Muslim99Muslim99
← Tafsir library

10. Yunus

Jonas · Meccan · 109 ayahs

سُورَةُ يُونُسَ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 51–60 of 109

51

أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓ ۚ ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ كُنتُم بِهِۦ تَسْتَعْجِلُونَ

Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kemudian itu kamu baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?

"Katakanlah, 'Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaanNya di waktu malam atau di siang hari, apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga?' Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kamu baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan? Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zhalim (musyrik) itu, 'Rasakanlah oleh-mu siksaan yang kekal, tidaklah kamu diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan'." (Yunus: 50-52).

(50) Allah تعالى berfirman, ﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَتَىٰكُمۡ عَذَابُهُۥ بَيَٰتًا ﴿ "Katakanlah, 'Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaanNya di waktu malam," pada waktu kamu tidur di malam hari. ﴾ أَوۡ نَهَارٗا ﴿ "Atau di siang hari", pada waktu kamu lalai. ﴾ مَّاذَا يَسۡتَعۡجِلُ مِنۡهُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ﴿ "Apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga?" Maksudnya berita apa yang ingin mereka segerakan kehadirannya, dan azab apa yang mereka inginkan?

(51) ﴾ أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓۚ ﴿ "Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kamu baru mempercayainya?" Iman tidak lagi berguna pada waktu azab Allah turun. Dikatakan kepada mereka sebagai bentuk penyalahan dan pencacian dalam kondisi tersebut yang mana me-reka mengaku beriman. ﴾ ءَآلۡـَٰٔنَ ﴿ "Apakah sekarang", kamu beriman dalam kondisi sulit dan susah. ﴾ وَقَدۡ كُنتُم بِهِۦ تَسۡتَعۡجِلُونَ ﴿ "Padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?" Karena Sunnah Allah yang berlaku bagi hamba-hambaNya adalah bahwa Dia memperingat-kan mereka ketika mereka minta diturunkan peringatan sebelum azab itu turun dan jika azab telah turun, maka iman seseorang tidak lagi berguna sebagaimana Firman Allah tentang Fir'aun pada saat dia tenggelam. ﴾ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱلَّذِيٓ ءَامَنَتۡ بِهِۦ بَنُوٓاْ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ 90 ﴿ "Berkatalah dia, 'Saya percaya bahwa tidak ada Rabb melainkan Rabb yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (Yunus: 90). Maka dikatakan kepadanya, ﴾ ءَآلۡـَٰٔنَ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ 91 ﴿ "Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan?" (Yunus: 91). Dan Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَلَمۡ يَكُ يَنفَعُهُمۡ إِيمَٰنُهُمۡ لَمَّا رَأَوۡاْ بَأۡسَنَاۖ سُنَّتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي قَدۡ خَلَتۡ فِي عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah Sunnah Allah yang telah berlaku terhadap ham-ba-hambaNya." (Al-Mu`min: 85). Di sini Allah تعالى berfirman, ﴾ أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓۚ ءَآلۡـَٰٔنَ ﴿ "Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kamu baru mempercayainya? Apa-kah sekarang", kamu mengaku beriman ﴾ وَقَدۡ كُنتُم بِهِۦ تَسۡتَعۡجِلُونَ ﴿ "padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?" Ini adalah akibat perbuatanmu, inilah yang kamu tuntut agar ia disegerakan.

(52) ﴾ ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ ﴿ "Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zhalim (musyrik) itu", manakala …

52

ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ذُوقُوا۟ عَذَابَ ٱلْخُلْدِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا بِمَا كُنتُمْ تَكْسِبُونَ

Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zalim (musyrik) itu: "Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan".

"Katakanlah, 'Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaanNya di waktu malam atau di siang hari, apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga?' Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kamu baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan? Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zhalim (musyrik) itu, 'Rasakanlah oleh-mu siksaan yang kekal, tidaklah kamu diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan'." (Yunus: 50-52).

(50) Allah تعالى berfirman, ﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَتَىٰكُمۡ عَذَابُهُۥ بَيَٰتًا ﴿ "Katakanlah, 'Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaanNya di waktu malam," pada waktu kamu tidur di malam hari. ﴾ أَوۡ نَهَارٗا ﴿ "Atau di siang hari", pada waktu kamu lalai. ﴾ مَّاذَا يَسۡتَعۡجِلُ مِنۡهُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ﴿ "Apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga?" Maksudnya berita apa yang ingin mereka segerakan kehadirannya, dan azab apa yang mereka inginkan?

(51) ﴾ أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓۚ ﴿ "Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kamu baru mempercayainya?" Iman tidak lagi berguna pada waktu azab Allah turun. Dikatakan kepada mereka sebagai bentuk penyalahan dan pencacian dalam kondisi tersebut yang mana me-reka mengaku beriman. ﴾ ءَآلۡـَٰٔنَ ﴿ "Apakah sekarang", kamu beriman dalam kondisi sulit dan susah. ﴾ وَقَدۡ كُنتُم بِهِۦ تَسۡتَعۡجِلُونَ ﴿ "Padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?" Karena Sunnah Allah yang berlaku bagi hamba-hambaNya adalah bahwa Dia memperingat-kan mereka ketika mereka minta diturunkan peringatan sebelum azab itu turun dan jika azab telah turun, maka iman seseorang tidak lagi berguna sebagaimana Firman Allah tentang Fir'aun pada saat dia tenggelam. ﴾ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱلَّذِيٓ ءَامَنَتۡ بِهِۦ بَنُوٓاْ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ 90 ﴿ "Berkatalah dia, 'Saya percaya bahwa tidak ada Rabb melainkan Rabb yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (Yunus: 90). Maka dikatakan kepadanya, ﴾ ءَآلۡـَٰٔنَ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ 91 ﴿ "Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan?" (Yunus: 91). Dan Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَلَمۡ يَكُ يَنفَعُهُمۡ إِيمَٰنُهُمۡ لَمَّا رَأَوۡاْ بَأۡسَنَاۖ سُنَّتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي قَدۡ خَلَتۡ فِي عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah Sunnah Allah yang telah berlaku terhadap ham-ba-hambaNya." (Al-Mu`min: 85). Di sini Allah تعالى berfirman, ﴾ أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓۚ ءَآلۡـَٰٔنَ ﴿ "Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kamu baru mempercayainya? Apa-kah sekarang", kamu mengaku beriman ﴾ وَقَدۡ كُنتُم بِهِۦ تَسۡتَعۡجِلُونَ ﴿ "padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?" Ini adalah akibat perbuatanmu, inilah yang kamu tuntut agar ia disegerakan.

(52) ﴾ ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ ﴿ "Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zhalim (musyrik) itu", manakala …

53

۞ وَيَسْتَنۢبِـُٔونَكَ أَحَقٌّ هُوَ ۖ قُلْ إِى وَرَبِّىٓ إِنَّهُۥ لَحَقٌّۭ ۖ وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ

Dan mereka menanyakan kepadamu: "Benarkah (azab yang dijanjikan) itu? Katakanlah: "Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)".

"Dan mereka menanyakan kepadamu, 'Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?' Katakanlah, 'Ya demi Rabbku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (darinya).' Dan kalau setiap diri yang zhalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya. Ingatlah, sesungguh-nya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya). Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan." (Yunus: 53-56).

(53) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, ﴾ وَيَسۡتَنۢبِـُٔونَكَ أَحَقٌّ هُوَۖ ﴿ "Dan mereka menanyakan kepadamu, 'Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?" Maksudnya, orang-orang yang mendustakan menanyakan kepadamu dengan dasar penentangan dan penolakan bukan dengan dasar mencari kejelasan dan petunjuk. ﴾ أَحَقٌّ هُوَۖ ﴿ "Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?" Maksudnya, apakah benar kebangkitan manusia dari kubur dan dikumpulkannya mereka untuk hari pembalasan kepada hamba-hamba sesuai dengan amal mereka, jika baik maka baik jika buruk maka buruk? ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", kepada mereka dengan bersumpah atas kebenarannya dengan berdalil kepada dalil yang jelas dan bukti yang kuat. ﴾ إِي وَرَبِّيٓ إِنَّهُۥ لَحَقّٞۖ ﴿ "Ya demi Rabbku, se-sungguhnya azab itu adalah benar", tanpa ada keraguan dan kebim-bangan di dalamnya. ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (darinya)." Maksudnya, kamu tidak mampu menghalangi Allah untuk membangkitkanmu, sebagaimana Dia menciptakanmu per-tama kali sementara kamu belum menjadi apa pun maka Dia pun akan mengembalikanmu sekali lagi untuk membalas perbuatanmu.

(54)(وَ) "Dan" pada Hari Kiamat kalau ﴾ أَنَّ لِكُلِّ نَفۡسٖ ظَلَمَتۡ ﴿ "se-tiap diri yang zhalim (musyrik) itu memiliki", dengan kekufuran dan kemaksiatan ﴾ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "segala sesuatu yang ada di bumi ini", dalam bentuk emas, perak dan lainnya untuk digunakan menebus azab Allah, ﴾ لَٱفۡتَدَتۡ بِهِۦۗ ﴿ "tentu dia menebus dirinya dengan itu." Namun itu semua tidaklah berguna baginya karena manfaat dan mudarat, pahala dan hukuman berdasarkan pada perbuatan baik atau buruk. ﴾ وَأَسَرُّواْ ﴿ "Dan mereka menyembunyikan" yakni mereka orang-orang yang zhalim, ﴾ ٱلنَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَۖ ﴿ "penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu." Mereka menyesal atas apa yang mereka la-kukan, dan pada waktu itu tidak ada lagi tempat aman. ﴾ وَقُضِيَ بَيۡنَهُم بِٱلۡقِسۡطِ ﴿ "Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil." Ke-adilan yang sempurna yang tidak ada kezhaliman padanya dari segi apa pun.

(55) ﴾ أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi." Dia menetapkan hukum pada mereka dengan hukum diniyah dan qadariyah, dan Dia akan menetapkan hukum pada mereka dengan hukum jaza'i. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ أَلَآ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا …

54

وَلَوْ أَنَّ لِكُلِّ نَفْسٍۢ ظَلَمَتْ مَا فِى ٱلْأَرْضِ لَٱفْتَدَتْ بِهِۦ ۗ وَأَسَرُّوا۟ ٱلنَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُا۟ ٱلْعَذَابَ ۖ وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِٱلْقِسْطِ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Dan kalau setiap diri yang zalim (muayrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka membunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya.

"Dan mereka menanyakan kepadamu, 'Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?' Katakanlah, 'Ya demi Rabbku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (darinya).' Dan kalau setiap diri yang zhalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya. Ingatlah, sesungguh-nya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya). Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan." (Yunus: 53-56).

(53) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, ﴾ وَيَسۡتَنۢبِـُٔونَكَ أَحَقٌّ هُوَۖ ﴿ "Dan mereka menanyakan kepadamu, 'Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?" Maksudnya, orang-orang yang mendustakan menanyakan kepadamu dengan dasar penentangan dan penolakan bukan dengan dasar mencari kejelasan dan petunjuk. ﴾ أَحَقٌّ هُوَۖ ﴿ "Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?" Maksudnya, apakah benar kebangkitan manusia dari kubur dan dikumpulkannya mereka untuk hari pembalasan kepada hamba-hamba sesuai dengan amal mereka, jika baik maka baik jika buruk maka buruk? ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", kepada mereka dengan bersumpah atas kebenarannya dengan berdalil kepada dalil yang jelas dan bukti yang kuat. ﴾ إِي وَرَبِّيٓ إِنَّهُۥ لَحَقّٞۖ ﴿ "Ya demi Rabbku, se-sungguhnya azab itu adalah benar", tanpa ada keraguan dan kebim-bangan di dalamnya. ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (darinya)." Maksudnya, kamu tidak mampu menghalangi Allah untuk membangkitkanmu, sebagaimana Dia menciptakanmu per-tama kali sementara kamu belum menjadi apa pun maka Dia pun akan mengembalikanmu sekali lagi untuk membalas perbuatanmu.

(54)(وَ) "Dan" pada Hari Kiamat kalau ﴾ أَنَّ لِكُلِّ نَفۡسٖ ظَلَمَتۡ ﴿ "se-tiap diri yang zhalim (musyrik) itu memiliki", dengan kekufuran dan kemaksiatan ﴾ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "segala sesuatu yang ada di bumi ini", dalam bentuk emas, perak dan lainnya untuk digunakan menebus azab Allah, ﴾ لَٱفۡتَدَتۡ بِهِۦۗ ﴿ "tentu dia menebus dirinya dengan itu." Namun itu semua tidaklah berguna baginya karena manfaat dan mudarat, pahala dan hukuman berdasarkan pada perbuatan baik atau buruk. ﴾ وَأَسَرُّواْ ﴿ "Dan mereka menyembunyikan" yakni mereka orang-orang yang zhalim, ﴾ ٱلنَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَۖ ﴿ "penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu." Mereka menyesal atas apa yang mereka la-kukan, dan pada waktu itu tidak ada lagi tempat aman. ﴾ وَقُضِيَ بَيۡنَهُم بِٱلۡقِسۡطِ ﴿ "Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil." Ke-adilan yang sempurna yang tidak ada kezhaliman padanya dari segi apa pun.

(55) ﴾ أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi." Dia menetapkan hukum pada mereka dengan hukum diniyah dan qadariyah, dan Dia akan menetapkan hukum pada mereka dengan hukum jaza'i. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ أَلَآ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا …

55

أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ أَلَآ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّۭ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya).

"Dan mereka menanyakan kepadamu, 'Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?' Katakanlah, 'Ya demi Rabbku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (darinya).' Dan kalau setiap diri yang zhalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya. Ingatlah, sesungguh-nya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya). Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan." (Yunus: 53-56).

(53) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, ﴾ وَيَسۡتَنۢبِـُٔونَكَ أَحَقٌّ هُوَۖ ﴿ "Dan mereka menanyakan kepadamu, 'Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?" Maksudnya, orang-orang yang mendustakan menanyakan kepadamu dengan dasar penentangan dan penolakan bukan dengan dasar mencari kejelasan dan petunjuk. ﴾ أَحَقٌّ هُوَۖ ﴿ "Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?" Maksudnya, apakah benar kebangkitan manusia dari kubur dan dikumpulkannya mereka untuk hari pembalasan kepada hamba-hamba sesuai dengan amal mereka, jika baik maka baik jika buruk maka buruk? ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", kepada mereka dengan bersumpah atas kebenarannya dengan berdalil kepada dalil yang jelas dan bukti yang kuat. ﴾ إِي وَرَبِّيٓ إِنَّهُۥ لَحَقّٞۖ ﴿ "Ya demi Rabbku, se-sungguhnya azab itu adalah benar", tanpa ada keraguan dan kebim-bangan di dalamnya. ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (darinya)." Maksudnya, kamu tidak mampu menghalangi Allah untuk membangkitkanmu, sebagaimana Dia menciptakanmu per-tama kali sementara kamu belum menjadi apa pun maka Dia pun akan mengembalikanmu sekali lagi untuk membalas perbuatanmu.

(54)(وَ) "Dan" pada Hari Kiamat kalau ﴾ أَنَّ لِكُلِّ نَفۡسٖ ظَلَمَتۡ ﴿ "se-tiap diri yang zhalim (musyrik) itu memiliki", dengan kekufuran dan kemaksiatan ﴾ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "segala sesuatu yang ada di bumi ini", dalam bentuk emas, perak dan lainnya untuk digunakan menebus azab Allah, ﴾ لَٱفۡتَدَتۡ بِهِۦۗ ﴿ "tentu dia menebus dirinya dengan itu." Namun itu semua tidaklah berguna baginya karena manfaat dan mudarat, pahala dan hukuman berdasarkan pada perbuatan baik atau buruk. ﴾ وَأَسَرُّواْ ﴿ "Dan mereka menyembunyikan" yakni mereka orang-orang yang zhalim, ﴾ ٱلنَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَۖ ﴿ "penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu." Mereka menyesal atas apa yang mereka la-kukan, dan pada waktu itu tidak ada lagi tempat aman. ﴾ وَقُضِيَ بَيۡنَهُم بِٱلۡقِسۡطِ ﴿ "Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil." Ke-adilan yang sempurna yang tidak ada kezhaliman padanya dari segi apa pun.

(55) ﴾ أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi." Dia menetapkan hukum pada mereka dengan hukum diniyah dan qadariyah, dan Dia akan menetapkan hukum pada mereka dengan hukum jaza'i. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ أَلَآ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا …

56

هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

"Dan mereka menanyakan kepadamu, 'Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?' Katakanlah, 'Ya demi Rabbku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (darinya).' Dan kalau setiap diri yang zhalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya. Ingatlah, sesungguh-nya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya). Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan." (Yunus: 53-56).

(53) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, ﴾ وَيَسۡتَنۢبِـُٔونَكَ أَحَقٌّ هُوَۖ ﴿ "Dan mereka menanyakan kepadamu, 'Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?" Maksudnya, orang-orang yang mendustakan menanyakan kepadamu dengan dasar penentangan dan penolakan bukan dengan dasar mencari kejelasan dan petunjuk. ﴾ أَحَقٌّ هُوَۖ ﴿ "Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?" Maksudnya, apakah benar kebangkitan manusia dari kubur dan dikumpulkannya mereka untuk hari pembalasan kepada hamba-hamba sesuai dengan amal mereka, jika baik maka baik jika buruk maka buruk? ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", kepada mereka dengan bersumpah atas kebenarannya dengan berdalil kepada dalil yang jelas dan bukti yang kuat. ﴾ إِي وَرَبِّيٓ إِنَّهُۥ لَحَقّٞۖ ﴿ "Ya demi Rabbku, se-sungguhnya azab itu adalah benar", tanpa ada keraguan dan kebim-bangan di dalamnya. ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (darinya)." Maksudnya, kamu tidak mampu menghalangi Allah untuk membangkitkanmu, sebagaimana Dia menciptakanmu per-tama kali sementara kamu belum menjadi apa pun maka Dia pun akan mengembalikanmu sekali lagi untuk membalas perbuatanmu.

(54)(وَ) "Dan" pada Hari Kiamat kalau ﴾ أَنَّ لِكُلِّ نَفۡسٖ ظَلَمَتۡ ﴿ "se-tiap diri yang zhalim (musyrik) itu memiliki", dengan kekufuran dan kemaksiatan ﴾ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "segala sesuatu yang ada di bumi ini", dalam bentuk emas, perak dan lainnya untuk digunakan menebus azab Allah, ﴾ لَٱفۡتَدَتۡ بِهِۦۗ ﴿ "tentu dia menebus dirinya dengan itu." Namun itu semua tidaklah berguna baginya karena manfaat dan mudarat, pahala dan hukuman berdasarkan pada perbuatan baik atau buruk. ﴾ وَأَسَرُّواْ ﴿ "Dan mereka menyembunyikan" yakni mereka orang-orang yang zhalim, ﴾ ٱلنَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ ٱلۡعَذَابَۖ ﴿ "penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu." Mereka menyesal atas apa yang mereka la-kukan, dan pada waktu itu tidak ada lagi tempat aman. ﴾ وَقُضِيَ بَيۡنَهُم بِٱلۡقِسۡطِ ﴿ "Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil." Ke-adilan yang sempurna yang tidak ada kezhaliman padanya dari segi apa pun.

(55) ﴾ أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi." Dia menetapkan hukum pada mereka dengan hukum diniyah dan qadariyah, dan Dia akan menetapkan hukum pada mereka dengan hukum jaza'i. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ أَلَآ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا …

57

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌۭ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌۭ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًۭى وَرَحْمَةٌۭ لِّلْمُؤْمِنِينَ

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pela-jaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah, 'Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik daripada sesuatu yang mereka kumpulkan'." (Yunus: 57-58).

(57) Allah تعالى menganjurkan manusia agar memperhatikan kitab yang mulia ini dengan menyebutkan sifat-sifatnya yang baik yang dibutuhkan bagi manusia, seraya Dia berfirman,﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ ﴿ "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu", yang menasehatimu dan memperingatkan-mu dari amalan yang mendatangkan murka Allah yang menyebab-kan siksaNya, ia memperingatkanmu dengan menjelaskan akibat buruknya, ﴾ وَشِفَآءٞ لِّمَا فِي ٱلصُّدُورِ ﴿ "dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada", ia adalah al-Qur`an ini, penyembuh bagi sesuatu yang ada di dalam dada berupa penyakit hawa nafsu yang menghalangi ketundukan kepada syariat dan penyakit-penyakit syubhat yang menodai ilm al-Yaqin, karena apa yang dikandungnya berupa targhib (anjuran) dan tarhib (ancaman), janji pahala dan an-caman siksa, membuat seorang hamba merasa cinta dan takut. Jika pada diri hamba terdapat kacintaan kepada kebaikan dan rasa takut kepada keburukan dan keduanya tumbuh berdasarkan makna-makna al-Qur`an yang merasuk padanya, maka hal itu akan mendo-rongnya mendahulukan keinginan Allah di atas keinginan dirinya, dan apa yang menyebabkan ridha Allah lebih dipentingkan dari-pada syahwat dirinya sendiri. Begitu pula bukti-bukti dan dalil yang dikandungnya yang dipaparkan oleh Allah yang sangat baik dan dijelaskan olehNya dengan sangat jelas yang mengikis syubhat yang menodai kebenaran dan mengantarkan hati kepada derajat yakin tertinggi, jika hati sehat, tidak sakit, dan ia dihiasi dengan pakaian keselamatan, maka seluruh anggota tubuh mengikutinya, karena anggota tubuh akan baik disebabkan oleh baiknya hati dan akan buruk disebabkan buruknya hati. ﴾ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." Petunjuk adalah ilmu tentang kebenaran dan peng-amalannya. Rahmat adalah kebaikan dan pahala dunia dan akhirat yang didapatkan oleh orang yang mendapatkan petunjuk, sedang-kan hidayah adalah sarana paling mulia dan rahmat adalah sasaran dan target paling sempurna, akan tetapi hidayah dan rahmat itu tidak berlaku kecuali pada orang-orang yang beriman, jika hidayah telah didapatkan dan rahmat yang timbul darinya juga telah diraih, maka terwujudlah kebahagiaan, keberuntungan, keberhasilan, dan ketentraman.

(58) Oleh karena itu, Allah memerintahkan agar berbahagia dengan itu seraya berfirman, ﴾ قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ ﴿ "Katakanlah, 'Dengan Karunia Allah'." Yaitu al-Qur`an yang merupakan nikmat, karunia, pembe-rian dan keutamaan terbesar yang Allah limpahkan kepada hamba-hambaNya. RahmatNya adalah agama, iman, ibadah kepada Allah, mencintaiNya, dan mengetahuiNya. ﴾ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ ﴿ "Hen-daklah dengan itu mereka bergembira. …

58

قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌۭ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pela-jaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah, 'Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik daripada sesuatu yang mereka kumpulkan'." (Yunus: 57-58).

(57) Allah تعالى menganjurkan manusia agar memperhatikan kitab yang mulia ini dengan menyebutkan sifat-sifatnya yang baik yang dibutuhkan bagi manusia, seraya Dia berfirman,﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ ﴿ "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu", yang menasehatimu dan memperingatkan-mu dari amalan yang mendatangkan murka Allah yang menyebab-kan siksaNya, ia memperingatkanmu dengan menjelaskan akibat buruknya, ﴾ وَشِفَآءٞ لِّمَا فِي ٱلصُّدُورِ ﴿ "dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada", ia adalah al-Qur`an ini, penyembuh bagi sesuatu yang ada di dalam dada berupa penyakit hawa nafsu yang menghalangi ketundukan kepada syariat dan penyakit-penyakit syubhat yang menodai ilm al-Yaqin, karena apa yang dikandungnya berupa targhib (anjuran) dan tarhib (ancaman), janji pahala dan an-caman siksa, membuat seorang hamba merasa cinta dan takut. Jika pada diri hamba terdapat kacintaan kepada kebaikan dan rasa takut kepada keburukan dan keduanya tumbuh berdasarkan makna-makna al-Qur`an yang merasuk padanya, maka hal itu akan mendo-rongnya mendahulukan keinginan Allah di atas keinginan dirinya, dan apa yang menyebabkan ridha Allah lebih dipentingkan dari-pada syahwat dirinya sendiri. Begitu pula bukti-bukti dan dalil yang dikandungnya yang dipaparkan oleh Allah yang sangat baik dan dijelaskan olehNya dengan sangat jelas yang mengikis syubhat yang menodai kebenaran dan mengantarkan hati kepada derajat yakin tertinggi, jika hati sehat, tidak sakit, dan ia dihiasi dengan pakaian keselamatan, maka seluruh anggota tubuh mengikutinya, karena anggota tubuh akan baik disebabkan oleh baiknya hati dan akan buruk disebabkan buruknya hati. ﴾ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." Petunjuk adalah ilmu tentang kebenaran dan peng-amalannya. Rahmat adalah kebaikan dan pahala dunia dan akhirat yang didapatkan oleh orang yang mendapatkan petunjuk, sedang-kan hidayah adalah sarana paling mulia dan rahmat adalah sasaran dan target paling sempurna, akan tetapi hidayah dan rahmat itu tidak berlaku kecuali pada orang-orang yang beriman, jika hidayah telah didapatkan dan rahmat yang timbul darinya juga telah diraih, maka terwujudlah kebahagiaan, keberuntungan, keberhasilan, dan ketentraman.

(58) Oleh karena itu, Allah memerintahkan agar berbahagia dengan itu seraya berfirman, ﴾ قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ ﴿ "Katakanlah, 'Dengan Karunia Allah'." Yaitu al-Qur`an yang merupakan nikmat, karunia, pembe-rian dan keutamaan terbesar yang Allah limpahkan kepada hamba-hambaNya. RahmatNya adalah agama, iman, ibadah kepada Allah, mencintaiNya, dan mengetahuiNya. ﴾ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ ﴿ "Hen-daklah dengan itu mereka bergembira. …

59

قُلْ أَرَءَيْتُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ لَكُم مِّن رِّزْقٍۢ فَجَعَلْتُم مِّنْهُ حَرَامًۭا وَحَلَٰلًۭا قُلْ ءَآللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ ۖ أَمْ عَلَى ٱللَّهِ تَفْتَرُونَ

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal". Katakanlah: "Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?"

"Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang di-turunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal.' Katakanlah, 'Apakah Allah telah mem-berikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?' Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada Hari Kiamat? Sesungguh-nya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya)." (Yunus: 59-60).

(59) Allah تعالى berfirman mengingkari orang-orang musyrikin yang melakukan bid'ah dengan mengharamkan apa yang dihalal-kan Allah dan menghalalkan apa yang diharamkan Allah,﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ لَكُم مِّن رِّزۡقٖ ﴿ "Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang diturunkan Allah kepadamu'." Yakni bermacam-macam hewan yang dihalalkan yang Allah jadikan sebagai rizki dan karunia bagi mereka, katakanlah kepada mereka dengan mencela pendapat yang rusak tersebut, ﴾ ءَآللَّهُ أَذِنَ لَكُمۡۖ أَمۡ عَلَى ٱللَّهِ تَفۡتَرُونَ ﴿ "Apakah Allah telah mem-berikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja ter-hadap Allah?" Sebagaimana diketahui bahwa Allah tidak mengizinkan mereka, maka diketahuilah bahwa mereka telah melakukan kebo-hongan.

(60) ﴾ وَمَا ظَنُّ ٱلَّذِينَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada Hari Kia-mat?" Azab dan siksa apa yang akan Allah timpakan kepada mereka. Allah تعالى berfirman, ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ تَرَى ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى ٱللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسۡوَدَّةٌۚ ﴿ "Dan pada Hari Kiamat, kamu akan melihat orang-orang yang ber-buat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam." (Az-Zumar: 60). ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ ﴿ "Sesungguhnya Allah benar-benar mempu-nyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia." Dia adalah Pemilik ke-baikan yang besar dan karunia yang luas, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur, bisa jadi mereka sama sekali tidak men-syukurinya, bisa pula ia digunakan untuk bermaksiat kepadaNya, bisa dengan mengharamkannya dan menolak sesuatu yang Allah limpahkan kepada hamba-hambaNya, hanya sedikit dari mereka yang bersyukur yang mengakui nikmat dan memuji Allah dan menggunakannya dalam ketaatan kepadaNya. Ayat ini dijadikan dalil bahwa pada dasarnya seluruh maka-nan itu adalah halal kecuali yang ada pengharamannya dari syara'. Karena itu Allah mengingkari orang-orang yang mengharamkan rizkiNya yang diturunkan untuk hamba-hambaNya.

60

وَمَا ظَنُّ ٱلَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ

Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).

"Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang di-turunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal.' Katakanlah, 'Apakah Allah telah mem-berikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?' Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada Hari Kiamat? Sesungguh-nya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya)." (Yunus: 59-60).

(59) Allah تعالى berfirman mengingkari orang-orang musyrikin yang melakukan bid'ah dengan mengharamkan apa yang dihalal-kan Allah dan menghalalkan apa yang diharamkan Allah,﴾ قُلۡ أَرَءَيۡتُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ لَكُم مِّن رِّزۡقٖ ﴿ "Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang diturunkan Allah kepadamu'." Yakni bermacam-macam hewan yang dihalalkan yang Allah jadikan sebagai rizki dan karunia bagi mereka, katakanlah kepada mereka dengan mencela pendapat yang rusak tersebut, ﴾ ءَآللَّهُ أَذِنَ لَكُمۡۖ أَمۡ عَلَى ٱللَّهِ تَفۡتَرُونَ ﴿ "Apakah Allah telah mem-berikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja ter-hadap Allah?" Sebagaimana diketahui bahwa Allah tidak mengizinkan mereka, maka diketahuilah bahwa mereka telah melakukan kebo-hongan.

(60) ﴾ وَمَا ظَنُّ ٱلَّذِينَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada Hari Kia-mat?" Azab dan siksa apa yang akan Allah timpakan kepada mereka. Allah تعالى berfirman, ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ تَرَى ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى ٱللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسۡوَدَّةٌۚ ﴿ "Dan pada Hari Kiamat, kamu akan melihat orang-orang yang ber-buat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam." (Az-Zumar: 60). ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ ﴿ "Sesungguhnya Allah benar-benar mempu-nyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia." Dia adalah Pemilik ke-baikan yang besar dan karunia yang luas, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur, bisa jadi mereka sama sekali tidak men-syukurinya, bisa pula ia digunakan untuk bermaksiat kepadaNya, bisa dengan mengharamkannya dan menolak sesuatu yang Allah limpahkan kepada hamba-hambaNya, hanya sedikit dari mereka yang bersyukur yang mengakui nikmat dan memuji Allah dan menggunakannya dalam ketaatan kepadaNya. Ayat ini dijadikan dalil bahwa pada dasarnya seluruh maka-nan itu adalah halal kecuali yang ada pengharamannya dari syara'. Karena itu Allah mengingkari orang-orang yang mengharamkan rizkiNya yang diturunkan untuk hamba-hambaNya.

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.