرَٰوَدَتۡهُ ٱلَّتِي هُوَ فِي بَيۡتِهَا عَن نَّفۡسِهِۦ ﴿ "wa-nita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya)", maksudnya Yusuf adalah budak-nya, berada di bawah pengaturannya sementara tempat tinggal keduanya sama, hingga menjadi mudah untuk menjalankan per-buatan buruk tanpa disadari atau diketahui orang-orang. ﴾ وَ﴿ "Dan", tingkat beratnya musibah semakin bertambah dengan ﴾ غ َ ل ّ َ ق َ ت ِ ٱلۡأَبۡوَٰبَ ﴿ "dia menutup pintu-pintu" sehingga tempat menjadi benar-benar kosong, dan mereka berdua merasa aman dari kehadiran seseorang kepada mereka berdua karena pintu-pintu sudah terkunci. Sang wanita memintanya untuk menggaulinya, sembari berkata,﴾ هَيۡتَ لَكَۚ ﴿ "Marilah ke sini", lakukan perbuatan yang dibenci ini, marilah kemari! Ditambah lagi, ia orang asing (di sana), rasa malu orang seperti dirinya tidak seperti rasa malu yang muncul ketika ia berada di kampung halamannya sendiri dan di tengah orang-orang yang mengenalnya. Ia bagai tawanan di tangan wanita tersebut. Sedang-kan wanita itu adalah majikannya. Pada diri wanita itu terpancar kecantikan yang berpotensi untuk menyeret Yusuf menuju perbuat-an itu. Yusuf sendiri seorang pemuda lajang, yang diancam wanita itu dengan hukuman penjara atau siksa yang pedih bila tidak me-nyambut apa yang …

25

وَٱسْتَبَقَا ٱلْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُۥ مِن دُبُرٍۢ وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَا ٱلْبَابِ ۚ قَالَتْ مَا جَزَآءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوٓءًا إِلَّآ أَن يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌۭ

Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata: "Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?"

"Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, 'Marilah ke sini.' Yusuf ber-kata, 'Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memper-lakukanku dengan baik.' Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu ter-masuk hamba-hamba Kami yang terpilih. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu, dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga terkoyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata, 'Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud serong dengan istrimu, selain dipen-jarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih.' Yusuf berkata, 'Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya),' dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya, 'Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar, dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf ter-masuk orang-orang yang benar.' Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang, berkatalah dia, 'Se-sungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, se-sungguhnya tipu daya kamu adalah besar.' (Hai) Yusuf, 'Berpaling-lah dari ini, dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah'." (Yusuf: 23-29).

(23-24) Hal itu, karena Yusuf عليه السلام tinggal di rumah al-Aziz dalam keadaan terhormat. Ia memiliki ketampanan, kesempurnaan dan daya pikat yang mengakibatkan, ﴾ وَرَٰوَدَتۡهُ ٱلَّتِي هُوَ فِي بَيۡتِهَا عَن نَّفۡسِهِۦ ﴿ "wa-nita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya)", maksudnya Yusuf adalah budak-nya, berada di bawah pengaturannya sementara tempat tinggal keduanya sama, hingga menjadi mudah untuk menjalankan per-buatan buruk tanpa disadari atau diketahui orang-orang. ﴾ وَ﴿ "Dan", tingkat beratnya musibah semakin bertambah dengan ﴾ غ َ ل ّ َ ق َ ت ِ ٱلۡأَبۡوَٰبَ ﴿ "dia menutup pintu-pintu" sehingga tempat menjadi benar-benar kosong, dan mereka berdua merasa aman dari kehadiran seseorang kepada mereka berdua karena pintu-pintu sudah terkunci. Sang wanita memintanya untuk menggaulinya, sembari berkata,﴾ هَيۡتَ لَكَۚ ﴿ "Marilah ke sini", lakukan perbuatan yang dibenci ini, marilah kemari! Ditambah lagi, ia orang asing (di sana), rasa malu orang seperti dirinya tidak seperti rasa malu yang muncul ketika ia berada di kampung halamannya sendiri dan di tengah orang-orang yang mengenalnya. Ia bagai tawanan di tangan wanita tersebut. Sedang-kan wanita itu adalah majikannya. Pada diri wanita itu terpancar kecantikan yang berpotensi untuk menyeret Yusuf menuju perbuat-an itu. Yusuf sendiri seorang pemuda lajang, yang diancam wanita itu dengan hukuman penjara atau siksa yang pedih bila tidak me-nyambut apa yang …

26

قَالَ هِىَ رَٰوَدَتْنِى عَن نَّفْسِى ۚ وَشَهِدَ شَاهِدٌۭ مِّنْ أَهْلِهَآ إِن كَانَ قَمِيصُهُۥ قُدَّ مِن قُبُلٍۢ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ ٱلْكَٰذِبِينَ

Yusuf berkata: "Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)", dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: "Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.

"Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, 'Marilah ke sini.' Yusuf ber-kata, 'Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memper-lakukanku dengan baik.' Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu ter-masuk hamba-hamba Kami yang terpilih. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu, dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga terkoyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata, 'Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud serong dengan istrimu, selain dipen-jarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih.' Yusuf berkata, 'Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya),' dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya, 'Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar, dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf ter-masuk orang-orang yang benar.' Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang, berkatalah dia, 'Se-sungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, se-sungguhnya tipu daya kamu adalah besar.' (Hai) Yusuf, 'Berpaling-lah dari ini, dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah'." (Yusuf: 23-29).

(23-24) Hal itu, karena Yusuf عليه السلام tinggal di rumah al-Aziz dalam keadaan terhormat. Ia memiliki ketampanan, kesempurnaan dan daya pikat yang mengakibatkan, ﴾ وَرَٰوَدَتۡهُ ٱلَّتِي هُوَ فِي بَيۡتِهَا عَن نَّفۡسِهِۦ ﴿ "wa-nita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya)", maksudnya Yusuf adalah budak-nya, berada di bawah pengaturannya sementara tempat tinggal keduanya sama, hingga menjadi mudah untuk menjalankan per-buatan buruk tanpa disadari atau diketahui orang-orang. ﴾ وَ﴿ "Dan", tingkat beratnya musibah semakin bertambah dengan ﴾ غ َ ل ّ َ ق َ ت ِ ٱلۡأَبۡوَٰبَ ﴿ "dia menutup pintu-pintu" sehingga tempat menjadi benar-benar kosong, dan mereka berdua merasa aman dari kehadiran seseorang kepada mereka berdua karena pintu-pintu sudah terkunci. Sang wanita memintanya untuk menggaulinya, sembari berkata,﴾ هَيۡتَ لَكَۚ ﴿ "Marilah ke sini", lakukan perbuatan yang dibenci ini, marilah kemari! Ditambah lagi, ia orang asing (di sana), rasa malu orang seperti dirinya tidak seperti rasa malu yang muncul ketika ia berada di kampung halamannya sendiri dan di tengah orang-orang yang mengenalnya. Ia bagai tawanan di tangan wanita tersebut. Sedang-kan wanita itu adalah majikannya. Pada diri wanita itu terpancar kecantikan yang berpotensi untuk menyeret Yusuf menuju perbuat-an itu. Yusuf sendiri seorang pemuda lajang, yang diancam wanita itu dengan hukuman penjara atau siksa yang pedih bila tidak me-nyambut apa yang …

27

وَإِن كَانَ قَمِيصُهُۥ قُدَّ مِن دُبُرٍۢ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar".

"Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, 'Marilah ke sini.' Yusuf ber-kata, 'Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memper-lakukanku dengan baik.' Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu ter-masuk hamba-hamba Kami yang terpilih. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu, dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga terkoyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata, 'Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud serong dengan istrimu, selain dipen-jarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih.' Yusuf berkata, 'Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya),' dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya, 'Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar, dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf ter-masuk orang-orang yang benar.' Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang, berkatalah dia, 'Se-sungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, se-sungguhnya tipu daya kamu adalah besar.' (Hai) Yusuf, 'Berpaling-lah dari ini, dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah'." (Yusuf: 23-29).

(23-24) Hal itu, karena Yusuf عليه السلام tinggal di rumah al-Aziz dalam keadaan terhormat. Ia memiliki ketampanan, kesempurnaan dan daya pikat yang mengakibatkan, ﴾ وَرَٰوَدَتۡهُ ٱلَّتِي هُوَ فِي بَيۡتِهَا عَن نَّفۡسِهِۦ ﴿ "wa-nita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya)", maksudnya Yusuf adalah budak-nya, berada di bawah pengaturannya sementara tempat tinggal keduanya sama, hingga menjadi mudah untuk menjalankan per-buatan buruk tanpa disadari atau diketahui orang-orang. ﴾ وَ﴿ "Dan", tingkat beratnya musibah semakin bertambah dengan ﴾ غ َ ل ّ َ ق َ ت ِ ٱلۡأَبۡوَٰبَ ﴿ "dia menutup pintu-pintu" sehingga tempat menjadi benar-benar kosong, dan mereka berdua merasa aman dari kehadiran seseorang kepada mereka berdua karena pintu-pintu sudah terkunci. Sang wanita memintanya untuk menggaulinya, sembari berkata,﴾ هَيۡتَ لَكَۚ ﴿ "Marilah ke sini", lakukan perbuatan yang dibenci ini, marilah kemari! Ditambah lagi, ia orang asing (di sana), rasa malu orang seperti dirinya tidak seperti rasa malu yang muncul ketika ia berada di kampung halamannya sendiri dan di tengah orang-orang yang mengenalnya. Ia bagai tawanan di tangan wanita tersebut. Sedang-kan wanita itu adalah majikannya. Pada diri wanita itu terpancar kecantikan yang berpotensi untuk menyeret Yusuf menuju perbuat-an itu. Yusuf sendiri seorang pemuda lajang, yang diancam wanita itu dengan hukuman penjara atau siksa yang pedih bila tidak me-nyambut apa yang …

28

فَلَمَّا رَءَا قَمِيصَهُۥ قُدَّ مِن دُبُرٍۢ قَالَ إِنَّهُۥ مِن كَيْدِكُنَّ ۖ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌۭ

Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: "Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar".

"Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, 'Marilah ke sini.' Yusuf ber-kata, 'Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memper-lakukanku dengan baik.' Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu ter-masuk hamba-hamba Kami yang terpilih. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu, dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga terkoyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata, 'Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud serong dengan istrimu, selain dipen-jarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih.' Yusuf berkata, 'Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya),' dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya, 'Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar, dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf ter-masuk orang-orang yang benar.' Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang, berkatalah dia, 'Se-sungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, se-sungguhnya tipu daya kamu adalah besar.' (Hai) Yusuf, 'Berpaling-lah dari ini, dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah'." (Yusuf: 23-29).

(23-24) Hal itu, karena Yusuf عليه السلام tinggal di rumah al-Aziz dalam keadaan terhormat. Ia memiliki ketampanan, kesempurnaan dan daya pikat yang mengakibatkan, ﴾ وَرَٰوَدَتۡهُ ٱلَّتِي هُوَ فِي بَيۡتِهَا عَن نَّفۡسِهِۦ ﴿ "wa-nita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya)", maksudnya Yusuf adalah budak-nya, berada di bawah pengaturannya sementara tempat tinggal keduanya sama, hingga menjadi mudah untuk menjalankan per-buatan buruk tanpa disadari atau diketahui orang-orang. ﴾ وَ﴿ "Dan", tingkat beratnya musibah semakin bertambah dengan ﴾ غ َ ل ّ َ ق َ ت ِ ٱلۡأَبۡوَٰبَ ﴿ "dia menutup pintu-pintu" sehingga tempat menjadi benar-benar kosong, dan mereka berdua merasa aman dari kehadiran seseorang kepada mereka berdua karena pintu-pintu sudah terkunci. Sang wanita memintanya untuk menggaulinya, sembari berkata,﴾ هَيۡتَ لَكَۚ ﴿ "Marilah ke sini", lakukan perbuatan yang dibenci ini, marilah kemari! Ditambah lagi, ia orang asing (di sana), rasa malu orang seperti dirinya tidak seperti rasa malu yang muncul ketika ia berada di kampung halamannya sendiri dan di tengah orang-orang yang mengenalnya. Ia bagai tawanan di tangan wanita tersebut. Sedang-kan wanita itu adalah majikannya. Pada diri wanita itu terpancar kecantikan yang berpotensi untuk menyeret Yusuf menuju perbuat-an itu. Yusuf sendiri seorang pemuda lajang, yang diancam wanita itu dengan hukuman penjara atau siksa yang pedih bila tidak me-nyambut apa yang …

29

يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا ۚ وَٱسْتَغْفِرِى لِذَنۢبِكِ ۖ إِنَّكِ كُنتِ مِنَ ٱلْخَاطِـِٔينَ

(Hai) Yusuf: "Berpalinglah dari ini, dan (kamu hai isteriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah".

"Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, 'Marilah ke sini.' Yusuf ber-kata, 'Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memper-lakukanku dengan baik.' Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu ter-masuk hamba-hamba Kami yang terpilih. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu, dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga terkoyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata, 'Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud serong dengan istrimu, selain dipen-jarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih.' Yusuf berkata, 'Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya),' dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya, 'Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar, dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf ter-masuk orang-orang yang benar.' Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang, berkatalah dia, 'Se-sungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, se-sungguhnya tipu daya kamu adalah besar.' (Hai) Yusuf, 'Berpaling-lah dari ini, dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah'." (Yusuf: 23-29).

(23-24) Hal itu, karena Yusuf عليه السلام tinggal di rumah al-Aziz dalam keadaan terhormat. Ia memiliki ketampanan, kesempurnaan dan daya pikat yang mengakibatkan, ﴾ وَرَٰوَدَتۡهُ ٱلَّتِي هُوَ فِي بَيۡتِهَا عَن نَّفۡسِهِۦ ﴿ "wa-nita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya)", maksudnya Yusuf adalah budak-nya, berada di bawah pengaturannya sementara tempat tinggal keduanya sama, hingga menjadi mudah untuk menjalankan per-buatan buruk tanpa disadari atau diketahui orang-orang. ﴾ وَ﴿ "Dan", tingkat beratnya musibah semakin bertambah dengan ﴾ غ َ ل ّ َ ق َ ت ِ ٱلۡأَبۡوَٰبَ ﴿ "dia menutup pintu-pintu" sehingga tempat menjadi benar-benar kosong, dan mereka berdua merasa aman dari kehadiran seseorang kepada mereka berdua karena pintu-pintu sudah terkunci. Sang wanita memintanya untuk menggaulinya, sembari berkata,﴾ هَيۡتَ لَكَۚ ﴿ "Marilah ke sini", lakukan perbuatan yang dibenci ini, marilah kemari! Ditambah lagi, ia orang asing (di sana), rasa malu orang seperti dirinya tidak seperti rasa malu yang muncul ketika ia berada di kampung halamannya sendiri dan di tengah orang-orang yang mengenalnya. Ia bagai tawanan di tangan wanita tersebut. Sedang-kan wanita itu adalah majikannya. Pada diri wanita itu terpancar kecantikan yang berpotensi untuk menyeret Yusuf menuju perbuat-an itu. Yusuf sendiri seorang pemuda lajang, yang diancam wanita itu dengan hukuman penjara atau siksa yang pedih bila tidak me-nyambut apa yang …

30

۞ وَقَالَ نِسْوَةٌۭ فِى ٱلْمَدِينَةِ ٱمْرَأَتُ ٱلْعَزِيزِ تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا عَن نَّفْسِهِۦ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَىٰهَا فِى ضَلَٰلٍۢ مُّبِينٍۢ

Dan wanita-wanita di kota berkata: "Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata".

"Dan wanita-wanita di kota berkata, 'Istri al-Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sungguh cinta-nya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.' Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf), 'Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka.' Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata, 'Ma-hasempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.' Wanita itu berkata, 'Itulah orang yang mana kamu mencelaku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak menaati apa yang aku perintahkan kepadanya, nis-caya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina.' Yusuf berkata, 'Wahai Rabbku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika Eng-kau tidak hindarkan diriku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.' Maka Rabbnya memperkenan-kan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya me-reka. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjara-kannya sampai suatu saat nanti." (Yusuf: 30-35).

(30) Maksudnya bahwa berita tersebut menjadi populer dan menyebar seantero negeri. Kaum wanita membicarakannya dan mulai mencibir dan mengatakan, ﴾ ٱمۡرَأَتُ ٱلۡعَزِيزِ تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا عَن نَّفۡسِهِۦۖ قَدۡ شَغَفَهَا حُبًّاۖ ﴿ "Istri al-Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepada-nya), sungguh cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam", maksudnya itu adalah kejadian yang buruk! Ia adalah seorang wa-nita berderajat tinggi, suaminya pun orang berkedudukan. Kendati-pun demikian, ternyata ia masih menggoda budak lelakinya yang berada di bawah kekuasaan dan bertugas melayaninya. Bersama ini semua, kecintaan kepadanya (Yusuf) sudah menempati hatinya pada kadar yang sangat kuat. ﴾ قَدۡ شَغَفَهَا حُبًّاۖ ﴿ "Sungguh cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam", kecintaan sang wanita itu ke-pada Yusuf sudah mencapai relung hatinya, yaitu batin dan jantung hatinya. Itu adalah kecintaan yang paling tinggi. ﴾ إِنَّا لَنَرَىٰهَا فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ﴿ "Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata", di mana kondisi ini terdapat padanya, yang mana kondisi ini tidak la-yak bersumber darinya. Itu merupakan sebuah kejadian yang akan mendiskreditkan kedudukannya dan menghinakannya di tengah orang-orang.

(31) Pernyataan tersebut hanyalah bentuk tipu daya wanita-wanita itu saja, bukan murni untuk mencerca dan menghinanya. Tetapi mereka menjadikan perkataan tadi sebagai jembatan yang akan mengantarkan mereka guna menyaksikan Yusuf yang …

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.