Muslim99Muslim99
← Tafsir library

10. Yunus

Jonas · Meccan · 109 ayahs

سُورَةُ يُونُسَ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 11–20 of 109

11

۞ وَلَوْ يُعَجِّلُ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ ٱلشَّرَّ ٱسْتِعْجَالَهُم بِٱلْخَيْرِ لَقُضِىَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ ۖ فَنَذَرُ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا فِى طُغْيَٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimangan di dalam kesesatan mereka.

"Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan keburukan bagi manusia sebagaimana permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bingung di dalam kesesatan mereka." (Yunus: 11).

(11) Ini termasuk kasih sayang dan kebaikan Allah kepada hamba-hambaNya bahwa seandainya Dia menyegerakan keburukan dan hukuman kepada mereka jika mereka melakukan sebab-sebab-nya sebagaimana Dia menyegerakan kebaikan kepada mereka jika mereka melakukan sebab-sebabnya ﴾ لَقُضِيَ إِلَيۡهِمۡ أَجَلُهُمۡۖ ﴿ "pastilah diakhiri umur mereka." Yakni hukuman itu akan membinasakan mereka, akan tetapi Allah memberi tempo kepada mereka dan tidak melalaikan mereka, Dia memaafkan banyak hak-hakNya, seandainya Dia meng-hukum manusia karena kezhalimannya, pastilah Dia tidak mem-biarkan seorang pun di muka bumi, termasuk dalam hal ini adalah bahwa seorang hamba jika dia marah kepada anak-anaknya atau keluarganya atau hartanya bisa saja dia mendoakan tidak baik yang mungkin saja jika dikabulkan pastilah mereka binasa, dan hal itu sangat merugikannya, akan tetapi Allah Mahabijaksana dan Maha-lembut. FirmanNya, ﴾ فَنَذَرُ ٱلَّذِينَ لَا يَرۡجُونَ لِقَآءَنَا ﴿ "Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami," yakni tidak beriman kepada akhirat, oleh karena itu dia tidak bersiap-siap un-tuknya dan melakukan apa yang menyelamatkan mereka dari azab Allah. FirmanNya ﴾ فِي طُغۡيَٰنِهِمۡ يَعۡمَهُونَ ﴿ "bingung di dalam kesesatan mereka", yakni kebatilan di mana mereka melebihi batas-batas kebenaran. ﴾ يَعۡمَهُونَ ﴿ "bingung", mondar-mandir kebingungan, tidak mengetahui jalan, tidak dibimbing kepada jalan yang lurus. Hal itu sebagai hu-kuman kepada mereka atas kezhaliman dan kekufuran mereka kepada ayat-ayat Allah.

12

وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَٰنَ ٱلضُّرُّ دَعَانَا لِجَنۢبِهِۦٓ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَآئِمًۭا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُۥ مَرَّ كَأَن لَّمْ يَدْعُنَآ إِلَىٰ ضُرٍّۢ مَّسَّهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.

"Dan apabila manusia ditimpa bahaya, maka dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi tatkala Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Be-gitulah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas itu apa yang selalu mereka kerjakan." (Yunus: 12).

(12) Ini adalah penjelasan tentang tabiat dasar manusia, bahwa jika ditimpa kesulitan berupa penyakit atau musibah, maka dia bersungguh-sungguh berdoa, memohon kepada Allah di setiap keadaannya dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring, dia terus menerus berdoa agar Allah mengangkat kesulitannya. ﴾ فَلَمَّا كَشَفۡنَا عَنۡهُ ضُرَّهُۥ مَرَّ كَأَن لَّمۡ يَدۡعُنَآ إِلَىٰ ضُرّٖ مَّسَّهُۥۚ ﴿ "Tetapi tatkala Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya." Maksudnya terus dalam kelalaiannya, berpaling dari Rabbnya seolah-olah dia tidak ditimpa kesulitan yang telah Allah hilangkan. Kezhaliman mana yang lebih besar daripada ini? Dia meminta kepada Rabbnya agar mewujudkan maksudnya, lalu ketika Dia memberikannya, maka hamba itu tidak memperhatikan hak Rabbnya seolah-olah Rabbnya tidak memiliki hak atasnya. Ini ada-lah bentuk pemberian rasa indah dari setan, dia menjadikan apa yang buruk dan busuk menurut akal dan fitrah sebagai sesuatu yang baik. ﴾ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلۡمُسۡرِفِينَ ﴿ "Begitulah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas itu", yaitu yang melanggar aturan-aturan Allah, ﴾ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ apa yang selalu mereka kerjakan."

13

وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا ٱلْقُرُونَ مِن قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُوا۟ ۙ وَجَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ وَمَا كَانُوا۟ لِيُؤْمِنُوا۟ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْقَوْمَ ٱلْمُجْرِمِينَ

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.

"Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezhaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa. Kemudian Kami menjadikanmu sebagai pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat." (Yunus: 13-14).

(13) Allah memberitahukan bahwa Dia membinasakan umat-umat yang telah lampau karena kezhaliman dan kekufuran mereka setelah datangnya keterangan yang jelas kepada mereka melalui tangan para rasul untuk menjelaskan kebenaran, tetapi me-reka menolak tunduk kepadanya dan tidak beriman, maka Allah menurunkan siksanya yang tidak bisa ditolak yang menimpa semua pendosa yang berani melanggar batasan-batasan Allah. Ini adalah sunnatullah pada seluruh umat.

(14) ﴾ ثُمَّ جَعَلۡنَٰكُمۡ ﴿ "Kemudian Kami menjadikanmu." Yaitu, orang-orang yang ayat ini ditujukan kepadanya. ﴾ خَلَٰٓئِفَ فِي ٱلۡأَرۡضِ مِنۢ بَعۡدِهِمۡ لِنَنظُرَ كَيۡفَ تَعۡمَلُونَ ﴿ "Sebagai pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat." Jika ka-mu mengambil pelajaran dan nasihat dari orang-orang sebelummu, mengikuti ayat-ayat Allah, membenarkan rasul-rasulNya, niscaya kamu selamat di dunia dan akhirat. Jika kamu berbuat seperti apa yang diperbuat oleh orang-orang zhalim sebelummu, niscaya Dia menurunkan kepadamu azab yang telah Dia turunkan kepada me-reka, dan siapa yang memberi peringatan maka dia telah memiliki (alasan) udzur (di hadapan Allah).

14

ثُمَّ جَعَلْنَٰكُمْ خَلَٰٓئِفَ فِى ٱلْأَرْضِ مِنۢ بَعْدِهِمْ لِنَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.

"Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezhaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa. Kemudian Kami menjadikanmu sebagai pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat." (Yunus: 13-14).

(13) Allah memberitahukan bahwa Dia membinasakan umat-umat yang telah lampau karena kezhaliman dan kekufuran mereka setelah datangnya keterangan yang jelas kepada mereka melalui tangan para rasul untuk menjelaskan kebenaran, tetapi me-reka menolak tunduk kepadanya dan tidak beriman, maka Allah menurunkan siksanya yang tidak bisa ditolak yang menimpa semua pendosa yang berani melanggar batasan-batasan Allah. Ini adalah sunnatullah pada seluruh umat.

(14) ﴾ ثُمَّ جَعَلۡنَٰكُمۡ ﴿ "Kemudian Kami menjadikanmu." Yaitu, orang-orang yang ayat ini ditujukan kepadanya. ﴾ خَلَٰٓئِفَ فِي ٱلۡأَرۡضِ مِنۢ بَعۡدِهِمۡ لِنَنظُرَ كَيۡفَ تَعۡمَلُونَ ﴿ "Sebagai pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat." Jika ka-mu mengambil pelajaran dan nasihat dari orang-orang sebelummu, mengikuti ayat-ayat Allah, membenarkan rasul-rasulNya, niscaya kamu selamat di dunia dan akhirat. Jika kamu berbuat seperti apa yang diperbuat oleh orang-orang zhalim sebelummu, niscaya Dia menurunkan kepadamu azab yang telah Dia turunkan kepada me-reka, dan siapa yang memberi peringatan maka dia telah memiliki (alasan) udzur (di hadapan Allah).

15

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَاتُنَا بَيِّنَٰتٍۢ ۙ قَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا ٱئْتِ بِقُرْءَانٍ غَيْرِ هَٰذَآ أَوْ بَدِّلْهُ ۚ قُلْ مَا يَكُونُ لِىٓ أَنْ أُبَدِّلَهُۥ مِن تِلْقَآئِ نَفْسِىٓ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّى عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍۢ

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata: "Datangkanlah Al Quran yang lain dari ini atau gantilah dia". Katakanlah: "Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)".

"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, maka orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata, 'Datangkanlah al-Qur`an yang lain dari ini atau gantilah ia.' Katakanlah (wahai Muhammad), 'Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Rabbku kepada siksa hari yang besar (Kiamat).' Katakanlah (wahai Muhammad), 'Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu, dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu.' Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya (al-Qur`an turun). Maka apakah kamu tidak memikirkannya? Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayatNya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa." (Yunus: 15-17).

(15) Allah menyebutkan penentangan orang-orang yang mendustakan RasulNya, Muhammad bahwa jika ayat-ayat Allah yang ada di dalam al-Qur`an yang menjelaskan kebenaran dibacakan kepada mereka, maka mereka berpaling darinya, mereka menun-jukkan penentangan, dengan keberanian dan kezhaliman mereka berkata, ﴾ ٱئۡتِ بِقُرۡءَانٍ غَيۡرِ هَٰذَآ أَوۡ بَدِّلۡهُۚ ﴿ "Datangkanlah al-Qur`an yang lain dari ini atau gantilah ia." Semoga Allah menimpakan keburukan kepada mereka, betapa beraninya mereka kepada Allah, betapa besarnya kezhaliman dan penolakan mereka terhadap ayat-ayatNya. Maka Allah memerintahkan Rasulullah yang agung agar menjawab me-reka, ﴾ قُلۡ مَا يَكُونُ لِيٓ ﴿ "Katakanlah (wahai Muhammad), 'Tidaklah patut bagiku", yakni tidak pantas dan tidak layak ﴾ أَنۡ أُبَدِّلَهُۥ مِن تِلۡقَآيِٕ نَفۡسِيٓۖ ﴿ "meng-gantinya dari pihak diriku sendiri." Aku hanya seorang Rasul murni, aku tidak memiliki sesuatu hak pun dari perkara ini,﴾ إِنۡ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّۖ ﴿ "aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku." Aku tidak memiliki (hak) selain itu karena aku hanyalah seorang hamba yang tunduk. ﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ إِنۡ عَصَيۡتُ رَبِّي عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Rabbku kepada siksa hari yang besar (Kiamat)." Ini ada-lah ucapan dan adab makhluk terbaik kepada wahyu dan perintah Rabbnya. Lalu bagaimana dengan orang-orang bodoh yang sesat yang mengumpulkan antara kebodohan, kesesatan, kezhaliman, penentangan, pengingkaran dan pelemahan terhadap Rabbul 'alamin. Apakah mereka tidak takut azab hari yang besar? Jika mereka meng-klaim bahwa maksud mereka adalah agar tersibak kebenaran dengan ayat-ayat yang mereka tuntut maka mereka telah berdusta dalam hal ini, karena Allah telah menjelaskan ayat-ayat yang semestinya membuat orang beriman, Dia-lah yang mengaturnya bagaimana Dia berkehendak yang mengikuti kepada hikmah Rabbaniyah dan rahmatNya kepada hamba-hambaNya.

(16) ﴾ قُل لَّوۡ شَآءَ ٱللَّهُ مَا تَلَوۡتُهُۥ عَلَيۡكُمۡ وَلَآ أَدۡرَىٰكُم بِهِۦۖ فَقَدۡ لَبِثۡتُ فِيكُمۡ عُمُرٗا ﴿ "Katakanlah (wahai Muhammad), 'Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahu-kannya kepadamu.' Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama." Dengan waktu …

16

قُل لَّوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا تَلَوْتُهُۥ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَدْرَىٰكُم بِهِۦ ۖ فَقَدْ لَبِثْتُ فِيكُمْ عُمُرًۭا مِّن قَبْلِهِۦٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Katakanlah: "Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu". Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?

"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, maka orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata, 'Datangkanlah al-Qur`an yang lain dari ini atau gantilah ia.' Katakanlah (wahai Muhammad), 'Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Rabbku kepada siksa hari yang besar (Kiamat).' Katakanlah (wahai Muhammad), 'Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu, dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu.' Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya (al-Qur`an turun). Maka apakah kamu tidak memikirkannya? Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayatNya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa." (Yunus: 15-17).

(15) Allah menyebutkan penentangan orang-orang yang mendustakan RasulNya, Muhammad bahwa jika ayat-ayat Allah yang ada di dalam al-Qur`an yang menjelaskan kebenaran dibacakan kepada mereka, maka mereka berpaling darinya, mereka menun-jukkan penentangan, dengan keberanian dan kezhaliman mereka berkata, ﴾ ٱئۡتِ بِقُرۡءَانٍ غَيۡرِ هَٰذَآ أَوۡ بَدِّلۡهُۚ ﴿ "Datangkanlah al-Qur`an yang lain dari ini atau gantilah ia." Semoga Allah menimpakan keburukan kepada mereka, betapa beraninya mereka kepada Allah, betapa besarnya kezhaliman dan penolakan mereka terhadap ayat-ayatNya. Maka Allah memerintahkan Rasulullah yang agung agar menjawab me-reka, ﴾ قُلۡ مَا يَكُونُ لِيٓ ﴿ "Katakanlah (wahai Muhammad), 'Tidaklah patut bagiku", yakni tidak pantas dan tidak layak ﴾ أَنۡ أُبَدِّلَهُۥ مِن تِلۡقَآيِٕ نَفۡسِيٓۖ ﴿ "meng-gantinya dari pihak diriku sendiri." Aku hanya seorang Rasul murni, aku tidak memiliki sesuatu hak pun dari perkara ini,﴾ إِنۡ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّۖ ﴿ "aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku." Aku tidak memiliki (hak) selain itu karena aku hanyalah seorang hamba yang tunduk. ﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ إِنۡ عَصَيۡتُ رَبِّي عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Rabbku kepada siksa hari yang besar (Kiamat)." Ini ada-lah ucapan dan adab makhluk terbaik kepada wahyu dan perintah Rabbnya. Lalu bagaimana dengan orang-orang bodoh yang sesat yang mengumpulkan antara kebodohan, kesesatan, kezhaliman, penentangan, pengingkaran dan pelemahan terhadap Rabbul 'alamin. Apakah mereka tidak takut azab hari yang besar? Jika mereka meng-klaim bahwa maksud mereka adalah agar tersibak kebenaran dengan ayat-ayat yang mereka tuntut maka mereka telah berdusta dalam hal ini, karena Allah telah menjelaskan ayat-ayat yang semestinya membuat orang beriman, Dia-lah yang mengaturnya bagaimana Dia berkehendak yang mengikuti kepada hikmah Rabbaniyah dan rahmatNya kepada hamba-hambaNya.

(16) ﴾ قُل لَّوۡ شَآءَ ٱللَّهُ مَا تَلَوۡتُهُۥ عَلَيۡكُمۡ وَلَآ أَدۡرَىٰكُم بِهِۦۖ فَقَدۡ لَبِثۡتُ فِيكُمۡ عُمُرٗا ﴿ "Katakanlah (wahai Muhammad), 'Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahu-kannya kepadamu.' Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama." Dengan waktu …

17

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَٰتِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْمُجْرِمُونَ

Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.

"Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, maka orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata, 'Datangkanlah al-Qur`an yang lain dari ini atau gantilah ia.' Katakanlah (wahai Muhammad), 'Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Rabbku kepada siksa hari yang besar (Kiamat).' Katakanlah (wahai Muhammad), 'Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu, dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu.' Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya (al-Qur`an turun). Maka apakah kamu tidak memikirkannya? Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayatNya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa." (Yunus: 15-17).

(15) Allah menyebutkan penentangan orang-orang yang mendustakan RasulNya, Muhammad bahwa jika ayat-ayat Allah yang ada di dalam al-Qur`an yang menjelaskan kebenaran dibacakan kepada mereka, maka mereka berpaling darinya, mereka menun-jukkan penentangan, dengan keberanian dan kezhaliman mereka berkata, ﴾ ٱئۡتِ بِقُرۡءَانٍ غَيۡرِ هَٰذَآ أَوۡ بَدِّلۡهُۚ ﴿ "Datangkanlah al-Qur`an yang lain dari ini atau gantilah ia." Semoga Allah menimpakan keburukan kepada mereka, betapa beraninya mereka kepada Allah, betapa besarnya kezhaliman dan penolakan mereka terhadap ayat-ayatNya. Maka Allah memerintahkan Rasulullah yang agung agar menjawab me-reka, ﴾ قُلۡ مَا يَكُونُ لِيٓ ﴿ "Katakanlah (wahai Muhammad), 'Tidaklah patut bagiku", yakni tidak pantas dan tidak layak ﴾ أَنۡ أُبَدِّلَهُۥ مِن تِلۡقَآيِٕ نَفۡسِيٓۖ ﴿ "meng-gantinya dari pihak diriku sendiri." Aku hanya seorang Rasul murni, aku tidak memiliki sesuatu hak pun dari perkara ini,﴾ إِنۡ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّۖ ﴿ "aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku." Aku tidak memiliki (hak) selain itu karena aku hanyalah seorang hamba yang tunduk. ﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ إِنۡ عَصَيۡتُ رَبِّي عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Rabbku kepada siksa hari yang besar (Kiamat)." Ini ada-lah ucapan dan adab makhluk terbaik kepada wahyu dan perintah Rabbnya. Lalu bagaimana dengan orang-orang bodoh yang sesat yang mengumpulkan antara kebodohan, kesesatan, kezhaliman, penentangan, pengingkaran dan pelemahan terhadap Rabbul 'alamin. Apakah mereka tidak takut azab hari yang besar? Jika mereka meng-klaim bahwa maksud mereka adalah agar tersibak kebenaran dengan ayat-ayat yang mereka tuntut maka mereka telah berdusta dalam hal ini, karena Allah telah menjelaskan ayat-ayat yang semestinya membuat orang beriman, Dia-lah yang mengaturnya bagaimana Dia berkehendak yang mengikuti kepada hikmah Rabbaniyah dan rahmatNya kepada hamba-hambaNya.

(16) ﴾ قُل لَّوۡ شَآءَ ٱللَّهُ مَا تَلَوۡتُهُۥ عَلَيۡكُمۡ وَلَآ أَدۡرَىٰكُم بِهِۦۖ فَقَدۡ لَبِثۡتُ فِيكُمۡ عُمُرٗا ﴿ "Katakanlah (wahai Muhammad), 'Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahu-kannya kepadamu.' Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama." Dengan waktu …

18

وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰٓؤُلَآءِ شُفَعَٰٓؤُنَا عِندَ ٱللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّـُٔونَ ٱللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: "Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami di sisi Allah". Katakanlah: "Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?" Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu).

"Dan mereka menyembah selain dari Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, 'Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami di sisi Allah.' Katakanlah, 'Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahuiNya, baik di langit dan tidak (pula) di bumi?' Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan (itu)." (Yunus: 18).

(18) Allah تعالى berfirman, ﴾ وَيَعۡبُدُونَ ﴿ "Dan mereka menyem-bah", yaitu orang-orang musyrik yang mendustakan Rasulullah ﴾ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمۡ وَلَا يَنفَعُهُمۡ ﴿ "selain dari Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan." Yakni ia tidak memiliki sedikit pun manfaat untuk mereka dan tidak menolak apa pun dari mereka. ﴾ وَيَقُولُونَ ﴿ "Dan mereka berkata", de-ngan ucapan kosong tanpa bukti, ﴾ هَٰٓؤُلَآءِ شُفَعَٰٓؤُنَا عِندَ ٱللَّهِۚ ﴿ "Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami di sisi Allah." Mereka menyembah-nya agar bisa mendekatkannya kepada Allah dan memberi syafa'at kepada mereka di sisiNya. Ini adalah ucapan yang mereka ada-ada-kan dari diri mereka sendiri, ucapan yang mereka buat-buat. Oleh karena itu, Allah berfirman membatalkan ucapan tersebut, ﴾ قُلۡ أَتُنَبِّـُٔونَ ٱللَّهَ بِمَا لَا يَعۡلَمُ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِي ٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Katakanlah, 'Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahuiNya, baik di langit dan tidak (pula) di bumi?'" Maksudnya, Allah Maha Mengetahui dengan ilmu yang meliputi apa yang ada di langit dan di bumi, Dia telah mengabar-kan kepadamu bahwa Dia tidak memiliki sekutu dan bahwa tidak ada Rabb bersamaNya. Kamu wahai orang-orang musyrik meng-klaim bahwa Dia memiliki sekutu di alam ini, apakah kamu me-nyampaikan berita yang samar padahal kamu mengetahuinya? Siapa yang lebih tahu, Allah ataukah kamu? Adakah ucapan yang lebih batil daripada ucapan yang mengandung kesimpulan bahwa orang-orang bodoh lagi sesat itu lebih tahu daripada Allah Rabbul 'alamin? Cukuplah bagi orang yang berakal dengan hanya membayangkan pendapat ini, karena ia dipastikan batil dan rusak. ﴾ سُبۡحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشۡرِكُونَ ﴿ "Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka perseku-tukan (itu)." Maksudnya, Mahasuci Allah, Dia tidak memiliki partner atau sekutu, akan tetapi Dia adalah Maha Esa, tempat bergantung para makhluk, tiada Rabb di langit dan di bumi melainkan Dia, se-mua yang disembah di langit dan di bumi selainNya adalah batil secara akal, syara' dan fitrah, ﴾ ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦ هُوَ ٱلۡبَٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡكَبِيرُ 62 ﴿ "(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dia-lah (Rabb) Yang Haq, dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil. Dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar." (Al-Hajj: 62).

19

وَمَا كَانَ ٱلنَّاسُ إِلَّآ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ فَٱخْتَلَفُوا۟ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌۭ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ فِيمَا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu.

"Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau bukanlah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Rabbmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu. Dan mereka berkata, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu keterangan (mukjizat) dari Rabbnya?' Maka katakanlah, 'Sesung-guhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah, sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersamamu termasuk orang-orang yang menunggu'." (Yunus: 19-20).

(19) ﴾ وَمَا كَانَ ٱلنَّاسُ إِلَّآ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ ﴿ "Manusia dahulunya hanyalah satu umat", mereka bersepakat pada agama yang benar, akan tetapi (setelah itu) mereka berselisih. ﴾ فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِيِّـۧنَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ لِيَحۡكُمَ بَيۡنَ ٱلنَّاسِ فِيمَا ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِۚ ﴿ "Maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang per-kara yang mereka perselisihkan." (Al-Baqarah: 213). ﴾ وَلَوۡلَا كَلِمَةٞ سَبَقَتۡ مِن رَّبِّكَ ﴿ "Kalau bukanlah karena suatu ketetap-an yang telah ada dari Rabbmu dahulu", dengan memberikan tempo kepada orang-orang yang durhaka dan tidak menyegerakan azab kepada mereka, ﴾ لَقُضِيَ بَيۡنَهُمۡ ﴿ "pastilah telah diberi keputusan di antara mereka", dengan menyelamatkan orang-orang Mukmin dan mem-binasakan orang-orang kafir yang mendustakan, dan itu menjadi pembeda antara mereka ﴾ فِيمَا فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ﴿ "tentang apa yang mereka perselisihkan itu." Akan tetapi Dia ingin menguji sebagian dari me-reka dengan sebagian yang lain agar jelas mana yang benar dan mana yang dusta.

(20) ﴾ وَيَقُولُونَ ﴿ "Dan mereka berkata", yakni orang-orang yang mendustakan lagi menentang, ﴾ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ ءَايَةٞ مِّن رَّبِّهِۦۖ ﴿ "mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu keterangan (mukjizat) dari Rabbnya?" Mereka memaksudkan ayat-ayat yang mereka usulkan seperti ucapan mereka, ﴾ لَوۡلَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مَلَكٞ فَيَكُونَ مَعَهُۥ نَذِيرًا 7 ﴿ "Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malai-kat itu memberikan peringatan bersama-sama dengannya?" (Al-Furqan: 7). Dan perkataan mereka, ﴾ وَقَالُواْ لَن نُّؤۡمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفۡجُرَ لَنَا مِنَ ٱلۡأَرۡضِ يَنۢبُوعًا 90 ﴿ "Dan mereka berkata, 'Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami'." (Al-Isra`: 90). ﴾ فَقُلۡ ﴿ "Maka katakanlah", kepada mereka jika mereka menun-tut ayat-ayat kepadamu, ﴾ إِنَّمَا ٱلۡغَيۡبُ لِلَّهِ ﴿ "sesungguhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah." Maksudnya, Dia-lah yang ilmuNya meliputi sega-la keadaan manusia, Dia mengatur mereka sesuai dengan tuntutan ilmuNya dan hikmahNya yang indah, tak seorang pun memiliki hak mengatur hukum, dalil, tujuan akhir dan penjelasan alasan hu-kum. ﴾ فَٱنتَظِرُوٓاْ إِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُنتَظِرِينَ ﴿ "Sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersamamu termasuk orang-orang yang menunggu." Maksudnya, masing-masing menunggu apa yang akan diperoleh oleh kawannya, lihatlah siapa pemilik akibat (baik).

20

وَيَقُولُونَ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ ءَايَةٌۭ مِّن رَّبِّهِۦ ۖ فَقُلْ إِنَّمَا ٱلْغَيْبُ لِلَّهِ فَٱنتَظِرُوٓا۟ إِنِّى مَعَكُم مِّنَ ٱلْمُنتَظِرِينَ

Dan mereka berkata: "Mepada tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu keterangan (mukjizat) dari Tuhannya?" Maka katakanlah: "Sesungguhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah, sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang manunggu.

"Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau bukanlah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Rabbmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu. Dan mereka berkata, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu keterangan (mukjizat) dari Rabbnya?' Maka katakanlah, 'Sesung-guhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah, sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersamamu termasuk orang-orang yang menunggu'." (Yunus: 19-20).

(19) ﴾ وَمَا كَانَ ٱلنَّاسُ إِلَّآ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ ﴿ "Manusia dahulunya hanyalah satu umat", mereka bersepakat pada agama yang benar, akan tetapi (setelah itu) mereka berselisih. ﴾ فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِيِّـۧنَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ لِيَحۡكُمَ بَيۡنَ ٱلنَّاسِ فِيمَا ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِۚ ﴿ "Maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang per-kara yang mereka perselisihkan." (Al-Baqarah: 213). ﴾ وَلَوۡلَا كَلِمَةٞ سَبَقَتۡ مِن رَّبِّكَ ﴿ "Kalau bukanlah karena suatu ketetap-an yang telah ada dari Rabbmu dahulu", dengan memberikan tempo kepada orang-orang yang durhaka dan tidak menyegerakan azab kepada mereka, ﴾ لَقُضِيَ بَيۡنَهُمۡ ﴿ "pastilah telah diberi keputusan di antara mereka", dengan menyelamatkan orang-orang Mukmin dan mem-binasakan orang-orang kafir yang mendustakan, dan itu menjadi pembeda antara mereka ﴾ فِيمَا فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ﴿ "tentang apa yang mereka perselisihkan itu." Akan tetapi Dia ingin menguji sebagian dari me-reka dengan sebagian yang lain agar jelas mana yang benar dan mana yang dusta.

(20) ﴾ وَيَقُولُونَ ﴿ "Dan mereka berkata", yakni orang-orang yang mendustakan lagi menentang, ﴾ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ ءَايَةٞ مِّن رَّبِّهِۦۖ ﴿ "mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu keterangan (mukjizat) dari Rabbnya?" Mereka memaksudkan ayat-ayat yang mereka usulkan seperti ucapan mereka, ﴾ لَوۡلَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مَلَكٞ فَيَكُونَ مَعَهُۥ نَذِيرًا 7 ﴿ "Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malai-kat itu memberikan peringatan bersama-sama dengannya?" (Al-Furqan: 7). Dan perkataan mereka, ﴾ وَقَالُواْ لَن نُّؤۡمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفۡجُرَ لَنَا مِنَ ٱلۡأَرۡضِ يَنۢبُوعًا 90 ﴿ "Dan mereka berkata, 'Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami'." (Al-Isra`: 90). ﴾ فَقُلۡ ﴿ "Maka katakanlah", kepada mereka jika mereka menun-tut ayat-ayat kepadamu, ﴾ إِنَّمَا ٱلۡغَيۡبُ لِلَّهِ ﴿ "sesungguhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah." Maksudnya, Dia-lah yang ilmuNya meliputi sega-la keadaan manusia, Dia mengatur mereka sesuai dengan tuntutan ilmuNya dan hikmahNya yang indah, tak seorang pun memiliki hak mengatur hukum, dalil, tujuan akhir dan penjelasan alasan hu-kum. ﴾ فَٱنتَظِرُوٓاْ إِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُنتَظِرِينَ ﴿ "Sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersamamu termasuk orang-orang yang menunggu." Maksudnya, masing-masing menunggu apa yang akan diperoleh oleh kawannya, lihatlah siapa pemilik akibat (baik).

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.