Muslim99Muslim99
← Tafsir library

10. Yunus

Jonas · Meccan · 109 ayahs

سُورَةُ يُونُسَ

Reading Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di

Ayahs 101–109 of 109

101

قُلِ ٱنظُرُوا۟ مَاذَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَمَا تُغْنِى ٱلْءَايَٰتُ وَٱلنُّذُرُ عَن قَوْمٍۢ لَّا يُؤْمِنُونَ

Katakanlah: "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman".

"Katakanlah, 'Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.' Tidaklah mereka menunggu-nunggu melainkan (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, 'Maka tunggu-lah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu.' Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman." (Yunus: 101-103).

(101) Allah mengajak hamba-hambaNya agar melihat se-suatu yang ada di langit dan di bumi, maksudnya adalah melihat dengan merenungkan, memikirkan dan mengambil pelajaran ter-hadap apa yang ada padanya dan apa yang dikandungnya, karena di dalamnya terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman dan pelajaran bagi kaum yang meyakini. Ia menunjukkan bahwa hanya-lah Allah semata yang disembah, yang dipuji, Pemilik keagungan dan kebesaran, dan Pemilik Asma` dan Sifat yang agung.﴾ وَمَا تُغۡنِي ٱلۡأٓيَٰتُ وَٱلنُّذُرُ عَن قَوۡمٖ لَّا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman." Mereka tidak mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah karena me-reka berpaling dan menyombongkan diri.

(102-103) ﴾ فَهَلۡ يَنتَظِرُونَ إِلَّا مِثۡلَ أَيَّامِ ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلِهِمۡۚ ﴿ "Tidaklah me-reka menunggu-nunggu melainkan (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu se-belum mereka." Maksudnya, tidaklah orang-orang yang tidak beriman itu menunggu-nunggu ayat-ayat Allah setelah ia jelas melainkan seperti orang-orang yang berlalu sebelum mereka yaitu hari-hari kebinasaan dan azab, karena mereka melakukan yang mereka la-kukan dan Sunnatullah berlaku untuk orang-orang terdahulu dan yang datang berikutnya. ﴾ قُلۡ فَٱنتَظِرُوٓاْ إِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُنتَظِرِينَ ﴿ "Katakanlah, 'Maka tunggulah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu'." Kamu akan mengetahui siapa yang akan mendapatkan akhir yang baik dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ia hanya untuk para Rasul dan pengikut-pengikutnya. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْۚ ﴿ "Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman", dari kesulitan dan marabahaya dunia dan akhirat. ﴾ كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيۡنَا ﴿ "Demikianlah menjadi kewajiban atas Kami", yang Kami wajibkan atas Diri Kami ﴾ نُنجِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "menyelamatkan orang-orang yang beriman." Allah membela orang-orang yang beriman, berdasarkan keimanan yang dimiliki oleh seorang hamba, maka tercapailah keselamatan untuknya dari mara-bahaya.

102

فَهَلْ يَنتَظِرُونَ إِلَّا مِثْلَ أَيَّامِ ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلِهِمْ ۚ قُلْ فَٱنتَظِرُوٓا۟ إِنِّى مَعَكُم مِّنَ ٱلْمُنتَظِرِينَ

Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka. Katakanlah: "Maka tunggulah, sesungguhnya akupun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu".

"Katakanlah, 'Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.' Tidaklah mereka menunggu-nunggu melainkan (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, 'Maka tunggu-lah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu.' Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman." (Yunus: 101-103).

(101) Allah mengajak hamba-hambaNya agar melihat se-suatu yang ada di langit dan di bumi, maksudnya adalah melihat dengan merenungkan, memikirkan dan mengambil pelajaran ter-hadap apa yang ada padanya dan apa yang dikandungnya, karena di dalamnya terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman dan pelajaran bagi kaum yang meyakini. Ia menunjukkan bahwa hanya-lah Allah semata yang disembah, yang dipuji, Pemilik keagungan dan kebesaran, dan Pemilik Asma` dan Sifat yang agung.﴾ وَمَا تُغۡنِي ٱلۡأٓيَٰتُ وَٱلنُّذُرُ عَن قَوۡمٖ لَّا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman." Mereka tidak mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah karena me-reka berpaling dan menyombongkan diri.

(102-103) ﴾ فَهَلۡ يَنتَظِرُونَ إِلَّا مِثۡلَ أَيَّامِ ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلِهِمۡۚ ﴿ "Tidaklah me-reka menunggu-nunggu melainkan (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu se-belum mereka." Maksudnya, tidaklah orang-orang yang tidak beriman itu menunggu-nunggu ayat-ayat Allah setelah ia jelas melainkan seperti orang-orang yang berlalu sebelum mereka yaitu hari-hari kebinasaan dan azab, karena mereka melakukan yang mereka la-kukan dan Sunnatullah berlaku untuk orang-orang terdahulu dan yang datang berikutnya. ﴾ قُلۡ فَٱنتَظِرُوٓاْ إِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُنتَظِرِينَ ﴿ "Katakanlah, 'Maka tunggulah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu'." Kamu akan mengetahui siapa yang akan mendapatkan akhir yang baik dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ia hanya untuk para Rasul dan pengikut-pengikutnya. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْۚ ﴿ "Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman", dari kesulitan dan marabahaya dunia dan akhirat. ﴾ كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيۡنَا ﴿ "Demikianlah menjadi kewajiban atas Kami", yang Kami wajibkan atas Diri Kami ﴾ نُنجِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "menyelamatkan orang-orang yang beriman." Allah membela orang-orang yang beriman, berdasarkan keimanan yang dimiliki oleh seorang hamba, maka tercapailah keselamatan untuknya dari mara-bahaya.

103

ثُمَّ نُنَجِّى رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۚ كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيْنَا نُنجِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.

"Katakanlah, 'Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.' Tidaklah mereka menunggu-nunggu melainkan (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, 'Maka tunggu-lah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu.' Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman." (Yunus: 101-103).

(101) Allah mengajak hamba-hambaNya agar melihat se-suatu yang ada di langit dan di bumi, maksudnya adalah melihat dengan merenungkan, memikirkan dan mengambil pelajaran ter-hadap apa yang ada padanya dan apa yang dikandungnya, karena di dalamnya terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman dan pelajaran bagi kaum yang meyakini. Ia menunjukkan bahwa hanya-lah Allah semata yang disembah, yang dipuji, Pemilik keagungan dan kebesaran, dan Pemilik Asma` dan Sifat yang agung.﴾ وَمَا تُغۡنِي ٱلۡأٓيَٰتُ وَٱلنُّذُرُ عَن قَوۡمٖ لَّا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman." Mereka tidak mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah karena me-reka berpaling dan menyombongkan diri.

(102-103) ﴾ فَهَلۡ يَنتَظِرُونَ إِلَّا مِثۡلَ أَيَّامِ ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلِهِمۡۚ ﴿ "Tidaklah me-reka menunggu-nunggu melainkan (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu se-belum mereka." Maksudnya, tidaklah orang-orang yang tidak beriman itu menunggu-nunggu ayat-ayat Allah setelah ia jelas melainkan seperti orang-orang yang berlalu sebelum mereka yaitu hari-hari kebinasaan dan azab, karena mereka melakukan yang mereka la-kukan dan Sunnatullah berlaku untuk orang-orang terdahulu dan yang datang berikutnya. ﴾ قُلۡ فَٱنتَظِرُوٓاْ إِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُنتَظِرِينَ ﴿ "Katakanlah, 'Maka tunggulah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu'." Kamu akan mengetahui siapa yang akan mendapatkan akhir yang baik dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ia hanya untuk para Rasul dan pengikut-pengikutnya. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْۚ ﴿ "Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman", dari kesulitan dan marabahaya dunia dan akhirat. ﴾ كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيۡنَا ﴿ "Demikianlah menjadi kewajiban atas Kami", yang Kami wajibkan atas Diri Kami ﴾ نُنجِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "menyelamatkan orang-orang yang beriman." Allah membela orang-orang yang beriman, berdasarkan keimanan yang dimiliki oleh seorang hamba, maka tercapailah keselamatan untuknya dari mara-bahaya.

104

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمْ فِى شَكٍّۢ مِّن دِينِى فَلَآ أَعْبُدُ ٱلَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَٰكِنْ أَعْبُدُ ٱللَّهَ ٱلَّذِى يَتَوَفَّىٰكُمْ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Katakanlah: "Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman",

"Katakanlah (wahai Muhammad), 'Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kalian sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu, dan aku telah di-perintah supaya termasuk orang-orang yang beriman.' Dan (aku telah diperintah), 'Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik. Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zha-lim'." (Yunus: 104-106).

(104) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, Muhammad Sayyidil Mursalin, Imamul Muttaqin dan Khairul Muqinin, ﴾ قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِي شَكّٖ مِّن دِينِي ﴿ "Katakanlah, 'Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku," yakni dalam kebimbangan dan kerancuan, maka aku tidak ragu darinya bahkan aku mempunyai ilmu yang yakin bahwa ia adalah kebenaran, dan sesuatu yang kamu sembah selain Allah adalah batil, dan dalam hal itu aku memiliki bukti-bukti kuat dan alasan-alasan yang jelas. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ فَلَآ أَعۡبُدُ ٱلَّذِينَ تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "Maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kalian sembah selain Allah", dalam bentuk berhala-berhala, sekutu-sekutu dan lain-lain, karena ia tidak menciptakan, tidak memberi rizki dan tidak mengatur perkara apa pun, ia hanya makhluk yang diatur yang padanya tidak terdapat sesuatu yang menjadikannya berhak untuk disembah. ﴾ وَلَٰكِنۡ أَعۡبُدُ ٱللَّهَ ٱلَّذِي يَتَوَفَّىٰكُمۡۖ ﴿ "Tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu." Dia-lah Allah yang menciptakan-mu, Dia pula yang mematikanmu kemudian membangkitkanmu untuk membalas perbuatanmu, Dia-lah yang berhak untuk disem-bah, dilaksanakan shalat untuknya, dipatuhi dan disujudi. ﴾ وَأُمِرۡتُ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman."

(105) ﴾ وَأَنۡ أَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗا ﴿ "Dan (aku telah diperintah), 'Ha-dapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas." Maksudnya, ikhlaskanlah perbuatanmu lahir dan batin untuk Allah, tegakkan-lah seluruh syariat agama ﴾ حَنِيفٗا ﴿ "dengan tulus dan ikhlash" mengha-dapkan diri kepada Allah dan berpaling dari selainNya. ﴾ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik", jangan seperti keadaan mereka dan jangan bersama mereka.

(106) ﴾ وَلَا تَدۡعُ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَۖ ﴿ "Dan janganlah kamu me-nyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah." Ini adalah sifat setiap makhluk. Ia tidak mendatangkan manfaat dan mudarat. Dzat yang melakukan itu hanyalah Allah. ﴾ فَإِن فَعَلۡتَ ﴿ "Sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu", yakni kamu beribadah kepada selain Allah yang tidak men-datangkan manfaat dan mudarat untukmu, ﴾ فَإِنَّكَ إِذٗا مِّنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim." Maksudnya, yang merugikan dirinya sendiri dengan …

105

وَأَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًۭا وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

dan (aku telah diperintah): "Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.

"Katakanlah (wahai Muhammad), 'Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kalian sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu, dan aku telah di-perintah supaya termasuk orang-orang yang beriman.' Dan (aku telah diperintah), 'Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik. Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zha-lim'." (Yunus: 104-106).

(104) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, Muhammad Sayyidil Mursalin, Imamul Muttaqin dan Khairul Muqinin, ﴾ قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِي شَكّٖ مِّن دِينِي ﴿ "Katakanlah, 'Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku," yakni dalam kebimbangan dan kerancuan, maka aku tidak ragu darinya bahkan aku mempunyai ilmu yang yakin bahwa ia adalah kebenaran, dan sesuatu yang kamu sembah selain Allah adalah batil, dan dalam hal itu aku memiliki bukti-bukti kuat dan alasan-alasan yang jelas. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ فَلَآ أَعۡبُدُ ٱلَّذِينَ تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "Maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kalian sembah selain Allah", dalam bentuk berhala-berhala, sekutu-sekutu dan lain-lain, karena ia tidak menciptakan, tidak memberi rizki dan tidak mengatur perkara apa pun, ia hanya makhluk yang diatur yang padanya tidak terdapat sesuatu yang menjadikannya berhak untuk disembah. ﴾ وَلَٰكِنۡ أَعۡبُدُ ٱللَّهَ ٱلَّذِي يَتَوَفَّىٰكُمۡۖ ﴿ "Tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu." Dia-lah Allah yang menciptakan-mu, Dia pula yang mematikanmu kemudian membangkitkanmu untuk membalas perbuatanmu, Dia-lah yang berhak untuk disem-bah, dilaksanakan shalat untuknya, dipatuhi dan disujudi. ﴾ وَأُمِرۡتُ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman."

(105) ﴾ وَأَنۡ أَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗا ﴿ "Dan (aku telah diperintah), 'Ha-dapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas." Maksudnya, ikhlaskanlah perbuatanmu lahir dan batin untuk Allah, tegakkan-lah seluruh syariat agama ﴾ حَنِيفٗا ﴿ "dengan tulus dan ikhlash" mengha-dapkan diri kepada Allah dan berpaling dari selainNya. ﴾ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik", jangan seperti keadaan mereka dan jangan bersama mereka.

(106) ﴾ وَلَا تَدۡعُ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَۖ ﴿ "Dan janganlah kamu me-nyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah." Ini adalah sifat setiap makhluk. Ia tidak mendatangkan manfaat dan mudarat. Dzat yang melakukan itu hanyalah Allah. ﴾ فَإِن فَعَلۡتَ ﴿ "Sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu", yakni kamu beribadah kepada selain Allah yang tidak men-datangkan manfaat dan mudarat untukmu, ﴾ فَإِنَّكَ إِذٗا مِّنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim." Maksudnya, yang merugikan dirinya sendiri dengan …

106

وَلَا تَدْعُ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِن فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًۭا مِّنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim".

"Katakanlah (wahai Muhammad), 'Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kalian sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu, dan aku telah di-perintah supaya termasuk orang-orang yang beriman.' Dan (aku telah diperintah), 'Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik. Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zha-lim'." (Yunus: 104-106).

(104) Allah تعالى berfirman kepada NabiNya, Muhammad Sayyidil Mursalin, Imamul Muttaqin dan Khairul Muqinin, ﴾ قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِي شَكّٖ مِّن دِينِي ﴿ "Katakanlah, 'Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku," yakni dalam kebimbangan dan kerancuan, maka aku tidak ragu darinya bahkan aku mempunyai ilmu yang yakin bahwa ia adalah kebenaran, dan sesuatu yang kamu sembah selain Allah adalah batil, dan dalam hal itu aku memiliki bukti-bukti kuat dan alasan-alasan yang jelas. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ فَلَآ أَعۡبُدُ ٱلَّذِينَ تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ﴿ "Maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kalian sembah selain Allah", dalam bentuk berhala-berhala, sekutu-sekutu dan lain-lain, karena ia tidak menciptakan, tidak memberi rizki dan tidak mengatur perkara apa pun, ia hanya makhluk yang diatur yang padanya tidak terdapat sesuatu yang menjadikannya berhak untuk disembah. ﴾ وَلَٰكِنۡ أَعۡبُدُ ٱللَّهَ ٱلَّذِي يَتَوَفَّىٰكُمۡۖ ﴿ "Tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu." Dia-lah Allah yang menciptakan-mu, Dia pula yang mematikanmu kemudian membangkitkanmu untuk membalas perbuatanmu, Dia-lah yang berhak untuk disem-bah, dilaksanakan shalat untuknya, dipatuhi dan disujudi. ﴾ وَأُمِرۡتُ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman."

(105) ﴾ وَأَنۡ أَقِمۡ وَجۡهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفٗا ﴿ "Dan (aku telah diperintah), 'Ha-dapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas." Maksudnya, ikhlaskanlah perbuatanmu lahir dan batin untuk Allah, tegakkan-lah seluruh syariat agama ﴾ حَنِيفٗا ﴿ "dengan tulus dan ikhlash" mengha-dapkan diri kepada Allah dan berpaling dari selainNya. ﴾ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ﴿ "Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik", jangan seperti keadaan mereka dan jangan bersama mereka.

(106) ﴾ وَلَا تَدۡعُ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَۖ ﴿ "Dan janganlah kamu me-nyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah." Ini adalah sifat setiap makhluk. Ia tidak mendatangkan manfaat dan mudarat. Dzat yang melakukan itu hanyalah Allah. ﴾ فَإِن فَعَلۡتَ ﴿ "Sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu", yakni kamu beribadah kepada selain Allah yang tidak men-datangkan manfaat dan mudarat untukmu, ﴾ فَإِنَّكَ إِذٗا مِّنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim." Maksudnya, yang merugikan dirinya sendiri dengan …

107

وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّۢ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍۢ فَلَا رَآدَّ لِفَضْلِهِۦ ۚ يُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

"Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, ma-ka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak karuniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya, dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yunus: 107).

(107) Ini termasuk dalil paling besar bahwa hanya Allah semata yang berhak untuk disembah karena Dia yang mendatang-kan manfaat dan mudarat, yang memberi dan yang tidak memberi, yang mana jika ada kesulitan menimpa seperti kemiskinan, penyakit dan lain-lain ﴾ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَۖ ﴿ "maka tidak ada yang dapat menghi-langkannya kecuali Dia." Karena jika seluruh makhluk berkumpul untuk memberi manfaat, maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat kecuali apa yang telah ditulis oleh Allah, jika mereka hen-dak memudaratkan seseorang maka mereka tidak akan mampu melakukannya jika Allah tidak berkehendak. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَإِن يُرِدۡكَ بِخَيۡرٖ فَلَا رَآدَّ لِفَضۡلِهِۦۚ ﴿ "Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak karuniaNya." Maksudnya, tak seorang makhluk pun mampu menolak kebaikan dan karunia-Nya sebagaimana FirmanNya, ﴾ مَّا يَفۡتَحِ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ مِن رَّحۡمَةٖ فَلَا مُمۡسِكَ لَهَاۖ وَمَا يُمۡسِكۡ فَلَا مُرۡسِلَ لَهُۥ مِنۢ بَعۡدِهِۦۚ ﴿ "Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya, dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak seorang pun yang sanggup untuk melepas-kannya sesudah itu." (Fathir: 2). ﴾ يُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۚ ﴿ "Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya." Maksudnya, Dia mengkhususkan rahmatNya kepada hamba-hambaNya yang di-kehendakiNya, dan Allah adalah pemilik karunia yang agung. ﴾ وَهُوَ ٱلۡغَفُورُ ﴿ "Dan Dia-lah Yang Maha Pengampun", terhadap seluruh kesalahan, yang memberi taufik kepada hamba-hambaNya kepada sebab-sebab ampunanNya kemudian jika hamba tersebut melaku-kannya, maka Dia mengampuni dosa-dosanya yang besar dan yang kecil. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang." Yang rahmatNya meliputi segala sesuatu, kemurahanNya dirasakan oleh semua yang ada di mana tidak ada yang tidak memerlukan kebaikanNya sedetik pun. Jika seorang hamba mengetahui dengan dalil yang kuat bahwa hanya Allah Pemberi segala nikmat, pengangkat segala kesulitan, Pemberi kebaikan, Penolak kesengsaraan dan marabahaya dan bahwa tak seorang pun makhluk yang memiliki sedikit pun dari semua itu kecuali apa yang Allah titipkan melalui tanganNya, maka dia pasti memastikan bahwa Allah-lah yang haq dan sesuatu yang selainNya adalah batil. Oleh karena itu, ketika Dia menjelaskan dalil yang jelas, maka Dia berfirman setelahNya,

108

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنِ ٱهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِى لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۖ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيْكُم بِوَكِيلٍۢ

Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu".

"Katakanlah (wahai Muhammad), 'Hai manusia, sesungguh-nya telah datang kepadamu kebenaran (al-Qur`an) dari Rabbmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguh-nya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan di-rinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu.' Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan, dan Dia adalah Hakim yang se-baik-baiknya." (Yunus: 108-109).

(108) Maksudnya, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", hai Rasul ketika bukti telah jelas, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَكُمُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكُمۡۖ ﴿ "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (al-Qur`an) dari Rabbmu." Yakni be-rita yang benar yang didukung dengan bukti-bukti yang tidak ada keraguan padanya sedikit pun dalam bentuk apa pun yang hadir kepadamu dari Rabbmu, yang merupakan salah satu bentuk tarbi-yahNya yang besar bagi kalian, bahwa Dia menurunkan al-Qur`an ini, yang berisi penjelasan tentang segala sesuatu. Di dalamnya ter-kandung hukum-hukum dan tuntutan-tuntutan Ilahiyah, akhlak yang diridhai yang membuktikan besarnya nikmat pengaturan dan perhatianNya kepadamu. Sesungguhnya telah jelas jalan yang be-nar daripada jalan yang sesat, tak tersisa syubhat bagi seorang pun. ﴾ فَمَنِ ٱهۡتَدَىٰ ﴿ "Sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk", dengan hidayah Allah, dengan mengetahui kebenaran, memahaminya dan mementingkannya di atas selainnya maka ia untuk dirinya. Allah Mahakaya terhadap hamba-hambaNya, dan buah amal perbuatan-nya kembali kepadanya. ﴾ وَمَن ضَلَّ ﴿ "Dan barangsiapa yang sesat", dari petunjuk yaitu dengan berpaling dari ilmu tentang kebenaran atau dari mengamalkannya, ﴾ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيۡهَاۖ ﴿ "maka sesungguhnya kesesatan-nya itu mencelakakan dirinya sendiri." Tidak sedikit pun merugikan Allah, ia hanya merugikan dirinya sendiri. ﴾ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيۡكُم بِوَكِيلٖ ﴿ "Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu." Aku menjaga dan menghisab amalmu, aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata, dan Allah-lah yang menjagamu, pikirkanlah untuk dirimu sendiri selama kamu masih dalam tempo penangguhan.

(109) ﴾ وَٱتَّبِعۡ ﴿ "Dan ikutilah" wahai Rasul apa yang Allah wah-yukan kepadamu dari segi ilmu, amal, keadaan, dan dakwah kepa-danya. ﴾ وَٱصۡبِرۡ ﴿ "Dan bersabarlah" atas itu, karena ini adalah bentuk kesabaran tertinggi dan bahwa hasil akhirnya sangatlah terpuji. Jangan malas dan jangan mengeluh, teguhkanlah dirimu atas itu, ﴾ حَتَّىٰ يَحۡكُمَ ٱللَّهُۚ ﴿ "hingga Allah memberi keputusan", di antara kamu dengan orang-orang yang mendustakanmu. ﴾ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلۡحَٰكِمِينَ ﴿ "Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya." Karena hukumNya pasti adil secara sempurna dan dipuji karenanya. Nabi telah menaati perintah Allah, dia teguh di atas jalan yang lurus sehingga Allah memenangkan agamanya atas agama-agama yang lain, dan menolongnya atas musuh-musuhnya dengan pedang dan tombak setelah sebelumnya menolongnya dengan argumen dan bukti. Segala puji bagi Allah sebagaimana yang patut bagi keagungan, kebesaran, kesempur-naan dan keluasan kebaikanNya.

Selesai tafsir surat Yunus. …

109

وَٱتَّبِعْ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيْكَ وَٱصْبِرْ حَتَّىٰ يَحْكُمَ ٱللَّهُ ۚ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْحَٰكِمِينَ

Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.

"Katakanlah (wahai Muhammad), 'Hai manusia, sesungguh-nya telah datang kepadamu kebenaran (al-Qur`an) dari Rabbmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguh-nya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan di-rinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu.' Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan, dan Dia adalah Hakim yang se-baik-baiknya." (Yunus: 108-109).

(108) Maksudnya, ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah", hai Rasul ketika bukti telah jelas, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَكُمُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكُمۡۖ ﴿ "Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (al-Qur`an) dari Rabbmu." Yakni be-rita yang benar yang didukung dengan bukti-bukti yang tidak ada keraguan padanya sedikit pun dalam bentuk apa pun yang hadir kepadamu dari Rabbmu, yang merupakan salah satu bentuk tarbi-yahNya yang besar bagi kalian, bahwa Dia menurunkan al-Qur`an ini, yang berisi penjelasan tentang segala sesuatu. Di dalamnya ter-kandung hukum-hukum dan tuntutan-tuntutan Ilahiyah, akhlak yang diridhai yang membuktikan besarnya nikmat pengaturan dan perhatianNya kepadamu. Sesungguhnya telah jelas jalan yang be-nar daripada jalan yang sesat, tak tersisa syubhat bagi seorang pun. ﴾ فَمَنِ ٱهۡتَدَىٰ ﴿ "Sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk", dengan hidayah Allah, dengan mengetahui kebenaran, memahaminya dan mementingkannya di atas selainnya maka ia untuk dirinya. Allah Mahakaya terhadap hamba-hambaNya, dan buah amal perbuatan-nya kembali kepadanya. ﴾ وَمَن ضَلَّ ﴿ "Dan barangsiapa yang sesat", dari petunjuk yaitu dengan berpaling dari ilmu tentang kebenaran atau dari mengamalkannya, ﴾ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيۡهَاۖ ﴿ "maka sesungguhnya kesesatan-nya itu mencelakakan dirinya sendiri." Tidak sedikit pun merugikan Allah, ia hanya merugikan dirinya sendiri. ﴾ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيۡكُم بِوَكِيلٖ ﴿ "Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu." Aku menjaga dan menghisab amalmu, aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata, dan Allah-lah yang menjagamu, pikirkanlah untuk dirimu sendiri selama kamu masih dalam tempo penangguhan.

(109) ﴾ وَٱتَّبِعۡ ﴿ "Dan ikutilah" wahai Rasul apa yang Allah wah-yukan kepadamu dari segi ilmu, amal, keadaan, dan dakwah kepa-danya. ﴾ وَٱصۡبِرۡ ﴿ "Dan bersabarlah" atas itu, karena ini adalah bentuk kesabaran tertinggi dan bahwa hasil akhirnya sangatlah terpuji. Jangan malas dan jangan mengeluh, teguhkanlah dirimu atas itu, ﴾ حَتَّىٰ يَحۡكُمَ ٱللَّهُۚ ﴿ "hingga Allah memberi keputusan", di antara kamu dengan orang-orang yang mendustakanmu. ﴾ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلۡحَٰكِمِينَ ﴿ "Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya." Karena hukumNya pasti adil secara sempurna dan dipuji karenanya. Nabi telah menaati perintah Allah, dia teguh di atas jalan yang lurus sehingga Allah memenangkan agamanya atas agama-agama yang lain, dan menolongnya atas musuh-musuhnya dengan pedang dan tombak setelah sebelumnya menolongnya dengan argumen dan bukti. Segala puji bagi Allah sebagaimana yang patut bagi keagungan, kebesaran, kesempur-naan dan keluasan kebaikanNya.

Selesai tafsir surat Yunus. …

Commentary: Tafsir As-Sa'di by 'Abd al-Rahman al-Sa'di. Qur'an text and translation via AlQuran Cloud.