Muslim99Muslim99
← Tafsir library

10. Yunus

Jonas · Meccan · 109 ayahs

سُورَةُ يُونُسَ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 1–10 of 109

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

1

الٓر ۚ تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ ٱلْحَكِيمِ

Alif laam raa. Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmah.

"Alif lam ra. Inilah ayat-ayat al-Qur`an yang mengandung hikmah. Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, 'Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang ber-iman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Rabb mereka.' Orang-orang kafir berkata, 'Sesungguhnya orang ini (Mu-hammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata'." (Yunus: 1-2).

Makkiyah

(1) Allah تعالى berfirman, ﴾ الٓرۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡحَكِيمِ ﴿ "Alif lam ra. Ini-lah ayat-ayat al-Qur`an yang mengandung hikmah." Ia adalah al-Qur`an yang berisi hikmah dan hukum, ayat-ayatNya menunjukkan haki-kat-hakikat iman, larangan-larangan dan perintah-perintah syar'i yang wajib diterima dengan kerelaan dan sambutan serta ketun-dukan oleh seluruh umat.

(2) Meskipun demikian, kebanyakan mereka berpaling, maka mereka tidak mengetahui, mereka heran, ﴾ أَنۡ أَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ رَجُلٖ مِّنۡهُمۡ أَنۡ أَنذِرِ ٱلنَّاسَ ﴿ "bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, 'Be-rilah peringatan kepada manusia," terhadap azab Allah, takut-takutilah mereka dengan siksaNya dan ingatkanlah mereka dengan ayat-ayat Allah, ﴾ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ﴿ "dan gembirakanlah orang-orang beriman", dengan iman yang benar, ﴾ أَنَّ لَهُمۡ قَدَمَ صِدۡقٍ عِندَ رَبِّهِمۡۗ ﴿ "bahwa mereka mempunyai ke-dudukan yang tinggi di sisi Rabb mereka." Maksudnya mereka mem-punyai balasan yang melimpah dan pahala yang tersimpan di sisi Allah karena amal-amal shalih yang benar yang mereka kerjakan dahulu. Orang-orang kafir merasa heran terhadap orang agung ini dengan keheranan yang membuat mereka mengingkarinya. ﴾ قَالَ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Orang-orang kafir berkata," yaitu tentangnya ﴾ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata." Yakni dengan sihir yang jelas, tidak samar bagi siapa pun menurut mereka. Ini adalah kebodohan dan pengingkaran mereka. Mereka merasa heran terhadap suatu perkara yang tidak layak dianggap suatu keheranan dan keanehan. Padahal seharus-nya yang dianggap suatu yang mengherankan itu justru kebodohan mereka terhadap kemaslahatan mereka, bagaimana (mungkin bisa terjadi) mereka tidak beriman kepada Rasulullah yang mulia yang diutus oleh Allah dari kalangan mereka sendiri. Mereka benar-benar mengenalnya, akan tetapi menentang dakwahnya dan berusaha membatalkan agamanya. Allah akan tetap menyempurnakan caha-yaNya meskipun orang-orang kafir membencinya. 9

2

أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ رَجُلٍۢ مِّنْهُمْ أَنْ أَنذِرِ ٱلنَّاسَ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِندَ رَبِّهِمْ ۗ قَالَ ٱلْكَٰفِرُونَ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٌۭ مُّبِينٌ

Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka: "Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka". Orang-orang kafir berkata: "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata".

"Alif lam ra. Inilah ayat-ayat al-Qur`an yang mengandung hikmah. Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, 'Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang ber-iman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Rabb mereka.' Orang-orang kafir berkata, 'Sesungguhnya orang ini (Mu-hammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata'." (Yunus: 1-2).

Makkiyah

(1) Allah تعالى berfirman, ﴾ الٓرۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡحَكِيمِ ﴿ "Alif lam ra. Ini-lah ayat-ayat al-Qur`an yang mengandung hikmah." Ia adalah al-Qur`an yang berisi hikmah dan hukum, ayat-ayatNya menunjukkan haki-kat-hakikat iman, larangan-larangan dan perintah-perintah syar'i yang wajib diterima dengan kerelaan dan sambutan serta ketun-dukan oleh seluruh umat.

(2) Meskipun demikian, kebanyakan mereka berpaling, maka mereka tidak mengetahui, mereka heran, ﴾ أَنۡ أَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ رَجُلٖ مِّنۡهُمۡ أَنۡ أَنذِرِ ٱلنَّاسَ ﴿ "bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, 'Be-rilah peringatan kepada manusia," terhadap azab Allah, takut-takutilah mereka dengan siksaNya dan ingatkanlah mereka dengan ayat-ayat Allah, ﴾ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ﴿ "dan gembirakanlah orang-orang beriman", dengan iman yang benar, ﴾ أَنَّ لَهُمۡ قَدَمَ صِدۡقٍ عِندَ رَبِّهِمۡۗ ﴿ "bahwa mereka mempunyai ke-dudukan yang tinggi di sisi Rabb mereka." Maksudnya mereka mem-punyai balasan yang melimpah dan pahala yang tersimpan di sisi Allah karena amal-amal shalih yang benar yang mereka kerjakan dahulu. Orang-orang kafir merasa heran terhadap orang agung ini dengan keheranan yang membuat mereka mengingkarinya. ﴾ قَالَ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Orang-orang kafir berkata," yaitu tentangnya ﴾ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata." Yakni dengan sihir yang jelas, tidak samar bagi siapa pun menurut mereka. Ini adalah kebodohan dan pengingkaran mereka. Mereka merasa heran terhadap suatu perkara yang tidak layak dianggap suatu keheranan dan keanehan. Padahal seharus-nya yang dianggap suatu yang mengherankan itu justru kebodohan mereka terhadap kemaslahatan mereka, bagaimana (mungkin bisa terjadi) mereka tidak beriman kepada Rasulullah yang mulia yang diutus oleh Allah dari kalangan mereka sendiri. Mereka benar-benar mengenalnya, akan tetapi menentang dakwahnya dan berusaha membatalkan agamanya. Allah akan tetap menyempurnakan caha-yaNya meskipun orang-orang kafir membencinya. 9

3

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍۢ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ ۖ مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ إِذْنِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

"Sesungguhnya Rabbmu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izinNya. (Dzat) yang demi-kian itulah Allah, Rabbmu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? Hanya kepadaNya-lah kamu se-muanya akan kembali, sebagai janji yang benar dari Allah, sesung-guhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal shalih dengan adil. Sedangkan orang-orang kafir mendapatkan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka." (Yunus: 3-4).

(3) Allah تعالى berfirman menjelaskan rububiyah, uluhiyah dan kebesaranNya, ﴾ إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbmu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari," padahal Dia mampu menciptakannya dalam sekejap, akan tetapi (hal itu Dia lakukan) karena Dia mempunyai hikmah ilahiyah di dalamnya, dan karena Dia lembut dalam perbuatanNya. Dan di antara hikmahNya padanya adalah bahwa Dia menciptakannya dengan kebenaran dan untuk kebenaran, dan agar Dia dikenal de-ngan nama-nama dan sifatNya, serta diesakan dengan ibadah, ﴾ ثُمَّ ﴿ "kemudian" setelah penciptaan langit dan bumi. ﴾ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ ﴿ "Dia bersemayam di atas Arasy", dengan bersemayam yang sesuai dengan kebesaranNya ﴾ يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَۖ ﴿ "untuk mengatur segala urusan", di langit dan di bumi, berupa menghidupkan dan mematikan, menurunkan rizki, memutar hari di antara manusia, mengangkat kesulitan dari orang-orang yang tertimpa kesulitan, menjawab permohonan orang-orang yang memohon kepadaNya. Segala macam penataan turun dariNya dan naik kepadaNya. Seluruh makhluk tunduk kepada keperkasaanNya, patuh kepada kebesaran dan kekuasaanNya. ﴾ مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ إِذۡنِهِۦۚ ﴿ "Tiada seorang pun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izinNya." Tiada seorang pun dari mereka berani memberi syafa'at meski dia adalah makhluk terbaik sehingga Allah mengizinkannya, dan Dia tidak mengizinkan kecuali kepada orang yang diridhaiNya, dan Dia tidak ridha kecuali kepada ahli tauhid dan keikhlasan kepadaNya. ﴾ ذَٰلِكُمُ ﴿ "(Dzat) yang demikian itulah", yang keadaanNya seperti ini adalah ﴾ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ ﴿ "Allah, Rabbmu." Dia-lah Allah yang memiliki sifat ilahiyah yang meliputi seluruh sifat-sifat kesempurnaan dan sifat rububiyah yang meliputi seluruh sifat-sifat perbuatan. ﴾ فَٱعۡبُدُوهُۚ ﴿ "Maka sembahlah Dia." Esakanlah da-lam segala bentuk ibadah yang kamu mampu. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?" dari dalil-dalil yang menun-jukkan bahwa hanya Dia yang berhak disembah, dipuji, pemilik kebesaran dan kemuliaan?

(4) Manakala Dia menyebutkan hukumNya yang bersifat Qadari yaitu penataan yang umum dan hukumNya yang bersifat diniyah yaitu syariatNya di mana kandungan dan maksudnya ada-lah ibadah kepadaNya semata, tidak ada sekutu bagiNya, maka Dia menyebutkan hukum jaza'i yaitu …

4

إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًۭا ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقًّا ۚ إِنَّهُۥ يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ بِٱلْقِسْطِ ۚ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَهُمْ شَرَابٌۭ مِّنْ حَمِيمٍۢ وَعَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ

Hanya kepada-Nya-lah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.

"Sesungguhnya Rabbmu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izinNya. (Dzat) yang demi-kian itulah Allah, Rabbmu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? Hanya kepadaNya-lah kamu se-muanya akan kembali, sebagai janji yang benar dari Allah, sesung-guhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal shalih dengan adil. Sedangkan orang-orang kafir mendapatkan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka." (Yunus: 3-4).

(3) Allah تعالى berfirman menjelaskan rububiyah, uluhiyah dan kebesaranNya, ﴾ إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbmu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari," padahal Dia mampu menciptakannya dalam sekejap, akan tetapi (hal itu Dia lakukan) karena Dia mempunyai hikmah ilahiyah di dalamnya, dan karena Dia lembut dalam perbuatanNya. Dan di antara hikmahNya padanya adalah bahwa Dia menciptakannya dengan kebenaran dan untuk kebenaran, dan agar Dia dikenal de-ngan nama-nama dan sifatNya, serta diesakan dengan ibadah, ﴾ ثُمَّ ﴿ "kemudian" setelah penciptaan langit dan bumi. ﴾ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ ﴿ "Dia bersemayam di atas Arasy", dengan bersemayam yang sesuai dengan kebesaranNya ﴾ يُدَبِّرُ ٱلۡأَمۡرَۖ ﴿ "untuk mengatur segala urusan", di langit dan di bumi, berupa menghidupkan dan mematikan, menurunkan rizki, memutar hari di antara manusia, mengangkat kesulitan dari orang-orang yang tertimpa kesulitan, menjawab permohonan orang-orang yang memohon kepadaNya. Segala macam penataan turun dariNya dan naik kepadaNya. Seluruh makhluk tunduk kepada keperkasaanNya, patuh kepada kebesaran dan kekuasaanNya. ﴾ مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ إِذۡنِهِۦۚ ﴿ "Tiada seorang pun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izinNya." Tiada seorang pun dari mereka berani memberi syafa'at meski dia adalah makhluk terbaik sehingga Allah mengizinkannya, dan Dia tidak mengizinkan kecuali kepada orang yang diridhaiNya, dan Dia tidak ridha kecuali kepada ahli tauhid dan keikhlasan kepadaNya. ﴾ ذَٰلِكُمُ ﴿ "(Dzat) yang demikian itulah", yang keadaanNya seperti ini adalah ﴾ ٱللَّهُ رَبُّكُمۡ ﴿ "Allah, Rabbmu." Dia-lah Allah yang memiliki sifat ilahiyah yang meliputi seluruh sifat-sifat kesempurnaan dan sifat rububiyah yang meliputi seluruh sifat-sifat perbuatan. ﴾ فَٱعۡبُدُوهُۚ ﴿ "Maka sembahlah Dia." Esakanlah da-lam segala bentuk ibadah yang kamu mampu. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?" dari dalil-dalil yang menun-jukkan bahwa hanya Dia yang berhak disembah, dipuji, pemilik kebesaran dan kemuliaan?

(4) Manakala Dia menyebutkan hukumNya yang bersifat Qadari yaitu penataan yang umum dan hukumNya yang bersifat diniyah yaitu syariatNya di mana kandungan dan maksudnya ada-lah ibadah kepadaNya semata, tidak ada sekutu bagiNya, maka Dia menyebutkan hukum jaza'i yaitu …

5

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلشَّمْسَ ضِيَآءًۭ وَٱلْقَمَرَ نُورًۭا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا۟ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍۢ يَعْلَمُونَ

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

"Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan ber-cahaya dan Dia menetapkan manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan haq. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada sesuatu yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaanNya) bagi orang-orang yang bertakwa." (Yunus: 5-6).

(5-6) Manakala Allah menetapkan rububiyah dan uluhiyah-Nya, maka Dia menjelaskan dalil-dalil aqli dan ufuki yang menun-jukkan hal itu, dan menunjukkan kesempurnaanNya dalam nama-nama dan sifat-sifatNya, berupa matahari, rembulan, langit dan bumi serta segala sesuatu yang Dia ciptakan padanya dalam bentuk berbagai macam makhluk, lalu Dia menyatakan bahwa itu adalah tanda-tanda kebesaranNya ﴾ لِقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ ﴿ "bagi kaum yang mengetahui", dan ﴾ لِّقَوۡمٖ يَتَّقُونَ ﴿ "bagi kaum yang bertakwa." Sesungguhnya ilmu membimbing kepada pengetahuan tentang indikasi padanya dan bagaimana mengambil kesimpulan dari indikasi tersebut dengan jalan yang paling mudah. Takwa memunculkan keinginan di dalam hati kepada kebaikan dan rasa takut kepada keburukan yang mun-cul dari dalil-dalil dan bukti-bukti, serta dari ilmu dan keyakinan. Hasil dari itu adalah bahwa hanya dengan penciptaan makh-luk-makhluk dengan kriteria seperti ini saja telah menunjukkan kesempurnaan kodrat Allah, ilmuNya, kehidupanNya, dan keman-dirianNya, sedangkan sesuatu yang dikandungnya berupa kebaikan, ketepatan, kecanggihan dan kerapian adalah menunjukkan kesem-purnaan hikmah Allah, kebaikan penciptaanNya dan keluasan ilmuNya, sedangkan sesuatu yang dikandung di dalamnya berupa berbagai macam manfaat dan kemaslahatan -seperti menjadikan matahari bersinar, bulan bercahaya yang dengannya terwujud ke-gunaan mendasar seperti yang telah terwujud-, itu menunjukkan rahmat Allah, perhatianNya kepada hamba-hambaNya, keluasan kebaikanNya. Sedangkan sesuatu yang dikandung di dalamnya berupa kekhususan-kekhususan yang menunjukkan kehendak Allah yang pasti terjadi, hal itu menunjukkan bahwa hanya Dia yang di-sembah yang dicintai yang dipuji, pemilik keagungan, kemuliaan dan sifat-sifat yang agung yang mana tidak sepatutnya ada cinta dan takut kecuali kepadaNya. Doa murni tidak diberikan secara tulus kecuali kepadaNya bukan kepada makhluk yang dipelihara yang memerlukan Allah dalam seluruh urusannya. Ayat-ayat ini mengandung dorongan dan ajakan untuk me-renungkan makhluk-makhluk Allah, melihatnya untuk mengambil pelajaran, karena dengan itu bashirah bisa meluas, iman dan akal bertambah dan daya pikir menguat. Tidak melakukan itu berarti meremehkan apa yang diperintahkan oleh Allah, menutup pintu bertambahnya iman, menyebabkan kebekuan akal dan pikiran.

6

إِنَّ فِى ٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ ٱللَّهُ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَتَّقُونَ

Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.

"Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan ber-cahaya dan Dia menetapkan manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan haq. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada sesuatu yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaanNya) bagi orang-orang yang bertakwa." (Yunus: 5-6).

(5-6) Manakala Allah menetapkan rububiyah dan uluhiyah-Nya, maka Dia menjelaskan dalil-dalil aqli dan ufuki yang menun-jukkan hal itu, dan menunjukkan kesempurnaanNya dalam nama-nama dan sifat-sifatNya, berupa matahari, rembulan, langit dan bumi serta segala sesuatu yang Dia ciptakan padanya dalam bentuk berbagai macam makhluk, lalu Dia menyatakan bahwa itu adalah tanda-tanda kebesaranNya ﴾ لِقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ ﴿ "bagi kaum yang mengetahui", dan ﴾ لِّقَوۡمٖ يَتَّقُونَ ﴿ "bagi kaum yang bertakwa." Sesungguhnya ilmu membimbing kepada pengetahuan tentang indikasi padanya dan bagaimana mengambil kesimpulan dari indikasi tersebut dengan jalan yang paling mudah. Takwa memunculkan keinginan di dalam hati kepada kebaikan dan rasa takut kepada keburukan yang mun-cul dari dalil-dalil dan bukti-bukti, serta dari ilmu dan keyakinan. Hasil dari itu adalah bahwa hanya dengan penciptaan makh-luk-makhluk dengan kriteria seperti ini saja telah menunjukkan kesempurnaan kodrat Allah, ilmuNya, kehidupanNya, dan keman-dirianNya, sedangkan sesuatu yang dikandungnya berupa kebaikan, ketepatan, kecanggihan dan kerapian adalah menunjukkan kesem-purnaan hikmah Allah, kebaikan penciptaanNya dan keluasan ilmuNya, sedangkan sesuatu yang dikandung di dalamnya berupa berbagai macam manfaat dan kemaslahatan -seperti menjadikan matahari bersinar, bulan bercahaya yang dengannya terwujud ke-gunaan mendasar seperti yang telah terwujud-, itu menunjukkan rahmat Allah, perhatianNya kepada hamba-hambaNya, keluasan kebaikanNya. Sedangkan sesuatu yang dikandung di dalamnya berupa kekhususan-kekhususan yang menunjukkan kehendak Allah yang pasti terjadi, hal itu menunjukkan bahwa hanya Dia yang di-sembah yang dicintai yang dipuji, pemilik keagungan, kemuliaan dan sifat-sifat yang agung yang mana tidak sepatutnya ada cinta dan takut kecuali kepadaNya. Doa murni tidak diberikan secara tulus kecuali kepadaNya bukan kepada makhluk yang dipelihara yang memerlukan Allah dalam seluruh urusannya. Ayat-ayat ini mengandung dorongan dan ajakan untuk me-renungkan makhluk-makhluk Allah, melihatnya untuk mengambil pelajaran, karena dengan itu bashirah bisa meluas, iman dan akal bertambah dan daya pikir menguat. Tidak melakukan itu berarti meremehkan apa yang diperintahkan oleh Allah, menutup pintu bertambahnya iman, menyebabkan kebekuan akal dan pikiran.

7

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا وَرَضُوا۟ بِٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَٱطْمَأَنُّوا۟ بِهَا وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنْ ءَايَٰتِنَا غَٰفِلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,

"Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempat-nya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan." (Yunus: 7-8).

(7) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يَرۡجُونَ لِقَآءَنَا ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami." Maksudnya tidak ingin bertemu Allah yang meru-pakan keinginan terbesar yang diinginkan oleh orang-orang yang ingin, harapan tertinggi yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap, mereka justru berpaling darinya bahkan mendustakannya, ﴾ وَرَضُواْ بِٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "dan merasa puas dengan kehidupan dunia", sebagai ganti kehidupan akhirat, ﴾ وَٱطۡمَأَنُّواْ بِهَا ﴿ "serta merasa tenteram dengan kehidupan itu", maksudnya mereka bersandar kepadanya, menja-dikannya sebagai target dan sasaran akhir mereka, maka mereka berusaha untuknya, tenggelam di dalam kenikmatan dan syahwat-nya, dengan cara apa pun dia mendapatkannya, dari arah mana pun ia muncul, maka dengan segera ia disambarnya. Mereka memfokus-kan keinginan, niat, pikiran dan pekerjaan mereka kepadanya, se-akan-akan mereka diciptakan agar kekal di dalamnya, seakan-akan ia bukanlah alam singgahan yang mana orang-orang musafir ber-bekal darinya menuju kampung yang kekal yang mana orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian berangkat kepada kenikmatan dan kelezatannya. Orang-orang yang diberi taufik menyingsingkan lengan baju (untuk mendapatkannya). ﴾ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنۡ ءَايَٰتِنَا غَٰفِلُونَ ﴿ "Dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami," mereka tidak mengambil manfaat dari ayat-ayat al-Qur`an, tidak pula dari ayat-ayat yang ada di dalam diri dan cakrawala, padahal berpaling dari dalil berarti berpaling dan lalai dari apa yang menjadi maksud dari dalil itu.

(8) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itu", dengan sifat-sifat tersebut ﴾ مَأۡوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ ﴿ "tempatnya ialah neraka." Yakni tempat tinggalnya untuk selama-lamanya yang tidak mereka tinggalkan ﴾ بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ﴿ "disebab-kan apa yang selalu mereka kerjakan", berupa kekufuran, kesyirikan dan berbagai macam kemaksiatan.

Manakala Dia menyebutkan hukuman mereka, maka Dia me-nyebutkan pahala orang-orang yang taat, Dia berfirman,

8

أُو۟لَٰٓئِكَ مَأْوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.

"Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempat-nya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan." (Yunus: 7-8).

(7) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يَرۡجُونَ لِقَآءَنَا ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami." Maksudnya tidak ingin bertemu Allah yang meru-pakan keinginan terbesar yang diinginkan oleh orang-orang yang ingin, harapan tertinggi yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap, mereka justru berpaling darinya bahkan mendustakannya, ﴾ وَرَضُواْ بِٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "dan merasa puas dengan kehidupan dunia", sebagai ganti kehidupan akhirat, ﴾ وَٱطۡمَأَنُّواْ بِهَا ﴿ "serta merasa tenteram dengan kehidupan itu", maksudnya mereka bersandar kepadanya, menja-dikannya sebagai target dan sasaran akhir mereka, maka mereka berusaha untuknya, tenggelam di dalam kenikmatan dan syahwat-nya, dengan cara apa pun dia mendapatkannya, dari arah mana pun ia muncul, maka dengan segera ia disambarnya. Mereka memfokus-kan keinginan, niat, pikiran dan pekerjaan mereka kepadanya, se-akan-akan mereka diciptakan agar kekal di dalamnya, seakan-akan ia bukanlah alam singgahan yang mana orang-orang musafir ber-bekal darinya menuju kampung yang kekal yang mana orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian berangkat kepada kenikmatan dan kelezatannya. Orang-orang yang diberi taufik menyingsingkan lengan baju (untuk mendapatkannya). ﴾ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنۡ ءَايَٰتِنَا غَٰفِلُونَ ﴿ "Dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami," mereka tidak mengambil manfaat dari ayat-ayat al-Qur`an, tidak pula dari ayat-ayat yang ada di dalam diri dan cakrawala, padahal berpaling dari dalil berarti berpaling dan lalai dari apa yang menjadi maksud dari dalil itu.

(8) ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itu", dengan sifat-sifat tersebut ﴾ مَأۡوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ ﴿ "tempatnya ialah neraka." Yakni tempat tinggalnya untuk selama-lamanya yang tidak mereka tinggalkan ﴾ بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ﴿ "disebab-kan apa yang selalu mereka kerjakan", berupa kekufuran, kesyirikan dan berbagai macam kemaksiatan.

Manakala Dia menyebutkan hukuman mereka, maka Dia me-nyebutkan pahala orang-orang yang taat, Dia berfirman,

9

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُم بِإِيمَٰنِهِمْ ۖ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمُ ٱلْأَنْهَٰرُ فِى جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam Surga yang penuh kenikmatan. Doa mereka di dalamnya ialah, 'Subhanakallahumma', dan salam penghormatan mereka ialah, 'Salam.' Dan penutup doa mereka ialah, 'Alhamdulillahi Rabbil alamin'." (Yunus: 9-10).

(9) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "Sesung-guhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih." Maksudnya, mereka menggabungkan antara iman dan pelaksanaan terhadap amal shalih yang merupakan konsekuensi dan tuntutannya yang mencakup amal hati dan anggota badan dengan keikhlasan dan mengikuti tuntunan Rasul, ﴾ يَهۡدِيهِمۡ رَبُّهُم بِإِيمَٰنِهِمۡۖ ﴿ "mereka diberi pe-tunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya." Maksudnya karena keimanannya, maka Allah membalas mereka dengan pahala yang besar yaitu hidayah. Dia mengajarkan kepada mereka sesuatu yang berguna bagi mereka, memberi mereka nikmat dengan amal yang timbul dari hidayah, memberi petunjuk kepada mereka untuk meng-kaji ayat-ayatNya, memberi mereka petunjuk di alam ini kepada jalan yang lurus dan pada saat berada di jalan yang lurus serta (petunjuk) di alam pembalasan kepada jalan yang mengantarkan kepada Surga kenikmatan. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهِمُ ٱلۡأَنۡهَٰرُ ﴿ "di bawah mereka mengalir sungai-sungai", yang terus me-nerus mengalir ﴾ فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ﴿ "di dalam Surga yang penuh kenikmatan." Allah menisbatkannya kepada kenikmatan karena ia mengandung kenikmatan yang sempurna; kenikmatan hati dengan kebahagiaan, kesenangan, kelezatan, melihat Allah, menyimak FirmanNya, ber-bangga dengan ridhaNya dan kedekatan kepadaNya, bertemu saudara-saudara dan orang-orang terkasih, berkumpul dengan mereka, mendengar suara yang menyenangkan, alunan yang merdu dan pemandangan yang menenangkan. Juga nikmat jasmani de-ngan berbagai macam minuman, makanan, pernikahan dan lain-lain yang tidak diketahui oleh jiwa dan tidak terlintas di benak siapa pun atau ada yang mampu untuk menyifatinya.

(10) ﴾ دَعۡوَىٰهُمۡ فِيهَا سُبۡحَٰنَكَ ٱللَّهُمَّ ﴿ "Doa mereka di dalamnya ialah, 'Subha-nakallahumma', maksudnya ibadah mereka di dalamnya kepada Allah yang pertama adalah tasbih dan menyucikan Allah dari keku-rangan, dan yang terakhir adalah tahmid kepada Allah. Beban taklif gugur dari mereka di alam pembalasan. Yang tersisa bagi mereka adalah kenikmatan yang sempurna, yang lebih lezat bagi mereka daripada makanan yang lezat yaitu dzikrullah yang dengannya hati menjadi tenang, dan ruh menjadi bahagia. Ia bagi mereka sama dengan bernafas tanpa usaha dan kesulitan. ﴾ و َ ﴿ "Dan," adapun penghormatan mereka dalam perkara di antara mereka pada saat saling berkunjung dan bertemu adalah salam, yaitu ucapan yang bebas dari dosa dan hal yang tak berguna yang disifati bahwa ia adalah ﴾ سَلَٰمٞۚ ﴿ "salam". Ada yang menafsirkan Firman Allah, ﴾ دَعۡوَىٰهُمۡ فِيهَا سُبۡحَٰنَكَ ٱللَّهُمَّ ﴿ "Doa mereka di dalamnya ialah, 'Subhanakallahumma'… dan seterusnya," bahwa jika penduduk Surga menginginkan makanan, minuman dan lain-lain lalu mereka mengucapkan …

10

دَعْوَىٰهُمْ فِيهَا سُبْحَٰنَكَ ٱللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَٰمٌۭ ۚ وَءَاخِرُ دَعْوَىٰهُمْ أَنِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Do'a mereka di dalamnya ialah: "Subhanakallahumma", dan salam penghormatan mereka ialah: "Salam". Dan penutup doa mereka ialah: "Alhamdulilaahi Rabbil 'aalamin".

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam Surga yang penuh kenikmatan. Doa mereka di dalamnya ialah, 'Subhanakallahumma', dan salam penghormatan mereka ialah, 'Salam.' Dan penutup doa mereka ialah, 'Alhamdulillahi Rabbil alamin'." (Yunus: 9-10).

(9) Allah تعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "Sesung-guhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih." Maksudnya, mereka menggabungkan antara iman dan pelaksanaan terhadap amal shalih yang merupakan konsekuensi dan tuntutannya yang mencakup amal hati dan anggota badan dengan keikhlasan dan mengikuti tuntunan Rasul, ﴾ يَهۡدِيهِمۡ رَبُّهُم بِإِيمَٰنِهِمۡۖ ﴿ "mereka diberi pe-tunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya." Maksudnya karena keimanannya, maka Allah membalas mereka dengan pahala yang besar yaitu hidayah. Dia mengajarkan kepada mereka sesuatu yang berguna bagi mereka, memberi mereka nikmat dengan amal yang timbul dari hidayah, memberi petunjuk kepada mereka untuk meng-kaji ayat-ayatNya, memberi mereka petunjuk di alam ini kepada jalan yang lurus dan pada saat berada di jalan yang lurus serta (petunjuk) di alam pembalasan kepada jalan yang mengantarkan kepada Surga kenikmatan. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهِمُ ٱلۡأَنۡهَٰرُ ﴿ "di bawah mereka mengalir sungai-sungai", yang terus me-nerus mengalir ﴾ فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ﴿ "di dalam Surga yang penuh kenikmatan." Allah menisbatkannya kepada kenikmatan karena ia mengandung kenikmatan yang sempurna; kenikmatan hati dengan kebahagiaan, kesenangan, kelezatan, melihat Allah, menyimak FirmanNya, ber-bangga dengan ridhaNya dan kedekatan kepadaNya, bertemu saudara-saudara dan orang-orang terkasih, berkumpul dengan mereka, mendengar suara yang menyenangkan, alunan yang merdu dan pemandangan yang menenangkan. Juga nikmat jasmani de-ngan berbagai macam minuman, makanan, pernikahan dan lain-lain yang tidak diketahui oleh jiwa dan tidak terlintas di benak siapa pun atau ada yang mampu untuk menyifatinya.

(10) ﴾ دَعۡوَىٰهُمۡ فِيهَا سُبۡحَٰنَكَ ٱللَّهُمَّ ﴿ "Doa mereka di dalamnya ialah, 'Subha-nakallahumma', maksudnya ibadah mereka di dalamnya kepada Allah yang pertama adalah tasbih dan menyucikan Allah dari keku-rangan, dan yang terakhir adalah tahmid kepada Allah. Beban taklif gugur dari mereka di alam pembalasan. Yang tersisa bagi mereka adalah kenikmatan yang sempurna, yang lebih lezat bagi mereka daripada makanan yang lezat yaitu dzikrullah yang dengannya hati menjadi tenang, dan ruh menjadi bahagia. Ia bagi mereka sama dengan bernafas tanpa usaha dan kesulitan. ﴾ و َ ﴿ "Dan," adapun penghormatan mereka dalam perkara di antara mereka pada saat saling berkunjung dan bertemu adalah salam, yaitu ucapan yang bebas dari dosa dan hal yang tak berguna yang disifati bahwa ia adalah ﴾ سَلَٰمٞۚ ﴿ "salam". Ada yang menafsirkan Firman Allah, ﴾ دَعۡوَىٰهُمۡ فِيهَا سُبۡحَٰنَكَ ٱللَّهُمَّ ﴿ "Doa mereka di dalamnya ialah, 'Subhanakallahumma'… dan seterusnya," bahwa jika penduduk Surga menginginkan makanan, minuman dan lain-lain lalu mereka mengucapkan …

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.