Muslim99Muslim99
← Tafsir library

10. Yunus

Jonas · Meccan · 109 ayahs

سُورَةُ يُونُسَ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 61–70 of 109

61

وَمَا تَكُونُ فِى شَأْنٍۢ وَمَا تَتْلُوا۟ مِنْهُ مِن قُرْءَانٍۢ وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ ۚ وَمَا يَعْزُبُ عَن رَّبِّكَ مِن مِّثْقَالِ ذَرَّةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ وَلَآ أَصْغَرَ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكْبَرَ إِلَّا فِى كِتَٰبٍۢ مُّبِينٍ

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

"Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari al-Qur`an dan kamu tidak mengerjakan suatu pe-kerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Rabbmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (Yunus: 61).

(61) Allah mengabarkan tentang luasnya pengetahuan dan penglihatanNya terhadap segala keadaan manusia dalam gerakan dan diam mereka. Termasuk dalam pembahasan ini adalah dak-wah pada muraqabahnya Allah secara terus-menerus, ﴾ وَمَا تَكُونُ فِي شَأۡنٖ ﴿ "Kamu tidak berada dalam suatu keadaan." Yakni, keadaan diniyah dan duniawiyah ﴾ وَمَا تَتۡلُواْ مِنۡهُ مِن قُرۡءَانٖ ﴿ "dan tidak membaca suatu ayat dari al-Qur`an." Yakni apa yang kamu baca dari al-Qur`an yang Allah wahyukan kepadamu, ﴾ وَلَا تَعۡمَلُونَ مِنۡ عَمَلٍ ﴿ "dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan", besar atau kecil ﴾ إِلَّا كُنَّا عَلَيۡكُمۡ شُهُودًا إِذۡ تُفِيضُونَ فِيهِۚ ﴿ "melain-kan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya." Yakni di waktu kamu memulai mengerjakannya dan dalam keadaan terus melakukannya, hendaknya kamu merasa Allah mengawasimu dalam perbuatanmu, maka lakukanlah dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh. Jauhilah sesuatu yang dibenci Allah karena Dia melihat dan mengawasi lahir dan batinmu. ﴾ وَمَا يَعۡزُبُ عَن رَّبِّكَ ﴿ "Dan tidak luput dari pengetahuan Rabbmu." Yakni tidak ada yang samar dari ilmu, pendengaran, penglihatan dan pengawasan Allah, ﴾ مِن مِّثۡقَالِ ذَرَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِي ٱلسَّمَآءِ وَلَآ أَصۡغَرَ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكۡبَرَ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٍ ﴿ "biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar daripada itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." IlmuNya telah mencakupnya dan penaNya telah mencatatnya. Kedua tingkatan ini adalah termasuk tingkatan qadha dan qadar yang sering Allah sandingkan yaitu ilmu yang meliputi segala sesuatu dan kitabah (tulisan) yang meliputi segala peristiwa, seperti FirmanNya, ﴾ أَلَمۡ تَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۚ إِنَّ ذَٰلِكَ فِي كِتَٰبٍۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ 70 ﴿ "Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah menge-tahui apa saja yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya yang demi-kian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah." (Al-Hajj: 70).

62

أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada ke-khawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Mereka mendapatkan berita gembira dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." (Yunus: 62-64).

(62) Allah mengabarkan tentang wali-waliNya dan orang-orang yang dicintaiNya dengan menyebutkan perbuatan, sifat dan pahala mereka, ﴾ أَلَآ إِنَّ أَوۡلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka", dalam hal ketakutan dan kekhawatiran yang ada di depan mereka yang mereka hadapi, ﴾ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ﴿ "dan tidak (pula) mereka bersedih hati", atas apa yang telah berlalu karena masa lalu mereka hanyalah amal kebaikan. Jika mereka tidak takut dan tidak bersedih, maka yang ada untuk mereka adalah rasa aman, kebahagiaan yang melimpah yang hanya diketahui oleh Allah.

(63) Kemudian Allah menyebutkan sifat mereka, seraya Dia berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "(Yaitu) orang-orang yang beriman", kepada Allah, malaikatNya, kitabNya, RasulNya, Hari Akhir, takdir baik dan buruknya, mereka membuktikan amal mereka dengan mema-kai ketakwaan dengan menaati perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan. Semua orang Mukmin yang bertakwa, maka dia adalah wali Allah.

(64) ﴾ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿ "Mereka mendapatkan be-rita gembira dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat." Adapun berita gembira di dunia maka ia adalah pujian yang baik, kecintaan di hati orang-orang Mukmin, mimpi yang baik dan apa yang dirasakan oleh seorang hamba dalam bentuk kasih sayang Allah kepadanya, kemudahanNya kepada amal dan akhlak yang terbaik dan penghindaranNya dari akhlak yang buruk. Sedangkan di akhirat maka yang pertama adalah berita gembira pada saat ar-wah mereka diambil sebagaimana Firman Allah, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ 30 ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami ialah Allah', kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu'." (Fushshilat: 30). Dan di dalam kubur ada berita gembira untuknya berupa ridha Allah dan nikmat yang dirasakan, dan di akhirat ada berita gembira yang sempurna dengan masuk surga dan selamat dari azab neraka. ﴾ لَا تَبۡدِيلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah." Akan tetapi apa yang Allah janjikan maka itulah kebenaran yang tidak mungkin dirubah dan diganti karena Dia Mahabenar dalam FirmanNya yang tidak seorang pun mampu menyelisihiNya dalam takdir dan keputusanNya. ﴾ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴿ "Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." Karena ia mengan-dung …

63

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.

"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada ke-khawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Mereka mendapatkan berita gembira dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." (Yunus: 62-64).

(62) Allah mengabarkan tentang wali-waliNya dan orang-orang yang dicintaiNya dengan menyebutkan perbuatan, sifat dan pahala mereka, ﴾ أَلَآ إِنَّ أَوۡلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka", dalam hal ketakutan dan kekhawatiran yang ada di depan mereka yang mereka hadapi, ﴾ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ﴿ "dan tidak (pula) mereka bersedih hati", atas apa yang telah berlalu karena masa lalu mereka hanyalah amal kebaikan. Jika mereka tidak takut dan tidak bersedih, maka yang ada untuk mereka adalah rasa aman, kebahagiaan yang melimpah yang hanya diketahui oleh Allah.

(63) Kemudian Allah menyebutkan sifat mereka, seraya Dia berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "(Yaitu) orang-orang yang beriman", kepada Allah, malaikatNya, kitabNya, RasulNya, Hari Akhir, takdir baik dan buruknya, mereka membuktikan amal mereka dengan mema-kai ketakwaan dengan menaati perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan. Semua orang Mukmin yang bertakwa, maka dia adalah wali Allah.

(64) ﴾ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿ "Mereka mendapatkan be-rita gembira dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat." Adapun berita gembira di dunia maka ia adalah pujian yang baik, kecintaan di hati orang-orang Mukmin, mimpi yang baik dan apa yang dirasakan oleh seorang hamba dalam bentuk kasih sayang Allah kepadanya, kemudahanNya kepada amal dan akhlak yang terbaik dan penghindaranNya dari akhlak yang buruk. Sedangkan di akhirat maka yang pertama adalah berita gembira pada saat ar-wah mereka diambil sebagaimana Firman Allah, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ 30 ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami ialah Allah', kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu'." (Fushshilat: 30). Dan di dalam kubur ada berita gembira untuknya berupa ridha Allah dan nikmat yang dirasakan, dan di akhirat ada berita gembira yang sempurna dengan masuk surga dan selamat dari azab neraka. ﴾ لَا تَبۡدِيلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah." Akan tetapi apa yang Allah janjikan maka itulah kebenaran yang tidak mungkin dirubah dan diganti karena Dia Mahabenar dalam FirmanNya yang tidak seorang pun mampu menyelisihiNya dalam takdir dan keputusanNya. ﴾ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴿ "Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." Karena ia mengan-dung …

64

لَهُمُ ٱلْبُشْرَىٰ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.

"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada ke-khawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Mereka mendapatkan berita gembira dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." (Yunus: 62-64).

(62) Allah mengabarkan tentang wali-waliNya dan orang-orang yang dicintaiNya dengan menyebutkan perbuatan, sifat dan pahala mereka, ﴾ أَلَآ إِنَّ أَوۡلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka", dalam hal ketakutan dan kekhawatiran yang ada di depan mereka yang mereka hadapi, ﴾ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ﴿ "dan tidak (pula) mereka bersedih hati", atas apa yang telah berlalu karena masa lalu mereka hanyalah amal kebaikan. Jika mereka tidak takut dan tidak bersedih, maka yang ada untuk mereka adalah rasa aman, kebahagiaan yang melimpah yang hanya diketahui oleh Allah.

(63) Kemudian Allah menyebutkan sifat mereka, seraya Dia berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "(Yaitu) orang-orang yang beriman", kepada Allah, malaikatNya, kitabNya, RasulNya, Hari Akhir, takdir baik dan buruknya, mereka membuktikan amal mereka dengan mema-kai ketakwaan dengan menaati perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan. Semua orang Mukmin yang bertakwa, maka dia adalah wali Allah.

(64) ﴾ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿ "Mereka mendapatkan be-rita gembira dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat." Adapun berita gembira di dunia maka ia adalah pujian yang baik, kecintaan di hati orang-orang Mukmin, mimpi yang baik dan apa yang dirasakan oleh seorang hamba dalam bentuk kasih sayang Allah kepadanya, kemudahanNya kepada amal dan akhlak yang terbaik dan penghindaranNya dari akhlak yang buruk. Sedangkan di akhirat maka yang pertama adalah berita gembira pada saat ar-wah mereka diambil sebagaimana Firman Allah, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ 30 ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami ialah Allah', kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu'." (Fushshilat: 30). Dan di dalam kubur ada berita gembira untuknya berupa ridha Allah dan nikmat yang dirasakan, dan di akhirat ada berita gembira yang sempurna dengan masuk surga dan selamat dari azab neraka. ﴾ لَا تَبۡدِيلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah." Akan tetapi apa yang Allah janjikan maka itulah kebenaran yang tidak mungkin dirubah dan diganti karena Dia Mahabenar dalam FirmanNya yang tidak seorang pun mampu menyelisihiNya dalam takdir dan keputusanNya. ﴾ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ﴿ "Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." Karena ia mengan-dung …

65

وَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّ ٱلْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا ۚ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

"Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Yunus: 65).

(65) Maksudnya, ucapan orang-orang yang mendustakan-mu itu jangan membuatmu bersedih yaitu ucapan-ucapan yang mengandung penghinaan kepadamu dan kepada agamamu karena ucapan-ucapan mereka itu tidak membuat mereka mulia dan tidak membuatmu merugi. ﴾ إِنَّ ٱلۡعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًاۚ ﴿ "Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah." Dia berikan kepada orang yang Dia kehendaki dan tidak Dia berikan kepada orang yang Dia ke-hendaki, Firman Allah, ﴾ مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡعِزَّةَ فَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ جَمِيعًاۚ ﴿ "Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya." (Fathir: 10). Carilah ia dengan ketaatan kepadaNya dengan dalil Firman-Nya sesudahnya, ﴾ إِلَيۡهِ يَصۡعَدُ ٱلۡكَلِمُ ٱلطَّيِّبُ وَٱلۡعَمَلُ ٱلصَّٰلِحُ يَرۡفَعُهُۥۚ ﴿ "KepadaNya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shalih dinaikkannya." (Fathir: 10). Seperti yang telah diketahui bahwa kamu di atas ketaatan kepada Allah, dan bahwa kemuliaanmu dan pengikutmu adalah dari Allah. Allah تعالى berfirman, ﴾ وَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِۦ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi RasulNya dan bagi orang-orang Mukmin." (Al-Munafiqun: 8). FirmanNya, ﴾ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Maksudnya, pendengarannya meliputi segala suara, tak sedikit pun darinya yang samar bagiNya, ilmuNya meli-puti yang lahir dan yang batin, tidak luput dariNya sebesar dzarrah pun, di langit dan di bumi, tidak lebih kecil darinya dan tidak lebih besar. Allah mendengar ucapanmu dan ucapan musuh-musuhmu tentangmu. Dia mengetahui itu secara terperinci. Cukuplah untuk-mu ilmu dan perlindungan Allah, dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka Dia akan mencukupkannya.

66

أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَمَا يَتَّبِعُ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ شُرَكَآءَ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.

"Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang me-nyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyaki-nan). Tidaklah mereka mengikuti melainkan prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga. Dia-lah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Se-sungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekua-saan Allah) bagi orang-orang yang mendengar." (Yunus: 66-67).

(66) Allah mengabarkan bahwa Dia-lah pemilik segala yang ada di langit dan di bumi sebagai makhluk dan hambaNya. Dia bertindak pada mereka dengan hukum-hukum yang dikehendaki-Nya. Semuanya adalah di bawah kepemilikan Allah, mereka tunduk dan diatur (oleh Allah), tidak berhak disembah sedikit pun dan bu-kanlah sekutu-sekutu bagi Allah sedikit pun. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَمَا يَتَّبِعُ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ شُرَكَآءَۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ ﴿ "Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Tidaklah mereka mengikuti melainkan prasangka be-laka", yang tidak berguna sedikit pun untuk kebenaran. ﴾ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ ﴿ "Dan mereka hanyalah menduga-duga." Hal itu mengandung prasangka, dusta dan kepalsuan. Jika mereka benar bahwa yang mereka sembah itu adalah sekutu bagi Allah, maka hendaknya mereka menunjukkan sifat-sifatnya yang dengannya ia memang la-yak disembah, sedikit saja, dan mereka tidak akan mampu. Adakah di antara mereka yang mampu menciptakan sesuatu atau memberi rizki atau menguasai makhluk sedikit saja atau mengatur malam dan siang yang dijadikan oleh Allah sebagai tiang kehidupan ma-nusia?

(67) ﴾ هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ لِتَسۡكُنُواْ فِيهِ ﴿ "Dia-lah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya", maksudnya, pada tidur dan istirahat karena kegelapan yang menyelimuti wajah bumi, kalau siang itu berlangsung terus maka mereka tidak dapat istirahat dan tidak tenang. (وَ) "Dan" Allah menjadikan ﴾ ٱلنَّهَارَ مُبۡصِرًاۚ ﴿ "siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah)." Dengannya makhluk bisa melihat, maka mereka melakukan aktivitas hidup me-reka dan mewujudkan kepentingan agama dan dunia mereka.﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَسۡمَعُونَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar", dari Allah dengan pendengaran yang dilandasi oleh pemahaman, pene-rimaan dan keinginan mendapatkan petunjuk, bukan pendengaran untuk menentang dan melawan, karena pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengar, mereka berdalil dengannya berdasarkan bahwa hanya Allah-lah yang berhak untuk disembah, Dia-lah tuhan yang benar dan bahwa ketuhanan selain-Nya adalah batil dan bahwa Dia adalah Dzat yang Maha Pengasih, Penyayang, Mengetahui lagi Bijaksana.

67

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ لِتَسْكُنُوا۟ فِيهِ وَٱلنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَسْمَعُونَ

Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar.

"Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang me-nyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyaki-nan). Tidaklah mereka mengikuti melainkan prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga. Dia-lah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Se-sungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekua-saan Allah) bagi orang-orang yang mendengar." (Yunus: 66-67).

(66) Allah mengabarkan bahwa Dia-lah pemilik segala yang ada di langit dan di bumi sebagai makhluk dan hambaNya. Dia bertindak pada mereka dengan hukum-hukum yang dikehendaki-Nya. Semuanya adalah di bawah kepemilikan Allah, mereka tunduk dan diatur (oleh Allah), tidak berhak disembah sedikit pun dan bu-kanlah sekutu-sekutu bagi Allah sedikit pun. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَمَا يَتَّبِعُ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ شُرَكَآءَۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ ﴿ "Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Tidaklah mereka mengikuti melainkan prasangka be-laka", yang tidak berguna sedikit pun untuk kebenaran. ﴾ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا يَخۡرُصُونَ ﴿ "Dan mereka hanyalah menduga-duga." Hal itu mengandung prasangka, dusta dan kepalsuan. Jika mereka benar bahwa yang mereka sembah itu adalah sekutu bagi Allah, maka hendaknya mereka menunjukkan sifat-sifatnya yang dengannya ia memang la-yak disembah, sedikit saja, dan mereka tidak akan mampu. Adakah di antara mereka yang mampu menciptakan sesuatu atau memberi rizki atau menguasai makhluk sedikit saja atau mengatur malam dan siang yang dijadikan oleh Allah sebagai tiang kehidupan ma-nusia?

(67) ﴾ هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ لِتَسۡكُنُواْ فِيهِ ﴿ "Dia-lah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya", maksudnya, pada tidur dan istirahat karena kegelapan yang menyelimuti wajah bumi, kalau siang itu berlangsung terus maka mereka tidak dapat istirahat dan tidak tenang. (وَ) "Dan" Allah menjadikan ﴾ ٱلنَّهَارَ مُبۡصِرًاۚ ﴿ "siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah)." Dengannya makhluk bisa melihat, maka mereka melakukan aktivitas hidup me-reka dan mewujudkan kepentingan agama dan dunia mereka.﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَسۡمَعُونَ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar", dari Allah dengan pendengaran yang dilandasi oleh pemahaman, pene-rimaan dan keinginan mendapatkan petunjuk, bukan pendengaran untuk menentang dan melawan, karena pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengar, mereka berdalil dengannya berdasarkan bahwa hanya Allah-lah yang berhak untuk disembah, Dia-lah tuhan yang benar dan bahwa ketuhanan selain-Nya adalah batil dan bahwa Dia adalah Dzat yang Maha Pengasih, Penyayang, Mengetahui lagi Bijaksana.

68

قَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدًۭا ۗ سُبْحَٰنَهُۥ ۖ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ۖ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ إِنْ عِندَكُم مِّن سُلْطَٰنٍۭ بِهَٰذَآ ۚ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: "Allah mempuyai anak". Maha Suci Allah; Dialah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

"Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, 'Allah mempunyai anak.' Mahasuci Allah, Dia-lah Yang Mahakaya, kepu-nyaanNya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak-lah kamu mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu menga-takan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? Katakanlah, 'Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung.' (Bagi mereka) kesenangan (se-mentara) di dunia, kemudian kepada Kamilah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebab-kan kekafiran mereka." (Yunus: 68-70).@

(68) Allah berfirman mengabarkan kedustaan orang-orang musyrik kepada Allah Rabbul 'alamin. ﴾ قَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدٗاۗ ﴿ "Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, 'Allah mempunyai anak'." Maka Allah menyucikan diriNya dengan ﴾ سُبۡحَٰنَهُۥۖ ﴿ "Mahasuci Allah." Yakni dari apa yang dikatakan oleh orang-orang zhalim dengan menisbatkan kekurangan kepadaNya dan Mahatinggi Allah dari hal itu. Kemudian Allah menyodorkan beberapa bukti. Pertama: FirmanNya, ﴾ هُوَ ٱلۡغَنِيُّۖ ﴿ "Dia-lah Yang Mahakaya", yakni kekayaan terbatas padaNya, macam-macam kekayaan hanya ada padaNya, Dia-lah Yang Mahakaya dengan kekayaan yang sempurna dari segala segi dan pandangan, jika Dia Mahakaya dari segala segi maka untuk apa Dia memiliki anak? Apakah karena Dia membu-tuhkan kepada anak? Ini jelas bertentangan dengan kekayaanNya dan tidak ada seorang pun yang memiliki anak kecuali karena ada-nya kekurangan pada kekayaannya. Bukti kedua: FirmanNya, ﴾ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi." Ini adalah kalimat yang umum lagi menyeluruh tidak ada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi yang keluar darinya, semuanya adalah makhluk lagi hamba yang dikuasai dan seperti yang sudah dimaklumi bahwa sifat umum ini bertentangan dengan kepemilikan anak dari mereka karena anak dari jenis orang tuanya, dia bukan makhluk bukan pula yang dimiliki, kepemilikan Allah terhadap apa yang ada di langit dan di bumi bertentangan dengan keperanakan. Bukti ketiga: ﴾ إِنۡ عِندَكُم مِّن سُلۡطَٰنِۭ بِهَٰذَآۚ ﴿ "Tidaklah kamu mempunyai hujjah tentang ini." Yakni apakah kamu mempunyai bukti dan dalil bahwa Allah mempunyai anak? Seandainya mereka memiliki dalil niscaya mereka pasti menyodorkannya, maka ketika Allah menen-tang mereka dan mereka pun tidak mampu menegakkan dalil maka diketahuilah kebatilan apa yang mereka ucapkan dan bahwa hal itu adalah ucapan tanpa ilmu, oleh karena itu Dia berfirman,﴾ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?" Ini adalah termasuk perkara yang besar.

(69-70) ﴾ قُلۡ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ لَا يُفۡلِحُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Se-sungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung'." Maksudnya, mereka tidak meraih keinginan mereka dan maksud mereka tidak terwujud. Mereka hanya menik-mati kekufuran dan kedustaan mereka sedikit di dunia kemudian mereka berpindah dan kembali kepada Allah maka Dia menimpa-kan kepada mereka, ﴾ ٱلۡعَذَابَ ٱلشَّدِيدَ بِمَا كَانُواْ يَكۡفُرُونَ …

69

قُلْ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung".

"Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, 'Allah mempunyai anak.' Mahasuci Allah, Dia-lah Yang Mahakaya, kepu-nyaanNya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak-lah kamu mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu menga-takan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? Katakanlah, 'Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung.' (Bagi mereka) kesenangan (se-mentara) di dunia, kemudian kepada Kamilah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebab-kan kekafiran mereka." (Yunus: 68-70).@

(68) Allah berfirman mengabarkan kedustaan orang-orang musyrik kepada Allah Rabbul 'alamin. ﴾ قَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدٗاۗ ﴿ "Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, 'Allah mempunyai anak'." Maka Allah menyucikan diriNya dengan ﴾ سُبۡحَٰنَهُۥۖ ﴿ "Mahasuci Allah." Yakni dari apa yang dikatakan oleh orang-orang zhalim dengan menisbatkan kekurangan kepadaNya dan Mahatinggi Allah dari hal itu. Kemudian Allah menyodorkan beberapa bukti. Pertama: FirmanNya, ﴾ هُوَ ٱلۡغَنِيُّۖ ﴿ "Dia-lah Yang Mahakaya", yakni kekayaan terbatas padaNya, macam-macam kekayaan hanya ada padaNya, Dia-lah Yang Mahakaya dengan kekayaan yang sempurna dari segala segi dan pandangan, jika Dia Mahakaya dari segala segi maka untuk apa Dia memiliki anak? Apakah karena Dia membu-tuhkan kepada anak? Ini jelas bertentangan dengan kekayaanNya dan tidak ada seorang pun yang memiliki anak kecuali karena ada-nya kekurangan pada kekayaannya. Bukti kedua: FirmanNya, ﴾ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi." Ini adalah kalimat yang umum lagi menyeluruh tidak ada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi yang keluar darinya, semuanya adalah makhluk lagi hamba yang dikuasai dan seperti yang sudah dimaklumi bahwa sifat umum ini bertentangan dengan kepemilikan anak dari mereka karena anak dari jenis orang tuanya, dia bukan makhluk bukan pula yang dimiliki, kepemilikan Allah terhadap apa yang ada di langit dan di bumi bertentangan dengan keperanakan. Bukti ketiga: ﴾ إِنۡ عِندَكُم مِّن سُلۡطَٰنِۭ بِهَٰذَآۚ ﴿ "Tidaklah kamu mempunyai hujjah tentang ini." Yakni apakah kamu mempunyai bukti dan dalil bahwa Allah mempunyai anak? Seandainya mereka memiliki dalil niscaya mereka pasti menyodorkannya, maka ketika Allah menen-tang mereka dan mereka pun tidak mampu menegakkan dalil maka diketahuilah kebatilan apa yang mereka ucapkan dan bahwa hal itu adalah ucapan tanpa ilmu, oleh karena itu Dia berfirman,﴾ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?" Ini adalah termasuk perkara yang besar.

(69-70) ﴾ قُلۡ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ لَا يُفۡلِحُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Se-sungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung'." Maksudnya, mereka tidak meraih keinginan mereka dan maksud mereka tidak terwujud. Mereka hanya menik-mati kekufuran dan kedustaan mereka sedikit di dunia kemudian mereka berpindah dan kembali kepada Allah maka Dia menimpa-kan kepada mereka, ﴾ ٱلۡعَذَابَ ٱلشَّدِيدَ بِمَا كَانُواْ يَكۡفُرُونَ …

70

مَتَٰعٌۭ فِى ٱلدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيقُهُمُ ٱلْعَذَابَ ٱلشَّدِيدَ بِمَا كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ

(Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka.

"Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, 'Allah mempunyai anak.' Mahasuci Allah, Dia-lah Yang Mahakaya, kepu-nyaanNya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak-lah kamu mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu menga-takan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? Katakanlah, 'Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung.' (Bagi mereka) kesenangan (se-mentara) di dunia, kemudian kepada Kamilah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebab-kan kekafiran mereka." (Yunus: 68-70).@

(68) Allah berfirman mengabarkan kedustaan orang-orang musyrik kepada Allah Rabbul 'alamin. ﴾ قَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدٗاۗ ﴿ "Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, 'Allah mempunyai anak'." Maka Allah menyucikan diriNya dengan ﴾ سُبۡحَٰنَهُۥۖ ﴿ "Mahasuci Allah." Yakni dari apa yang dikatakan oleh orang-orang zhalim dengan menisbatkan kekurangan kepadaNya dan Mahatinggi Allah dari hal itu. Kemudian Allah menyodorkan beberapa bukti. Pertama: FirmanNya, ﴾ هُوَ ٱلۡغَنِيُّۖ ﴿ "Dia-lah Yang Mahakaya", yakni kekayaan terbatas padaNya, macam-macam kekayaan hanya ada padaNya, Dia-lah Yang Mahakaya dengan kekayaan yang sempurna dari segala segi dan pandangan, jika Dia Mahakaya dari segala segi maka untuk apa Dia memiliki anak? Apakah karena Dia membu-tuhkan kepada anak? Ini jelas bertentangan dengan kekayaanNya dan tidak ada seorang pun yang memiliki anak kecuali karena ada-nya kekurangan pada kekayaannya. Bukti kedua: FirmanNya, ﴾ لَهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۚ ﴿ "Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi." Ini adalah kalimat yang umum lagi menyeluruh tidak ada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi yang keluar darinya, semuanya adalah makhluk lagi hamba yang dikuasai dan seperti yang sudah dimaklumi bahwa sifat umum ini bertentangan dengan kepemilikan anak dari mereka karena anak dari jenis orang tuanya, dia bukan makhluk bukan pula yang dimiliki, kepemilikan Allah terhadap apa yang ada di langit dan di bumi bertentangan dengan keperanakan. Bukti ketiga: ﴾ إِنۡ عِندَكُم مِّن سُلۡطَٰنِۭ بِهَٰذَآۚ ﴿ "Tidaklah kamu mempunyai hujjah tentang ini." Yakni apakah kamu mempunyai bukti dan dalil bahwa Allah mempunyai anak? Seandainya mereka memiliki dalil niscaya mereka pasti menyodorkannya, maka ketika Allah menen-tang mereka dan mereka pun tidak mampu menegakkan dalil maka diketahuilah kebatilan apa yang mereka ucapkan dan bahwa hal itu adalah ucapan tanpa ilmu, oleh karena itu Dia berfirman,﴾ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?" Ini adalah termasuk perkara yang besar.

(69-70) ﴾ قُلۡ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ لَا يُفۡلِحُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Se-sungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung'." Maksudnya, mereka tidak meraih keinginan mereka dan maksud mereka tidak terwujud. Mereka hanya menik-mati kekufuran dan kedustaan mereka sedikit di dunia kemudian mereka berpindah dan kembali kepada Allah maka Dia menimpa-kan kepada mereka, ﴾ ٱلۡعَذَابَ ٱلشَّدِيدَ بِمَا كَانُواْ يَكۡفُرُونَ …

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.