Muslim99Muslim99
← Tafsir library

10. Yunus

Jonas · Meccan · 109 ayahs

سُورَةُ يُونُسَ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 91–100 of 109

91

ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلْمُفْسِدِينَ

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.

"Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan (mem-bawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka me-nyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. Dan tatkala telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, 'Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata.' Musa berkata, 'Apakah kamu mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepadamu, sihirkah ini? Padahal ahli-ahli sihir itu tidak-lah mendapat kemenangan.' Mereka berkata, 'Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak akan memper-cayai kamu berdua.' Fir'aun berkata (kepada pemuka kaumnya), 'Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!' Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka, 'Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan'." (Yunus: 75-80) "Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata kepada me-reka, 'Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya.' Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapanNya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya). Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-we-nang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas. Musa berkata, 'Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepadaNya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.' Lalu mereka berkata, 'Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Rabb kami, janganlah Eng-kau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim'." (Yunus: 81-85) "Dan selamatkanlah kami dengan rahmatMu dari (tipu daya) orang-orang yang kafir. Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, 'Kalian berdua ambillah beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah shalat serta gembira-kanlah orang-orang yang beriman.' Musa berkata, 'Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Rabb kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalanMu. Ya Rabb kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat siksaan yang pedih.' Allah berfirman, 'Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui'." (Yunus: 86-89) "Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam, berkatalah dia, 'Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan …

92

فَٱلْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ ءَايَةًۭ ۚ وَإِنَّ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلنَّاسِ عَنْ ءَايَٰتِنَا لَغَٰفِلُونَ

Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.

"Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan (mem-bawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka me-nyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. Dan tatkala telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, 'Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata.' Musa berkata, 'Apakah kamu mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepadamu, sihirkah ini? Padahal ahli-ahli sihir itu tidak-lah mendapat kemenangan.' Mereka berkata, 'Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak akan memper-cayai kamu berdua.' Fir'aun berkata (kepada pemuka kaumnya), 'Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!' Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka, 'Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan'." (Yunus: 75-80) "Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata kepada me-reka, 'Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya.' Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapanNya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya). Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-we-nang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas. Musa berkata, 'Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepadaNya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.' Lalu mereka berkata, 'Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Rabb kami, janganlah Eng-kau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim'." (Yunus: 81-85) "Dan selamatkanlah kami dengan rahmatMu dari (tipu daya) orang-orang yang kafir. Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, 'Kalian berdua ambillah beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah shalat serta gembira-kanlah orang-orang yang beriman.' Musa berkata, 'Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Rabb kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalanMu. Ya Rabb kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat siksaan yang pedih.' Allah berfirman, 'Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui'." (Yunus: 86-89) "Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam, berkatalah dia, 'Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan …

93

وَلَقَدْ بَوَّأْنَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ مُبَوَّأَ صِدْقٍۢ وَرَزَقْنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ فَمَا ٱخْتَلَفُوا۟ حَتَّىٰ جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِى بَيْنَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُوا۟ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di ternpat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memutuskan antara mereka di hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.

"Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Harun kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan (mem-bawa) tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka me-nyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. Dan tatkala telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, 'Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata.' Musa berkata, 'Apakah kamu mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepadamu, sihirkah ini? Padahal ahli-ahli sihir itu tidak-lah mendapat kemenangan.' Mereka berkata, 'Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak akan memper-cayai kamu berdua.' Fir'aun berkata (kepada pemuka kaumnya), 'Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!' Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka, 'Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan'." (Yunus: 75-80) "Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata kepada me-reka, 'Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidakbenarannya.' Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapanNya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya). Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-we-nang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas. Musa berkata, 'Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepadaNya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.' Lalu mereka berkata, 'Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Rabb kami, janganlah Eng-kau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim'." (Yunus: 81-85) "Dan selamatkanlah kami dengan rahmatMu dari (tipu daya) orang-orang yang kafir. Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, 'Kalian berdua ambillah beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah shalat serta gembira-kanlah orang-orang yang beriman.' Musa berkata, 'Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Rabb kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalanMu. Ya Rabb kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat siksaan yang pedih.' Allah berfirman, 'Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui'." (Yunus: 86-89) "Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam, berkatalah dia, 'Saya percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan …

94

فَإِن كُنتَ فِى شَكٍّۢ مِّمَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ فَسْـَٔلِ ٱلَّذِينَ يَقْرَءُونَ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكَ ۚ لَقَدْ جَآءَكَ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُمْتَرِينَ

Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.

"Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang sesuatu yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakan-lah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelummu. Sesung-guhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Rabbmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang men-dustakan ayat-ayat Allah sehingga menyebabkanmu termasuk orang-orang yang rugi." (Yunus: 94-95).

(94) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, Muhammad, ﴾ فَإِن كُنتَ فِي شَكّٖ مِّمَّآ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ﴿ "Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang sesuatu yang Kami turunkan kepadamu," apakah ia benar atau tidak benar, ﴾ فَسۡـَٔلِ ٱلَّذِينَ يَقۡرَءُونَ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلِكَۚ ﴿ "maka tanya-kanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelummu." Maksudnya, tanyakan kepada ahli kitab yang obyektif dan ulama yang ilmunya mendalam, karena mereka pasti mengakui kebenaran beritamu dan bahwa ia sesuai dengan apa yang ada pada mereka. Jika dikatakan bahwa banyak dari ahli kitab Yahudi dan Nasrani bahkan mungkin kebanyakan dari mereka mendustakan Rasulullah, menentangnya dan menolak dakwahnya sedangkan Allah memerintahkan RasulNya agar menjadikan mereka saksi dan menjadikan kesaksian mereka sebagai hujjah atas apa yang dibawa-nya dan bukti atas kebenarannya, bagaimana itu bisa terjadi? Ja-wabannya dari beberapa segi: Di antaranya: Jika kesaksian disandarkan kepada kelompok orang atau pengikut aliran atau penduduk suatu daerah dan lain-lain, maka ia hanya mencakup orang-orang adil yang jujur dari mereka. Adapun selain mereka meskipun lebih banyak jumlahnya, maka mereka tidak dijadikan pedoman, karena kesaksian berpijak kepada keadilan dan kejujuran, dan hal itu telah terbukti dengan berimannya banyak rahib Rabbaniyin dari mereka, seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya dan masih banyak lagi yang ber-iman pada masa nabi dan para khalifah serta tabi'in yang sesudah mereka. Di antaranya: Bahwa kesaksian ahli kitab kepada Rasul dida-sarkan kepada kitab mereka yaitu Taurat yang mana mereka me-nisbatkan diri mereka kepadanya. Jika di dalam Taurat terdapat sesuatu yang sesuai dengan al-Qur`an, membenarkan dan mengakui keshahihannya, namun semua ahli kitab dari awal sampai akhir bersepakat mengingkari hal itu, maka hal itu tidak menodai sesuatu yang dibawa oleh Rasul. Di antaranya: Allah memerintahkan RasulNya agar menjadi-kan ahli kitab sebagai saksi atas kebenaran sesuatu yang dibawanya, Nabi menampakkan dan menunjukkan hal itu di depan khalayak umum, dan sebagaimana yang sudah diketahui bahwa kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang berusaha dengan serius mem-batalkan dakwah Rasulullah Muhammad. Jika mereka memiliki sesuatu yang bisa menangkal sesuatu yang dinyatakan Allah, nis-caya mereka akan memunculkan, menampakkan dan menjelaskan-nya. Ketika hal yang demikian itu tidak terjadi, maka tidak adanya penolakan dari musuh dan pengakuan para pengikut adalah bukti kuat atas keabsahan al-Qur`an dan kebenarannya. Di antaranya: Mayoritas ahli kitab tidak menolak dakwah Nabi, justru kebanyakan dari mereka mengikuti dan tunduk kepa-danya dengan suka rela. Rasul diutus, …

95

وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَتَكُونَ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang rugi.

"Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang sesuatu yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakan-lah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelummu. Sesung-guhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Rabbmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu. Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang men-dustakan ayat-ayat Allah sehingga menyebabkanmu termasuk orang-orang yang rugi." (Yunus: 94-95).

(94) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, Muhammad, ﴾ فَإِن كُنتَ فِي شَكّٖ مِّمَّآ أَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ﴿ "Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang sesuatu yang Kami turunkan kepadamu," apakah ia benar atau tidak benar, ﴾ فَسۡـَٔلِ ٱلَّذِينَ يَقۡرَءُونَ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلِكَۚ ﴿ "maka tanya-kanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelummu." Maksudnya, tanyakan kepada ahli kitab yang obyektif dan ulama yang ilmunya mendalam, karena mereka pasti mengakui kebenaran beritamu dan bahwa ia sesuai dengan apa yang ada pada mereka. Jika dikatakan bahwa banyak dari ahli kitab Yahudi dan Nasrani bahkan mungkin kebanyakan dari mereka mendustakan Rasulullah, menentangnya dan menolak dakwahnya sedangkan Allah memerintahkan RasulNya agar menjadikan mereka saksi dan menjadikan kesaksian mereka sebagai hujjah atas apa yang dibawa-nya dan bukti atas kebenarannya, bagaimana itu bisa terjadi? Ja-wabannya dari beberapa segi: Di antaranya: Jika kesaksian disandarkan kepada kelompok orang atau pengikut aliran atau penduduk suatu daerah dan lain-lain, maka ia hanya mencakup orang-orang adil yang jujur dari mereka. Adapun selain mereka meskipun lebih banyak jumlahnya, maka mereka tidak dijadikan pedoman, karena kesaksian berpijak kepada keadilan dan kejujuran, dan hal itu telah terbukti dengan berimannya banyak rahib Rabbaniyin dari mereka, seperti Abdullah bin Salam dan kawan-kawannya dan masih banyak lagi yang ber-iman pada masa nabi dan para khalifah serta tabi'in yang sesudah mereka. Di antaranya: Bahwa kesaksian ahli kitab kepada Rasul dida-sarkan kepada kitab mereka yaitu Taurat yang mana mereka me-nisbatkan diri mereka kepadanya. Jika di dalam Taurat terdapat sesuatu yang sesuai dengan al-Qur`an, membenarkan dan mengakui keshahihannya, namun semua ahli kitab dari awal sampai akhir bersepakat mengingkari hal itu, maka hal itu tidak menodai sesuatu yang dibawa oleh Rasul. Di antaranya: Allah memerintahkan RasulNya agar menjadi-kan ahli kitab sebagai saksi atas kebenaran sesuatu yang dibawanya, Nabi menampakkan dan menunjukkan hal itu di depan khalayak umum, dan sebagaimana yang sudah diketahui bahwa kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang berusaha dengan serius mem-batalkan dakwah Rasulullah Muhammad. Jika mereka memiliki sesuatu yang bisa menangkal sesuatu yang dinyatakan Allah, nis-caya mereka akan memunculkan, menampakkan dan menjelaskan-nya. Ketika hal yang demikian itu tidak terjadi, maka tidak adanya penolakan dari musuh dan pengakuan para pengikut adalah bukti kuat atas keabsahan al-Qur`an dan kebenarannya. Di antaranya: Mayoritas ahli kitab tidak menolak dakwah Nabi, justru kebanyakan dari mereka mengikuti dan tunduk kepa-danya dengan suka rela. Rasul diutus, …

96

إِنَّ ٱلَّذِينَ حَقَّتْ عَلَيْهِمْ كَلِمَتُ رَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman,

"Sesungguhnya orang-orang yang kalimat (ketetapan azab) Rabbmu telah pasti terhadap mereka, tidaklah akan beriman, mes-kipun segala macam keterangan datang kepada mereka, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih." (Yunus: 96-97).

(96-97) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ حَقَّتۡ عَلَيۡهِمۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ ﴿ "Se-sungguhnya orang-orang yang kalimat (ketetapan azab) Rabbmu telah pasti terhadap mereka." Yakni mereka termasuk orang-orang yang menyimpang, sesat dan penghuni Neraka. Mereka pasti menuju kepada apa yang ditetapkan dan ditakdirkan oleh Allah. Mereka tidak akan beriman walaupun setiap ayat datang kepadanya. Ayat-ayat Allah hanya menambah kesesatan di atas kesesatan mereka. Allah tidak menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang men-zhalimi diri mereka sendiri dengan menolak kebenaran manakala ia hadir kepada mereka pertama kali, maka Allah menghukum mereka dengan menutup rapat hati, pendengaran dan penglihatan mereka. Mereka tidak beriman sehingga mereka melihat siksa yang pedih yang dijanjikan kepada mereka. Pada saat itu, mereka menge-tahui haqqul yaqin bahwa apa yang mereka pegang itulah kesesatan sebenarnya dan apa yang dibawa oleh para rasul itulah kebenaran, akan tetapi pada waktu itu iman mereka tidak lagi berguna untuk mereka. Pada hari itu dalih orang-orang zhalim tidak bermanfaat bagi mereka, dan mereka tidak diberi maaf. Adapun ayat-ayat Allah maka ia berguna bagi orang yang berhati atau dia menyimak se-dangkan dia menyaksikan.

97

وَلَوْ جَآءَتْهُمْ كُلُّ ءَايَةٍ حَتَّىٰ يَرَوُا۟ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ

meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.

"Sesungguhnya orang-orang yang kalimat (ketetapan azab) Rabbmu telah pasti terhadap mereka, tidaklah akan beriman, mes-kipun segala macam keterangan datang kepada mereka, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih." (Yunus: 96-97).

(96-97) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ حَقَّتۡ عَلَيۡهِمۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ ﴿ "Se-sungguhnya orang-orang yang kalimat (ketetapan azab) Rabbmu telah pasti terhadap mereka." Yakni mereka termasuk orang-orang yang menyimpang, sesat dan penghuni Neraka. Mereka pasti menuju kepada apa yang ditetapkan dan ditakdirkan oleh Allah. Mereka tidak akan beriman walaupun setiap ayat datang kepadanya. Ayat-ayat Allah hanya menambah kesesatan di atas kesesatan mereka. Allah tidak menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang men-zhalimi diri mereka sendiri dengan menolak kebenaran manakala ia hadir kepada mereka pertama kali, maka Allah menghukum mereka dengan menutup rapat hati, pendengaran dan penglihatan mereka. Mereka tidak beriman sehingga mereka melihat siksa yang pedih yang dijanjikan kepada mereka. Pada saat itu, mereka menge-tahui haqqul yaqin bahwa apa yang mereka pegang itulah kesesatan sebenarnya dan apa yang dibawa oleh para rasul itulah kebenaran, akan tetapi pada waktu itu iman mereka tidak lagi berguna untuk mereka. Pada hari itu dalih orang-orang zhalim tidak bermanfaat bagi mereka, dan mereka tidak diberi maaf. Adapun ayat-ayat Allah maka ia berguna bagi orang yang berhati atau dia menyimak se-dangkan dia menyaksikan.

98

فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ ءَامَنَتْ فَنَفَعَهَآ إِيمَٰنُهَآ إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّآ ءَامَنُوا۟ كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ ٱلْخِزْىِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَمَتَّعْنَٰهُمْ إِلَىٰ حِينٍۢ

Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.

"Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang ber-iman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya melainkan kaum Yunus? Tatkala mereka (Kaum Yunus itu) beriman, Kami hilang-kan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu." (Yunus: 98).

(98) Allah تعالى berfirman, ﴾ فَلَوۡلَا كَانَتۡ قَرۡيَةٌ ﴿ "Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota", dari kota-kota yang mendustakan ﴾ ءَامَنَتۡ ﴿ "yang beriman", ketika melihat azab. ﴾ فَنَفَعَهَآ إِيمَٰنُهَآ ﴿ "Lalu imannya itu bermanfaat kepadanya." Maksudnya, tak seorang pun mengambil manfaat dari imannya ketika melihat azab, sebagaimana Allah ber-firman tentang Fir'aun dalam ayat yang belum jauh berlalu, ketika dia berkata, ﴾ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱلَّذِيٓ ءَامَنَتۡ بِهِۦ بَنُوٓاْ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ 90 ﴿ "Saya percaya bahwa tidak ada Rabb melainkan Rabb yang diper-cayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (Yunus: 90). Maka dikatakan kepadanya, ﴾ ءَآلۡـَٰٔنَ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ 91 ﴿ "Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan." (Yunus: 91). Sebagaimana Firman Allah, ﴾ فَلَمَّا رَأَوۡاْ بَأۡسَنَا قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَحۡدَهُۥ وَكَفَرۡنَا بِمَا كُنَّا بِهِۦ مُشۡرِكِينَ 84 فَلَمۡ يَكُ يَنفَعُهُمۡ إِيمَٰنُهُمۡ لَمَّا رَأَوۡاْ بَأۡسَنَاۖ سُنَّتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي قَدۡ خَلَتۡ فِي عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata, 'Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah'. Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah Sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hambaNya." (Al-Mu`min: 84-85). Firman Allah, ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلۡمَوۡتُ قَالَ رَبِّ ٱرۡجِعُونِ 99 لَعَلِّيٓ أَعۡمَلُ صَٰلِحٗا فِيمَا تَرَكۡتُۚ كـَلَّآۚ ﴿ "(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila kema-tian datang kepada seseorang dari mereka, dia berkata, 'Ya Rabbku kemba-likanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan.' Sekali-kali tidak." (Al-Mu`minun: 99-100). Hikmahnya dalam hal ini jelas karena iman yang terpaksa bu-kanlah iman yang sebenarnya karena seandainya siksa yang memak-sanya beriman dibatalkan niscaya dia kembali kepada kekufuran, FirmanNya, ﴾ إِلَّا قَوۡمَ يُونُسَ لَمَّآ ءَامَنُواْ كَشَفۡنَا عَنۡهُمۡ عَذَابَ ٱلۡخِزۡيِ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِينٖ ﴿ "Melainkan kaum Yunus? Tatkala mereka (Kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu." Kaum Yunus dikecualikan dari keumuman di atas, dan tentu pasti ada hikmah di balik itu (bagi Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nampak) yang tidak kita ketahui dan tidak terjang-kau oleh pemahaman kita, Allah تعالى berfirman, ﴾ وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ 139 إِذۡ أَبَقَ إِلَى ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ …

99

وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَءَامَنَ مَن فِى ٱلْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنتَ تُكْرِهُ ٱلنَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُوا۟ مُؤْمِنِينَ

Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?

"Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang ber-iman semuanya? Dan tidak ada seorang pun yang akan beriman melainkan dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya." (Yunus: 99-100).

(99) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, Muhammad, ﴾ وَلَوۡ شَآءَ رَبُّكَ لَأٓمَنَ مَن فِي ٱلۡأَرۡضِ كُلُّهُمۡ جَمِيعًاۚ ﴿ "Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentu-lah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya", dengan cara mengilhamkan iman kepada mereka dan mengarahkan hati mereka kepada takwa, kodratNya layak untuk itu, akan tetapi hikmahNya menuntut ada yang beriman dan ada yang kafir. ﴾ أَفَأَنتَ تُكۡرِهُ ٱلنَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?" Maksudnya kamu tidak mampu melakukan itu, hal itu di luar kemampuanmu, karena selain Allah tak ada yang mampu melakukannya.

(100) ﴾ وَمَا كَانَ لِنَفۡسٍ أَن تُؤۡمِنَ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Dan tidak ada seorang pun yang akan beriman melainkan dengan izin Allah", dengan kehendak dan keinginanNya qadariyah dan syar'iyyah. Siapa pun makhluk yang layak untuk itu, yang mana iman tumbuh padanya maka Allah memberinya hidayah dan taufik. ﴾ وَيَجۡعَلُ ٱلرِّجۡسَ ﴿ "Dan Allah menimpa-kan azab", kese-satan dan keburukan ﴾ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَعۡقِلُونَ ﴿ "kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya", untuk memikirkan perin-tah-perintah dan larangan-larangan Allah, tidak mempedulikan nasihat-nasihat dan wasiat-wasiatNya.

100

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَيَجْعَلُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

"Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang ber-iman semuanya? Dan tidak ada seorang pun yang akan beriman melainkan dengan izin Allah, dan Allah menimpakan azab kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya." (Yunus: 99-100).

(99) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, Muhammad, ﴾ وَلَوۡ شَآءَ رَبُّكَ لَأٓمَنَ مَن فِي ٱلۡأَرۡضِ كُلُّهُمۡ جَمِيعًاۚ ﴿ "Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentu-lah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya", dengan cara mengilhamkan iman kepada mereka dan mengarahkan hati mereka kepada takwa, kodratNya layak untuk itu, akan tetapi hikmahNya menuntut ada yang beriman dan ada yang kafir. ﴾ أَفَأَنتَ تُكۡرِهُ ٱلنَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?" Maksudnya kamu tidak mampu melakukan itu, hal itu di luar kemampuanmu, karena selain Allah tak ada yang mampu melakukannya.

(100) ﴾ وَمَا كَانَ لِنَفۡسٍ أَن تُؤۡمِنَ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Dan tidak ada seorang pun yang akan beriman melainkan dengan izin Allah", dengan kehendak dan keinginanNya qadariyah dan syar'iyyah. Siapa pun makhluk yang layak untuk itu, yang mana iman tumbuh padanya maka Allah memberinya hidayah dan taufik. ﴾ وَيَجۡعَلُ ٱلرِّجۡسَ ﴿ "Dan Allah menimpa-kan azab", kese-satan dan keburukan ﴾ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَعۡقِلُونَ ﴿ "kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya", untuk memikirkan perin-tah-perintah dan larangan-larangan Allah, tidak mempedulikan nasihat-nasihat dan wasiat-wasiatNya.

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.